0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan8 halaman

Etika, Moral, dan Hukum dalam TI

Dokumen tersebut membahas tentang pengertian etika, moral, dan hukum serta hubungannya dengan sistem informasi. Dokumen juga membahas mengenai pelanggaran isu etika, moral, dan hukum dalam sistem informasi yang dapat timbul akibat perkembangan teknologi informasi.

Diunggah oleh

Nursela Tania
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan8 halaman

Etika, Moral, dan Hukum dalam TI

Dokumen tersebut membahas tentang pengertian etika, moral, dan hukum serta hubungannya dengan sistem informasi. Dokumen juga membahas mengenai pelanggaran isu etika, moral, dan hukum dalam sistem informasi yang dapat timbul akibat perkembangan teknologi informasi.

Diunggah oleh

Nursela Tania
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Teknologi ibarat pedang bermata dua, satu sisi teknologi dapat memiliki banyak manfaat dan
memberikan banyak kemudahan, kecepatan, kenyamanan dan kemajuan dalam melakukan kegiatan
bisnis, akan tetapi disisi lain teknologi juga dapat menimbulkan kesempatan adanya pelanggaran
etika, moral dan hukum. Disamping itu penggunaan teknologi, proses produksi dapat memiliki
pengaruh negatif yaitu adanya pengurangan atau perampingan tenaga kerja manusia disebabkan
teknologi dapat mensubstitusi atau menggantikan tenaga kerja, tetapi disisi lain teknologi juga
memberi hasil yang bermanfaat dari peningkatan kondisi kerja dan dapat meningkatkan produksi
dengan kualitas yang lebih tinggi namun dengan biaya lebih rendah (low cost).

Semakin berkembangnya sistem informasi yang termasuk di dalamnya teknologi informasi yang
sangat pesat fakta menunjukan dapat merubah kehidupan peradaban dan perilaku manusia dan
organisasi. Sistem Informasi termasuk didalamnya teknologi informasi juga dapat menimbulkan
kesempatan adanya pelanggaran hukum untuk melakukan kejahatan (Computer Crime and Cyber
Crime), pelanggaran etika dan moral. Ada korelasi antara perkembangan IT terhadap pelanggaran
Etika, Moral dan Hukum.

1.2 Rumusan Masalah

Dari latar belakang yang telah dijelaskan di atas, maka diperoleh suatu rumusan masalah, yaitu :

● Apakah pengertian dari Etika, Moral dan Hukum?


● Bagaimana hubungan antara Etika, Moral dan Hukum dalam Sistem Informasi?
● Bagaimana pelanggaran Isu Etika, Moral dan Hukum dalam Sistem Informasi?

1.3 Tujuan Masalah

Adapun tujuan penulisan dari rumusan masalah di atas yaitu untuk mengetahui tentang :

● Pengertian Etika, Moral, dan Hukum.


● Hubungan antara Etika, Moral, dan Hukum dalam Sistem Informasi.
● Pelanggaran Isu Etika, Moral dan Hukum dalam Sistem Informasi.
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Etika, Moral dan Hukum

A. Moral

Moral adalah tradisi kepercayaan mengenai perilaku yang benar dan yang salah. Moral adalah institusi
sosial dengan sejarah dan seperangkat aturan, walaupun moral yang ditempatkan oleh masing-masing
masyarakat dunia tidak sama. Istilah moral dapat dipakai sebagai adjektiva atau kata sifat dan sebagai
nomina atau kata benda. Moral sebagai kata benda memiliki arti nilai atau norma yang dipegang oleh
seseorang atau suatu masyarakat untuk mengatur tingkah lakunya. Bila digunakan sebagai adjektiva,
moral merujuk kepada baik buruknya perbuatan atau tingkah laku.

Moral juga dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:

- Moral murni, yaitu moral yang terdapat pada setiap manusia, sebagai suatu pengejawantahan
dari pancaran ilahi. Moral murni disebut juga hati nurani.
- Moral terapan, adalah moral yang didapat dari ajaran pelbagai ajaran filosofis, agama, adat,
yang menguasai pemutaran manusia.

B. Etika

Etika berasal dari bahasa Yunani yaitu “Ethos” yang berarti watak, tingkah laku seseorang, sedangkan
di dalam bahasa Inggrisnya disebut “Ethic” merupakan sebuah prinsip benar atau salah yang
digunakan seseorang, yang bertindak sebagai pelaku moral yang bebas untuk membuat keputusan
untuk mengarahkan perilakunya. Isu etika mengharuskan individu untuk memilih suatu tindakan dan
seringkali isu-isu etika ini muncul pada saat terjadinya kebingungan dalam menentukan sikap. Dan isu
sosial lahir dari adanya isu etika yang berkembang dalam masyarakat dimana masyarakat
mengharapkan individu melakukan suatu hal yang benar. Dan isu politis menjadi aspek yang ikut
bermain di tengah konflik sosial dan masalah sosial dalam suatu masyarakat dan juga penggunaan
aspek hukum dalam mengambil tindakan yang benar.

C. Hukum

Hukum adalah peraturan perilaku formal yang ditetapkan oleh otoritas yang berwenang, seperti
pemerintah, lembaga legislatif. Adanya hukum tentunya harus ada undang-undang yang mengatur
secara formal masalah hukum tersebut. Hukum merupakan yang termudah untuk diinterpretasikan
karena bersifat tertulis.

2.2 Hubungan antara Etika, Moral dan Hukum dalam Sistem Informasi

Etika, moral, dan hukum merupakan penentu pengguna sistem informasi dalam menentukan perilaku
yang baik dan buruk (aturan-aturan) dalam menggunakan sistem informasi. Penggunaan komputer di
dunia bisnis diarahkan oleh nilai moral dan etis manajer, spesialis informasi dan pengguna, serta
hukum yang berlaku. Hukum adalah yang termudah untuk diinterpretasikan karena bersifat tertulis.
Tetapi etika tidak terdefinisi secara tepat dan biasanya tidak disetujui oleh semua anggota masyarakat,
selain itu harus ada tindakan tegas bagi para pelaku yang telah melakukan tindakan melanggar hukum,
agar para pelanggar hukum jera, dan tidak ada yang mengikuti contoh buruk itu, dan pagi pecinta dan
pembuat blogger harus mementingkan etika dan moral dalam pembuatan blogger mereka karena etika
dan moral yang baik akan membawa bangsa ini menjadi lebih baik.

Semakin berkembangnya teknologi informasi dapat membuat kehidupan peradaban manusia dan
organisasi juga semakin berubah mengikuti perkembangan teknologi, dan hal ini dapat menimbulkan
masalah sosial seperti pelanggaran-pelanggaran dalam masyarakat. Hidup ditengah masyarakat,
berorganisasi, berperilaku diatur dan dikendalikan oleh moral, etika dan hukum. Demikian pula yang
terjadi pada komputer masyarakat dan pengguna IT terdapat undang-undang yang mengatur seperti
misalnya tentang hak akses data, terjaganya kerahasiaan data, hak akan data privasi, kejahatan
komputer dan perlindungan hak cipta dari pembajakan. Masyarakat memiliki empat hak dasar yang
berkenaan dengan penggunaan komputer, yaitu Privasi, Akurasi, Properti dan Accessibility.

2.3 Pelanggaran Isu Etika, Moral dan Hukum dalam Sistem Informasi

Timbulnya suatu pelanggaran etika, moral dan hukum di bidang sistem informasi tidak terlepas dari
perkembangan teknologi informasi itu sendiri, artinya peningkatan kualitas dan modus pelanggaran
isu etika ini sejalan atau berbanding lurus terhadap peningkatan perkembangan teknologi informasi itu
sendiri. Isu etika muncul karena sistem teknologi informasi yang semakin berkembang sangat pesat
menunjukan perubahan kehidupan peradaban dan perilaku manusia dan organisasi. Penggunaan
teknologi informasi secara umum dapat mengganggu hak privasi individu, properti dan akses.
Penggunaan teknologi informasi dalam bisnis juga dapat memiliki dampak yang besar pada
masyarakat dan akhirnya akan menimbulkan berbagai isu etika.

Menurut Kenneth Laudon terdapat 4 tren atas perkembangan teknologi utama yang memicu
munculnya isu etika, antara lain :

● Kecepatan perhitungan menjadi dua kali lebih cepat setiap 18 bulan (Moore’s Law), akibatnya
ketergantungan pada sistem dan rentannya kita terkena pengaruh dari kesalahan sistem dan
kualitas data yang buruk menjadi meningkat. Sistem informasi ini dapat meningkatkan
produktivitas sekaligus menciptakan kemungkinan untuk disalahgunakan.
● Kemajuan dalam teknik penyimpanan data dan biaya penyimpanan data yang menurun
dengan cepat menyebabkan penggandaan basis data (database) dapat digunakan oleh swasta
dan pemerintah. Kemajuan tersebut telah menyebabkan kejahatan rutin atas privasi individu.
(Law of Mass Digital Store).
● Kemajuan dalam teknik analisis data untuk kelompok data yang besar merupakan tren
teknologi lain yang meningkatkan perhatian etika karena badan pemerintah dan perusahaan
dengan mudah mampu menemukan informasi pribadi individu lebih terperinci. Perusahaan
dapat menganalisis data berukuran besar yang diperoleh secara terpisah untuk
mengembangkan profil yang terperinci atas perilaku individu.
● Kemajuan jaringan dan internet, pengaruhnya adalah pencarian dan menyalin data dari satu
lokasi yang lain dan mendapatkan data pribadi dari lokasi yang jauh menjadi sangat mudah.
(Metcalfe’s Law).

Teknologi Informasi adalah aplikasi komputer atau peralatan komunikasi untuk menyimpan,
mengolah dan memanipulasi data. Etika teknologi Informasi adalah seperangkat asa atau nilai yang
berkenaan dengan penggunaan teknologi informasi. Jumlah interaksi manusia dengan perkembangan
teknologi khusus nya bagi kebutuhan informasi yang terus meningkat dari waktu ke waktu membuat
etika teknologi informasi menjadi suatu peraturan dasar yang harus dipahami oleh masyarakat luas.

Penggunaan teknologi informasi yang baru memiliki dampak seperti gelombang air (menimbulkan
reaksi) yang dapat menimbulkan atau memunculkan masalah isu etika, sosial dan politik baru yang
harus ditangani di tingkat individu, sosial dan politis.

Isu ini memiliki lima dimensi moral, yaitu :

● Hak dan kewajiban informasi (Information rights and obligations).


● Hak dan kewajiban kepemilikan (Property rights and obligations).
● Kualitas system (System quality).
● Kualitas hidup (Quality of life).
● Akuntabilitas dan pengendalian (Accountability and control).

Dalam dunia bisnis, masalah persaingan tidak sehat dengan memanfaat teknologi informasi yaitu
adanya pembajakan perangkat alat lunak yang dapat mengurangi pendapatan penjual perangkat lunak
cukup signifikan. Untuk mengatasi kekhawatiran dan adanya pelanggaran-pelanggaran dalam
masyarakat komputer maka perlu untuk mengatur yang berkaitan dengan masalah ini perilaku kita
diarahkan oleh adanya moral, etika, dan hukum. Undang-undang mengenai komputer telah diterapkan
di banyak negara untuk mengatasi kekhawatiran seperti hak mendapatkan akses data, dan hak akan
privasi. Sebagai contoh seperti masalah cyber crime yang sering terjadi, kejahatan komputer ini
adalah kejahatan yang ditimbulkan karena penggunaan komputer secara ilegal. Kejahatan komputer
terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi komputer saat ini. Beberapa jenis kejahatan
komputer meliputi Denial of Services (melumpuhkan layanan sebuah sistem komputer), penyebaran
virus, spam, carding (pencurian melalui internet) dan lain-lain.

Berikut ini adalah beberapa penyebab terjadi nya pelanggaran etika, antara lain :

● Rendahnya pengetahuan mengenai kode etik pada setiap bidang.


● Kurangnya sanksi yang keras dan tegas tentang pelanggaran kode etik.
● Kebutuhan individu atau kebutuhan pribadi masing-masing.
● Tidak adanya kesadaran etis dan moralitas dalam pribadi diri sendiri.

Contoh Kasus Pelanggaran Etika, Moral dan Hukum

Berikut adalah beberapa contoh Kasus Pelanggaran Etika, Moral dan Hukum, antara lain :

A. Kasus Cybercrime
Pembajakan situs website oleh serangan web deface. Web deface merupakan salah satu kasus yang
banyak terjadi di Indonesia. Web deface adalah kegiatan merubah tampilan suatu website, mulai dari
halaman utama, index file, atau halaman lain yang masih terikat dengan url website tersebut. Peretas
dapat melakukan aksi ini karena adanya celah keamanan pada sistem keamanan korban. Kasus ini
juga pernah terjadi di Indonesia, bahkan situs yang berhasil diretas adalah website yang dikelola oleh
pemerintah.

Contoh kasus yang baru terjadi yaitu kasus peretasan situs DPR mengganti tulisan yang seharusnya
"Dewan Perwakilan Rakyat" menjadi "Dewan Pengkhianat Rakyat". Hal itu disebabkan karena tengah
terjadi demo penolakan pengesahan RUU Cipta Kerja yang telah di sah kan oleh DPR.

B. Kasus pencurian data pribadi melalui teknik phising

Phising merupakan suatu metode yang dapat digunakan untuk mencuri data korban seperti user id,
password, dan lain-lain. Hacker akan menyamar menggunakan form login atau situs palsu untuk
memancing korban memasukkan data-data sensitif seperti password atau pun user ID. Biasanya
hacker menyebarkan link palsu melalui email atau melalui pesan pop up yang menyatakan
memenangkan sebuah hadiah. Selanjutnya, hacker mengharuskan untuk memasukkan data-data
pribadi ke dalam situs palsu tersebut.

Contoh kasus phising yang cukup banyak terjadi yaitu misalkan seorang figur publik yang tiba-tiba
merana gara-gara akun Instagram atau Twitter yang menghasilkan uang baginya tersebut, tiba-tiba
raib digondol orang lain atau istilahnya "dibajak" orang. Padahal, jika diselidiki lebih lanjut,
hilangnya kendali atas akun Instagram atau Twitter yang dialami si figur publik tersebut karena
beberapa hari sebelumnya terpedaya atas email yang masuk ke inbox pribadinya. Link yang
dilampirkan di email yang memperdayakan di-klik, menuju situs web asli tapi palsu, dan pada
akhirnya, segala informasi penting perihal akun Instagram atau Twitternya dapat diambil oleh si
pelaku.

C. Kasus Pelanggaran Etika Bisnis

Dalam sebuah perusahaan diperlukanya etika dalam bisnis, demi kelancaran kemajuan perusahaan
nya. Contoh Kasus Pelanggaran Etika Bisnis yang dilakukan oleh direksi PT. Garuda Indonesia. Pada
17 November 2019. Terjadi pelanggaran etika oleh direksi PT. Garuda Indonesia dengan
penyelundupan 15 kemasan berisi parts sepeda motor Harley Davidson terurai dengan baggage claim
tag atas nama SAS dan 3 kemasan berisi 2 unit sepeda Brompton M6L Explore dan aksesoris atas
nama LS. Barang tersebut tidak dideklarasikan. Direktorat Jenderal Bea Cukai sudah melaporkan
pesawat dengan nomor penerbangan GA 9721 tipe Airbus A330-900 seri Neo tersebut mengangkut 10
orang kru sesuai dokumen general declaration: crew list dan 22 orang penumpang sesuai dokumen
passenger manifest. Hasil pemeriksaan Bea Cukai, bagian kabin cockpit dan penumpang pesawat
tidak ditemukan pelanggaran kepabeanan dan tidak ditemukan barang kargo lain. Namun,
pemeriksaan pada lambung pesawat ditemukan beberapa koper bagasi penumpang dan 18 koli yang
seluruhnya memiliki claim tag sebagai bagasi penumpang. Pembawaan barang impor penumpang
yang tidak diberitahukan. Jajaran Bea Cukai masih terus melakukan pemeriksaan atas pelanggaran
UU dan aturan Kepabeanan baik secara perdata maupun pidana. Penjelasan laporan Komite Audit dan
Laporan Komisaris Garuda atas kejadian tersebut yang menunjukkan pelanggaran di bidang: tata
kelola perusahaan (corporate governance), etika dan perizinan oleh direksi Garuda.
D. Kasus Pelanggaran Etika Terhadap Pekerja

Contoh kasus pelanggaran etika terhadap pekerja yang dilakukan oleh UNIQLO. UNIQLO
merupakan perusahaan fast retailing ini merupakan perusahaan brand pakaian yang terkenal di
Indonesia maupun di dunia. Pada akhir akhir ini terdengar kasus yang sangat kurang mengenakan
yang dilakukan oleh perusahaan fashion tersebut. Pelanggaran itu adalah pemutusan hubungan kerja
secara sepihak tanpa adanya informasi yang diberikan oleh pihak perusahaan kepada para pekerjanya.
Selain itu mereka juga tidak membayarkan gaji dan tidak memberikan pesangon kepada para
pekerjanya yang telah diputus kontrak kerjanya. Pemutusan kontrak terjadi terhadap sekitar 2000
orang yang mayoritas adalah pekerja perempuan setelah penutupan pabrik Jaba Garmindo yang sangat
mendadak pada tahun 2015. Jaba Garmindo adalah pemasok utama pada UNIQLO, dampak dari
pemutusan kontrak secara sepihak tersebut membuat para pekerja tersebut menuntut kepada UNIQLO
agar memberikan kejelasan terhadap gaji yang tidak dibayarkan kepada para pekerjanya. Para pekerja
melakukan demo karena pemutusan kontrak tersebut dan di lakukan di depan toko Uniqlo yang akan
dibuka di Denmark. Rencananya pembukaan itu yang rencananya akan di hadiri oleh pendiri dari
UNIQLO yaitu Tadashi Yanai dan mereka akan menuntut untuk di bayarkan gaji yang tidak diberikan
oleh perusahaan tersebut. Namun pihak UNIQLO tetap masih menolak untuk memberikannya.

E. Kasus Persaingan Tidak Sehat Antar Pebisnis

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) memutuskan menghukum denda dengan total Rp 47,5
miliar kepada PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dan PT Astra Honda Motor
(AHM). Kedua perusahaan ini dinyatakan terbukti bersalah dalam dugaan pelanggaran praktik kartel
dalam penjualan sepeda motor jenis skuter matic 110 – 125CC di Indonesia. Yamaha Indonesia Motor
Manufacturing (YIMM) dan Astra Honda Motor (AHM) dinyatakan melanggar Undang-Undang
Nomor 5 Tahun 1999 tentang praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat pada pasal 5 ayat 1.
Pasal itu berbunyi, “Pelaku usaha dilarang membuat perjanjian dengan pelaku usaha pesaingnya untuk
menetapkan harga atas suatu barang dan atau jasa yang harus dibayar oleh konsumen atau pelanggan
pada pasar bersangkutan yang sama.” Anggota KPPU Saidah Sakwan menjelaskan, sepeda motor
skuter matik seharusnya dijual dengan harga Rp8,7 juta di pasaran Indonesia. Namun kedua terlapor
menjualnya dengan harga Rp 14-18 juta. Hal itu menurut Saidah, sangat menguntungkan perusahaan.
Serta Ketua KPPU Syarkawi Rauf menjelaskan, terdapat tiga bukti yang memberatkan terlapor.
Ketiganya yaitu, adanya pertemuan kedua terlapor di lapangan Golf, adanya surat elektronik atau
email tanggal 28 April 2014, serta adanya email pada 10 Januari 2015.

F. Kasus Pembajakan Data

Pada September 2014, perusahaan retail AS The Home Depot mengumumkan telah jadi korban aksi
peretasan. Peristiwa itu membuat 53 juta alamat email serta 56 juta informasi kartu kredit dan kartu
debit pelanggan bocor. Peretas The Home Depot telah masuk ke dalam sistem komputer perusahaan
sejak April. Dia masuk ke dalam komputer internal perusahaan dengan memanfaatkan informasi yang
dicuri dari vendor pihak ketiga lalu. Baru lima bulan kemudian perusahaan itu mengetahui sistem
keamanannya telah dijebol.

G. Kasus Manipulasi Data Laporan Keuangan


PT. KERETA API INDONESIA (PT KAI) terdeteksi adanya kecurangan dalam penyajian laporan
keuangan. Ini merupakan suatu bentuk penipuan yang dapat menyesatkan investor dan stakeholder
lainnya. Kasus ini juga berkaitan dengan masalah pelanggaran kode etik profesi akuntansi. Diduga
terjadi manipulasi data dalam laporan keuangan PT KAI tahun 2005, perusahaan BUMN itu dicatat
meraih keuntungan sebesar Rp6,9 Miliar. Padahal apabila diteliti dan dikaji lebih rinci, perusahaan
justru menderita kerugian sebesar Rp 63 Miliar. Kasus PT. KAI berawal dari pembukuan yang tidak
sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Sebagai akuntan sudah selayaknya menguasai prinsip
akuntansi berterima umum sebagai salah satu penerapan etika profesi. Kesalahan karena tidak
menguasai prinsip akuntansi berterima umum bisa menyebabkan masalah yang sangat menyesatkan.
Laporan keuangan PT. KAI tahun 2005 disinyalir telah dimanipulasi oleh pihak-pihak tertentu.
Banyak terdapat kejanggalan dalam laporan keuangan nya. Beberapa data disajikan tidak sesuai
dengan standar akuntansi keuangan. Hal ini mungkin sudah biasa terjadi dan masih bisa diperbaiki.
Namun, yang menjadi permasalahan adalah pihak auditor menyatakan laporan keuangan itu wajar
tanpa pengecualian. Tidak ada penyimpangan dari standar akuntansi keuangan. Hal ini lah yang patut
dipertanyakan. Dari informasi yang didapat, sejak tahun 2004 laporan PT. KAI diaudit oleh Kantor
Akuntan Publik. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang melibatkan BPK sebagai auditor
perusahaan kereta api tersebut. Hal itu menimbulkan dugaan kalau Kantor Akuntan Publik yang
mengaudit Laporan Keuangan PT. KAI melakukan kesalahan.

Selain itu, ada juga kasus manipulasi data yang dilakukan oleh PT Hanson International Tbk.
Perusahaan properti ini dikait-kaitkan dengan skandal dua perusahaan BUMN asuransi PT Asuransi
Jiwasraya (Persero) dan PT Asabri (Persero). Baik Jiwasraya maupun Asabri, menempatkan dana
nasabahnya dengan nominal cukup besar di PT Hanson International Tbk. Selain penempatan lewat
saham, investasi juga mengalir lewat pembelian Medium Term Note (MTN) atau surat berharga
berjenis utang. Dalam catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), PT Hanson International pernah terbukti
melakukan manipulasi penyajian laporan keuangan tahunan (LKT) untuk tahun 2016. OJK pun
menjatuhkan sanksi, baik untuk perusahaan maupun direktur utamanya, Benny Tjokro. Dalam
pemeriksaan yang dilakukan OJK, ditemukan manipulasi dalam penyajian akuntansi terkait penjualan
kavling siap bangun (Kasiba) dengan nilai gross Rp 732 miliar, sehingga membuat pendapatan
perusahaan naik tajam.
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Hubungan antara sistem informasi dengan masalah isu etika dan masalah sosial adalah semakin
berkembangnya teknologi informasi dapat membuat kehidupan peradaban manusia dan organisasi
juga semakin berubah mengikuti perkembangan teknologi, dan hal ini dapat menimbulkan masalah
sosial seperti pelanggaran-pelanggaran dalam masyarakat. Baik dari segi positif maupun negatif.

Hidup bermasyarakat, berorganisasi, berperilaku diatur dan dikendalikan oleh moral, etika dan
hukum. Demikian pula yang terjadi pada komputer masyarakat dan pengguna informasi teknologi
terdapat undang-undang yang mengatur seperti misalnya tentang hak akses data, terjaganya
kerahasiaan data, hak akan data privasi, kejahatan komputer dan perlindungan hak cipta dari
pembajakan. Masyarakat memiliki empat hak dasar yang berkenaan dengan penggunaan komputer,
yaitu Privasi, Akurasi, Properti, dan Accessibility.

3.2 Saran

Kasus-kasus pelanggaran isu etika, moral dan hukum dapat dicegah dengan adanya proses pendidikan,
pembinaan, memperkuat keyakinan akan berbuat baik, memperhatikan faktor-faktor yang ada di diri
sendiri. Seperti faktor agama dan kebangsaan. Dan dengan adanya penanganan secara serius dalam
menanggulangi pelanggaran-pelanggaran hukum, baik secara represif maupun preventif.

Selain itu juga, diperlukan nya untuk memperkuat pada bagian sistem keamanan nya serta memahami
Cyber Security Protection untuk memastikan perusahaan dan organisasi aman dari serangan cyber.
Dengan cara melakukan peninjauan secara teratur, membuat kebijakan keamanan dan perencanaan,
mengendalikan keamanan untuk memantau postur keamanan jaringan, sistem komputer dan perangkat
lunak selalu aktual, dan memindahkan data ke layanan cloud.

Anda mungkin juga menyukai