UTS RISET MSDM
NAMA : ANANTA TAQWA PANJI PERWIRA
NIM : 18510053
KEPUASAAN KERJA KARYAWAN DI HOTEL LARASATI
Latar belakang masalah
Didalam sebuah perusahaan tentu tidak bisa lepas dengan peran Sumber Daya
Manusia. Sumber Daya Manusia memiliki peran penting didalam suatu perusahaan,
dikarenakan sebagai pendorong atau penggerak didalam perusahaan dalam
mencapai tujuan perusahaan. Untuk itu perlu adanya keharmonisan didalam
perusahaan, agar menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas.
Sumber Daya manusia didalam suatu perusahaan tentunya terbagi menjadi
beberapa tingkatan, sesuai dengan perusahaan masing – masing mulai dari tingkatan
yang tertinggi hingga terendah atau bisa dikatakan terdiri dari pemilik perusahaan
dan karyawan. Dengan pembagian tugas yang tepat dan pengelolaan yang tepat
maka kinerja perusahaan akan lebih efektif dan efisien .
Dalam mencapai tujuan perusahanan agar efektif tentu perusahaan harus bisa
mengatur kinerja karyawan. Karyawan harus dikelola sebaik mungkin agar mereka
bisa kerja semaksimal mungkin. Dengan demikian karyawan memiliki kepuasaan
kerja yang maksimal.
Walaupun terlihat sederhana kepuasan kerja karyawan sangat berpengaruh
terhadap jalanya suatu perusahaan. ketika karyawan mendapat input yang baik dari
perusahaan tentu saja kinerja karyawan (output) yang dihasilkan karyawan akan
maksimal juga.
Namun pada kenyataanya terdapat banyak perusahaan sulit memberikan
kenyamanan – kenyamanan yang sesuai dengan keinginan karyawan .akibatnya
karyawan memiliki kepuasan kerja yang kurang maksimal sehingga kinerjanya pun
kurang maksimal.
Pada kasus ini penulis mengukur kepuasan kerja karyawan di sebuah perusahaan
hotel yang ada di Bandungan yang bernama hotel Larasati . Didalam perusahaan
tersebut penulis mengambil data dari karyawan secara langsung mengenai
kepuasaan kerja . Dimana karyawan di hotel tersebut berjumlah tiga orang.
Pada perusahaan tersebut ternyata kurang memperhatikan karyawan mengenai
kepuasaan kerja karyawan. Terdapat indikator- indikator yang saya ambil untuk
mengukur kepuasan kerja disana . Mulai dari motivasi pemimpin ternyata didaptkan
jawaban dari karyawan bahwa motivasi kerja tidak pernah diberikan oleh pemilik
perusahaan . pemilik usaha diperusahaan tersebut ternyata kurang memberi
motivasi agar karyawan merasa semangat bekerja, apalagi ditengah pandemi seperti
ini seharusnya peran pemimpin perusaahan sangat berarti. Pemilik usaha hanya
memberikan pesan untuk mematuhi protokol kesehatan tanpa memberi dorongan
sikologi agar karyawanya semangat kerja. walaupun dengan kuranngnya kepuasaan
kerja karyawan, mereka tetap melakukan kerja dengan paksaan tuntutan hidup.
Akibatnya kualitas kerja karyawan tidak maksimal.
Kedua mengenai gaji karyawan bahwa gaji diperusahaan ini masih dibawah UMR,
sistem diperusahaan ini masih menggunakan persenan dimana total pemasukan
perusahaan dibagi 15 % dan hasilnya dibagi tiga orang karyawan. Tentu hasil
tersebut sangatlah kurang apalagi diera covid ini pemasukan perusahaan sangatlah
kecil sehingga karyawan mendapat upah yang kecil pula.
Yang ketiga mengenai jam kerja diperusahaan ini dimana perusahaan menetapkan
jam kerja setiap karyawan selama 6 hari kerja dan libur 1 hari kerja. Dengan jam
kerja mulai jam 7 pagi hingga jam 12 malam dan karyawan diwajibkan menginap
dikantor. Disana juga karyawan yang memilih sendiri hari libur sedangkan sabtu
minggu karyawan harus hadir semua. Selain itu dalam beristirahat pemimpin
memberi kebebasan kepada karyawan yang terpenting dikantor terdapat 2 orang
yang jaga dan masalah istirahat diatur sendiri.
Dengan waktu kerja yang cukup lama walaupun lebih banyak menjaga dikantor
daripada melayani pengunjung. namun waktu kerja sangat lama sehingga kebosanan
- kebosanan karyawan muncul, akibatnya karyawan kurang semangat dalam bekerja.
Dengan kebosanan kebosanan itu sering kali karyawan yang tidak kuat sehingga
keluar dari kerjaan.
Namun tidak bisa dipungkiri bahwa kegiatan memaksimalkan kepuasaan kerja tidak
semudah dibayangkan perlu adanya koordinasi antara pemilik dan karyawan. Selain
itu perusahaan juga terkadang mengalami kebingungan dalam memberikan
keinginan karyawan karena karyawan terkadang tidak sesuai dengan kemampuan
perusahaan. untuk itu perlu pendekatan khusus agar karywan dan pemilik sama –
sama memiliki keuntungan yang positif.