MANUSIA YANG RENTAN
Hosea 1:1-9
Saudara yang dikasihi Allah,
Banyak cara yang dapat dilakukan Allah untuk mengingatkan umat-Nya yang tidak taat
dan setia. Bisa berupa penyakit, kelaparan dan kekalahan dalam peperangan. Perkawinan Hosea
dengan Gomer, seorang perempuan sundal menjadi gambaran peringatan Allah bagi bangsa
Israel yang dikatakan membelakangi Tuhan dengan menyembah berhala, dari kepercayaan
orang Kanaan. Penyembahan berhala dapat disamakan dengan persundalan atau perzinahan
rohani ketika bangsa Israel tidak setia dalam hubungannya dengan TUHAN.
Hosea sebagai nabi Tuhan tidak hanya menyampaikan pesan Tuhan secara verbal tetapi
juga dengan gambaran perkawinannya sendiri. Perkawinan itu berbuahkan anak-anak yang
disebutkan namanya: Yizreel (Aku akan menghukum), Lo-Ruhama (Aku tidak akan menyayangi
lagi kaum Israel, dan tidak akan mengampuni mereka) dan Lo-Ami (kamu ini bukanlah umat-
Ku dan Aku ini bukanlah Allahmu). Saya percaya tidak ada orang tua manapun yang mau
memberikan nama anaknya seperti anak-anak Hosea. Kita percaya nama itu ibarat doa dan
harapan yang baik bagi masa depan anak kita.
Nama ketiga anak Hosea mengingatkan bahwa bahasa simbolik Tuhan untuk
menyadarkan bangsa Israel menyesal dan bertobat untuk menjadi setia dan mengasihi Tuhan.
Sikap mereka yang menyembah berhala jelas menyakiti hati Tuhan, sebuah pengkhianatan yang
terang-terangan dan tidak ada pengampunan. Tuhan sudah mengasihi bangsa Israel yang bukan
siapa-siapa menjadi istimewa di hadapanNya. Bangsa ini malah melakukan pengkhianatan
dalam hubungan suci dengan Tuhan. Bangsa ini diingatkan bertobat sebelum penghukuman
terjadi.
Berat rasanya hidup seperti Hosea yang diberi perintah untuk mengawini perempuan
sundal dan menamai anak-anaknya dengan nama yang buruk. Menolak bisa saja, tetapi berarti
menjadi tidak setia di hadapan Tuhan dalam tugas seperti Yunus menolak tugas menyampaikan
firman ke bangsa Niniwe. Hosea melakukan dengan taat apa yang diperintahkan Tuhan.
Ketaatan bukan soal kita suka atau tidak, tetapi bagaimana hidup kita berkenan kepada Tuhan
dalam segala hal. Kuasa Tuhan hadir dalam kehidupan Hosea secara pribadi dan rumah
tangganya. Hosea mengikuti apa maunya Tuhan.
Sekarang ini kepercayaan kepada berhala atau kuasa kegelapan masih berkembang
dalam masyarakat. Meskipun pemerintah sudah berusaha mencerdaskan warga masyarakat,
selalu saja ada yang percaya penyembahan berhala seperti cerita soal babi ngepet yang katanya
ditangkap karena mencuri uang warga. Kejadiannya dipercaya dan akhirnya cerita itu hanya
akal-akalan; settingan supaya dapat keuntungan. Pelakunya menyesal: nasi sudah jadi bubur
dan saya siap dipenjara! Manusia memang rentan; manusia itu lemah. Mudah terombang-
ambing dan terbawa arus. Manusia bisa bertindak dengan cara-cara sendiri yang dirasa hebat
dan tepat dan justru hanya membawanya pada kehancuran dan sengsara.
Bagaimana dengan kita? Wah kayaknya nama saja ini berat? Wah nama saya ini ngak
bawa hoki atau keberuntungan? Nama saya sial, tidak menjual. Nama saya ini kampungan, dan
karena itu saya ganti nama? Tuhan tidak sembarang memberi nama bagi anak-anak Hosea.
Nama ketiga anak itu mengambarkan perasaan Tuhan bagi bangsa Israel dan apa yang kelak
mereka hadapi. Yang utama, perbaiki hubungan dengan Tuhan. Hubungan dengan Tuhan itu
suci.
Dengan menjaga kekudusan dengan perilaku yang benar dan hidup yang bersih, maka
kita bekerja dengan jujur. Kerja kita tidak mencelakakan hidup orang lain. Tidak jual barang
bekas, bilang baru! Jika kita kerja tidak jujur, bukan hanya bapak ibu yang hancur, anak-anak
juga hancur. Anak-anak terima getahnya. Bangsa Israel akhirnya terbuang dengan rasa malu
yang hebat 70 tahun lamanya di tanah Babel. Satu generasi memikul dosa orang tua mereka.
Mari kita belajar dari keluarga Hosea. Keluarga yang taat. Keluarga yang mengasihi
Tuhan. Tuhan Yesus tahu apa yang kita perlukan setiap hari sehingga diajarkan kita “Tetapi
carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan
kepadamu. Sebab itu janganlah kamu kuatir akan hari besok, karena hari besok mempunyai
kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari" (Mat 6:33-34), Tuhan
mendengar jika kita meminta dan janji Tuhan itu benar seperti dikatakan, “Jadi jika kamu yang
jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga!
Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya." (Mat 7:11). Kalau
kita ‘ngak mampu, tak berdaya, jangan malu atau pergi kepada berhala. Datang kepada Tuhan
Yesus. Kita diberi kelegaan dan sukacita penuh. Jadi apa saya perlu ganti nama supaya rejeki
lancar? Tidak usah! Mengucap syukur kepada Tuhan Yesus dan lakukan perintah Tuhan dengan
setia tiap hari. Amin.