Bab 5
Analisis Ragam (Uji F)
A. Pendahuluan
Analisis ragam digunakan untuk membandingkan dua atau lebih nilai rata-rata populasi secara
bersamaan atau simultan. Analisis ragam atau yang lebih dikenal dengan ANOVA (analysis of
variance) menggunakan sebaran F (Fisher) dalam melakukan pengambilan keputusan. Kurva sebaran
F tidak simetris dan berada pada sisi positif sehingga berbeda dengan nilai Z hitung dan t hitung, nilai
F hitung selalu bernilai positif. Prosedur uji F dijelaskan dalam 5 tahapan di bawah ini yaitu,
Merumuskan Hipotesis
Hipotesis untuk analisis ragam ditulisakan sebagai berikut,
H 0 :μ 1=μ2=μ3 (tidak ada perbedaan nilai rata-rata)
H 1 : terdapat satu atau lebih nilai rata-rata yang tidak sama dengan nilai rata-rata lainnya
Menentukan Taraf Nyata
Titik kritis pada kurva sebaran F diperoleh dari F tabel yaitu dengan terlebih dahulu mencari nilai
v1 =k−1 dan v 2=N−k . Dimana k = banyaknya sampel dan N = jumlah sampel secara keseluruhan.
Fα ( v1, v2 )
Menentukan Statistik Uji
Statistik uji yang digunakan adalah F hitung dengan rumus sebagai berikut,
SST /k −1
F=
SSE /N −k
2
Xi .2 ( ∑ X )
SST =∑
( ) ni
−
N
Xi .2
SSE=( ∑ X ) −∑ 2
( )
ni
X =¿ nilai pengamatan
Xi .=¿jumlah dari nilai setiap pengamatan X
ni = jumlah pengamatan dalam setiap kolom
Menentukan Daerah Keputusan
Kurva sebaran F merupakan kurva dengan ekor pada sisi positif. Kurva sebaran F dapat dilihat
pada gambar di bawah ini.
Menentukan Keputusan
Jika nilai statistik uji berada pada daerah penolakan H 0 ( F hitung> F tabel) maka dapat dikatakan
bahwa belum cukup bukti untuk menyatakan bahwa H0 benar, namun sebaliknya jika nilai statistik
uji berada pada daerah penerimaan H 0 (F hitung < F tabel) maka dapat dikatakan bahwa cukup bukti
untuk menyatakan bahwa H0 benar. Jika pengolahan uji F menggunakan aplikasi/Software SPSS maka
kriteria lainnya yang dapat dilihat melalui nilai Sig. yaitu,
jika Sig.<0.05 maka tolak H0
jika Sig. >0.05 maka terima H0
B. Aplikasi Uji F
Sebuah artikel surat kabar menyatakan bahwa banyaknya jumlah pengangguran di 3 kelurahan
yaitu kelurahan Mekarjaya, Mekarsari dan Mekarasri adalah sama. Petugas kecamatan melakukan
pencatatan di ketiga kelurahan tersebut dan diperoleh hasil pencatatan sebagai berikut,
Kelurahan Kelurahan Kelurahan
Sampel Desa
Mekarjaya Mekarsari Mekarasri
1 7 8 10
2 6 9 7
3 8 6 6
4 5 8 8
5 6 9 8
Ujilah pada taraf 5% apakah benar bahwa jumlah pengangguran di 3 kelurahan tersebut sama
banyaknya !
Langkah-langkah penyelesaian untuk kasus di atas menggunakan software SPSS adalah sebagai
berikut,
1. Buat dua variabel dengan nama Kelurahan dengan Measure: Nominal dan
Jumlah_pengangguran dengan Measure: Scale pada jendela Variable View.
2. Pilih Values pada variabel Kelurahan , klik Value dan inputkan 1 , klik Label inputkan
Mekarjaya, selanjutnya klik Add. Lakukan hal yang sama untuk dua kelurahan lainnya. Klik Ok.
3. Pilih jendela Data View inputkan nilai 1 untuk kelurahan Mekarjaya, 2 untuk kelurahan
Mekarsari dan 3 untuk kelurahan Mekarasri.
4. Inputkan data jumlah pengangguran dalam satu kolom Jumlah_pengangguran sehingga terdapat
dua buah kolom sebagai berikut,
5. Pilih Analyze Compare Means kemudian klik One-Way ANOVA
6. Setelah itu akan muncul dialog box One-Way ANOVA klik variabel Jumlah_pengangguran dan
masukan pada kolom Dependent List, selanjutnya klik variabel Kelurahan masukan pada kolom
Factor. Klik Option.
7. Pilih Descriptive dan Homogeneity of variance test pada dialog box seperti di bawah ini,
kemudian klik Continue, klik Ok.
8. Setelah itu akan muncul hasil pengolahan uji F pada jendela Output terdiri dari tabel Descriptives
sebanagi analisis deskriptif dari data yang diolah, tabel Test of Homogeneity of Variances
untuk uji kehomogenan ragam data dan tabel ANOVA untuk hasil dari uji F.
Descriptives
Jumlah_pengangguran
N
Mean
Std. Deviation
Std. Error
95% Confidence Interval for Mean
Minimum
Maximum
Lower Bound
Upper Bound
Mekarjaya
5
8.0000
1.22474
.54772
6.4793
9.5207
6.00
9.00
Mekarsari
5
6.4000
1.14018
.50990
4.9843
7.8157
5.00
8.00
Mekarasri
5
7.8000
1.48324
.66332
5.9583
9.6417
6.00
10.00
Total
15
7.4000
1.40408
.36253
6.6224
8.1776
5.00
10.00
Test of Homogeneity of Variances
Jumlah_pengangguran
Levene Statistic
df1
df2
Sig.
.119
2
12
.889
ANOVA
Jumlah_pengangguran
Sum of Squares
df
Mean Square
F
Sig.
Between Groups
7.600
2
3.800
2.280
.145
Within Groups
20.000
12
1.667
Total
27.600
14
Tabel Descriptives menyajikan hasil analisis deskriptif dari data
Jumlah_pengangguran seperti nilai Mean, Standar Deviasi, standar error, selang
kepercayaan serta nilai minimum dan maksimum dari masing-masing kelurahan. Tabel
Test of Homogeneity of Variances menyajikan hasil uji homogenitas ragam
menggunakan uji Levene. Kriteria pengujian dari uji homogenitas Levene ini yaitu apabila
nilai Sig.> 0.05 maka keragaman data homogen, sedangkan jika Sig.<0.05 maka
keragaman data tidak homogen. Nilai Sig. pada pengujian diatas sebesar 0,889 sehingga
dapat disimpulkan bahwa keragaman data jumlah pengangguran di 3 kelurahan adalah
homogen.
Hasil analisis ragam atau uji F disajikan pada tabel ANOVA. Kriteria pengujian
dapat menggunakan nilai F yaitu sebesar 2,280 dibandingkan dengan nilai F pada tabel
yaitu F(2,12) = 3,89. Nilai F < F tabel maka nilai F berada pada daerah penerimaan H0 dengan
kata lain rata-rata jumlah pengangguran di 3 kelurahan tersebut adalah sama, atau jika
dilihat nilai Sig. pada tabel Anova sebesar 0.145 (> 0.05 ) menghasilkan kesimpulan yang
sama yaitu, terima H0.
C. Pertanyaan dan Latihan
Berikut ini adalah data keuntungan yang dicatat dari UMKM yang bergerak di bidang produk
kerajinan, kuliner, fashoin dan agrobisnis. Sampel yang diambil dari masing-masing UMKM
sebanyak 6 sampel. Berdasarkan data tersebut, ujilah apakah rata-rata keuntungan keempat
jenis UMKM tersebut sama pada taraf 5%!.
Kerajina Fashio
n Kuliner n Agrobisnis
10 12 6 7
9 11 7 5
7 6 4 6
8 8 8 4
9 7 7 4
7 4 4 5