0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
84 tayangan30 halaman

Segiempat Khusus dalam Geometri

Makalah ini membahas tentang segiempat khusus, termasuk jenis-jenis segiempat seperti jajargenjang, persegi panjang, belah ketupat, dan persegi. Makalah ini juga menjelaskan sifat-sifat penting dari jajargenjang seperti sifat sudut dan diagonalnya, serta aplikasi jajargenjang dalam kehidupan sehari-hari.

Diunggah oleh

Elza Nora Yuliani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
84 tayangan30 halaman

Segiempat Khusus dalam Geometri

Makalah ini membahas tentang segiempat khusus, termasuk jenis-jenis segiempat seperti jajargenjang, persegi panjang, belah ketupat, dan persegi. Makalah ini juga menjelaskan sifat-sifat penting dari jajargenjang seperti sifat sudut dan diagonalnya, serta aplikasi jajargenjang dalam kehidupan sehari-hari.

Diunggah oleh

Elza Nora Yuliani
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH

SEGIEMPAT KHUSUS

Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Geometri

DISUSUN OLEH:

1. Emi Suryani Putri (18205008)


2. Ela Salsabiela (18205054)
3. Sintia Aria Yunanda (18205068)

Dosen Pembimbing : Dr. Yerizon, [Link]

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA


PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2020
KATA PENGANTAR

Puji beserta syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
kesehatan dan rahmat-Nya kepada penulis sehingga penulis bisa menyelesaikan
makalah ini tepat pada waktunya. Shalawat serta salam semoga tercurah
limpahkan kepada Nabi besar yakni Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan
sahabatnya.

Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada semua pihak yang telah
membantu penulis dalam penyusunan makalah ini. Penulis menyadari dalam
penulisan makalah ini banyak terdapat kekurangan karena penulis masih dalam
tahap pembelajaran. Namun, penulis tetap berharap agar makalah ini dapat
memberikan manfaat bagi pembaca.

Kritik dan saran dari penulisan makalah ini sangat penulis harapkan untuk
perbaikan dan penyempurnaan pada makalah penulis berikutnya. Untuk itu
penulis ucapkan terima kasih.

Padang, Maret 2020

Penulis

i
DAFTAR ISI

Halaman
KATA PENGANTAR.......................................................................................i
DAFTAR ISI.....................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................1
A. Latar Belakang.......................................................................................1
B. Rumusan Masalah..................................................................................2
C. Tujuan....................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN..................................................................................3
A. Jenis-jenis Segiempat......................................................................................3
B. Sifat-sifat Jajargenjang...........................................................................4
C. Sifat-sifat dari Jajargenjang Khusus.......................................................8
D. Membuktikan Segiempat adalah jajargenjang.....................................11
E. Aplikasi Jajargenjang...........................................................................14
F. Sifat-sifat Trapesium............................................................................17
BAB III PENUTUP........................................................................................23
A. Kesimpulan..........................................................................................23
DAFTAR PUSTAKA

ii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Geometri datar, merupakan studi tentang titik, garis, sudut, dan bangun-bangun
geometri yang terletak pada sebuah bidang datar. Berbagai mekanisme peralatan
dalam kehidupan nyata banyak diciptakan berdasarkan prinsip-prinsip geometri
datar. Sebagai contoh sifat-sifat jajar genjang digunakan untuk membuat
mekanisme pemindah rantai pada sepeda balap, pantograf (alat untuk
memperbesar gambar), sifat belah ketupat digunakan pada mekanisme pantograph
kereta api listrik, konstruksi trapesium digunakan untuk sistem stir mobil, susunan
segitiga yang kaku digunakan pada konstruksi bangunan dan jembatan, serta
masih banyak lagi aplikasi yang lain. Tidak dapat dipungkiri, geometri berperan
besar dalam membantu manusia memecahkan permasalahan yang dihadapi.
Bangun datar dalam pembahasan geometri adalah materi yang sangat luas dan
memiliki banyak macam bentuk dan jenis. Bangun datar terdiri dari bangun yang
dibatasi oleh poligon (segi banyak) yang merupakan sisinya dan terletak pada
bidang datar. Secara umum, bagun datar atau segibanyak dapat di kelompokkan
menjadi : segitiga, segiempat, segilima, segienam, dan seterusnya. Akan tetapi
jika didasarkan pada tingkat kemudahan atau kesederhanaan dalam mengenalinya
dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu bangun datar sederhana dan bangun
datar tidak sederhana.
Bangun datar sederhana adalah bangun datar yang memiliki bentuk dan sifat
yang sederhana. Bangun datar seperti ini pada umumnya banyak dijumpai dalam
kehidupan sehari-hari serta mudah diidentifikasi atau dikenali. Hal ini desebabkan
karena untuk mempelajarinya, tidak perlu menggunakan suatu metode dan analisa
yang cukup mendalam, tetapi cukup dengan memperhatikan bentuknya. Jenis
bangun datar yang termasuk dalam kelompok ini adalah : segitiga dan segiempat.
Sedangkan bangun datar tidak sederhana adalah bangun datar yang memiliki
bentuk dan sifat yang rumit. Bangun datar seperti ini pada umumnya agak sulit
diidentifikasi atau dikenali bentuknya, karena untuk mempelajarinya

1
membutuhkan analisa yang cukup mendalam. Jenis bangun datar yang termasuk
dalam kelompok ini adalah : segilima, segienam, segitujuh, segidelapan, dan
seterusnya.
Untuk lebih memahami tentang bangun datar sederhana khususnya segiempat,
maka dalam makalah ini penulis akan menjelaskan materi yang berjudul
“Segiempat Khusus”.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, maka rumusan masalah dalam
makalah ini dapat dikemukakan sebagai berikut :
1. Jenis-jenis Segiempat
2. Sifat-sifat Jajargenjang
3. Sifat-sifat dari Jajargenjang Khusus
4. Membuktikan Segiempat adalah Jajargenjang
5. Aplikasi Jajargenjang
6. Sifat-sifat Trapesium

C. Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1. Untuk mengetahui jenis-jenis segiempat
2. Untuk mengetahui sifat-sifat jajargenjang
3. Untuk mengetahui sifat-sifat dari jajargenjang khusus
4. Untuk mengetahui pembuktian segiempat adalah jajargenjang
5. Untuk mengetahui tentang aplikasi jajargenjang
6. Untuk mengetahui sifat-sifat trapesium

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Jenis-jenis Segiempat

Jika kita memikirkan hubungan antara sisi-sisi dan pasangan sudut-sudut


segiempat, maka akan dapat dikembangkan menjadi seperti pohon keluarga
segiempat dengan nama khusus yang diberikan untuk setiap jenis segiempat yang
memiliki sifat khusus seperti pada gambar berikut :

Dari gambar di atas, hanya trapesium yang bukan sebuah jajargenjang. Persegi panjang,
belah ketupat dan persegi adalah bentuk khusus dari jajargenjang.

Definisi Jajargenjang

Jajargenjang adalah sebuah segiempat yang mempunyai dua pasang sisi sejajar.
Dinotasikan: ABCD (Dibaca: jajargenjang ABCD).

3
B. Sifat-sifat Jajargenjang

1. Sudut-sudut Jajargenjang
Teorema 9.1
“Pasangan sudut berurutan pada sebuah jajargenjang adalah bersuplemen”.

Diberikan: ABCD

Buktikan:
 ⦨ A suplemen ⦨ D
 ⦨ B suplemen ⦨C
 ⦨ A suplemen ⦨ B
 ⦨ C suplemen ⦨ D
Bukti :

Pernyataan Alasan
1. ABCD 1. Diberikan
´ CD
2. AB⫽ ´ 2. Definisi jajargenjang
3. ⦨ A suplemen ⦨ D 3. Teorema garis sejajar
4. ⦨ B suplemen ⦨C 4. Teorema garis sejajar
´ ⫽ BC
5. AD ´ 5. Definisi jajargenjang
6. ⦨ A suplemen ⦨ B 6. Teorema garis sejajar
7. ⦨ C suplemen ⦨ D 7. Teorema garis sejajar

Teorema 9.2
“Sudut-sudut yang berhadapan pada sebuah jajargenjang adalah kongruen”.

Diberikan : ABCD

Buktikan : ∡ B ≅ ∡ D dan ∡ A ≅ ∡ C

4
Bukti :

Pernyataan Alasan
Bagian A
1. ABCD 1. Diberikan
2. ∡ A suplemen ∡ B 2. Teorema 9.1 (Pasangan sudut
3. ∡ A suplemen ∡ D berurutan pada sebuah
4. ∡ A ≅ ∡ A jajargenjang adalah
5. ∡ B ≅ D bersuplemen)
3. Teorema 9.1
4. Refleksi
5. Teorema sudut bersuplemen
Bagian B
1. ∡ A suplemen ∡ D 1. Teorema 9.1
2. ∡ C suplemen ∡ D 2. Teorema 9.1
3. ∡ D ≅ ∡ D 3. Refleksi
4. ∡ A ≅ ∡ C 4. Teorema sudut bersuplemen

2. Diagonal-diagonal dan sisi-sisi Jajargenjang


Teorema 9.3
“Pada sebuah jajargenjang, tiap diagonal membagi jajargenjang menjadi dua buah
segitiga yang kongruen”.

Diberikan : ABCD
: AC dan BD diagonal ABCD

Buktikan : ∆ ADC ≅ CBA dan ∆ ABD ≅CDB

Bukti :

Pernyataan Alasan
Bagian A
1. ABCD 1. Diberikan
2. ∡ DAC ≅ ∡ BAC ( A) 2. Definisi garis bagi
3. AC ≅ AC ( S) 3. Refleksi

5
4. ∡ DCA ≅ ∡ BCA ( A) 4. Definisi garis bagi
5. ∆ ADC ≅ ∆ CBA 5. Postulat ASA
Bagian B
1. ABCD 1. Diberikan

2. ∡ ABD ≅ ∡ CBD ( A ) 2. Definisi garis bagi


3. Refleksi
3. BD ≅ BD ( S )
4. Definisi garis bagi
4. ∡ ADB ≅ ∡ CDB ( A )
5. Postulat ASA
5. ∆ ABD ≅ ∆ CDB

Teorema 9.4
“Sisi-sisi yang berhadapan pada sebuah jajargenjang adalah kongruen”.

Diberikan : ABCD

Buktikan: a. ´ ≅ CD
AB ´
b. ´ ≅ BC
AD ´
Bukti :

Pernyataan Alasan
1. ABCD 1. Diberikan
2. ∆ ABD ≅ ∆ DCB 2. Teorema 9.3
´ ≅ CD
3. AB ´ 3. CPCTC
´ ´
4. AD ≅ BC 4. CPCTC

Teorema 9.5
“Diagonal-diagonal jajargenjang saling membagi dua sama besar”.

Diberikan : ABCD, diagonal AC dan BD berpotongan pada titik E.

´ ≅ EC
Buktikan: a. AE ´

6
´ ≅ ED
b. BE ´
Bukti :

Pernyataan Alasan
1. ABCD 1. Diberikan
´ ⫽ AD
2. BC ´ 2. Sisi-sisi yang berhadapan pada sebuah
jajargenjang adalah sejajar.
3. ⦨ 1 ≅⦨ 2 (A) 3. Postulat sisi sejajar
4. ´ ≅ BC
AB ´ (S) 4. Teorema 9.2
5. ⦨ 3 ≅ ⦨ 4 (A) 5. Postulat sisi sejajar
6. ∆ BEC ≅ ∆ DEA 6. Postulat ASA
7. ´ ≅ EC
AE ´ 7. CPCTC
´ ≅ ED
8. BE ´ 8. CPCTC

Ringkasan sifat-sifat jajargenjang

7
C. Sifat-sifat dari Jajargenjang Khusus

1. Definisi dari Jajargenjang Khusus


 Persegi panjang adalah jajargenjang yang mempunyai empat buah sudut siku-
siku.

 Belah ketupat adalah jajargenjang yang mempunyai empat buah sisi yang
kongruen.

 Persegi adalah persegi pajang yang mempunyai empat buah sisi yang kongruen.

Teorema 9.6
“Diagonal-diagonal dari persegi panjang adalah kongruen”.

Diberikan : persegi panjang ABCD

Buktikan ´ ≅ BD
: AC ´
Bukti :

Pernyataan Alasan
1. Persegi panjang ABCD 1. Diberikan
´ dan BD
2. AC ´ diagonal−diagonal pe 2. Diberikan

8
rsegi panjang ABCD
´ ≅ CD
1. AB ´ 3. Definisi jajargenjang

2. ∡ BAD ≅ ∡ CDB (jajargenjang yang mempunyai


´ ≅ AD
´ empat buah sudut siku-siku)
3. AD
4. Definisi persegi panjang
4. ∆ BAD ≅ ∆ CDA
´ ≅ AC
´ (persegi pajang yang mempunyai
5. BD
empat buah sisi yang kongruen)
5. Sifat Refleksif kekongruenan
6. PostulatSAS (Sisi,Sudut,Sisi)
7. CPCTC (bagian yang
bersesuaian dari segitiga
kongruen adalah kongruen)

Teorema 9.7
“Diagonal-diagonal pada belah ketupat membagi dua sama besar keempat sudut”.

Diberikan : Belah ketupat ABCD

Buktikan :
 ⦨ 1 ≅⦨ 2
 ⦨3≅⦨4
Bukti :

Pernyataan Alasan
1. Belah ketupat ABCD 1. Diberikan
2. ´ ≅ BC
AB ´ (Sisi) 2. Definisi belah ketupat (jajargenjang
3. ⦨ A ≅ ⦨C (Sudut) yang mempunyai empat buah sisi

4. ´ ≅ CD
AD ´ (Sisi) yang kongruen)

5. ∆ ABD ≅ ∆ CBD 3. Teorema 9.1 (Pasangan sudut


berurutan pada sebuah jajargenjang
6. ⦨ 1 ≅⦨ 2
adalah bersuplemen)
7. ⦨ 3 ≅ ⦨ 4
4. Definisi belah ketupat (jajargenjang

9
yang mempunyai empat buah sisi
yang kongruen)
5. Postulat SAS (Sisi, Sudut,Sisi)
6. CPCTC (bagian yang bersesuaian
dari segitiga kongruen adalah
kongruen)
7. CPCTC (bagian yang bersesuaian
dari segitiga kongruen adalah
kongruen)

Teorema 9.8
“Diagonal-diagonal dari belah ketupat adalah saling tegak lurus”.

Diberikan : Belah ketupat ABCD


´ dan BD
Diagonal-diagonal AC ´ berpotongan pada titik E

´ ⊥ BD
Buktikan : AC ´
Bukti :

Pernyataan Alasan
1. Belah ketupat ABCD 1. Diberikan
´ berpotongan 2. Diberikan
´ dan BD
2. diagonal AC
dititik E 3. Definisi belah ketupat
´ ≅ CB(S
3. AB ´ isi) (jajargenjang yang mempunyai
4. ∡ ABE ≅ ∡ CBE ( Sudut ) empat buah sisi yang kongruen)

´ ≅ BE
5. BE ´ ( S isi ) 4. Teorema 9.7 (Diagonal-diagonal
pada belah ketupat membagi dua
6. ∆ ABE ≅ ∆ CBE
sama besar keempat sudut)
7. ∡ 1 ≅ ∡ 2
5. Sifat Refleksif Kekongruenan)

10
´ ⊥ BD
8. AC ´ 6. Postulat SAS (Sisi, Sudut,
Sisi)
7. CPCTC (bagian yang
bersesuaian dari segitiga
kongruen adalah kongruen)
8. Jika dua sudut kongruen dan
bersuplemen, maka sudut-
sudut tersebut siku-siku.

Contoh :

Diberikan : Persegi ABCD

´ ≅ DF
AE ´

´ ≅ BE
Buktikan : AF ´

Bukti :

Pernyataan Alasan
1. Persegi ABCD 1. Diberikan
´ ≅ DA
2. BA ´ (S isi) 2. Definisi persegi (persegi pajang
3. ∡ A ≅ ∡ D(Sudut ) yang mempunyai empat buah sisi

´ ≅ DF
4. AE ´ ( S isi) yang kongruen )

5. ∆ BAE ≅ ∆ ADF 3. Definisi persegi (persegi pajang


´ ≅ BE
´ yang mempunyai empat buah sisi
6. AF
yang kongruen)
4. Diberikan

11
5. Postulat SAS (Sisi,Sudut,Sisi)
6. CPCTC (bagian yang
bersesuaian dari segitiga
kongruen adalah kongruen)

D. Membuktikan Segiempat adalah Jajargenjang

Teorema 9.9
“Jika segiempat mempunyai sepasang sisi yang sejajar dan kongruen, maka
segiempat itu adalah jajargenjang”.

Diberikan : Segiempat ABCD

´ /¿ BC
AD ´ , AD
´ ≅ BC
´

Buktikan : Segiempat ABCD merupakan jajargenjang

Bukti :

Pernyataan Alasan

´ /¿ BC
1. AD ´ 1. Diberikan
´ ≅ BC
2. AD ´ (S) 2. Diberikan
3. Lukis diagonal AC 4. Postulat 4.1 : (Jika dua garis
4. ∡ 1 ≅ ∡ 2( A) sejajar, maka sudut-sudut dalam

´ ≅ AC
´ ( S) berseberangannya kongruen)
5. AC
5. SifatRefleksif Kekongruenan
6. ∡ 3 ≅ ∡ 4
´ CD
7. AB/¿ ´ 6. CPCTC (bagian yang
bersesuaian dari segitiga
kongruen adalah kongruen)
7. Postulat 4.2 (Jika sepasang sudut

12
dalam bersebrangan kongruen,
maka garis-garis itu sejajar)

Teorema 9.10

“Sebuah segiempat adalah sebuah jajargenjang jika memenuhi salah satu dari:
1. Sisi-sisi yang berhadapan kongruen.
2. Sudut yang berhadapan kongruen.
3. Diagonal-diagonal saling membagi dua sama besar.

Contoh :

Diberikan : Segiempat ABCD


´ ⫽ BC
AD ´

Buktikan : Segiempat ABCD adalah ABCD

Bukti :

Pernyataan Alasan
´ ⫽ BC
1. AD ´ 1. Diberikan
´ ⫽ BC
2. Andaikan AD ´ dan AB⫽
´ DC
´ 2. Defenisi jajargenjang
3. ⦨ A suplemen⦨ B 3. Postulat sisi sejajar
4. ⦨ Dsuplemen⦨ C 4. Postulat sisi sejajar
5. ⦨ A ≅ ⦨C dan ⦨ B ≅ ⦨ D 5. Teorema 9.2
6. Segiempat ABCD adalah Terbukti
ABCD

Contoh :
´
Diberikan : BE⊥ ´ , DF
AC ´ ⊥ AC
´
´ ≅ DF
BE ´
⦨ EBC ≅ ⦨ FDA

13
Buktikan : ABCD adalah sebuah jajargenjang

Bukti :
Pernyataan Alasan
1. ⦨ EBC ≅ ⦨ FDA (A) 1. Diberikan
´ ≅ DF
2. BE ´ (S) 2. Diberikan
´
3. BE⊥ ´ , DF
AC ´ ⊥ AC
´ 3. Diberikan

4. m⦨ BEC=m ⦨ DFA=90° 4. Garis-garis tegak lurus membentuk sudut


siku-siku.
5. ⦨ BEC ≅ ⦨ DFA (A) 5. Semua sudut siku-siku kongruen
6. Postulat ASA
6. ∆ BEC ≅ ∆ DFA
7. CPCTP
´ ≅ BC
7. AD ´
8. CPCTP
8. ⦨ BCE ≅ ⦨ DAF 9. Sudut-sudut berseberangan kongruen, maka
´ ⫽ BC
9. AD ´ kedua sisinya sejajar (Postulat 4.2)
10. Teorema 9.9
10. Segiempat ABCD adalah
sebuah jajargenjang.

Contoh :
Diberikan : ABCD
´ garis bagi ∡ BAD
AE
CF´ garis bagi ∡ BCD

Buktikan : Segiempat AECF merupakan jajargenjang

14
Bukti :
Pernyataan Alasan
1. ∡ BAD ≅ ∡ DCB 1. Teorema 9.2
´ garis bagi∡ BAD
2. AE 2. Diberikan
´ garis bagi ∡ BCD
3. CF 3. Diberikan
1 4. Definisi garis bagi
4. m ∡ BAE ≅ m ∡ BAD
2
1 5. Definisi garis bagi
5. m ∡ DCF ≅ m∡ DCB
2
1 6. Substitusi
6. m ∡ DCF ≅ m∡ BAD
2
7. m ∡ BAE ≅ m∡ DCF (Sudut) 7. Substitusi
´ ≅ DC
8. AB ´ (Sisi) 8. Teorema 9.4
9. ∡ B ≅ ∡ D (Sudut) 9. Teorema 9.2
10. ∆ ABE ≅ ∆ CDF 10. Postulat ASA
´ ≅ FC
11. AE ´ dan BE
´ ≅ DF
´ 11. CPCTC
´ ¿ FC
12. AE ´ dan BE
´ ¿ DF
´ 12. Sisi yang kongruen sama
panjang
´
´ ¿ AD
13. BC 13. Teorema 9.4
´ ¿ AF
14. EC ´ 14. Sifat pengurangan
15. Segiempat AECF adalah 15. Teorema 9.4
jajargenjang

E. Aplikasi Jajargenjang

Teorema 9.11

“Panjang garis berat yang ditarik dari hipotenusa pada segitiga siku-siku
adalah setengah panjang hipotenusanya”.

Diberikan : Persegi panjang ABCD


∆ BAD adalah segitiga siku-siku, siku-siku pada ⦨ A
´ adalah garis berat dari sisi BD
AM ´

15
1
Buktikan : m AM
´ = m BD
´
2

Bukti :

Pernyataan Alasan
1. AM´ adalah garis berat dari sisi BD
´ 1. Diberikan
´ ≅ DM
2. BM ´ 2. Definisi garis berat
´ =m DM
3. m BM ´ 3. Definisi garis kongruen
1 4.
4. m BM
´ = m BD
´
2
5. ´ ´
BD ≅ AC 5. Teorema 9.6
6. ´ ≅ BM
AM ´ 6. Teorema 9.5
7. ´
m AM ≅ m BM´ 7. Definisi garis kongruen

8. ´ = 1 m BD
m AM ´ 8. Transitif
2

Teorema 9.12

“Ruas garis yang menghubungkan titik tengah dua sisi segitiga adalah sejajar
dengan sisi yang lain dan panjangnya setengah dari sisi tersebut”.

Diberikan :∆ ABC
´
Titik D adalah titik tengah dari AB

´
Titik E adalah titik tengah dari CB

16
´ ⫽ AC
Buktikan: a. DE ´

1 ´
b. DE=
´ AC
2

Bukti :

Pernyataan Alasan
´
1. Titik D adalah titik tengah dari AB 1. Diberikan
´
2. Titik E adalah titik tengah dari CB 2. Diberikan
´
3. Perpanjanggaris DE sampai ke titik F,
´ ≅ EF
sehingga DE ´ (S)
4. ⦨ BED ≅ ⦨CEF 4. Sudut bertolak belakang
5. ´ ≅ CE
BE ´ 5. Definisi titik tengah
6. ∆ BED ≅ ∆ CEF 6. Postulat SAS
7. ⦨ DBE ≅ ⦨ FCE 7. CPCTC
8. ´ ⫽ FC
BD ´ 8. Jika dua sudut dalam berseberangan
kongruen, maka kedua sisinya sejajar.
9. DA´ ≅ BD
´ 9. Definisi titik tengah
10. DA ⫽ FC
´ ´ 10. Transitif

17
11. ADFC adalah sebuah jajar genjang 11. Teorema 9.10
12. ´ ⫽ AC
DE ´ 12. Definisi jajargenjang
13. ´ ´
DF ≅ AC 13. Definisi jajargenjang
1 ´ 14. Pembagian
14. DE=
´ DF
2
1 ´ 15. Transitif
15. DE=
´ AC
2

Contoh :

Diberikan : Titik Q, R, dan S adalah titik-titik tengah dari ∆ APT

Buktikan : Segiempat PQRS adalah sebuah jajargenjang

Bukti :

Pernyataan Alasan
1. Titik Q, R, dan S adalah titik-titik 1. Diberikan
tengah dari ∆ APT
´ ⫽ PT
2. QR ´ 2. Teorema 9.12
´ ⫽ PS
3. QR ´ 3. Ruas-ruas garis yang sejajar-adalah
sejajar
4. ´ = 1 m PT
m QR ´ 4. Teorema 9.12
2
5. ´ 1 m PT
m PS= ´ 5. Definisi garis bagi
2
6. ´ =m PS
m QR ´ 6. Transitif
7. ´ ≅ ṔS
QR 7. Garis yang sama panjang adalah
kongruen
8. Segiempat PQRS adalah sebuah 8. Teorema 9.9

18
jajargenjang

F. Sifat-sifat Trapesium

1. Definisi trapesium
Trapesium adalah sebuah segiempat yang hanya mempunyai sepasang sisi-sisi
sejajar. Sisi-sisi sejajar pada trapesium dinamakan alas dari trapesium. Sisi yang tidak
sejajar menghubungkan menjadi kaki-kaki trapesium.

2. Garis Tinggi dan Garis Berat dari Trapesium


 Garis tinggi trapesium adalah ruas garis yang ditarik pada sebarang titik dari
salah satu sisi-sisi sejajar (alas) tegak lurus terhadap sisi dihadapannya.

 Garis berat trapesium adalah ruas garis yang menghubungkan titik-titik tengah
dari sisi-sisi yang tidak sejajar.

19
Teorema 9.13
“Garis berat pada trapesium sejajar terhadap alas (atas dan bawah) trapesium dan
panjangnya sama dengan setengah jumlah panjang alas (atas dan bawah) trapesium”.

Diberikan : Trapesium ABCD


´ adalah garis berat
EF

1
Buktikan : EF=
´ ( DC+ AB )
2

Bukti :

Pernyataan Alasan
´ adalah garis berat
1. EF 1. Diberikan
2. Tarik BG ´ dan CI´ sejajar dan kongruen dengan AD
´ 2.
´
3. Titik F adalah titik tengah CB 3. Definisi garis berat
´
4. m CG=2m ´
FH 4. Definisi titik tengah
5. 2 m EH ´ =m AB´ + m DG ´ 5. Penjumlahan
´ m FH
6. 2 ( m EF+ ´ )=m AB+ ´ m DC´ +m CG´ 6. Substitusi

20
7. ´ + 2m FH
2 m EF ´ =m AB+m
´ DC´ + m CG´ 7. Distribusi
8. ´
2 m EF=m ´
AB+m ´ m CG−2
DC+ ´ m FH´ 8. Pengurangan
9. ´ =m AB+m
2 m EF ´ ´ m CG−m
DC+ ´ CG´ 9. Substitusi
10. ´ ´
2 m EF=m AB+m DC ´ 10. Pengurangan
´ = 1 ( m AB+
11. m EF ´ m DC´ ) 11. Perkalian
2

Trapesium Sama Kaki

Jika kaki-kaki dari sebuah trapesium adalah kongruen, maka trapesium


tersebut dinamakan trapesium sama kaki.

Teorema 9.14
“Sudut-sudut alas (bawah dan atas) pada trapesium sama kaki adalah
kongruen”.

Diberikan : Trapesium sama kaki ABCD


´ ≅ CD
AB ´

Buktikan :⦨ A ≅ ⦨ D dan ⦨ B ≅ ⦨ C

Bukti :

Pernyataan Alasan
Bagian 1
´ ≅ CD
1. AB ´ (hy) 1. Diberikan
2. Lukis garis tinggi dari titik B dan C 2.
´ ≅ CF
3. BE ´ (leg) 3. Kaki-kaki segitiga siku-siku

21
4. ∆ ABE ≅ ∆ DCF 4. Postulathy-leg
5. ⦨ A ≅ ⦨ D 5. CPCTC
Bagian 2
6. ⦨ ABE ≅ ⦨ DCF 6. CPCTP
7. m⦨ EBC=m⦨ FCB=90° 7. Sudut siku-siku
8. ⦨ EBC ≅ ⦨ FCB 8. Sudut-sudut yang sama besar adalah
kongruen
9. m⦨ ABC=m ⦨ ABE+ m⦨ EBC 9. Penjumlahan
10. m⦨ DCB=m⦨ DCF+ m⦨ FCB 10. Penjumlahan
11. m⦨ DCB=m⦨ ABE +m ⦨ EBC 11. Substitusi
12. m⦨ ABC=m ⦨ DCB 12. Pengurangan
13. ⦨ ABC ≅ ⦨ DCB 13. Sudut-sudut yang sama besar
adalah kongruen

Teorema 9.15
“Diagonal-diagonal trapesium sama kaki adalah kongruen”.

Diberikan : Trapesium ABCD


´ dan BD
Diagonal AC ´

´ ≅ DB
Buktikan : AC ´
Bukti :

Pernyataan Alasan
´ dan BD
1. Diagonal AC ´ 1. Diberikan
´ ≅ DC
2. AB ´ (S) 2. Definisi trapesium sama kaki
3. ⦨ A ≅ ⦨ D (A) 3. Teorema 9.14
´ ≅ AD
4. AD ´ (S) 4. Transitif
5. ∆ BAD ≅ ∆ CDA 5. Postulat SAS
´ ≅ DB
6. AC ´ 6. CPCTP

Sifat-sifat Trapesium sama Kaki


1. Mempunyai semua sifat trapesium.

22
2. Kaki-kaki kongruen. (Definisi trapesium sama kaki)
3. Sisi-sisi alas adalah kongruen. (Teorema 9.14)
4. Diagonal-diagonal adalah kongruen. (9.15)

Teorema 9.16 (Cara Membuktikan sebuah Trapesium adalah Sama


Kaki)
“Suatu trapesium dikatakan sama kaki jika memenuhi salah satu syarat
berikut:
1. Panjang kaki-kakinya kongruen
2. Sudut-sudut alas kongruen
3. Diagonal-diagonalnyakongruen

Diberikan : Trapesium ABCD


´ ⫽ BC
AD ´

Buktikan : Trapesium ABCD adalah trapesium sama kaki

Bukti (salah satu dari Bagian 1, 2, dan 3)

Pernyataan Alasan
Bagian 1
1. AD´ ⫽ BC´ 1. Diberikan
2. Andaikan ⦨ A ≅ ⦨ D (A) 2.
3. ⦨ BEA ≅ ⦨ CFD (A) 3. Sudut siku-siku
´ ≅ CF
4. BE ´ (S) 4. Garis tinggi
5. ∆ BEA ≅ ∆ CFD 5. Teorema AAS
´ ≅ DC
6. AB ´ 6. CPCTC
7. Trapesium ABCD adalah trapesium 7. Definisi trapesium sama kaki
sama kaki

Bagian 2
8. Andaikan ⦨ 1 ≅⦨ 2 (A) 8.

23
9. ⦨ BED ≅ ⦨CFA (A) 9. Sudut siku-siku
10. ´ ≅ CF
BE ´ (S) 10. Garis tinggi
11. ∆ BEA ≅ ∆ CFD 11. Teorema AAS
12. ´ ≅ BD
AC ´ 12. CPCTC
13. Trapesium ABCD adalah trapesium 13. Definisi trapesium sama kaki
sama kaki

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan

Jenis-jenis segiempat adalah :

1. Trapesium, yaitu sebuah segiempat yang mempunyai satu pasang sisi


sejajar
2. Jajargenjang, yaitu sebuah segiempat yang mempunyai dua pasang
sisi sejajar
3. Persegi panjang adalah jajargenjang yang mempunyai empat buah
sudut siku-siku.
4. Belah ketupat adalah jajargenjang yang mempunyai empat buah sisi
yang kongruen.
5. Persegi adalah persegi pajang yang mempunyai empat buah sisi yang
kongruen.

24
Sifat-sifat jajargenjang adalah :
 Teorema 9.1 : Pasangan sudut berurutan pada sebuah jajargenjang adalah
bersuplemen
 Teorema 9.2 : Sudut-sudut yang berhadapan pada sebuah jajargenjang adalah
kongruen
 Teorema 9.3 : Pada sebuah jajargenjang, tiap diagonal membagi jajargenjang
menjadi dua buah segitiga yang kongruen
 Teorema 9.4 : Sisi-sisi yang berhadapan pada sebuah jajargenjang adalah
kongruen
 Teorema 9.5 : Diagonal-diagonal jajargenjang saling membagi dua sama
besar
Sifat-sifat dari jajargenjang khusus adalah :
 Teorema 9.6 : Diagonal-diagonal dari persegi panjang adalah kongruen
 Teorema 9.7 : Diagonal-diagonal pada belah ketupat membagi dua
sama besar keempat sudut
 Teorema 9.8 : Diagonal-diagonal dari belah ketupat adalah saling
tegak lurus

Membuktikan segiempat adalah jajargenjang :


 Teorema 9.9 : Jika segiempat mempunyai sepasang sisi yang sejajar
dan kongruen, maka segiempat itu adalah jajargenjang
 Teorema 9.10 : Sebuah segiempat adalah sebuah jajargenjang jika
memenuhi salah satu dari:
1) Sisi-sisi yang berhadapan kongruen.
2) Sudut yang berhadapan kongruen.
3) Diagonal-diagonal saling membagi dua sama besar.
Aplikasi jajargenjang :
 Teorema 9.11 : Panjang garis berat yang ditarik dari hipotenusa pada
segitiga siku-siku adalah setengah panjang
hipotenusanya
 Teorema 9.12 : Ruas garis yang menghubungkan titik tengah dua sisi
segitiga adalah sejajar dengan sisi yang lain dan

25
panjangnya setengah dari sisi tersebut

Sifat-sifat trapesium adalah :


Teorema 9.13 : Garis berat pada trapesium sejajar terhadap alas (atas dan
bawah) trapesium dan panjangnya sama dengan setengah
jumlah panjang alas (atas dan bawah) trapesium
Teorema 9.14 : Sudut-sudut alas (bawah dan atas) pada trapezium sama kaki
adalah kongruen
Teorema 9.15 : Diagonal-diagonal trapesium sama kaki adalah kongruen

Teorema 9.16 (Cara Membuktikan sebuah Trapesium adalah Sama


Kaki)
“Suatu trapesium dikatakan sama kaki jika memenuhi salah satu syarat
berikut:
1) Panjang kaki-kakinya kongruen
2) Sudut-sudut alas kongruen
3) Diagonal-diagonalnyakongruen

26
DAFTAR PUSTAKA

Lawrence S. Leff. 2009. Barron’s E-Z Geometry. Hauppauge : New York.

Anda mungkin juga menyukai