Segiempat Khusus dalam Geometri
Segiempat Khusus dalam Geometri
SEGIEMPAT KHUSUS
DISUSUN OLEH:
Puji beserta syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan
kesehatan dan rahmat-Nya kepada penulis sehingga penulis bisa menyelesaikan
makalah ini tepat pada waktunya. Shalawat serta salam semoga tercurah
limpahkan kepada Nabi besar yakni Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan
sahabatnya.
Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada semua pihak yang telah
membantu penulis dalam penyusunan makalah ini. Penulis menyadari dalam
penulisan makalah ini banyak terdapat kekurangan karena penulis masih dalam
tahap pembelajaran. Namun, penulis tetap berharap agar makalah ini dapat
memberikan manfaat bagi pembaca.
Kritik dan saran dari penulisan makalah ini sangat penulis harapkan untuk
perbaikan dan penyempurnaan pada makalah penulis berikutnya. Untuk itu
penulis ucapkan terima kasih.
Penulis
i
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR.......................................................................................i
DAFTAR ISI.....................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................1
A. Latar Belakang.......................................................................................1
B. Rumusan Masalah..................................................................................2
C. Tujuan....................................................................................................2
BAB II PEMBAHASAN..................................................................................3
A. Jenis-jenis Segiempat......................................................................................3
B. Sifat-sifat Jajargenjang...........................................................................4
C. Sifat-sifat dari Jajargenjang Khusus.......................................................8
D. Membuktikan Segiempat adalah jajargenjang.....................................11
E. Aplikasi Jajargenjang...........................................................................14
F. Sifat-sifat Trapesium............................................................................17
BAB III PENUTUP........................................................................................23
A. Kesimpulan..........................................................................................23
DAFTAR PUSTAKA
ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Geometri datar, merupakan studi tentang titik, garis, sudut, dan bangun-bangun
geometri yang terletak pada sebuah bidang datar. Berbagai mekanisme peralatan
dalam kehidupan nyata banyak diciptakan berdasarkan prinsip-prinsip geometri
datar. Sebagai contoh sifat-sifat jajar genjang digunakan untuk membuat
mekanisme pemindah rantai pada sepeda balap, pantograf (alat untuk
memperbesar gambar), sifat belah ketupat digunakan pada mekanisme pantograph
kereta api listrik, konstruksi trapesium digunakan untuk sistem stir mobil, susunan
segitiga yang kaku digunakan pada konstruksi bangunan dan jembatan, serta
masih banyak lagi aplikasi yang lain. Tidak dapat dipungkiri, geometri berperan
besar dalam membantu manusia memecahkan permasalahan yang dihadapi.
Bangun datar dalam pembahasan geometri adalah materi yang sangat luas dan
memiliki banyak macam bentuk dan jenis. Bangun datar terdiri dari bangun yang
dibatasi oleh poligon (segi banyak) yang merupakan sisinya dan terletak pada
bidang datar. Secara umum, bagun datar atau segibanyak dapat di kelompokkan
menjadi : segitiga, segiempat, segilima, segienam, dan seterusnya. Akan tetapi
jika didasarkan pada tingkat kemudahan atau kesederhanaan dalam mengenalinya
dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu bangun datar sederhana dan bangun
datar tidak sederhana.
Bangun datar sederhana adalah bangun datar yang memiliki bentuk dan sifat
yang sederhana. Bangun datar seperti ini pada umumnya banyak dijumpai dalam
kehidupan sehari-hari serta mudah diidentifikasi atau dikenali. Hal ini desebabkan
karena untuk mempelajarinya, tidak perlu menggunakan suatu metode dan analisa
yang cukup mendalam, tetapi cukup dengan memperhatikan bentuknya. Jenis
bangun datar yang termasuk dalam kelompok ini adalah : segitiga dan segiempat.
Sedangkan bangun datar tidak sederhana adalah bangun datar yang memiliki
bentuk dan sifat yang rumit. Bangun datar seperti ini pada umumnya agak sulit
diidentifikasi atau dikenali bentuknya, karena untuk mempelajarinya
1
membutuhkan analisa yang cukup mendalam. Jenis bangun datar yang termasuk
dalam kelompok ini adalah : segilima, segienam, segitujuh, segidelapan, dan
seterusnya.
Untuk lebih memahami tentang bangun datar sederhana khususnya segiempat,
maka dalam makalah ini penulis akan menjelaskan materi yang berjudul
“Segiempat Khusus”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, maka rumusan masalah dalam
makalah ini dapat dikemukakan sebagai berikut :
1. Jenis-jenis Segiempat
2. Sifat-sifat Jajargenjang
3. Sifat-sifat dari Jajargenjang Khusus
4. Membuktikan Segiempat adalah Jajargenjang
5. Aplikasi Jajargenjang
6. Sifat-sifat Trapesium
C. Tujuan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah :
1. Untuk mengetahui jenis-jenis segiempat
2. Untuk mengetahui sifat-sifat jajargenjang
3. Untuk mengetahui sifat-sifat dari jajargenjang khusus
4. Untuk mengetahui pembuktian segiempat adalah jajargenjang
5. Untuk mengetahui tentang aplikasi jajargenjang
6. Untuk mengetahui sifat-sifat trapesium
2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Jenis-jenis Segiempat
Dari gambar di atas, hanya trapesium yang bukan sebuah jajargenjang. Persegi panjang,
belah ketupat dan persegi adalah bentuk khusus dari jajargenjang.
Definisi Jajargenjang
Jajargenjang adalah sebuah segiempat yang mempunyai dua pasang sisi sejajar.
Dinotasikan: ABCD (Dibaca: jajargenjang ABCD).
3
B. Sifat-sifat Jajargenjang
1. Sudut-sudut Jajargenjang
Teorema 9.1
“Pasangan sudut berurutan pada sebuah jajargenjang adalah bersuplemen”.
Diberikan: ABCD
Buktikan:
⦨ A suplemen ⦨ D
⦨ B suplemen ⦨C
⦨ A suplemen ⦨ B
⦨ C suplemen ⦨ D
Bukti :
Pernyataan Alasan
1. ABCD 1. Diberikan
´ CD
2. AB⫽ ´ 2. Definisi jajargenjang
3. ⦨ A suplemen ⦨ D 3. Teorema garis sejajar
4. ⦨ B suplemen ⦨C 4. Teorema garis sejajar
´ ⫽ BC
5. AD ´ 5. Definisi jajargenjang
6. ⦨ A suplemen ⦨ B 6. Teorema garis sejajar
7. ⦨ C suplemen ⦨ D 7. Teorema garis sejajar
Teorema 9.2
“Sudut-sudut yang berhadapan pada sebuah jajargenjang adalah kongruen”.
Diberikan : ABCD
Buktikan : ∡ B ≅ ∡ D dan ∡ A ≅ ∡ C
4
Bukti :
Pernyataan Alasan
Bagian A
1. ABCD 1. Diberikan
2. ∡ A suplemen ∡ B 2. Teorema 9.1 (Pasangan sudut
3. ∡ A suplemen ∡ D berurutan pada sebuah
4. ∡ A ≅ ∡ A jajargenjang adalah
5. ∡ B ≅ D bersuplemen)
3. Teorema 9.1
4. Refleksi
5. Teorema sudut bersuplemen
Bagian B
1. ∡ A suplemen ∡ D 1. Teorema 9.1
2. ∡ C suplemen ∡ D 2. Teorema 9.1
3. ∡ D ≅ ∡ D 3. Refleksi
4. ∡ A ≅ ∡ C 4. Teorema sudut bersuplemen
Diberikan : ABCD
: AC dan BD diagonal ABCD
Bukti :
Pernyataan Alasan
Bagian A
1. ABCD 1. Diberikan
2. ∡ DAC ≅ ∡ BAC ( A) 2. Definisi garis bagi
3. AC ≅ AC ( S) 3. Refleksi
5
4. ∡ DCA ≅ ∡ BCA ( A) 4. Definisi garis bagi
5. ∆ ADC ≅ ∆ CBA 5. Postulat ASA
Bagian B
1. ABCD 1. Diberikan
Teorema 9.4
“Sisi-sisi yang berhadapan pada sebuah jajargenjang adalah kongruen”.
Diberikan : ABCD
Buktikan: a. ´ ≅ CD
AB ´
b. ´ ≅ BC
AD ´
Bukti :
Pernyataan Alasan
1. ABCD 1. Diberikan
2. ∆ ABD ≅ ∆ DCB 2. Teorema 9.3
´ ≅ CD
3. AB ´ 3. CPCTC
´ ´
4. AD ≅ BC 4. CPCTC
Teorema 9.5
“Diagonal-diagonal jajargenjang saling membagi dua sama besar”.
´ ≅ EC
Buktikan: a. AE ´
6
´ ≅ ED
b. BE ´
Bukti :
Pernyataan Alasan
1. ABCD 1. Diberikan
´ ⫽ AD
2. BC ´ 2. Sisi-sisi yang berhadapan pada sebuah
jajargenjang adalah sejajar.
3. ⦨ 1 ≅⦨ 2 (A) 3. Postulat sisi sejajar
4. ´ ≅ BC
AB ´ (S) 4. Teorema 9.2
5. ⦨ 3 ≅ ⦨ 4 (A) 5. Postulat sisi sejajar
6. ∆ BEC ≅ ∆ DEA 6. Postulat ASA
7. ´ ≅ EC
AE ´ 7. CPCTC
´ ≅ ED
8. BE ´ 8. CPCTC
7
C. Sifat-sifat dari Jajargenjang Khusus
Belah ketupat adalah jajargenjang yang mempunyai empat buah sisi yang
kongruen.
Persegi adalah persegi pajang yang mempunyai empat buah sisi yang kongruen.
Teorema 9.6
“Diagonal-diagonal dari persegi panjang adalah kongruen”.
Buktikan ´ ≅ BD
: AC ´
Bukti :
Pernyataan Alasan
1. Persegi panjang ABCD 1. Diberikan
´ dan BD
2. AC ´ diagonal−diagonal pe 2. Diberikan
8
rsegi panjang ABCD
´ ≅ CD
1. AB ´ 3. Definisi jajargenjang
Teorema 9.7
“Diagonal-diagonal pada belah ketupat membagi dua sama besar keempat sudut”.
Buktikan :
⦨ 1 ≅⦨ 2
⦨3≅⦨4
Bukti :
Pernyataan Alasan
1. Belah ketupat ABCD 1. Diberikan
2. ´ ≅ BC
AB ´ (Sisi) 2. Definisi belah ketupat (jajargenjang
3. ⦨ A ≅ ⦨C (Sudut) yang mempunyai empat buah sisi
4. ´ ≅ CD
AD ´ (Sisi) yang kongruen)
9
yang mempunyai empat buah sisi
yang kongruen)
5. Postulat SAS (Sisi, Sudut,Sisi)
6. CPCTC (bagian yang bersesuaian
dari segitiga kongruen adalah
kongruen)
7. CPCTC (bagian yang bersesuaian
dari segitiga kongruen adalah
kongruen)
Teorema 9.8
“Diagonal-diagonal dari belah ketupat adalah saling tegak lurus”.
´ ⊥ BD
Buktikan : AC ´
Bukti :
Pernyataan Alasan
1. Belah ketupat ABCD 1. Diberikan
´ berpotongan 2. Diberikan
´ dan BD
2. diagonal AC
dititik E 3. Definisi belah ketupat
´ ≅ CB(S
3. AB ´ isi) (jajargenjang yang mempunyai
4. ∡ ABE ≅ ∡ CBE ( Sudut ) empat buah sisi yang kongruen)
´ ≅ BE
5. BE ´ ( S isi ) 4. Teorema 9.7 (Diagonal-diagonal
pada belah ketupat membagi dua
6. ∆ ABE ≅ ∆ CBE
sama besar keempat sudut)
7. ∡ 1 ≅ ∡ 2
5. Sifat Refleksif Kekongruenan)
10
´ ⊥ BD
8. AC ´ 6. Postulat SAS (Sisi, Sudut,
Sisi)
7. CPCTC (bagian yang
bersesuaian dari segitiga
kongruen adalah kongruen)
8. Jika dua sudut kongruen dan
bersuplemen, maka sudut-
sudut tersebut siku-siku.
Contoh :
´ ≅ DF
AE ´
´ ≅ BE
Buktikan : AF ´
Bukti :
Pernyataan Alasan
1. Persegi ABCD 1. Diberikan
´ ≅ DA
2. BA ´ (S isi) 2. Definisi persegi (persegi pajang
3. ∡ A ≅ ∡ D(Sudut ) yang mempunyai empat buah sisi
´ ≅ DF
4. AE ´ ( S isi) yang kongruen )
11
5. Postulat SAS (Sisi,Sudut,Sisi)
6. CPCTC (bagian yang
bersesuaian dari segitiga
kongruen adalah kongruen)
Teorema 9.9
“Jika segiempat mempunyai sepasang sisi yang sejajar dan kongruen, maka
segiempat itu adalah jajargenjang”.
´ /¿ BC
AD ´ , AD
´ ≅ BC
´
Bukti :
Pernyataan Alasan
´ /¿ BC
1. AD ´ 1. Diberikan
´ ≅ BC
2. AD ´ (S) 2. Diberikan
3. Lukis diagonal AC 4. Postulat 4.1 : (Jika dua garis
4. ∡ 1 ≅ ∡ 2( A) sejajar, maka sudut-sudut dalam
´ ≅ AC
´ ( S) berseberangannya kongruen)
5. AC
5. SifatRefleksif Kekongruenan
6. ∡ 3 ≅ ∡ 4
´ CD
7. AB/¿ ´ 6. CPCTC (bagian yang
bersesuaian dari segitiga
kongruen adalah kongruen)
7. Postulat 4.2 (Jika sepasang sudut
12
dalam bersebrangan kongruen,
maka garis-garis itu sejajar)
Teorema 9.10
“Sebuah segiempat adalah sebuah jajargenjang jika memenuhi salah satu dari:
1. Sisi-sisi yang berhadapan kongruen.
2. Sudut yang berhadapan kongruen.
3. Diagonal-diagonal saling membagi dua sama besar.
Contoh :
Bukti :
Pernyataan Alasan
´ ⫽ BC
1. AD ´ 1. Diberikan
´ ⫽ BC
2. Andaikan AD ´ dan AB⫽
´ DC
´ 2. Defenisi jajargenjang
3. ⦨ A suplemen⦨ B 3. Postulat sisi sejajar
4. ⦨ Dsuplemen⦨ C 4. Postulat sisi sejajar
5. ⦨ A ≅ ⦨C dan ⦨ B ≅ ⦨ D 5. Teorema 9.2
6. Segiempat ABCD adalah Terbukti
ABCD
Contoh :
´
Diberikan : BE⊥ ´ , DF
AC ´ ⊥ AC
´
´ ≅ DF
BE ´
⦨ EBC ≅ ⦨ FDA
13
Buktikan : ABCD adalah sebuah jajargenjang
Bukti :
Pernyataan Alasan
1. ⦨ EBC ≅ ⦨ FDA (A) 1. Diberikan
´ ≅ DF
2. BE ´ (S) 2. Diberikan
´
3. BE⊥ ´ , DF
AC ´ ⊥ AC
´ 3. Diberikan
Contoh :
Diberikan : ABCD
´ garis bagi ∡ BAD
AE
CF´ garis bagi ∡ BCD
14
Bukti :
Pernyataan Alasan
1. ∡ BAD ≅ ∡ DCB 1. Teorema 9.2
´ garis bagi∡ BAD
2. AE 2. Diberikan
´ garis bagi ∡ BCD
3. CF 3. Diberikan
1 4. Definisi garis bagi
4. m ∡ BAE ≅ m ∡ BAD
2
1 5. Definisi garis bagi
5. m ∡ DCF ≅ m∡ DCB
2
1 6. Substitusi
6. m ∡ DCF ≅ m∡ BAD
2
7. m ∡ BAE ≅ m∡ DCF (Sudut) 7. Substitusi
´ ≅ DC
8. AB ´ (Sisi) 8. Teorema 9.4
9. ∡ B ≅ ∡ D (Sudut) 9. Teorema 9.2
10. ∆ ABE ≅ ∆ CDF 10. Postulat ASA
´ ≅ FC
11. AE ´ dan BE
´ ≅ DF
´ 11. CPCTC
´ ¿ FC
12. AE ´ dan BE
´ ¿ DF
´ 12. Sisi yang kongruen sama
panjang
´
´ ¿ AD
13. BC 13. Teorema 9.4
´ ¿ AF
14. EC ´ 14. Sifat pengurangan
15. Segiempat AECF adalah 15. Teorema 9.4
jajargenjang
E. Aplikasi Jajargenjang
Teorema 9.11
“Panjang garis berat yang ditarik dari hipotenusa pada segitiga siku-siku
adalah setengah panjang hipotenusanya”.
15
1
Buktikan : m AM
´ = m BD
´
2
Bukti :
Pernyataan Alasan
1. AM´ adalah garis berat dari sisi BD
´ 1. Diberikan
´ ≅ DM
2. BM ´ 2. Definisi garis berat
´ =m DM
3. m BM ´ 3. Definisi garis kongruen
1 4.
4. m BM
´ = m BD
´
2
5. ´ ´
BD ≅ AC 5. Teorema 9.6
6. ´ ≅ BM
AM ´ 6. Teorema 9.5
7. ´
m AM ≅ m BM´ 7. Definisi garis kongruen
8. ´ = 1 m BD
m AM ´ 8. Transitif
2
Teorema 9.12
“Ruas garis yang menghubungkan titik tengah dua sisi segitiga adalah sejajar
dengan sisi yang lain dan panjangnya setengah dari sisi tersebut”.
Diberikan :∆ ABC
´
Titik D adalah titik tengah dari AB
´
Titik E adalah titik tengah dari CB
16
´ ⫽ AC
Buktikan: a. DE ´
1 ´
b. DE=
´ AC
2
Bukti :
Pernyataan Alasan
´
1. Titik D adalah titik tengah dari AB 1. Diberikan
´
2. Titik E adalah titik tengah dari CB 2. Diberikan
´
3. Perpanjanggaris DE sampai ke titik F,
´ ≅ EF
sehingga DE ´ (S)
4. ⦨ BED ≅ ⦨CEF 4. Sudut bertolak belakang
5. ´ ≅ CE
BE ´ 5. Definisi titik tengah
6. ∆ BED ≅ ∆ CEF 6. Postulat SAS
7. ⦨ DBE ≅ ⦨ FCE 7. CPCTC
8. ´ ⫽ FC
BD ´ 8. Jika dua sudut dalam berseberangan
kongruen, maka kedua sisinya sejajar.
9. DA´ ≅ BD
´ 9. Definisi titik tengah
10. DA ⫽ FC
´ ´ 10. Transitif
17
11. ADFC adalah sebuah jajar genjang 11. Teorema 9.10
12. ´ ⫽ AC
DE ´ 12. Definisi jajargenjang
13. ´ ´
DF ≅ AC 13. Definisi jajargenjang
1 ´ 14. Pembagian
14. DE=
´ DF
2
1 ´ 15. Transitif
15. DE=
´ AC
2
Contoh :
Bukti :
Pernyataan Alasan
1. Titik Q, R, dan S adalah titik-titik 1. Diberikan
tengah dari ∆ APT
´ ⫽ PT
2. QR ´ 2. Teorema 9.12
´ ⫽ PS
3. QR ´ 3. Ruas-ruas garis yang sejajar-adalah
sejajar
4. ´ = 1 m PT
m QR ´ 4. Teorema 9.12
2
5. ´ 1 m PT
m PS= ´ 5. Definisi garis bagi
2
6. ´ =m PS
m QR ´ 6. Transitif
7. ´ ≅ ṔS
QR 7. Garis yang sama panjang adalah
kongruen
8. Segiempat PQRS adalah sebuah 8. Teorema 9.9
18
jajargenjang
F. Sifat-sifat Trapesium
1. Definisi trapesium
Trapesium adalah sebuah segiempat yang hanya mempunyai sepasang sisi-sisi
sejajar. Sisi-sisi sejajar pada trapesium dinamakan alas dari trapesium. Sisi yang tidak
sejajar menghubungkan menjadi kaki-kaki trapesium.
Garis berat trapesium adalah ruas garis yang menghubungkan titik-titik tengah
dari sisi-sisi yang tidak sejajar.
19
Teorema 9.13
“Garis berat pada trapesium sejajar terhadap alas (atas dan bawah) trapesium dan
panjangnya sama dengan setengah jumlah panjang alas (atas dan bawah) trapesium”.
1
Buktikan : EF=
´ ( DC+ AB )
2
Bukti :
Pernyataan Alasan
´ adalah garis berat
1. EF 1. Diberikan
2. Tarik BG ´ dan CI´ sejajar dan kongruen dengan AD
´ 2.
´
3. Titik F adalah titik tengah CB 3. Definisi garis berat
´
4. m CG=2m ´
FH 4. Definisi titik tengah
5. 2 m EH ´ =m AB´ + m DG ´ 5. Penjumlahan
´ m FH
6. 2 ( m EF+ ´ )=m AB+ ´ m DC´ +m CG´ 6. Substitusi
20
7. ´ + 2m FH
2 m EF ´ =m AB+m
´ DC´ + m CG´ 7. Distribusi
8. ´
2 m EF=m ´
AB+m ´ m CG−2
DC+ ´ m FH´ 8. Pengurangan
9. ´ =m AB+m
2 m EF ´ ´ m CG−m
DC+ ´ CG´ 9. Substitusi
10. ´ ´
2 m EF=m AB+m DC ´ 10. Pengurangan
´ = 1 ( m AB+
11. m EF ´ m DC´ ) 11. Perkalian
2
Teorema 9.14
“Sudut-sudut alas (bawah dan atas) pada trapesium sama kaki adalah
kongruen”.
Buktikan :⦨ A ≅ ⦨ D dan ⦨ B ≅ ⦨ C
Bukti :
Pernyataan Alasan
Bagian 1
´ ≅ CD
1. AB ´ (hy) 1. Diberikan
2. Lukis garis tinggi dari titik B dan C 2.
´ ≅ CF
3. BE ´ (leg) 3. Kaki-kaki segitiga siku-siku
21
4. ∆ ABE ≅ ∆ DCF 4. Postulathy-leg
5. ⦨ A ≅ ⦨ D 5. CPCTC
Bagian 2
6. ⦨ ABE ≅ ⦨ DCF 6. CPCTP
7. m⦨ EBC=m⦨ FCB=90° 7. Sudut siku-siku
8. ⦨ EBC ≅ ⦨ FCB 8. Sudut-sudut yang sama besar adalah
kongruen
9. m⦨ ABC=m ⦨ ABE+ m⦨ EBC 9. Penjumlahan
10. m⦨ DCB=m⦨ DCF+ m⦨ FCB 10. Penjumlahan
11. m⦨ DCB=m⦨ ABE +m ⦨ EBC 11. Substitusi
12. m⦨ ABC=m ⦨ DCB 12. Pengurangan
13. ⦨ ABC ≅ ⦨ DCB 13. Sudut-sudut yang sama besar
adalah kongruen
Teorema 9.15
“Diagonal-diagonal trapesium sama kaki adalah kongruen”.
´ ≅ DB
Buktikan : AC ´
Bukti :
Pernyataan Alasan
´ dan BD
1. Diagonal AC ´ 1. Diberikan
´ ≅ DC
2. AB ´ (S) 2. Definisi trapesium sama kaki
3. ⦨ A ≅ ⦨ D (A) 3. Teorema 9.14
´ ≅ AD
4. AD ´ (S) 4. Transitif
5. ∆ BAD ≅ ∆ CDA 5. Postulat SAS
´ ≅ DB
6. AC ´ 6. CPCTP
22
2. Kaki-kaki kongruen. (Definisi trapesium sama kaki)
3. Sisi-sisi alas adalah kongruen. (Teorema 9.14)
4. Diagonal-diagonal adalah kongruen. (9.15)
Pernyataan Alasan
Bagian 1
1. AD´ ⫽ BC´ 1. Diberikan
2. Andaikan ⦨ A ≅ ⦨ D (A) 2.
3. ⦨ BEA ≅ ⦨ CFD (A) 3. Sudut siku-siku
´ ≅ CF
4. BE ´ (S) 4. Garis tinggi
5. ∆ BEA ≅ ∆ CFD 5. Teorema AAS
´ ≅ DC
6. AB ´ 6. CPCTC
7. Trapesium ABCD adalah trapesium 7. Definisi trapesium sama kaki
sama kaki
Bagian 2
8. Andaikan ⦨ 1 ≅⦨ 2 (A) 8.
23
9. ⦨ BED ≅ ⦨CFA (A) 9. Sudut siku-siku
10. ´ ≅ CF
BE ´ (S) 10. Garis tinggi
11. ∆ BEA ≅ ∆ CFD 11. Teorema AAS
12. ´ ≅ BD
AC ´ 12. CPCTC
13. Trapesium ABCD adalah trapesium 13. Definisi trapesium sama kaki
sama kaki
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
24
Sifat-sifat jajargenjang adalah :
Teorema 9.1 : Pasangan sudut berurutan pada sebuah jajargenjang adalah
bersuplemen
Teorema 9.2 : Sudut-sudut yang berhadapan pada sebuah jajargenjang adalah
kongruen
Teorema 9.3 : Pada sebuah jajargenjang, tiap diagonal membagi jajargenjang
menjadi dua buah segitiga yang kongruen
Teorema 9.4 : Sisi-sisi yang berhadapan pada sebuah jajargenjang adalah
kongruen
Teorema 9.5 : Diagonal-diagonal jajargenjang saling membagi dua sama
besar
Sifat-sifat dari jajargenjang khusus adalah :
Teorema 9.6 : Diagonal-diagonal dari persegi panjang adalah kongruen
Teorema 9.7 : Diagonal-diagonal pada belah ketupat membagi dua
sama besar keempat sudut
Teorema 9.8 : Diagonal-diagonal dari belah ketupat adalah saling
tegak lurus
25
panjangnya setengah dari sisi tersebut
26
DAFTAR PUSTAKA