0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan17 halaman

Manajemen dan Organisasi Proyek Konstruksi

Bab 2 dokumen tersebut membahas tentang manajemen proyek dan organisasi proyek. Manajemen proyek adalah pendekatan untuk mengelola proyek secara efektif dan efisien dengan fokus pada penggunaan sumber daya secara optimal. Organisasi proyek bertugas mengatur sumber daya untuk mencapai tujuan proyek. Juga dibahas mengenai unsur-unsur pelaksana proyek seperti pemilik proyek, k
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
20 tayangan17 halaman

Manajemen dan Organisasi Proyek Konstruksi

Bab 2 dokumen tersebut membahas tentang manajemen proyek dan organisasi proyek. Manajemen proyek adalah pendekatan untuk mengelola proyek secara efektif dan efisien dengan fokus pada penggunaan sumber daya secara optimal. Organisasi proyek bertugas mengatur sumber daya untuk mencapai tujuan proyek. Juga dibahas mengenai unsur-unsur pelaksana proyek seperti pemilik proyek, k
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB II

MANAJEMEN PROYEK
2.1 Manajemen Proyek
Manajemen secara umum adalah suatu upaya untuk mencapai suatu tujuan
dengan sumber daya seminimal mungkin (efisien). Sementara itu, proyek adalah
rencana pekerjaan dengan suatu target pencapaian tertentu yang diselesaikan
dalam rentang waktu tertentu.
Secara kolektif, manajemen proyek adalah suatu pendekatan/metode untuk
mengelola suatu proyek dengan efektif dan efisien. Sistem ini hadir sebagai
perangkat untuk membantu mengelola kegiatan-kegiatan berbentuk proyek,
misalnya proyek konstruksi. Tanpanya, suatu proyek akan sulit dieksekusi baik
dari segi biaya, waktu, atau bahkan kualitasnya. Beberapa unsur yang difokuskan
untuk di kelola dalam sebuah proyek antara lain :
1. money (uang dan material)
2. man (tenaga kerja, tenaga ahli)
3. machine (alat-alat untuk melaksanakan proyek)
4. method (mekanisme dan prinsip kerja dalam menjalankan suatu proyek)
(Tim Penulis Dosen Perguruan Tinggi Swasta – Jakarta, 1998, Manajemen
Konstruksi, Universitas Tamuranegara, Jakarta)
Sebuah proyek diawali oleh adanya gagasan dan ide dari pihak pengguna
jasa (owner) yang kemudian dituangkan ke dalam pekerjaan perencanaan dan
direalisasikan menjadi suatu wujud fisik tiga dimensional. Manajemen proyek
yang diuraikan dalam bab ini adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan
pengaturan pekerjaan, administrasi dalam rangka mewujudkan suatu proses
kegiatan yang optimal.
Suatu proyek biasanya ditandai oleh suatu hal yang kompleks dan banyak
sekali mengandung resiko dan permasalahan serta ketidakpastian yang terlihat
dalam pelaksanaannya. Semakin besar suatu proyek maka semakin besar pula
resiko dan tingkat ketidakpastiannya. Untuk mencapai hasil maksimal sesuai
dengan sasaran yang telah ditetapkan, diperlukan suatu sistem kerja terpadu,
disiplin kerja dan adanya pembagian tanggung jawab yang jelas atau dengan kata
lain diperlukan adanya manajemen proyek yang tepat dan baik.

5
6

2.2 Organisasi Proyek


Organisasi proyek sendiri merupakan alat untuk mencapai tujuan dengan
mengatur dan mengorganisasi sumber daya, tenaga kerja, material, peralatan dan
modal secara efektif dan efisien dengan menerapkan sistem manajemen sesuai
kebutuhan proyek. Yang bertugas untuk menyusun struktur organisasi proyek ini
adalah manajemen personalia. Adapun tujuan dan keuntungan dari pembentukan
struktur organisasi proyek, antara lain:
1. Identifikasi dan pembagian kegiatan
2. Pengelompokan penanggung jawab kegiatan
3. Penentuan wewenang dan tanggung jawab
4. Menyusun mekanisme pengendalian
Sebuah proyek pekerjaan yang relatif sederhana dimungkinkan dapat
dikerjakan tanpa adanya penyusunan struktur organisasi. Akan tetapi, apabila
keterlibatan para staf yang bekerja dalam suatu proyek yang besar maka semakin
banyak pula bidang kerja yang berbeda-beda, sehingga diperlukan suatu
organisasi yang mengatur pekerjaan/tugas satu dengan yang lainnya secara
terpadu.

2.2.1 Unsur Pelaksanaan Proyek


Unsur pelaksanaan proyek merupakan faktor utama dalam merealisasikan
kegiatan-kegiatan pembangunan yang ada di suatu proyek. Orang/badan yang
membiayai, merencanakan dan melaksanakan bangunan tersebut disebut unsur-
unsur pelaksanaan proyek konstruksi (Ervianto, 2005).
Unsur-unsur pelaksana pembangunan yang terlibat dalam kegiatan
pembangunan yaitu: Pihak kengguna jasa (owner), konsultan perencana (struktur
dan arsitek), kontraktor/pemborong, dan konsultan pengawas.
Keberhasilan dalam usaha pembangunan proyek tergantung dari kerja
sama yang diciptakan oleh keempat unsur pelaksana pembangunan tersebut,
yakni pengaturan masing-masing unsur serta pengaturan kerja yang tertib dan
teratur dalam menciptakan kesatuan fungsional dan tindakan untuk mencapai
tujuan yang ditetapkan. Disamping itu keempat unsur tersebut harus bekerja
7

sesuai dengan hukum dan peraturan dalam surat perjanjian pemborong atau
dokumen kontrak yang telah disepakati dan ditandatangani bersama.
Pelaksanaan suatu proyek pembangunan yang dimulai dari proses
perancangan, perencanaan, pelaksanaan pembangunan fisik sampai pemanfaatan
dan perawatannya adalah proses tahapan yang harus dilakukan secara sistematis
dan berkesinambungan.
Dalam proses ini bermacam-macam unsur pendukung saling berkaitan satu
sama lain, dimana setiap unsur tidak dapat berdiri dan berjalan sendiri-sendiri,
akan tetapi tetap akan saling terkait dalam melaksanakan tugasnya. Setiap unsur
mempunyai tugas dan tanggung jawab masing-masing. Untuk mengatur setiap
unsur diterapkan sistem manajemen yang merupakan alat bantu untuk menjamin
terlaksananya proyek dengan baik.
Secara garis besar contoh unsur-unsur pengelola proyek yang terlibat
dalam suatu proyek tempat penulis melakukan Kerja Praktek adalah sebagai
berikut :
1. Pemberi Perintah Kerja/Pemilik :
 Kementerian Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat.
 Direktorat Jendral Bina Marga.
 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII.
 Satker Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Provinsi Jawa Tengah.
 Pejabat Pembuat Komitmen 1.6 Provinsi Jawa Tengah.
2. Konsultan Perencana :
 PT. Adhiyasa Desicon Semarang
 PT. Prima Cipta Karsa
3. Konsultan Pengawas :
 PT. Sarana Multi Daya KSO
 PT. Dacrea – PT. Binatama WK
4. Kontraktor Pelaksana :
 PT. Wijaya Karya (Persero), Tbk.
8

Unsur-unsur pengelola proyek di atas memiliki fungsi dan tugas masing-


masing. Berikut adalah peranan dan juga tugas dari keempat unsur pengelola
proyek tersebut :

1. Pemberi Perintah Kerja/Pemilik


Pemilik proyek atau owner adalah seorang atau instansi yang memiliki
proyek atau pekerjaan dan memberikannya kepada pihak lain yang mampu
melaksanakannya sesuai dengan perjanjian kontrak kerja untuk
merealisasikan proyek, owner mempunyai kewajiban pokok yaitu
menyediakan dana untuk membiayai proyek. Pada proyek pembagunan Fly
Over Purwosari yang bertindak selaku pemberi tugas (owner) adalah Balai Besar
Pelaksanaan Jalan Nasional VII dan Kementerian Pekerjaan Umum Dan
Perumahan Rakyat. Dan berikut tugas serta wewenang pemilik proyek atau
owner adalah:
a. Menyediakan biaya perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan proyek.
b. Mengadakan kegiatan administrasi.
c. Memberikan tugas kepada kontraktor atau melaksanakan pekerjaan proyek.
d. Meminta pertanggung jawaban kepada konsultan pengawas atau
manajemen konstruksi ( MK ).
e. Menerima proyek yang sudah selesai dikerjakan oleh kontraktor.
f. Membuat surat perintah kerja ( SPK ).
g. Mengesahkan atau menolak perubahan pekerjaan yang telah direncanakan.
h. Meminta pertanggung jawaban kepada para pelaksana proyek atas hasil
pekerjaan konstruksi.
i. Memberikan keputusan dan instruksi yang berkaitan pada perubahan
pekerjaan, waktu dan biaya.
j. Menghadiri rapat – rapat dengan pelaksana proyek untuk dapat
memantau perkembangan proyek.
k. Memutuskan hubungan kerja dengan pihak pelaksana proyek yang tidak
dapat melaksanakan pekerjaanya sesuai dengan isi surat perjanjian kontrak.
9

2. Konsultan Perencana
Konsultan perencana bertugas menghasilkan detail perencanaan bangunan,
misalnya dihasilkannya gambar kontrak yang jelas tanpa adanya pertentangan
perbedaan antar gambar rencana dengan kondisi dilapangan, spesifikasi
bangunan dijelaskan dengan detail agar tidak terjadi hambatan dalam pemilihan
material saat pekerjaan pembangunan berlangsung. Selain itu, konsultan
perencana memiliki tugas untuk merencanakan struktur, mekanikal elektrikal,
arsitektur, landscape, rencana anggaran biaya (RAB) serta dokumen-dokumen
pelengkap lainnya terkait dengan proyek yang akan dikerjakan. Konsultan
perencana mendapatkan proyek melalui proses lelang yang diadakan panitia
lelang pekerjaan konstruksi.
Tugas dan wewenang dari Konsultan Perencana antara lain :

a. Mengadakan penyesuaian keadaan lapangan dengan keinginan pemilik


proyek.
b. Membuat gambar kerja pelaksanaan. Membuat Rencana kerja dan syarat –
sayarat pelaksanaan bangunan (RKS) sebagai pedoman pelaksanaan.
c. Membuat rencana anggaran biaya (RAB).
d. Memproyeksikan gagasan atau ide-ide kreatif pemilik proyek ke dalam
desain bangunan.
e. Melakukan perubahan desain apabila terjadi penyimpangan pelaksanaan
pekerjaan di lapangan yang tidak memungkinkan untuk dilaksanakan sesuai
dengan kontrak yang telah dibuat.
f. Mempertanggungjawabkan desain dan perhitungan struktur bangunan jika
terjadi kegagalan konstruksi.
g. Mengurus perizinan mendirikan bangunan (IMB).

Berikut ini yang menjadi Wewenang Konsultan Perencana :


a. Mempertahankan desain (konsep perancangan) dalam hal adanya pihak –
pihak pelaksana bangunan yang melaksanakan pekerjaan tidak sesuai
dengan rencana.
b. Menentukan warna, spesifikasi dan jenis material yang akan digunakan
dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi.
10

c. Mengumpulkan data dan informasi dari lapangan, membuat interpretasi


secara garis besar terhadap Kerangka Acuan Kerja (KAK) atau Term of
Reference (TOR), konsultasi kepada pihak pemerintah setempat terkait
regulasi daerah, membuat program perencanaan serta gagasan terhadap
program yang dicanangkan.

3. Konsultan Pengawas
Konsultan pengawas adalah badan usaha atau perorangan yang ditunjuk
oleh pemilik proyek untuk melaksanakan pekerjaan pengawasan. Dalam
mengawasi proyek konstruksi, tentunya dibutuhkan sumber daya manusia yang
ahli di bidangnya masing-masing seperti teknik sipil, arsitektur, mekanikal
elektrikal, listrik dan lain-lain sehingga sebuah bangunan dapat dibangun dengan
baik dalam waktu cepat dan efisien. Pada proyek tempat penulis melakukan
kerja praktik ini, yang bertindak sebagai konsultan pengawas adalah PT. PT.
Sarana Multi Daya KSO – PT. Dacrea – PT. Binatama WK. Berikut adalah
Tugas dan wewenang konsultan pengawas antara lain :
a. Menyelenggarakan administrasi umum mengenai pelaksanaan kontrak kerja.
b. Melaksanakan pengawasan secara rutin dalam perjalanan pelaksanaan
proyek.
c. Menerbitkan laporan prestasi pekerjaan proyek berdasarkan laporan teknis
dari konsultan perencana untuk dapat dilihat oleh pemilik proyek.
d. Konsultan pengawas memberikan saran atau pertimbangan kepada pemilik
proyek maupun kontraktor dalam pelaksanaan pekerjaan.
e. Mengoreksi dan menyetujui gambar shop drawing dengan
mempertimbangkan perencanaan pada gambar yang disesuaikan kondisi
loksi proyek,
f. Memilih dan memberikan persetujuan mengenai spesifikasi, tipe dan merek
yang diusulkan oleh kontraktor agar sesuai dengan harapan pemilik proyek
namun tetap berpedoman dengan kontrak kerja konstruksi yang sudah
dibuat sebelumnya.
11

Konsultan pengawas dalam suatu proyek juga memiliki wewenang sebagai


berikut :
a. Memperingatkan atau menegur pihak peleksana pekerjaan jika terjadi
penyimpangan terhadap kontrak kerja.
b. Menghentikan pelaksanaan pekerjaan pembangunan jika kontraktor tidak
memperhatikan peringatan yang diberikan.
c. Memberikan tanggapan atas usul pihak kontraktor.
d. Memeriksa gambar shop drawing dan spesifikasinya pelaksana proyek.
e. Melakukan perubahan atau penyesuaian informasi perkembangan yang
terjadi pada proyek pembangunan fly over purwosari dengan menerbitkan
berita acara perubahan.
f. Mengoreksi pekerjaan yang dilaksanakan oleh kontraktor agar sesuai
dengan kontrak kerja yang telah disepakati sebelumnya.

4. Kontraktor Pelaksana
Pelaksana kontraktor adalah badan hukum atau perorangan yang ditunjuk
untuk melaksanakan pekerjaan proyek sesuai dengan keahliannya atau dalam
definisi lain menyebutkan bahwa pihak yang penawarannya telah diterima dan
telah diberi surat penunjukan serta telah menandatangani surat perjanjian
pemborongan kerja dengan pemberi tugas sehubungan dengan pekerjaan proyek.
Pemilik proyek (owner) memberikan kepercayaan secara langsung kepada
kontraktor pelaksana untuk melaksanakan pekerjaan konstruksi. Peraturan dan
persetujuan tentang hak dan kewajiban masing–masing pihak diatur dalam
dokumen kontrak.
Kontraktor bertanggung jawab secara langsung pada pemilik proyek
(owner) dan dalam melaksanakan pekerjaannya diawasi oleh tim pengawas dari
owner serta dapat berkonsultasi secara langsung dengan tim pengawas terhadap
masalah yang terjadi dalam pelaksanaan. Perubahan desain harus segera
dikonsultasikan sebelum pekerjaan dilaksanakan.
Pada proyek tempat penulis melakukan kerja praktek ini, yang bertindak
sebagai penyedia jasa/kontraktor adalah PT. Wijaya Karya (Persero), Tbk.
12

Berikut tugas dan tanggung jawab penyedia jasa atau kontraktor pelaksana
adalah sebagai berikut :
1. Mempersiapkan fasilitas dan sarana demi kelancaran pekerjaan.
2. Mempersiapkan bahan-bahan bangunan yang bermutu baik dan memenuhi
persyaratan seperti yang tercantum dalam bestek.
3. Melaksanakan semua pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya sesuia
dengan Rencana Kerja dan Syarat-syarat.
4. Menyelesaikan dan menyerahkan pekerjaan tepat pada waktunya sesuai
dengan surat perjanjian kontrak.
5. Mengadakan pemeliharaan selama proyek tersebut masih dalam tanggung
jawab pelaksana.
6. Menyediakan tenaga kerja yang berpengalaman serta peralatan yang
diperlukan pada saat pelaksana pekerjaan.
7. Bertanggung jawab terhadap fisik bangunan selama masa pemeliharaan.

Berikut adalah struktur organisasi Kontrankor Pelaksana dari Proyek


Pembangunan Fly Over Purwosari dapat dilihat pada gambar 2.1 di bawah ini.

Gambar 2.1 Struktur Organisasi Kontraktor Pelaksana PT. Wijaya Karya


(Persero), Tbk. (Sumber : Dokumen PT)
13

Adapun pembagian tugas dan tanggung jawab masing-masing unsur dalam


struktur organisasi kontraktor pelaksana :
1) Project Manager
seorang yang bertanggung jawab atas kesuksesan dalam sebuah kegiatan
proyek konstruksi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada
kompetensi tertentu. Seorang Project Manager yang baik hendaknya
mempunyai kemampuan memimpin yang ditentukan berdasarkan karakternya
dan kompetensi yang memadai. Pada proyek yang sangat kompleks dan penuh
risiko, seorang project manager bahkan harus memiliki kesempurnaan
kompetensi. Berikut adalah tugas dari seorang project manager meliputi :
 Menjamin tersedianya gambar kerja untuk dilaksanakan oleh mandor/sub
kontraktor.
 Menjamin tersedianya dana pembayaran upah/opname mandor.
 Memimpin/mengarahkan secara langsung koordinator lapangan untuk
memenuhi persyaratan mutu, waktu, dan biaya yang telah disepakati.
 Memberi ijin dalam segala sesuatu yang berkaitan dengan proyek tersebut,
seperti memberi persetujuan pada gambar kerja yang berubah akibat kondisi
di lapangan.
2) Quality Control
Quality control dalam pekerjaaan konstruksi memegang peranan yang
cukup penting, karena dapat menentukan kualitas dari hasil pelaksanaan
pekerjaan. Pengawasan terhadap mutu pekerjaan yang baik akan menghasilkan
kualitas pekerjaan yang baik pula. Hal ini akan menumbuhkan kepercayaan
Owner (pemilik proyek) kepada kontraktor pelaksana dan pengawas proyek.
Quality contol juga membuat laporan pemeriksaan kepada quality
assurance. Oleh karena itu, quality control membutuhkan pengalaman dan juga
pemahaman yang baik tentang pengendalian mutu melalui spesifikasi teknik
yang digunakan dan metode praktis dalam pemeriksaan mutu pekerjaan. Untuk
lebih mengetahui tentang tugas dan tanggung jawab utama seorang quality
control dapat dilihat di bawah ini :
14

1. Mempelajari dan memahami spesifikasi teknis yang digunakan pada proyek


konstruksi tersebut.
2. Memeriksa kelayakan peralatan pengendalian mutu yang digunakan.
3. Melaksanakan pengujian mutu terhadap bahan atau material yang
digunakan.
4. Melaksanakan pengujian terhadap hasil pekerjaan di lapangan ataupun di
laboratorium.
5. Memeriksa hasil pengujian terhadap hasil pekerjaan di lapangan ataupun di
laboratorium.
6. Mempelajari perencanaan mutu yang dipakai pada pekerjaan.
7. Mencegah terjadinya penyimpangan mutu dalam pelaksanaan pekerjaan
konstruksi.
8. Menyiapkan bahan laporan yang terkait pemeriksaan atau pengendalian
mutu dari pekerjaan.
9. Mempelajari metode kerja yang digunakan agar sesuai spesifikasi teknis
yang dipakai.
10. Membuat teguran baik lisan maupun tulisan jika terjadi penyimpangan
dalam pekerjaan proyek.
11. Menyiapakaan dan memberikan data pemeriksaan mutu yang dibutuhkan
oleh quality assurance.
12. Memeriksa dan menjaga kualitas pekerjaan dari subkontraktor agar sesuai
dengan spesifikasi teknis yang berlaku.

3) Site Engineering
Site engineer adalah pembantu tugas Project Manager (manager proyek)
yang bertanggunjawab dalam perencanaan teknis dan material konstruksi,
termasuk menyediakan seluruh shop drawing, membuat perhitungan konstruksi
yang diperlukan, dan menentukan spesifikasi data teknis bahan dan volume
pekerjaan konstruksi. Site engineer bertanggungjawab kepada direksi, project
manager (PM), dan Site Manager (SE). Kedudukannya dalam struktur
organisasi proyek adalah membawahi drafter, safety control, dan administrasi
sekretariat. Site engineer bertugas memberikan bantuan dan pertimbangan teknis
15

kepada project manager terhadap masalah teknis yang dihadapi di lapangan.


Berikut ini selangkapnya mengenai tugas fungsi site engineering adalah sebagai
berikut :
1. Menyusun schedule, metode pelaksanaan dan breakdown aktivitas bulanan
dan mingguan.
2. Mengkoordinasikan kepada pemilik proyek (owner) mengenai penentuan
schedule material dan persetujuan bahan material apa saja yang akan
digunakan dalam pekerjaan.
3. Menyusun dan menyediakan shop drawing.
4. Menentukan cara pelaksanaan pekerjaan yang efektif dan murah.
5. Melakukan supervisi di lapangan mengenai pelaksanaan pekerjaan.
6. Menginformasikan adanya penyimpangan waktu dan biaya yang terjadi
kepada Project Manager.
7. Mempersiapkan prosedur pelaksanaan untuk menjamin pencapaian sasaran
kerja.
8. Mengajukan daftar kelengkapan sarana dan prasarana yang dibutuhkan
untuk pencapaian sasaran kerja kepada Pemilik Proyek.
9. Melakukan monitoring secara intensif terhadap tahapan pelaksanaan
kegiatan harian mingguan dan laporan keuangan.
10. Melakukan koordinasi pembuatan laporan progres pelaksanaan proyek
secara periodik.
11. Mengevaluasi kualitas mutu dan menetapkan cara agar tidak terjadi
penyimpangan yang kemungkinan akan terjadi.
12. Mempersiapkan data untuk menyusun schedule, meliputi item aktivitas
kegiatan, jangka waktu, bahan dan peralatan.
13. Memaksimalkan kemungkinan pemanfaatan value engineering (VE) atau
evisiensi dalam pengelolaan pekerjaan proyek agar mendapat suatu hasil
yang maksimal dengan biaya serendah mungkin.

4) Ahli K3 Kontruksi
Mengacu pada peraturan, bahwa setiap proyek konstruksi bangunan yang
mempekerjakan tenaga kerja lebih dari 100 orang atau menyelenggarakan
16

proyek lebih dari 6 bulan adalah wajib memiliki minimal satu orang Ahli Utama
K3-Konstruksi, satu orang Ahli Madya K3 Konstruksi dan dua orang ahli muda
k3 kontruksi Serta dengan sebuah acuan yaitu memekerjakan tenaga kerja
kurang dari 100 orang atau menyelenggarakan proyek kurang dari tiga bulan
adalah wajib memiliki satu orang ahli k3 muda konstruksi.
Peranan K3 Konstruksi adalah dapat menyusun program K3 serta
penerapannya dalam konstruksi. Berikut adalah beberapa tugas dan tanggung
jawab Tenaga Ahli K3 Konstruksi diantaranya adalah :

1) Menerapkan ketentuan peraturan perundang-undangan tentang dan terkait


K3 Konstruksi.
2) Mengkaji dokumen kontrak dan metode kerja pelaksanaan konstruksi.
3) Merencanakan dan menyusun program K3.
4) Membuat prosedur kerja dan instruksi kerja penerapan ketentuan K3.
5) Melakukan sosialisasi, penerapan dan pengawasan pelaksanaan program,
prosedur kerja dan instruksi kerja K3.
6) Melakukan evaluasi dan membuat laporan penerapan SMK3 dan pedoman
teknis K3 konstruksi.
7) Mengusulkan perbaikan metode kerja pelaksanaan konstruksi berbasis K3,
jika diperlukan.
8) Melakukan penanganan kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja serta
keadaan darura.

5) Train Watcher
Train watcher adalah seorang yang diberi tugas untuk mengawasi, menjaga
atau memantau kedatangan kereta api dan berkewajiban untuk segera
memberikan isyarat kepada para pekerja yang sedang bekerja pada ruang
manfaat jalan agar dapat mengamankan pekerja dan peralatan.
6) Administrasi Proyek
Sebuah proyek konstruksi akan berjalan dengan baik jika didukung oleh
seorang administrasi dan keuangan proyek dengan berbagai macam tugasnya.
Peran administrasi proyek dimulai dari masa persiapan pelaksanaan
17

pembangunan sampai dengan pemeliharaan dan penutupan kontrak kerja. Tugas


administrasi dan keuangan proyek bangunan adalah sebagai berikut :
a. Melakukan seleksi atau perekrutan pekerja diproyek untuk pegawai bulanan
sampai dengan pekerja harian dengan spesialisai keahlian masing-masing
sesuai posisi organisasi proyek yang dibutuhkan.
b. Pembuatan laporan keuangan atau laporan kas bank proyek, laporan
pergudangan, laporan bobot prestasi proyek, daftar hutang dan lain-lain.
c. Membuat dan melakukan verifikasi bukti-bukti pekerjaan yang akan dibayar
oleh owner sebagai pemilik proyek.
d. Melayani tamu – tamu intern perusahaan maupun ekstern dan melakukan
tugas umum. Mengisi data-data kepegawaian, pelaksanaan, asuransi tenaga
kerja, menyimpan data-data kepegawaian karyawan dan pembayaran gaji
serta tunjangan karyawan.
e. Membuat laporan akutansi proyek dan menyelesaikan perpajakan serta
retribusi.
f. Mengurus tagihan kepada pemilik proyek atau jika kontraktor nasional
dengan banyak proyek maka bertugas juga membuat laporan ke kantor pusat
serta menyiapkan dokumen untuk permintaan dana ke bagian keuangan
pusat.
g. Membantu project manager terutama dalam hal keuangan dan sumber daya
manusia sehingga kegiatan pelaksanaan proyek dapat berjalan dengan baik.
h. Membuat laporan ke pemerintah daerah setempat, lurah atau kepolisian
mengenai keberadaan proyek dan karyawan dalam pelaksanaan pekerjaan
pembangunan.
i. Mencatat aktiva proyek meliputi inventaris, kendaraan dinas, alat-alat
proyek dan sejenisnya.
j. Menerima dan memproses tagihan dari sub kontraktor jika proyek yang
dikerjakan berskala besar sehingga melakukan pemborongan kembali
kepada kontraktor spesialis sesuai dengan item pekerjaan yang dikerjakan.
k. Memelihara bukti-bukti kerja sub bagian administrasi proyek serta data-data
proyek.
7) Pelaksana
18

Pelaksana adalah bagian dari kontraktor yang bertugas dan bertanggung


jawab terhadap pelaksanaan teknik dilapangan. Hak dan kewajiban pelaksana
antara lain :
a. Melaksanakan pekerjaan sesuai dengan program kerja, metode kerja,
gambar kerja, dan spesifikasi pekerjaan.
b. Mengadakan pemeriksaan dan pengukuran hasil kerja dilapangan.
c. Mengusulkan perubahan rencana pelaksanaan karena kondisi pelaksanaan
yang tidak memungkinkan untuk melaksanakan pekerjaan yang sesuai
dengan rencana.
d. Menjaga kebersihan dan ketertiban dilapangan.
e. Mengontrol setiap kebutuhan proyek untuk dilaporkan kepada manajer
proyek.
8) Quantity Surveyor
Quantity surveyor bertanggung jawab untuk membantu tugas dari seorang
site engineer. Berikut ini tugas dan tanggung jawab utama quantity surveyor
antara lain adalah:
a. Memahami hal terkait volume, harga satuan, dan tata cara pembayaran yang
dijelasakan dalam dokumen lelang atau dokumen kontrak.
b. Melakukan survey lapangan awal sebelum dilakukan pekerjaan.
c. Membuat bill of quantity sesuai dengan gambar kerja, data teknik lapangan,
dan spesifikasi teknis yang digunakan pada pekerjaan proyek konstruksi
tersebut.
d. Melakukan evaluasi atas kebutuhan sumber daya yang dibutuhkan di
lapangan seperti, bahan, alat dan dana yang dibutuhkan untuk pelaksanaan
pekerjaan.
e. Mengevaluasi jadwalkan pekerjaan agar tidak terjadi keterlambatan
pelaksanaan pekerjaan agar proyek selesai sesuai dengan waktu yang
ditetapkan.
f. Menghitung jumlah volume, bahan, serta tenaga kerja yang dibutuhkan
untuk pelaksanaan pekerjaan.
g. Memeriksa perubahan terkait volume pekerjaan di lapangan.
h. Mempersiapkan data terkait pengajuan penagihan hasil pekerjaan.
19

i. Memeriksa dan menghitung hasil pekerjaan sub kontraktor.


j. Melakukan survey akhir terhadap pekerjaan ketika pekerjaan telah selesai
dikerjakan.
k. Memberikan penjelasan dan saran terkait permasalah yang timbul di
lapangan.
l. Memberikan saran dan data yang dibutuhkan kepada site manager.
9) Juru Ukur/Surveyor
Juru ukur/surveyor dapat didefinisikan sebagai seni, teknologi dan ilmu
pengukuran di atas permukan bumi. Dimana pelakunya (Surveyor) harus bisa
melakukan pengumpulan data dilapangan, dengan melakukan riset, menganalisa
dan mengambil keputusan yang tepat untuk sebuah target akhir yang
diembannya. Selain itu, Surveyor dituntut untuk mampu menyampaikan hasil
kerjanya dalam bentuk Data Kerja, baik secara tertulis, digital, maupun optis,
untuk digunakan pihak lain sebagai dasar penentuan, dan perhitunga sebuah
rencana atau hasil dari aplikasi sebuah rencana atau desain secara kuantitas.
10) Logistik
Logistik proyek adalah suatu bagian profesi yang ada dalam rangkaian
struktur organisasi proyek dengan tugas pendatangan, penyimpanan dan
penyaluran material atau alat proyek ke bagian pelaksana lapangan. Tugas
logistic proyek ada beberapa macam yang jika dilaksanakan dengan baik
diharapkan kegiatan pelaksanaan pembangunan dapat berjalan dengan lancar.
11) Juru Gambar
Juru gambar adalah suatu posisi jabatan di dalam struktur organisasi proyek
dimana tugas utamanya adalah menggambar atau memvisualisasikan apa yang
direncanakan melalui suatu bidang gambar. Berikut adalah tugas-tugas seorang
juru gambar :
a. Mengembangkan gambar dari konsultan design (perencana).
b. Koordinasi dengan surveyor terkait titik koordinat/dimensi
c. Menggambar 2D maupun 3D.
d. Monitor design terhadap material penyusun.
e. Koordinator antar divisi maupun ke konsultan perencana.
20

2.2.2 Hubungan Kerja Antar Unsur Pengelola Proyek


Yang dimaksud dengan hubungan kerja adalah hubungan dalam
pelaksanaan pekerjaan antara ketiga unsur pelaksanaan proyek konstruksi.
Dalam pengelolaan suatu proyek perlu dijamin adanya hubungan yang baik
antara unsur-unsur yang terkait. Semua pihak dari ketiga unsur pelaksana harus
tunduk dan patuh kepada peraturan-peraturan yang telah disusun baik dari segi
teknis maupun administratif. Penyimpangan yang terjadi akan mengakibatkan
kesulitan dan ketidaklancaran pelaksanaan pembangunan. Menurut (Ervianto,
2005) secara garis besar pola hubungan kerja adalah sebagai berikut :
1. Hubungan antara pemilik proyek/owner dengan konsultan perencana
Hubungan kerja antara pemilik proyek/owner dengan konsultan perencana
diatur sebagai berikut :
a. Ikatan kontrak.
b. Konsultan perencana kepada pemilik proyek/owner, menyerahkan
jasa/karya perencanaan teknis bangunan gedung beserta kelengkapannya.
c. Pemilik proyek/owner kepada konsultan perencana, memberikan imbalan
atas jasa/biaya perencanaan.
2. Hubungan antara pemilik proyek/owner dengan kontraktor
Hubungan kerja antara pemilik proyek/owner dengan pengawas adalah
sebagai berikut ini :
a. Ikatan kontrak
b. Pemilik proyek/owner kepada konsultan pengawas, memberikan imbalan
jasa/biaya pengawasan proyek.
c. Konsultan pengawas kepada pemilik proyek/owner, memberikan jasa
pengawasan pekerjaan proyek mulai dari awal proyek sampai pada finishing
proyek.
3. Hubungan kerja antara konsultan pengawas dengan kontraktor
Hubungan kerja antara konsultan pengawas dengan kontraktor adalah
sebagai berikut ini :
a. Kontraktor mengadakan konsultasi dan koordinasi dengan pengawas dan
perencanaan.
b. Pengawas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan.
21

Untuk lebih jelasnya mengenai hubungan tersebut dapat dilihat pada gambar
2.2 bagan alir berikut ini.

PEMILIK PROYEK

KONTRAK KONTRAK
PENGGUNA JASA
JASA
BANGUNAN

BIAYA PENYEDIA JASA BIAYA

PERSYARATAN TEKNIS
KONSULTAN KONTRAKTOR
REALISAS

PERATURAN PELAKSANAAN

Gambar 2.2 Hubungan Kerja Unsur-unsur Pelaksanaan Proyek Konstruksi.


(Sumber : Ervianto, W,I., 2005, Manajemen Proyek Konstruksi (Edisi revisi),
Penerbit Andi, Yogyakarta)

Anda mungkin juga menyukai