Audit MSDM untuk Peningkatan Produksi
Audit MSDM untuk Peningkatan Produksi
MANAJEMEN SUMBER
DAYA MANUSIA
Manajemen Sumber Daya Manusia
Zulkifli Rusby
Diterbitkan oleh :
Bismillahhirrahmanirrahim
Kehadiran buku ini dapat menjadi referensi baik dikalangan Perguruan Tinggi
maupun Praktisi mudah-mudahan dapat menambah khazanah kepustakaan khususnya
dikalangan perguruan tinggi pada mata kuliah Manajemen Sumber Daya Manusia.
Semoga buku ini dapat memberikan pengetahuan yang lebih luas kepada
pembaca. Walaupun buku ini memiliki kelebihan dan kekurangan.
Berkat bantuan dan dorongan dari berbagai pihak serta Ridho Allah akhirnya
penulisan buku ini dapat diselesaikan. Pada Kesempatan ini penulis mengucapkan
terima kasih dan penghargaan kepada semua pihak yang telah memberikan motivasi
dalam penyelesaian buku ini, khususnya Universitas Islam Riau dan Fakultas Agama
Islam.
Penulis juga menyadari bahwa buku ini jauh dari sempurna, karena itu penulis
sangat berterima kasih bila ada kritik yang membangun dan saran untuk perbaikan
pada edisi berikutnya. Semoga Allah SWT memberkahi usaha kita bersama. Amin ya
rabbal `alamin
ZULKIFLI RUSBY
v
DAFTAR ISI
A. Pengertian Perencanaan............................................................................ 21
B. Unsur-unsur Perencanaan ......................................................................... 23
C. Perencanaan Sumber Daya Manusia (Human Resource Planning) ............ 24
D. Perencanaan Keuangan ............................................................................ 28
E. Perencanaan Produksi .............................................................................. 29
F. Perencanaan Pemasaran ........................................................................... 31
G. Pentingnya Perencanaan Sumber Daya Manusia....................................... 33
H. Tujuan Manajemen Sumber Daya Manusia .............................................. 34
I. Pentingnya Perencanaan Sumber Daya Manusia yang Berkesinambungan 34
J. Pengembagan Sumber Daya Manusia ....................................................... 36
K. Proses Perencanaan Sumber Daya Manusia Atau Manpower Planning ..... 41
L. Menentukan Kebutuhan Sumber Daya Manusia ....................................... 42
M. Latihan Soal ............................................................................................. 43
vi
BAB IV ASPEK-ASPEK YANG BERKAITAN DENGAN FUNGSI
PERENCANAAN DAN PENGADAAN SUMBER DAYA
MANUSIA .......................................................................................... 64
A. Proses Pengadaan Sumber Daya Manusia................................................. 64
B. Tujuan Perencanaan Sumber Daya Manusia ............................................. 65
C. Rekrutman Tenaga Kerja.......................................................................... 68
D. Fungsi Pengadaan (Procurement) Sumber Daya Manusia ......................... 78
E. Latihan Soal ............................................................................................. 81
vii
D. Tahapan Utama Dalam Penilaian Kinerja Karyawan ................................ 187
E. Masalah-masalah Dalam Penilaian Kinerja............................................... 188
F. Metode-metode Penilaian Kinerja ............................................................ 190
G. Evaluasi Penilaian Kinerja ....................................................................... 192
H. Latihan Soal ............................................................................................. 195
viii
J. Audit Atas Pengelolaan Sumber Daya Manusia ........................................ 241
K. Audit Atas Pengurangan Sumber Daya Manusia ...................................... 243
L. Latihan Soal ............................................................................................. 244
ix
Bab – 1
MANAJEMEN SUMBER DAYA
MANUSIA
1
BAB I
2
2. Menurut Mutiara S. Panggabean
MSDM adalah proses yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian,
pimpinan danpengendalian kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan analisis
pekerjaan, evaluasi pekerjaan,pengadaan, pengembangan, kompensasi,
promosi dan pemutusan hubungan kerja gunamencapai tujuan yang telah
ditetapkan.
Dengan definisi di atas yang dikemukakan oleh para ahli tersebut
menunjukan demikianpentingnya manajemen sumber daya manusia di dalam
mencapai tujuan perusahaan,karyawan dan [Link] manajemen (Tool of
management), biasa dikenalMarket/marketing, pasar.
Oleh karena itu sumber daya yang ada ini harus dikelola dengan benar
karena itu merupakan amanah yang akan dimintai pertanggungjawabannya kelak.
Untuk mendapatkan pengelolaan yang baik ilmu sangatlah diperlukan untuk
3
menopang pemberdayaan dan optimalisasi manfaat sunber daya yang ada. Di dalam
surah Ar-Rohman ayat ke 33, Allah telah menganjurkan manusia untuk menuntut
ilmu seluas-luasnya tanpa batas dalam rangka membuktikan kemahakuasaan Allah
SWT.
Allah mencerminkan keadaan manusia yang ideal dalam kitabNya yaitu
dengan criteria sekurang-kurangnya adalaah sebagai berikut:
Jika manusia telah mampu untuk mengamalkan hal diatas tentulah sumber
daya manusia dan alam akan teroptimalkan. Pengayaan kualitas Sumber Daya
Manusia merupakan suatu keharusan dalam islam, sebagaimana yang telah
disampailan oleh rosulullah SAW bahwa menuntut ilmu adalah wajib dari mulai
lahir hingga wafat. Oleh karena itu mempelajari semua ilmu, baik umum maupun
4
keagamaan merupakan suatu keharusan. Yang harus digaris bawahi ialah kemana
ilmu itu akan digunakan.
Kalau kita menilik akar masalah yang timbul dalam kehidupan sehari-hari,
maka jelaslah kebanyakan manusia tidak mengetahi eksistensi ia ada dimuka bumi
ini atau dengan kata lain manusia hanya hidup hanya untk sekedar hidup tanpa
memikirkan tentang hari kesudahan. Dengan demikian maka tatanan yang ada
dalam masyarakat hanyalah berkutat pada masalah yang sifatnya pragmatis.
Manajemen Sumber Daya Maunsia yang ada dalam islam adalah semua
sumbar daya yang dimanfaatkan untuk ibadah kepada Allah, bukan untuk yang
lainnya. Dengan adanya rasa menerima amanah dari Allah maka kemampuan yang
dimiliki akan ditingkatkan dan dilakukan dalam rangka menjalankan amanah yang
diemban. Sifat yang akan tercermin dari sumber daya manusia islami yang baik
ialah siddiq, amanah, fatonah dan tablig. Keempat sifat ini adalah tolak ukur yang
riil untuk mengukur keunggulan sumber daya manusia islami.
Semua sifat dan keadaan yang ideal tersebut tentunya tidak akan ada dengan
sendirinya melainkan harus dengan usaha yang sungguh-sungguh dan kesabaran
yang luar biasa, sebagaimana firmanNya dalam surah Ar-Raad ayat 11 yang artinya:
“ Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka
mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri”.
Kerja keras dan kerja cerdas adalah yang utama, untuk itu tidaklah heran
juka dalam etos kerja tidaklah jauh beda antara etos kerja orang islam dengan etos
kerja nonislam, yang membedakannya hanyalah pada ontology dan aksologinya.
Bahkan semangat kerja orang nonmuslim ada yang melebihi orang islam, oleh
karena itulah iman seorang muslim penting untuk dijadikan acuannya.
5
Pada intinya Manajemen Sumber Daya Maunsia Islam tetap mengacu pada
pencapaian kesejahteraan yang diridhoi oleh Allah, tuhan semesta alam,
bagaimanapun caranya.
Pentingnya Manajemen Sumber Daya Manusia dapat dinilai dan dilihat dari
beberapa pendekatan :
1. Pendekatan politik
Menggunakan pendekatan politik dalam memahami gejala semakin besarnya
perhatian pada menajemen sumber daya manusia antara lain berarti
mengkaitkannya dengan raison d’etre suatu Negara bangsa. Berarti
mendekatan politik melihat manajemen sember daya manusia secara makro
yang dapat dipastikan mempunyai dampak terhadap manajemen sumber
daya manusia secara makro.
2. Pendekatan Ekonomi
Mungkin dapat dikatakan bahwa pendekatan ekonomi merupakan
pendekatan yang paling erat hubungannya dengan pemahaman
meningkatnya perhatian semakin banyak orang manajemen Sumber Daya
Manusia. Dikatakan demikian karena Sumber Daya Manusia sering
dipandang sebagai salah satu factor produksi dalam usaha menghasilkan
barang atau jasa oleh satuan-satuan ekonomi. Alasan lain ialah bahwa salah
satu kriteria utama yang digunakan mengukur tingkat kesejahteraan ialah
takaran ekonomi. Oleh karena itu dinyatakan secara kategorikal bahwa
melihat manusia hanya sebagai salah satu alat produksi merupakan persepsi
yang tidak tepat untuk mengatakan salah sama sekali.
6
3. Pendekatan Hukum
Para warga masyarakat akan pentingnya keseimbangan antara hak dan
kewajiban masing-masing. Semakin meningkatnya kesadaran demikian
biasanya dipandang sebagai salah satu akibat positif dari tingkat pendidikan
para warga masyarakat. Dalam kehidupan organisasional, keseimbangan
antara hak dan kewajiban pun harus diusahakan agar terus-menerus
terpelihara dengan baik sebab apabila keseimbangan tersebut terganggu, dua
belah pihak, yaitu organisasi dan para anggotanya lah yang dirugikan. Disini
lah terlihat peranan yang amat penting yang dimainkan oleh manajemen
Sumber Daya Manusia.
Manajemen sumber daya manusia atau yang dulu dikenal dengan nama
manajemen personalia jika dilihat dalam perkembangannya sudah dikenal sejak
zaman dahulu kala, meskipun pada saat itu nama “manajemen Sumber Daya
Manusia” atau “manajemen personalia” belum digunakan namun prinsip-prinsip
manajemen sumber daya manusia sudah diterapkan didalam kehidupan sehari-hari.
Manajemen sumber daya manusia mulai mendapatkan perhatian dimulai
ketika Robert Owen pada awal tahun 1800-an melakukan penelitian di pabrik
pemintalan kapas di New Lanark, Skolandia, tempat dimana ia bekerja sebagai
manajernya. Dalam penelitiannya, ia menilai bahwa manusia memiliki banyak
persamaan dengan mesin, jika manusia dirawat secara baik dalam artian diberikan
kompensasi, tunjangan serta insentif yang lain secara berkesinambungan, maka
karyawan tersebut produktivitasnya dapat meningkat dan memberikan keuntungan
kepada perusahaan. Atas hasil penelitiannya itulah ia dijuluki sebagai Bapak
Manajemen Personalia.
7
Perkembangan Manajemen Sumber Daya Manusia didorong oleh kemajuan
peradaban, pendidikan, ilmu pengetahuan, dan tuntutan daya saing barang dan jasa
yang [Link] ahli pada abad ke-20 mengembangkan Manajemen Sumber
Daya Manusia menjadi suatu bidang studi yang khusus mempelajari peranan dan
hubungan manusia dalam mencapai tujuan organisasi. Perkembangan Manajemen
Sumber Daya Manusia didorong oleh masalah-masalah ekonomi, politik dan sosial.
Manajemen Sumber Daya Manusia akan terus berkembang sesuai dengan kemajuan
peradaban, teknologi, dan perundang-undangan negara di dunia.
Perkembangan Manajemen Sumber Daya Manusia terbagi dalam beberapa generasi:
1. Generasi Pertama (1800-1940an) : Manajemen Pra Personalia. Manusia
masih dilihat sebagai faktor produksi, sebagai manusia mesin. Owner
Manager pemilik sekaligus pengelola, Pengelolaan Sumber Daya Manusia
masih terpuruk.
2. Generasi kedua (1945-1960an) : Manajemen Personalia. Manusia dianggap
sebagai mesin yang mempunyai perasaan, munculnya serikat pekerja dan
adanya analisis jabatan, serta adanya pengelolaan Sumber Daya Manusia
yang lebih baik.
3. Generasi ketiga (1965-1970an) : HRM atau Manajemen Sumber Daya
Manusia. Manusia sebagai subjek dengan dimulainya pengenalan
manajemen sumber daya [Link] Motivasi dan Perilaku kerja
merupakan isu penting.
4. Generasi keempat (1975-1999) : Strategi Manajemen Sumber Daya
Manusia. Mulai diterapkannya pola strategis dalam mengelola manusia,
perkembangan perusahaan tergantung pada daya saing Sumber Daya
Manusia nya, serta manusia sudah dianggap sebagai aset perusahaan.
5. Generasi kelima (2000 - sekarang) : Brainware Management (Manajemen
Perangkat Otak). Di Indonesia masalah sumber daya manusia baru mulai
8
diperhatikan lebih serius pada tahun 1970-an. Hal ini dibuktikan dengan
munculnya Undang-undang tentang tenaga kerja, peraturan upah minum dan
kesejahteraan pegawai
9
Setiap perusahaan harus memiliki Sumber Daya Manusia yang mampu
membuat keputusan dan kebijaksanaan dan bahkan melakukan operasional
bisnis, sesuai dengan peraturan perundang-undangan dari pemerintah. Untuk
itu diperlukan Sumber Daya Manusia yang memiliki kemampuan
mengarahkan agar perusahaan terhindar dari situasi konflik,
keresahan/kegelisahan, komplen, dan lain-lain khususnya dari para pekerja
dengan atau tanpa keikutsertaan serikat pekerja.
d. Perkembangan pekerjaan dan peranan keluarga
Semakin banyak pasangan suami isteri yang bekerja, sehingga sering terjadi
kesulitan untuk bertanggung jawab secara optimal, karena sebagian
waktunya digunakan untuk melaksanakan tanggung jawabnya di lingkungan
keluarga masing-masing.
e. Kekurangan Tenaga Kerja yang Terampil
Tenaga kerja terampil semakin banyak diperlukan, baik untuk melaksanakan
pekerjaan teknis, maupun untuk pekerjaan manajerial dan pelayanan, yang
tidak mudah mendapatkan yang kompetitif di antara yang tersedia di pasar
tenaga kerja.
2. Tantangan Internal
a. Posisi Organisasi dalam Bisnis yang Kompetitif
Untuk mewujudkan organisasi/perusahaan yang kompetitif, diperlukan
berbagai kegiatan Manajemen Sumber Daya Manusia yang dapat
meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia. Usaha itu dapat
dilakukan dengan mendesain sistem pemberian ganjaran yang mampu
memotivasi berlangsungnya kompetisi prestasi antar para pekerja.
10
b. Fleksibelitas
Organisasi/perusahaan memerlukan pengembangan sistem desentralisasi
yang mengutamakan pelimpahan wewenang dan tanggung jawab secara
berjenjang. Fleksibilitas juga menyangkut penggunaan tenaga kerja,
dengan mengurangi kecenderungan mengangkat pekerja reguler
(pekerja tetap). Pengangkatan sebaiknya lebih difokuskan pada
penggunaan tenaga kerja temporer (tidak tetap).
c. Pengurangan Tenaga Kerja
Manajemen Sumber Daya Manusia suatu perusahaan sering dihadapkan
dengan keharusan mengurangi secara besar-besaran tenaga kerja, karena
berbagai sebab, seperti resessi, berkurangnya aktivitas bisnis, dan lain-
lain, ini harus diatasi dengan cara memperbaiki struktur pekerja itu dari
tingkat bawah, dengan mendesain kembali proses produksi.
d. Tantangan Restrukturisasi
Tantangan restrukturisasi adalah usaha menyesuaikan struktur
organisasi/perusahaan karena dilakukan perluasan atau penambahan dan
sebaliknya juga pengurangan kegiatan bisnisnya.
e. Bisnis Kecil
Bisnis kecil seperti dikemukakan diatas yang terdiri dari banyak anak
perusahaan, yang saling memiliki ketergantungan dalam produk berupa
barang atau jasa yang dihasilkan sebagai perwujudan net work (jaringan
kerja) dalam berbisnis, sebagai perusahaan besar/raksasa yang tersebar
di banyak lokasi.
f. Budaya Organisasi
Budaya perusahaan akan mewarnai dan menghasilkan perilaku atau
kegiatan berbisnis secara operasional, yang tanpa disadari akan menjadi
11
kekuatan yang mampu atau tidak menjamin kelangsung eksistensi
organisasi/perusahaan.
g. Teknologi
Tantangan teknologi tidak sekedar menyangkut pembiayaan (cost),
karena bagi Manajemen Sumber Daya Manusia hubungannya terkait
pada keharusan menyediakan tenaga kerja yang terampil
mempergunakannya, baik dari luar maupun melalui pengembangan
tenaga kerja di dalam organisasi/[Link] giliran berikutnya
tantangan teknologi berhubungan juga dengan pengembangan sikap
dalam menerima perubahan cara bekerja.
h. Serikat Pekerja
Dengan kerjasama, perusahaan/organisasi setidak-tidaknya harus
berusaha agar serikat pekerja tidak menjadi penghambat proses
produksi, dengan tidak menempatkanya sebagai lawan.
12
membantu karyawan untuk dapat lebih meningkatkan kinerja nya dalam mengelola
Sumber Daya Manusia (SDM). Kita harus ingat pada Konsep Manajemen Sumber
Daya Manusia (MSDM) bahwa manusia itu bukan lah mesin atau alat. Sehingga
dalam Manajemen Sumber Daya Manusia ini kita tahu bagaimana cara mengatur
hubungan dan peranan sumber daya yang dimiliki manusia, sehingga bisa mencapai
tujuan yang diinginkan dalam suatu perusahaan dimana ia bekerja.
Semoga untuk kedepannya tidak ada lagi fenomena yang dapat menghambat
tujuan suatu perusahaan yang dikarenakan karena manjemen sumber daya manusia
nya yang tidak dikelola dengan baik.
b. Paradigma Manajemen Sumber Daya Manusia
Secara historis pemikiran mengenai paradigma manajemen sumber daya
manusia berawal sekitar pertengahan abad ke 19 berkembang anggapan bahwa
manusia kerja atau pekerja dianggap sebagai barang [Link] diperlakukan
sebagai salah satu faktor produksi yang dapat diperjualbelikan untuk dijadikan alat
produksi dalam hal ini seperti perdagangan budak yang disahkan pada waktu itu.
Anggapan ini memiliki beberapa kelemahan, antara lain pekerja tidak
mungkin menjual daya atau tenaganya. Bahkan dalam pemanfaatan Sumber Daya
Manusia ini, pekerja harus tunduk kepada beberapa hal yang ada diluar dirinya,
perlakuan yang tidak manusiawi, seperti disiplin dan kekuasaan majikannya,
penggajian, pegawai lain, penggunaan dan pengembangan pegawai, yang diarahkan
untuk tercapainya tujuan organisasi.
Adanya anggapan bahwa sering terjadinya pemborosan dalam pemanfaatan
sumber daya manusia atau [Link] ini berpengaruh terhadap pencapaian
tujuan dari organisasi, dan juga pendapatan pekerja itu [Link] pemborosan,
juga faktor-faktor yang berkaitan dengan kelalaian pekerja, misalnya terjadi
kecelakaan serta biaya pengembangan kemampuan atau kompensasi Sumber Daya
Manusia. Semuanya merupakan biaya yang harus diperhitungkan dalam menghitung
13
biaya produksi. Biaya tersebut sering disebut sebagai biaya sosial yang harus
ditanggung bersama-sama oleh pihak-pihak yang bersangkutan, seperti masyarakat,
pemilik usaha dan pekerja sendiri. Biaya sosial ini kadang-kadang dapat melebihi
biaya produksi.
Paradigma Sumber Daya Manusia kemudian berangsur berubah dengan
munculnya manajemen ilmiah (scientific management) pada akhir abad 19 dan
permulaan abad ke-20, yang didominasi oleh pemikiran Frederick W. Taylor,
dimana proses manajemen lebih mengutamakan pencapaian produktivitas pekerja.
Manajemen mengutamakan pada pengukuran kerja dan kualitas kerja, spesialisasi
dalam tenaga kerja (Specialization of Labor), analisa pekerjaan sampai kepada hal-
hal yang sangat detail dalam pekerjaan.
Pada situasi ini, pimpinan menempatkan pekerja tak ubahnya sebagai mesin,
karena pekerjaan yang bersifat rutin terus menerus, dan pekerjaan rutin pada
prinsipnya dapat dikerjakan oleh mesin. Paradigma Sumber Daya Manusia yang
demikian tidak ubahnya menganggap bahwa pekerja itu sama dengan barang
dagangan dengan eksploitasi berlebihan. Karena Sumber Daya Manusia dianggap
seperti mesin (Man as Machines), maka penggunaan pekerja tersebut diusahakan
sama seperti mesin dengan mengutamakan produktivitasnya tanpa memandang segi-
segi kemanusiaan seperti pikiran, perasaan, motivasi, tata nilai manusia dan lainnya.
Sebagai reaksi terhadap pandangan yang menganggap dan memperlakukan
manusia kerja sebagai mesin dan barang dagangan atau alat yang tidak manusiawi,
maka muncul pandangan yang memiliki kecenderungan lebih manusiawi (Gerakan
Human Relations). Antara lain Teori Y dari McGregor mempunyai relevansi tinggi
dengan pandangan yang berwatak manusiawi. Dalam hal tertentu pandangan ini
memang dapat berhasil yaitu bila kualifikasi pekerjanya sudah cukup tinggi, namun
akan gagal bila manusianya dipandang dan diperlakukan secara manusiawi itu tanpa
kendali sama sekali. Selanjutnya muncul gerakan hubungan manusia (human
14
relations movement) yang dipelopori oleh Elton Mayo, Dickton dan
[Link] ini memandang bahwa dalam manajemen tidak semata-mata
berdasar atas rasa kemanusiaan saja, tetapi secara ilmiah dapat dilakukan observasi
terhadap [Link] itu pekerja mempunyai sistem saraf dan alat perasa lainnya
sebagaimana manusia lainnya, dan juga ingin menempati kedudukan sosial yang
layak dalam [Link] tahapan ini, pandangan terhadap pekerja pada
dasarnya ingin memanusiakan manusia pekerja, dan disarankan suapaya pekerja
diperlakukan yang wajar dan manusiawi, dengan lebih memperhatikan perasaan-
perasaan manusianya.
Sebagai kelanjutan paradigma tentang pekerja yang harus dimanusiakan,
kemudian berkembang paradigma [Link] ini pada prinsipnya ingin
menjembatani perbedaan atau pertentangan antara pemilik usaha dengan
pekerjanya. Disini ditekankan bahwa pemilik usaha tidak mungkin menjalankan
sendiri usahanya tanpa bantuan orang lain atau pekerja, demikian pula sebaliknya
pekerja tidak bisa melakukan kegiatan atau pekerjaan bilamana tidak ada pemilik
usaha. Untuk itu perlu adanya kerjasama yang merupakan suatu sistem yang
bermanfaat untuk terjadinya [Link] partnership ini dikembangkan oleh
Ouchi dengan Teori Z yang saat ini banyak diterapkan pada manajemen Jepang.
Secara mendasar konsep ini ingin menerapkan, bahwa pekerja supaya tidak tunduk
sepenuhnya kepada kekuasaan manajemen yang absolut, akan tetapi memandang
pekerja sebagai bagian yang tidak terpisahkan (integral) dari manajemen itu sendiri
dan menekankan pada peran dan posisi pegawai atau karyawan dalam perusahaan
yang dapat membuat para pekerja menjadi nyaman, betah, senang dan merasa
menjadi bagian penting dalam perusahaan. Dengan demikian maka karyawan akan
bekerja dengan lebih efektif dan efisien dalam melakukan pekerjaannya. Pekerja
mempunyai hak yang sama untuk berperan aktif dalam mencapai tujuan organisasi,
seperti halnya kelompok ahli dan kelompok manajemen lain terlibat dalam
15
pengambilan keputusan dan menentukan kebijaksanaan penting organisasi. Karena
itu konsep partnership ini sering juga dinamakan ko-determinasi (co-
determinas).Maka itulah paradigma sdm dari abad 19 hingga sekarang yang selalu
berubah mengikuti perubahan lingkungan bisnis global agar dapat terus
mempertahankan eksistensi organisasi.
Paradigma lama sumber daya manusia menempatkan karyawan sebagai aset
bagi perusahaan, tetapi dewasa ini telah berkembang adanya paradigma baru bahwa
karyawan merupakan partner bagi [Link] Sumber Daya Manusia
memiliki posisi yang sangat strategis atas keberlangsungan perusahaan. Hal ini
disebabkan materi dasar seperti kinerja, motivasi, kepuasan kerja, dan produktivitas
apabila tidak terpenuhi akan menyebabkan keberlangsungan kehidupan perusahaan
menjadi terganggu. Begitu juga sebaliknya, apabila materi dasar tersebut terpenuhi
maka perusahaan akansemakin maju.
16
3. Fungsi pengarahan (directing)
Merupakan fungsi pemberian dorongan pada para pekerja agar dapat dan
mampu bekerja secara efektif dan efesien sesuai tujuan yang telah
direncanakan.
4. Fungsi pengendalian (controlling)
Merupakan fungsi pengukuran, pengawasan dan pengendalian terhadap
kegiatan–kegiatan yang dilakukan untuk mengetahui sejauh mana
rencana yang telah ditetepkan, khususnya dibidang tenaga kerja, telah
dicapai.
Kemudian Fungsi-fungsi lain Operasional Manajemen Sumber Daya Manusia
a. Pengadaan (Procurement)
b. Pengembangan (Development)
c. Pemeliharaan (Maintenance)
a. Pengadaan Sumber Daya Manusia, dilakukan dengan tujuan untuk
menentukan dan memenuhi kebutuhan akan sumber daya manusia, baik
secara kuantitatif maupun kualitatif. Di dalamnya meliputi :
1. Perencanaan Sumber Daya Manusia yaitu penentuan kebutuhan tenaga
kerja baik secara kuantitatif maupun kualitatif.
2. Penarikan/perekrutan calon tenaga kerja (recruitment) yaitu menarik
sebanyak mungkin calon-calon tenaga kerja yang memenuhi persyaratan
yang dibutuhkan dari sumber-sumber tenaga kerja yang tersedia.
3. Seleksi (selection) yaitu merupakan proses pemilihan tenaga kerja dari
sejumlah calon tenaga kerja yang dikumpulkan melalui proses
recruitment.
4. Penempatan (placement) yaitu penempatan tenaga kerja yang terpilih
pada jabatan yang ditentukan.
17
5. Pembekalan (orientation) yaitu dilakukan untuk memberikan
pemahaman kepada tenaga kerja terpilih tentang deskripsi jabatan,
kondisi kerja, dan peraturan organisasi.
b. Pengembangan (Development), bertujuan untuk meningkatkan dan
mengembangkan kemampuan Sumber Daya Manusia yang telah dimiliki,
sehingga tidak akan tertinggal oleh perkembangan organisasi serta ilmu
pengetahuan dan teknologi. Di dalamnya meliputi :
1. Pelatihan dan Pengembangan (Training and Development).
2. Pengembangan Karir (Career Development).
c. Pemeliharaan (maintenance), bertujuan untuk memelihara keutuhan sumber
daya manusia yang dimiliki. Wujudnya berupa rasa betah dan mempunyai
kemauan untuk bekerja dengan sebaik-baiknya pada organisasi. Di dalamnya
meliputi :
1. Kompensasi Jabatan (job compensation) yaitu usaha pemberian balas
jasa atas prestasi yang telah diberikan oleh tenaga kerja.
2. Integrasi (integration) yaitu menciptakan kondisi integrsi atau persamaan
kepentingan antar tenaga kerja dengan organisasi yang menyangkut
masalah motivasi, kepemimpinan, komunikasi, konflik dan konselling.
3. Hubungan Perburuhan (Labour Relation) yaitu pembahasan masalah
perjanjian kerja perjanjian perburuhan,kesempatan kerja bersama,
sampai penyelasaian perselisihan perburuhan.
4. Pemisahan/Pemutusan Hubungan kerja (Separation) yaitu menyangkut
masalah pemutusan hubungan kerja.
G. Latihan Soal
1. Jelaskan pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia menurut beberapa ahli.
18
2. Jelaskan mengapa pentingnya Manajemen Sumber Daya Manusia dilihat dari
beberapa pendekatan.
3. Jelaskan pendekatan-pendektana yang harus dilakukan pentingnya Manajemen
Sumber Daya Manusia.
4. Uraikan perkembangan Manajemen Sumber Daya Manusia.
5. Jelaskan kenapa pentingnya memahami perkembangan Manajemen Sumber
Daya Manusia dari generasi kegenerasi.
6. Uraikan faktor pendorong tentang perkembangan Manajemen Sumber Daya
Manusia.
7. Uraikan dengan jelas tantangan-tantangan dalam Manajemen Sumber Daya
Manusia.
8. Uraikan fenomena apa sajakah yang dihadapi oleh Manajemen Sumber Daya
Manusia.
9. Jelaskan kenapa paradigma Sumber Daya Manusia berubah dengan munculnya
manajemen ilmiah.
10. Uraikan kegiatan pengelolaan sumber daya manusia didalam suatu organisasi.
11. Jelaskan fungsi-fungsi operasional dalam Menajemen Sumber Daya Manusia.
19
Bab – 2
PENTINGNYA PERENCANAAN
SUMBER DAYA MANUSIA
20
BAB II
A. Pengertian Perencanaan
21
Artinya :
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap
diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan
bertakwa-lah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu
kerjakan.” ([Link]-Hasyr, 18).
Pada ayat diatas Allah memanggil semua orang yang beriman supaya benar-
benar melaksanakan takwa kepada Allah dengan menjalankan semua perintah Nya,
kemudian bersiap-siap membenahi, membekali hari esok maupun maut dan
persiapan di dalam kubur hingga diakhirat kelak, supaya lebih memperbanyak bekal
yang berarti lebih beruntung dan terjamin kebahagiannya. Manusia yang hidup
dimuka bumi ini pasti memiliki masalah yang berbeda-beda dan cara menyelesaikan
masalah yang berbeda.
2. Pengertian Perencanaan Secara Konvensional
Pengertian perencanaan menurut beberapa ahli:
a. Nickles, McHugh and McHugh (1997) Perencanaan atau planning, yaitu
proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi
kecenderungan di masa yang akan datang dan penentuaan starategi dan
taktik yang tepat untuk mewujudkan target dan tujuan organisaisi. Di antara
kecenderungan dunia bisnis sekarang, misalnya,bagaimana merencanakan
bisnis yang ramah lingkungan, bagaimana merancang organisasi bisnis yang
mampu bersaing dalam persaingan global dan lain sebagainya.
b. George R. Terry (1975) Perencanaan adalah pemilihan dan menghubungkan
fakta-fakta, membuat serta menggunakan asumsi-asumsi yang berkaitan
dengan masa datang dengan menggambarkan dan merumuskan kegiatan-
kegiatan tertentu yang diyakini diperlukan untuk mencapai suatu hasil
tertentu.
22
c. Melville Brance, 1980 Perencanaan adalah proses aktifitas berkelanjutan dan
memutuskan apa yang dapat dilakukan dan diinginkan untuk masa depan
serta bagaimana mencapainya.
d. Henry Fayol Perencanaan merupakan pemilihan atau penetapan tujuan-
tujuan organisasi dan penentuan strategi kebijaksanaan proyek, program,
prosedur, metode, sistem anggaran dan standar yang dibutuhkan untuk
mencapai tujuan.
3. Perbandingan Perencanaan Secara Konvensional dan Syariah
a. Secara konvensional perencanaan merupakan kegiatan pemilihan alternatif,
program-program, prosedur guna untuk pencapaian tujuan perusahaan
kedepannya. Secara syariah perencanaan adalah penentuan aktivitas yang
akan dilaksanakan esok hari dengan mempertimbangkan manfaat dimasa
yang akan datang didunia dan akhirat dengan berlandaskan Al-Qur’an dan
hadist.
b. Perencanan secara konvensional lebih mengutamakan tujuan kedepannya
untuk kelangsungan hidup perusahaan. Sedangkan perencanaan secara
syariah lebih mengutamakan manfaat dari apa yang sudah direncanakan dan
yakin bahwa Allah melihat semua yang di lakukan.
c. Perencanaan konvensional disusun dan dilaksanakan tanpa memikirkan
kepentingan umum yang tidak ada kaitannya dengan tujuan perusahaan.
Sedangkan perencanaan syariah mempertimbangkan kesejahteraan umum
disamping mencapai tujuan perusahaan.
23
pada masa yang akan datang. Syarat mutlak suatu perencanaan harus mempunyai
tujuan yang jelas dan mudah dimengerti. Perencanaan harus terukur dan
mempunyai standard tertentu.
Perencanaan digolongkan sebagai fakta yang Objective kebenarannya
bahwa pemikiran yang rasional itu tidak atas khayalan belaka tetapi suatu
perhitungan berdasarkan Al-Qur’an dan hadist. Walau perencanaan mengandung
unsur dugaan / pemikiran namun harus didasarkan pada suatu standard yang
terukur. Perencanaan adalah sebagai tahap persiapan / tindakan pendahuluan untuk
melaksanakan kegiatan dengan memperhatikan penyimpangan yang mungkin
terjadi.
2. Unsur – Unsur Perencanaan Secara Konvensianal
Perencanaan yang baik harus dapat menjawab enam pertanyaan yang disebut
sebagai unsur-unsur perencanaan yaitu :
a. Tindakan apa yang harus dikerjakan ?
b. Apa sebabnya tindakan tersebut harus dilakukan ?
c. Dimana tindakan tersebut dilakukan ?
d. Kapan tindakan tersebut dilakukan ?
e. Siapa yang akan melakukan tindakan tersebut ?
f. Bagaimana cara melaksanakan tindakan tersebut ?
24
hakikatnya adalah juga amal perbuatan SDM organisasi perusahaan yang
bersangkutan.
Dalam konteks di atas, Islam menggariskan hakikat amal perbuatan manusia
harus berorientasi pada pencapaian ridha Allah. Hal ini seperti dinyatakan oleh
Imam Fudhail bin Iyadh, dalam menafsirkan surat Al-Muluk ayat 2 :
Artinya :
“Dia yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kamu siapa yang
paling baik amalnya. Dialah Maha Perkasa dan Maha Pengampun.”
Ayat ini mensyaratkan dipenuhinya dua syarat sekaligus, yaitu niat yang
ikhlas dan cara yang harus sesuai dengan syariat Islam. Bila perbuatan manusia
memenuhi dua syarat itu sekaligus, maka amal itu tergolong baik (ahsanul amal),
yaitu amal terbaik di sisi Allah.
Dengan menyediakan sumber daya insani, merupakan salah satu sarana
untuk memudahkan implementasi Islam dalam kegiatan organisasi tersebut.
Implementasi nilai-nilai Islam berwujud pada difungsikannya Islam sebagai kaidah
berfikir dan kaidah amal (tolak ukur perbuatan) dalam seluruh kegiatan organisasi.
Nilai-nilai Islam inilah sesungguhnya yang menjadi nilai-nilai utama organisasi.
Dalam implementasi selanjutnya.
25
Langkah pertama : Respresentasi dan refleksi dari rencana strategis perusahaan
perencanaan sumber daya manusia sudah semestinya
merupakan r epresentasi dan refleksi dari keseluruhan rencana
strategis perusahaan. Misalnya saja perusahaan dalam 5 tahun
ke depan bermaksud untuk mempertahankan tingkat
keuntungan (profit) pada tingkat 10 persen. Oleh karena itu
bagian personalia harus memastikan bahwa sumber daya
manusia yang direkrutdan dikembangkan mampu menunjang
rencana perusahaan tersebut.
Langkah kedua : Analisa dari kualifikasi tugas yang akan di emban oleh tenaga
kerja.
Langkah ini merupakan upaya pemahaman atas kualifikasi
kerja yang di perlukan untuk pencapaian rencana strategis
perusahaan. Pada tahap ini, ada 3 hal yang biasanya
dilakukan, yaitu analisa kerja atau lebih di kenal dengan
analisis jabatan, deskripsi kerja, dan spesifikasi kerja atau
lebih di kenal dengan spesifikasi jabatan.
Analisis jabatan merupakan persyaratan detail tentang enis
pekerjaan yang di perlukan secara serta kualifikasi tenaga
kerja yang di perlukan untuk mampu
[Link] jabatan meliputi rincian pekerjaan
yang akan menjadi tugas tenaga kerja [Link]
jabatan merupakan rincian karakteristik atau kualifikasi yang
di perlukan bagi tenaga kerja yang di persyaratkan.
Langkah ketiga : Analisa ketersediaan tenaga kerja
Langkah ini merupakan sebuah perkiraan tentang jumlah
tenaga kerja beserta kualifikasinya yang ada dan di perlukan
26
bagi perencanaan perusahaan di masa yang akan datang.
Termasuk di dalam langkah ini adalah berapa jumlah tenaga
kerja yang perlu di promosikan, di transfer dan lain
sebagainya.
Pada langkah ini, berdasarkan evaluasi kegiatan perusahaan
pada periode sebelumnya dan rencana perusahaan untuk
periode berikutnya, maka perusahaan menganalisa apakah
ketersediaan tenaga kerja yang di miliki perusahaan
mencukupi untuk memenuhi tuntutan kebutuhan perusahaan
di masa yang akan datang atau tidak. Dengan kata lain,
analisa ketersediaan tenaga kerja juga perlu di hubungkan
dengan rencana yang ingin di capai oleh perusahaan.
Langkah keempat : Melakukan tindakan inisiatif
Analisa terhadap ketersediaan tenaga kerja yang ada di dalam
perusahaan dan keperluannya bagi masa yang akan datang
membawa kepada tenaga kerja yang ada sudah memadai bagi
operasionalisasi bagi perusahaan yang akan datang.
Langkah kelima : Evaluasi dan modifikasi tindakan
Langkah keempat yang dilakukan tentunya akan senantiasa
berubah dari masa ke masa. Sehingga perlu senantiasa di
lakukan evaluasi terhadapa perencanaan sumber daya manusia
yang disesuaikan dengan perencanaan strategis perusahaan.
Oleh karena itu, apa yang telah di rencanakandalam
manajemen sumber daya manusia juga harus senantiasa di
evaluasi dan di lakukan tindakan korektif sekitarnya atau
terjadi perubahan seiring dengan perkembangan yang terjadi
perusahaan.
27
D. Perencanaan Keuangan
1. Perencanaan Keuangan Syariah
Perencanaan keuangan secara Islam (Syariah) atau Islamic Financial
Planning bersumber pada Al-quran dan Hadist. Karena sifatnya yang universal tidak
hanya bisa diterapkan untuk muslim saja, non muslim yang tertarik dengan konsep
dan produknya pun bisa dapat menerapkannya. Bagi non muslim, tidak
berhubungan dan mengganggu hubungan beribadah kepada tuhannya masing-
masing. Bahkan ada nilai-nilai dasar yang sama dengan agama-agama didunia ini
yaitu nilai yang bersifat keadilan, kejujuran, tolong menolong, tidak berbuat
kezaliman dan kerusakan, kesederhanaan, kepasrahan pada tuhan, dan berbagi
kepada sesama manusia.
Bagi Individu muslim, tujuannya tidak sekedar mengumpulkan aset dan
kekayaan, tidak juga sekedar meraih kebebasan finansial saja, tapi ada yang lebih
dari sekedar itu. Pribadi muslim menginginkan pemaksimalan kepuasan dalam
mengalokasikan kekayaan. Alokasi kekayaan tentunya tidak hanya dihabiskan untuk
kebutuhan hidup saja tapi juga peningkatan amal saleh kepada Allah SWT, yang
berujung kepada segala harta yang dimiliki digunakan sebaik-baiknya untuk
beribadah kepada Allah SWT. Pembeda pada Islamic Financial Planning VS
Financial Planning terletak pada 4 hal yaitu:
a. Cara mengelola Arus Kas
b. Penentuan Prioritas dalam mencapai Tujuan hidup (bukan sekedar tujuan
keuangan)
c. Rencana Pencapaian harus menggunakan produk-produk yang halal baik
secara zat, cara pengelolaan dan cara bertransaksinya. Menggunakan kaidah-
kaidah yang bersumber dari Al-Quran dan Hadis.
d. Distribusi kekayaan (hibah, wasiat, waris)
28
2. Perencanaan Keuangan Secara konvensional
E. Perencanaan Produksi
1. Perencanaan Produksi Secara Syariah
29
tidak membenarkan penuhanan terhadap hasil karya ilmu pengetahuan
dalam arti melepaskan dirinya dari Al-Qur’an dan hadis.
c. Teknik produksi diserahkan kepada keinginan dan kemampuan manusia.
Nabi bersabda: “ kalian lebih mengetahui urusan dunia kalian”.
d. Dalam berinovasi dan bereksperimen, pada prinsipnya agama islam
menyukai kemudahan, menghindari mudharat dan memaksimalkan manfaat.
Tawakal dan sabar adalah konsep penyerahan hasil kepada Allah SWT
sebagai pemilik hak yang menentukan segala sesuatu setela segala usaha
dan persyaratan di penuhi dengan optimal.
Adapun kaidah-kaidah dalam berproduksi antara lain:
a. Memproduksi barang dan jasa yang halal pada setiap tahapan produksi.
b. Mencegah kerusakan dimuka bumi, termasuk membatasi polusi,
memelihara keserasian, dan ketersediaan sumber daya alam.
c. Produksi dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan individu dan
masyarakat serta mencapai kemakmuran. Kebutuhan yang harus
dipenuhi harus berdasarkan prioritas yang ditetapkan agama, yakni
terkait dengan kebutuhan untuk tegaknya akidah atau agama, serta untuk
kemakmuran material.
d. Produksi dalam islam tidak dapat dipisahkan dari tujuan mandiri umat.
e. Meningkatkan sumber daya manusia baik kualitas spiritual maupun
mental dan fisik. Kualitas spiritual terkait dengan kesadaran
rohaniahnya, kualitas mental terkait dengan etos kerja, intelektual,
kreatifitasnya, serta fisik mencangkup kekuatan fisik kesehatan,
efisiensi, dan sebagainya. Menurut Islam, kualitas rohaniah individu
mewarnai kekuatan-kekuatan lainnya,sehingga mebina kekuatan
rohaniah menjadi unsur penting dalam produksi islami.
30
2. Perencanaan Produksi Secara Konvensional
Perencanaan adalah fungsi manajemen yang paling pokok dan sangat luas
meliputi perkiraan dan perhitungan mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan pada
waktu yang akan datang mengikuti suatu urutan tertentu. Perencanaan merupakan
salah satu sarana manajemen untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan karena
itu setiap tingkat manajemen dalam organisasi sangat membutuhkan aktivitas
perencanaan.
Perencanaan produksi (Production Planning) adalah salah satu dari berbagai
macam bentuk perencanaan yaitu suatu kegiatan pendahuluan atas proses produksi
yang akan dilaksanakan dalam usaha mencapai tujuan yang diinginkan perusahaan.
Perencanaan produksi sangat erat kaitannya dengan pengendalian persediaan
sehingga sebagian besar perusahaan manufacture menempatkan fungsi perencanaan
dan pengendalian persediaan dalam satu kesatuan.
Tujuan produksi bagi perusahaan adalah barang dengan spesifikasi tertentu
memenuhi permintaan pelanggan. Pengaruh forecasting pada sistem perencanaan
produksi dapat dikatakan tidak [Link] mencapai tujuan, khususnya dalam
perencanaan produksi dan pengendalian persediaan perusahaan perlu menyediakan
fasilitas komunikasi dan sistem informasi yang mendukung sistem pengolahan data
terdistribusi. Program aplikasi database management system yang terintegrasi
dengan sistem lainnya di lingkungan perusahaan sehingga bagian perencanaan
produksi dan pengendalian persediaan memiliki sarana yang cukup handal yang
dapat memberikan informasi yang dibutuhkan dalam waktu yang relatif singkat.
Bagian perencanaan dengan mudah dapat mengumpulkan informasi yang
diperlukan dalam menyusun perencanaan produksi.
F. Perencanaan Pemasaran
31
1. Konsep dan Filosofi Dasar
Perbedaan yang mendasar antara pemasaran syariah dan pemasaran
konvensional adalah dari filosofi dasar yang melandasinya. Pemasaran
konvensional merupakan pemasaran yang bebas nilai dan tidak mendasarkan
ke-Tuhanan dalam setiap aktivitas pemasarannya. Sedangkan dalam
pemasaran berbasis syari’ah berdasarkan apa yang telah menjadi tuntunan
ummat islam yakni tuntunan yang ada dalam Al-qur’an dan Hadits.
2. Etika Pemasaran
Seorang pemasar syari’ah sangat memegang teguh etika dalam melakukan
pemasaran kepada calon konsumennya. Ia akan sangat menghindari
memberikan janji bohong, ataupun terlalu melebih-lebihkan produk yang
ditawarkan. Seorang pemasar syari’ah akan secara jujur menceritakan
kelebihan dan kekurangan produk yang ditawarkannya. Hal ini merupakan
praktik perniagaan yang pernah dipraktekkan oleh Rasulullah SAW.
3. Pendekatan terhadap Konsumen
Konsumen dalam pemasaran syari’ah diletakkan sebagai mitra sejajar,
dimana baik perusahaan sebagai penjual produk maupun konsumen sebagai
pembeli produk berada pada posisi yang sama. Perusahaan tidak
menganggap konsumen sebagai “sapi perah” untuk membeli produknya,
namun perusahaan akan menjadikan konsumen sebagai mitra dalam
pengembangan perusahaan.
Berbeda dalam pemasaran konvensional, konsumen diletakkan sebagai
obyek untuk mencapai target penjualan semata. Konsumen dapat dirugikan
karena antara janji dan kenyataannya seringkali berbeda. Setelah perusahaan
mendapatkan target penjualan, mereka tidak akan memperdulikan lagi
konsumen yang telah membeli produknya dan tidak akan memikirkan
kekecewaan atas janji produk yang diumbar kepada konsumen.
32
4. Cara pandang terhadap Pesaing
Dalam industri manajemen syari’ah tidak menganggap pesaing sebagai
pihak yang harus dikalahkan atau bahkan dimainkan. Tetapi konsepnya
adalah agar setiap perusahaan mampu memacu dirinya untuk menjadi lebih
baik tanpa harus menjatuhkan pesaingnya. Pesaing merupakan mitra kerja
yang turut serta meyukseskan kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan di
lapangan, dan bukan sebagai lawan yang harus dimatikan.
5. Budaya Kerja dalam Manajemen Syari’ah
Manajemen syariah harus mempunyai budaya kerja yang berbeda dari
manajemen konvensional, sehingga mampu menjadi suatu keunggulan dan
nilai tambah dimata masyarakat. Budaya kerja yang harus dikembangkan
adalah sebagaimana budaya kerja yang diteladani Rasulullah SAW., yaitu
siddiq, amanah, tabligh,dan fathanah.
33
tenaga kerja. Melalui keahliannya, kinerja dan kesejahteraan pekerja
menjadi tanggung jawab ganda antara atasan langsung pekerja dan bagian
sumber daya manusia.
2. Pendekatan Sistem. Manajemen sumber daya manusia merupakan bagian
penting dari suatu sistem yang lebih besar, yaitu organisasi. Manajemen
sumber daya manusia selayaknya dinilai berdasarkan sumbangannya
terhadap produktivitas organisasi.
3. Pendekatan Proaktif. Manajemen sumber daya manusia mampu
meningkatkan sumbangannya melalui antisipasi tantangan sebelum hal itu
muncul. Bila hanya reaktif, justeru akan menumpuk masalah dan akan
kehilangan peluang
Bahwa sebetulnya setiap hari kita dihadapkan pada perubahan, yang tidak
berubah adalah perubahan itu sendiri. Bagi perusahaan, mau tak mau harus
34
mengelola perubahan tersebut agar dapat terus tumbuh dan berkembang. Agar dapat
survive (bertahan), sustainable dan berkembang, perusahaan perlu melakukan
berbagai macam perubahan untuk berdaptasi dengan lingkungan eksternal maupun
mempertimbangkan kondisi internal perusahaan. Perusahaan perlu menghitung
manfaat dan biaya pada setiap jenis perubahan (cost benefit analysis).Agar
perubahan efektif dan produktif membuahkan peningkatan shareholder value, maka
berbagai perubahan perlu dikelola dengan sistematis.
35
berbagai aktivitas. Tujuan perekrutan, adalah: 1) Menyediakan tenaga kerja
yang siap pakai dalam jumlah, jenis dan kualitas serta waktu yang tepat. 2)
Pengisian dan penggantian tenaga kerja di posisi tertentu karena proses
alamiah (penggantian Sumber Daya Manusia pensiun, proses promosi,
penempatan ke posisi lain, pindah ke perusahaan lain, pengisian unit kerja
tertentu). 3)Untuk memenuhi pengembangan perusahaan (corporate action:
merger dan akuisisi, penambahan dan perluasan unit kerja, lokasi geografi,
maupun penambahan anak perusahaan
36
Manfaat Perencanaan Sumber Daya Manusia Sebenarnya tidak banyak hal
dalam manajemen, termasuk manajemen sumber daya manusia, yang dapat
dinyatakan secara aksiomatik Akan tetapi dalam hal perencanaan bukan hanya
karena setiap organisasi pasti menghadapi masa depan yang selalu “diselimuti” oleh
ketidakpastian, akan tetapi juga karena sumber daya yang dimiliki atau mungkin
dimiliki selalu terbatas, pada hal tujuan yang ingin dicapai per definisi selalu tidak
terbatas.
Sumber daya dan sumber daya manusia harus direncanakan dan digunakan
sedemikian rupa sehingga daripadanyadiperoleh manfaat yang semaksimal
mungkin. Terdapat paling sedikit enam manfaat yang dapat dipetik melalui suatu
perencanaan sumber daya manusia secara mantap.
Pertama: Organisasi dapat memanfaatkan sumber daya manusia yang sudah ada
dalam organisasi secara lebih baik. Merupakan hal yang wajar bahwa
apabila seseorang mengambil keputusan tentang masa depan yang
diinginkannya, ia berangkat dari kekuatan dan kemampuan yang sudah
dimilikinya sekarang.
37
f. Minat pekerja yang bersangkutan, terutama yang berkaitan dengan kegiatan
diluar tugas pekerjaannya sekarang
38
teknologi maupun karena perubahan tuntutan para konsumen dalam arti
mutu, kualitas dan bentuk sesuai dengan perkembangan zaman.
3. Bentuk, jenis dan intensitas persaingan antara berbagai perusahaan yang
mungkin saja meningkat dan ada kalanya berkembang tidak sehat terutama
apabila makin banyak perusahaan yang menghasilkan barang atau jasa yang
sejenis.
Dengan demikian jelas terlihat bahwa terdapat kaitan yang sangat erat antara
peningkatan produktivitas dengan pencapaian tujuan dan sasaran organisasi.
1. Tujuan dan sasaran strategi yang ingin di capai dalam suatu kurun
waktu tertentu di masa depan.
2. Tenaga kerja yang sudah berkarya dalam organisai dilihat bukan hanya
dari segi jumlah dan tugasnya sekarang, akan teetapi juga potensi yang
dimilikinya yang perlu dan dapat di kembangkan sehingga mampu
melaksanakan tugas baru nanti.
39
Keempat: Salah satu segi menejemen sumberdaya manusia yang dewasa ini
dirasakan semakin penting iyalah penanganan informasi ktenagakerjaan.
Informasi demikian mencakup banyak hal, seperti:
Kelima: Seperti yang telah dimaklumi salah satu kegiatan pendahuluan dalam
melakukan perencanaan termasuk perencanaan sumberdaya manusia
adalah penelitian. Berdasarkan bahan yang diperoleh dari penelitian yang
dilakukan untuk kepentikan perencanaan sumber daya manusia, akan
timbul pemahaman yang tepat tentang situasi pasar kerja dalam arti:
40
K. Proses Perencanaan Sumber Daya Manusia Atau Manpower Planning
41
L. Menentukan Kebutuhan Sumber Daya Manusia
42
tujuan-tujuan organisasi, inventarisasi pegawai, dan lingkungan organisasi. Selain
itu perkiraan suplai pegawai dan gap yang ada perlu mendapat perhatian.
M. Latihan Soal
1. Uraikan defenisi perencanaan secara konvensional dan perencanaan syariah.
2. Jelaskan perbandingan perencanaan konvensional dan perencanaan syariah.
3. Coba jelaskan unsur-unsur perencanan kovensional dan perencanaan syariah.
4. Coba saudara jelaskan langkah-langkah dalam sebuah perencanaan.
5. Uraikan perencanaan keuangan secara konvensional dan perencanaan keuangan
syariah.
6. Jelaskan perencanaan produksi secara konvensional dan secara syariah.
7. Uraikan perencanaan pemasaran dan langkah-langkah perencanaan pemasaran.
43
8. Coba anda jelaskan seberapa pentingnya perencanaan sumber daya manusia.
9. Uraikan pengertian perencanaan dan jelaskan jenis-jenis perencanaan dumber
daya manusia.
10. Uraikan bagaimana mengukur keberhasilan sebuah perencanaan sumber daya
manusia.
11. Uraikan kenapa pentingnya peningkatan produktivitas kerja seluruh tenaga
kerja dalam sebuah organisasi.
12. Uraikan langkah-langkah yang harus dilakukan dalam proses perencanaan
sumber daya manusia.
13. Coba saudara uraikan langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam analisis
organisasional dan analisis individual sertakan dengan contoh.
44
Bab – 3
SISTEM PERENCANAAN DAN
PENGADAAN SUMBER DAYA
MANUSIA (SDM)
45
BAB III
SISTEM PERENCANAAN DAN PENGADAAN
SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)
46
Dari ke-3 definisi diatas dapat disimpulkan bahwa, Manajemen Sumber
Daya Manusia berkaitan dengan cara pengelolaan sumber daya insani, dalam
organisasi dan lingkungan yang mempengaruhinya, agar mampu memberikan
kontribusi secara optimal bagi pencapaian organisasi.
Perencanaan sumber daya manusia adalah proses analisis dan identifikasi
yang dilakukan organisasi terhadap kebutuhan akan sumber daya manusia, sehingga
organisasi tersebut dapat menentukan langkah yang harus diambil guna mencapai
tujuannya. Selain itu, pentingnya diadakan perencanaan sumber daya manusia ialah
organisasi akan memiliki gambaran yang jelas akan masa depan, serta mampu
mengantisipasi kekurangan kualitas tenaga kerja yang diperlukan.
Beberapa pendapat menegenai definisi Perenanaan Sumber Daya Manusia
antara lain :
a. Andrew E. Sikula (1981;145) mengemukakan bahwa:“Perencanaan
sumber daya manusia atau perencanaan tenaga kerja didefinisikan
sebagai proses menentukan kebutuhan tenaga kerja dan berarti
mempertemukan kebutuhan tersebut agar pelaksanaannya berinteraksi
dengan rencana organisasi”.
b. George Milkovich dan Paul C. Nystrom (Dale Yoder, 1981:173)
mendefinisikan bahwa:“Perencanaan tenaga kerja adalah proses
peramalan, pengembangan, pengimplementasian dan pengontrolan yang
menjamin perusahaan mempunyai kesesuaian jumlah pegawai,
penempatan pegawai secara benar, waktu yang tepat, yang secara
otomatis lebih bermanfaat”.
c. Handoko (1997, p. 53) mengemukakan bahwa: “Perencanaan sumber
daya manusia atau perencanaan tenaga kerja merupakan serangkaian
kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi permintaan-permintaan
bisnis dan lingkungan pada organisasi di waktu yang akan datang dan
47
untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tenaga kerja yang ditimbulkan
oleh kondisi-kondisi tersebut”.
d. Mangkunegara ( 2003, p. 6) mengemukakan bahwa: “Perencanaan
tenaga kerja dapat diartikan sebagai suatu proses menentukan kebutuhan
akan tenaga kerja berdasarkan peramalan pengembangan,
pengimplementasian, dan pengendalian kebutuhan tersebut yang
berintegrasi dengan perencanaan organisasi agar tercipta jumlah
pegawai, penempatan pegawai yang tepat dan bermanfaat secara
ekonomis”.
48
Aktivitas Sumber Daya Manusia menggunakan input berupa uang, waktu,
material dan keterlibatan karyawan. Penggunaan input tersebut untuk
menciptakan pengalaman bagi karyawan atau untuk melakukan perubahan
terhadap hubungan dengan organisas. Aktivitas kompensasi menggunakan
uang dan manajemen waktu untuk melakukan perubahan antara perilaku
karyawan dengan balas jasanya. Aktivitas pelatihan dengan menggunakan
uang, waktu pelatihan, dan bahan-bahan pelatihan untuk menciptakan
pengalaman dalam meningkatkan keahlian, kemampuan, dan motivasi
peserta.
c. Mengantisipasi dan menghadapi perubahan-perubahan tuntutan
kerja/perubahan-perubahan sumber daya manusia yang tersedia.
Perencanaan Sumber Daya Manusia dapat meningkatkan proses perencanaan
bisnis secara keseluruhan.
d. Memenuhi kriteria sumber daya manusia di masa datang yang berasal dari
sumber internal. Perencanaan Sumber Daya Manusia dapat menjadi suatu
bentuk perhatian yang besar dari manajemen Sumber Daya Manusia
terhadap berbagai tingkatan manajerial dalam organisasi.
e. Memastikan bahwa kesempatan yang sama dalam hal promosi dan
pengembangan akan berlaku bagi semua karyawan. Perencanaan Sumber
Daya Manusia dapat menjadi dasar bagi pengembangan kemampuan
karyawan yang dirancang untuk mencapai pemanfaatan karyawan secara
optimum dalam organisasi melalui pemberian kesempatan yang lebih luas
bagi wanita dan golongan minoritas dalam perkembangan organisasi di masa
depan, dan mengidentifikasi kebutuhan terhadap program pelatihan dan
pengembangan secara khusus dalam rangka meningkatkan keahlian dimasa
depan
49
f. Mengontrol biaya Sumber Daya Manusia dan mengantisipasi secara efektif
bila terdapat biaya karyawan yang baru muncul. Pengurangan biaya
kepegawaian disebabkan karena kemampuan manajemen untuk
mengantisipasi kekurangan dan atau kelebihan karyawan dan mengoreksi
ketidakseimbangan sebelum menjadi tak terkendali dan mengeluarkan biaya
yang cukup besar.
g. Mengintegrasikan seluruh aktivitas manajemen Sumber Daya Manusia.
Berbagai perbedaan dalam aktivitas Sumber Daya Manusia harus dapat
diintegrasikan untuk mempertinggi nilai Sumber Daya Manusia.
2. Bagi kepentingan pribadi karyawan, perencaaan sumber daya manusia adalah
alat untuk menyusun rencana pengembangan karir pribadi yaitu:
a. Mengetahui mengenai kemampuan pengembangan jenjang karirnya.
b. Mengetahui mengenai kemampuan apa yang harus dimilikinya untuk
menduduki jabatan tertentu.
c. Mengetahui mengenai waktu terbaik untuk mencapai jenjang karir tersebut.
3. Bagi kepentingan negara perencanaan Sumber Daya Manusia memiliki tujuan
sebagai berikut:
a. Penentuan struktur serikat pekerja yang ekonomis.
b. Inventarisasi klasifikasi jabatan.
c. Penetapan tingkat kepandaian dan keahlian karyawan asing dalam rangka
alih teknologi program-program penampungan dan pelatihan kerja bagi para
penganggur.
50
a. Organisasi dapat memanfaatkan sumber daya manusia yang sudah ada dalam
organisasi secara lebih baik.
b. Melalui perencanaan sumber daya manusia yang matang, produktivitas kerja
dari tenaga kerja yang sudah ada dapat ditingkatkan. Hal ini dapat terwujud
melalui adanya penyesuaian-penyesuaian tertentu, seperti peningkatan
disiplin kerja dan peningkatan keterampilan sehingga setiap orang
menghasilkan sesuatu yang berkaitan langsung dengan kepentingan
organisasi.
c. Organisasi memperoleh tenaga kerja-tenaga kerja yang benar-benar sesuai
dengan kebutuhan.
d. Salah satu segi manajemen sumber daya manusia yang saat ini dirasakan
semakin penting adalah penanganan informasi ketenagakerjaan. Informasi
komprehensif demikian diperlukan tidak hanya oleh satuan kerja yang
mengelola sumber daya manusia dalam organisasi, akan tetapi juga oleh
setiap satuan kerja. Pemilikan informasi seperti itu akan sangat membantu
satuan-satuan kerja dalam memberikan pelayanan kepada para anggotanya,
misalnya dalam merencanakan karir masing-masing. Bagi berbagai satuan
kerja informasi tersebut dapat membantu dalam menyusun rencana
ketenagakerjaan bagi satuan kerja yang bersangkutan di masa depan. Juga
sangat bermanfaat bagi organisasi sebagai keseluruhan dalam usaha
memanfaatkan secara maksimal tenaga kerja yang sudah ada dan menyusun
rencana ketenagakerjaan secara tepat.
e. Memberikan pemahaman yang tepat tentang situasi pasar kerja.
f. Rencana sumber daya manusia merupakan dasar bagi penyusunan program
kerja bagi satuan kerja yang menangani sumber daya manusia dalam
organisasi. Salah satu aspek program kerja tersebut adalah pengadaan tenaga
51
kerja baru guna memperkuat tenaga kerja yang sudah ada demi peningkatan
kemampuan organisasi mencapai tujuan dan berbagai sasarannya.
52
2. Kondisi sosial-politik-hukum mempunyai implikasi pada perencanaan
sumber daya manusia melalui berbagai peraturan di bidang personalia,
perubahan sikap dan tingkah laku, dan sebagainya.
3. Sedangkan perubahan-perubahan teknologi sekarang ini tidak hanya sulit
diramal tetapi juga sulit dinilai. Perkembangan komputer secara dasyat
merupakan contoh jelas bagaimana perubahan teknologi menimbulkan
gejolak sumber daya manusia.
4. Para pesaing merupakan suatu tantangan eksternal lainnya yang akan
mempengaruhi permintaan sumber daya manusia organisasi. Sebagai contoh,
“pembajakan” manajer akan memaksa perusahaan untuk selalu menyiapkan
penggantinya melalui antisipasi dalam perencanaan sumber
daya manusia.
b. Keputusan-keputusan Organisasional
Berbagai keputusan pokok organisasional mempengaruhi permintaan sumber
daya manusia.
1. Rencana stratejik perusahaan adalah keputusan yang paling berpengaruh. Ini
mengikat perusahaan dalam jangka panjang untuk mencapai sasaran-sasaran
seperti tingkat pertumbuhan, produk baru, atau segmen pasar baru. Sasaran-
sasaran tersebut menentukan jumlah dan kualitas karyawan yang dibutuhkan
di waktu yang akan datang.
2. Dalam jangka pendek, para perencana menterjemahkan rencana-rencana
stratejik menjadi operasional dalam bentuk anggaran. Besarnya anggaran
adalah pengaruh jangka pendek yang paling berarti pada kebutuhan sumber
daya manusia.
3. Forecast penjualan dan produksi meskipun tidak setepat anggaran juga
menyebabkan perubahan kebutuhan personalia jangka pendek.
4. Perluasan usaha berarti kebutuhan sumber daya manusia baru.
53
5. Begitu juga, reorganisasi atau perancangan kembali pekerjaan-pekerjaan
dapat secara radikal merubah kebutuhan dan memerlukan berbagai tingkat
ketrampilan yang berbeda dari para karyawan di masa mendatang.
c. Faktor-faktor Persediaan Karyawan
Permintaan sumber daya manusia dimodifakasi oleh kegiatan-kegiatan
karyawan. Pensiun, permohonan berhenti, terminasi, dan kematian semuanya
menaikkan kebutuhan personalia. Data masa lalu tentang faktor-faktor tersebut dan
trend perkembangannya bisa berfungsi sebagai pedoman perencanaan yang akurat.
54
persiapan anggaran dan proses persetujuan merupakan saran melalui mana
lingkup dari pada administrasi publik perhubungan dengan lonteks politik
lebih luas.
c. Perencanaan sumber daya manusia merupakan aspek manajemen
kepegawaian pemerintah yang menjabati antara lingkungan politik luar dan
aktivitas-aktivitas inti seperti analisis pekerjaan, uraian pekerjaan, evaluasi
pekerjaan, dan imbalan/kompensasi.
d. Dari semuanya itu, kata Klingner & Nalbandian, perencanaan sumber daya
manusia yang diusulkan oleh para manajer instansi dipengaruhi oleh realitas
politik pada prioritas-prioritas yang ditetapkan oleh lembaga legislatif, dan
perkiraan-perkiraan sumber pendapatan.
55
informasi mengenai dana yang dibutuhkan untuk aktivitas tersebut atau untuk
mencapai tujuan tersebut.
Menurut Mulyadi (2001, p.488), anggaran merupakan suatu rencana kerja
yang dinyatakan secara kuantitatif yang diukur dalam satuan moneter standar dan
satuan ukuran yang lain yang mencakup jangka waktu satu tahun.
Menurut Supriyono (1990, p.15), penganggaran merupakan perencanaan
keuangan perusahaan yang dipakai sebagai dasar pengendalian (pengawasan)
keuangan perusahaan untuk periode yang akan datang.
Anggaran merupakan suatu rencana jangka pendek yang disusun
berdasarkan rencana kegiatan jangka panjang yang telah ditetapkan dalam proses
penyusunan program. Dimana anggaran disusun oleh manajemen untuk jangka
waktu satu tahun, yang nantinya akan membawa perusahaan kepada kondisi tertentu
yang diinginkan dengan sumber daya yang ditentukan.
2. Fungsi Anggaran
Peranan anggaran pada suatu perusahaan merupakan alat untuk membantu
manajemen dalam pelaksanaan, fungsi perencanaan, koordinasi, pengawasan dan
juga sebagai pedoman kerja dalam menjalankan perusahaan untuk tujuan yang telah
ditetapkan.
a. Fungsi Perencanaan
Perencanaan merupakan salah satu fungsi manajemen dan fungsi ini
merupakan salah satu fungsi manajemen dan fungsi ini merupakan dasar
pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen [Link] memberikan
pengertian mengenai perencanaan sebagai berikut: "Perencanaan meliputi
tindakan memilih dan menghubungkan fakta-fakta dan membuat serta
menggunakan asumsi-asumsi mengenai masa yang akan datang dalam hal
memvisualisasi serta merumuskan aktifitas-aktifitas yang diusulkan yang
56
dianggap perlu untuk mencapai basil yang diinginkan". Dari kutipan di atas
disimpulkan bahwa sebelum perusahaan melakukan operasinya, pimpinan
dari perusahaan tersebut harus lebih dahulu merumuskan kegiatan-kegiatan
apa yang akan dilaksanakan di masa datang dan hasil yang akan dicapai dari
kegiatan-kegiatan tersebut, serta bagaimana melaksanakannya. Dengan
adanya rencana tersebut, maka aktifitas akan dapat terlaksana dengan baik.
b. Fungsi Pengawasan
Anggaran merupakan salah satu cara mengadakan pengawasan dalam
perusahaan. Pengawasan itu merupakan usaha-usaha yang ditempuh agar
rencana yang telah disusun sebelurnnya dapat dicapai. Dengan demikian
pengawasan adalah mengevaluasi prestasi kerja dan tindakan perbaikan
apabila perlu. Aspek pengawasan yaitu dengan membandingkan antara
prestasi dengan yang dianggarkan, apakah dapat ditemukan efisiensi atau
apakah para manajer pelaksana telah bekerja dengan baik dalam mengelola
perusahaan. Tujuan pengawasan itu bukanlah mencari kesalahan akan tetapi
mencegah dan nemperbaiki kesalahan. Sering terjadi fungsi pengawasan itu
disalah artikan yaitu mencari kesalahan orang lain atau sebagai alat
menjatuhkan hukuman atas suatu kesalahan yang dibuat pada hal tujuan
pengawasan itu untuk menjamin tercapainya tujuan-tujuan dan rencana
perusahaan.
c. Fungsi Koordinasi
Fungsi koordinasi menuntut adanya keselarasan tindakan bekerja dari setiap
individu atau bagian dalam perusahaan untuk mencapai tujuan. Dengan
demikian dapat dikatakan bahwa untuk menciptakan adanya koordinasi
diperlukan perencanaan yang baik, yang dapat menunjukkan keselarasan
rencana antara satu bagian dengan bagian lainnya. Anggaran yang berfungsi
sebagai perencanaan harus dapat menyesuaikan rencana yang dibuat untuk
57
berbagai bagian dalam perusahaan, sehingga rencana kegiatan yang satu
akan selaras dengan lainnya. Untuk itu anggaran dapat dipakai sebagai alat
koordinasi untuk seluruh bagian yang ada dalam perusahaan, karena semua
kegiatan yang saling berkaitan antara satu bagian dengan bagian lainnya
sudah diatur dengan baik.
d. Anggaran Sebagai Pedoman Kerja
Anggaran merupakan suatu rencana kerja yang disusun sistematis dan
dinyatakan dalam unit moneter. Lazimnya penyusunan anggaran
berdasarkan pengalaman masa lalu dan taksir-taksiran pada masa yang akan
datang, maka ini dapat menjadi pedoman kerja bagi setiap bagian dalam
perusahaan untuk menjalankan kegiatannya. Tujuan yang paling utama dari
anggaran adalah untuk pengawasan luar, yaitu untuk membatasi sumber-
sumber daya keseluruhan yang tersedia untuk suatu instansi dan untuk
mencegah pengeluaran-pengeluaran bagi hal-hal atau aktivitas-aktivitas yang
tidak dibenarkan oleh undang-undang.
3. Manfaat Anggaran
Menurut Marconi dan Siegel (1983) dalam Hehanusa (2003, p.406-407)
manfaat anggaran adalah :
1. Anggaran merupakan hasil dari proses perencanaan, berarti anggaran
mewakili kesepakatan negosiasi di antara partisipan yang dominan dalam
suatu organisasi mengenai tujuan kegiatan di masa yang akan datang.
2. Anggaran merupakan gambaran tentang prioritas alokasi sumber daya yang
dimiliki karena dapat bertindak sebagai blue print aktivitas perusahaan.
3. Anggaran merupakan alat komunikasi internal yang menghubungkan
departemen (divisi) yang satu dengan departemen (divisi) lainnya dalam
organisasi maupun dengan manajemen puncak.
58
4. Anggaran menyediakan informasi tentang hasil kegiatan yang sesungguhnya
dibandingkan dengan standar yang telah ditetapkan.
5. Anggaran sebagai alat pengendalian yang mengarah manajemen untuk
menentukan bagian organisasi yang kuat dan lemah, hal ini akan dapat
mengarahkan manajemen untuk menentukan tindakan koreksi yang harus
diambil.
6. Anggaran mempengaruhi dan memotivasi manajer dan karyawan untuk
bekerja dengan konsisten, efektif dan efisien dalam kondisi kesesuaian
tujuan antara tujuan perusahaan dengan tujuan karyawan.
4. Manajemen Keuangan
a. Pengertian Manajemen Keuangan
Manajemen keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran,
pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang
dimiliki oleh suatu organisasi atau perusahaan.
Seorang manajer keuangan dalam suatu perusahaan harus mengetahui
bagaimana mengelola segala unsur dan segi keuangan, hal ini wajib dilakukan
karena keuangan merupakan salah satu fungsi penting dalam mencapai tujuan
perusahaan.
1. Aktivitas Manajemen Keuangan
Manajemen keuangan berhubungan dengan 3 aktivitas, yaitu :
a. Aktivitas penggunaan dana, yaitu aktivitas untuk menginvestasikan dana
pada berbagai aktiva.
b. Aktivitas perolehan dana, yaitu aktivitas untuk mendapatkan sumber
dana, baik dari sumber dana internal maupun sumber dana eksternal
perusahaan.
59
c. Aktivitas pengelolaan aktiva, yaitu setelah dana diperoleh dan
dialokasikan dalam bentuk aktiva, dana harus dikelola seefisien
mungkin.
2. Fungsi Manajemen Keuangan
Berikut ini adalah penjelasan singkat dari fungsi Manajemen Keuangan :
a. Perencanaan Keuangan, membuat rencana pemasukan dan pengeluaraan
serta kegiatan-kegiatan lainnya untuk periode tertentu.
b. Penganggaran Keuangan, tindak lanjut dari perencanaan keuangan
dengan membuat detail pengeluaran dan pemasukan.
c. Pengelolaan Keuangan, menggunakan dana perusahaan untuk
memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara.
d. Pencarian Keuangan, mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang
ada untuk operasional kegiatan perusahaan.
e. Penyimpanan Keuangan, mengumpulkan dana perusahaan serta
menyimpan dan mengamankan dana tersebut.
f. Pengendalian Keuangan, melakukan evaluasi serta perbaikan atas
keuangan dan sistem keuangan pada perusahaan.
g. Pemeriksaan Keuangan, melakukan audit internal atas keuangan
perusahaan yang ada agar tidak terjadi penyimpangan.
h. Pelaporan Keuangan, penyediaan informasi tentang kondisi keuangan
perusahaan sekaligus sebagai bahan evaluasi.
60
2. Collective opinion, teknik ini meliputi pengumpulan informasi dari berbagai
sumber didalam dan diluar organisasi dan kemudian mencapai kesepakatan
kelompok mengenai penafsiran data tersebut.
3. Categorical and Cluster forecasting, teknik kategori ini memperkirakan
kebutuhan lebih lanjut untuk berbagai kelompok kedudukan dan teknik
kluster ini memperkirakan kelompok-kelompok bersama kedudukan tersebut
dengan syarat dan tuntutan akan ketrampilan umum. Ini sering dipakai
dalam organisasi yang besar.
4. Modeling, metode ini menggunakan matematis dan komputer dimana para
manager harus menggunakan teknik-teknik model untuk memperkirakan
permintaan dan penawaran sumber daya manusia. Asumsi ini didasarkan
pada keadaan ekonomi, perkembagan teknologi, sistem pendidikan,
persaingan para majikan, sifat dasar pasar tenaga kerja, sistem kompensasi,
jumlah lowongan dan praktek rekruitmen.
61
pendapat Sedarmayanti (2009:9) yang menyatakan bahwa “Pengadaan adalah
proses penarikan, seleksi, penempatan, orientasi, dan induksi untuk mendapatkan
pegawai yang sesuai dengan kebutuhan organisasi”.
H. Latihan Soal
1. Uraikan pengertian sumber daya manusia dari beberapa pendapat.
2. Coba anda jelaskan seberapa pentingnya tujuan manajemen sumber daya
manusia.
3. Jelaskan manfaat perencanaan sumber daya manusia untuk kelangsungan
sebuah organisasi.
4. Uraikan faktor-faktor yang mempengaruhi perencanaan sumber daya manusia.
5. Coba saudara jelaskan hubungan penrencanaan dengan penarikan dan seleksi
tenaga kerja.
62
Bab – 4
ASPEK-ASPEK YANG BERKAITAN DENGAN FUNGSI
PERENCANAAN DAN PENGADAAN SUMBER DAYA
MANUSIA
63
BAB IV
64
tepat untuk menduduki berbagai posisi, jabatan, dan pekerjaan yang tepat
pada waktu yang tepat. Semua itu dalam rangka mencapai tujuan dan
berbagai sasaran yang telah dan akan [Link] pendapat di
atas bahwa perencanaan sumber daya manusia merupakan proses yang
dilakukan untuk mengatisipasi permintaan dan penawaran tenaga kerja yang
akan datang guna memenuhi kebutuhan perusahaan mengenai tenaga kerja
dalam rangka mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan.
65
karyawan dengan balas jasanya. Aktivitas pelatihan dengan menggunakan
uang, waktu pelatihan, dan bahan-bahan pelatihan untuk menciptakan
pengalaman dalam meningkatkan keahlian, kemampuan, dan motivasi
peserta.
c. Mengantisipasi dan menghadapi perubahan-perubahan tuntutan
kerja/perubahan-perubahan sumber daya manusia yang tersedia.
Perencanaan Sumber Daya Manusia dapat meningkatkan proses perencanaan
bisnis secara keseluruhan.
d. Memenuhi kriteria sumber daya manusia di masa datang yang berasal dari
sumber internal. Perencanaan Sumber Daya Manusia dapat menjadi suatu
bentuk perhatian yang besar dari manajemen Sumber Daya Manusia
terhadap berbagai tingkatan manajerial dalam organisasi. Sumber Daya
Manusia
e. Memastikan bahwa kesempatan yang sama dalam hal promosi dan
pengembangan akan berlaku bagi semua karyawan. Perencanaan SDM dapat
menjadi dasar bagi pengembangan kemampuan karyawan yang dirancang
untuk mencapai pemanfaatan karyawan secara optimum dalam organisasi
melalui pemberian kesempatan yang lebih luas bagi wanita dan golongan
minoritas dalam perkembangan organisasi di masa depan, dan
mengidentifikasi kebutuhan terhadap program pelatihan dan pengembangan
secara khusus dalam rangka meningkatkan keahlian di masa depan.
f. Mengontrol biaya Sumber Daya Manusia dan mengantisipasi secara efektif
bila terdapat biaya karyawan yang baru muncul. Pengurangan biaya
kepegawaian disebabkan karena kemampuan manajemen untuk
mengantisipasi kekurangan dan atau kelebihan karyawan dan mengoreksi
ketidakseimbangan sebelum menjadi tak terkendali dan mengeluarkan biaya
yang cukup besar.
66
g. Mengintegrasikan seluruh aktivitas manajemen Sumber Daya Manusia.
Berbagai perbedaan dalam aktivitas Sumber Daya Manusia harus dapat
diintegrasikan untuk mempertinggi nilai Sumber Daya Manusia.
2. Bagi kepentingan pribadi karyawan, perencaaan sumber daya manusia adalah
alat untuk menyusun rencana pengembangan karir pribadi yaitu:
a. Mengetahui mengenai kemampuan pengembangan jenjang karirnya
b. Mengetahui mengenai kemampuan apa yang harus dimilikinya untuk
c. menduduki jabatan tertentu.
d. Mengetahui mengenai waktu terbaik untuk mencapai jenjang karir
tersebut.
1. Bagi kepentingan negara perencanaan Sumber Daya Manusia memiliki
tujuan sebagai berikut:
a. Penentuan struktur serikat pekerja yang ekonomis.
b. Inventarisasi klasifikasi jabatan.
c. Penetapan tingkat kepandaian dan keahlian karyawan asing dalam
rangka alih teknologi program-program penampungan dan pelatihan
kerja bagi para penganggur.
d. Manfaat Perencanaan Sumber Daya Manusia
1. Organisasi dapat memanfaatkan sumber daya manusia yang sudah ada dalam
organisasi secara lebih baik.
2. Melalui perencanaan sumber daya manusia yang matang, produktivitas kerja
dari tenaga kerja yang sudah ada dapat ditingkatkan. Hal ini dapat terwujud
melalui adanya penyesuaian-penyesuaian tertentu, seperti peningkatan
disiplin kerja dan peningkatan keterampilan sehingga setiap orang
67
menghasilkan sesuatu yang berkaitan langsung dengan kepentingan
organisasi.
3. Organisasi memperoleh tenaga kerja-tenaga kerja yang benar-benar sesuai
dengan kebutuhan.
4. Salah satu segi manajemen sumber daya manusia yang saat ini dirasakan
semakin penting adalah penanganan informasi ketenagakerjaan. Informasi
komprehensif demikian diperlukan tidak hanya oleh satuan kerja yang
mengelola sumber daya manusia dalam organisasi, akan tetapi juga oleh
setiap satuan kerja. Pemilikan informasi seperti itu akan sangat membantu
satuan-satuan kerja dalam memberikan pelayanan kepada para anggotanya,
misalnya dalam merencanakan karir masing-masing. Bagi berbagai satuan
kerja informasi tersebut dapat membantu dalam menyusun rencana
ketenagakerjaan bagi satuan kerja yang bersangkutan dimasa depan. Juga
sangat bermanfaat bagi organisasi sebagai keseluruhan dalam usaha
memanfaatkan secara maksimal tenaga kerja yang sudah ada dan menyusun
rencana ketenagakerjaan secara tepat.
5. Memberikan pemahaman yang tepat tentang situasi pasar kerja.
6. Rencana sumber daya manusia merupakan dasar bagi penyusunan program
kerja bagi satuan kerja yang menangani sumber daya manusia dalam
organisasi. Salah satu aspek program kerja tersebut adalah pengadaan tenaga
kerja baru guna memperkuat tenaga kerja yang sudah ada demi peningkatan
kemampuan organisasi mencapai tujuan dan berbagai sasarannya.
68
Sedangkan menurut Hasibuan (2007:40) “Penarikan adalah usaha untuk mencari
dan mempengaruhi tenaga kerja, agar mau melamar lowongan pekerjaan yang ada
dalam suatu perusahaan”.
69
yang tersedia lebih kecil, maka yang dibutuhkan adalah rekrutmen. Sebelum
memutuskan untuk melakukan rekrutmen, organisasi perlu mempertimbangkan
sejumlah alternatif, misalnya meminta karyawan yang ada untuk bekerja lebih lama
dari waktu kerja normal (lembur).
Ada dua sumber dalam penarikan pegawai, yaitu sumber dari dalam
perusahaan yang diupayakan melalui mutasi pegawai yang mencakup promosi
jabatan, transfer dan demosi jabatan. Kedua, sumber dari luar perusahaan yang
diupayakan melalui iklan media massa, lembaga pendidikan dan depnaker.
70
Upaya penarikan pegawai dapat dilakukan melalui proses memutasikan
pegawai berdasarkan hasil evaluasi terhadap penilaian prestasi kerja dan kondite
pegawai yang ada di perusahaan. Ada tiga bentuk mutasi pegawai, yaitu:
Dalam hal ini perusahaan dapat memanfaatkan media massa sebagai sumber
penawaran formasi kerja kepada masyarakat luas. Dengan menggunakan media
massa tersebut dimungkinkan banyak lamaran kerja yang masuk ke perusahaan.
Dengan demikan, memungkinkan perusahaan dapat menyeleksi calon pegawai yang
betul-betul memenuhi persyaratan kualifikasi sesuai yang dibutuhkan untuk mengisi
formasi yang ada di perusahaan.
2. Lembaga Pendidikan
71
pendidikan pada umumnya merupakan calon pegawai yang mempunyai prestasi
akademik yang tinggi dan mempunyai kepribadian yang dinilai baik selama mereka
menempuh pendidikan di lembaga pendidikan tersebut.
3. Depnaker
72
identifikasi dan pemilihan orang-orang dari sekelompok pelamar yang paling cocok
atau yang paling memenuhi syarat untuk menduduki suatu jabatan atau posisi
tertentu” Sedangkan definisi lain mengenai seleksi menurut Hasibuan (2007:40)
adalah “Suatu kegiatan pemilihan dan penentuan pelamar yang diterima atau ditolak
untuk menjadi karyawan perusahaan itu. Seleksi ini didasarkan kepada spesifikasi
tertentu dari setiap perusahaan bersangkutan”.
73
2. Proses Seleksi Tenaga Kerja
Di dalam proses seleksi dikenal dua sistem, yaitu sistem gugur (successive
hurdles) dan sistem kompensatori (compensatory approach). Pada sistem yang
pertama, seorang peserta mengikuti tahap seleksi satu demi satu secara bertahap.
Jika tidak lulus pada satu tahap, maka peserta dinyatakan gugur dan tidak dapat
mengikuti tahap seleksi berikutnya. Pada sistem kompensatori, peserta mengikuti
seluruh tahap seleksi atau seluruh tes yang diberikan. Kelulusan peserta ditentukan
dengan mengevaluasi nilai atau hasil dari seluruh tahap atau tes itu. Nilai tinggi
pada satu tahap atau tes dapat mengkompensasi nilai rendah pada tahap atau tes
yang lain.
Proses Seleksi Karakteristik tes dalam seleksi sebuah tes atau instrument seleksi
yang baik menurut Sofyandi (2008:106) harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut,
yaitu:
1. Standarisasi, sebuah tes yang baik harus memiliki keseragaman prosedur dan
kondisi bagi semua peserta.
2. Objektivitas, untuk setiap jawaban yang sama harus diberikan hasil/nilai
yang sama. Hasil/nilai tes tidak boleh didasarkan pada atas subjektivitas
terhadap aspek-aspek tertentu dari peserta tes.
3. Norma, setiap tes harus memiliki norma, kerangka acuan untuk
membandingkan prestasi pelamar. Tanpa norma, hasil seorang peserta tidak
dapat diklasifikasikan: apakah nilainya baik atau buruk, apakah ia lulus atau
tidak, apakah nilainya lebih baik atau lebih buruk dibandingkan peserta lain.
4. Reliabilitas, berarti bahwa sebuah alat seleksi (biasanya sebuah tes)
memberikan hasil yang konsisten setiap kali seseorang menempuh tes ini.
74
5. Validitas, berarti bahwa alat seleksi (biasanya sebuah tes) berhubungan
secara signifikan dengan prestasi kerja atau dengan criteria lain yang
relevan. Dengan kata lain, sebuah tes dikatakan valid jika ia benar-benar
mengukur apa yang ingin diukur.
b. Tes psikologis
Tes psikologi ini diberikan oleh ahli psikologi (psikolog). Tes psikologis
mengungkap kemampuan potensial dan kemampuan nyata calon pegawai. Di
samping itu pula dapat diungkap minat, bakat, motivasi, emosi, kepribadian, dan
kemampuan khusus lainnya yang ada pada calon pegawai. Beberapa tes psikologis
yang diberikan untuk seleksi pegawai antara lain tes bakat, tes kecenderungan untuk
berprestasi, tes minat bidang pekerjaan, tes kepribadian.
3. Wawancara
Wawancara adalah pertemuan antara dua orang atau lebih secara berhadapan
(face to face) dalam rangka mencapai suatu tujuan tertentu (ibid, 2009:37).
Wawancara seleksi merupakan salah satu teknik seleksi pegawai yang dilakukan
dengan cara tanya jawab langsung untuk mengetahui data pribadi calon pegawai.
75
Tujuan wawancara seleksi adalah untuk mengetahui apakah calon pegawai
memenuhi persyaratan kualifikasi yang telah ditentukan perusahaan.
5. Prestasi Akademis
6. Pengalaman
76
7. Kesehatan fisik dan mental
8. Status perkawinan
Tenaga kerja wanita yang memiliki suami atau anak perlu dipertimbangkan
penempatannya. Sebaliknya, tenaga kerja yang bersangkutan tidak ditempatkan
pada perusahaan yang jauh dari tempat tinggalnya, baik kantor cabang maupun
kantor pusat.
77
9. Usia
Dalam menempatkan tenaga kerja, faktor usia tenaga kerja yang lulus seleksi
perlu dipertimbangkan seperlunya. Hal ini untuk menghidarkan renadahnya
produktifitas yang dihasilkan oleh tenaga kerja bersangkutan. Tenaga kerja yang
umurnya sudah agak tua, sebaiknya ditempatkan pada pekerjaan yang tidak
membutuhkan tenaga fisik dan tanggung jawab yang berat, cukup diberikan
pekerjaan yang seimbang dengan kondisi fisiknya. Sebaliknya tenaga kerja yang
masih mudah dan energik, sebaliknya diberikan pekerjaan yang agak berat
dibandingkan dengan tenaga tua.
78
menunjang tercapainya [Link] tenaga kerja merupakan langkah pertama
dan yang mencerminkan berhasil tidaknya suatu perusahaan mencapai tujuannya.
Hasibuan (2007:27) mengatakan bahwa “Pengadaan adalah proses penarikan,
seleksi, penempatan, orientasi, dan induksi untuk mendapatkan karyawan yang
efektif dan efisien membantu tercapainya tujuan perusahaan”. Hal tersebut juga
sejalan dengan pendapat Sedarmayanti (2009:9) yang menyatakan bahwa
“Pengadaan adalah proses penarikan, seleksi, penempatan, orientasi, dan induksi
untuk mendapatkan pegawai yang sesuai dengan kebutuhan organisasi”.
1. Sopa Marwah
2. Pentingnya Pengadaan Sumber Daya Manusia Analisa Jabatan Analisa
Kebutuhan
3. Penarikan Seleksi penempatan orientasiinduk Untuk mendapatkan karyawan
Yg efektif dan efisien membantu Tercapainya tujuan perusahaan Pengadaan
adalah proses¡
4. Analisa jabatan Pengertian Fungsi Tahapan atau proses Hasil analisis
Tujuanya prinsip
5. Analisa jabatan
6. Fungsi analisis jabatan Job deskription (untuk latihan standar pelaksanaan
dan penilaian Job spesification( untuk memperkerjakan dan promosi atau
pengembangan karir karyawan job evaluation Untuk sistem pengupahan
yang adil
79
7. Proses atau tahapan Persiapan(identifikasi pekerjaan) Pengumpulan datadan
informasi (tugas-tugas, tanggung jawab, dan standar kinerja) Analisis dan
Klarifikasi data Hasil analisis • Job Description informasi tertulis yang
menguraikan tugas & tanggung jawab, kondisi pekerjaan, dan aspek2
pekerjaan pada suatu jabatan tertentu dalam organisasi. Job Specification
informasi tentang syarat yang diperlukan bagi setiap karyawan agar dpt
memangku suatu jabatan dgn baik.
8. Untuk menciptakan landasan atau pedoman bagi penerimaan dan
penempatan karyawan Memberikan pengertian tentang tugas yang
terkandung dalam suatu jabatan dan persyaratan yang harus dipenuhi untuk
jabatan tersebut. sampai dengan pelaksanaan kegiatan pemeliharaannya.
Sebagai dasar untuk melaksanakan kegiatan- kegiatan Manajemen Sumber
Daya Manusia lainnya mulai dari perencanaan hingga tjuan
9. Prinsip analisis jabatan Memahami tanggung jawab jabatan dan
kontribusinya terhadap tujuan perusahaan analisis jabatannya bukan
pemegang jabatannya (orangnya) Kondisi jabatan sekarang sesuai fakta dan
rancangan strategi dan struktur organisasi.
10. Analisis Kebutuhan sumber daya manusia bagian dari perencanaan Sumber
Daya Manusia . karena didalammnya terdapat peramalan,(memperkirakan),
identifikasi, pengembangan, pengimplementasian dan pengontrolan ,
Sumber Daya Manusia atau tenaga kerja sehingga organisasi atau
perusahaan tercapai tujuannya.
11. Perencanaan strategi Perekru tan Peramalan kebutuhan Sumber Daya
Manusia Peramalan persediaan Sumber Daya Manusia Analisis Sumber
Daya Manusia Perbandingan antara kebutuhan &persediaan Pembatasan
penerimaan ,pengurangan jam kerja, pensiun dini, pemberhentiaan
80
Kelebihan pegawai No action Kekurangan pegawaiKebutuhan persediaan
seleksi
12. Optimalisasi sistem manajemen informasioptim alisasi sistem manajemen
informasi utamanya tentang data karyawanutama nya tentang data karyawan
E. Latihan Soal
1. Coba jelaskan proses pengadaan sumber daya manusia
2. Uraikan langkah-langkah yang harus dilakukan dalam rekrutmen tenaga kerja.
3. Coba saudara jelaskan proses rekrutmen tenaga kerja
4. Coba saudara uraikan pengertian rekrutmen menurut beberapa ahli
5. Uraikan bentuk-bentuk mutasi pegawai yang dapat dilakukan
6. Coba saudara uraiakan proses selesai tenaga kerja.
7. Jelaskan teknik-teknik seleksi pegawai menurut mangku negara
8. Langkah-langkah apa yang harus diperhatikan dalam penempatan pegawai
baru.
9. Coba saudara uraikan langkah-langkah yang harus diperhatikan dalam
pengadaan sumber daya manusia.
81
Bab – 5
PENGEMBANGAN SUMBER
DAYA MANUSIA
82
BAB V
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA
83
activities designed by an organization to provide its members with necessary skills
to meet current and future job demands”. (Terjemahan bebas: Pengembangan
Sumber Daya Manusia dapat didefinisikan sebagai seperangkat aktivitas yang
sistematis dan terencana yang dirancang oleh organisasi dalam memfasilitasi para
pegawainya dengan kecakapan yang dibutuhkan untuk memenuhi tuntutan
pekerjaan, baik pada saat ini maupun masa yang akan datang).
84
penting berkaitan erat dengan rencana strategis organisasi sehingga sumber-sumber
daya organisasi yang ada dapat dimanfaatkan secara efektif dan efisien.
1. Perubahan (dalam hal keahlian dan kemampuan) apa yang dibutuhkan untuk
meningkatkan kinerja/prestasi kerja individu tertentu?
2. Kekurangan apa yang secara jelas teridentifikasi dalam kaitannya dengan
kinerja yang perlu segera ditangani?
3. Perubahan apa yang berkaitan dengan teknologi, proses produksi, dan kultur
organisasi bagi para pegawai yang belajar sesuatu yang hal baru?
4. Kesempatan apa yang saat ini tersedia bagi para pegawai untuk mendapatkan
keahlian yang baru?
5. Siapa yang bertanggung jawab dalam organisasi terhadap tersedianya
kesempatan belajar yang tepat?
6. Perubahan perilaku apa yang secara umum harus dilakukan oleh staff untuk
dapat meningkatkan kinerja mereka dan juga mendukung peningkatan kinerja
yang lain?
7. Hal apa yang tidak berjalan dengan semestinya dan kesalahan apa yang telah
kita lakukan?
8. Apa yang kita dapatkan dari pengalaman kita dalam pendidikan dan pelatihan
yang terdahulu
85
B. Pentingnya Pengembangan Sumber Daya Manusia
Hal ini penting mengingat bahwa setiap unit kerja lebih mengetahui
kebutuhan pengembangan yang bersifat pengetahuan dan keterampilan teknis
pegawai yang berada di bawahnya. Oleh karena itu, bagian kepegawaian dalam hal
ini pengembangan tersebut berperan sebagai pendukung dalam pelaksanaan
aktivitas pengembangan dan berhubungan dengan peningkatan ketrampilan dan
pengetahuan teknis dari setiap unit kerja, bagian kepegawaian dapat melakukan
perencanaan pengembangan karier pegawai agar organisasi memiliki pegawai yang
siap pakai pada saat dibutuhkan untuk posisi atau jabatan baru.
Dalam tahap pengembangan sumber daya manusia ini terdapat dua aspek
kegiatan penting yang tidak dapat dipisahkan satu sama lain, yakni kegiatan
pelatihan dan kegiatan pengembangan sumber daya manusia itu sendiri yang
dimaksudkan agar potensi yang dimiliki pegawai dapat digunakan secara efektif.
Kegiatan pelatihan dipandang sebagai awal yaitu dengan diadakannya proses
orientasi yang kemudian dilanjutkan secara berkelanjutan selama pegawai tersebut
berada di dalam organisasi.
86
memberikan pendidikan dan latihan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja
terampil. Dalam hal ini Effendi (1992) mengemukakan bahwa meskipun unsur
kesehatan dan gizi, kesempatan kerja, lingkungan hidup yang sehat, pengembangan
karir ditempat kerja, dan kehidupan politik yang bebas termasuk pendukung dalam
pengembangan sumber daya manusia, pendidikan dan pelatihan merupakan unsur
terpenting dalam pengembangannya.
87
diperlukan untuk dapat menjalankan tugas dengan baik. Kegiatan ini makin menjadi
penting karena berkembangnya teknologi dan makin kompleksnya tugas-tugas
pimpinan.
Untuk bahagian yang lebih besar, para pemimpin dewasa ini telah menyadari
bahwa merupakan tugas mereka untuk mengembangkan bawahannya. Jadi dengan
demikian jelaslah perkembangan seorang pegawai dalam suatu organisasi banyak
ditentukan oleh pimpinan atau atasan.
88
dampaknya terhadap organisasi, serta menyiapkan langkah jitu untuk menghadapi
berbagai kondisi.
Kinerja individu dalam setiap kegiatan merupakan kunci pencapaian
produktivitas, karena kinerja adalah suatu hasil dimana orang-orang dan sumber
daya lain yang ada dalam organisasi secara bersama-sama membawa hasil akhir
yang didasarkan pada tingkat mutu dan standar yang telah ditetapkan.
Konsekuensinya, organisasi memerlukan Sumber Daya Manusia yang memiliki
keahlian dan kemampuan yang unik sesuai dengan visi dan misi organisasi. Oleh
karenanya organisasi harus mampu mengembangkan potensi sumber daya manusia
menjadi lebih kreatif dan inovatif. Pengembangan Sumber Daya Manusia berbasis
kompetensi dilakukan agar dapat memberikan hasil yang sesuai dengan tujuan dan
sasaran organisasi dengan standar kinerja yang telah ditetapkan, sehingga target
organisasi untuk memberikan pelayanan prima kepada konsumen pun akan tercapai.
Kompetensi erat kaitannya dengan kewenangan setiap karyawan untuk
melakukan tugas atau mengambil keputusan sesuai perannya dalam organisasi yang
relevan dengan keahlian, pengetahuan, dan kemampuan yang dimilikinya.
Kompetensi setiap individu dalam organisasi harus mampu mendukung pelaksanaan
strategi organisasi dan mampu mendukung setiap perubahan yang ada. Prof. Dr. H.
Veithzal Rivai, M.B.A., dalam bukunya Manajemen Sumber daya Manusia untuk
Perusahaan, Dari Teori ke Praktik, menyatakan bahwa kompetensi setiap individu
dapat dilihat dari beberapa karakteristik sbb:
89
2. Sifat, yaitu bawaan umum untuk berperilaku atau merespons dengan cara
tertentu, misalnya dengan kepercayaan diri, kontrol diri, resistensi stres atau
”kekerasan”.
3. Konsep diri, yaitu sikap atau nilai yang diukur oleh tes responden yang
menanyakan kepada orang apa yang mereka nilai, apa yang harus mereka
lakukan, atau mengapa mereka tertarik dalam melakukan pekerjaan tersebut.
4. Content knowledge, ini berhubungan dengan fakta atau prosedur baik secara
teknis ataupun personal, yang dapat diukur dengan tes responden
5. Keterampilan kognitif dan behavioral, baik yang tidak terlihat (misal:
keterampilan berpikir deduktif/induktif) maupun yang dapat diamati secara
langsung (misal: keterampilan mendenganrkan secara aktif.
90
4. Biodata, beberapa kompetensi dapat diprediksi berdasarkan pengalaman
kerja seseorang, misalnya achievement motive, dengan melihat prestasi
akademisnya, team leadership dari kegiatan organisasi yang dipimpinnya,
atau relationship building dari kegiatan sosial yang diikutinya.
5. Rating, dapat diakukan oleh atasan, rekan kerja, bawahan, atau pun spesialis
SDM/assesor. Sering disebut sebagai ”3600 assessment”. Beberapa metode
rating antara lain: competency assessment questionnaires, customer survey,
managerial style, serta organizational climate.
Setiap sumber daya manusia yang ada di dalam suatu perusahaan (dunia
kerja) dituntut agar bekerja efektif, efisien kualitas dan kuantitas pekerjaannya baik
sehingga daya saing perusahaan semakin besar. Pengembangan ini dilakukan untuk
91
tujuan nonkarier maupun karier bagi sumber daya manusia melalui latihan dan
pendidikan.
92
bertumpu pada pengertian bahwa pengembangan sumber daya manusia yang terarah
dan terencana disertai pengelolaan yang baik akan dapat menghemat sumber daya
alam yang ada, atau setidaknya pengelolaan dan pemakaian sumber daya alam dapat
secara tepat guna. Karena Sumber Daya Manusia yang telah dikembangkan
seemikian rupa, akan memiliki skill yang cukup untuk memanfaatkan hasil alam
secara berkelanjutan.
93
dijadikan sebagai keunggulan karena jumlah penduduk yang besar apabila dapat
dikembangkan sebagai tenaga kerja yang efektif akan merupakan modal
pembangunan yang besar yang sangat menguntungkan bagi usaha – usaha disegala
bidang.
94
11. Membantu seseorang dalam mengembangkan keterampilan berbicara dan
mendengarkan juga kemampuan menulis.
12. Membantu mengurangi rasa takut dan khawatir dalam mencoba melakukan
tugas baru.
13. Manfaat untuk perusahaan
14. Mengarahkan kemampulabaan dan atau lebih bersikap positif terhadap
orientasi pada keuntungan
15. Memperbaiki pengetahuan dan keterampilan pada semua tingkat perusahaan
16. Memperbaiki moral pekerja
17. Membantu orang mengidentifikasi tujuan perusahaan
18. Membantu menciptakan citra perusahaan yang lebih baik
19. Membantu perkembangan kebenaran, keterbukaan, dan kepercayaan.
20. Memperbaiki hubungan antara atasan dan bawahan
21. Membantu pengembangan perusahaan
22. Belajar dari karyawan yang dilatih
23. Membantu dalam mempersiapkan petunjuk pekerjaan
24. Membantu dalam memahami dan melaksanakan kebijakan perusahaan
25. Menyediakan informasi untuk kebutuhan masa depan dalam semua segi di
perusahaan
26. Perusahaan mendapat keputusan yang lebih efektif dalam pemecahan
masalah
27. Membantu dalam pengembangan promosi dari dalam perusahaan
28. Membantu dalam pengembangan keterampilan kepemimpinan, motivasi,
loyalitas, sikap yang lebih baik, dan aspek-aspek lainnya yang menampilkan
pekerja dan manajer yang sukses
29. Membantu dalam meningkatkan produktivitas dan kulaitas kerja.
95
30. Membantu agar terjadi penurunan biaya dalam banyak aspek, seperti
produksi, personalia, administrasi, dan sebagainya
31. Mengembangkan rasa tanggung jawab sejalan dengan kompetensi dan
kemampuan dalam pengetahuan.
32. Memperbaiki hubungan antara pekerja dan manajemen.
33. Mengurangi biaya konsultasi dari pihak luar dengan memanfaatkan
konsultan internal yang kompeten
34. Menstimuli pengelolaan pencegahan terjadinya banyak pemecatan
35. Mengurangi perilaku suboptimal, seperti menyembunyikan alat.
36. Menciptakan iklim yang tepat untuk pertumbuhan dan komunikasi.
37. Membantu dalam perbaikan komunikasi organisasi perusahaan .
38. Membantu karyawan dalam menyesuaikan diri dengan perubahan yang ada
39. Membantu dalam mengatasi konflik dan juga mencegah setres dan tensi
40. Manfaat Untuk Personal, Hubungan Manusia, dan Pelaksanaan Kebijakan
41. Memperbaii komunikasi antara kelompok dan individual
42. Membantu dalam orientasi untuk karyawan baru dan mendapatkan pekerjaan
baru melalui pengalihan dan atau promosi
43. Menyediakan informasi tentang kesempatan yang sama dan kegiatanyan
disepakati
44. Menyediakan informasi tentang hokum pemerintah yang berlaku dan
kebijakan administrasi
45. Memperbaiki keterampilan hubungan lintas personal.
46. Membuat kebijakan, aturan, dan regulasi perusahaan yang dapat
dilaksanakan
47. Memperbaiki moral membangun kepanduan gerak
48. Menyediakan lingkungan yang baik untuk belajar, berkembang, dan
koordinasi
96
49. Membuat perusahaan menjadi tempat yang lebih baik untuk bekerja dan
hidup
2. Mencapai Efisiensi
97
berkurang, biaya produksi relative kecil sehingga daya saing perusahaan
semakin besar.
3. Meminimalisir Kerusakan
4. Mengurangi Kecelakaan
5. Meningkatkan Pelayanan
Dengan pengembangan moral Sumber Daya Manusia akan lebih baik karena
keahlian dan keterampilannya sesuai dengan pekerjaannya sehinggamereka
antusias untuk menyelesaikan pekerjaanya dengan baik.
98
Dengan pengembangan, kesempatan untuk meningkatkan karier karyawan
semakin besar, karena keahlian, keterampilan, dan prestasi kerjanya lebih baik.
Promosi ilmiah biasanya didasarkan kepada keahlian dan prestasi kerja
seseorang.
Dengan pengembangan, Sumber Daya Manusia semakin cakap dan cepat dalam
memgambil keputusan yang lebih baik, karena technical skill, human skill, dan
managerial skill nya lebih baik
9. Meningkatkan Kepemimpinan
Dengan pengembangan, balas jasa (gaji, upah insentif, dan benefits) Sumber
Daya Manusia akan meningkat karena prestasi kerja mereka semakin besar.
Menurut Schuler dalam buku yang ditulis oleh Sondang P Siagian tahun 2008
halaman 124 tujuan dari kegiatan pengembangan Sumber Daya Manusia adalah
99
Dalam hal ini kegiatan pengembangan akan meningkatkan kinerja pegawai
saat ini, yag dirasakan kurang dapat bekerja secara efektif dan ditunjukkan
untuk dapat mencapai efektivitas kerja sebagaimana yang diharapkan oleh
organisasi.
100
Secara umum tujuan pengembangan sumber daya manusia adalah untuk
memastikan bahwa organisasi mempunyai orang-orang yang berkualitas untuk
mencapai tujuan organisasi untuk meningkatkan kinerja dan pertumbuhan
(Armstong, 1997:507).
Tujuan tersebut di atas dapat dicapai dengan memastikan bahwa setiap orang
dalam organisasi mempunyai pengetahuan dan keahlian dalam mencapai tingkat
kemampuan yang dibutuhkan untuk melaksanakan pekerjaan mereka secara efektif.
Selain itu perlu pula diperhatikan bahwa dalam upaya pengembangan sumber daya
manusia ini, kinerja individual dan kelompok adalah subjek untuk peningkatan yang
berkelanjutan dan bahwa orang-orang dalam organisasi dikembangkan dalam cara
yang sesuai untuk memaksimalkan potensi serta promosi mereka.
Secara rinci tujuan pengembangan Sumber Daya Manusia dapat diuraikan sebagai
berikut:
3. Mencapai efisiensi
101
4. Meminimalisir kerusakan
5. Mengurangi kecelakaan
6. Meningkatkan pelayanan
102
program pengembangan untuk meningkatkan karier akan semakin terbuka
dengan karena keahlian dan kemampuannya akan menjadi lebih baik.
9. Meningkatkan kepemimpinan
Human relation adalah salah satu aspek yang menjadi perhatian dalam
program pengembangan. Dengan meningkatnya kemampuan human
relation, maka diharapkan hubungan baik ke atas, ke bawah, maupun ke
samping akan lebih mudah dilaksanakan.
103
Tujuan pengembangan sumber daya manusia menurut Martoyo (1992)
adalah dapat ditingkatkannya kemampuan, keterampilan dan sikap
karyawan/anggota organisasi sehingga lebih efektif dan efisien dalam mencapai
sasaran-sasaran program ataupun tujuan organisasi.
Bagi organisasi, paling tidak ada 7(tujuh) manfaat yang dapat dipetik dari
pengembangan SDM, yaitu :
Bagi para anggota organisasi, paling sedikit ada 10(sepuluh) manfaat dari
pengembangan Sumber Daya Manusia, antara lain :
104
1. Membantu para pegawai untuk membuat keputusan yang lebih baik
2. Meningkatkan kemampuan para pegawai dalam menyelesaikan masalah
yang dihadapinya
3. Terjadinya internalisasi dan operasionalisasi faktor-faktor motivasional
4. Timbul dorongan dalam diri pegawai untuk terus meningkatkan kemampuan
kerjanya
5. Meningkatkan kemampuan pegawai untuk mengatasi stres, frustasi dan
konflik, sehingga memperbesar rasa percaya pada diri sendiri
6. Tersedianya informasi berbagai program yang dapat dimanfaatkan para
pegawai dalam rangka pertumbuhan masing-masing secara teknikal dan
intelektual
7. Meningkatkan kepuasan kerja
8. Semakin besarnya pengakuan atas kemampuan seseorang
9. Makin besarnya tekad pegawai untuk lebih mandiri
10. Mengurangi ketakutan menghadapi tugas-tugas baru di masa depan
b. Meningkatkan produktivitas
105
pelaksanaan pekerjaan mereka. Dengan semikian diharapkan juga secara tidak
langsung akan meningkatkan produktivitas kerjanya.
Jika disimak dari pendapat para ahli, maka dapat disimpulkan bahwa tujuan
pengembangan pegawai, pada umumnya adalah sebagai berikut :
106
c. Agar pegawai lebih cepat berkembang.
d. Menstabilisasi pegawai.
107
pegawai. Peningkatan mengacu pada kuantitas, yaitu meningkatnya kemampuan
baru bagi pekerja.
Sedangkan manfaat dari pengembangan pegawai dapat dilihat dalam dua sisi
yaitu,
108
Setiap pegawai mempunyai tanggung jawab untuk mengembangkan dirinya
sendiri. Selama masih ada kemungkinan, setiap pegawai ingin untuk menambah
pengetahuan, ketrampilan atau merobah sikap sesuai dengan perkembangan zaman
dan kebutuhan. Tanpa keinginan itu, pegawai tersebut bersifat statis.
E. Metode-Metode Pengembangan
109
2. Metode pendidikan atau education
Latihan/training diberikan kepada karyawan operasional, sedangkan
pendidikan/education diberikan kepada karyawan manajerial.
1. On the job
Para peserta latihan langsung bekerja ditempat untuk belajar dan meniru
suatu pekerjaan dibawah bimbingan seorang pengawas. Metode latihan
dibedakan dalam 2 cara, yaitu :
a. Cara informal, yaitu pelatih menyuruh peserta latihan untuk
memperhatikan orang lain yang sedang melakukan pekerjaan, kemudian
ia diperintahkan untuk mempraktekkannya.
b. Cara formal, yaitu supervisor menunjuk seorang karyawan senior untuk
melakukan pekerjaan tersebut, selanjutnya para peserta latihan
melakukan pekerjaan sesuai dengan cara-cara yang dilakukan karyawan
senior.
c. Kebaikan dari cara on the job ini adalah para peserta belajar langsung
pada kenyataan pekerjaan dan peralatan. Keburukannya adalah
pelaksanaan sering tidak teratur (tidak sistematis), dan kurang efektif
jika pengawas kurang pengalaman.
2. Vestibule
110
Vestibule adalah metode latihan yang dilakukan dalam kelas atau bengkel
yang biasanya diselenggarakan dalam suatu perusahaan industri untuk
memperkenalkan pekerjaan kepada karyawan baru dan melatih mereka
mengerjakan pekerjaan tersebut. Melalui percobaan dibuat suatu diplikat
dari bahan, alat dan kondisi yang mereka temui dalam situasi kerja yang
sebenarnya.
3. Demonstation and example
Yaitu metode latihan yang dilakukan dengan cara peragaan dan penjelasan
bagaimana cara mengerjakan sesuatu pekerjaan. Demontrasi ini biasanya
dilengkapi dengan gambar, teks, diskusi, video dan lain-lain.
4. Simulation
Simulasi merupakan situasi atau kejadian yang ditampilkan semirip mungkin
dengan situasi yang sebenarnya, tapi hanya merupakan tiruan saja. Simulasi
merupakan suatu teknik untuk mencontoh semirip mungkin terhadap konsep
sebenarnya dari pekerjaan yang akan dijumpainya.
5. Apprenticeship
Metode ini adalah cara untuk mengembangkan keahlian pertukangan,
sehingga para karyawan yang bersangkutan dapat mempelajari segala aspek
dari pekerjaannya.
6. Classroom methods
Metode pertemuan dalam kelas meliputi pengajaran, diskusi, role playing,
metode studi kasus, seminar dan lain-lain.
111
a. Training methods atau classroom method
Ini merupakan metode latihan didalam kelas yang disebut juga metode
pendidikan (development), karena manajer adalah juga karyawan.
b. Understudies
Understudies atau under study adalah teknik pengembangan yang
dilakukan dengan praktek langsung bagi seseorang yang dipersiapkan
untuk menggantikan jabatan atasannya.
c. Job rotation and planned progression
Job rotation adalah teknik pengembangan yang dilakukan dengan cara
memindahkan peserta dari suatu jabatan ke jabatan lainnya secara
periodik untuk menambahkan keahlian dan kecakapannya pada setiap
jabatan.
d. Coaching-counseling
Metode ini adalah metode pendidikan dengan cara atasan mengajarkan
keahlian dan keterampilan kerja kepada bawahannya. Counseling sebagai
cara pendidikan dengan melakukan diskusi pekerja dan manajer mengenai
hal-hal yang sifatnya pribadi, seperti keinginannya, ketakutannya, dan
aspirasinya.
e. Junior board of executive or multiple management
Merupakan suatu komite penasehat yang terdiri dari calon-calon manajer
yang ikut memikirkan atau memecahkan masalah-masalah perusahaan
untuk kemudian direkomendasikan kepada manajer lini (top
management).
Kebaikannya, biaya pendidikan murah, mempermudah mendapatkan
pengalaman praktis, dan membantu pencarian manajer yang berbobot.
Kelemahannya, pendidikan waktunya cukup lama, dan perumusan
masalah sering bertele-tele.
112
f. Committee assignment
Yaitu komite yang dibentuk untuk menyelidiki, mempertimbangkan,
menganalisis dan melaporkan suatu masalah kepada pimpinan. Bentuk
komite diantaranya adalah komite formal dan informal, komite tetap dan
sementara, serta komite eksekutif dan staf.
g. Business games
Business games (permainan bisnis), adalah pengembangan yang
dilakukan dengan di adu untuk bersaing memecahkan masalah tertentu.
Permainan disusun dengan aturan-aturan tertentu yang diperoleh dari teori
ekonomi atau studi operasi bisnis. Tujuannya untuk melatih para peserta
dalam pengambilan keputusan yang baik pada situasi/kondisi dan objek
tertentu.
h. Sensitivity training
Maksudnya adalah pendidikan untuk membantu para karyawan agar lebih
mengerti tentang diri sendiri, menciptakan pengertian yang lebih
mendalam di antara para karyawan dan mengembangkan keahlian setiap
karyawan yang spesifik.
i. Other development method.
Metode ini digunakan untuk tujuan pendidikan terhadap manajer, untuk
meningkatkan keahlian, keterampilan, kecakapan dan kualitas agar
karyawan dalam menyelesaikan pekerjaannya lebih efektif dan mencapai
prestasi kerja optimal.
113
a. Prestasi kerja karyawan
b. Kedisiplinan karyawan
c. Absensi karyawan
d. Tingkat kerusakan produksi, alat, dan mesin-mesin
e. Tingkat kecelakaan karyawan
f. Tingkat pemborosan bahan baku, tenaga, dan waktu.
g. Tingkat kerjasama karyawan.
h. Tingkat upah insentif karyawan
i. Prakarsa karyawan
j. Kepemimpinan dan keputusan manajer.
a. Peserta
b. Pelatih atau instruktur
c. Fasilitas pengembangan
d. Kurikulum
e. Dana pengembangan
114
Pengertian prestasi karyawan menurut beberapa ahli yaitu:
115
Tujuan dan kegunaan penilaian prestasi karyawan sebagai berikut:
Sebagai dasar dalam pengambilan keputusan yang digunakan untuk promosi,
demosi, pemberhentian, dan penetapan besarnya balas jasa :
a. Untuk mengukur prestasi kerja yaitu sejauh mana keryawan bisa sukses
dalam pekerjaannya.
b. Sebagai dasar untuk mengevaluasi efektifitas seluruh kegiatan didalam
perusahaan.
c. Sebagai dasar untuk mengevaluasi program program latihan dan
keefektifan jadwal kerja, metode kerja, struktur kerja, struktur
organisasi, gaya pengawasan, kondisi kerja, dan peralatan kerja.
d. Sebagai indikator untuk menentukan kebutuhan akan latihan bagi
karyawan yang berada di dalam organisasi.
e. Sebagai alat untuk meningkatkan motivasi kerja karyawan sehingga
dicapai tujuan untuk mendapatkan performance kerja yang baik.
f. Sebagai alat untuk mendorong atau membiasakan para atasan (supervisor
managers, administrator) untuk mengobservasi perilaku bawahan
(subordinate) supaya diketahui minat dan kebutuhan-kebutuhan
bawahannya.
g. Sebagai alat untuk bisa melihat kekurangan atau kelemahan-kelemahan
dimasa lampau dan meningkatkan kemampuan karyawan selanjutnya.
h. Sebagai kriteria di dalam menentukan seleksi dan penempatan karyawan.
i. Sebagai alat untuk mengidentifikasi kelemahan-kelemahan personel dan
dengan demikian bisa sebagai bahan pertimbangan agar bisa
diikutsertakan dalam program latihan kerja tambahan.
j. Sebagai alat untuk memperbaiki atau mengembangkan kecakapan
karyawan.
116
k. Sebagai dasar untuk memperbaiki dan mengembangkan uraian pekerjaan
(job description).
5. Penilai Prestasi Karyawan
Penetapan penilai (appraisal) yang qualified sangat sulit karena harus
memiliki syarat-syarat sebagai berikut:
a. Penilai harus jujur, adil, objektif, dan mempunyai pengetahuan
mendalam tentang unsur-unsur yang akan di nilai supaya penilaiannya
dapat dipertanggungjawabkan dengan baik.
b. Penilai mendasarkan penilaiannya atas benar atau salah (right or wrong),
baik atau buruk, terhadap unsur-unsur yang dinilai sehingga hasil hasil
penilaiannya jujur, adil, dan objektif. Dan tidak boleh mendasarkan
penilaiannya atas suka atau tidak suka (like or dislike).
c. Penilai harus mengetahui secara jelas uraian pekerjaandari setiap
karyawan yang akan dinilainya supaya hasil penilaiannya dapat
dipertanggungjawabkan dengan baik.
d. Penilai harus mempunyai kewenangan (authority) formal, supaya mereka
dapat melaksanakan tugasnya dengan baik.
e. Penilai harus mempunyai keimanan supaya penilaiannya jujur dan adil.
Dalam persoalan siapa yang akan melakukan penilaian prestasi
karyawan secara umum, dikenal ada 2 macam penilai, yaitu:
1. Penilai informal
2. Penilai formal, dibagi menjadi 2 macam, yaitu:
a. Penilai individual
b. Penilai kolektif
6. Dasar Penilaian Dan Unsur-Unsur yang Dinilai
a. Dasar Penilaian
117
Dasar penilaian adalah uraian pekerjaan dari setiap individu karyawan
karena dalam uraian pekerjaan inilah ditetapkan tugas dan tanggung
jawab yang akan dilakukan oleh setiap karyawan. Tolok ukur yang di
pakai untuk mengukur prestasi kerja karyawan adalah standar. Secara
umum standar berarti apa yang akan di capai sebagai ukuran untuk
penilaian. Secara garis besar standar di bedakan atas dua:
1. Tangible standard adalah sasaran yang dapat ditetapkan dengan alat
ukur atau standarnya. Terbagi atas:
c. Standar dalam bentuk fisik
d. Standar dalam bentuk uang
2. Intangible standard adalah standar yang tidak dapat ditetapkan alat
ukur atau standarnya, misalnya perilaku, kesetiaan, partisipasi,
loyalitas serta dedikasi karyawan terhadap perusahaan.
3. Prestasi Kerja.
Prestasi kerja adalah suatu hasil kerja yang dicapai oleh seseorang
dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang
didasarkan atas kecakapan, pengalaman, dan kesungguhan serta
waktu.
4. Kerja
Kerja adalah pengorbanan jasa, jasmani, dan pikiran untuk
menghasilkan barang-barang atau jasa-jasa dengan memperoleh
imbalan prestasi tertentu .
5. Semangat Kerja
Semangat kerja adalah keinginan dan kesungguhan seseorang
mengerjakan pekerjaannya dengan baik serta berdisiplin untuk
mencapai prestasi kerja yang maksimal.
6. Produktifitas Kerja
118
Produktifitas kerja adalah perbandingan antara output dengan input,
dimana output-nya harus mempunyai nilai tambah dan teknik
pengerjaannya yang lebih baik.
7. Produktifitas per Kapita.
Produktifitas per kapita adalah besarnya produksi yang dihasilkan
per jiwa, per satu jam/hari kerja ( productivity per man/hour/day ).
b. Unsur – Unsur Yang Di Nilai
1. Kesetiaan
2. Prestasi Kerja
3. Kejujuran
4. Kedisiplinan
5. Kreativitas
6. Kerja sama
7. Kepemimpinan
8. Kepribadian
9. Prakarsa
10. Kecakapan
11. Tanggung jawab
Menurut Baron & Byrne (1994) ada dua kelompok faktor yang
mempengaruhi kepuasan kerja:
119
Status kerja yang rendah dan pekerjaan yang rutin akan banyak
kemungkinan mendorong karyawan untuk mencari pekerjaan lain.
Hal itu berarti dua faktor tersebut dapat menyebabkan ketidakpuasan kerja
dan karyawan yang memiliki ketertarikan dan tantangan kerja akan lebih merasa
puas dengan hasil kerjanya apabila mereka dapat menyelesaikan dengan maksimal.
a. Kedudukan (posisi)
b. Pangkat (golongan)
120
Pada pekerjaan yang mendasarkan perbedaan tingkat (golongan), sehingga
pekerjaan tersebut memberikan kedudukan tertentu pada orang yang
melakukannya. Apabila ada kenaikan upah, maka sedikit banyaknya akan
dianggap sebagai kenaikan pangkat, dan kebanggaan terhadap kedudukan
yang baru itu akan merubah perilaku dan perasaannya.
c. Umur
e. Mutu pengawasan
121
b. Faktor sosial, meliputi hubungan kekeluargaan, pandangan masyarakat,
kesempatan berkreasi, kegiatan perserikatan pekerja, kebebasan
berpolitik, dan hubungan kemasyarakatan.
c. Faktor utama dalam pekerjaan, meliputi upah, pengawasan, ketentraman
kerja, kondisi kerja, dan kesempatan untuk maju. Selain itu juga
penghargaan terhadap kecakapan, hubungan sosial di dalam pekerjaan,
ketepatan dalam menyelesaikan konflik antar manusia, perasaan
diperlakukan adil baik yang menyangkut pribadi maupun tugas. As’ad
Berbeda dengan pendapat Blum ada pendapat lain dari Gilmer (1966)
tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja sebagai berikut:
Dalam hal ini ada tidaknya kesempatan untuk memperoleh pengalaman dan
peningkatan kemampuan selama kerja.
b. Keamanan kerja
Faktor ini sering disebut sebagai penunjang kepuasan kerja, baik bagi
karyawan pria maupun wanita. Keadaan yang aman sangat mempengaruhi
perasaan karyawan selama kerja.
c. Gaji
122
Perusahaan dan manajemen yang baik adalah yang mampu memberikan
situasi dan kondisi kerja yang stabil. Faktor ini yang menentukan kepuasan
kerja karyawan.
e. Pengawasan (Supervise)
g. Kondisi kerja
Merupakan salah satu sikap yang sulit digambarkan tetapi dipandang sebagai
faktor yang menunjang puas atau tidak puas dalam kerja.
i. Komunikasi
123
ataupun prestasi karyawannya sangat berperan dalam menimbulkan rasa
puas terhadap kerja.
j. Fasilitas
Fasilitas rumah sakit, cuti, dana pensiun, atau perumahan merupakan standar
suatu jabatan dan apabila dapat dipenuhi akan menimbulkan rasa puas.
1. Prestasi
2. Penghargaan
3. Kenaikan jabatan
4. Pujian.
1. Kebijaksanaan perusahaan
2. Supervisor
3. Kondisi kerja
4. Gaji
124
dirasakannya. Oleh karenanya sumber kepuasan seorang karyawan secara subyektif
menentukan bagaimana pekerjaan yang dilakukan memuaskan. Meskipun untuk
batasan kepuasan kerja ini belum ada keseragaman tetapi yang jelas dapat dikatakan
bahwa tidak ada prinsip-prinsip ketetapan kepuasan kerja yang mengikat dari
padanya.
a. Metode Understudy
Job rotasi yang melibatkan perpindahan peserta dari suatu pekerjaan pada
pekerjaan [Link]-kadang dari suatu penempatan pada penempatan
lainnya yang direncanakan atas dasar tujuan belajar. Keuntungan job rotasi
adalah antara lain: pegawai peserta mendapatkan gambaran yang luas
mengenai berbagai macam jenis pekerjaan, mengembangkan kerjasama
125
antarapegawai, menentukan jenis pekerjaan yang sanagt diminati oleh
pegawai, mempermudah penyesuaiaan diri dengan lingkungan tempat
bekerja, sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan penempatan kerja
yang sesuai dengan potensi pegawai.
c. Metode Coaching-Counseling
Metode pelatihan yang paling terkenal dan banyak digunakan, antara lain :
126
ini adalah peserta belajar dengan perlengkapan yang nyata dan dalam
lingkungan pekerjaan atau job yang jelas.
127
5. Mampu melaksanakan penilaian presentasi secara komparatif dengan lebih
obyektif.
6. Memperoleh keunggulan dalam setiap situasi.
128
motivasi dari pemangku jabatan tertentu sehingga tidak menunjukkan
pekerjaan yang benar.
129
g. Penugasan sementara
Penempatan peserta/karyawan pada posisi manajerial atau anggota panitia
tertentu untuk jangka waktu yang ditetapkan. Peserta terlibat dalam
pengambilan keputusan dan pemecahan masalah-masalah organisasional
nyata. Kelebihan dari metode penugasan sementara adalah peserta/karyawan
diberikan tanggung jawab secara langsung sehingga peserta/karyawan
bekerja dengan serius. Kelemahnnya adalah tentang pemberian waktu yang
relatif singkat.
130
harus menekankan harapan yang tinggi untuk keberhasilan orang-orang yang
mereka latih.
131
Gambar. 1 :
a. Menentukan Kebutuhan
132
adalah analisis organisasional (organisational analysis), analisis pekerjaan (job
analysis), dan analisis individual (individual analysis).
133
pegawai tersebut. dengan kata lain analisa individual memfokuskan diri pada
pegawai yang akan diikutsertakan dalam program pengembangan pegawai. Analisa
ini berkaitan dengan dua pertanyaan pokok sebagai berikut:
Selain cara tersebut di atas, bermain peran, dan pusat pelatihan dapat juga
digunakan dalam mengadakan analisa individual. Hasil program perencanaan karir
juga dapat digunakan sebagaimana pusat pelatihan.
b. Menetapkan Tujuan
Penentuan tujuan yang jelas merupakan hal yang tidak dapat diindahkan.
Tanpa tujuan yang jelas, maka upaya mendesain program-program pelatihan dan
pengembangan merupakan suatu hal yang sulit. Selain itu adanya tujuan yang jelas
akan mempermudah dalam hal pengukuran hasil yang diharapkan sekaligus
mengukur keberhasilan suatu program pengembangan.
134
a. Setelah mengikuti pelatihan “Excellent Service”, seorang Customer Service
dapat menyelesaikan formulir permohonan pengajuan kredit dalam waktu 10
menit setelah semua informasi diterima dari pemohon kredit.
b. Setelah mengikuti pelatihan LAKIP, peserta pelatihan dapat menyusun
LAKIP sesuai format yang telah ditentukan.
c. Isi Program
d. Prinsip Pembelajaran
Dalam tataran ideal, suatu program pelatihan dan pengembangan akan lebih
efektif jika metode pelatihan yang diterapkan cocok dengan gaya peserta pelatihan
dan jenis pekerjaan yang dibutuhkan oleh organisasi. Namun demikian,
pembelajaran tidak dapat diobservasi, hanya hasilnya saja yang dapat diukur.
135
1. Participation (partisipasi)
Proses pembelajaran pada umumnya kan lebih efektif jika peserta program ikut
serta berpartisipasi aktif dalam program yang diikutinya. Partisipasi yang tinggi
pada umumnya meningkatkan motivasi dan rasa memiliki yang tinggi yang pada
akhirnya mempercepat proses pembelajaran.
2. Repetition (pengulangan)
3. Relevance (relevansi)
Pembelajaran pada umumnya akan lebih efektif jika materi yang akan dipelajari
relevan/atau mempunyai makna bagi si peserta.
4. Transference (transfer)
Jika kebutuhan akan pelatihan sesuai dengan tuntutan pekerjaan, maka semakin
cepat seseorang mempelajari apa yang disampaikan. Misalnya, seorang pegawai
yang bekerja di Bagian Keuangan akan relatif lebih cepat mempelajari
penggunaan sistem penataan keuangan baru yang diberlakukan karena dalam
melakukan pekerjaannya yang bersangkutan harus menggunakan sistem
tersebut.
136
untuk dapat mengevaluasi diri sampai sejauh mana hasil usaha yang dilakukan
dan akan mempercepat proses pembelajaran.
e. Melaksanakan Program
Suatu program pengembangan sumber daya manusia yang baik akan gagal
apabila manajemen tidak mampu meyakinkan peserta akan manfaat program-
program tersebut. Peserta harus mempunyai keyakinan bahwa program-program
tersebut akan mampu membantu mereka dalam mencapai tujuan-tujuan pribadi dan
profesional mereka.
Suatu program baru harus dimonitor secara hati-hati, terutama pada saaat
program tersebut baru dimulai. Seperti diketahui bahwa pelatihan berkaitan dengan
perubahan dimana sebagian pegawai mungkin akan menolak perubahan yang
terjadi, sebagaian lain mungkin akan menunggu dan berharap agar program tersebut
gagal. Umpan balik dari peserta sangatlah penting dalam tahap ini. Semakin cepat
masalah dipecahkan akan semakin besar peluang program tersebut untuk sukses.
137
Dalam pelaksanaan program perlu diperhatikan pengunaan metode. Pada
dasarnya banyak metode yang dapat digunakan dalam pengembangan sumber daya
manusia, namun demikian penggunaannya harus disesuaikan dengan jenis program
pengembangan yang diselengarakan. Satu metode mungkin baik untuk satu jenis
program, akan tetapi belum tentu baik untuk program yang lainnya. Business game,
misalnya, akan cocok untuk para manajer dan entry-level professional, akan tetapi
tidak akan cocok untuk para pegawai operasional. Dari berbagai metode yang ada,
yang paling umum digunakan adalah training/pelatihan.
f. Mengevaluasi Program
138
Pada dasarnya, evaluasi atas suatu program pengembangan harus meliputi
beberapa aspek aspek, yaitu (1) tanggapan peserta atas program yang dijalankan, (2)
sejauh mana peserta telah mempelajari dan menguasai materi yang diberikan, (3)
kemampuan peserta dalam mengaplikasikan pengetahuan baru yang telah diperoleh
dan (4) apakah tujuan program pengembangan yang dicanangkan telah tercapai.
139
ketika ia kembali ke tempat kerja. Jika seorang pegawai mengikuti program
pelatihan mengenai pendelegasian wewenang akan tetapi ketika kembali ke tempat
kerjanya ia tetap dengan pola lama yang telah ia ikuti selama bertahun-tahun tanpa
delegasi wewenang, dapat dikatakan yang bersangkutan gagal memahami isi
seminar sehingga organisasi tidak mendapat kontribusi apapun.
Reaction level mengukur apa yang peserta pelatihan rasakan mengenai pelatihan
yang mereka ikuti. Pada dasarnya tidak ada studi yang membuktikan bahwa reaksi
peserta yang baik akan meningkatkan kinerja pegawai, namun demikian dapat
diasumsikan bahwa apabila peserta merasa puas dengan program pelatihan yang
mereka ikuti, maka mereka akan mengaplikasikan apa yang mereka dapat dalam
pelatihan ke lingkungan kerja.
Namun demikian, Frances dan Bee (1995) berpendapat bahwa reaction level
hanya sebagian dari gambaran evaluasi. Dengan kata lain dapat dikatakan bahwa
140
reaction level tidak memberikan gambaran yang jelas mengenai apakah pelatihan
yang diberikan mencapai tujuan yang diinginkan atau tidak atau apa yang telah
didapat dari pelatihan, atau bagaiman apengaruhnya terhadap kinerja
pegawai/organisasi.
Immediate level mengukur mengenai apa yang telah dipelajari oleh peserta
dari pelatihan yang diselenggarakan. Menurut Frances dan Bee (1995) ada dua tipe
immediate level. Yang pertama mengukur apakah tujuan pelatihan telah tercapai.
Sedangkan yang kedua mengukur apa yang telah dicapai dari pelatihan. Oleh karena
itu penilaian sebelum dan sesudah pelatihan perlu dilakukan, sehingga akan terlihat
hasil dari pelatihan yang diselenggarakan.
141
dan mempengaruhi hasil evaluasi. Ketiga, ukuran kinerja sering berkaitan dengan
seluruh unit. Jika pelatihan tidak diarahkan/diberikankepada seluruh pegawai dalam
unit yang bersangkutan, maka akan sangat sulit untuk mengidentifikasi efek
pelatihan terhadap individu atau kelompok pegawai yang telah mendapat pelatihan.
Selain apa yang telah diuraikan oleh Kirkpatrick, Reilly dan Clarke
(1990:120-121) membagi evaluasi menjadi tiga jenis evaluasi, yaitu in-course
evaluation, end-of-course evaluation, and long-term evaluation. In-course
evaluation kadang-kadang terlihat agak tumpang tindiah dengan fungsi monitoring.
Karena evaluasi tipe ini berusaha untuk mencek secara teraur mengenai apakah
pelatihan berjalan pada el yang benar. Cara yang biasanya dilakukan adalah
dgnmengadakan monitoring per hari atau per minggu dengan jalan memberikan
kuesioner atau mereview setiap sesi yang telah dijalani. Keuntungan tipe ini adalah,
penyelengara akan mengetahui dengan cepat maslah-masalah yang berkembang dan
ketidakpuasan yang dialami peserta.
142
Long-term evaluation adalah yang paling dipercaya sebagai satu-satunya
yang paling bernilai. Namun demikian, diakui sangat sulit untuk mengukur kinerja
partisipan setelah merka kembali ke pekerjannya masing-masing. Kadang-kadang
hal ini disebabkan oleh partisipan itu sendiri. Sangat mudah untuk melupakan apa
yang telah didapatkan dari pelatihan segera setelah selesai mengikuti pelatihan.
g. Mutasi
1. Pengertian mutasi
Mutasi merupakan salah satu tindak lanjut yang dilakukan dari hasil
penilaian prestasi karyawan. Mutasi harus didasarkan atas indeks prestasi yang
dapat dicapai oleh karyawan yang bersangkutan.
a. Merit system, adalah mutasi karyawan yang didasarkan atas landasan yang
bersifat ilmiah, obyektif dan prestasi kerja. Ini Merupakan dasar mutasi yang
baik karena:
1. Output dan produktifitas kerja meningkat;
2. Semangat kerja meningkat;
3. Jumlah kesalahan yang diperbuat menurun;
4. Absensi dan disiplin karyawan semakin baik;
5. Jumlah kecelakaan akan menurun.
143
b. Seniority system, adalah mutasi yang didasarkan atas landasan masa kerja,
usia, dan pengalaman kerja karyawan. Sistem ini tidak obyektif karena orang
yang dimutasikan kecakapan dalam memangku jabatan baru belum terjamin.
c. Spoiled system, adalah mutasi yang didasarkan atas landasan kekeluargaan.
Sistem ini kurang baik karena didasarkan atas pertimbangan suka atau tidak
suka.
2. Prinsip Mutasi
Prinsip mutasi adalah memutasikan karyawan kepada posisi yang tepat dan
pekerjaan yang sesuai, agar semangat dan produktifitas kerjanya meningkat.
144
1. Kesehatan; fisik karyawan kurang mendukung untukmelaksanakan
pekerjaan.
2. Keluarga; untuk merawat orang tua yang sudah lanjut usia.
3. Kerjasama; tidak dapat bekerja sama dengan karyawan lainnya
karena terjadi pertengkaran atau perselisihan.
b. Alih Tugas Produktif (ATP) adalah mutasi karena kehendak pimpinan
perusahaan untuk meningkatkan produksi dengan menempatkan
karyawan bersangkutan ke jabatan atau pekerjaan yang sesuai dengan
kecakapannya. ATP biasa bersifat mutasi vertikal (promosi dan demosi).
Alasan lain yaitu didasarkan atas kecakapan, klemampuan, sikap, dan
disiplin karyawan.
Paul Pigors dan Charles Mayers mengemukakan 5 macam transfer,
yaitu:
1. Production transfer
2. Replacement transfer
3. Versatility transfer
4. Shift transfer
5. Remedial transfer
c. Pendekatan mutasi dari segi waktu, pendekatan mutasi dari segi waktu
dikenal atas:
1. Temporary transfer
2. Permanent transfer
3. Masalah merit rating dan mutasi
Merit rating artinya penilaian prestasi kerja yang telah dilaksanakan
apakah sesuai dengan rencana semula. Penilaian dilakukan apabila
pekerjaan telah selesai dikerjakan atau sedang dikerjakan. Merit
145
rating terdiri atas initial appraisal (penilaian awal) dan periodical
appraisal (penilaian akhir).
4. Kendala-kendala pelaksanaan mutasi
a. formasi jabatan belum memungkinkan
b. pengaruh senioritas
c. soal etika
d. kesulitan menetapkan standar-standar sebagai kriteria untuk
pelaksanaan mutasi
d. Tujuan Mutasi
1. Untuk meningkatkan produktifitas kerja karyawan
2. Untuk menciptakan keseimbangan antara tenaga kerja dengan
komposisi pekerjaan atau jabatan.
3. Untuk memperluas atau menambah pengetahuan karyawan .
4. Untuk menghilangkan rasa bosan/jemu terhadap pekerjaannya.
5. Untuk memberikan perangsang agar karyawan mau berupaya
meningkatkan karier yang lebih tinggi.
6. Untuk pelaksanaan hukuman/sanksi atas pelanggaran-pelanggaran
yang dilakukannya.
7. Untuk memberikan pengakuan dan imbalan terhadap prestasinya.
8. Untuk alat pendorong agar spirit kerja meningkatkan melalui
persaingan terbuka.
9. Untuk tindakan pengamanan yang lebih baik.
10. Untuk menyesuaikan pekerjaan dengan kondisi fisik karyawan.
11. Untuk mengatasi perselisihan antara sesama karyawan,
e. Manfaat Mutasi
146
a. Memenuhi kebutuhan tenaga di bagian/unit yang kekurangan tenaga,
tanpa merekrut tenaga dari luar;
b. Memenuhi keinginan pegawai sesuai dengan minat dan bidang tugas
masingmasing;
c. Memberi jaminan kepada pegawai bahwa mereka yakin tidak akan
diberhentikankarena kekurang mampuan atau kekurang cakapan
mereka;
d. Memberikan motivasi kepada pegawai;
e. Mengatasi rasa bosan pegawai pada pekerjaan, jabatan dan tempat
kerja yangsama.
147
f. Ruang Lingkup Mutasi
3. Macam-Macam Mutasi
a. Mutasi Vertikal
148
Heldjrachman (1991:111), menyatakan Promosi adalah perpindahan
darisuatu jabatan lain yang lebih mempunyai status dan tanggung jawab yang
lebihtinggi, biasanya disertai dengan kenaikan upah, gaji dan hak-hak lainnya.
b. Manfaat Promosi
149
c. Promosi merupakan usaha mengisi formasi jabatan dengan
mempergunakan sumber tenaga kerja dari dalam.
d. Bagi pegawai, promosi lebih penting daripada kenaikan gaji meskipun
padaumumnya promosi disertai dengan pemberian gaji yang lebih tinggi.
e. Promosi dapat menjamin keyakinan para pegawai, bahwa setiap
pegawaiselalu diberi kesempatan untuk maju dan mengembangkan karier
dan prestasi.
f. Promosi merupakan salah satu usaha menciptakan persaingan yang
sehatdiantara pegawai. (Wursanto, 1998: 69).
c. Tujuan Promosi
150
c. Realisasi untuk memajukan pegawai
4. Dasar-Dasar Promosi
5. Syarat-Syarat Promosi
151
c. Pegawai yang bersangkutan lulus dari seleksi. (Wursanto, 1989: 70).
a. Kejujuran
b. Disiplin
c. Prestasi kerja
d. Kerjasama
152
Dengandemikian akan tercipta suasana kerja yang baik diantara semua
pegawai.
e. Kecakapan
f. Loyalitas
Pegawai harus loyal dalam membela lembaga atau korps dari tindakan
yangmerugikan lembaga atau [Link] menunjukkan bahwa Dia
ikutberpartisipasi aktif terhadap lembaga atau korps.
g. Kepemimpinan
h. Komunikatif
153
i. Pendidikan
6. Jenis-Jenis promosi
a. Promosi sementara
b. Promosi tetap
Seseorang pegawai dipromosikan dari suatu jabatan yang lebih tinggi karena
pegawai tersebut telah memenuhi syarat untuk dipromosikan.
c. Promosi kecil
d. Promosi kering
154
1. Demosi
3. Pembebastugasan
4. Pemberhentian
155
danproduktivitasnya meningkat, yang bertujuan untuk meningkatkan efisiensi
danefektivitas dalam perusahaan.
156
3. Untuk memperluas atau menambah pengetahuan pegawai.
4. Untuk menghilangkan rasa bosan atau jenuh terhadap pekerjaannya.
5. Untuk memberikan perangsangan agar pegawai mau berupaya meningkatkan
kariernya yang lebih prestasinya yang lebih tinggi.
6. Untuk pelaksanaan hukuman atau sanksi atas pelanggaran yang
dilakukannya.
7. Untuk memberikan pengakuan dan imbalan terhadap prestasinya.
8. Untuk alat pendorong agar spirit kerja meningkat melalui persaingan
terbuka.
9. Untuk tindakan pengamanan yang lebih baik.
10. Untuk menyelesaikan pekarjaan dengan kondisi fisik pegawai.
11. Untuk mengatasi perselisihan antara sesama pegawai.
a. Mengisi suatu formasi jabatan dengan mengambil sumber tenaga dari dalam;
b. Membina karier pegawai;
c. Mengembangkan kemampuan pegawai.
157
Jika pencari kerja ( penawaran ) lebih banyak dari pada lowongan pekerjaan
(permintaan) maka konpensasi relative kecil. Sebaliknya jika pencari kerja
lebih sedikit dari pada lowongan pekerjaan, maka konpensasi relatif semakin
besar.
Jika produktivitas kerja baik dan banyak maka konpensasi akan semakin
besar. Sebaliknya kalau produktivitas kerjanya buruh serta sedikit maka
konpensasinya kecil.
158
Apabila biaya hidup didaerah itu tinggi maka tingkat kompensasi/upah
semakin besar. Sebaliknya, jika tingkat biaya hidup didaerah itu rendah
maka tingkat kompensasi/upah relative kecil. Seperti tingkat upah dijakarta
lebih besar dari dibandung, karena tingkat biaya hidup dijakarta lebih besar
dari pada dibandung.
Jika pendidikan lebih tinggi dan pengalaman kerja lebih lama maka
gaji/balas jasanya semakin besar, karena kecakapan serta keterampilanya
lebih baik. Sebaliknya, karyawan yang berpendidikan rendah dan
pengalaman kerja yang kurang maka tingkat gaji/kompensasinya kecil.
159
Kalau jenis dan sifat pekerjaan yang sulit dan mempunyai resiko ( financial,
keselamatan) yang besar maka tingkat upah/balas jasanya semakin besar
karena membutuhkan kecakapan serta ketelitian untuk mengerjakannya.
Tetepi jika jenis dan sifat pekerjaannya mudah dan resiko ( financial,
kecelakaannya ) kecil, tingkat upah/balas jasanya relative rendah. Misalnya,
pekerjaan merakit pesawat terbang balas jasanya lebih besar dari pada
mengerjakan mencetak batu bata.
Banyak faktor yang mempengaruhi besar/kecilnya tingkat upah/kompenasi.
Hal ini perlu mendapat perhatian supaya prinsip pengupahan adil dan layak lebih
baik dan kepuasan kerja sama tercapai.
J. Promosi
160
Program promosi harus diinformasikan secara terbuka baik asas, dasar, jenis,
persyaratan, maupun metode penilaian karyawan yang akan dilakukan dalam
perusahaan.
Edwin B. Flipo, A promotion involves a change from one job to another job
that is better in term status and responsibility. Ordinary the change to the higher job
is accompanied by increased pay and privileges, but not always. ( Promosi berarti
perpindahan dari suatu jabatan ke jabatan yang lain yang mempunyai status dan
tanggung jawab yang lebih tinggi. Biasanya perpindahan ke jabatan yang lebih
tinggi disertai dengan peningkatan gaji/upah lainnya, walupun tidak selalu demikian
).
a. Kepercayaan
b. Keadilan
161
c. Formasi
d. Dasar-Dasar Promosi
a. Pengalaman ( senioritas )
b. Kecakapan ( ability )
c. Kombinasi pengalaman dan kecakapan
d. Syarat-Syarat Promosi
e. Kejujuran
f. Disiplin
g. Prestasi kerja
h. Kerja sama
i. Kecakapan
j. Loyalitas
k. Kepemimpinan
l. Komunikatif
m. Pendidikan
b. Tujuan-Tujuan Promosi
1. Untuk memberikan pengakuan, jabatan, dan imbalan jasa yang semakin
besar kepada karyawan yang berprestasi tinggi.
2. Dapat menimbulkan kepuasan dan kebanggaan pribadi, status sosial yang
semakin tinggi, dan penghasilan yang semakin besar.
3. Untuk merangsang agar karyawan lebih bergairah bekerja, berdisiplin tinggi,
dan memperbesar produktifitas kerjanya.
4. Untuk menjamin stabilitas kepegawaian dengan direalisasinya promosi
kepada karyawan dengan dasar dan pada waktu yang tepat serta penilaian
yang jujur.
162
5. Kesempatan promosi dapat menimbulkan keuntungan berantai ( multiplier
effect ) dalam perusahaan karena timbulnya lowongan berantai.
6. Memberikan kesempatan kepada karyawan untuk mengembangkan
kreatifitas dan inovasinya yang lebih baik demi keuntungan optimal
perusahaan.
7. Untuk menambah/memperluas pengetahuan serta pengalaman kerja para
karyawan dan ini merupakan daya dorong bagi karyawan lainnya.
8. Untuk mengisi kekosongan jabatan karena pejabatnya berhenti. Agar jabatan
itu tidak lowong maka dipromosikan karyawan lainnya.
9. Karyawan yang dipromosikan kepada jabatan yang tepat, semangat,
kesenangan, dan ketenangannya dalam bekerja semakin meningkat sehingga
produktifitas kerjanya juga meningkat.
10. Untuk mempermudah penarikan pelamar sebab dengan adanya kesempatan
promosi merupakan daya pendorong serta perangsang bagi pelamar-pelamar
untuk memasukan lamarannya.
11. Promosi akan memperbaiki status karyawan dari karyawan sementara
menjadi karyawan tetap setelah lulus dalam masa percobaannya.
c. Jenis-Jenis Promosi
163
c. Promosi kecil ( small scale promotion ) yaitu menaikkan jabatan seseorang
karyawan dari jabatan yang tidak sulit dipindahkan kejabatan yang sulit
yang meminta ketrampilan tertentu, tetapi tidak disertai dengan peningkatan
wewenang, tanggungjawab dan gaji.
d. Promosi kering ( dry promotion ) yaitu seorang karyawan yang dinaikkan
jabatannya ke jabatan yang lebih tinggi disertai dengan peningkatan pangkat,
wewenang, dan tanggungjawab tetapi tidak disertai dengan kenaikkan gaji
atau upah.
d. Alasan-alasan karyawan yang tidak ingin dipromosikan antara lain:
1. Perbedaan kenaikan gaji yang diterima mungkin dianggap tidak
seimbang dengan tambahan tanggung jawab yang akan dilaksanakan.
2. Mereka merasa segan meninggalkan kelompok lamanya untuk masuk
kedalam kelompok baru yang belum pasti sikap penerimaannya.
3. Keamanan pada sektor yang baru selalu ada faktor-faktor ketidakpastian
sedangkan pada pekerjaan yang lama mereka telah mempunyai keahlian
dan telah menguasainya. Ditempat baru ini sering terjadi gangguan
keamanan seperti banjir dan lain-lainnya.
4. Keluarga tidak bersedia pindah ke tempat yang baru karena sakit atau
pendidikan anak-anak yang kurang baik di tempat baru itu.
5. Kesehatan, sehingga tidak dapat memikul tanggung jawab yang semakin
besar. Iklim yang tidak cocok dan seringnya berjangkit penyakit di
tempat yang baru seperti malaria.
6. Tempatnya terpencil, sarana pendidikan, transportasi, hiburan, rumah
sakit, adat istiadat, dan bahasa di tempat yang baru tidak cocok.
e. Demosi Karyawan
Demosi (demotion) adalah perpindahan karyawan dari suatu jabatan yang
lebih rendah di dalam satu organisasi, wewenang, tanggung jawab,
164
pendapatan, serta statusnya semakin rendah. Demosi adalah penurunan
pangkat/jabatan seorang karyawan yang dilakukan dalam suatu organisasi.
Pengertian demosi menurut Andrew F. Sikula adalah: A demotion is a
movement within an organization from one position to other that involves
either a decrease in pay or decrease in status. ( Demosi adalah suatu
perpindahan dalam suatu organisasi dari satu posisi ke posisi lainnya yang
melibatkan penurunan gaji/bayaran maupun status ).
Tujuan pelaksanaan demosi adalah untuk menghindari kerugian perusahaan,
memberikan jabatan/posisi, gaji, dan status yang tepat sesuai dengan
kemampuan/kecakapan karyawan bersangkutan. Demosi merupakan
hukuman terhadap karyawan yang tidak mampu mengerjakan tugas-tugasnya
pada jabatan yang dipangkunya hingga jabatannya diturunkan.
165
2. Asas-asas Promosi Karyawan
a. Asas-asas promosi :
1. Kepercayaan
2. Keadilan
3. Formasi
b. Dasar-dasar promosi
1. Pengalaman ( senioritas )
2. Kecakapan ( ability )
3. Kombinasi pengalaman dan kecakapan
c. Syarat-syarat promosi
1. Kejujuran
2. Disiplin
3. Prestasi kerja
4. Kerja sama
5. Kecakapan
6. Loyalitas
7. Kepemimpinan
8. Komunikatif
9. Pendidikan
d. Tujuan-tujuan promosi
166
1. Untuk memberikan pengakuan, jabatan, dan imbalan jasa yang semakin
besar kepada karyawan yang berprestasi kerja tinggi.
2. Dapat menimbulkan kepuasan dan kebanggan pribadi, status social yang
semakin tinggi, dan penghasilan yang semakin besar
e. Jenis-jenis promosi
1. Promosi sementara
2. Promosi Tetap
3. Promosi kecil
4. Promosi kering
f. Mutasi Karyawan
Salah satu tindak lanjut yang dilakukan dari hasil penilaian prestasi
karyawan adalah mutasi karyawan.
Mutasi adalah suatu perubahan posisi/jabatan/tempat/pekerjaan yang
dilakukan baik secara horizontal maupun vertical (promosi/demosi) didalam suatu
organisasi.
b. Tujuan Mutasi
1. Untuk meningkatkan produktivitas karyawan
2. Untuk menciptakan keseimbangan antara tenaga kerja dengan komposisi
pekerjaan atau jabatan.
3. Untuk memperluas atau menambah pengetahuan karyawan.
c. Prinsip Mutasi
167
Prinsip mutasi adalah memutasikan karyawan kepada posisi yang tepat dan
pekerjaan yang sesuai, agar semangat dan produktifitas kerjanya
meningkat.
d. Dasar Mutasi
1. Merid system
Merid system adalah mutasi yang didasarkan atas landasan yang bersifat
ilmiah, objektif, dan hasil prestasi kerjanya. Merid system atau carreer
system ini merupakan dasar mutasi yang baik karena:
3. Spoil system
168
1. Cara-cara mutasi
169
karyawan bersangkutan kejabatan atau pekerjaan yang sesuai dengan
kecakapannya.
N. Latihan Soal
1. Coba anda jelaskan seberapa pentingnya pengembangan sumber daya manusia
dalam sebuah organisasi.
2. Uraikan pengertian pengembangan sumber daya manusia dari beberapa ahli.
3. Coba saudara uraikan kopentensi setiap individu dapat dilihat dari berbagai
karakteristik.
4. Uraikan metode-metode yang dilakukan dalam mengukur kopentensi
5. Uraikan klasifikasi masing-masing subjek bagi individu selaku tenaga kerja,
perusahaan, dan personal dalam pelaksanaan sebuah kebijakan.
6. Saudara uraikan tujuan pengembangan sumber daya manusia dengan
memberikan contoh.
7. Coba saudara uraikan manfaat yang dapat diambil dari pengembangan sumber
daya manusia.
8. Uraikan metode-metode dalam pengembangan sumber daya manusia.
9. Jelaskan defenisi penilaian prestasi karyawan dan kenapa pentingnya prestasi
karyawan.
10. Coba saudara uraikan faktor-faktor yang menimbulkan kepuasan kerja.
11. Coba saudara uraikan bagaimana menentukan kebutuhan pengembangan
sumber daya manusia.
12. Saudara uraikan sejauh mana pentingnya evaluasi program.
170
Bab – 6
PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SEBAGAI
KOMPONEN PENGEMBANGAN SUMBER
DAYA MANUSIA (SDM)
171
BAB VI
PENDIDIKAN DAN PELATIHAN SEBAGAI KOMPONEN
PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA (SDM)
172
khusus seseorang atau kelompok orang. Penggunaan istilah pelatihan sering
digunakan dengan istilah latihan atau training. Latihan adalah salah satu cara
memperoleh keterampilan tertentu misalnya latihan menari, naik sepeda, berbaris,
dan lain-lain.
Perbedaan istilah pendidikan dan pelatihan dalam suatu instansi, secara
konsep dapat dikenal dari hal-hal sebagai berikut:
Pendidikan pada umumnya berkaitan dengan mempersiapkan calon tenaga
yang diperlukan oleh suatu instansi atau organisasi, sedangkan pelatihan lebih
berkaitan dengan peningkatan kemampuan atau keterampilan karyawan yang sudah
menduduki suatu pekerjaan atau tugas tertentu. Dalam suatu pelatihan orientasi atau
penekanannya pada tugas yang harus dilaksanakannya (job orientation), sedangkan
pendidikan lebih pada pengembangan kemampuan umum. Pelatihan pada umumnya
menekankan kepada kemampuan psikomotor, meskipun didasari pengetahuan dan
siakap, sedangkan pendidikan ketiga area kemampuan tersebut (kognitif, afektif dan
psikomotor) memperoleh perhatian yang seimbang, terutama pada pendidikan yang
masih bersifat umum. Namun pada pendidikan kejuruan atau pendidikan khusus,
maka yang diutamakan adalah keterampilan.
Oleh karena orinetasinya kepada pelaksanaan tugas serta keterampilan
khusus pada sasaran yang pada umumnya bagi mereka yang sudah bekerja, maka
jangka waktu pelatihan pada umumnya lebih pendek daripada pendidikan.
Demikian pula metode belajar mengajar yang digunakan pada pelatihan lebih
interaktif dibandingkan dengan pendidikan. Pada akhir suatu proses pelatihan
biasanya peserta hanya memperoleh suatu sertifikat, sedangkan pada akhir
pendidikan, peserta pada umumnya memperoleh ijazah atau gelar.
Perbedaan-perbedaan tersebut tidaklah seperti hitam dan putih, praktiknya
sangat fleksibel, di mana batas antara pelaksanaan pendidikan dan pelatihan itu
tidak ada garis yang tegas.
173
Pendidikan dan pelatihan dapat dipandang sebagai salah satu bentuk
investasi. Oleh karena itu setiap organisasi atau instansi yang ingin berkembang,
maka pendidikan dan pelatihan bagi karyawannya harus memperoleh perhatian yang
besar. Pentingnya program pendidikan dan pelatihan bagi suatu organisasi antara
lain sebagai berikut:
a. Sumber daya manusia atau karyawan yang menduduki suatu jabatan tertentu
dalam organisasi, belum tentu mempunyai kemampuan yang sesuai
persyaratan yang diperlukan dalam jabatan tersebut. Hal ini terjadi karena
sering seseorang menduduki jabatan tertentu bukan karena kemampuannya,
melainkan karena tersedianya formasi. Oleh sebab itu karyawan atau staf
baru ini perlu penambahan kemampuan yang mereka perlukan.
b. Dengan adanya kemajuan ilmu dan teknologi, jelas akan mempengaruhi
suatu organisasi/instansi. Oleh sebab itu jabatan-jabatan yang dulu belum
diperlukan, sekarang diperlukan. Kemampuan orang yang ingin menempati
jabatan tersebut kadang-kadang tidak ada. Dengan demikian, maka
diperlukan penambahan atau peningkatan kemampuan yang diperlukan oleh
jabatan tersebut.
c. Promosi dalam suatu organisasi/ institusi adalah suatu keharusan apabila
organisasi itu mau berkembang. Pentingnya promosi bagi seseorang adalah
sebagai salah satu reword dan insentive (ganjaran dan perangsang). Adanya
ganjaran atau perangsang yang berupa promosi dapat meningkatkan
produktifitas kerja bagi seorang karyawan. Kadang-kadang kemampuan
seorang karyawan yang akan dipromosikan untuk menduduki jabatan
tertentu ini masih belum cukup. Untuk itulah maka diperlukan pendidikan
atau pelatihan tambahan.
d. Di dalam masa pembangunan ini organisasi-organisasi atau instansi-instansi,
baik pemerintah maupun swasta merasa terpanggil untuk menyelenggarakan
174
pelatihan-pelatihan bagi para karyawannya agar diperoleh efektivitas dan
efisiensi kerja sesuai dengan masa pembangunan.
Pentingnya pendidikan dan pelatihan seperti diuraikan di atas, bukanlah
semata-mata bermanfaat bagi karyawannya atau pegawainya yang bersangkutan,
tetapi juga keuntungan bagi orgnisasi. Karena dengan meningkatnya kemampuan
atau keterampilan para karyawan, meningkatkan produktivitas kerja para karyawan.
Produktivitas kerja para karyawan meningkat, berarti organisasi yang bersangkutan
akan memperoleh keuntungan.
Perkembangan sumber daya manusia dalam suatu institusi pada umumnya
hanya terkait dengan pelatihan pegawai atau karyawan saja. Hal ini disebabkan
karena karyawan tersebut biasanya direkrut dari lulusan-lulusan lembaga
pendidikan diluar institusi yang bersangkutan. Jarang suatu institusi
menyelenggarakan pendidikan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri. Walaupun
hanya pada institusi atau Departemen-Departemen pemerintah. Departemen ini
menyelenggarakan pendidikan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dalam
bentuk institusi atau lembaga pendidikan kedinasan.
Oleh sebab itu pusat pendidikan dan pelatihan disetiap institsi tugas
pokoknya adalah melaksanakan pendidikan dan pelatihan pegawai untuk lebih
meningkatkan kemampuan pegawai atau karyawan dilingkungan institusi tersebut
dan akhirnya juga membawa dampak terhadap pengembangan organisasi atau
institusi yang bersangkutan.
Leonard Nadler (1970) secara terinci menguraikan area kegiatan
Pengembangan Sumber Daya Manusia itu dalam 4 bagian, yakni:
a. Pelatihan pegawai (employee training)
b. Pendidikan pegawai (employee education)
c. Pengembangan pegawai (employee development)
d. Pengembangan non-pegawai (non-employee development)
175
Kegiatan ketiga area yang pertama (pelatihan, pendidikan, pengembangan
pegawai) adalah merupakan kegiatan pokok untuk pengembangan sumber daya
manusia (pegawai) dalam suatu institusi atau departemen dalam kegiatannya untuk
pengembangan organisasi institusi atau deprtemen yang bersangkutan. Sedangkan
area yang ke-4 (non-employee development) pada hakikatnya adalah pelaksanaan
fungsi social dari institusi tersebut. Di mana suatu institusi atau departemen
menurut Nadler juga mempunyai kewajiban untuk melaksanakan pendidikan dan
pelatihan bagi anggota masyarakat yang bukan pegawai dan institusi.
Program pelatihan (training) bertujuan untk memperbaiki penguasaan
berbagai keterampilan dan tekhnik pelaksanaan kerja tertentu untuk kebutuhan
sekarang, sedangkan pengembangan bertujuan untuk menyiapkan pegawainya siap
memangku jabatan tertentu dimasa yg akan datang. Pengembangan bersifat lebih
luas karena menyangkut banyak aspek, sikap dan keperibadian. Program pelatiahn
dan pendidikan bertujuan anatara lain untuk menutupi ‘gap’ antara kecakapan
karyawan dengan permintaan jabatan, selain itu juga untuk meningkatkan efesiensi
dan efektivitas kerja karyawan dalam mencapai sasaran kerja.
Pelatihan dapat terlaksana disebabkan oleh banyak hal yang menurut Barry
(1994) karena adanya: Perubahan staf, Perubahan teknologi, Perubahan pekerjaan,
Perubahan peraturan hukum, Perkembangan ekonomi, Pola baru pekerjaan, Tekanan
pasar, Kebijakan sosial, Aspirasi pegawai, Variasi kinerjadan Kesamaan dalam
kesempatan.
Selanjutnya, pelatihan dapat dilaksanakan pada dua tempat. Yang pertama
adalah pelatihan di tempat kerja (on-the job training) dan yang kedua di luar tempat
kejra (off-the job training). Teknik utama pelatihan di tempat kerja antara lain
adalah: demonstrasi (praktik menyelesaikan sesuatu dalam rangka meningkatkan
“skill” karyawan), melatih (lebih mengarah pada praktik manajerial dan
professional), melatih dengan cara mengerjakan sendiri, serta rotasi kerja.
176
Sedangkan pelatihan di luar tempat kerja, teknik pelatihannya antara lain: ceramah,
studi khusus, permainan peran, grup diskusi, pusat pengembangan, dinamika grup,
belajar melalui tindakan, proyek, permainan bisnis, dan pelatihan di tempat terbuka.
Untuk mengevaluasi pelatihan dan pengembangan, Barry (1994) menyarankan hal-
hal berikut :
a. Tingkat reaksi peserta, yaitu melihat reaksi peserta terhadap pelatihan,
pelatih dan lainnya.
b. Tingkat belajar, yaitu melihat perubahan pada pengetahuan, keahlian, dan
sikap.
c. Tingkat tingkah laku kerja, yaitu melihat perubahan pada tingkah laku
kerja.
d. Tingkat organisasi, yaitu melihat efek pelatihan terhadap organisasi.
e. Nilai akhir, yaitu bermanfaat tidak hanya untuk organisasi, tetapi juga untuk
individu.
177
Administrator PSDM yang diserahi tuagas untuk merencanakan fasilitas,
biaya dan kegiatan-kegiatan lain yang berkaitan dengan diklat harus gesit dan
kreatif untuk menangkap persoalan-persoalan dan memperhatikan kebutuhan-
kebutuhan untuk mengembangkan individu-individu dan organisasi di dalam
lingkup kerjanya. Selanjutnya, berdasarkan analisis kebutuhan pelatihan tersebut
harus segera merencanakan bentu-bentuk dan jenis pelatihan yang relevan dengan
masing-masing kebutuhan untuk kerja.
Lebih dari itu, ia harus juga melakukan hubungan dan kerjasama dengan
pihak-pihak lain, sumber-sumber dana, dan fasilitas lain tanpa adanya dukungan
dari pihak lain, unit PSDM (Pusdiklat) niscaya tidak dapat berjalan sesuai dengan
fungsinya.
b. Supervisi Melaksanakan Program
Kegiatan PSDM adalah suatu proses yang berjalan terus-menerus. Kegiatan
supervisi disini dimaksudkan agar kegiatan-kegiatan / program-program yang
dilaksanakan oleh petugas pengajaran berjalan dengan berhasil dan berdaya guna.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kaitannya dengan supervisi adalah
penugasan / penentuan staf, prajabatan, evaluasi penelitian dan pengembangan
kebijaksanaan. Unit kerja yang menangani supervisi di dalam institusi PSDM dapat
diartikan sebagai pusat informasi, penelitian dan pengembangan. Oleh sebab itu,
staf di unit ini harus orang yang mempunyai keahlian dalam bidan pendidikan.
c. Pengembangan Pegawai (Personel Developer)
Adminstrasi PSDM juga mempunyai fungsi untuk mengembangkan staf di
dalam institusi PSDM, baik staf dibidang administrasi dan pengelolaan pelatihan
maupun pengajar spesialis (learning specialist). Untuk itu administrativ yang
bertanggungjawab “personel developer” ini harus memberikan kesempatanbagi
semua stafnya untuk mengembangkan dirinya, baik melalui pendidikan lanjutan
maupun pelatihan-pelatihan jangka pendek.
178
d. Memelihara Hubungan Masyarakat
Pusdiklat (Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai) sebagai salah satu
bentuk PSDM perlu memiliki hubungan yang luas dan baik dengan masyarakat,
baik hubungan di dalam lingkungan institusi atau departemen maupun di luar
institusi / departemen. Pusdiklat merupakan suatu unit kerja yang berfungsi untuk
meningkatkan kualitas ketenagaan di lingkungan departemennya, yaitu dari unit
kerja-unit kerja yang lain (program-program). Oleh sebab itu, perlu komunikasi dan
hubungan yang baik dengan program-program yang tenaganya akan dididik dan
dilatih (dikembangkan). Hubungan dengan organisasi di luar departemen bukan saja
untuk memperoleh dukungan nada tetapi juga untuk menjadi masukan dan umpan
balik terhadap penyelenggaraan program pendidikan dan pelatihan.
c. Konsultan
Fungsi pokok konsultan dalam institusi diklat adalah untuk menghasilkan
pendapatan-pendapatan atau jawaban-jawaban atas permasalahan di dalam lembaga
tersebut. Untuk memperoleh hasil yang optimum, maka menurut Nadler, ada dua
peeranan pokok yang harus dilakukan oleh seorang konsultan, yakni peranan
sebagai narasumber dan sebagai fasilitator.
179
C. Latihan Soal
1. Coba saudara jelaskan seberapa pentingnya program pelatihan dan pendidikan
dalam pencepatan pengembangan sumber daya manusia.
2. Uraikan hubungan sistem pelatihan dengan sistem pendidikan dalam
meningkatkan sumber daya manusia dan apa perbedaannya.
3. Uraikan peran dan pengaruh pihak luar organisasi dalam pelatihan dan
pendidikan.
4. Saudara jelaskan kegiatan apa saja yang harus dilakukan oleh supervise ketika
melaksanakan program-progam.
5. Uraikan hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan oleh supervise ketika
supervise itu dilaksanakan berikan contoh.
6. Uraikan fungsi konsultan dan fungsi diklat dalam pelatihan dan pendidikan.
7. Uraikn tujuan dri pada program pelatihan dan apa pengaruhnya terhadap
sumber daya manusia bila pelatihan tidak dilakukan.
8. Saudara jelaskan persiapan-persiapan yang harus dilakukan oleh lembaga
institusi sebelum kegiatan pelatihan dilakukan.
180
Bab – 7
MANFAAT PENILAIAN KINERJA
181
BAB VII
MANFAAT PENILAIAN KINERJA
182
George dan Jones (2002) menyatakan manfaat penilaian kinerja adalah
untuk penyesuaian kompensasi, keputusan penempatan dan pengembangan karir
dan memberikan kesempatan kerja yang adil, sehingga karyawan dapat
memperbaiki kinerjanya. Hal ini akan berdampak pada perbaikan perencanaan dan
pengembangan organisasi untuk menghadapi tantangan masa depan.
183
7. Mengidentifikasi adanya kekurangan dalam desain pekerjaan, yaitu
kekurangan kinerja akan menunjukkan adanya kekurangan dalam
perancangan pekerjaan.
8. Meningkatkan adanya perlakuan yang sama terhadap semua pegawai, yaitu
dengan dilakukannya penilaian yang obyektif.
9. Membantu pegawai mengatasi masalah eksternal, yaitu dengan penilaian
unjuk kerja, atasan akan mengetahui apa yang menyebebkan terjadinya
unjuk kerja yang jelek, sehingga atasn dapat membantu mengatasinya.
10. Umpan balik pada pelaksanaan fungsi manajemen sumber daya manusia,
yaitu dengan diketahuinya unjuk kerja pegawai secara keseluruhan dapat
menjadi informasi sejauh mana fungsi sumber daya manusia berjalan baik
atau buruk.
184
manusia terutama di bidang informasi job-analysis, job-design, dan sistem
informasi manajemen sumber daya manusia.
8. Equal employment opportunity. Menunjukkan bahwa placement decision
tidak diskriminatif
9. External challenges. Kadang-kadang kinerja pegawai dipengaruhi oleh
faktor eksternal seperti keluarga, keuangan pribadi, kesehatan, dan lain-
lainnya. Biasanya faktor ini tidak terlalu kelihatan, namun dengan
melakukan penilaian kinerja, faktor-faktor eksternal ini akan kelihatan
sehingga membantu departemen sumber daya manusia untuk memberikan
bantuan bagi peningkatan kinerja pegawai.
10. Feedback. Memberikan umpan balik bagi urusan kepegawaian maupun bagi
pegawai itu sendiri.
1. Who (siapa), pertanyaan ini mencakup siapa yang harus diniliai dan siapa
yang harus menilai.
185
2. What (apa), pertanyaan ini mencakup objek/materi yang dinilai (hasil kerja,
kemampuan, sikap, kepemimpinan, dan motivasi) dan dimensi waktu
(kemampuan saat ini dan potensi yang akan datang).
3. Why (mengapa), pertanyaan ini diupayakan mampu menjawab tujuan dari
pengukuran kinerja, seperti untuk memelihara potensi kerja, menentukan
kebutuhan pelatihan, dasar pengembangan karier, maupun dasar promosi
jabatan.
4. When (bilamana), pertanyaan ini mencakup kapan pengukuran harus
dilakukan, apakah secara formal (periodik) ataukah secara informal (terus
menerus).
5. Where (dimana), pertanyaan ini mencakup apakah penilaian harus dilakukan
di tempat kerja atau diluar tempat kerja (memalui jasa konsultan).
6. How (bagaimana), pertanyaan ini mencakup apakah penilaian harus
dilakukan dengan metode tradisional (rating scale, employee comparison),
ataukah metode modern (management by objective, assessment centre).
Secara singkat dapat disimpulkan bahwa prinsip dasar dari penilaian kinerja
adalah :
186
2. Selalu didasarkan atas suatu pertemuan, misalnya dari hasil diskusi antara
pegawai dengan penyelesaian langsung, suatu diskusi yang konstruktif untuk
mencari jalan yang terbaik dalam meningkatkan mutu dan baku yang tinggi.
3. Suatu proses manajemen yang dialami, jangan merasa dan menimbulkan
kesan terpaksa, namun dimasukan secara sadar kedalam corporate planning,
dilakukan secara periodik, terarah dan terprogram, bukan yang cuma setahun
sekali atau kegiatan yang dilakukan jika manajer ingat saja.
1. Hallo Effect, penilaian yang subjektif diberikan kepada pegawai, baik yang
bersifat negatif maupun positif yang berlebihan dilihatnya dari penampilan
pegawai.
2. Liniency, penilaian kerja yang cenderung memberikan nilai yang terlalu
tinggi dari yang seharusnya.
3. Strickness, penilaian kinerja yang memiliki kecenderungan memberikan
nilai yang terlalu rendah dari yang seharusnya.
4. Central Tendency, penilaian yang cenderung memberikan nilai rata-rata
(sedang).
5. Personal Biases, penilaian kinerja memberikan nilai yang baik kepada
pegawai senior, lebih tua usia, atau yang berasal dari suku bangsa yang
sama.
187
individu yang efektif, melalui penentuan target kinerja yang dibutuhkan guna
mencapai keberhasilan kerja.
Menurut Mondy & Noe (2005) masalah yang berkaitan dengan penilaian
kinerja adalah:
1. Kurangnya objektivitas
Salah satu kelemahan metode penilain kinerja tradisional adalah kurangnya
objektivitas. Dalam metode rating scale, misalnya, faktor-faktor yang lazim
digunakan seperti sikap, loyalitas dan kepribadian adalah faktor-faktor yang
sulit diukur. Penggunaan faktor-faktor yang terkait dengan pekerjaan (job
related factors) dapat meningkatkan objektivitas.
188
2. Bias “Hallo error”
Bias “Hallo error” terjadi bila penilai mempersepsikan satu faktor sebagai
kriteria yang paling penting dan memberikan penilaian umum baik atau
buruk berdasarkan faktor tunggal ini.
3. Terlalu “longggar” / terlalu “ketat”
Penilai terlalu “longggar” (leniency) kecenderungan memberi nilai tinggi
kepada yang tidak berhak, penilai memberi nilai lebih tinggi dari seharusnya.
Penilai terlalu “ketat” (strictness) terlalu kritis atas kinerja seorang pekerja
(terlalu “ketat” dalam memberikan nilai). Penilaian yang terlalu ketat
biasanya terjadi bila manajer tidak mempunyai definisi atau batasan yang
akurat tentang berbagai faktor penilaian.
4. Kecenderungan memberikan nilai tengah
Kecenderungan memberi nilai tengah (Central tendency), terjadi bila pekerja
di beri nilai rata-rata secara tidak tepat atau di tengah-tengah skala penilaian,
Biasanya, penilai memberi nilai tengah karena ingin menghindari
kontroversi atau kritik.
5. Bias perilaku terbaru
Bias perilaku terbaru (recent behavior bias) , perilaku atau kinerja yang
paling akhir akan lebih mudah diingat daripada perilaku yang telah lama.
Penilai cenderung lebih banyak menilai kinerja yang tampak menjelang atau
pada saat proses penilaian dilakukan. Seharusnya penilaian kinerja
mencakup periode waktu tertentu.
6. Bias pribadi(stereotype)
Penyelia yang melakukan penilaian bisa saja memiliki bias yang berkaiatan
dengan karakteristik pribadi pekerja seperti suku, agama, gender atau usia.
Meskipun ada peraturan atau undang-undang yang melindugi pekerja,
diskriminasi tetap menjadi masalah dalam penilain kinerja.
189
F. Metode-metode Penilaian Kinerja
Menurut Mondy & Noe (2005), ada tujuh metode penilaian kinerja yaitu:
1. Rating Scales
Menilai kinerja pegawai dengan menggunakan skala untuk mengukur faktor-
faktor kinerja (performance factor). Misalnya dalam mengukur tingkat inisiatif dan
tanggung jawab pegawai. Skala yang digunakan adalah 1 sampai 5, yaitu 1 adalah
yang terburuk dan 5 adalah yang terbaik. Jika tingkat inisiatif dan tanggung jawab
pegawai tersebut biasa saja, maka ia diberi nilai 3 atau 4 dan begitu seterusnya
untuk menilai faktor-faktor kinerja lainnya.
2. Critical Incidents
Evaluator mencatat mengenai apa saja perilaku/pencapaian terbaik dan
terburuk (extremely good or bad behaviour) pegawai. Dalam metode ini, penilai
harus menyimpan catatan tertulis tentang tindakan-tindakan atau prilaku kerja yang
sangat positif (high favorable) dan perilaku kerja yang sangat negatif (high
unfavorable) selama periode penilaian.
3. Essay
Evaluator menulis deskripsi mengenai kekuatan dan kelemahan karyawan,
kinerjanya pada masa lalu, potensinya dan memberikan saran-saran untuk
pengembangan pekerja tersebut. Metode ini cenderung lebih memusatkan perhatian
pada perilaku ekstrim dalam tugas-tugas karyawan daripada pekerjaan atau kinerja
rutin yang mereka lakukan dari hari ke hari. Penilaian seperti ini sangat tergantung
kepada kemampuan menulis seorang penilai.
4. Work standard
Metode ini membandingkan kinerja setiap karyawan dengan standar yang
telah ditetapkan sebelumnya atau dengan tingkat keluaran yang diharapkan. Standar
mencerminkan keluaran normal dari seorang pekerja yang berprestasi rata-rata,
yang bekerja pada kecepatan atau kondisi normal. Agar standar ini dianggap
190
objektif, para pekerja harus memahami secara jelas bagaimana standar yang
ditetapkan.
5. Ranking
Penilai menempatkan seluruh pekerja dalam satu kelompok sesuai dengan
peringkat yang disusun berdasarkan kinerja secara keseluruhan. Contohnya, pekerja
terbaik dalam satu bagian diberi peringkat paling tinggi dan pekerja yang paling
buruk prestasinya diletakkan di peringkat paling bawah. Kesulitan terjadi bila
pekerja menunjukkan prestasi yang hampir sama atau sebanding.
6. Forced distribution
Penilai harus “memasukkan” individu dari kelompok kerja ke dalam
sejumlah kategori yang serupa dengan sebuah distribusi frekuensi normal. Contoh
para pekerja yang termasuk ke dalam 10 persen terbaik ditempatkan ke dalam
kategori tertinggi, 20 persen terbaik sesudahnya ke dalam kategori berikutnya, 40
persen berikutnya ke dalam kategori menengah, 20 persen sesudahnya ke dalam
kategori berikutnya, dan 10 persen sisanya ke dalam kategori terendah. Bila sebuah
departemen memiliki pekerja yang semuanya berprestasi istimewa, atasan “dipaksa”
untuk memutuskan siapa yang harus dimasukan ke dalam kategori yang lebih
rendah.
7. Behaviourally Anchored Rating Scales (BARS)
Evaluator menilai pegawai berdasarkan beberapa jenis perilaku kerja yang
mencerminkan dimensi kinerja dan membuat skalanya. Misalnya penilaian
pelayanan pelanggan. Bila pegawai bagian pelayanan pelanggan tidak menerima tip
dari pelanggan, ia diberi skala 4 yang berarti kinerja lumayan. Bila pegawai itu
membantu pelanggan yang kesulitan atau kebingungan, ia diberi skala 7 yang
berarti kinerjanya memuaskan, dan seterusnya. Metode ini mendeskripsikan
perilaku yang diharapkan sesuai dengan tingkat kinerja yang diharapkan.
191
G. Evaluasi penilaian kinerja
Evaluasi kinerja adalah metode penilaian terhadap pelaksanaan tugas
seseorang atau sekelompok orang atau unit-unit kerja dalam satu perusahaan atau
organisasi sesuai tujuan atau standar kinerja yang telah ditetapkan lebih dahulu.
Kinerja pada dasarnya adalah apa yang dilakukan atau tidak dilakukan
karyawan. Kinerja karyawan adalah yang mempengaruhi seberapa banyak mereka
memberi kontribusi kepada organisasi yang antara lain adalah :
1. Kuantitas output
2. Kualitas output
3. Jangka waktu output
4. Kehadiran di tempat kerja
5. Sikap kooperatif
192
Pada prinsipnya, kinerja adalah prestasi kerja atau hasil kerja, namun tidak
ada salahnya terlebih dahulu saya membagi beberapa definisi berikut :
193
dalam bukunya Organizatinal Behavior, dari hasil riset terhadap 600 buah organisasi
di luar negeri, yang pernah dilakukan pada tahun 1984. Lantas bagaimana
penjelasan dari semua itu?
194
sasaran dengan baik,maka bukan tidak mungkin bahwa karyawan akan bekerja jauh
dibawah potensi yang mereka miliki.
H. Latihan Soal
1. Uraikan pengertian kinerja menurut pakar
2. Uraikan tujuan dan manfaat penilaian kinerja.
3. Saudara jelaskan ruang lingkup pengukuran pengukuran kinerja dan uraikan
prinsip dasar penilaian kinerja.
4. Uraikan tahapan-tahapan dalam penilaian kinerja.
5. Jelaskan masalah-masalah yang muncul dalam penilaian kinerja.
6. Uraikan metode-metode apa saja yang diperlukan dalam penilaian kinerja.
7. Uraikan seberapa penting evaluasi kinerja kinerja dilakukan.
8. Jelaskan pengaruh penilaian kinerja dalam penjenjangan karir karyawan.
9. Uraikan alasan-alasan yang membuat fungsi penilaian kinerja begitu penting
kedudukannya dalam organisasi.
10. Uraikan aspek-aspek yang harus diperhatikan dalam penilaian kinerja.
195
Bab – 8
PEMELIHARAAN (MAINTENANCE)
196
BAB VIII
PEMELIHARAAN (MAINTENANCE)
197
Faktor yang mendorong perlunya perusahaan melakukan pemeliharaan sumber daya
manusia adalah :
C. Tujuan Pemeliharaan
D. Asas-Asas Pemeliharaan
1. Asas Manfaat dan Efesiensi
Pemeliharaan yang dilakukan harus efesien dan memberikan manfaat yang
optimal bagi perusahaan dan karyawan. Pemeliharaan ini hendaknya meningkatkan
198
prestasi kerja, keamanan, kesehatan, dan loyalitas karyawan dalam mencapai tujuan.
Asas ini harus diprogram dengan baik supaya tidak sia-sia.
199
dalam melaksanakan tugas yang dibebankan kepadanya. Sumber Daya Manusia
akan terdorong tetap bekerja memberikan tenaganya, kemampuannya, pikirannyya
dan waktunya bagi perusahaan. Kegiatan pemeliharaan sumber daya manusia secara
rinci untuk :
200
Program ini dirancang dan diselenggarakan untuk melindungi keamanan
ekonomi para karyawan. Jenis-jenis program ini antara lain:
a. Pensiun
Pensiun diberikan bagi karyawan yang telah bekerja di perusahaan untuk
masa tertentu. pensiun merupakan salah satu program perusahaan dalam
rangka memberikan jaminan keamanan financial bagi karyawan yang sudak
tidak produktif.
b. Asuransi
Perusahaan melakukan kerja sama dengan perusahaan asuransi untuk
menanggung asuransi karyawannya. Program asuransi bisa berbentuk
asuransi jiwa, kesehatan atau asuransi kecelakaan.
c. Pemberian Kredit
Perusahaan memberikan kredit kepada karyawan yang membutuhkannya,
misalnya: mendirikan koperasi simpan pinjam.
3. Pemberian Fasilitas
Biasanya perusahaan memberikan fasilitas kepada karyawan untuk
membantu keluhan karyawan dalam melakukan tugas-tugas sehari-hari. Pemberian
fasilitas bisa dalam bentuk antara lain:
a. Penyediaan cafeteria
201
b. Perumahan
c. Fasilitas Pembelian
d. Fasilitas Kesehatan
e. Pendidikan
2. Pelatihan Keselamatan
Pelatihan yang diadakan perusahaan untuk mencegah terjadinya kecelakaan
kerja.
202
Publikasi keselamatan kerja bertujuan untuk mengingatkan memotivasi
karyawan agar menyadari akan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja.
Kontes keselamatan kerja bertujuan untuk memotivasi karyawan agara selalu
menerapkan K3 sewaktu bekerja.
6. Peningkatan Kesadaran K3
Peningkatan kesadaran K3 merupakan usaha perusahaan dalam
mensukseskan program K3. Adanya komitmen yang kuat dan perhatian yang
besar dari manajemen perusahaan dapat memotivasi karyawan untuk
mengutamakan keselamatan dan kesehatannya sewaktu bekerja.
203
F. Metode-metode Pemeliharaan
1. Komunikasi
Komunikasi adalah suatu alat pengalihan informasi dari komunikator kepada
komunikan agar antara mereka terdapat interaksi. Interaksi terjadi jika komunikasi
efektif atau dipahami. Komunikasi disebut efektif jika informasi disampaikan dalam
waktu singkat, jelas/dipahami, dipersepsi/ditafsirkan, dan dilaksanakan sama
dengan maksud komunikator.
2. Insentif
a. Pengertian Insentif
Insentif adalah daya perangsang yang diberikan kepada karyawan tertentu
berdasarkan prestasi kerjanya agar karyawan terdorong meningkatkan produktivitas
kerjanya.
204
b. Metode Insentif
Metode insentif yang adil dan layak merupakan data penggerak yang
merangsang terciptanya pemeliharaan karyawan. Karena dengan pemberian insentif
karyawan merasa mendapat perhatian dan pengakuan terhadap prestasi yang
dicapainya, sehingga semangat kerja dan sikap loyal karyawan akan lebih baik.
c. Jenis-jenis Insentif
1. Insentif positif
Adalah daya perangsang dengan memberikan hadiah material atau
nonmaterial kepada karyawan yang prestasi kerjanya di atas prestasi standar.
2. Insentif negative
Adalah daya perangsang dengan memberikan ancaman hukuman kepada
karyawan yang prestasi kerjanya dibawah prestasi standar.
d. Bentuk-bentuk Insentif
1. Nonmaterial insentif
Adalah daya perangsang yang diberikan kepada karyawan berbentuk
penghargaan/pengukuhan berdasarkan prestasi kerjanya, seperti piagam,
piala atau medali.
2. Sosial insentif
Adalah daya perangsang yang diberikan kepada karyawan berdasarkan
prestasi kerjanya, berupa fasilitas dan kesempatan untuk mengembangkan
kemampuannya, seperti promosi, mengikuti pendidikan atau naik haji.
3. Material insentif
Adalah daya perangsang yang diberikan kepada karyawan berdasarkan
prestasi kerjanya, berbentuk uang dan barang. Material insentif bernilai
205
ekonomis sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan karyawan beserta
keluarganya.
206
1. Beban kerja
Setiap pekerjaan apapun memerlukan 2 hal penting yakni pekerjaan-
pekerjaan yang lebih memerlukan pemikiran dan pekerjaan-pekerjaan yang
lebih memerlukan kekuatan-kekuatan fisik. Kedua hal ini mempunyai
keterbatasan-keterbatasan tersendiri. Siapapun juga tidak dapat dituntut dan
dipaksakan untuk melaksanakan pekerjaannya melebihi kemampuan yang
dimilikinya. Apabila seseorang dituntut dan dipaksakan untuk melakukan
pekerjaan dapat terganggunya kesehatan atau terjadinya kecelakaan
kerja bagi yang bersangkutan.
Oleh sebab itu, kesehatan dan keselamatan kerja berusaha agar para
karyawan baik yang menggunakan kemampuan pemikiran maupun fisiknya
membuat perencanaan pelayanan terhadap kesehatan dan keselamatan kerja.
2. Beban tambahan
Beban tambahan bagi setiap tenaga kerja adalah lingkungan kerja yang tidak
kondusif. Lingkungan kerja yang tidak kondusif sering bahkan selalu
menghambat atau mempengaruhi kinerja dan pelaksanaan tugas karyawan.
Lingkungan kerja sebagai beban tambahan karyawan di suatu institusi antara
lain :
207
c. Faktor biologi, yakni binatang atau serangga yang menggangu
lingkungan kerja misalnya, lalat, nyamuk, kecoa, tanaman yang tidak
teratur, lumut dan sebagainya.
d. Faktor fisiologis, yakni peralatan kerja yang tidak sesuai dengan ukuran
tubuh, misalnya meja tulis atau komputer yang terlalu pendek atau
tinggi, meja dan kursi rapat tidak sesuai ukuran dan sebagainya.
e. Faktor sosio-fisiologis, yakni suasana kerja yang tidak harmonis,
misalnya adanya kelompok-kelompok penggosip, adanya kecemburuan
satu dengan yang lainnya dan sebagainya.
Untuk menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan tidak menjadi beban
tambahan bagi karyawan, maka seorang manager HRD atau personalia,
seyogyanya menbuat skema untuk terwujudnya lingkungan kerja yang
kondusif untuk karyawan.
3. Kemampuan kerja
Kemampuan kerja dalam mengerjakan tugasnya berbeda satu dengan yang
lainnya. Meskipun pekerjaannya sama, dikerjakan oleh karyawan yang tingkat
pendidikannya sama, tetapi hasilnya berbeda. Perbedaan hasil pekerjaan tersebut
disebabkan karena perbedaan kemampuan yang dimiliki oleh para karyawan
tersebut. Kemampuan seseorang dalam menjalankan tugasnya pada umumnya
sejajar dengan prestasinya. Kemampuan dipengaruhi oleh banyak faktor, salah
satunya adalah tingkat pendidikan. Faktor lainnya yang mempengaruhi kemampuan
seseorang antara lain: kesehatan, status gizi, genetik, motivasi, latar belakang sosial,
dan lingkungan. Oleh sebab itu apabila akan meningkatkan kemampuan karyawan
harus dengan hati-hati. Tidak semua kemampuan harus ditingkatkan melalui
pelatihan. Orang tidak mampu menjalankan tugasnya bukan karena tidak terampil
tetapi karena mungkin tidak merasa fit atau karena kurang asupan makanan bergizi
atau tidak punya motivasi untuk kerja.
208
Oleh sebab itu, sebelum melakukan program pelatihan dalam rangka
meningkatkan kinerja para karyawan, terlebih dahulu harus dilakukan studi untuk
mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan karyawan tersebut.
Mungkin solusinya bukan pelatihan tetapi u;paya lain seperti pemberian insentif
untuk meningkatkan motivasi kerja mereka.
209
b. Pemeriksaan kesehatan secara berkala bagi karyawan
Pemeriksaan kesehatan secara berkala misalnya 1 tahun sekali adalah sangat
penting, akan lebih penting lagi utamanya bagi para karyawan yang bekerja
di tempat yang berisiko, misalnya di pabrik semen, garmen, textile,
pertambangan dan sebagainya. Hasil pemeriksaan kesehatan secara berkala
ini harus ditindak lanjuti dengan upaya penyembuhan.
210
a. Pencahayaan dan penerangan
b. Kebisingan
c. Penyejuk tempat kerja
d. Bebas serangga
e. Bau-bauan
f. Peralatan kerja
g. Alat-alat pelindung diri
2. Skema pelayanan kuratif dan rehabilitasi
Sebaik-baiknya upaya pencegahan baik yang dilakukan individu karyawan
maupun oleh perusahaan tempat kerja, tetapi masih juga terjadi kasus gangguan
kesehatan atau kecelakaan kerja yang di alami oleh karyawan di institusi manapun.
Oleh sebab itu, pelayanan kuratif dan rehabilitasi tetap diprogramkan oleh institusi
kerja terutama perusahaan berisiko. Pelayanan kuratif yang perlu dilakukan antara
lain :
a. Klinik
Klinik di lingkungan kerja sangat penting bagi karyawan yang mengalami
gangguan kesehatan atau kecelakan kerja yang bersifat minor. Gangguan
kesehatan atau kecelakaan minor yang dialami oleh karyawan kalau tidak
segera dilakukan penanganan atau pertolongan pertama bisa berakibat
gangguan kesehatan yang besar sehingga memerlukan perawatan di rumah
sakit. Oleh sebab itu, perusahaan yang besar wajib menyelenggarakan klinik
atau poliklinik di lingkungan tempat kerja. Bagi perusahaan yang kecil perlu
ada unit PKK (Pertolongan Pertama Kecelakaan ).
b. Psikiater/psikolog
Kelelahan fisik akibat kerja yang terjadi pada karyawan seperti telah berkali-
kali dan berlanjut menjadi kelelahan mental. Kelelahan mental yang terus
211
menerus, ditambah dengan persoalan pribadi, keluarga, hubungan dengan
teman kerja dan sebagainya yang di alami oleh karyawan dapat
mengakibatkan depresi pada karyawan yang bersangkutan. Apabila sudah
terjadi maka petugas kesehatan, termasuk dokter umum di tempat kerja
tersebut tidak mampu menanganinya. Oleh sebab itu, bagi perusahaan-
perusahaan yang beresiko tinggi wajib menyediakan seorang psikiater.
212
2. Pengusaha atau organisasi pengusah tidak boleh mengintervensi SP dan
kegiatannya;
3. Pengusaha dan SP didorong untuk secara sukarela berunding
merumuskan kerjasama yang memuat kondisi kerja yaitu hak dan
kewajiban pekerja serta kewenangan dan kewajiban pengusaha.
Sebagai wadah pekerja organisasi SP/SB yang telah terbentuk dengan
mempunyai tujuan untuk memberikan perlindungan, pembelaan dan meningkatkan
kesejahteraan bagi anggotanya serta mempunyai peranan dan fungsi yang sangat
strategis didalam pelaksanaan HI. Oleh karenya diharapkan mempunyai sifat – sifat
yang harus dimiliki sebagai berikut :
213
ketenagakerjaan, dalam mengakomodasikan saran – saran mereka serta
untuk membina para pekerja maupun dalam memberikan perintah –
perintah, daripada melakukannya secara individu terhadap setiap pekerja;
2. Penyampaian saran dari pekerja kepada pimpinan perusahaan dan perintah
dari pimpinan kepada para pekerja, akan lebih efektif melalui serikat
pekerja, karena serikat pekerja sendiri dapat menseleksi jenis tuntutan yang
realistis dan logis serta menyampaikan tuntutan tersebut dalam bahasa yang
dapat dimengerti dan diterima oleh direksi dan perusahaan;
3. Dalam manajemen modern yang menekankan pendekatan hubungan antar
manusia ( Human Approach ), diakui bahwa hubungan nonformal dan
semiformal lebih efektif atau sangat diperlukan untuk mendukung daripada
hubungan formal. Dalam hal ini serikat pekerja dapat dimanfaatkan oleh
pengusaha sebagai jalur hubungan semi formal;
4. Serikat pekerja yang berfungsi dengan baik, akan menghindari masuknya
anasir – anasir luar yang dapat mengganggu kelancaran proses produksi dan
ketenagakerjaan, jika di suatu perusahaan tidak ada PUK SPSI atau bila
PUK SPSI tidak berfungsi dengan baik, maka anasir luar dengan dalih
memperjuangkan kepentingan pekerja akan mudah masuk mencampuri
masalah intern perusahaan. Pengalaman selama ini menunjukkan bahwa
campur tangan LSM, LBH dan pihak luar lainnya ke perusahaan lebih
banyak menambah rumitnya persoalan daripada mempercepat penyelesaian
masalah;
5. Mewakili pekerja pada Lembaga Tripartit dan Dewan Pengupahan pada
Lembaga Departemen Tenaga Kerja sesuai tingkatan;
214
J. Tujuan
1. Mengisi cita – cita Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945, demi
terwujudnya masyarakat Indonesia yang sejahtera, adil secara materi dan
spiritual, khususnya masyarakat pekerja berdasarkan pancasila ;
2. Melindungi dan membela hak dan kepentingan pekerja;
3. Terlaksananya hubunga industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan;
4. Terhimpun dan bersatunya kaum pekerja di segala kelompok industrial
barang dan jasa serta mewujudkan rasa kesetiakawanan dan
menumbuhkembangkan solidaritas diantara sesama kaum pekerja ;
5. Terciptanya perluasan kesempatan kerja, meningkatkan produksi dan
produktivitas ;
6. Terciptanya kehidupan dan penghidupan pekerja Indonesia yang selaras,
serasi dan seimbang menuju terwujudnya tertib sosial, tertib hukum dan
tertib demokrasi ;
7. Meningkatkan kesejahteraan pekerja serta memperjuangkan perbaikan nasib,
syarat – syarat kerja dan kondisi serta penghidupan yang layak sesuai
dengan kemanusiaan yang adil dan beradab.
215
8. Wakil pekerja dalam lembaga – lembaga ketenagakerjaan.
9. Wakil untuk dan atas nama anggota baik di dalam maupun di luar
pengadilan.
b. Usaha Serikat Pekerja
1. Meningkatkan peran serta kaum pekerja dalam Pembangunan Nasional
untuk mengisi cita – cita Proklamasi 17 Agustus 1945.
2. Memperjuangkan terciptanya dan terlaksananya peraturan perundangan
untuk mewujudkan pelaksanaan hubungan industrial yang harmonis,
dinamis dan berkeadilan.
3. Memacu terciptanya kondisi dan syarat – syarat kerja yang layak
4. Bekerja sama dengan badan – badan pemerintah dan swasta baik di
dalam maupun di luar negeri yang tidak bertentangan dengan asas dan
tujuan organisasi.
5. Memperjuangkan jaminan sosial yang luas sesuai dengan tuntutan
kebutuhan.
6. Menyelenggarakan pendidikan bidang ketenagakerjaan dalam rangka
memperluas pengetahuan, keterampilan dan prilaku, meningkatkan
kemampuan tenaga kerja baik dalam berorganisasi maupun dalam
bekerja.
7. Mendorong terbentuknyab dan berkembangya koperasi pekerja dan
usaha – usaha lain untuk meningkatkan kesejahteraan dan jaminan sosial.
L. Hubungan Industrial
216
Hubungan industrial adalah hubungan antara semua pihak yang tersangkut
atau berkepentingan atas proses produksi atau pelayanan jasa di suatu perusahaan.
Pihak yang paling berkepentingan atas keberhasilan perusahaan dan berhubungan
langsung sehari-hari adalah pengusaha atau manajemen dan pekerja. Di samping itu
masyarakat juga mempunyai kepentingan, baik sebagai pemasok faktor produksi
yaitu barang dan jasa kebutuhan perusahaan, maupun sebagai masyarakat konsumen
atau pengguna hasil-hasil perusahaan tersebut. Pemerintah juga mempunyai
kepentingan langsung dan tidak langsung atas pertumbuhan perusahaan, antara lain
sebagai sumber penerimaan pajak. Jadi hubungan industrial adalah hubungan antara
semua pihak yang berkepentingan tersebut. Dalam pengertian sempit, hubungan
industrial diartikan sebagai hubungan antara manajemen dan pekerja atau
Management-Employees Relationship.
217
Peningkatan produktivitas perusahaan harus dapat meningkatkan
kesejahteraan bersama, yaitu kesejahteraan pengusaha dan kesejahteraan pekerja.
M. Tahap – tahap
1. Tahap Konflik
Yang biasanya terjadi ialah bahwa Manajemen berusaha sedapat mungkin
untuk mencegah masuknya para pekerja menjadi anggota Serikat Pekerja. Tidak
mustahil, para pekerja yang memasuki Serikat Pekerja dimasukkan dalam daftar
hitam. Para Manajemen menolak untuk berhubungan dengan para wakil Serikat
Pekerja yang datang padanya. Manajemen akan berusaha mengambil langkah agar
tidak terjadi pemogokan, bahkan mengirimkan mata – matanya.
a. Apabila tidak mendapa tekanan kuat dari Pemerintah atau pihak lain,
Manajemen akan menolak memberikan jaminan keberadaan Serikat Pekerja
dalam organisasi
b. Berusaha untuk mendiskreditkan para pimpinan Serikat Pekerja di mata para
karyawan
c. Jika harus melakukan negosiasi, Manajemen membatasi ruang lingkup
negosiasi itu pada cakupan yg sesempit mungkin
3. Tahap Negosiasi
Manajemen tetap memandang Serikat Pekerja sebagai faktor penghalang
dalam hubungan kerja antara Manajemen dengan para pekerja. Hanya saja
Manajemen menyadari bahwa kehadiran Serikat Pekerja dalam organisasi sudah
merupakan kenyataan hidup industrial & tidak lagi berusaha mengahalangi
kehadirannya. Jika terjadi pertikaian dengan pekerja, negosiasi akan cenderung
218
keras, tidak mustahhil Manajemen akan mencari TeKer sementara. Atau,
menyerahkan kegiatan produksi / jasa kepada organisasi lain. Atau, jika kondisi tsb
telah diduga, Manajemen akan menimbun barang – barang produksi untuk dijual.
Sikap Serikat Pekerja, berusaha memupuk rasa antagonisme dikalangan para
pekerja & masyarakat luar terhadap Perusahaan, bahkan menggunakan cara legal
4. Tahap Akomodatif
Tidak berarti bahwa Manajemen menyukai kehadiran Serikat Pekerja.
Manajemen belum tentu bersedia untuk memberikan kesempatan kepada pimpinan
Serikat Pekerja untuk memperkuat kedudukannya dikalangan para pekerja.
Manajemen menggunakan Serikat Pekerja sebagai saluran hubungan antara
Manajemen dan para Karyawan & tidak lagi memandang Serikat Pekerja sebagai
penghalang. Negosiasi dilakukan atas dasar sikap saling menghormati, saling
dewasa & tidak melakukan usaha – usaha yang mengancam eksistensi pihak lain.
Konflik diselesaikan secara proporsional, rasional, obyektif & tuntas dengan
perhitungkan kepentingan kedua belah pihak.
5. Tahap Kerjasama
Kerjasama didasarkan pada dua asumsi:
1. Saling menghargai.
2. Saling menghormati.
219
3. Saling mendukung.
4. Berusaha menempatkan diri pada posisi pihak lain.
5. Melakukan tindakan yg saling menguntungkan
220
b. Asas-asas untuk Mencapai Tujuan
Hubungan Industrial Pancasila di dalam mencapai tujuan mendasarkan diri
pada asas-asas pembangunan nasional, yaitu:
1. Asas manfaat
2. Asas usaha bersama dan kekeluargaan
3. Asas demokrasi
4. Asas adil dan merata
5. Asas keseimbangan
Hubungan Industrial Pancasila di dalam mecapai tujuan juga mendasarkan
diri pada 3 asas kerja sama, yakni:
221
Dengan demikian, dalam Hubungan Industrial Pancasila tidak ada tempat
bagi sikap saling berhadap-hadapan atau penindasan oleh yang kuat terhadap yang
lemah. Jadi, Hubungan Industrial Pancasila juga mewujudkan terciptanya
pemeliharaan karyawan yang baik.
O. Latihan Soal
1. Jelaskan pengertian pemeliharaan dan sejauh mana pentingnya pemeliharaan
berikan contoh.
2. Saudara uraikan tujuan pemeliharaan azas-azas pemeliharaan dan kiat-kiat
pemeliharaan tenaga kerja.
3. Suadara jelaskan program kesejahteraan pegawai dan program keselamatan
kesehatan kerja.
4. Uraikan metode-metode pemeliharaan yang digunakan.
5. Saudara jelaskan kenapa pelayanan kesehatan dan keselamatan menjadi penting
bagi karyawan.
6. Uraikan fungsi organisasi serikat pekerja dalam sebuah organisasi perusahaan.
7. Saudara jelaskan tujuan, peran organisasi serikat pekerja.
8. Uraikan pengertian, prinsip tahapan-tahapan hubungan industrial.
9. Uraikan apa yang saudara ketahui tentang hubungan industrial pancasila dalam
mencapai tujuan pembangunan nasional.
222
Bab – 9
PRODUKTIVITAS KERJA
223
BAB IX
PRODUKTIVITAS KERJA
224
a. Pendidikan
b. Keterampilan
c. Sikap dan etika kerja
d. Tingkat penghasilan
e. Jaminan sosial
f. Tingkat sosial dan iklim kerja
g. Motivasi
h. Gizi dan kesehatan
i. Hubungan individu
j. Teknologi
k. Produksi.
225
d. Menurut UU RI No.13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan Pasal 1 ayat
25
D. Alasan PHK
Ada sepuluh alasan PHK, yang dapat digunakan perusahaan untuk mem-
PHK Anda dengan mengacu kepada Undang-Undang No. 13 tahun 2003.
226
3. Mabuk, meminum minuman keras yang memabukkan, memakai dan/atau
mengedarkan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya di lingkungan
kerja;
4. Melakukan perbuatan asusila atau perjudian di lingkungan kerja;
5. Menyerang, menganiaya, mengancam, atau mengintimidasi teman sekerja
atau pengusaha di lingkungan kerja;
6. Membujuk teman sekerja atau pengusaha untuk melakukan perbuatan yang
bertentangan dengan peraturan perundang-undangan;
7. Dengan ceroboh atau sengaja merusak atau membiarkan dalam keadaan
bahaya barang milik perusahaan yang menimbulkan kerugian bagi
perusahaan;
8. Dengan ceroboh atau sengaja membiarkan teman sekerja atau pengusaha
dalam keadaan bahaya di tempat kerja;
9. Membongkar atau membocorkan rahasia perusahaan yang seharusnya
dirahasiakan kecuali untuk kepentingan negara; atau
10. Melakukan perbuatan lainnya di lingkungan perusahaan yang diancam
pidana penjara 5 (lima) tahun atau lebih."
Namun, perlu ketahui bahwa alasan phk berupa kesalahan berat yang
dimaksud pada Pasal 158, ayat 1 harus didukung dengan bukti misalnya,
227
2. Anda ditahan pihak yang berwajib karena diduga melakukan tindak
pidana.
228
penggabungan, pelemburan atau perubahan kepemilikan
Bagi pekerja yang diakhiri hubungan kerjanya karena alasan tersebut di atas maka :
229
dibuktikan dengan laporan keuangan 2 (dua) tahun terakhir yang telah diaudit oleh
akuntan publik.
Ini merupakan alasan phk yang sering digunakan. Pasal 164, ayat 3
menyebutkan, "Pengusaha dapat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap
pekerja/buruh karena perusahaan tutup bukan karena mengalami kerugian 2 tahun
berturut-turut atau bukan karena keadaan memaksa (force majeur) tetapi perusahaan
melakukan efisiensi."
8. Perusahaan Failed.
230
disepakati antara pengusaha dan pekerja dan dituangkan dalam perjanjian kerja
bersama atau peraturan perusahaan. Batasan usia pensiun yang dimaksud adalah
penentuan usia berdasarkan usia kelahiran dan berdasarkan jumlah tahun masa
kerja.
1. Masa kerja sampai satu tahun, uang pesangonnya adalah satu bulan upah
bruto.
2. Masa kerja satu sampai dua tahun : dua bulan upah bruto.
3. Masa kerja dua sampai tiga tahun : tiga bulan upah bruto.
4. Masa kerja tiga tahun dan seterusnya : empat bulan upah bruto.
1. Pekerja yang berhak mendapatkan uang pesangon 2 (dua) kali ketentuan pasal
156 ayat 2 adalah :
231
a. Pekerja yang mencapai usia pensiun
b. Pekerja yang meninggal dunia
c. Perusahaan tutup karena efisiensi
d. Perubahan status, penggabungan, peleburan, perubahan kepemilikan dan
apabila perusahaahn tidak bersedia menerima pekerja bekerja di
perusahaan tersebut.
e. Pekerja sakit berkepanjangan dan cacat akibat kecelakaan kerja (selain 2
kal pesangon juga ditambah 2 kali penghargaan masa kerja).
2. Pekerja yang berhak mendapatkan pesangon 1 (satu) kali ketentuan pasal 156
ayat 2 adalah :
232
a. Masa kerja 5-10 tahun = satu bulan upah bruto
b. Masa kerja 10-15 tahun = dua bulan upah bruto
c. Masa kerja 15-20 tahun = tiga bulan upah bruto
d. Masa kerja 20-25 tahun = empat bulan upah bruto
e. Masa kerja 25 keatas = lima bulan upah bruto
F. Latihan Soal
1. Uraikan tentang pengertian produktivitas kerja, faktor-faktor yang
mempengaruhi produktivitas kerja.
2. Saudara jelaskan tentang pemutusan hubungan kerja (PHK) alasan PHK.
3. Saudara jelaskan alasan PHK yang dimaksud oleh pasal 158 ayat 1.
4. Saudara uraikan apa yang dimaksud dengan perusahaan failed.
5. Suadara uraikan pengertian pemberian pesangon, uang jasa, dan ganti rugi.
6. Saudara jelaskan ketentuan pekerja yang baik mendapat pesangon dua kali lipas
berdasarkan pasal 156 ayat 2.
233
7. Saudara uraikan perbedaan uang jasa dengan uang pesangon berikan contoh
uang jasa.
8. Saudara jelaskan fasilitas yang diterima dalam bentuk ganti rugi bagi seorang
karyawan yang di PHK.
234
Bab – 10
AUDIT SUMBER DAYA
MANUSIA
235
BAB X
AUDIT SUMBER DAYA MANUSIA
Audit Sumber Daya Manusia merupakan suatu proses sistematik dan formal
yang didesain untuk mengukur biaya dan manfaat keseluruhan program Manajemen
Sumber Daya Manusia dan untuk membandingkan efisiensi dan efektivitas
keseluruhan program Manajemen Sumber Daya Manusia tersebut dengan kinerja
organisasi di masa lalu, kinerja organisasi lain yang dapat dibandingkan
efektivitasnya, dan tujuan organisasi, merupakan suatu proses sistematik dan formal
untuk mengevaluasi kompatibilitas fungsi Sumber Daya Manusia dengan tujuan dan
strategi implementasi berbagai fungsi Sumber Daya Manusia, kebijakan dan
prosedur Sumber Daya Manusia, serta kinerja setiap program Sumber Daya
Manusia. Audit Sumber Daya Manusia (Human Resource Audit) mengevaluasi
aktivitas-aktivitas sumber daya manusia di dalam sebuah organisasi dengan tujuan
memperbaiki aktivitas-aktivitas [Link] dapat meliputi satu divisi atau
seluruh [Link] ini memberikan umpan balik mengenai fungsi sumber daya
manusia kepada manajer manajer operasi dan spesialis-spesialis sumber daya
[Link] ini juga memberikan umpan balik perihal seberapa baik manajer
memenuhi tanggung jawab sumber daya manusia [Link], audit
merupakan kontrol; kualitas keseluruhan yang mencek aktivitas sumber daya
manusia di dalam sebuah departemen, divisi, atau seluruh perusahaan.
236
B. Kerangka Kerja Audit Sumber Daya Manusia
237
D. Manfaat Audit Sumber Daya Manusia
1. Mengidentifikasi kontribusi-kontribusi departemen sumber daya manusia
bagi organisasi
2. Meningkatkan citra profesional departemen sumber daya manusia
3. Mendorong tanggung jawab dan profesionalisme yang lebih besar di antara
anggota-anggota departemen sumber daya manusia
4. Menjernihkan tugas-tugas dan tanggung jawab departemen sumber daya
manusia
5. Merangsang keseragaman berbagai kebijakan dan praktek sumber daya
manusia
6. Menemukan masalah-masalah sumber daya manusia yang kritis
7. Memastikan ketaatan yang tepat waktu terhadap ketentuan-ketentuan ilegal
8. Mengurangi biaya-biaya sumber daya manusia melalui prosedur personalia
yang efektif
9. Menciptakan peningkatan penerimaan terhadap perubahan-perubahan yang
dibutuhkan di dalam departemen sumber daya manusia
10. Mewajibkan suatu telaah yang cermat atas sistem informasi departemen
Ada tiga pendekatan utama dalam audit Sumber Daya Manusia, yang umum
digunakan, yaitu:
238
menjalankan aktivitasnya sesuai dengan aturan dan kebijakan tersebut.
Manajemen puncak harus menyadari bahwa manajer disetiap tingkat
berkewajiban untuk mentaati peraturan dan ketentuan hukum yang berlaku.
2. Mengukur kesesuaian program dengan tujuan organisasi Manajer Sumber
Daya Manusia sebagai pengendali fungsi ini, dituntut untuk mampu
mengarahkan program-programnya pada berbagai aktivitas yang dapat
meningkatkan produktivitas karyawan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
3. Mengukur kinerja program Mengukur kinerja program berarti
menghubungkan aktivitas aktual program Sumber Daya Manusia yang
diaudit dengan ukuran-ukuran keberhasilan yang telah ditetapkan
sebelumnya. Disamping ukuran-ukuran keberhasilan, penilaian kinerja
program juga dihubungkan dengan strategi dan rencana yang telah
ditetapkan.
F. Langkah-Langkah Audit
Secara umum ada lima tahapan yang harus dilakukan dalam audit
manajemen dan audit Sumber Daya Manusia mengacu pada tahapan ini dalam
pelaksanaannya. Langkah (tahapan) tersebut meliputi:
239
G. Ruang Lingkup Audit Sumber Daya Manusia
Harus dikelola sebagaimana halnya aset yang dimiliki perusahaan. Jadi, pola
pikir pemberdayaan karyawan harus menjadi dasar dalam pengelolaan Sumber Daya
Manusia ini. Ruang lingkup audit Sumber Daya Manusia dibagi ke dalam tiga
kelompok, sesuai dengan administrasi aset tetap pada umumnya, yaitu perolehan,
penggunaan, dan penghentian penggunaan sebagai berikut:
1. Rekrutmen atau perolehan Sumber Daya Manusia, mulai dari awal proses
perencanaan kebutuhan Sumber Daya Manusia hingga proses seleksi dan
penempatan
2. Pengelolaan (pemberdayaan) Sumber Daya Manusia, meliputi semua
aktivitas pengelolaan Sumber Daya Manusia setelah ada diperusahaan, mulai
dari pelatihan dan pengembangan sampai dengan penilaian kinerja karyawan
3. Pemutusan hubungan kerja (PHK) karena mengundurkan diri maupun
pemecatan akibat pelanggaran aturan perusahaan.
Program kerja audit, atau cukup disebut program audit, merupakan rencana
dan langkah kerja yang harus diikuti oleh auditor dalam melaksanakan tugas audit,
berdasarkan tujuan dan tujuan audit yang telah [Link] kerja audit ini
membuat beberapa pertayaan dan langkah kerja untuk memperoleh temuan audit
sesuai dengan tahapan-tahapan audit.
240
menyelesaikan berbagai bidang tugas dan tanggung jawab yang harus dikelola
perusahaan dalam mencapai tujuannya. Rekrutmen Rekrutmen meliputi upaya
pencarian sejumlah calon karyawan yang memenuhi syarat dalam jumlah tertentu
sehingga dari mereka perusahaan dapat menyeleksi orang-orang yang paling tepat
untuk mengisi lowongan pekerjaan yang ada. Seleksi dan Penempatan Seleksi
adalah proses mendapatkan dan menggunakan informasi mengenai pelamar kerja
untuk menentukan siapa yang seharusnya diterima menduduki posisi jangka pendek
dan jangka panjang. Sedangkan penempatan berkaitan dengan pencocokan
seseorang dengan jabatan yang akan dipegangnya. Seleksi dan penempatan
bertujuan untuk menempatkan orang yang tepat pada jabatan (pekerjaan) yang tepat.
Karier adalah seluruh pekerjaan yang dimiliki atau dilakukan oleh individu
selama masa [Link] merupakan pola dari pekerjaan dan sangat
berhubungan dengan pengalaman (posisi, wewenang, keputusan, dan
interpretasi subjektif atas pekerjaan) dan aktivitas selama masa kerja
individu. Tujuan karier adalah posisi dimasa depan yang ingin dicapai oleh
individu dalam pekerjaannya. Tujuan ini berperan sebagai tolok ukur
sepanjang jenjang karier [Link] karier seorang karyawan
241
menunjukkan semakin meningkatnya kemampuan karyawan tersebut dalam
memegang tugas, wewenang, dan tanggung jawab yang lebih besar dalam
pekerjaannya.
242
K. Audit Atas Pengurangan Sumber Daya Manusia
243
e. Membahas laporan dengan para manajer pengoperasian terkait yang
kemudian menindaklanjuti hasil evaluasi.
f. Memasukkan berbagai tindakan korektif ke dalam proses penetapan sasaran
operasi organisasi regular.
L. Latihan Soal
1. Jelaskan latar belakang kenapa audit sumber daya manusia dilakukan bagi
sebuah organisasi.
2. Uraikan secara lengkap kerangka kerja audit.
3. Uraikan tujuan audit sumber daya manusia, manfaat dan pendektan yang
dilakukan.
4. Uraikan langkah-langkah yang harus dilakukan dalam manajeman audit.
5. Saudara jelaskan ruang lingkup audit sumber daya manusia.
6. Uraikan program kerja audit sumber daya manusia dan bagaimana langkah-
langkah luas yang harus dilakukan.
7. Saudara jelaskan tentang audit pengelolaan sumber daya manusia.
8. Uraikan mengapa audit atas pengurangan sumber daya manusia dilakukan
sebutkan tahapan-tahapannya.
9. Uraikan tahapan-tahapan proses audit sumber daya manusia dilakukan.
244
Bab – 11
MANAJEMEN SUMBER DAYA
MANUSIA DALAM BISNIS GLOBAL
245
BAB XI
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA DALAM BISNIS GLOBAL
246
b. Jenis Organisasi Global :
Semakin banyak organisasi yang hanya beroperasi di satu negara yang
mengetahui kebutuha untuk mengembangkan lebih banyak operasi global. Sebuah
organisasi dapat melewati tiga tahap ketika mereka memperluas operasi mereka ke
seluruh dunia . Ketiga tahap tersebut adalah :
1. Impor dan Ekspor. Yakni kegiatan menjual dan membeli barang dan jasa
dengan organisasi-organisasi di negara-negara lain.
2. Perusahaan Multinasional (multinational enterprise-MNE). Merupakan
sebuah organisasi yang memiliki unit-unit operasi yang berlokasi si negara-
negara asing.
3. Organisasi Global. Yakni sebuah organisasi yang memiliki unit-unit
perusahaan di beberapa negara yang digabungkan untuk menjadi satu untuk
beroperasi di seluruh dunia.
c. Jenis Bisnis Internasional :
1. Eksport : menjual ke luar negeri secara langsung maupun secara tidak
langsung dengan penjualan asing dan distributor yang digaji
2. Pemberian Lisensi : pengaturan perusahaan memberi hak cipta, nama merk
untuk jangka waktu tertentu
3. Waralaba : pemberian perusahaan induk kepada perusahaan lain untuk yang
menjalankan bisnis yang sudah diresepkan
d. Sumber Daya Manusia dan Bisnis Internasional :
1. Merumuskan dan mengimplementasikan kebijakan dan kegiatan SDM di
markas kantor induk perusahaan multinasional.
2. Menjalankan kegiatan SDM di cabang asing dari suatu MNC (Multinational
Corporation).
247
e. Faktor yang Mempengaruhi Manajemen Sumber Daya Manusia :
1. Faktor Kultural : perbedaan kultural merentang luas dari negara ke negara
menuntut perbedaan yang berhubungan dengan praktik personil diantara
cabang asing milik perusahaan
2. Faktor Ekonomi : perbedaan ekonomi diantara negara juga beralih menjadi
perbedaan antar negara dalam praktik Sumber Daya Manusia
3. Faktor Biaya Tenaga Kerja : perbedaan biaya dalam tenaga kerja juga
mengakibatkan perbedaan dalam praktik Sumber Daya Manusia
4. Faktor Hubungan Industrial : hubungan antara pekerja, serikat buruh dan
majikan sangat dramatik antar negara dan mempunyai dampak besar
terhadap praktik Sumber Daya Manusia
5. Masyarakat Eropa : pasar bersama untuk barang, jasa, modal dan bahkan
tenaga kerja
248
c. Thrid-country national : warga negara dari negara yang lain (kebangsaan
negara ketiga)
3. Kebijakan Penstafan Internasional :
a. Etnosentris : sikap yang berlaku dari negara asal, gaya manajemen,
pengetahuan, kriteria penilaian dan manajer adalah superior terhadap segala
sesuatu yang mungkin ditawarkan oleh negara asing.
b. Polisentris : satu keyakinan yang disadari bahwa hanya manajer negara asing
dapat benar-benar memahami kultur dan perilaku dari pasar negara asing.
c. Geosentris : manajemen harus dicari dari suatu dasar yang global dengan
pengandaian bahwa manajer terbaik di dunia bisa ditemukan di mana saja
tempat perusahaan berada.
4. Menyeleksi Manajer Internasionaaal :
a. Adaptabilitas dan fleksibelitas : menyesuaikan diri dengan lingkungan,
memiliki pandangan dan gagasan baru.
b. Kekerasan kultural : kemampuan berhasil dalam sebuah kultur asing.
c. Orientasi diri : harga diri, kepercayaan diri dan ketenangan mental.
d. Orientasi terhadap yang lain : berinteraksi secara efektif dengan orang asing.
e. Kemampuan perspektif : memahami perilaku dan berempati dengan mereka.
f. Kemampuan keluarga : kemampuan pasangan dan anak untuk menyesuaikan
diri dengan lingkungan.
5. Pelatihan dan Pemeliharaan Karyawan Internasional :
a. Penyaringan yang saksama hanya merupakan langkah pertama dalam
memastikan keberhasilan orang yang ditugaskan ke luar negeri.
b. Karyawan bisa menuntut pelatihan khusus.
c. Kebijakan Sumber Daya Manusia Internasional harus dirumuskan untuk
mengkompensasi para manajer luar negeri untuk memelihara hubungan
tenaga kerja yang sehat.
249
6. Pengorientasian dan Pelatihan Karyawan untuk Penugasan Internasional :
a. Orientasi dan pelatihan untuk penugasan internasional dapat membantu
karyawan (dan keluarga mereka) menghindari kejutan kultural dan
menyesuaikan diri lebih baik dengan lingkungan baru mereka.
b. Pengembangan manajemen internasional untuk mendorong perbaikan
kontrol atas operasi global dengan membangun satu kultur perusahaan yang
disatukan.
c. Para manajer hendaknya lebih konsisten tunduk terhadap nilai-nilai,
kebijakan dan sasaran begitu mereka kembali dari luar negeri.
250
e. Jangan hanya menilai manajer ekspatriat dari segi kriteria yang dapat
dihitung seperti laba.
3. Hubungan Tenaga Kerja Internasional :
a. Sentralisasi : tawar-menawar di tingkat pabrik.
b. Struktur serikat buruh : berkonsentrasi pada fungsi jasa dan administrasi.
c. Organisasi majikan : cenderung dilakukan asosiasi majikan.
d. Pengakuan serikat buruh : untuk tawar-menawar.
e. Keamanan serikat buruh : kesepakatan toko tertutup yang formal.
f. Kontrak manajemen tenaga kerja : dokumen yang mengikat secara sah.
g. Muatan dan lingkup tawar-menawar : berfokus pada upah, jam dan kondisi
kerja.
h. Menangani keluhan : ditangani mesin yang diakui di luar kontrol formal
serikat buruh.
i. Pemogokan : menukik jauh ke dalam pendapatan perusahaan masing-
masing.
j. Peran pemerintah : tidak mengatur proses tawar-menawar namun
menghendaki penetapan langsung.
k. Partisipasi pekerja : menciptakan sistem pekerja dalam manajemen
langsung.
l. Kodeterminasi : perwakilan pekerja wajib pada sebuah dewan direksi
perusahaan.
4. Masalah dan Pemecahan :
a. Tulis kesepakatan repatriasi : orang yang diangkat untuk tugas internasional
tidak akan diperpanjang.
b. Angkat seorang sponsor : untuk mengawasi ekspatriat selama di luar negeri.
c. Berikan konseling karier : untuk memastikan pengangkatan tugas repatriat.
251
d. Jaga komunikasi tetap terbuka : jagalah ekspatriat dalam urusan bisnis
kantor pusat.
e. Tawarkan dukungan keuangan : bayar real estate dan biaya hukum untuk
mempertahankan residensinya.
f. Kembangkan program reorientasi : berikan repatriat dan keluarganya
program reorientasi untuk memudahkan menyesuaikan diri.
252
a. Penyebaran
Mudah menempatkan keterampilan yang tepat ditempat yang dibutuhkan,
dengan mengabaikan lokasi grafisnya
b. Desiminasi pengetahuan dan inovasi
Menyebarkan pengetahuan dan praktek yang paling canggih ke seluruh
organisasi dengan mengabaikan dari mana asalnya
c. Mengenali dan mengembangkan bakat secara global
Mengenali siapa yang dapat berfungsi secara efektif dalam sebuah organisasi
global dan mengembangkan kemampuannya.
Cukup rumit berhadapan dengan penyusunan staf global seperti ini. Sebagai
contoh, hal ini melibatkan pembahasan aktivitas secara global,termasuk seleksi
calon karyawan,syarat dan dokumentasi penugasan,pemrosesan budaya dan bahasa,
administrasi kompensasi dan pemrosesan penggajian,administrasi pajak
,perencanaan dan pengembangan karier, dan menangani masalah pasangan dan
tanggungan. Tantangan melakukan aktivitas Sumber Daya Manusia di luar negeri
bukan hanya dari jarak jauh tetapi juga perbedaan politik,budaya,hukum dan
ekonomi antar negara
253
manajer Hongkong berada diantara kedua ekstrem itu. Studi-studi lain menunjukkan
bagaimana petbedaan budaya dapat mempengaruhi kebijakan Sumber Daya
Manusia. Sebagai contoh, dibandingkan dengan para karyawan AS para pekerja
Meksiko mengharapkan para manajer menjaga jarak dengan karyawan atau bersikap
formal. Di Jerman, karyawan bahkan tidak boleh terlambat beberapa menit dan
harus selalu menyebut orang yang lebih senior secara formal dengan jabatannya.
b. Sistem Ekonomi
Perbedaan sistem ekonomi juga diterjemahkan kedalam perbedaan dalam
pratek Sumber Daya Manusia. Di beberapa negara lebih terpacu dengan ide
perusahaan bebas dari pada negara lainnya. Misalnya Perancis, walaupun negara
yang masyarakatnya kapitalis, menetapkan larangan ketat atas hak pengusaha untuk
memberhentikan karyawan, dan membatasi jumlah jam kerja yang dapat digunakan
karyawan untuk bekerja setiap minggu.
c. Faktor Hubungan Hukum dan Industrial
Faktor hukum dan hubungan industri dari negara satu dengan negara
lain,contoh praktik pekerjaan sesukannya tidak ada di Eropa,dewan kerja seperti
memecat pekerja memakan waktu dan mahal. Banyak negara Eropa,dimana dewan
pekerja menggantikan mediasi manajemen pekerja informal erbasis serikat pekerja
seperti di AS. Dewan kerja adalah kelompok formal yang dipilih karyawan dari
perwakilan pekerja ,bertemu setiap bulan dengan manajer mendiskusikan topik-
topik berkisar kebijakan hingga pemecatan.
Codetermination adalah peraturan di Jerman dan beberapa negara
lain,artinya dalah karyawan memiliki hak hukum atas sebuah suara dalam
menetapkan kebijakkan perusahaan. Pekerja memilih perwakilan mereka untuk
dewan pengawasan dari pengusaha, ada wakil yang direkrut pekerja untuk pekerja
tingkat manajemen puncak. Di AS kebijakan sdm seperti upah dan tunjangan
ditentukan perusahaan.
254
3. Serikat Uni Eropa
Tahun 1990-an negara bekas Komunitas Eropa(EC) ditentukan menjadi
sebuah pasar bersama untuk barang,jasa,modal dan tenaga kerja yang disebut Uni
Eropa. Tarif barang bergerak lintas perbatasan dari satu negara EU ke negara lain
hilang,kini karyawan merasa bebas bergerak antar pekerjaan di negara-negara EU.
Mata uang tunggal Euro makin mengaburkan sebagian besar perbedaan dan
menggantikan mata uang lokal dari banyak negara anggotanya pada awal 2002.
Tambahan proses artisipatif seprti codetermination ditemukan dalam
beberapa negara EU ,hukum EU saat ini meminta perusahaan multinasional
berkonsultasi dengan para pekerja mengenai tindakan perusahaan seperti
pemberhentian masal.
Namun perbebedaan upah ,jam kerja mingguan di negara EU dan juga
perbedaan jam maksimum tetap ada. Kontrak pekerjaan merupakan perbedaan
lainya. Banyak posisi AS ,korespondensi tertulis biasanya dibatasi hingga surat
singkat menyebutkan tanggal,jabatan pekerjaan,dan kompensasi awal orang yang
baru bekerja. Banyak persyaratan beragam negara EU ,seperti di inggris harus
menulis pernyataan rinci,termasuk tingkat pembayaran,tanggal mulai kerja,jam
kerja,hak libur,tempat kerja,peraturan disiplin,dan prosedur keluhan. Sedang di
Jerman sebaliknya,di Italia sama seperti Jerman yaitu hanya menulis kontrak
tertulis. Peningkatan koordinasi EU bertahap akan mengurangi perbedaan,namun
perbedaan budaya tetap ada dan akan diterjemahkan menjadi perbedaan dalam gaya
dan praktik manajemen. Perbedaan demikian dapat menekan hubungan antara
personalia kantor pusat dan cabang atau membuat manajer kurang efektif bekerja di
luar negeri di banding di negara sendiri. Karenanya perusahaan mengambil resiko
mendapatkan masalah operasional di luar negeri kecuali mengambil langkah-
langkah khusus untuk menyeleksi,melatih,dan memberi kompensasi karyawan serta
pengemban tugas mereka.
255
E. Perbedaan Dan Persamaan Dalam Praktik-Praktik Sumber Daya
Manusia
Negara-negara memiliki perbedaan budaya,sistem hukum politik,dan
ekonomi,tidak mengherankan praktik-praktik Sumber Daya Manusia cenderung
berbeda antar negara-negara.
1. Prosedur Seleksi Personel
Pengusaha di seluruh dunia cenderung menggunakan kriteria dan metode
yang sama untuk menyeleksi karyawan. Di AS,yaitu memberikan wawancara
personel,kemampuan seseorang dalam melakukan persyaratan teknik,dan
membuktikan pengalam kerja dalam pekerjaan yang sama. Kemudian dengan Ujian
Karyawan,Ujian Karyawan adalah satu dati tiga praktik seleksi di RRC,Indonesia
,dan Korea.
2. Tujuan Penilaian Kerja
Penggunaan hasil penilaian kerja oleh pengusaha cenderung lebih
bervariasinya negara yang berbeda. Misal,pengusaha di Taiwan, AS, Kanada
memeringkat untuk menentukan pembayaran sebagai salah satu dari tiga alasan
menilai kinerja,tujian tersebut tidak penting di Korea dan Meksiko. Di AS
,Taiwan,dan Australia menekankan penggunaan nilai untuk menghasilkan informasi
mengenai kinerja karyawan,sementara di Meksiko dan Rrc tujuan ini di prioritas
bawah. Untuk mengenali bawahan adalah tujuan utama penilaian di Jepang dan
Meksiko.
3. Praktik-Praktik Pelatihan Dan Pengembangan
Tujuan dari program pelatihan dan pengembangan biasanya terdapat lebih
banyak kesamaan daripada perbedaan antar negara. Khususnya pengusaha
dimanapun memeringkat untuk meningkatkan kemampuan teknis sebagai tujuan
utama pelatihan bagi para karyawan. Alasan utama memberikan pelatihan
cenderung sama tanpa memandang negara,jumlah pelatihan yang diberikan
256
perusahaan berbeda secara substansial dari satu negara ke negara lain, contoh biaya
yang dikeluarkan untuk pelatihan per karyawan bervariasi dari yang terendah $241
di Asia(kecuali Jepang),$359 di Jepang, dan $724 di AS. Total jam pelatihan
karyawan yang tersedia per tahun bervariasi dari 26 jam di Asia samapi lebih dari
49 jam di Eropa. Di sisi lain pengusaha di dunia konsisten dalam metode
penyampaian pelatihan. Pelatihan dalam kelas mempresentasikan bagian terbesar
dari waktu pelatihan di seluruh negara dan wilayah.
4. Penggunaan Intensif Pembayaran
Tujuan berkenaan dengan pemanfaatan intensif finansial berupakan hal
berlawanan dengan intuisi. Penekanan pada pembayaran kinerja di AS, dan RRC
,orang lebih menduga para manajer AS yang lebih menekankan intensif daripada
RRC. Berdasar survei intensif hanya memainkan peran moderat dalam paket
pembayaran AS. Di RRC,Jepang,Taiwan intensif memerankan peran relatif penting.
Pemilik usaha kecil tidak kebal terhadap perbedaan global seperti ini.
5. Bagaimana Mengimplementasikan Sumber Daya Manusia Global
Perbedaan budaya dalam praktik Sumber Daya Manusia di dunia beralasan
dengan adanya pertanyaan” realistiskah perusahaan mencoba menerapkan sistem
Sumber Daya Manusia terstandarisasi sebagian besar fasilitasnya di dunia?” dari
hasil studi menjawab “ya”,,menunjukan pengusaha harus menunda para manajer
lokal pada beberapa maslah spesifik. Fakta bahwa baru-baru ini terdapat perbedaan
penting yang disarankan ,hal terpenting adalah tahu bagaimana menciptakan dan
menerapkan sistem Sumber Daya Manusia global.
Dalam studi ini,peneliti mewawancarai personek sdm dari 6 perusahaan
global(Agilent,Dow,IBM,Motorola,Procter&Gamble,dan Shel Oil Co). Kesimpulan
mereka bahwa para pengusaha yang sukses menerapkan sistem Sumber Daya
Manusia global mengaplikasikan berbagai praktik Sumber Daya Manusia
internasional terbaik dalam melakukannya. Membuat mereka mampu menciptakan
257
sistem sdm global yang dapat diterima,yang dikembangkan secara lebih efektif,dan
para staf Sumber Daya Manusia dapat menerapkannya secara lebih efektif.
258
menemukan bahwa lebih mudah mencapai kesepakatan antar karyawan
dengan jarak jauh saat tiba waktunya menerapkan praktik-praktik yang
terstandarisasi di seluruh dunia. Contoh,Procter dan Gamble memiliki
budaya perusahaan kuat karena cara merekrut,menyeleksi,melatih, dan
memberi penghargaan pada mereka para manajernya memimiliki
kesadaran kuat terhadap nilai bersama. Memilik i kesepakatan global
memudahkan perusahaan mengembangkan dan menerapkan praktik-
praktik sdm yang terstandarisasi seluruh dunia.
7. Mengembangkan Sistem Sumber Daya Manusia Global Yang Lebih
Efektif
Sama juga,Peneliti telah menemukan perusahaan-perusahaan terkait pada
beberapa praktik pengembangan sisitem sdm yang efektif di dunia.
a. Membentuk jaringan sdm global. Manajer sdm perusahaan diseluruh
dunia harus merasa bahwa tidak hanya para manajer sdm lokal,tapi
merupakan satu bagian kesuluruhan yang lebih besar dinamakan jaringan
Sumber Daya Manusia global perusahaan. Pada kenyataan peneliti
menemukan dalam pengembangan sistem Sumber Daya Manusia
global,faktor terpenting untuk mencapai keberhasilan adalah
menciptakan infrastruktur rekaan di seluruh dunia yang digunakan untuk
mendukung,membeli,mengorganisasikan kegiatan setempat untuk
membantu lebih memahami sisitem mereka sendiri serta tantangan yang
dihadapi. Memperlakukan manajer lokal sebagai rekanan setara bukan
pelengkap.
b. Ingat bahwa lebih penting menstandarisasikan hasil akhir dan
kompetensi daripada metode tertentu. Contoh,mempertimbangkan
pelamar,peneliti menyimpulkan meskipun perusahaan-perusahaan dapat
berupaya melakukan standarisasi perangkat secara global ,point
259
pentingnya adalah menstandarisaikan apa yang dinilai tapi jadi fleksibel
bagaimana hal itu dinilai.
260
warganegara dari sebuah negara selain dari negara asal. Sebagai contoh, seorang
eksekutif Inggris yang bekerja dicabang Tokyo dari sebuah bank multinasional AS.
Ekspatriat masih mewakili minoritas dari manajer multinasional. Jadi sebagian
besar posisi manajerial diisi oleh orang lokal dari pada ekspatriat baik dalam operasi
kantor pusat atau cabang luar negeri.
Terdapat beberapa alasan tergantung pada manajer lokal untuk mengisi
peringkat manajemen cabang luar negeri pada perusahaan. Banyak orang yang tidak
ingin bekerja di negara asing, dan biaya menggunakan ekspatriat biasanya jauh
lebih besar daripada biaya yang menggunakan pekerja [Link] lokal mungin
memandang perusahaan multinasional sebagai” warga negara yang lebih baik” jika
mereka menggunakan bakat manajemen lokal, dan beberapa pemerintahan bahwa
menekannkan “nativasi” dari manajemen lokal. Mungkin terdapat ketakutan akan
ekspatriat , yang mengetahui bahwa mereka ditempatkann kecabang luar negri
hanya beberapa tahun, dapat ter;alu menekankan proyek jangka pendek dari pada
tugas jangka panjang. Alasan utama menggunakan ekspatriat adalah kompetensi
teknis, maksudnya pengusaha sering tidak dapat menemukan kandidat lokal yang
memiliki kualifikasi teknis yang dibutuhkan. Perusahaan multinasional juga
memandang keberhasilan tugas di luar negeri sebagai sebuah langkah yang perlu
dalam mengembangkan para manajer puncak.
2. Offshoring/SubKontrak
Offshoring/SubKontrak-menugaskan karyawan lokal luar negeri untuk
melakukan pekerjaan-pekerjaan yang sebelumnya dilakukan oleh karyawan
domestik negaranya-yang tumbuh dengan pesat.
Pekerjaan offshoring sangat kontroversial. Terdapat pro dan kontra dalam
pekerjaan ini, tetapi tidak ada keraguan bahwa offshoring adalah masalah yang
harus dihadapi oleh para manajer Sumber Daya Manusia. Satu hal, offshoring
261
cenderung menjadi kegiatan yang menggantung pada Sumber Daya Manusia secara
khusus. Terutama saat perusahaan membuka cabang diluar negeri sehingga mereka
harus mengembangkan pasar yang baru atau membuka fasilitas manufaktur yang
baru untuk melayani pasar-pasar lokal. Offshoring hampir seluruhnya melibatkan
Sumber Daya [Link] hal yang harus dilakukan dengan hati-hati oleh manajer
Sumber Daya Manusia ketika melakukan offshoring adalah bahwa menemukan kota
diluar negeri yang memberikan tenaga kerja yang murah dengan kompetensi yang
tinggi secara teknis adalah salah satu tugas yang menentukan keberhasilan
offshoring. Hal lainnya, adalah manajer Sumber Daya Manusia harus memastikan
adanya stuktur manajemen dan pengawasan yang berjalan dengan baik untuk
mengelola para pekerja, dan semua karyawan tersebut mendapatkan penyaringan
dan pelatihan yang mereka butuhkan. Selanjutnya, dengan adanya jarak yang jauh,
manajer Sumber Daya Manusia harus memastikan bahwa kebijakan kompensasi dan
kondisi kerja yang memuaskan. Akhirnya. Offshoring adalah industri yang tumbuh
dengan cepat, dan semua karyawan lokal ini adalah bagian dari talenta bergerak
yang dapat dengan mudah berpindah pada pengusaha lainnya.
262
banyak negara sempat perusahaan dapat menjalankan kegiatannya. Maksudnya
dalam penyusunan staf geosentril, mencari orang terbaik untuk pekerjaan kunci
diseluruh organisasi,dengan mengabaikan kewarganegaraannya. Hal ini membantu
membangun budaya yang lebih kuat dan lebih konsisten dan menetapkan nilai-nilai
diantara seluruh tim manajemen global.
4. Mengapa Penugasan Internasional Gagal
Penugasan internasional adalah inti dari Sumber Daya Manusia
internasional, dalam penugasan internasional terdapat kegagalan yang disebabkan
oleh :
a. Faktor kepribadian
Dalam studi atas 143 karyawan ekspatriat,orang-orang yang ekstrovert,
menyenangkan , dan stabil secara emosional memiliki kemungkinan
lebih kecil untuk berhenti lebih awal.
Dalam sebuah studi, para manajer dari perusahaan Eropa hanya
menekankan pada ketidak mampuan pasangan manajer untuk
menyesuaikan diri sebagai alasan gagalnya penugasan ekspatriat. Studi
lainnya juga menekankan pengaruh pasangan yang tidak puas pada
penugasan internasional.
Seperti yang dikatakan seorang pakar : “Proses pemilihan adalah cacat
secara fundamental … Penugasan ekspatriat jarang gagal karena orang
itu tidak dapat menyesuaikan diri dengan tuntutan teknis pekerjaan itu.
Seleksi ekspatriat dilakukan oleh manajer lini berdasarkan pada
kompetensi teknis. Mereka gagal karena masalah keluarga dan pribadi
dan kurangnya keterampilan budaya yang belum menjadi bagian dari
proses tersebut.”
b. Tekanan keluarga :Seperti ketidakmampuan pasangannya menyesuaikan
diri, masalah keluarga lainnya ,
263
c. Ketidakmanpuan manajer itu menyesuaikan diri
d. Ketidakmatangan pribadi atau emosional manajer
e. Ketidakmanpuan manajer itu menyesuaikan diri
f. dan Ketidakmampuan untuk mengahadapi tanggung jawab luar negeri
yang lebih besar.
g. Ada langkah yang dapat diambil oleh pengusaha dalam mengurangi
kegagalan dalam penugasan dengan memberikan ulasan realistis tentang
apa yang harus diharapkan, penyaringan yang teliti,meningkatkan
orientasi, dan paket tunjangan yang lebih baik merupakan solusi yang
jelas.
5. Melakukan seleksi manajer internasional
Proses yang digunakan perusahan untuk menyeleksi para manajer bagi
operasi mereka baik domestik atau luar negeri jelas memiliki banyak kesamaan.
Dalam penugasan, kandidatnya harus memiliki pengetahuan dan keterampilan
teknis untuk melakukan pekerjaan, dan kecerdasan serta keterampilan untuk
menjadi seorang manajer yang berhasil.
6. Penyaringan kemampuan beradaptasi
Proses yang bertujuan untuk menilai kemungkinan keberhasilan orang yang
ditugaskan (dan pasangannya) dalam menangani perpindahan keluar negeri.
a. Faktor-faktor Penting Orang Ditugaskan Secara Internasional :
1. Pengetahuan dan Motivasi Pekerjaan
a. Kemampuan manajerial
b. Kemampuan organisasi
c. Imajinasi
d. Kreativitas
e. Keterampilan administratif
f. Kewaspadaan
264
g. Tanggung jawab
h. Ketekunan
i. Inisiatif dan energi
j. Motivasi yang tinggi
k. Terus terang
l. Keyakinan dalam misis dan pekerjaan
m. Kekerasan hati
2. Keterampilan Berhubungan
a. Rasa hormat
b. Sopan santun dan kebijaksanaan
c. Memperlihatkan rasa hormat
d. Kebaikan hati
e. Empati
f. Tidak berprasangka
g. Integritas
h. Keyakinan diri
3. Fleksibilitas/Kemampuan Beradaptasi
a. Panjang akal
b. Kemampuan menghadapi tekanan
c. Fleksibilitas
d. Kestabilan emosional
e. Kesediaan untuk berubah
f. Toleran kepada ambiguitas
g. Kemampuan beradaptasi
h. Mandiri
i. Dapat diandalkan
j. Peka secara politis
265
k. Citra diri yang positif
4. Keterbukaan Budaya Luar
a. Keragaman minat luar
b. Minat dalam budaya asing
c. Keterbukaan
d. Pengetahuan bahasa dan ekstrovet
e. Pengalaman luar negeri
5. Situasi Keluarga
a. Kemampuanberadaptasidaripasangan dan keluarga
b. Pendapatpositifpasangan
c. Kesediaanpasanganuntuktinggal di luarnegeri
d. Pernikahan yang stabil
266
IBM pengembangan meliputi penugasan rotasi yang mengizinkan
manajer luar negeri untuk berkembang secara profesional. Sebagai
tambahan untuk mengembangkan ketrampilan para manajer ini, aktivitas
pengembangan manajemen internasional juga dapat memberi dampak
yang lebih terlihat pada para manajer dan perusahaan mereka. Sebagai
contoh, penugasan rotasi dapat membantu para manajer membentuk
ikatan dengan para kolega mereka diseluruh dunia,dan mereka dapat
menggunakan kontak tersebut untuk membuat keputusan dibuat secara
lebih tepat guna. Seperti mengikuti aktivitas seminar secara periodik
.mereka juga dapat membantu memberikan konsistensi tujuan yang dapat
meningkatkan pengendalian,dengan membangunsekumpulan nilai,
standar,dan budaya perusahaan menyatu.
Terdapat beberapa tren dalam pelatihan dan pengembangan bagi ekspatriat.
Pertama, tidak hanya memberikan pelatihan lintas budaya sebelum
keberangkatan, justru semakin banyak perusahaan yang memberikan
pelatihan lintas budaya yang berkelanjutan di negeri tujuan selama tahapan
awal sebuah penugasan ke luar negeri. Yang kedua, para pengusaha
menggunakan para manajer yang kembali sebagai sumber untuk
menuai”penetapan pikiran global” dari staf mereka di kantor pusat.
2. Kompensasi internasional
Semua masalah tentang kompensasi internasional memberikan banyak
permasalahan yang rumit. Di satu isi, terdapat logika dalam
mempertahankan skala penggajian dan kebijakan perusahaan sehingga dapat
mengurangi resiko anggapan ketidakadilan,dan secara dramatis
menyederhanakan pekerjaan menelusuri taraf upah yang berbeda di setiap
negara.
Bentuk pendekatan yang menjadi dasar dalam kompensasi adalah :
267
a. Pendekatan neraca : pendekatan yang paling umum untuk membuat
rumusan pembayaran ekspatriat adalah dengan menyamakan daya beli
lintas negara, sebuah teknik yang dikenal dengan pendekatan neraca.
b. Intensif , pembayaran ini berbasis kinerja sebagai insentif untuk
membuat ekspatriat menerima dan tinggal dalam penugasan
internasional. Premi pelayanan luar negeri adalah pembayaran keuangan
bagi dan diatas pembayaran pokok biasa, dan biasanya berkisar antara
10% dan 30% dari pembayaran pokok. Meski demikian ,bahwa karena
manajer cenderung mendapatkan premi ini dengan kenaikan yang kecil
dari pembayaran pokok mereka, sangatlah mudah untuk salah
menafsirkan hal ini sebagai”kenaikan gaji” biasa, dan kemudian menjadi
membingungkan saat premi itu diberhentikan sekembalinya ekspatriat
tersebut. Biaya kesukaran memberikan kompensasi kepada ekspatriat
untuk kondisi kehidupan dan pekerjaan yang amat sukar dibeberapa
lokasi luar negeri tertentu. Biasanya pengusaha membayarkan ini secara
bertahap (dengan setiap pembayaran gaji) , jadi sangatlah penting untuk
menjelaskan bahwa ini bukan kenaikan permanen. Premi mobilitas
biasanya merupakan pembayaran satu kali dalam jumlah besar untuk
memberikan penghargaan kepada karyawan karena pindah dari satu
penugasan ke penugasan lain.
268
dengan agak negatif jika mereka merasabahwa pembuatan keputusan partisipatif
yang dibuat manajer itu tidak pantas secar kultural. Disisi lain, para manajer kantor
pusat mungkin sangat diluar jangkauan sehingga mereka tidak dapat memberikan
penilaian yang sah,karena mereka tidak menyadari situasi yang dihadapi oleh para
manajer lokal. Hal serupa, prosedurnya mungkin mengukur ekspatriat dengan
kriteria obyektif seperti keuntungan pangsa pasar, tetapi kejadian lokal dapat
mempengaruhi kinerja manajer itu sambil tetap” tidak terlihat” oleh staf kantor
pusat.
Usulan untuk memperbaiki proses penilainan ekspatriat termasuk:
1. Menentukan level kesulitan penugasan
2. Memberikan bobot yang lebih besar terhadap penilaian manajer itu dilokasi
daripada terhadap persepsi manajer tentang kinerja karyawan dinegara
sendiri yang jauh
3. Jika manajer kantor pusat melakukan penilaian tertulis secara
aktual,mintalah ia untuk menggunakan saran dari mantan ekspatriat yang
pernah di lokasi luar negeri yang sama.
4. Hubungan pekerja internasional
5. Perusahaan yang membuka cabang di luar negeri akan menemukan
perbedaan yang mencolok dalam praktik hubungan pekerja antar negara dan
daerah di dunia. Hal ini penting mengingat serikat pekerja sebagai sebuah
bagian dari orang orang yang mendapat upah dan gaji.
Masalah hubungan kerja diberbagai negara dipengaruhi oleh:
a. Sentralisasi
b. Struktur serikat pekerja
c. Organisasi pengusaha
d. Pengakuan serikat pekerja
e. Keamananserikat pekerja
269
f. Isi dan lingkup kesepakatan
g. Penanganan keluhan
h. Pemogokan
i. Partisipasi pekerja
Terorisme,Keamanan dan Sumber Daya Manusia Global
Meningkatkan ancaman terorisme mempengaruhi kegiatan Sumber Daya
Manusia domestik dan luar negeri. Secara domestik, misalnya bukti anekdot
menyarankan bahwa hukum dan prosedu federal antiteroris yang baru
mempengaruhi kemampuan pengusaha mengimpor dan mengekspor tenaga kerja.
Para pengusaha juga menghadapi resistenti yang lebih besar dari pada
ekspatriat prospektif. Lebih banyak lagi yang menolak untuk menerima pengiriman
ke luar negeri dan membawa keluarga ke luar negeri, dan mereka menolak ini
menuntut kompensasi yang lebih besar. Dan untuk para karyawan serta fasilitas
mereka di luar negeri,pengusaha harus menetapkan rencana-rencana keamanan yang
lebih komprehensif,termasuk misalnya, rencana evakuasi untuk keamanan
karyawan,jika hal itu menjadi sesuatu yang penting.
Melakukan Ukuran Perlindungan Para pengusaha melakukannya dalam
beragam cara. Salah satunya dengan Tim Krisis. Banyak pengusaha memang butuh
pelayanan dari tim krisis seperti ini, misalnya ketika mereka menerima peringatan
bahwa elemen kriminal telah menculik atau menyandera salah satu dari ekspatriat
mereka, atau mengancam seseorang dengan sesuatu yang membahayakan kecuali
jika tuntutan dibayarkan.
Melakukan Ukuran Perlindungan : pengusaha melakukannya dalam beragam
cara. Cara menggendalikan dengan Tim Krisis, banyak pengusaha memang butuh
pelayanan dari tim krisis. Lalu mereka dapat meminta bantuan tim manajemen krisis
ini, misalnya ketika mereka menerima peringatan bahwa elemen kriminal telah
270
menculik atau menyandera salah satu ekspariat mereka, atau mengancam seseorang
dengan sesuatu yang membahayakan kecuali jika tuntutan dibayarkan.
Asuransi Penculikan dan Uang Tebusan (Kidnapping and Ransomi/K & R).
Memperkerjakan tim krisis dan membayar uang tebusan bisa sangat mahal bagi
semua perusahaan kecuali perusahaan besar, jadi sebagian besar pengusaha dengan
banyak karyawannya di luar negeri membeli asuransi penculikan dan uang tebusan.
Satu atau dari beberapa kejadian dapat menyebabkan pembayaran dibawah
kebijakan seperti ini. Salah satu yang jelas adalah ancaman(perlakuan yang
membahayakan jasmani) dan penyanderaan(menahan karyawan tanpa tuntutan uang
tebusan). Kejadian yang menyebabkan pembayaran lainyya termasuk ancaman
untuk proprti atau produk kecuali pengusaha membayar jumlah tertentu.
Asuransi itu sendiri umumnya mencangkup beberapa biaya yang berkaitan
dengan penculikan,pemaksaan yang bertentangan dengan hukum,atau upaya-upaya
ancaman.
Menjaga para pelaku bisnis dari kejahatan dalam perjalan mereka adalah
kekhususannya,tapi saran disini termasuk:
a. Memberikan pelatihan umum kepada ekspatriat tentang perjalan, hidup
diluar negeri ,dan tempat yang akan meeka tuju,sehingga mereka lebih
terorientasi saat tiba disana.
b. Beritahukan mereka agar tidak menarik perhatian bahwa mereka adalah
orang asing
c. Mintalah para pelancong untuk tiba dibandara sedekat mungkin dengan
waktu keberangkatan dan menunggu diarea yang jauh dari arus jalan utama
dimana mereka tidak dapat diamati dengan mudah
d. Perlengkapi mobil dan rumah ekspatriat dengan sistem keamanan yang
memadai
271
e. Beri tahukan karyawan untuk tidak membuat rutinitas waktu kedatangan dan
keberangkatan mereka dan juga mengambil rute perjalanan yang berbeda
saat berangkat dan pulang dari pekerjaan
f. Berikan karyawan tentang kabar mengenai permasalahan kejahatan lainnya
dengan secara teratur memeriksa , semisal, lembar informasi layanan saran
perjalanan dan konduler Departemen Luar Negeri. Situs ini memberikan
informasi terbaru tentang kemungkinan ancaman dihampir setiap negara di
dunia.
g. Sarankan karyawan agar tetap terpecaya diri sepanjang waktu: bahasa tubuh
dapat menarik perhatian pelaku kejahatan,dan orang-orang yang sering
terlihat seperti korban kejahatan.
I. Latihan Soal
1. Uraikan tentang pertumbuhan bisnis internasional dan apa pengaruhnya
terhadap bisnis local.
2. Uraikan langkah-langkah yang harus dilakukan dalam persiapan pengembangan
sumber daya manusia lokal.
3. Jelaskan mengapa konvensasi berpengaruh terhadap kelangsungan keejahteraan
karyawan.
4. Uraikan tantangan-tantangan yang dihadapi oleh sumber daya manusia lokal
ketika menghadapi sumber daya manusia bisnis internasional.
5. Uraikan faktor-faktor yang mempengaruhi perbedaan antara Negara terhadap
manajemen sumber daya manusia.
6. Uraikan persamaan dan perbedaan dalam praktek sumber daya manusia.
7. Saudara jelaskan apa yang dimaksud dengan penyususan staf internasional.
272
Bab – 12
KARIR
273
BAB XII
KARIR
A. Pengertian Karir
274
ke jenjang lebih tinggi, sehingga karir akan mendukung efektifitas individu dan
organisasi dalam mencapai tujuannya.
DaliLS (2002:277) Karir merupakan suatu proses yang sengaja diciptakan
perusahaan untuk membantu karyawan agar membantu partisipasi ditempat kerja.
Ekaningrum (2002:258) Karir digunakan untuk menjelaskan orang-orang
pada masing-masing peran atau status. Karir adalah semua jabatan (pekerjaan) yang
mempunyai tanggung jawab individu.
Dapat disimpulkan bahwa karir adalah suatu rangkaian atau pekerjaan yang
dicapai seseorang dalam kurun waktu tertentu yang berkaitan dengan sikap,
nilai, perilaku dan motivasi dalam individu.
B. Sistem Karir
Perencanaan karier karyawan yang baik tentu membutuhkan sistem yang
baik pula. Banyak manfaat yang bisa diambil oleh perusahaan maupun karyawan
dari sistem karier yang baik.
Salah satu unsur penting dalam manajemen SDM adalah perencanaan karier
karyawan. Perencanaan karier karyawan adalah suatu proses yang bertujuan agar
karier tenaga kerja dapat dikembangkan sesuai dengan bakat dan kemampuannya
sehingga bisa berfungsi dengan baik dan optimal bagi perusahaan.
Program pembinaan karier yang kurang baik dapat menimbulkan keresahan
dalam organisasi. Karyawan akan merasa tidak aman, merasa diperlakukan secara
tidak jujur, karyawan juga merasa tidak diberi kesempatan yang sama untuk
mengembangkan seluruh potensinya untuk kepentingan perusahaan. Selanjutnya
karyawan akan merasa kurang puas dengan kebijakan-kebijakan perusahaan,
sehingga pada akhirnya akan berdampak negatif pada efektifitas dan efesiensi
perusahaan.
275
Berbagai kondisi yang bertentangan dengan kebijakan hubungan perusahaan
dengan karyawan serta tujuan dan kebijakan pembinaan tersebut, perlu dihindarkan
demi tercapainya misi dan tujuan perusahaan secara keseluruhan.
276
7. Mengetahui dan mengantisipasi keinginan dan bakat tenaga
kerja, Mengetahui sejak awal tenaga kerja yang kurang/tidak terampil, juga
tenaga kerja yang tidak produktif sehingga dapat diambil tindakan segera
D. Proses Karir
Karier adalah proses. Ada cara dan jalur untuk mengembangkannya.
Perusahaan-perusahaan berkualitas selalu berupaya menciptakan jenjang karier yang
sesuai dengan kapasitas, kualitas dan dedikasi karyawan demi kontribusi dan
prestasi kerja yang prima.
Proses karier adalah suatu proses yang sengaja diciptakan perusahaan untuk
membantu karyawan agar lebih meningkatkan karier. Karier adalah bagian yang
penting dan akan berubah secara terus menerus terjadi dalam perjalanan dan
kehidupan karyawan yang bekerja.
Proses karier, suatu kerangka yang dibangun dalam upaya membantu
karyawan, seperti
a. Menggambarkan secara jelas keahlian, nilai, tujuan karier serta kebutuhan
untuk pengembangan.
b. Merencanakan untuk mencapai tujuan karier
c. Secara continue mengevaluasi. Merevisi dan meningkatkan rancangan.
Dengan demikian membuka hubungan komunikasi antara karyawan dengan
manajemen atau perusahaan merupakan tujuan utama proses karier. Tentunya untuk
mencapai proses karier yang baik kita perlu memperhatikan prinsip - prinsip :
277
d. Sukses dijabarkan dengan baik oleh diri karyawan sendiri
Intinya proses karier adalah suatu proses kemitraan interaksi dalam tahapan
dan kerja sama antara mitra-mitra perusahaan, yaitu : perusahaan atau manajemen,
atasan langsung dan karyawan sendiri. Masing-masing mitra mengharapkan hasil
atau perolehan yang jelas manfaatnya bagi karyawan dapat meningkatkan
pertumbuhan karier. Semua perusahaan merupakan perangkat dan sumber yang
berpartisipasi aktif dalam proses karier dan pengembangannya.
Perangkat karier dapat disiapkan dan direncanakan melalui suatu wadah
lembaga pelatihan. Sukses karier sangat dipengaruhi oleh dua aspek, pertama
kemampuan dan kemauan untuk melihat jauh ke depan. Hal itu bisa berupa tujuan
yang kualitatif maupun kuantitatif, bisa berupa hal material maupun nonmaterial.
Kedua, adalah keuletan dari individu tersebut dan juga berdoa kepada Tuhan Yang
Maha Esa, serta perbuatan-perbuatan baik pada orang lain sehingga selalu
memperoleh kesempatan yang baik.
E. Perencanaan Karir
1. Perencanaan Sistem karir
Proses perancangan sistem karier diawali dengan perancangan jalur karier
kemudian dilanjutkan dengan perancangan program kaderisasi.
b. Perancangan jalur karier
Jalur karier adalah jalur yang menghubungkan satu posisi dengan posisi
yang lain. Secara visual , jalur karier menunjukkan keterkaitan antara satu jabatan
dengan jabatan lainnya. Jalur karier dikaitkan berdasarkan jabatan yang dimiliki
posisi. Artinya, jalur karier mengarahkan karier pegawai berdasarkan urutan
jabatan, profesi serta posisi dengan pertimbangan kemiripan, kesesuaian, dan
keterkaitan “task and requirement” pada posisi serta hierarki jabatan .
278
Proses yang paling rumit pada tahap perencanaan jalur karier adalah proses
menentukan posisi yang serupa dan mencari posisi yang memiliki kemiripan,
kesesuaian , dan keterkaitan sehingga sampai terbentuk jalur karier .
c. Perancangan Program Kaderisasi
Program kaderisasi dirumuskan setelah rancangan jalur karier terbentuk.
Melalui program kaderisasi, jika dalam organisasi terdapat jabatan kosong yang
perlu diisi maka dapat diketahui karyawan-karyawan yang sesuai untuk menempati
jabatan tersebut. Dari sudut pandang karyawan, program kaderisasi dapat
memberikan keterangan mengenai kemungkinan promosi ataupun mutasi yang
dapat dialami oleh seorang karyawan. Dengan adanya keterangan tersebut
perusahaan dapat mempersiapkan karyawan yang bersangkutan agar siap dan
memiliki kualifikasi individu yang sesuai dengan jabatan yang baru, sehingga
perpindahan-perpindahan karyawan dapat dilakukan tanpa mengurangi efektivitas
organisasi .
Perancangan program kaderisasi yang dilakukan dalam pekerjaan selalu
difokuskan pada perumusan kualifikasi yang dipersyaratkan pada setiap posisi atau
jabatan dalam dalam organisasi. Untuk keperluan program kaderisasi ini, rumusan
kualifikasi posisi dirancang sedemikian rupa sehingga mampu membedakan posisi
dalam arah vertikal maupun horizontal. Dalam arah vertikal, berarti persyaratan
jabatan pada suatu posisi dapat diperbandingkan dengan posisi pada level yang lebih
rendah atau lebih tinggi. Dalam arah horizontal, berarti persyaratan jabatan pada
posisi dapat diperbandingkan dengan posisi lain pada level jabatan yang sama.
2. Perspektif Organisasi dalam Perencanaan Karir
Perspektif organisasi dalam perencanaan karir meliputi:
a. Mengidentifikasikan kebutuhan staffing organisasi di masa mendatang,
b. Rencana jenjang karier,
c. Mengukur potensi individual dan kebutuhan pelatihan,
279
d. Mencocokkan kebutuhan organisasi dengan kemampuan individual,
e. Mengaudit dan mengembangkan sistem karier untuk organisasi
3. Aktivitas Perencanaan Karir
Perencanaan karir terdiri atas dua elemen utama, yaitu perencanaan karir
organisasional (organizational career planning) dan perencanaan karir individual
(individual career planning). Perencanaan karir organisasional mengintegrasikan
kebutuhan sumber daya manusia dan sejumlah aktivitas karir, dan lebih menitik
beratkan pada jenjang atau jalur karir. Kebutuhan sumber daya manusia merupakan
komponen penting dari proses perencanaan sumber daya manusia, sedangkan jalur
karir merupakan perangkat yang mengaitkan keluarga pekerja di dalam organisasi.
Perencanaan karir individual berbeda secara filosofis dan prosedural dari
perencanaan karir organisasional. Jenis perencanaan karir ini terfokus pada individu
dan keinginan, keahlian, dan hasrat mereka. Dan paling penting, perencanaan karir
individu meliputi latihan diagnostik dan prosedur untuk membantu orang tersebut
menentukan “siapa saya” dari segi potensi dan kemampuannya. Prosedur ini
meliputi suatu “pengecekan realitas” untuk membantu individu menuju suatu
identifikasi yang bermakna dari kekuatan dan kelemahannya dan dorongan
memimpin kekuatan dan mengoreksi kelemahan.
Karir individual dan organisasional tidaklah terpisah dan tidak berbeda.
Seorang karyawan yang rencana-rencana karir individualnya tidak dapat diikuti di
dalam organisasi, cepat atau lambat karyawan tersebut kemungkinan akan
meninggalkan perusahaan. Oleh karenanya, organisasi perlu membantu karyawan
dalam perencanaan karir sehingga keduanya dapat saling memenuhi kebutuhan
mereka. Jalur karir (career path) adalah suatu line progresi yang fleksibel, di mana
seseorang karyawan bergerak sepanjang menjadi pegawai dalam sebuah perusahaan.
Pengembangan karir (career development) adalah pendekatan formal yang diambil
organisasi guna memastikan bahwa orang-orang dengan kualifikasi dan pengalaman
280
yang tepat tersedia pada saat dibutuhkan. Perencanaan dan pengembangan karir
menguntungkan individu dan organisasi.
Disamping penilaian diri, seorang karyawan hendaknya juga membuat
penilaian dalam kesempatan ini dengan menanyakan hal-hal sebagai berikut:
a. Apa prospek untuk promosi atau transfer dari pekerjaan saya saat ini?
b. Berapa persentase karyawan yang mencapai suatu tingkat target tertentu di
dalam organisasi ini?
c. Bagaimana kisaran gaji untuk berbagai jenjang jabatan?
d. Di mana pertumbuhan yang paling cepat dan kesempatan promosi paling
bagus di dalam organisasi?
e. Jika saya menemukan kebuntuan, jalur karir apa saja kira-kira yang tersedia
di dalam organisasi?
Berikut ini beberapa aktivitas perencanaan karir:
1. Berbagai tanggung jawab karyawan:
a. Menilai sendiri kemampuan, minat, dan nilai-nilai.
b. Menganalisis opsi-opsi karir.
c. Memutuskan kebutuhan dan tujuan.
d. Mengkomunikasikan preferensi pengembangan kepada manajer.
e. Merencanakan bersama manajer mengenai rencana-rencana tindakan yang
disepakati oleh kedua belah pihak.
f. Mengikuti rencana yang telah disepakati.
2. Berbagai tanggung jawab manajer:
a. Bertindak sebagai katalisator, membuat karyawan peka terhadap proses
perencanaan pengembangan.
b. Menilai realisme tujuan-tujuan yang dinyatakan oleh karyawan dan
kebutuhan-kebutuhan pengembangan yang dirasakan.
281
c. Memberikan nasihat kepada karyawan dan mengembangkan sebuah
rencana yang saling disepakati.
d. Menindak-lanjuti dan menyempurnakan rencana-rencana karyawan
bilamana sesuai dengan visi dan misi.
3. Berbagai tanggung jawab organisasi:
a. Memberikan sebuah model perencanaan karir, sumber daya, konseling,
dan informasi yang dibutuhkan untuk perencanaan karir individu.
b. Memberikan pelatihan dalam rencana pengembangan karir kepada
manajer dan karyawan serta konseling karir kepada para manajer.
c. Memberikan program-program pelatihan keahlian dan peluang-peluang
pengalaman pengembangan dalam pekerjaan.
4. Pengembangan Karir
Pengembangan karir (career development) adalah suatu kondisi yang
menunjukkan adanya peningkatan jenjang atau status seseorang dalam
pekerjaannya Hal –hal yang mendorong seseorang memilih pengembangan karir
sebagai wirausaha, dapat diketahui melalui penilaian kepribadian khususnya
pengalaman dan latar belakangnya. Sumitro (2001 : 272) Pengalaman, seperti
yang dapat dilihat dari biografi seseorang, bermanfaat untuk melihat
keterampilan, dan kompentensi untuk meningkatkan kewirausahaan,
pengembangan nilai-nilai kewirausahaan, dan mendorong untuk mencetuskan ide-
ide kewirausahaan.
Pendapat lain mengemukakan bahwa pengembangan karier seharusnya tidak
hanya tergantung pada usaha-usaha individu saja, karena hal itu tidak selalu sesuai
dengan kepentingan organisasi ( Handoko:2000 ). Sebagai contoh, karyawan
mungkin meminta berhenti dan pindah ke perusahaan lain atau karyawan tidak acuh
terhadap kesempatan-kesempatan karier mereka dan kebutuhan staffing organisasi .
282
Jadi, dapat disimpulkan bahwa pengembangan karier adalah peningkatan-
peningkatan pribadi yang dilakukan untuk mencapai suatu rencana. Kegagalan
banyak orang dalam meningkatkan karier disebabkan karena mereka tidak
memerhatikan konsep dasar perencanaan kariernya. Mereka tidak menyadari bahwa
sasaran karier dapat menjadi batu loncatan dalam mencapai sukses yang lebih besar.
5. Hubungan Pengembangan Karir dengan Prestasi Kerja
Pengembangan karier berkaitan dengan penyusunan jalur karier yang
merupakan urutan posisi jabatan yang mungkin diduduki oleh seorang pegawai
mulai dari tingkat terendah hingga tingkatan teratas dalam struktur organisasi (
Soetjipto:2002 ).
Terdapat dua macam jalur pengembangan karier, yaitu:
Pertama, jalur karier tradisional dimana urutannya merupakan kombinasi dan
pergerakan vertikal ke atas (promosi atau kenaikan jabatan) serta horizontal
(transfer atau perpindahan ke jabatan yang memiliki tingkatan yang sama).
Kedua, jalur karier inovatif karena urutannya merupakan kombinasi
pergerakan vertikal ke atas, vertikal ke bawah (demosi atau penurunan jabatan) serta
horizontal. Jika tujuannya sebagai penghargaan atas prestasi kerja sumber daya
manusia, maka jalur karier tradisional merupakan pilihan yang tepat. Adapun
kebijakan pengembangan karier bertujuan untuk memberikan pengalaman dan
kesempatan yang baik kepada sumber daya manusianya sebelum sampai ke posisi
puncak, maka jalur inovatif yang patut untuk diterapkan.
Siagian (1995) menekankan bahwa meskipun bagian pengelola sumber daya
manusia dapat turut berperan dalam kegiatan pengembangan karier seseorang,
namun pada hakekatnya yang paling bertanggungjawab atas hal tersebut adalah
orang ( pegawai ) itu sendiri. Inilah yang menjadi salah satu prinsip pengembangan
karier yang sangat fundamental .
283
Dalam proses pengembangan karier terdapat tujuh hal penting yang perlu
diperhatikan, yaitu:
1. Prestasi kerja yang memuaskan
Pangkal tolak pengembangan karier seseorang adalah prestasi kerjanya
melakukan tugas yang dipercayakan kepadanya . Tanpa prestasi kerja yang
memuaskan, sukar bagi seorang pegawai untuk diusulkan oleh atasannya
untuk dipertimbangkan sebagai seseorang yang layak mendapat promosi
jabatan.
2. Pengenalan oleh pihak lain
Pengenalan yang dimaksud dalam poin ini adalah bahwa berbagai pihak
yang berwenang memutuskan layak tidaknya seseorang untuk
dipromosikan, seperti atasan langsung dan pimpinan personalia mengetahui
kemampuan dan prestasi kerja pegawai yang ingin merealisasikan rencana
kerjanya.
3. Kesetian pada organisasi
Kesetiaan terhadap organisasi dapat dibuktikan dengan berkarya dalam
organisasi tempatnya bekerja untuk jangka waktu yang lama. Harus diakui
bahwa mengenai kesetiaan organisasional ini dapat menempatkan
seseorang pada situasi yang dilematik. Di satu pihak, ia harus
membuktikan kesetiannya kepada organisasi agar tersedia kesempatan
baginya untuk meniti karier secara mantap. Akan tetapi di pihak lain , sukar
bagi seseorang untuk menolak tawaran dari organisasi lain apabila
pekerjaan tersebut membuka kesempatan yang lebih luas baginya untuk
berkarya secara lebih produktif.
4. Pemanfaatan sponsor
Pengalaman menunjukkan bahwa pengembangan karier seseorang sering
berlangsung dengan lebih mulus apabila ada orang lain dalam organisasi
284
yang dengan berbagai cara dan jalur bersedia memberikan nasihat
kepadanya dalam usaha meniti karier .
5. Dukungan para bawahan
Bagi mereka yang sudah menduduki posisi manajerial tertentu dan
mempunyai rencana karier yang ingin diwujudkan. Dukungan para
bawahan tersebut dapat beraneka ragam bentuknya, akan tetapi semuanya
berkisar pada usaha menyukseskan tugas manajer yang bersangkutan.
6. Pemanfaatan kesempatan untuk bertumbuh
Tanggung jawab dalam pengembangan karier sebenarnya terletak di tangan
masing-masing pegawai. Artinya, pertumbuhan karier tersebut bergantung
pada kemauan seseorang dalam memanfaatkan berbagai kesempatan,
misalnya keikutsertaan dalam program pelatihan, pendidikan di luar jam
kerja dan lain sebagainya.
7. Berhenti atas permintaan dan kemauan sendiri
Dalam banyak hal, berhenti atas kemauan dan permintaan sendiri mungkin
pula merupakan salah satu cara terbaik untuk mewujudkan rencana karier
seseorang. Artinya, bukan hal yang mustahil bahwa dalam suatu organisasi
jenjang karier yang mungkin dinaiki demikian terbatas sehingga jalan yang
dilalui cukup sulit. Oleh karena itu, pihak manajemen perusahaan juga
perlu memperhatikan karyawan dalam hal pengembangan karier .
Berbicara tentang karier dalam kehidupan organisasional artinya berbicara
mengenai keseluruhan pekerjaan yang dilakukan serta jabatan yang dipangku oleh
seseorang selama masa kerja. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa proses
pengembangan karier sangat dipengaruhi oleh prestasi kerja yang telah dicapai oleh
seorang pegawai. Dengan prestasi kerja yang baik, maka peluang seorang pegawai
dalam mengembangkan kariernya akan semakin mudah. Dengan kata lain, prestasi
285
kerja merupakan salah satu syarat penting dalam proses pengembangan karier dalam
dunia kerja .
286
menyesuaikan diri dan mengantisipasi setiap terjadinya perubahan-perubahan
lingkungan bisnis dalam menghadapi era perdagangan bebas, pengaruh globalisasi
dan perkembangan teknologi sistem informasi yang sangat cepat.
Prestasi Unilever sebagai perusahaan yang menganggap Sumber Daya
Manusia paling berharga atau penting dalam suatu organisasi, adalah diraihnya
penghargaan dari Japanese Institute of Productive Maintenance yaitu untuk
pelaksanaan TPM (Total Productive Maintenance), di samping itu juga diperoleh
penilaian oleh dunia usaha sebagai salah satu dari 20 perusahaan terbaik dunia.
Unilever merupakan sebuah perusahaan multinasional, berarti Unilever
memiliki pasar yang berbeda-beda karakter di tiap-tiap negara. Hal ini
mengharuskan Unilever untuk memahami kebutuhan pelanggannya di pasar tiap
negara yang berbeda. Unilever tidak selalu bisa menawarkan produk yang sama di pasar
berbeda. Banyaknya bauran produk dari Unilever, keragaman produk ini
menunjukkan bahwa Unilever ingin memenuhi kebutuhan konsumen yang beragam
pula. Dengan produk-produk yang menyentuh kebutuhan sehari-hari, Unilever
mencoba menawarkan produknya sebagai orientasi pemenuhan kebutuhan konsumen sehari-
hari.
Unilever menggunakan riset pasar, sebelum menciptakan dan meluncurkan
suatu produk. Melalui riset yang tepat, sebuah perusahaan akan mampu memenuhi
kebutuhan pasar yang telah dibidik, bahkan mampu menjadi market leader. Itulah
mengapa Unilever selalu berhasil di pasar berbagai negara yang berbeda.
Visi dan misi ULI adalah:
1. Visi
“Untuk meraih rasa cinta dan penghargaan dari Indonesia dengan menyentuh
kehidupan setiap orang Indonesia setiap harinya”
2. Misi
a. Kami bekerja untuk menciptakan masa depan yang lebih baik setiap hari.
287
b. Kami membantu konsumen merasa nyaman, berpenampilan baik dan lebih
menikmati hidup melalui brand dan layanan yang baik bagi mereka dan
orang lain.
c. Kami menginspirasi masyarakat untuk melakukan langkah kecil setiap
harinya yang bila digabungkan bisa mewujudkan perubahan besar bagi
dunia.
d. Kami senantiasa mengembangkan cara baru dalam berbisnis yang
memungkinkan kami tumbuh dua kali lipat sambil mengurangi dampak
terhadap lingkungan.
3. Struktur Perusahaan Unilever :
a. Direksi, adalah seorang yang ditunjuk untuk memimpin Unilever Indonesia
b. Dewan Komisaris, adalah sebuah dewan yang bertugas untuk melakukan
pengawasan dan memberikan nasihat kepada direktur Perseroan Terbatas
(PT)
c. Komite Audit, membantu Dewan Komisaris dalam menjalankan fungsi
kepengawasannya dengan melaksanakan kajian atas integritas laporan
keuangan Uniliver Indonesia.
d. Komite Nominasi dan Remunerasi, bertanggung jawab untuk menelaah dan
merumuskan rekomendasi paket remunerasi Dewan Komisaris dan Direksi
serta merencanakan pencalonan dan nominasi calon yang akan diusulkan
sebagai anggota Dewan Komisaris, Direksi atau anggota berbagai Komite
lainnya.
288
Uniliver memang tidak main-main dalam memilih pekerja yang akan berkarir di
perusahaannya dengan menggunakan sistem manajemen Sumber Daya Manusia
yang tepat.
Manajamen sumber daya manusia (MSDM) adalah suatu cara yang
dilakukan untuk mengatur peranan tenaga kerja agar efektif dan efisien sehingga
dapat bersama-sama mencapai prestasi karir yang maksimal. Manajemen Sumber
Daya Manusia sengaja dibentuk untuk mengingatkan nilai tenaga kerja dalam
sebuah perusahaan yang merupakan manusia. Bukan hanya sekedar mesin yang
hanya bertugas melakukan segala tugas untuk perusahaan. Tetapi di sini, tenaga
kerja memiliki hak-hak yang diterima dan dinikmati. Manajemen Sumber Daya
Manusia di sini secara langsung akan mempengaruhi setiap sumber daya manusia
dalam sebuah perusahaan itu sendiri.
Sumber daya manusia sendiri dibagi menjadi dua macam berdasarkan fakta
kemampuan manusia dalam berfikir dan berinteraksi dengan lingkungan. Sumber
daya manusia yang pertama yaitu sumber daya fisik. Hal ini erat kaitannya dengan
kemampuan manusia mengolah energi yang dimiliki untuk melakukan suatu
pekerjaan. Yang kedua adalah sumber daya mental. Sebenarnya, sumber daya yang
kedua inilah yang sedikit memegang peranan penting dalam sumber daya manusia
di perusahaan. Kemampuan manusia dalam berfikir, menciptakan sebuah inovasi
sangat memberikan sumbangsih besar dalam kemajuan perusahaan.
Perencanaan fungsi Manajamen Sumber Daya Manusia PT Uniliver
Indonesia, Tbk adalah perusahaan yang terkenal dengan manajemen SDM nya yang
mumpuni. Bagaimana tidak, PT uniliver sangat mempertimbangkan setiap sumber
daya manusia yang akan berkarir bergabung bersama PT Unilever. Di sini terbukti
dengan setiap tahunnya PT Unilever sengaja merekrut orang-orang terbaik dari
berbagai perguruan tinggi terbaik.
289
Tak hanya merekrut orang-orang terbaik dari berbagai perguruan tinggi
terbaik, PT Unilever juga memiliki program manajemen Sumber Daya Manusia
sendiri yang disebut dengan program latihan kerja atau LATKER. Program latihan
kerja PT Uniliver sengaja dibentuk untuk meminimalisir tidak meratanya sumber
daya manusia dalam perusahaan.
Setelah PT Unilever berhasil merekrut beberapa orang yang akan berkarir
bersama Uniliver, orang-orang tersebut akan diberikan program latihan kerja.
Program latihan kerja yang dibentuk PT Uniliver dibagi dalam 2 kegiatan. Kegiatan
pertama adalah kegiatan menempatkan calon tenaga kerja pada tempat kerja yang
sebenarnya. Di tempat tersebut, calon tenaga kerja akan dilatih cara bekerja yang
benar langsung pada target tetapi dengan didampingi pembimbing yang sudah
sangat kompeten. Kegiatan kedua yaitu ceramah seperti perkuliahan mengenai seluk
beluk berkarir di PT Unilever.
Seleksi tenaga kerja untuk mencari sumber daya terbaik yang dilakukan PT
Unilever ini terbukti membuat perusahaan mampu menilai secara keseluruhan mana
tenaga kerja yang kompeten dan berpotensi. Keberhasilan program latihan kerja ini
juga dinilai dari bagaimana pembimbing menilai kemampuan adaptasi calon tenaga
kerja dalam mengikuti budaya bekerja di PT Unilever.
Pada intinya, teknik manajemen Sumber Daya Manusia PT Unilever terbagi
menjadi tiga hal yaitu:
a. Pengadaan yaitu proses rekrutmen dan orientasi seperti program latihan
kerja yang telah dijelaskan di atas.
b. Penggunaan yaitu proses sinkronisasi antara kemampuan sumberdaya
manusia dengan tugas apa yang akan menjadi tanggung jawabnya.
c. Pemeliharaan yaitu bagaimana PT Unilever menciptakan lingkungan
kerja yang nyaman sehingga karyawan juga dapat merasa puas bekerja
bersama PT Unilever.
290
Keberhasilan PT Unilever dalam menomorsatukan manajemen Sumber Daya
Manusia terbukti dari berhasilnya PT Unilever meraih penghargaan dari Jepang
untuk pelaksana Pruduktive Total Maintenance dan berhasl terpilih sebagai salah
satu dari 20 perusahaan terbaik di Dunia. Kepedulian PT Uniliver terhadap sumber
daya manusia yang berkarir bersama di perusahaan Uniliver diatas dapat diberi
suatu apresiasi sendiri. maka dari itu, semakin banyak pulalah orang-orang terbaik
yang ingin berkarir di PT Uniliver.
291
pendidikan, usia, agama dan jabatan sewaktu bergabung. perusahaan sadar akan
perlunya keragaman pikiran dan hati yang mandiri dan berbakat untuk membuka
potensi peluang bisnis. Hanya dengan cara inilah perusahaan dapat menciptakan
sinergi sejati dalam perusahaan untuk mencapai titik puncak. Melangkah ke depan,
kami akan terus merekrut, mempekerjakan, mengembangkan dan mempromosikan
karyawan berdasarkan kemampuan, kualifi kasi, hasil kerja dan potensi mereka.
2. Memupuk Kepemimpinan
Perusahaan menyadari bahwa aset yang paling penting adalah sumber daya
manusia yang tepat. Itulah sebabnya perusahaan menginvestasikan banyak waktu
dan tenaga untuk pengembangan karyawan. Pendekatan ini secara penuh mencakup
kebutuhan individu, tanggung jawab dan kinerja. Perusahaan mengidentifikasi
individu-individu dengan potensi dan hasil kerja terbaik, kemudian
mengembangkan mereka melalui penempatan di berbagai bidang kerja serta
pelatihan. Ada penekanan khusus bagi para manajer muda yang membutuhkan
program pembinaan yang sesuai. Melalui Leadership Growth Profile, perusahaan
menyusun rencana bagi program pengembangan mereka [Link]
mencapai tujuan, perusahaan terus meningkatkan standar untuk menghapus kinerja
yang buruk dan mendorong orang keluar dari “zona kemapanan”, agar mereka
tertantang dan berjuang untuk mencapai yang terbaik.
Melalui Senior Executive Development Programme, para manajer mendapat
pelatihan tentang cara-cara mengenali diri sendiri, motivasi, kepribadian, minat
kerja, serta cara belajar dan pembinaan yang sesuai untuk mereka. Melalui
masukan-masukan dari rekan lain, mereka juga belajar tentang kekuatan mereka
serta segi apa yang harus dikembangkan. Dengan mengenali diri secara lebih baik,
mereka akan terbantu dalam meraih sukses baik dari segi profesi maupun pribadi.
Perusahaan meyakini bahwa investasi yang mereka tanamkan untuk
mengembangkan pemimpin masa depan telah membuahkan hasil, sebagaimana
292
tercermin dari proses suksesi yang mulus pada beberapa anggota direksi. Adanya
persamaan keyakinan yang diwariskan dari satu anggota direksi ke anggota lain
telah memastikan bahwa aspirasi perusahaan akan senantiasa diteruskan oleh
generasi yang lebih muda.
3. Membangun Budaya Wirausaha
Untuk meraih sukses, semua karyawan perusahaan harus berpikir dan
bertindak seperti wiraswastawan, yakni terfokus, kreatif dan bermotivasi melakukan
tindakan. Perusahaan menginginkan mereka mempunyai rasa memiliki yang tinggi
terhadap perusahaan ini dan selalu bergairah untuk mewujudkan pikiran serta ide-
ide unik ke dalam tindakan nyata. Dengan menyelenggarakan program seperti
Enterprise Award yang memberi kebebasan pada tiap karyawan untuk melahirkan
ide kreatif dan cara kerja baru, karyawan didorong untuk mengasah dan
mewujudkan kreativitasnya. “Semangat Wirausaha” ini terbukti menjadi motor
penggerak yang kuat bagi tekad perusahaan untuk berkembang.
4. Blue Umbrella – Prinsip Bisnis Unilever
Walaupun perusahaan telah memiliki Prinsip Bisnis Unilever yang
merupakan pedoman etika bisnis, perusahaan sepenuhnya sadar bahwa harus ada
keseragaman pemahaman agar prinsip ini dapat dijalankan dengan benar.
Perusahaan terus mencari cara yang kreatif dan mengena untuk mengkomunikasikan
serta berbagi dalam memecahkan kasus-kasus dimana intepretasi terhadap prinsip
itu mungkin berlainan. Termasuk juga penggunaan teater dimana karyawan dapat
memerankan beberapa segmen dengan harapan mereka dapat memahami prinsip
dengan lebih nyata. Dengan demikian, mereka terdorong untuk mempelajari dan
mengembangkan pemahaman tentang pentingnya prinsip itu.
5. Kepemimpinan – Menjalankan Nilai-nilai
Selama ini, Unilever Indonesia telah sukses dalam menjalani berbagai
perubahan. Hal ini dimungkinkan oleh proses transformasi pribadi yang juga
293
dialami oleh karyawan perusahaan. Perubahan hanya mungkin dilakukan karena
pihak manajemen pun bersedia bekerja berlandaskan nilai-nilai yang disepakati
bersama. Langkah ini berbuah sukses karena nilai dan perilaku tersebut juga
ditularkan ke seluruh perusahaan. Setiap orang harus mengenal dan bangga terhadap
nilai-nilai tersebut, dan yang terpenting, menjalankannya. Untuk itu, nilai-nilai
tersebut secara terus menerus dikomunikasikan melalui poster, kartu dan artikel-
artikel, dan didukung dengan serangkaian pemberian penghargaan bagi mereka
yang dipandang pantas menjadi teladan. Di dalam acara-acara besar yang diadakan
perusahaan, pihak perusahaan selalu mengambil kesempatan untuk mengetengahkan
salah satu nilai dan mengkomunikasikannya secara kreatif kepada karyawan.
Perusahaan mendorong semua manajer untuk membangun rasa memiliki
terhadap rencana pertumbuhan perusahaan, menjadikannya agenda pribadi dan terus
menjalankan nilai-nilai dengan menjadi teladan bagi orang lain. Dengan cara ini,
mereka berkembang sebagai individu, dan selanjutnya sebagai bagian dari keluarga
yang lebih besar, mereka akan mengembangkan perusahaan ini sendiri.
294
terbaiknya bagi perusahaan. Sementara orang yang underperformed (low-
performer) akan memperoleh reward yang juga rendah. Sistem ini membuat setiap
manajer di Unilever berusaha memberikan performa terbaiknya untuk mencapai
target perusahaan.
Proses performance management di Unilever berawal dari rapat Senior
Group Directors (SGD). Dalam rapat ini dibahas proyeksi kinerja selama setahun ke
depan, ditambah key performance indicator (KPI)-nya. Hasilnya akan dibawa ke
perusahaan masing-masing, yang selanjutnya diturunkan lagi ke kepala divisi,
selanjutnya ke kepala dan terakhir ke manajer. Kepada para kepala divisi ini, kepala
departemen dan manajer akan diberikan individual performance plan yang harus
dicapai plus KPI-nya. Tak hanya diberi target, karyawan juga rutin diberi coaching
dan konseling antara atasan dan bawahan. Setelah memasuki masa penilaian,
karyawan bersangkutan bisa menyanggah hasil penilaian atasan jika dirasa tidak
sesuai. Semua hal tersebut memiliki form yang lengkap dan tersusun rapi.
Rekrutmen merupakan perjalanan awal karier. Setelah calon pemimpin
(Future Leaders) di Unilever ini direkrut, maka akan menjalani Unilever
Development Program. Keberanian Unilever untuk menetapkan entry salary yang
tinggi juga membuat Unilever dipilih dalam hal sistem remunerasi. Sistem
remunerasi perusahaan ini juga dinilai sangat atraktif dan kompetitif, dan mampu
memacu karyawan untuk maju dan berkembang.
Untuk pengembangan profesionalisme, Unilever memiliki learning
programme yang komprehensif serta terus memupuk learning culture di perusahaan
yang mendorong orang untuk dapat belajar berbagai hal di setiap kesempatan, baik
melalui sesi-sesi resmi maupun tidak resmi dimana karyawan dapat saling sharing
pengetahuan, pengalaman, kisah sukses maupun kegagalan untuk pembelajaran
rekan-rekannya. Untuk mendorong work-life balance, Unilever menyediakan
295
berbagai sarana seperti fasilitas gym, klub olahraga untuk karyawan, nursery
room, daycare centremenjelang Lebaran, aktivitas rohani dan social, dan lain-lain.
Dengan mendorong karyawan untuk terus menerus mengembangkan diri
serta mempertahankan work-life balance, perusahaan dapat mengembangkan dan
mempertahankan Sumber Daya Manusia yang handal dan berkualitas, yang
berperan utama dalam pengembangan bisnis. Setiap tahun manajemen Unilever
Indonesia menargetkan pertumbuhan bisnis di Indonesia, yang disesuaikan dengan
target yang ingin dicapai oleh Unilever secara global.
Dalam mengatasi permasalahan Sumber Daya Manusia dalam bidang
pelatihan ini perusahaan unilever secara umum telah menyiapkan modul training
yang berjumlah 2.188 modul yang telah dinaikan dari tahun sebelumnya yang
berjumlah 2.046 buah modul. Selain itu dari segi peningkatan jumlah pelatih
internal juga naik dari 1.416 pelatih menjadi 1.575 pelatih. Dan peningkatan jumlah
aktivitas training mencapai 12,705 training.
Program pelatihan tersebut meliputi program pelatihan general skills,
leadership skills, professional skills, dan sharing session. Dari masing-masing
program pelatihan tersebut masih memuat beberapa program didalamnya secara
mendetail dan khusus untuk membimbing dan melatih para karyawan untuk dapat
mengembangkan keahlian dan untuk menyemangati para karyawan agar lebih
termotivasi kembali didalam melakukan pekerjaannya. Perusahaan ini juga
menggunakan lebih banyak media yang bersifat interaktif seperti Facebook, Twitter,
dan Safety Portal di intranet Unilever Indonesia guna menjalin dialog dua-arah
tentang berbagai masalah berkaitan dengan kesehatan dan keselamatan kerja. Hal ini
dilakukan oleh PT unilever guna menjaga keselamatan dan kesehatan para
karyawannya yang dianggap paling penting.
a. General skills atau keahlian umum ini meliputi berbagai pelatihan keahlian
secara umum yang diajarkan kepada para karyawan perusahaan PT.
296
Unilever. Selain itu general skill ini juga digunakan untuk melatih
danmemberikan training kepada seluruh karyawan perusahaan PT unilever
Indonesia dalam mempraktekan keahlian umum mereka yang berkaitan
dengan pekerjaan di perusahaan ini.
b. Leadership skills atau yang sering disebut-sebut sebagai keahlian atau
kemampuan kepemimpinan. Keahlian ini juga diajarkan dan dilatih oleh
perusahaan PT unilever kepada para karyawannya agar memiliki tanggung
jawab dan sikap sebagai seorang pemmpin sehingga dapat ikut mengarahkan
dan mengoperasikan perusahaan sebagai layaknya pemimpin dalam masing-
masing bidang pekerjaan mereka dalam perusahaan ini tanpa harus
menunggu perintah dan bergantung dengan orang lain.
c. Professional skills merupakan kemampuan individu yang menunjukan
kemampuan profesionalnya dalam melaksanakan tanggung jawab
pekerjaannya didalam perusahaan PT unilever. Perusahaan memberikan
pelatihan ini agar seluruh karyawan perusahaan PT unilever dapat bekerja
dan bertindak secara professional didalam menjalankan bidang
pekerjaannya.
d. Sharing session merupakan waktu dimana para karyawan akan dikumpulkan
dan berbagi mengenai keluh kesah yang terjadi dikalangan pegawai yang
berkaitan dengan pekerjaan mereka di perusahaan. Selain itu, para pemimpin
atau psikolog perusahaan juga dapat memberikan motivasi dan penyemangat
mereka pada sesi ini untuk ikut membangkitkan gairah serta semagat para
karyawan dalam bekerja. Hal ini tentu saja penting untuk dilakukan
mengingat semangat dan motivasi merupakan hal pokok yang menjadi dasar
seseorang untuk melakukan suatu pekerjaan.
Dengan adanya pelatihan atau training tersebut maka perusahaan telah ikut
serta dalam mengembangkan karir para karyawannya baik secara langsung maupun
297
tidak langsungmelalui program pelatihan dan pendidikan tersebut. Hal ini tentu saja
akan menambah keahlian dan dapat membuka kesempatan berkarir yang lebih
tinggi bagi para karyawannya. Sehingga hal ini perlu dilakukan oleh berbagai
perusahaan yang ingin meningkatkan mutu sumber daya manusiannya demi
kemajuan perusahaan juga.
Dalam bidang atau masalah keselamatan dan kesehatan, perusahaan ini
memiliki misi tersendiri untuk menjadi perusahaan dengan tingkat kecelakaan nol.
Jadi perusahaan ini tak kenal kompromi dalam mendukung dan memfasilitasi
kesehatan dan karyawan di seluruh operasional perusahaan dengan cara memupuk
budaya perilaku aman dikalangan karyawan dan mitra usaha. Semakin
berkembangnya perusahaan ini maka resiko kecelakaan kerja juga akan meningkat.
Oleh karena itu, kesadaran akan keselamatan kerja menjadi semakin penting dalam
aktivitas bisnis dalam kegiatan sehari-hari perusahaan. Selama tiga tahun terakhir,
melalui kampanye keselamatan ‘From zero to Hero’ perusahaan ini telah
meningkatkan kesadaran karyawan dalam menjaga keselamatan diri sendiri maupun
orang-orang lain di sekitar mereka.
Pada 2013, perusahaan unilever ini meluncurkan BESAFE (Behaviour-
Based-Safety), sebuah program yang berfokus untuk menanamkan perilaku aman/
safety behavior dalam diri karyawan. Jadi pada intinya, program ini, yang mengacu
pada program Behavioural Safety Excellence, yang mengharuskan seluruh karyawan
perusahaan untuk mengetahui risiko pekerjaan mereka; dan untuk selalu berperilaku
aman untuk menghindari risiko atau bahaya, baik untuk diri mereka sendiri maupun
orang-orang lain di sekitar mereka. Program BESAFE meliputi pelatihan bagi
semua orang mulai dari pekerja pabrik hingga jajaran Direksi.
G. Latihan Soal
1. Uraikan tentang defenisi karir, sistem karir, manfaat karir dan proses karir.
298
2. Uraikan prinsip-prinsip yang harus diperhatikan dalam perencanan karir.
3. Uraikan apa yang saudara ketahui tentang perspektif organisasi dalam
perencanaan karir.
4. Uraikan aktivitas perencanaan karir individual dan organisasi berikan contoh.
5. Uraikan pengaruh pergembangan karir dalam prestasi kerja.
6. Uraikan hal-hal yang harus diperhatikan dalam pengembangan karir.
7. Uraikan siklus perencanaan karir pada PT. Unilever Tbk
8. Uraikan apa yang saudara ketahui tentang keragaman memupuk kepemimpinan
membangun budaya wirausaha.
9. Uraikan bagaimana sistem analisa kinerja yang dilakukan oleh PT. Unilever
Tbk.
10. Saudara jelaskan apa yang dimaksud dengan Unilever memiliki learning
programme.
11. Uraikan dengan jelas tentang Blue Umbrella dan menjalin nilai-nilai.
299
Bab – 13
FUNGSI KEPEMIMPINAN DALAM
ISLAM
300
BAB XIII
A. Defenisi Kepemimpin
Kepemimpinan merupakan proses pemberian pengaruh yang tidak memaksa.
Pemimpin mempunyai pengikut yang secara sukarela melakukan tugas-tugasnya dengan
keahlian dan intelektualnya sebagai sumber kekuasaan. Kekuasaan tersebut digunakan
untuk memelihara fleksibilitas dan memperkenalkan perubahan. Mereka cenderung
menyukai perubahan dan menganggap konflik adalah wajar, bahkan harus ada. Bagi pemimpin,
kegagalan adalah hal yang biasa dan merupakan konsekuensi dari proses belajar. Apabila merasa
gagal dia harus belajar dan berani mengakui kegagalannya. Pemimpin yang baik, tidak hanya
mengakui kegagalan yang dia lakukan tetapi dia berusaha keras untuk memperbaiki kegagalan
yang pernah dilakukannya. Pemimpin yang berhasil selalu berpikir, berorientasi, dan
mengambil keputusan untuk jangka panjang dan bertangung jawab. Mereka tidak
akan memerintah dan mengendalikan pengikut, melainkan mengajak untuk
melakukan yang terbaik, memberikan arahan dan kebebasan berkreasi pada
pengikutnya untuk mencapau tujuan bersama.
Kepemimpinan dalam pandangan Al-Quran bukan sekedar kontrak sosial antara sang
pemimpin dengan masyarakatnya, tetapi merupakan ikatan perjanjian antara dia
dengan Allah SWT. Sebab kepemimpinan melahirkan kekuasaan dan wewenang yang
gunanya semata-mata untuk memudahkan dalam menjalankan tanggung jawab melayani
rakyat. Semakin tinggi kekuasaan seseorang, hendaknya semakin meningkatkan
pelayanan kepada masyarakat. Bukan sebaliknya, digunakan sebagai peluang untuk
memperkaya diri, bertindak zalim dan sewenang-wenang. Balasan dan upah seorang
301
pemimpin sesungguhnya hanya dari Allah SWT di akhirat kelak, bukan kekayaan dan
kemewahan di dunia.
Artinya :
302
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Kudan musuhmu
menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita
Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar
kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir)
kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar
untuk berjihad di jalan-Ku dan mencari keridhaan-Ku (janganlah kamu berbuat
demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada
mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa
yang kamu nyatakan. Dan barangsiapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya
dia telah tersesat dari jalan yang lurus.”(QS. 60. Al-Mumtahanah : 1)
Artinya :
303
Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumiitu orang yang akan membuat
kerusakan padanya dan menumpahkandarah, padahal kami senantiasa
bertasbih dengan memuji Engkau danmensucikan Engkau?" Tuhan berfirman:
"Sesungguhnya Aku mengetahuiapa yang tidak kamu ketahui."
Kepemimpinan didalam islam adalah suatu hal yang inheren, serta merupakan salah satu
sub sistem dalam sistem islam yang mencakup pengaturan seluruh aspek kehidupan secara
prinsip. Islam mengatur niat, amal. tujuan sekaligus sumber kehidupan, otak manusia,
304
kemudian mengatur proses hidup, perilaku, dan tujuan hidup. Dalam islam seorang pemimpin dan
yang dipimpin harus mempunyai keberanian untuk menegakkan kebenaran yang dilaksanakan
melalui prinsip kepemimpinan, yaitu melaksanakan kewajiban kepemimpinan dengan penuh
tanggung jawab seorang pemimpin dan melaksanakan hak berpartisipasi bagi yang
dipimpin (Feisal, 1995). Sejak dini, hendaknya setiap manusia selalu menanamkan keyakinan
bahwa dirinya terlahir sebagai pemimpin, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:
Pemimpin memiliki kedudukan yang sangat penting, karenanya siapa saja yang
menjadi pemimpin tidak boleh dan jangan sampai menyalah gunakan kepemimpinannya
untuk hal-hal yang tidak benar. Karena itu, para pemimpin dan orang-orang yang
dipimpin harus memahami hakikat kriteria seorang pemimpin dalam pandangan
Islam yang secara garis besar yaitu :
305
hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, makahijrahnya kepada Allah dan
Rasul-Nya. Dan barang siapa yang hijrahnya karena urusan dunia yang ingin
digapainya atau karena seorang wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya sesuai
dengan apa yang diniatkannya tersebut”. Karena itu hendaklah menjadi seorang
pemimpin hanya karena mencari keridhoan Allah saja dan sesungguhnya
kepemimpinan atau jabatan adalah tanggung jawab dan beban, bukan kesempatan dan
kemuliaan.
3. Laki-Laki
Dalam Al-qur'an surat An nisaa' (4) :34 telah diterangkan bahwa laki-laki
adalah pemimpin dari kaum wanita.“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin
bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka
(laki-laki) atas sebagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (laki-
laki) telah menafkah kan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita
yang saleh adalah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri (maksudnya
tidak berlaku serong ataupun curang serta memelihara rahasia dan harta suaminya)
ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara. “Tidak akan
beruntung suatu kaum yang menyerahkan urusan (kepemimpinan) mereka
kepada seorang wanita.”(Hadits Riwayat Al-Bukhari dari Hadits Abdur Rahman
bin Abi Bakrah dari ayahnya)
306
permintaan, maka kamu akan dibantu untuk menangungnya” (Riwayat
Bukhari dan Muslim).
Artinya:
307
7. Menasehati Rakyat
Rasulullah bersabda,
9. Tegas
Ini merupakan sikap seorang pemimpin yang selalu di idam-idamkan oleh rakyatnya.
Tegas bukan berarti otoriter, tapi tegas maksudnya adalah yang benar katakan
benar dan yang salah katakana salah serta melaksanakan aturan hukum yang sesuai
dengan Allah SWT dan Rasulnya.
Selain poin- poin yang ada di atas seorang pemimpin dapat dikatakan baik bila ia
memiliki Staf. Staf disini bukanlah staf dari pemimpin, melainkan sifat yang
308
harus dimiliki oleh pemimpin tersebut. Staf yang dimaksud di sini adalah
Sidiq (jujur), Tablig (menyampaikan), amanah (dapat dipercaya), fatonah
(cerdas).
B. Gaya Kepemimpinan
Tokoh manajemen dan ahli sosiologi sepakat bahwa tidak terdpat
karakteristik baku yang mendekat dalam kepemimpinan dan harus dipegang oleh
seorang pemimpin sepanjang waktu untuk merealisasikan tujuannya. Tidak
ditemukan model kepemimpinan ideal yang mungkin untuk diterapkan dalam setiap
waktu dan perubahan zaman. Kepemimpinan diartikan sebagai peran tertentu yang
dijalan seorang pemimpin dalam sebuah sikap tertentu yang mengintegrasikan peran
manusia, permasalahan dan kondisi.
Ronald Lipitt dan R. White pernah melakukan penelitian ilmiah tentang gaya
kepemimpinan. Keduanya menghadirkan beberapa sampel gaya kepemimpinan
yang berpengaruh untuk mengerakan bawahan, dengan tujuan untuk mengetetahui
korelasi antara gaya kepemimpinan dan prilaku bawahan. Tujuan utama penelitian
ini adalah untuk mengetahui dampak 3 gaya kepemimpinan terhadap perilaku
individu dan masyarakat. Ketiga gaya kepemimpinan dimaksud adalah demokratis,
309
autoritarium, dan laissezfaire. Ketiga gaya kepemimpinan ini dipilih sebagai bahan
uji coba selama 7 minggu, dan diteliti dampak yang ditimbulkan.
1. Gaya Demokratis
Gaya kepemimpinan demokratis adalah kemampuan mempengaruhi orang
lain agar bersedia bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan
cara berbagai kegiatanyang akan dilakukan ditentukan bersama antara pimpinan dan
bawahan. Gaya ini kadang-kadang disebut juga gaya kepemimpinan yang terpusat
pada anak buah, kepemimpinan dengan kesederajatan, kepemimpinan konsultatif
atau partisipatif. Pemimpin kerkonsultasi dengan anak buah untuk merumuskan
tindakan keputusan bersama.
310
Gaya Kepemimpinan Authoritarian Adalah gaya pemimpin yang
memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri
secara penuh. Segala pembagian tugas dan tanggung jawab dipegang oleh
si pemimpin yang otoriter tersebut, sedangkan para bawahan hanya melaksanakan
tugas yang telah diberikan. Tipe kepemimpinan yang otoriter biasanya berorientasi
kepada tugas. Artinya dengan tugas yang diberikan oleh suatu lembaga atau suatu
organisasi, maka kebijaksanaan dari lembaganya ini akan diproyeksikan dalam
bagaimana ia memerintah kepada bawahannya agar kebijaksanaan tersebut dapat
tercapai dengan baik. Di sini bawahan hanyalah suatu mesin yang dapat digerakkan
sesuai dengan kehendaknya sendiri, inisiatif yang datang dari bawahan sama sekali
tak pernah diperhatikan.
311
d. Manajer menyampaikan berbagai peraturan yang berkaitan dengan tugas-
tugas atau perintah, dan sebaliknya para bawahan diberikan kebebasan untuk
memberikan pendapatannya.
4. Hasil
Gaya kepemimpinan demokrasi reltif bisa diterima oleh masyarakat, namun
demikian, munculnya kelompok oposisi adalah fakta yang tidak bisa dihindarkan.
Terlebih, jika model kepemimpinan yang diterapkan adalan bentuk authoritarian.
Dalam gaya kepemimpinan laissez-faire, menuntut peran pemerintah lebih aktif dan
konsen terhadap kehidupan rakyat.
312
tidak menerima masukan pendapat (musyawarah) dan kerja sama dalm
menyelesaikan persoalan hidup.
Khalifah Umar r.a memiliki pemikiran yang cukup unik terkait dengan gaya
kepemimpinan. Beliau berkata: “ Sesungguhnya persoalan ini tidak patut dan layak,
kecuali orang yang lembut tapi tidak lemah, orang yang kuat tapi tidak korup
(sewenangt-wenang)”. Saat dilantik sebagai khalifah, sahabat Umar r.a
menyampaikan pidato yang menarik : “ Wahai manusia, demi Allah, tidak ada
seorangpun dari kalian yang lebih kuat dihadapanku dari orang yang lemah,
sehingga saya mengambil haknya dan tidak ada orang orang yang lebih lemah
dihadapanku dari orang yang kuat, sehingga aku mengambil hak darinya.”
C. Pilar-pilar Kepemimpinan
Leadership atau kepemimpinan merupakan sebuah sifat yang sudah
seharusnya setiap kita memiliki sifat tersebut. Karena, setiap kita merupakan
pemimpin, minimal pemimpin atas diri kita sendiri. Namun, pastilah setiap kita
memiliki amanah yang bertanggung jawab terhadap yang lain, yang tidak hanya
mengurusi diri kita sendiri, maka setiap kita pastilah pemimpin bagi yang lainnya.
Rasulullah SAW pernah bersabda, yang diriwayatkan oleh Umar r.a. ”kalian semua
adalah penggembala dan bertanggung jawab atas gembalaannya. Pemimpin adalah
penggembala rakyatnya dan bertanggung jawab atas mereka. Istri adalah
penggembala dan bertanggung jawab atas rumah tangga suaminya. Dan, pembantu
adalah penggembala dan bertanggung jawab atas harta tuannya.” (HR. Bukhari)
313
Lebih jauh lagi, disini kita akan mengulas tentang kepemimpinan pada lini
yang lebih umum. Ada 3 Pilar sebuah kepemimpinan:
314
Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam telah memberikan teladan dalam
masalah ini. Beliau menggambarkan kondisi islam dalam bentuk harapan di masa
depan yang membangkitkan semangat para sahabat. Beliau bersabda,: ”Agama ini
akan mencapai semua wilayah yang dicapai oleh malam dan siang. Allah akan
membuat agama ini memasuki setiap rumah. Seperti halnya keagungan orang yang
agung dan kehinaan orang yang hina, demikian Allah akan mengagungkan Islam
dan menghinakan kekafiran” (HR. Ahmad)
315
d. Menetapkan Standar Prestasi dan Idealisme yang Tinggi
Malaysia dinilai sebagai negara terbaik yang mampu menyusun langkah
strategisnya berdasarkan visi yang jelas serta standar prestasi dan idealismenya yang
tinggi. Pada akhir tahun 1985, mereka menyusun visi untuk 10 tahun, yakni tahun
1985-1995. Tujuan mereka pada saat itu adalah menjadi salah satu negara industri.
Mereka mampu merealusasikan tujuan tersebut. Hasilnya, angka pertumbuhan
ekonomi mereka meningkat dari 1,2% hingga 5%, lalu mencapai 8%. Angka
pertumbuhan 8% ini berlangsung terus hingga tahun1995. ini merupakan angka
pertumbuhan tertinggi di dunia.
316
”Pengikut adalah elemen penting yang menentukan setiap pemimpin dalam
setiap situasi. Pengikut adalah mitra, dan wajah lain dari kepingan mata uang
kepemimpinan.”
Pada kepemimpinan yang kita bahas kali ini, pemimpin haruslah memiliki
pengikut-pengikut yang setia. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu Alaihu wa
Sallam yang memiliki para sahabat yang setia.
317
Hudaibiyah atas hasil keputusan Rasulullah. Umar menanyakan keputusan
tersebut dan Rasulullah meyakinkannya.
2. Para pengikut harus mengoreksi langkah pemimpin yang menyimpang dari
visi, nilai, dan prinsip awal. Seperti yang dilakukan oleh seseorang di awal
masa kepemimpinan Umar bin Khattab. Setelah Umar dibaiat, Umar
berkhutbah, ”Jika aku melakukan kebaikan, maka tolonglah aku. Jika aku
melakukan kesalahan, maka luruskanlah aku.”. Seorang jamaah berdiri, lalu
berkata, ”Wahai Umar, kami akan meluruskanmu dengan pedang-pedang
kami ini.” Umar berkata, ”Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan
diantara rakyat Umar orang yang meluruskan penyimpangannya dengan
pedang.
3. Para pengikut harus berinisiatif mengambil langkah-langkah yang benar dan
tidak sekedar menunggu perintah. Hal ini dilakukan setelah mereka
memahami metode, program, visi, dan nilai-nilai yang menjadi landasan
organisasi. Lihatlah apa yang dilakukan oleh Anas bin An-Nadhr pada
Perang Uhud. Dia melihat beberapa prajurit Kaum Muslimin meletakkan
senjata dan berputus asa. Dia berkata, ”Mengapa kalian melepaskan
senjata? Apa yang kalian tunggu?” mereka menjawab,
”Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam telah wafat.” Dia berkata,
”Bangkitlah! Matilah demi membela apa yang dibela oleh
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sampai mati”.
318
Rasulullah dan akhirnya memindahkan pasukan muslim untuk berdiam di
dekat mata air.
2. Memberikan posisi istimewa yang tidak diberikan kepada orang lain.
Misalnya jabatan tertentu atau keikutsertaan dalam majelis pengambilan
keputusan. Sebagaimana yang dilakukan oleh Umar ketika menjelang
wafatnya dengan menetapkan enam orang sebagai majelis permusyawaratan.
3. Memberikan kebebasan penuh untuk bertindak dan wewenang yang besar
untuk melaksanakan tugas, tapi tetap dengan pengarahan, bimbingan, dan
pengawasan.
4. Mendelegasikan beberapa tugas dan mempercayakan beberapa rahasia
kepada mereka, menjalin hubungan pribadi dengan mereka, memberikan
perlakuan khusus, dan menampakkan keistimewaan mereka.
5. Memaafkan kesalahan kecil mereka dan lebih menekankan keistimewaan,
prestasi dan dedikasi mereka. Sebagaimana yang dilakukan oleh Umar bin
Khattab dalam menyikapi pengaduan seorang penduduk Mesir yang dipukul
oleh putra Amr bin Al-Ash. Umar menghukum anak Amr, namun dia tidak
melengserkan Amr dari jabatannya.
a. Menjebaknya dalam rutinitas yang kaku dan iklim kerja yang tegang.
b. Mengajarinya mengganggukkan kepala tanpa berpikir
c. Mengajarinya melarutkan kepribadiannya pada figur lain
d. Membuatnya menentukan tujuan yang tidak realistis
e. Memperlakukannya Laksana mesin
f. Tidak menghiraukan dan membuatnya tidak mampu memecahkan masalah
g. Menisbahkan keberhasilan kepada orang lain
319
h. Mempertahankan dan membela jabatan secara mati-matian.
320
6. Pemimpin menjadi teladan bagi para pengikut, jujur, berakhlak baik, adil, dan
rendah hati dalam berinteraksi dengan orang-orang sekitarnya.
7. Mengubah titik-titik kelemahan setiap individu menjadi titik-titik kekuatan.
Ada banyak pendekatan dalam memotivasi. Ada orang yang memotivasi
dengan gelar-gelar profesional, ada orang dimotivasi dengan penyampaian visi
futuristic.
D. Kemampuan Strategis
321
dengan berbagai hambatan eksternal yang menantang guna mewujudkan tujuan
yang diimpikan. Bagaimana seorang pemimpi9n mampu mengelola sumber daya
insani dan sumber daya lainnya dalam rangka meraih tujuan, serta diiringi dengan
Pressure, tantangan dari masyarakat. Kemampuan strategis juga bisa diartikan
sebagai kemampuan untuk membuat perencanaan strategis, serta kebijakan atau
program-program yang harus dijalankan untuk mewujudkan tujuan yang telah
disepakatai bersama.
322
santunan kepadaku, sehingga beliau menjadi orang yang paling saya sukai diantara
manusia”.
Begitu juga dengan sikap Rasul yang mau berdamai dengan Suhail bin Amr
(saudara Amir bin Luai). Rasulullah mencari Ali bin Abi Thalib dan bersabda : “
Tulislah basmalah.” Tetapi Suhail berkata :”saya tidak tau apa artinya ini, untuk itu
tulislah dengan nama engkau ya Allah.” Maka Ali R.a menuliskan. Ini merupakan
bentuk toleransi yang ditunjukan Rasul kepada Suhail. Suhail berkata:” jika aku
menyaksikan bahwa engkau adalah utusan Allah, maka aku tidak akan
membunuhmu, tapi tulislah dengn namamu dan ayahmu.” Rasul berkata pada Ali:”
Tulislah hasil kesepakatan antara Muhammad binAbdullah dan Suhail bin Am.
Keduanya sepakat untuk melakukan gencatan senjata selama 10 tahun, guna
323
mewujudkan stabilitas keamanan bagi kehidupan masyrakat, masing-masing pihak
melakukan perlindungan dan pencegahan.
Jika ada orang Quraisy yang datang kepada Muhammad, tanpa seizing
pemimpinnya, maka wajib mengembalikannya kepada mereka. Barang siapa
diantara pengikut Muhammad yang datang kepada kau Quraisy, maka tidak akan
dikembalikan kepadanya. Diantara kita saling sepakat satu sama lain, tidak ada
penghianatan atau penipuan. Barang siapa yang ingin masuk (suka) dalam golongan
Muhammad, maka dipersilahkan untuk mengikutinya. Dan sebaliknya, barang siapa
ingin masuk dalam golongan dan barisan orang Quraisy, maka diberi kebebasan.”
Sebagai kaum muslimin tidak suka dengan perjanjian ini, namun tidak bagi
Rasul, sebab, dengan adanya perjanjian ini, terjadi percampuran antara kaum
Muslimin dengan kaum Musyrik datang ke Madinah, dan sebaliknya, sebagian
kaum Muslim datang ke mekkah. Mereka saling mendatangi keluarga dan kerabat,
dan saling memberi nasihat satu sama lain.
Diantara kaum Musyrik ada yang mengorek keterangan tentang pribadi Nabi
dan mukjizat yang diberikan, bahkan mereka ada yang menyaksikan dan
membuktikan sendiri. Sehingga, dalam hati mereka terdapat kecondongan untuk
beriman dan masuk islam sebelum pembukaan kota Mekkah. Setelah itu, secara
berbondong-bondong mereka condong dan masuk islam. Islamnya kaum Quraisy
merupakan faktor pemicu bagi masuknya orang-orang Arab kedalam Islam. Ini
merupakan hasil dari kemampuan strategis yang ditunjukan Rasul sebagai
pemimpin sejatii yang visioner.
Kemampuan strategis ini juga pernah ditunjukan Khalifah Umar r.a ketika ia
menahan diri untuk memberikan informasi kepada kau Qurisy dari kaum muhajirin
324
untuk keluar kota, kecuali ada izin dan batas waktu, hal ini untuk menghindari
terjadinya fitnah diantara mereka. Kemudian mereka mengadu kepada Umar r.a dan
khalifah berkata, “Ingatlah, jika aku bandingkan umur Islam dengan umur onta,
maka ia diawali dengan onta Jadz’a, kemudian berumur 2 tahun, 4 tahun dan 6
tahun, kemudian onta Bazil (mendekati umur 9 tahun). Jika ditggu umur bazil, maka
yang ada hanya kekurangan. Ingatlah bahwa sesungguhnya Islam telah tegak
berdiri, dan orang-orang Quraisy ingin mengambil harta Allah sebagai penolong
dihadapan Hamba-nya. Ingatlah bahwa Ibn Khattab masih hidup, saya akan berdiri
dihadapan suku-suku yang merdeka, dan saya kana mengambil penghalang kaum
Quraisy untuk terjerumus kedalam Neraka.”
E. Kemampuan Interpersonal
1. Menunjukan suri teladan yang baik atas semua aktivitas yang dilakukan
2. Memiliki interaksi sosial yang baik dengan bawahan, konsen terhadap
persoalan mereka dan berlaku adil.
325
3. Mengajak bawahan untuk bermusyawarah dan menghormati pendapat
mereka.
4. Melatih bawahan untuk menjalankan tugas dengan amanah.
5. Memiliki kepercayaan terdahap kemampuan bawahan, dan mendelegasikan
beberapa wewenang.
6. Melakukan inspeksi, pengawasan dan audit terhadap kinerja bawahan secara
amanah.
Artinya :
326
Artinya :
”Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasullah itu suri teladan yang baik
bagimu (Yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari
kiamat dan dia banyak menyebut Allah” (Al-Ahzab [33] : 21)
Artinya :
327
3. Memperhatikan ulasan-ulasan berbagai hadits dan penekanan terhadap aspek
rahasia-rahasia ketauladanan yang baik di dalam pesona sirah.
4. Buku-buku sirah dan biografi para tokoh.
Urgensi adanya ketauladanan yang baik ini, bisa dilihat dari hal berikut:
328
1. Keiklashan, yaitu seorang muslim meniatkan seluruh tutur kata dan
tindakannya dalam rangka mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala dan untuk
mengantarkannya kepada surga-Nya. Dan ini merupakan faktor pendorong
yang besar dari sekian aspek pendorong lahirnya ketauladanan yang baik.
Setidaknya ia merupakan pondasi dan esensi keteladanan. Dengan demikian
seluruh faktor pendorong lainnya dibangun di atasnya.
2. Amal shaleh yang selaras dengan prinsip al-ittiba'. Dan bukanlah al-qudwah
al-hasanah namanya bagi orang yang tindakannya menyelisihi Sunnah
Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, dan bukanlah al-qudwah al-
hasanah namanya bagi orang yang berbuat bid'ah di dalam agama Allah
yang sebenarnya bukanlah termasuk yang disyariatkan, dan bukanlah al-
qudwah al-hasanah namanya bagi orang yang terang-terangan berbuat
kemaksiatan dan amalan buruk lainnya.
3. Keselarasan sikap atas ucapan. Bahwa keduanya selalu bergandengan. Dan
selama-lamanya bukanlah al-qudwah al-hasanah namanya, bagi orang yang
sikapnya berlawanan dengan penuturannya, dan tindakannya dengan
perkataannya. Allah Ta`ala berfirman yang artinya:
Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang
tidak kamu perbuat?” (QS. Ash-Shaff (61) : 2)
4. Tingginya kemauan, maka tingginya kemauan merupakan instrumen
pendorong dalam menguatkan ketauladan yang baik, dan al-qudwah al-
hasanah adalah satu bentuk keistimewaan seseorang. Karenanya bagi sang
empunya, hendaknya ia memiliki kemauan yang tinggi dan tekad yang kuat.
329
5. Menghiasi diri dengan akhlaq-akhlaq terpuji, dan khususnya untuk pokok-
pokok akhlaq seperti kesantunan, kesabaran, kejujuran, keberanian,
komitmen, kebijaksanaan, keadilan dan lain sebagainya.
2. Berakhlak Mulia, Adil Dan Penyayang
Seorang pemimpin harus bersifat lemah lembut, bijaksana dan adil dalam
memberikan keputusan kepada masyarakat. Perhatian terhadap persoalan rakyatnya,
memberikan nasihat ketika mereka melakukan kesalahan dan memberikan semangat
jika mereka melakukan kebenaran. Memberikan argument kepada mereka secara
bijaksana, sehingga mereka merasa nyaman dengan pendapatnya. Sifat dan karakter
ini telah melekat dalam diri Rasulullah dan para Khulafaur Rasydin.
Allah berfirman:
Artinya:
330
Artinya :
Khalifah Umar r.a memberikan wasiat kepada Gubernur Mesir, Abu Musa
al-Asy’ari, dan berkata:”…Tengoklah kau Muslimin yang sedang sakit, dan
saksikanlah jenazah mereka, bukakanlah pintu rumahmu untuk mereka,
gembirakanlah persoalan mereka dengan kehadiranmu, engkau adalah bagian dari
mereka, sebab Allah memberimu yang lebih berat. Jika ada rakyatmu yang
mengadukan engkau dan keluargamu tentang pakaian, makanan dankendaraan
yang tidak sama dengan milik kaum Muslimin, ingatlah wahai hamba Allah, engkau
layaknya binatang yang lewat pada padang rumput yang hijau, yang tidak memiliki
tujuan kecuali untuk mengemukan badan, akan tetapi, akhirnya ia mati karena
penyelewengan, maka rakyatnya yang akan melakukan hal yang sama. Orang yang
paling celaka diantara manusia adalah orang yang membuat celaka dan sengsara
manusia.
Khalifah Ali juga memberikan nasihet kepada Gubernur Mesir, Asytar al-
Nukha’I, “ Berlakulah adil kepada Allah, adil kepada maunusia, dari dirimu,
keluargamu dan rakyatmu. Jika kamu tidak berlaku adil maka kamu akan bertindak
zalim. Barang siapa bertindak zalim kepada Hamba Allah, maka Allah akan
menyeteruinya dihadapan hamba-Nya. Barang siapa yang diseterui Allah, maka
331
batallah argumennya (hujjah) dan Allah akan memeranginya hingga ia meninggal
atau bertaubat.
332
Seorang pemimpin diwajibkan untuk bermusyawarah dengan para
bawahannya, karena akal pikiran dan intelektual manusia tidak mungkin menguasai
semua persoalan, dan pendapat orang banyak lebi bisa dipertanggungjawabkan
daripada pendapat pribadi.
333
7. Keputusan bukanlah pada suara yang terbanyak. Kebenaran hanya pada
Allah dan [Link] keputusan sesuai dengan laporan (
kargozari ) atau data yang ada.
8. Apabila keputusan telah di tetapkan, maka ini adalah suatu amanah dari
Allah SWT dan siap melaksanakannya ( sami”na wa athana ). Menerima
keputusan musyawarah sebagai hadiah bukan sebagai beban.
9. Apabila dari hasil musyawarah terjadi hal yang tidak diinginkan maka
janganlah berandai – [Link] ini akan menimbulkan peluang syetan untuk
memecah hati kita.
10. Perbedaan pendapat dalam musyawarah adalah rahmat tetapi beda pendapat
di luar musyawarah adalah Laknat.
Itulah adab-adab atau etika dalam bermusyawarah agar musyawarah berjalan
dengan lancar dan aman sehingga tidak ada lagi kejadian-kejadian anarkis dalam
musyawarah.
334
Sebab bagaimanapun Islam perlu memperlihatkan kekuatannya di mata
[Link] dua pendapat yang bertolak belakang ini Rasulullah SAW sangat
kesulitan untuk mengambil [Link] Allah SWT menurunkan ayat al-
qur’an (Surat Ali ‘Imran ayat 159) yang menegaskan agar Rasulullah SAW berbuat
lemah lembut. Kalau berkeras hati mereka tidak akan menarik simpati sehingga
mereka akan lari dari ajaran Islam.
Alhasil ayat ini diturunkan sebagai dukungan atas pendapat Abu Bakar
Shiddik. Di sisi lain memberi peringatan kepada Umar Bin Khattab. Apabila dalam
permusyawahan pendapatnya tidak diterima hendaklah bertawakkallah kepada
Allah [Link] Allah sangat mencintai orang-orang yang [Link]
turunnya ayat ini maka tawanan perang itupun dilepaskan sebagaimana saran Abu
Bakar.
Dalam masalah peperangan dan sebagainya yang tidak ada diturunkan nash
tentang hal itu untuk mengeluarkan pendapat, memperbaiki diri dan mengangkat
kekuasaan mereka. Hadis yang diriwayatkan dari hasan semoga redha Allah
darinya: Allah sungguh mengetahui apa yang mereka butuhkan dan tetapi yang ia
inginkan enam puluh orang. Dan dari Nabi saw: (suatu kaum memadai dalam
bermusyawarah tetang sesuatu kecuali mereka ditunjuki jalan yang lurus untuk
335
urusan mereka). Kami akan berkata Ya Rasulullah, “Pergilah dan kami akan
menyertaimu, berada didepanmu, disisi kanan kirimu berjuang dan bertempur
bersamamu.”
Bahaya yang timbul sebagai akibat dari penyerahan masalah umat terhadap
pendapat perorangan, bagaimanapun kebenaran pendapat itu, akibatnya akan lebih
berbahaya dibandingkan menyerahkan urusan mereka kepada pendapat umum.
Memang Nabi saw. selalu berpegang pada musyawarah selama hidupnya dalam
menghadapi semua persoalan.
336
selalu bermusyawarah dengan para sahabatnya dalam menghadapi masalah-masalah
penting,
4. Pelatihan (training)
Pelatihan yaitu sebuah proses untuk mengembangkan dan menyediakan
tenaga-tenaga handal yang mampu menunaikan tangung jawab mereka sebaik
mungkin. Pelatihan merupakan elemen penting untuk meningkatkan kemampuan
seorang pemimpin dalam menjalankan sebuah organisasi. Sebuah proses untuk
mengembangkan dan menyediakan tenaga-tenaga handal yang mampu menunaikan
tanggung jawab mereka dengan sebaik mungkin. Pada tahap awal pengembangan
Islam, Rasulullah konsen untuk mencetak pribadi-pribadi unggul yang akan
menempati posisi strategis bagi masa depan islam. Rasulullah mengawali dengan
memberikan pelatihan kepada ahli Fiqh, selanjutnya mereka diutus kekota-kota
guna mengajarkan agama kepada masyarakat luas.
337
terluka begitu juga dengan saudara perempuan Rafidah yang bernama Ka’bah binti
Said al-Abisi, dan juga Ummu Salith yang bertugas menjahit sarung pedang. Pada
masa Rasulullah, kaum wanita memiliki peran penting, seperti sebagai da’I
pengajar, perawat, pemberi minuman, penjahit dan lain-lain.
Suatu ketika Khalifah Umar r.a sedang duduk bersama ka’ab bin Siwar, tiba-
tiba datang seorang wanita mengadukan persoalan suaminya. Kemudian Khalifah
Umar r.a. memerintahkan ka’ab untuk memberikan putusan diantara keduanya.
Ketika telah usai memberikan keputusan, khalifah Umar r.a merasa takjub dan
belum pernah terpikir dalam hatinya, dan berkata kepada Ka’ab:” Pergilah ke
Bashrah untuk menjadi hakim disana.
Pada masa kekhalifahan Umar r.a musim haji dijadikan sebagai ajang
pertemuan tahunan para pejabat dan pemimpin pemerintahan yang tersebar
diberbagai wilayah. Mereka saling bertukar pendapat, pemikiran dan pengalaman
terkait dengan persoalan manajemen yang mereka hadapi, dan bersama-sama
membahas persoalan yang ada, begitu juga dengan surat-surat panjang yang
dikirimkan Khalifah Abu Bakar,Umar, Utsman dan Ali kepada para gubernur
diberbagai daerah yang berisi perinsip-prinsip manajemen, pentunjuk dan naseht
dalam persoalan keadilan, putusan dan perlakukan yang sama bagi rakyat. Petunjuk
untuk berlaku adil dan bersikap baik dalam melayani persoalan umat, mengajak
338
para pejabat untuk zuhud, moderat dan menolak pemberian hadiah, mencukupi
segala kebutuhan rakyat, serta mengunjungi mkereka jika jatuh sakit.
5. Pendelegasian
Mengingat bahwa pemimpin adalah manusia biasa yang sarat keterbatasan
dan tidak mampu menjalankan semua tugas dan tanggung jawab, maka butuh
pendelegasian sebagian wewenang dan tanggung jawab kepada bawahan untuk
menjalankan tugas-tugasnya.
339
kemusyrikan dalam berdoa, dan doa hanya untuk Allah, tiada sekutu bagi-Nya, dan
selalu mengingatkan kau Muslimin untuk membayar zakat.
340
7. Kemampuan teknis
Bisa diartikan sebagai pengetahuan dan kemampuan khusus yang dimiliki
seorang pemimpin untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan sebaik
mungkin, atau kemampuan utnuk menggunakan peralatan tertentu guna
memerlancarkan pekerjaan. Seorang pemimpin yang memiliki kemampuan teknis
akan menjadi panutan bagi bawahannya, ia akan dijadikan sebagai rujukan dan
referensi para bawahan tentang sesuatu yang tidak mereka ketahui, sehingga mereka
akan sangat hormat kepadanya.
341
gubernur Abu Musa al-Asy’ari yang berisi tentang tuntunan menjalankan sistem
peradilan. Begitu juga dengan Khalifah Ali yang memiliki kelebihan dalam bidang
fiqh dan peradilan, serta memiliki ilomu waris secara sempurna.
Diriwayatkan, seorang wanita datang kepada Khalifah Ali r.a. dan berkata.”
Wahai Amirul Mukminin, apakah engkau rela jika saudara laki-laki meninggal, ahli
warisnya tidak memberiku harta warisan kecuali satu dirham? Mereka jumlahnya
sangat banyak, dan saudara laki-laki itu meninggalkan 600 dirham kepada mereka.”
Sahabat Ali menjawab: “ Mungkin saudara laki-laki engkau telah meninggal, dan ia
meninggalkan dua anak perempuan dan seorang istri, apakah engkau memiliki 12
saudara laki-laki?” Wanita itu berkata:” Benar.” Kemudian Ali berkata:” ia telah
membagikan harta warisan kepada ahlinya secara sempurna, jika para jamaah
menghitung semua bagian ahli waris, maka bagian untuk saudara perempuan
hanyalah satu dirham.”
342
meninggalkan persoalan ini (dakwah), maka tidak akan aku lakukan, sehingga
Allah memperlihatkannya atau menghancurkannya.”
343
Artinya :
Ketika mendengar ayat ini, Utbah merasakan sesuatu dan tidak bisa
menolaknya, ayat ini telah memengaruhi hatinya.; setelah ia datang kepad kaumnya,
dan menceritakan apa yang telh ia dengar, kaumnya berkata:” Sesungguhnya
Muhammad telah menyihir engkau.”
344
Artinya :
Tapi kami akan berkata: “ jika engkau menyuruh kami untuk menyelami
lautan bersama engkau, maka kami akan meyelaminya.”
Hal senada juga pernah dilakukan Khalifah Abu Bakar untuk meredam
fitnah kemurtadan, setelah wafatnya Rasulullah, Abu Bakar mendapatkan
pertentangan dri Umar r.a dan sebagian sahabat, kemudian beliau berkata kepada
sahabatnya:”Demi Allah, jika rombongan onta ini mencegahku sebagaimana mereka
lakukan terhadap Rasulullah, maka akan aku bunuh mereka atas persoalan ini.”
Umar r.a. berkata:”saya melihat bahwa Allah telah melapangkan hati Abu Bakar
untuk berperang, maka aku mengetahui bahwa itu adalah kebenaran.”
345
9. Mampu melakukan perencanaan dan pengorganisasian
Kemampuan ini bisa diartikan dengan kemampuan untuk menjelaskan
perencanaan, menentukan program dan kebijakan serta mendelegasikan kepada
orang yang berkompeten dengan sumber daya yang dimiliki.
346
depan. Sikap ini telah ditunjukkan khalifah Umar yang memiliki pandangan cermat,
dan selalu konsen terhadap kehidupan para pegawai, pejabat, dan rakyatnya dengan
sebaik mungkin dan sesuai dengan tujuan Islam.
Sikap ini telah ditunjukan Khalifah Umar r.a. yang memiliki pandangan
cermat, dan selalu konsen terhadap kehidupan para pegawai, pejabat dan rakyatmya
dengan sebaik mungkin dan sesuai dengan tujuan Islam. Memerhatikan perilaku dan
kinerja mereka agar tidak menyia-nyiakan kehidupan rakyat. Hal ini dilakukan
Khalifah dengan berkelana dan berkeliling dikampung-kampung untuk meneliti
kehidupan rakyatnya. Beliau selalu berpikir bagaimana caranya untuk
mengembgangkan kehidupan rakyatnya.
Beliau pernah memberikan isyarat kepada Gubernur Mesir, Amr bin Ash,
untuk membangun kanal (Terusan Suess) sebagai media transortasi ekspor-impor
barang dari Mesir ke tanah Hijaz, sebagian media transportasi untuk mengatasi
paceklik dan busung lapar yang dialami rakyat, sehingga kehidupan mereka tetap
baik. Khalifah juga memilki pemikiran untuk membagikan tanah pertanian hasil
tekalukan kepada pasukan perang, membiarkan untuk dikelola pemiliknya dan
ditarik pajaknya, sehingga bisa menjadi sumber pendapatan tetap Baitul Mal. Belia
347
juga mendirikan beberapa diwan diawal sejarah Islam, dianataranya diwan al-
Kharraj, al-Rasail dan al-jund.
F. Latihan Soal
1. Uraikan defenisi kepemimpinan secara umum dan kepemimpinan dalam
perspektif islam
2. Jelaskan kriteria sorang pemimpin dalam islam dan sebutkan landasan Al-
Quran tentang kepemimpinan Islam.
3. Uraikan defenisi gaya kepemimpinan secara umum dan menurut para ahli.
4. Uraikan tujuan penelitian yang dilakukan oleh Ronald Lipitt dan R White dan
apa hasil dari peneltian tersebut.
5. Coba saudara jelaskan pemikiranm khalifah Umar.r.a. tentang kepemimpinan.
6. Uraikan tiga pilar kepemimpinan dan bagaimana hubungan pilar kepemimpinan
dengan keteladanan Nabi Muhammad dalam memimpin.
7. Uraikan sifat-sifat yang harus dimiliki oleh seorang pengikut bagi seroang
memimpin.
348
8. Uraikan sikap istimewa seorang pemimpin.
9. Jelaskan sikap-sikap yang dapat membunuh karakter seseorang.
10. Uraikan tentang kemampuan strategi yang pernah diterapkan Rasulullah dalam
mengembang dakwah.
11. Uraukan tentang kepemimpinan interpersonal yang harus dimiliki oleh seorang
pemimpin yang pernah diterapkan oleh Nabi Muhammad SAW.
12. Uraikan sumber-sumber keteladanan sejati, dan apa yang dimaksud dengan
urgansi keteladanan.
Bab – 14
PUBLIC RELATION DALAM ISLAM
350
Artinya :
“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut
mereka di daratan dan di lautan (maksudnya: Allah memudahkan bagi anak Adam
pengangkutan-pengangkutan di daratan dan di lautan untuk memperoleh
penghidupan), Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan
mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah
Kami ciptakan” (Al-Isra’[17]: 70).
Alquran juga memberikan tuntunan tentang bagaimana membangun
hubungan yang baik dengan sesama kaum Muslimin, memberikan sebuah sistem
yang mengajak untuk saling menghormati satu sama lain, dan menjauhkan diri
untuk saling mencaci dan membenci. Allah berfirman:
351
Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki
merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari
mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya,
boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah mencela dirimu sendiri
(jangan mencela dirimu sendiri maksudnya ialah mencela antara sesame Mukmin
karena orang-orang Muslim seperti satu tubuh) dan jangan memanggil dengan
gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan)
yang buruk sesudah iman (Panggilan yang buruk ialah gelar yang tidak disukai
oleh orang yang digelari, seperti panggilan kepada orang yang sudah beriman,
dengan panggilan seperti hai fasik, hai kafir dan sebagainya) dan barang siapa
yang tidak bertobat , maka mereka itulah orang-orang yang zalim”(Al-Hujarat
[49]: 11).
Dalam sebuah hadis diriwayatkan: “Sesama Muslim adalah saudara saling
mencintai, membantu satu sama lain, dan tidak ada keutamaan (perbedaan)
diantara mereka, kecuali rasa takwa. Rasulullah bersabda: “Wahai manusia,
sesungguhnya Tuhan kalian adalah satu, dan sesungguhnya bapak kalian adalah
satu, kalian semua adalah anak Adam, dan Adam dari tanah. Sesungguhnya, orang
yang paling mulia diantara kalian di hadapan Allah adalah orang yang paling
takwa, tidak ada keutamaan orang Arab atas orang Ájam, dan tidak orang A’jam
atas orang Arab, tidak ada keutamaan orang berkulit merah atas orang berkulit
putih, kecuali takwa.”
Public relation bertujuan untuk menyeragamkan pemahaman antara Negara
dan penduduknya, baik yang ada di dalam negeri atau luar negeri. Hal ini akan
352
terwujud jika terdapat informasi yang akurat, stabilitas sosio-politik dan kontribusi
masyarakat.
2. Stabilitas Sosio-Politik
Dalam berdakwah, Rasulullah menyampaikan risalah ilahiyah dengan
kalimat yang fasih , metode yang estetik, dan kuatnya pengaruh Alquran. Hal ini
dimaksudkan agar masyarakat bisa menerima kebenaran risalah yang dibawa
sebagai tuntunan kehidupan dan dasar beretika untuk beribadah kepada Allah di
muka bumi ini.
Agara masyarakat bisa menerima risalah ilahiyah. Rasulullah bersama para
sahabat menggunakan metode argumen rasional dan menunjukkan bukti-bukti,
353
bukan menakut-nakuti atau intimidasi. Metode ini berdasarkan petunjuk Allah dan
firman-Nya:
Artinya:
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah (hikmah: ialah
perkataan yang tegas dan benar yang dapat membedakan antara hak dengan yang
bathil) pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.
Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat
dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat
petunjuk”(Al-Nahl [16]:125).
Penyebaran agama Islam (dakwah) di seluruh penjuru dunia relatif cepat jika
dibandingkan dengan waktu yang ditempuh. Hal ini dikarenakan, dakwah Islam
dilakukan dengan mengajak orang unutk berfikir, merenung, meneliti, memberikan
ketenangan dan ketentraman serta berpengaruh terhadap pemikiran seseorang.
Mempengaruhi pemikiran orang lain bukanlah persoaalan mudah, terlebih jika
pemikiran baru itu relatif berbeda dengan pemikiran yang selama ini dipegang teguh
selama bertahun-tahun. Apa yang dirasakan seseorang, jika secara tiba-tiba ia harus
meninggalkan agama yang dianut ayah dan keluarganya yang telah dianutnya cukup
lama. Kemudian, ia harus mengganti dengan agama baru yang memberikan
perubahan secara kontras dalam kehidupannya, naik dalam hubungan dengan
keluarga atau masyarakat. Apakah mereka bisa menerima dengan lapang dada?
354
Akan tetapi, hal ini bisa dibuktikan oleh Islam dengan metode dakwah yang
dimiliki. Dakwah yang dibawa oleh Islam menyentuh aspek spiritual dan materi
kehidupan seseorang, sehingga mereka bisa merasakan ketenangan dalam
kehidupan. Dengan metode dakwah ini menyebabkan Islam bisa diterima dipenjuru
jazirah Arab, emporoium Persi dan Romawi kurang dari 30 tahun. Ini merupakan
contoh strategi dakwah yang konsen terhadap ketenangan dan ketentraman hidup
seseorang dalam masyarakat.
355
Dengan adanya musyawarah akan memberikan kekuatan kepada kaum
Muslimin dan mempererat hubungan dan interaksi di antara mereka. Musyawarah
merupakan media untuk melahirkan pemikiran universal, pemahaman kolektif,
memperkuat semangat persaudaraan di antara mereka. Dengan musyawarah, setiap
pribadi Muslim merasa bahwa ia adalah bagian dari kaum Muslimin secara luas
yang diakui kehadirannya sebagai manusia yang memiliki kehormatan dan
kemuliaan.
Musyawarah memiliki seseorang untuk mendapatkan posisi dan diakui
kehadirannya di masyarakat, sehingga akan memberikan kepuasan psikologis.
Selain itu juga akan meningkatkan hubungan yang erat antara setiap individu
dengan masyarakat, sehingga akan memberikan kepuasan psikologis. Selain itu juga
akan meningkatkan hubungan yang erat antara setiap individu dengan masyarakat
tempat ia beraktivitas. Musyawarah dan kerja sama antaranggota masyarakat akan
mempererat persatuan, sehingga akan terdapat kesatuan visi dan misi antara
masyarakat dan Negara. Konsekuensinya, akan terdapat keseragaman pemahaman
dan hubungan baik antara negara dan rakyat. Rakyat bisa berkontribusi terhadap
Negara sesuai kompetensi dan Negara bisa melayani rakyat dengan sebaik mungkin.
Dengan adanya musyawarah dan kerjasama ini, memungkinkan negara
untuk menyerap aspirasi rakyat dan berusaha semaksimal mungkin memenuhi
kebutuhan rakyat dengan pelayanan terbaik. Negara aktif menampung aspirasi
rakyat dalam segala aspek kehidupan, sehingga tercipta kesepahaman antara
kebijakan Negara dengan kebutuhan rakyat. Aspirasi rakyat tidak akan bisa
berjuang tanpa adanya kerjasama antara rakyat dan negara.
Musyawarah bisa dijadikan sebagai media pemerintah untuk
menyosialisasikan visi, misi, program, kebijakan yang akan ditempuh pemerintah.
Setiap pemerintah yang mengubah kebijakan harus disampaikan kepada rakyat
secara bijaksana. Diusahakan kebijakan tersebut bisa mengakomodir kepentingan
356
rakyat dan menghindari friksi sekecil mungkin. Semua itu disampaikan secara
bijaksana, tanpa diiringi sikap arogan.
Allah berfirman: “… serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada
manusia….(Al-Baqarah [2]: 83). Dalam ayat lain: “Dan katakanlah kepada hamba-
hamba-Ku: “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang (benar)….. (Al-
Isra’[17]: 53). Allah juga berfirman: “Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah
telah membuat perumpamaan kalimat yang baik (Termasuk dalam kalimat yang
baik ialah kalimat tauhid, segala ucapan yang menyeru kepada kebajikan dan
mencegah dari kemungkaran serta perbuatan yang baik. Kalimat tauhid seperti la ila
ha illallah) seperti pohon yang buruk yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari
permukaan bumi, tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun”(Ibrahim [14]: 24-26).
Rasulullah bersabda: “Kalimat yang baik adalah sedekah, dan sedekah paling
utama adalah sedekah lisan.”
Pada masa Rasulullah dan Khulafaur Rasyidin, musyawarah dijadikan
sebagai ajang untuk bertukar pendapat, pengalaman ataupun menyerap aspirasi
rakyat dalam setiap aspek kehidupan sahabat yang duduk dalam majelis syura
mewakili seluruh elemen masyarakat, sehingga keputusan yang akan ditetapkan
sudah mewakili kepentingan masing-masing pihak. Selain majelis syura, Rasul dan
sahabat juga mengunakan masjid dan momen musim haji sebagai sarana untuk
menyosialisasikan kebijakan atau program baru yang terkait dengan kepentingan
masyarakat umum. Di samping itu, pertemuan ini juga dijadikan sebagai media
untuk melakukan training guna untuk meningkatkan kamampuan para pegawai
dalam menjalankan persoalan umat. Masing-masing gubernur dan pegawai saling
tukar pengalaman dan pendapat untuk mengatasi persoalan manajemen
pemerintahan. Dengan adanya pertemuan ini, diharapkan mampu meningkatkan
pengalaman dan kemampuan dalam menjalankan manajemen pemerintahan.
357
A. Karakteristik dan Keistimewaan Public Relation
Public relation dalam islam merupakan falsafah sosial yang harus diikuti
oleh setiap individu dna berbagai status sosial yang tergabung dalam sebuah
masyarakat. Hubungan public dalam Islam mengandung kaidah perilaku yang
mewajibkan setiap individu untuk melakukan interaksi sosial dengan baik, dibangun
dengan nilai-nilai kejujuran dan keikhlasan ketika bermuamalah dengan orang lain.
Dengan harapan akan menciptakan rasa saling percaya, terdapat kesepahaman dan
kerja sama di antara mereka. Sesungguhnya prinsip ini tidak bertentangan dengan
nilai-nilai yang dibawa Islam dan tetap diterapkan oleh Rasul dan para sahabat,
yakni, nilai atau akhlak mulia interaksi sosial yang baik dan kejujuran. Selanjutnya
akan dijelaskan karakteristik dan keistimewaan public relation dalam Islam.
1. Kejujuran
Kejujuran merupakan sifat utama yang dibutuhkan oleh seorang daí atau
pemimpin, karena sifat ini akan melahirkan kepercayaan public (rakyat) dan
sosialisai kebijakan akan berjalan lancar. Diri Rasulullah merupakan contoh ideal
yang berpegang teguh pada nilai-nilai kejujuran semenjak kecil, sehingga beliau
mendapat julukan “ál-amin”. Dengan adanya kejujuran dalam setiap upaya
sosialisasi, akan memperkaya wawasan rakyat tentang informasi yang akurat terkait
dengan kebijakan atau program yang akan dijalankan pemerintah. Rakyat akan
mendapat gambaran yang sebenarnya tentang kinerja pemerintah tanpa ada sesuatu
apa pun yang ditutup-tutupi, baik itu berupa kemajuan yang telah dicapai, atau
persoalan yang sedang dihadapi tanpa ada penambahan atau pengurangan fakta. Jika
upaya sosialisasi kebijakan tidak disampaikan secara jujur, maka ini merupakan
upaya kebohongan publik yang akan menyesatkan masyarakat. Jika hal ini
358
terungkap. Maka kepercayaan rakyat terhadap pemerintah, akan kehilangan
kredibilitas di hadapan rakyat.
Proses dakwah yang dilakukan Islam tanpa diwarnai dengan kebohongan
dan penyesatan, maka Allah memberikan kesuksesan. Dalam arti, misi dakwah yang
disampaikan Rasulullah dan Khulafaur Rasyidin adalah sebuah kebenaran yang
autentik. Namun demikian, seiring dengan perkembangan zaman terdapat
pertentangan dan perselisihan dalam Islam yang menyebabkan terjadinya
penyimpangan. Sebagian kaum Muslimin menggunakan media promosi untuk
memperkenalkan dan menyebarkan pemikiran atau aliran mazhab yang berbeda,
dengan harapan bisa mempengaruhi masyarakat dengan cara-cara yang tidak jujur.
Akibatnya, terdapat pemahaman yang menyimpang dari yang sebenarnya.
2. Trasparansi
359
memenuhi kebutuhan rakyat, saling bermusyawarah dalam menyelesaikan persoalan
dan mengawasi kehidupan mereka dengan program yang terstruktur. Akan tetapi
dewasa ini nilai dan sistem itu telah dikotori dengan virus-virus birokrasi yang
cenderung menutup diri dari kehidupan rakyat. Program dan kebijakan yang
dipegang pemerintah dilakukan secara rahasia dan tersembunyi, informasi yang
disampaikan rakyat tidak transparan. Sehingga kesalahan yang mereka lakukan
tidak terungkap dan tidak ada tuntutan atau kritik. Berikut ini akan dituliskan dua
contoh yang akan mencerminkan transparansi dalam interaksi antara Rasulullah dan
rakyat, serta keistimewaan untuk terbuka terhadap rakyat.
Saad bin Ubadah masuk menghadap Rasul dan berkata: “Ya Rasulullah,
sesungguhnya perkampungan kaum Anshar ini telah mengetahui apa yang engkau
perbuat terhadap harta fai.”Ya Rasul, saya hanya datang dari kaumku.”Rasulullah
berkata: “Kumpulkanlah kaummu di kubah ini.”Ketika kaum Anshar telah
360
berkumpul, Rasul datang menemui mereka dan berkata: “Barang siapa yang tidak
menjadi bagian dari kaum Anshar, maka kembalilah ke tempat asalnya.”
Kaum Anshar berkata: “Kebajikan dan keutamaan hanya milik Allah dan
Rasul-Nya.”Rasulullah bersabda: “Apalagi yang ingin kalian sampaikan
kepadaku?” Kaum Anshar hanya membisu. Rasulullah bertanya lagi: Äpalagi yang
kalian ingin sampaikan kepadaku?” Seorang ahli fiqh kaum Anshar angkat bicara,
“Para pemimpin kami belum menyatakan sesuatu apa pun. Sedangkan kaum muda
kami mengatakan, semoga Allah memberikan ampunannya kepada utusan-Nya.
Rasullullah yang memberikan harta fai’kepada kaum Quraisy dan meninggalkan
bagian kami, sedangkan pedang kami dipenuhi tetesan mereka.”Rasul menjawab:
“Wahai kaum Quraisy Anshar, apakah engkau mendapatkan harta sedikit dari dunia
yang digunakan untuk mencondongkan hati merek sehingga masuk Islam,
kemudaian orang lain akan mengikutinya masuk Islam. Aku wakilkan pada
361
keislaman kalian yang teguh tak tergoyahkan. Aku memberi harta kepada
seseorang-orang lain yang lebih aku sukai-karena aku takut karena Allah akan
memanggangnya di api neraka. Wahai kaum Anshar apakah kalian tidak rela jika
manusia itu pergi membawa domba dan onta, dan kalian akan kembali bersama
utusan Allah (Rasulullah)? Demi Dzat yang jiwa Muhammad dalam kekuasaan-
Nya, karena hijrah, maka aku bagian dari kaum Anshar. Jika masyarakat hidup
bersuku-suku dan terdapat suku Anshar, maka aku akan menetap bersama kaum
Anshar. Ya Allah rahmatilah kaum Anshar dan anak cucu kaum Anshar.”
Kemudian, kaum Anshar menangis sehingga basah kain mereka, dan berkata:
“Kami ridha dengan pembagian Rasulullah.” Lalu Rasul pergi dan kaum Anshar
membubarkan diri.
Contoh kedua tercermin dalam sikap Khalifah Umar r.a dalam mengarahkan
para pegawainya. Beliau menulis surat kepada Saad bin Abi Waqqash, Gubernur
Irak: “….Tengoklah kaum Muslimin yang sedang sakit dan saksikanlah janazah
mereka, bukakanlah pintu rumahmu untuk mereka, gembirakanlah persoalan
362
mereka dengan kehadiranmu, engkau adalah bagian dari mereka, tapi Allah
memberimu beban yang lebih berat. Jika ada rakyatmu yang mengadukan engkau
dan keluargamu tentang pakaian, makanan dan kendaraan yang tidak sama dengan
milik kaum Muslimin, ingatlah wahai hamba Allah, engkau layaknya binatang
ternak yang lewat pada padang rumput yang hijau yang tidak memiliki tujuan
kecuali untuk menggemukkan badan, tetapi akhirnya ia mati karena kegemukkan.
Ketahuilah, sesungguhnya ketika seseorang pegawai melakukan penyelewengan,
maka rakyatnya akan melakukan hal yang sama. Orang yang paling celaka di antara
manusia adalah orang yang membuat celaka dan sengsara manusia, Wassalam.”
Dalam kesempatan lain, Umar r.a berkata: “Wahai manusia, demi Allah,
sesungguhnya aku tidak mengutus para pegawaiku untuk memukul kulit kalian dan
tidak untuk mengambil harta kalian. Akan tetapi, aku utus mereka untuk
mengajarkan agama dan Sunnah Nabi. Jika mereka melakukan tindakan selain ini
semua, maka laporkanlah kepadaku. Demi Dzat yang jiwaku berada dalam
kekuasan-Nya, akan qishas dia.”
363
Public relation yang ditunjukkan di awal kemunculan Islam, mencerminkan
sikap pemerintah yang responsive terhadap tuntutan, aspirasi atau persoalan rakyat.
Kisah Rasulullah bersama kaum Anshar memberikan indikasi yang jelas tentang
tindakan responsive Rasulullah terhadap tuntutan dan keluhan dari kaum Anshar.
Rasul bertindak cepat menghadap kaum Anshar, seraya menjelaskan sebab
pembagian harta fai’kepada kaum Quraisy. Akhirnya, kaum Anshar kembali dengan
perasaan tenang dan bahagia.
Abu Amr bin Hafs bin Mughirah bangkit dan berkata: “Demi Allah, saya
tidak memaafkanmu ya Umar, engkau telah mencopot seorang pemuda yang telah
diangkat pegawai oleh Rasulullah. Engkau telah memasukkan pedang ke dalam
sarungnya, pedang yang telah terhunus oleh Rasulullah. Engkau telah merendahkan
seseorang yang telah diangkat derajatnya ole Rasulullah, engkau telah memutuskan
tali silaturrahim, engkau hasud kepada Bani Al-Amm.”Khalifah Umar r.a. hanya
tersenyum bersahaja, dan berkata, “Sesungguhnya, engkau adalah orang yang paling
dekat di antara kerabat, dan masih muda, engkau marah pada persoalan anak paman
engkau?.”
364
Sebagai masyarakat masih ada yang belum puas dan kecewa dengan
keputusan Umar r.a. Kemudian Umar r.a berkumandang di kota-kota,
“Sesungguhnya aku tidak mencopot Khalid dengan kebencian dan mereka akan
diuji dengan hal itu. Maka, saya sangat ingin mengabarkan bahwa sesungguhnya
Allah adalah Dzat yang membuat dan tidak untuk menyebarkan fitnah.”
4. Suri Teladan
365
kemampuan intelektual, gaya bicara dan interaksi sosial baik. Pada zaman dahulu.
Para Nabi dan Rasul merupakan orang-orang pilihan yang sempurna. Mereka
dijadikan sebagai panutan dan teladan bagi para sahabat dan pengikutnya, sehingga
terbina sebuah hubungan sosial yang kondusif.
Rasulullah dijadikan sebagai panutan dan teladan bagi para sahabat, hal ini
dikarenakan beliau memiliki akhlak yang mulia, sebagaimana yang digambarkan
dalam Alquran dalam firman-Nya:
Artinya:
Artinya :
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu
(yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat
dan dia banyak menyebut Allah”(Al-Ahzab [33]:21).
366
Dakwah yang dilakukan Rasulullah diwarnai dengan nilai-nilai kejujuran,
kesabaran dan pembinaan interaksi sosial yang baik terhadap orang yang ditemui
begitu juga dengan sahabat Khulafaur Rasyidin dan lainnya yang konsisten
menjalankan nilai-nilai yang diperjuangkan Rasulullah. Kaum Muslimin
memossisikan mereka sebagai pemimpin yang harus diikuti, serta orang-orang yang
memberikan petunjuk untuk mengarungi kehidupan ini. Hal ini yang menyebabkan
terjadinya akselerasi dakwah Islam. Bukan hanya di jazirah Arab, tapi juga
menyebar di imperium Persia dan Romawi.
367
contoh perilaku yang baik, maka hal ini akan memberikan pengaruh positif terhadap
sikap dan perilaku masyarakat.
a. Pertemuan individu (lisan); media komunikasi yang paling pokok dan efektif
yang digunakan Rasulullah untuk mendakwahkan Islam dan menjelaskan
penafsiran beberapa sikap yang diambil oleh Rasul. Rasul dan para sahabat
aktif melakukan pertemuan pribadi dengan masyarakat, pemimpin keluarga
dan kabilah, pengajar dan pendidik di berbagai wilayah, mengawasi
368
kehidupan rakyat di malam hari, dan berziarah ke berbagai wilayah untuk
bertemu langsung dengan rakyat.
c. Pertemuan Masif; komunikasi ini dilakukan pada momon hari raya atau
musim haji yang dijadikan sebagai ajang pertemuan massif tahunan di antara
kaum Muslimin. Mereka saling tukar pendapat, berbagi pengalaman dan
saling bermusyawarah untuk menyelesaikan persoalan manajemen
pemerintahan.
C. Komunikasi Langsung
369
rakyat. Komunikasi ini akan membangun rasa saling sayang dan memahami,
menghilangkan beban dan pikiran, serta menguatkan ikatan hubungan dan
persaudaraan.
Artinya:
Suatu ketika Rasulullah naik ke atas Gunung Shafa, dan mengeluarkan suara
lantang seraya bersabda: “Wahai orang Quraisy!”Kaum Quraisy berkata:
“Muhammad berada di Gunung Shafa dan sedang berbicara.”Kaum Quraisy
mendatangi Nabi seraya bertanya apa yang Nabi inginkan. Rasul
menjawab:”Apakah kalian mendengar bahwa suatu ketika aku berkata
370
bohong?.”Mereka menjawab: “Tidak, kami belum mengetahui darimu kecuali
kejujuran. “Rasul bertanya: Äpa pendapat kalian jika aku kabarkan bahwa gunung
ini memiliki sumber mata air yang akan mengubah kalian? Apakah kalian akan
membenarkanku?.”Mereka menjawab: “Benar, engkau adalah orang yang tidak
mencurigakan bagi kami, dan kami tidak menemukan kebohongan atas dirimu.”
Selain itu, Rasul juga membina komunikasi dengan kaum Aus dan Khazraj,
dan berhasil mendamaikan mereka yang telah berseteru cukup lama dan kedua.
Memberikan petunjuk bagi mereka kepada kebenaran. Upaya ini dicatat dalam
sejarah sebagai hasil dakwah yang menggembirakan bagi perkembangan Islam.
Pada musim haji, Rasul selalu berkeliling di tenda-tenda kabilah Arab., memberikan
ceramah dan pengetahuan agama. Walaupun Rasulullah mendapat siksaan dan
hinaan, namun Rasul hanya bersabar.
371
bagi dakwah Islam. Imam Bukhari meriwayatkan dari Ibn Ummi Kultsum,
keduanya membacakan Alquran kepada kita, dan Musáb dikenal sebagai ‘al-muqri’
(pembaca). Para pembaca Alquran memiliki peran krusial dalam memberi
informasi, petunjuk dan pembelajaran Alquran dan mereka merupakan teladan yang
baik bagi seorang Muslim yang bertakwa.
372
stabilitas keamanan dan kenyamanan, serta hubungan yang harmonis dan kehidupan
yang damai antara kedua belah pihak kota Madinah.
373
Di antara metode yang digunakan Khulafaur Rasyidin adalah sebagai
berikut:
374
untuk menentukan batas maksimal terjun dalam medan perang, yakni tiga
bulan berturut-turut. Kemudian mereka harus kembali menemui istrinya,
sebelum kembali ke medan perang.
375
berkata: “Ya Allah saya mengangkat orang yang baik dari keluarga kalian,
sampaikanlah apa yang saya katakan kepadamu pada orang-orang yang ada di
belakangmu.”
Umar r.a berkata: “Telah sampai kepadaku bahwa masyarakat takut terhadap
kekerasanku, dan khawatir terhadap ketegasanku. Mereka berkata:”Umar r.a adalah
orang yang keras dan tegas terhadap kamu, sedangkan Rasulullah berada di antara
punggung kami, kemudian semakin keras terhadap kami, Abu Bakar adalah
pemimpin, bagaimana persoalan ini bisa diserahkan kepadanya? Kecuali orang yang
mengatakan ini adalah benar. Saya adalah pembantu dan pelayan Rasulullah dan
beliau adalah orang yang lemah lembut dan penyayang, sebagaimana firman Allah,
Dan kepada orang-orang Mukmin adalah pengasih dan penyayang. Di hadapan
beliau, aku adalah pedang yang terhunus, sehingga ada orang yang menyarungkan
pedang itu, atau meninggalkanku, maka aku terus berjalan. Sikapku selalu begitu di
376
hadapan Rasulullah sehingga beliau wafat, tapi beliau tetap ridha kepadaku.
Alhamdulillah atas hal ini, saya bahagia dengan hal ini. Kemudian diangkatlah Abu
Bakar sebagai pemimpin kaum Muslimin, beliau adalah orang yang tidak diragukan
dakwahnya, kemuliaannya dan kelembutannya. Dan saya adalah pembantu dan
pelayan beliau, saya mengombinasikan ketegasan dan kekerasanku dengan
kelembutannya. Dan saya adalah pembantu dan pelayan beliau, saya
mengombinasikan ketegasan dan kekerasanku dengan kelembutannya, aku adalah
pedang yang terhunus, sehingga ada orang yang menyarungkan pedang itu atau
meninggalkanku, maka aku terus berjalan. Sikapku selalu begitu di hadapan Abu
Bakar hingga beliau wafat, tapi beliau tetap ridha kepadaku. Alhamdulillah atas
saya hal ini, saya bahagia dengan hal ini. Kemudian aku dilantik untuk menjadi
pemimpin guna mengurusi persoalan kalian, wahai manusia ketahuilah bahwa
kekerasan itu telah melemahkanku, kekerasan hanya dimiliki orang-orang zalim dan
durhaka.
Adapun terhadap orang ahli keselamatan, agama dan tujuan, maka aku
lemah lembut kepada sebagian dari mereka, dan saya tidak meninggalkan seseorang
berbuat zalim kepada satu orang pun atau durhaka kepadanya sehingga aku letakkan
pipinya di atas bumi, hingga dia mengakui kebenaran. Setelah kekrasan dan
ketegasan itu, aku akan meletakkan pipiku ke bumi untuk orang-orang yang ahli
menjaga diri dan mencegah. Wahai manusia, kalian memiliki hak kepadaku atas
beberapa perkara, maka ambillah dariku, kalian memiliki hak untuk tidak ditarik
sedikitpun dari harta kharraj, dan apa-apa yang telah diberikan Allah (faí) kecuali
dengan ketentuan dari-Nya, kalian memiliki hak atas persoalan yang dibebankan di
tanganku, dan tidak akan dikeluarkan kecuali bagi orang yang berhak, kalian
memiliki hak untuk ditambah pemberian dan rezeki insya Allah, walaupun kalian
jauh saya tidak ingin, kalian mengalami kehancuran, jika kalian pergi jalan
perjalanan aku adalah penanggung nahfkah keluarga, hingga kalian kembali.
377
Bertakwalah kepada Allah dan tolonglah aku dengan segenap jiwa kalian, tolonglah
aku untuk memerintah kepada kebaikan dan mencegah kemungakaran dan
berikanlah nasihat kepadaku atas persoalan yang telah dilimpahkan Allah kepadaku.
Ketika kaum Muslim pulang dari musim haji, persoalan yang mereka hadapi
telah selesai, dan pendapat atau tuntutan mereka telah disampaikan kepada orang
yang berkuasa. Mereka akan menyampaikan kebijakan atau program-program baru
dari pemerintah kepada masyarakat. Hal ini menunjukkan pentingnya interaksi
sosial dalam kehidupan dewasa ini.
378
D. Latihan Soal
1. Uraikan public relation dalam pandangan islam dan sebutkan landasan Al-
Quran tentang public relation.
2. Uraikan karakteristik dan keistimewaan public relation
3. Jelaskan penerapan public relation dalam islam dan kaedah apa yang
membedakan dengan public relation umum.
4. Uraikan media komunikasi yang dilakukan oleh Rasulullah dan Khulifaur
Rasydin dalam melakukan pertemuan.
5. Uraikan keistimewaan komunikasi langsnung bagi pemerintah untuk menyerap
aspirasi rakyat.
6. Uraikan implementasi komunikasi secara personal dan komunikasi langsung
yang diterapkan oleh Rasulullah SAW.
7. Jelaskan metode komunikasi yang diterapkan oleh Khalifaur Rasydin dalam
melaksanakan tugas kesehariannya.
8. Uraikan alasan Rasulullah tidak menetapkan keputusan kecuali telah
dimusyawarahkan pada hal Muhammad adalah seorang Nabi dan siapa yang
dilibatkan dalam mengambil keputusan.
9. Uraikan kenapa musyawarah menjadi peran penting dalam mengambil sebuah
keputusan.
10. Jelaskan defenisi tentang komunikasi personal beserta contohnya.
11. Uraikan sikap yang ditunjukan khalifah Umah dalam membangun komunikasi
dalam kehidupan sehari-hari dalam menyikapi keluhan masyarakat.
379
DAFTAR PUSTAKA
380
Barnard,Chester 1.1978. the Function of the Executive,Edisi [Link]
Univercity press, Cambridge Massachusetts.
Bakar, Abu. Tanpa tahun. Perencanaan sumber daya manusia. Palembang. Diakses
secara online melalui [Link] pada tanggal 30 September
2014.
Baridwan, Zaki. 2008. Intermediate Accounting. Yogyakarta: BPFE
Drs. Bejo Siswanto, Manajemen Tenaga Kerja, Sinar Baru. Bandung, 1987.
Ilham. 2002. Analisis Hubungan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) dengan
Mangkunegara, A.A. 2001. Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan.
PT Remaja Rosda Karya, Bandung.
381
Jackson, S.E., & Schuler, R.S. [Link] Resource Planning: Challenges for
Industrial/Organization Psychologists. New York, West Publishing
Company
Rivai, Veithzal dan Sagala, Ella Jauvani. [Link] Sumber Daya Manusia
untuk Perusahaan Edisi [Link]: PT. Raja Grafindo Persada
Rajagrafindo PersadaJusup, Al Haryono. 2005. Dasar-dasar Akuntansi Jilid I.
Yogyakarta:
382
Sendjun H. Manulang, SH., Pokok-Pokok Hukum Ketenagakerjaan Indonesia,
Rineka Cipta, Jakarta, 1990.
383
Zulkifli Rusby, Lahir di Bagansiapiapi, pada 25 Juni 1970. Ia
adalah Alumni SMA Negeri 2 Bagan Siapiapi, Rokan Hilir. Saat
ini, ia tercatat sebagai Dosen Prodi Ekonomi Syariah pada
Fakultas Agama Islam Universitas Islam Riau (UIR). Selain aktif
sebagai Dosen juga aktif melakukan penelitian dan pengabdian
masyarakat pada Bidang Ilmu Ekonomi Syariah dan Manajemen,
dan sebagai instruktur pelatihan tentang kewirausahaan dan manajemen serta nara
sumber pada acara Seminar dan Workshop.
Karya-karyanya yang telah dipublikasikan antara lain : Analisis Sistem
Penilaian Prestasi Kerja Pada PT. Bank Negara Indonesia Syariah Cabang Pekanbaru,
Analisi pengaruh Likuiditas dan Solvabilitas terhadap Rentabilitas Koperasi Syariah
BMT Al-Amin Pekanbaru, Analysis Problem Of Baitul Maal Wat Tamwil (BMT)
Operation In Pekanbaru Indonesia Using Analytical Network Process
(ANP)Approach Jurnal HR Mars Nomor 8 Volume 3 ISSN 2222-6990, Analisis
Faktor-faktor yang mempengaruhi Kualitas Pelayanan Jasa Rahn Pada Pengadaian
Syariah Pekanbaru, Penerapan Pembiayaan Mudharabah pada Bank Muamalat
Indonesia Pekanbaru, buku ajar yang diterbitkan: Buku Pemikiran Ekonomi Islam,
Buku Lembaga Keuangan Syariah, Buku Manajemen Sumber Daya Manusia, Buku
Ekonomi Syariah, Buku Manajemen Perbankan Syariah.
Pendidikan S1 diselesaikan pada Fakultas Agama Islam Universita Islam
Riau, S2 Bidang Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) di selesaikan pada
Universitas Muhammadiyah Jakarta, Sedangkan S2 Ekonomi Syariah diselesaikan
pada Universitas Islam Negeri (UIN Pekanbaru). S3 Manajemen Sumber Daya
Manusia diselesaikan pada University Utara Malaysia (UUM).