SATUAN ACARA PENYULUHAN TERAPI BERMAIN
PADA ANAK DI RUANG CEMPAKA
[Link].R. GOETENG TAROENADIBRATA PURBALINGGA
Disusun oleh:
Kelompok D
Ema Hikmatul Fitri
Eni Tri Astuti
Evita Aprioningsih
Fajar Andriansyah
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
PROGRAM STUDI DIII KEPERAWATAN
UNIVERSITAS HARAPAN BANGSA PURWOKERTO
TAHUN 2020/2021
SATUAN ACARA PENGAJARAN (SAP)
Pokok Bahasan/ Topik : Terapi Bermain Pada Anak Di Rumah Sakit
Sub Pokok Bahasan : Terapi Bermain Anak Usia Prasekolah
Tanggal : 4 Desember 2020
Pukul : 09.00 WIB
Waktu : 25 Menit
Sasaran : Pasien anak usia 3-5 tahun
Pembagian tugas kelompok :
1. Ema Hikmatul Fitri : Pemateri
2. Eni Tri Astuti : Observer
3. Evita Aprioningsih : Fasilitator
4. Fajar Andriansyah : Moderator
I. LATAR BELAKANG
Masuk rumah sakit merupakan peristiwa yang sering menimbulkan
pengalaman traumatik, khususnya pada pasien anak yaitu ketakutan dan
ketegangan atau stress hospitalisasi. Stress ini disebabkan oleh berbagai faktor
diantaranya perpisahan dengan orang tua, kehilangan control, dan akibat dari
tindakan invasif yang menimbulkan rasa nyeri. Akibatnya akan menimbulkan
berbagai aksi seperti menolak makan, menangis, teriak, memukul, menyepak,
tidak kooperatif atau menolak tindakan keperawatan yang diberikan.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meminimalkan pengaruh
hospitalisasi pada anak yaitu dengan melakukan kegiatan bermain. Bermain
merupakan suatu tindakan yang dilakukan secara sukarela untuk memperoleh
kesenangan dan kepuasan. Bermain merupakan aktivitas yang dapat menstimulasi
pertumbuhan dan perkembangan anak dan merupakan cerminan kemampuan fisik,
intelektual, emosional dan sosial sehingga bermain merupakan media yang baik
untuk belajar karena dengan bermain anak-anak akan belajar berkomunikasi,
menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, melakukan apa yang dapat
dilakukannya, dan dapat mengenal waktu, jarak serta suara.
Untuk itu dengan melakukan permainan maka ketegangan dan stress yang
dialami akan terlepas karena dengan melakukan permainan rasa sakit akan dapat
dialihkan (distraksi) pada permainannya dan terjadi proses relaksasi melalui
kesenangannya melakukan permainan
Bermain merupakan suatu aktivitas bagi anak yang menyenangkan dan
merupakan suatu metode bagaimana mereka mengenal dunia. Bagi anak bermain
tidak sekedar mengisi waktu, tetapi merupakan kebutuhan anak seperti halnya
makanan, perawatan, cinta kasih dan lain-lain. Anak-anak memerlukan berbagai
variasi permainan untuk kesehatan fisik, mental dan perkembangan emosinya.
Dengan bermain anak dapat menstimulasi pertumbuhan otot-ototnya,
kognitifnya dan juga emosinya karena mereka bermain dengan seluruh emosinya,
perasaannya dan pikirannya. Elemen pokok dalam bermain adalah kesenangan
dimana dengan kesenangan ini mereka mengenal segala sesuatu yang ada
disekitarnya sehingga anak yang mendapat kesempatan cukup untuk bermain juga
akan mendapatkan kesempatan yang cukup untuk mengenal sekitarnya sehingga
ia akan menjadi orang dewasa yang lebih mudah berteman, kreatif dan cerdas, bila
dibandingkan dengan mereka yang masa kecilnya kurang mendapat kesempatan
bermain
II. TUJUAN UMUM
Setelah dilakukan terapi bermain selama 25 menit, anak diharapkan
bisa mengekspresikan perasaaannya dan menurunkan kecemasannya, merasa
tenang selama perawatan dirumah sakit dan tidak takut terhadap perawat sehingga
anak bisa merasa nyaman selama dirawat dirumah sakit, serta dapat melanjutkan
tumbuh kembang anak yang normal atau sehat.
III. TUJUAN KHUSUS
Setelah mendapatkan terapi bermain selama 25 menit diharapkan anak mampu :
1. Bisa merasa tenang selama dirawat.
2. Anak bisa merasa senang dan tidak takut lagi dengan dokter dan perawat
3. Mau melaksanakan anjuran dokter dan perawat
4. Gerakan motorik halus pada anak lebih terarah
5. Ketakutan dan kejenuhan selama dirawat di rumah sakit menjadi
berkurang.
6. Mengembangkan bahasa, anak mengenal kata-kata baru.
7. Melatih sosial emosi anak.
IV. KEGIATAN
N KEGIATAN
TAHAP
O WAKTU PEMATERI PESERTA
1 Pembukaan 5 menit Memberi salam Menjawab salam
Memperkenalkan Mendengarkan
diri dan
Menjelaskan maksud memperhatihan
dan tujuan Menyetujui
penyuluhan kontrak waktu
Membuat kontrak Menjawab
waktu pertanyaan
Menggali
pengetahuan
masyarakat tentang
nyeri sendi
2 Pelaksanaan 15 menit Menjelaskan materi Menyimak dan
pengajaran secara berurutan mendengarkan
dan teratur Memperagakan
Materi :
Pengertian terapi
bermain
Tujuan terapi
bermain
Manfaat terapi
bermain
Mempersiapkan alat
untuk terapi bermain
Menjelaskan
prosedur terapi
bermain
Melakukan terapi
3 Penutup 5 menit Evaluasi : Bertanya
Menanyakan kepada Menjawab
peserta bagaimana salam
perasaan seteah
terapi
Menyimpulkan
bersama sama hasil
kegiatan penyuluhan
dengan memberikan
pertanyaan kepada
peserta
Mengucapkan
terimakasih
Salam
V. MEDIA
a. Buku/kertas bergambar
b. Kertas berpola
VI. METODE
a. Ceramah
b. Demonstrasi
c. Diskusi / Tanya jawab
VII. EVALUASI
1. Evaluasi Struktur
a. Kondisi lingkungan mendukung dan memungkinkan pasien untuk
berkonsentrasi terhadap kegiatan
b. Pasien sepakat untuk mengikuti kegiatan
c. Alat yang digunakan dalam kondisi baik
2. Evaluasi Proses
a. Moderator dapat mengkoordinasi seluruh kegiatan dari awal hingga akhir.
b. Pemateri dapat memberikan penjelasan dengan lancar
c. Fasilitator mampu memotivasi adik-adik dalam kegiatan
d. Fasilitator membantu mendemonstrasikan terapi bermain yang direncanakan
e. pemateri melaksanakan
f. Peserta mengikuti kegiatan yang dilakukan dari awal hingga akhir
g. Peserta mengikuti kegiatan dengan antusias
3. Evaluasi Hasil
a. Diharapkan pasien mampu , mempraktikkan apa yang sudah
didemonstrasikan.
b. Menyampaikan perasaan setelah melakukan kegiatan
c. Anak menyatakan rasa senangnya
VIII. DAFTAR PUSTAKA
Dewi, K., et al.2010. Contoh Proposal Terapi Bermain Pada Anak Prasekolah.
Diakses Pada Tanggal 11 Desember 2012. [Link]
Soetjiningsih. 2015. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: EGC
Wong, Donna L. 2013. Pedoman Klinis Keperawatan Pediatrik. Jakarta : EGC
IX. LAMPIRAN
A. PENGERTIAN
Bermain adalah dunia anak-anak sebagai bahasa yang paling universal,
meskipun tidak pernah dimasukkan sebagai salah satu dari ribuan bahasa yang ada
di dunia. Melalui bermain, anak-anak dapat mengekspresikan apapun yang
mereka inginkan. Menurut Groos bermain dipandang sebagai
ekspresi insting untuk berlatih peran di masa mendatang yang penting untuk
bertahan hidup.
Bermain juga menjadi media terapi yang baik bagi anak-anak bermasalah
selain berguna untuk mengembangkan potensi anak. Menurut Nasution, bermain
adalah pekerjaan atau aktivitas anak yang sangat penting. Melalui bermain akan
semakin mengembangkan kemampuan dan keterampilan motorik anak,
kemampuan kognitifnya, melalui kontak dengan dunia nyata, menjadi eksis di
lingkungannya, menjadi percaya diri, dan masih banyak lagi manfaat lainnya.
Bermain adalah cerminan kemampuan fisik, intelektual, emosional dan sosial
dan bermain merupakan media yang baik untuk belajar karena dengan
bermain, anak akan berkata-kata, belajar memnyesuaikan diri dengan lingkungan,
melakukan apa yang dapat dilakukan, dan mengenal waktu, jarak, serta suara .
Bermain adalah kegiatan yang dilakukan sesaui dgn keinginanya sendiri dan
memperoleh kesenangan.
Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa bermain adalah: “Kegiatan yang
tidak dapat dipisahkan dari kehidupan anak sehari-hari karena bermain sama
dengan kerja pada orang dewasa, yang dapat menurunkan stres anak, belajar
berkomunikasi dengan lingkungan, menyesuaikan diri dengan lingkungan, belajar
mengenal dunia dan meningkatkan kesejahteraan mental serta sosial anak.”
B. TUJUAN
Bisa merasa tenang selama dirawat.
Anak bisa merasa senang dan tidak takut lagi dengan dokter dan perawat
Mau melaksanakan anjuran dokter dan perawat
Gerakan motorik halus pada anak lebih terarah
Ketakutan dan kejenuhan selama dirawat di rumah sakit menjadi berkurang.
Mengembangkan bahasa, anak mengenal kata-kata baru.
Melatih sosial emosi anak.
C. MANFAAT
Manfaat yang didapat dari bermain, antara lain:
Mengoptimalkan pertumbuhan Aktivitas yang dilakukan dapat merangsang
nafsu makan anak.
Anak belajar mengontrol diri.
Berkembanghnya berbagai ketrampilan yang akan berguna sepanjang
hidupnya.
Meningkatnya daya kreativitas.
Mendapat kesempatan menemukan arti dari benda-benda yang ada disekitar
anak.
Merupakan cara untuk mengatasi kemarahan, kekuatiran, iri hati dan
kedukaan.
Kesempatan untuk mengikuti aturan-aturan.
Dapat mengembangkan kemampuan intelektual
D. MACAM - MACAM BERMAIN
1. Bermain aktif
Pada permainan ini anak berperan secara aktif, kesenangan diperoleh dari
apa yang diperbuat oleh mereka [Link] aktif meliputi :
a. Bermain mengamati/menyelidiki (Exploratory Play)
Perhatian pertama anak pada alat bermain adalah memeriksa
alat permainan tersebut, memperhatikan, mengocok-ocok apakah
ada bunyi, mencium, meraba, menekan dan kadang-kadang
berusaha membongkar.
b. Bermain konstruksi (Construction Play)
Pada anak umur 3 tahun dapat menyusun balok-balok menjadi
rumah-rumahan.
c. Bermain drama (Dramatic Play)
Misalnya adalah bermain sandiwara boneka, main rumah-rumahan
dengan teman-temannya.
d. Bermain fisik
Misalnya bermain bola, bermain tali dan lain-lain.
2. Bermain pasif
Pada permainan ini anak bermain pasif antara lain dengan melihat dan
mendengar. Permainan ini cocok apabila anak sudah lelah bernmain aktif
dan membutuhkan sesuatu untuk mengatasi kebosanan dan
keletihannya. Contoh ; Melihat gambar di buku/majalah.,mendengar cerita
atau musik,menonton televisi dsb.
Dalam kegiatan bermain kadang tidak dapat dicapai keseimbangan dalam
bermain, yaitu apabila terdapat hal-hal seperti dibawah ini :
a. Kesehatan anak menurun. Anak yang sakit tidak mempunyai energi
untuk aktif bermain.
b. Tidak ada variasi dari alat permainan.
c. Tidak ada kesempatan belajar dari alat permainannya.
d. Tidak mempunyai teman bermain.
E. ALAT PERMAINAN EDUKATIF (APE)
Alat Permainan Edukatif (APE) adalah alat permainan yang dapat
mengoptimalkan perkembangan anak, disesuaikan dengan usianya dan tingkat
perkembangannya, serta berguna untuk
1. Pengembangan aspek fisik, yaitu kegiatan-kegiatan yang dapat menunjang
atau merangsang pertumbuhan fisik anak, trediri dari motorik kasar dan
halus. Contoh alat bermain motorik kasar : sepeda, bola, mainan yang
ditarik dandidorong, tali, dll. Motorik halus : gunting, pensil, bola, balok,
lilin, dll.
2. Pengembangan bahasa, dengan melatih berbicara, menggunakan kalimat
yang [Link] alat permainan : buku bergambar, buku cerita, majalah,
radio, tape, TV, dll.
3. Pengembangan aspek kognitif, yaitu dengan pengenalan suara, ukuran,
bentuk. Warna, dll. Contoh alat permainan : buku bergambar, buku cerita,
puzzle, boneka, pensil warna, radio, dll.
4. Pengembangan aspek sosial, khususnya dalam hubungannya dengan
interaksi ibu dan anak, keluarga dan [Link] alat permainan :
alat permainan yang dapat dipakai bersama, misal kotak pasir, bola, tali,
dan lain-lain.
F. HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN DALAM BERMAIN
1. Bermain/alat bermain harus sesuai dengan taraf perkembangan anak.
2. Permainan disesuaikan dengan kemampuan dan minat anak.
3. Ulangi suatu cara bermain sehingga anak terampil, sebelum meningkat
pada keterampilan yang lebih majemuk
4. Jangan memaksa anak bermain, bila anak sedang tidak ingin bermain.
5. Jangan memberikan alat permainan terlalu banyak atau sedikit.
G. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AKTIFITAS BERMAIN
1. Tahap perkembangan
2. Jenis kelamin anak
3. Status kesehatan anak
4. Lingkungan yang tidak mendukung
5. Alat dan jenis permainan yang cocok atau sesuai dengan anak
H. PETUNJUK PERKEMBANGAN ANAK USIA 3-5 TAHUN (PRA-
SEKOLAH)
1. Dari aspek fisik
Di rentang usia 3-5 tahun dengan titik puncak di usia 5 tahun,
kemampuan motorik anak, baik kasar maupun halus, sudah mencapai tingkat
kematangan. Untuk motorik kasar, anak sudah bisa berjalan, berlari, melompat,
berdiri dengan satu kaki, bahkan memanjat. Sedangkan untuk motorik halus,
anak sudah bisa menjimpit benda-benda kecil, semisal koin. Mulai usia 5 tahun
ke atas seharusnya anak sudah mampu memegang pensil dengan benar seperti
yang dilakukan orang dewasa pada umumnya. Namun ingat, kemampuan
memegang pensil dengan benar ini bukan berarti anak juga wajib bisa menulis
2. Dari aspek sosial
Di usia ini anak seharusnya sudah terampil berinteraksi dengan teman
sebayanya. Peran peer group mulai terlihat penting. Jadi, jika anak di rentang
usia ini masih soliter alias asyik dengan dunianya sendiri, khususnya bagi anak
usia 4 tahun ke atas, berarti dia mengalami keterhambatan dalam
perkembangan social
3. Dari aspek kognisi
Wajarnya anak di rentang usia ini sudah masuk fase praope-rasional.
Dalam bahasa awamnya, anak sudah dapat membayangkan objek tertentu atau
seseorang hanya dari deskripsi, nama atau suaranya.
4. Dari aspek bahasa
Menguasai lebih dari 1.000 kosakata. Penguasaan
3-4 tata bahasanya pun meningkat pesat. Contohnya,
tah sudah bisa mengatakan, "Aku mau makan pisang
un manis."
Anak mulai kenal sopan santun saat bicara.
4-6 Misalnya, ketika menjawab pertanyaan guru atau
tahu orang dewasa, ia sudah bisa memilih kata yang
n lebih santun.
5. Dari aspek kepribadian
Di rentang usia ini anak diharapkan memiliki inisiatif untuk
bereksplorasi sebanyak dan sejauh mungkin. Sayangnya, anak kerap dihadang
oleh aturan-aturan tertentu yang membatasi eksplorasinya.
I. KARAKTERISTIK BERMAIN USIA 3-5 TAHUN (PRASEKOLAH)
1. Cross motor and fine motor
2. Dapat melompat,bermain dan bersepeda.
3. Sangat energik dan imaginative
4. Mulai terbentuk perkembangan moral
5. Mulai bermain dengan jenis kelamin dan bermain dgn kelompok
6. Assosiative play
7. Dramatic play
8. Skill play
9. Laki-laki aktif bermain di luar
10. Perempuan didalam rumah
Alat permainan yang cocok untuk anak usia 3-5 tahun:
1. Peralatan rumah tangga
2. Sepeda roda Tiga
3. Papan tulis/kapur
4. Lilin,boneka,kertas
5. Drum,buku dengan kata simple,kapal terbang,mobil,truk