MAKALAH PENGANTAR ILMU
PETERNAKAN
BABI
OLEH :
[Link] AKOIT (13200051)
[Link] RIKARDUS NINO (13200070)
[Link] MARLEON (13200062)
[Link] BANUSU (13200064)
[Link] SERAN (13200067)
KELOMPOK 3
FAKULTAS PERTANIAN
PRODI PETERNAKAN
UNIVERSITAS TIMOR
Kata Pengantar
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, selamat siang dan salam sejatera untuk
kita semua, banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi sedikit sekali yang kita ingat.
Segalapujihanya layak untuk Allah SWT . Karena atas segala berkat, rahmat, taufik,
sertahidayahNya yang tiada terkira besarnya, sehingga saya dapat menyelesaikan
makalah pengantar ilmu peternakam ini dengan topik “asal-usul babi”. Dalam
penyusunannya, saya memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak, karena itu
kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Meskipun saya berharap isi
dari makalah ini beba dari kekurangan dan kesalahan, namun selalu ada yang kurang.
Oleh karena itu, saya mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar makalah ini
dapat lebih baik lagi. Akhir kata saya berharap agar makalah ini bermanfaat bagi semua
pembaca.
DAFTAR ISI
BAB I Pendahuluan.................................................................................................................1
1.1LatarBelakang..........................................................................................................1
BAB II Pengertian dan Jenis-Jenis Ternak Babi ....................................................................2
2.1 Pengertian Ternak Babi..........................................................................................2
2.2 Jenis-Jenis Ternak Babi..........................................................................................3
BAB III Pemeliharaan Ternak Babi .......................................................................................4
3.1 Pemilihan Bibit.......................................................................................................5
3.2 Perkandangan .........................................................................................................5
3.3 Pakan ......................................................................................................................6
3.4 Pemeliharaan Ternak Babi .....................................................................................7
3.5 Pengobatan dan Pencegahan Penyakit ...................................................................8
BAB IV Manajemen Pemilihan Bibit Ternak Babi ................................................................9
4.1 Memilih Bibit yang Baik .......................................................................................9
4.2 Pelaksanaan Seleksi ...............................................................................................9
BAB V Manajemen Pakan ......................................................................................................9
5.1 Pakan Ternak Babi .................................................................................................9
5.2 Ransum dan Cara Pemberian Pakan.....................................................................10
BAB VI Manajemen Perkandangan Ternak Babi.................................................................11
6.1 Fungsi Kandang....................................................................................................11
6.2 Persyaratan Kandang yang Baik...........................................................................11
6.3 Jenis-Jenis Kandang Ternak Babi.........................................................................12
Daftar Pustaka……………………………………………………………………………....13
[Link] I PENDAHULUAN
1.1Latar BelakangKebutuhan komoditas peternakan ternak babi merupakan salah satu
komoditas peternakan yang cukup potensial untuk dikembangkan. Produk olahanternak
babidi Indonesia sangat potensial sebagai komoditas ekspor nasionaldanmasih terbuka
lebar ke berbagai negara seperti Singapura dan Hongkong. Berdasarkanstatistik peternakan
tahun 2016, populasi ternak babi tertinggi terdapat di Provinsi Nusa Tenggara Timur
(1,871,717ekor), Bali (803.920ekor), Sumatera Utara (1.120.261ekor), Sulawesi Selatan
(688.019 ekor), Papua (738.714ekor), Sulawesi Utara (427.450ekor),Kalimantan Barat
(598.263 ekor), Sulawesi Tengah (262.115ekor), Kepulauan Riau(331.574ekor),
Kalimantan Tengah (201.104 ekor), Sulawesi Utara (427.450 ekor).Usaha peternakan babi
merupakan usaha yang sudah dilakukan dalam kurunwaktu yang cukup lamadi
[Link] babi di lapangan menunjukkan skala usaha sangat beragam.
Beberapa daerah tempat berkembangnya peternakan babi adalahTapanuli Utara, Nias,
Toraja, Nusa Tenggara Timur, Bali, Kalimantan Barat, dan Irian Jaya ternak babi
dipelihara hanya sebagaisambilan usaha keluarga. Babi yang dipelihara umumnya dari
jenis localdan dipelihara secaradilepas atau semi-dikurung dan diberikan pakannya berupa
limbah dapur dan limbah pertanian, sehingga produktivitasnya belum sesuai dengan yang
[Link] diseluruh Indonesia juga banyak dipelihara jenis ternak babi yang lain
seperti Sadelback, [Link] babi yang dipelihara secara intensip akan dapat
menghasilkan produksi daging yang baik harus dijalankan dengan menjalankan
manajement yang [Link] memperoleh hasil yang optimal dalam menjalankan usaha
ternak babi terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu ketersediaan bibit yang
memadai baik dari segi kualitas maupun kuantitas dan tatalaksana pemeliharaan yang
meliputi perkandangan, kebersihan kandang, pemeliharaan induk, anak babi, ternak babi
jantan dan babi usia tumbuh serta penanganan hasil [Link] tujuandari penulisan
ini adalah untuk mengetahui manajemen pemeliharaan ternak babi yang baik sehingga
usaha peternakan babi yang dilakukan dapat memperoleh hasil yang optimal.
2. BAB II PENGERTIAN DAN JENIS-JENIS TERNAK BABI
2.1 Pengertian Ternak
BabiTernakbabi tergolong dalam ternak monogastrik dimana memiliki kemampuan dalam
mengubah bahan makanan secara efisien apabila ditunjang dengan kualitas ransum yang
dikonsumsinya. Babi akan lebih cepat tumbuh dan cepat menjadi dewasa serta bersifat
prolific yang ditunjukkan dengan kemampuan mempunyai banyak anak setiap
kelahirannya yaitu berkisar antara 8 –14 dan dalam setahun bisa dua kali melahirkan
(Sihombing, 1997).Menurut Sihombing (1997), klasifikasi zoologis ternak babi dapat
diklasifikasikan sebagai berikut :Phylum : ChordataKlass: Mamalia (menyusui)Ordo:
Artiodactyla(berkuku genap)Famili: Suidae(Non Ruminansia)Genus : SusSpesies:Sus
scrofaBabi termasuk ke dalam family suidaeyaitu ternak non ruminansia dan dalam genus
Sus( babi liar). Babi yang ada pada saat ini diperkirakan merupakan keturunan dari:1.
Susscrofa2 .Sus vitatusSus scrofamemiliki tubuh besar, kepala runcing dan taring yang
panjang. Pada sebagian leher terdapat bulu panjang dan kasar, kaki depan dan belakangnya
besar. Sus vitatustubuhnya lebih kecil dengan bulu halus dan kaki depan serta belakangnya
lebih [Link] dasarnya bangsa babi yang ada di Indonesia merupakan bangsa babi yang
berasal dari tetua Sus vitatusyang saat ini masih banyak terdapat pada hutan-hutan di
daerah Indonesia, namun karena perbedaan iklim, daerah lingkungan, pakan dan
sebagainya sehingga muncul bangsa-bangsa babi jinak yang ada (Sihombing, 1991).Secara
umum dapat dikenal dengan tiga, tipe babi yaitu babi tipe lemak “lard type”, tipe sedang
“bacon type” dan tipe daging “meat type” (Mangisah, 2003). Di negara-negara yang telah
maju dan berkembang peternakan babinya, penggolongan ini hampir tidak ditemui lagi
karena tujuan dari pemeliharaannya sudah untuk menghasilkan daging yang berkualitas
baik tanpa melihat tipe babi yang dipeliharanya. Blakely dan Bade (1998) menyatakan
bahwa ternak babi yang dikembangkan dewasa ini merupakan babi hasil persilangan yang
dilakukan oleh perusahaan pembibitan babi untuk memenuhi kebutuhan dan kualitas yang
terkontrol. Ternakbabi merupakan salah satu dari sekian jenisternak yang mempunyai
potensi sebagaisuatu sumber protein hewani dengan sifat-sifat yang dimiliki yaitu prolifik
(memilikibanyak anak setiap kelahiran), efisien dalam mengkonversi bahan makanan
menjadidaging dan mempunyai daging dengan persentase karkas yang tinggi (Siagian,
1999).Ternakbabimerupakansalahsatukomoditipeternakan yang cukup potensial untuk
dikembangkan. Hal tersebut disebabkan ternak babi dapat mengkonsumsi makanan dengan
efisien, sangat prolifik yakni beranak dua kali setahundan sekali beranak antara 10 –14
ekor(Wheindrata, 2013).Babi adalah ternak monogastrik yang mampu mengubah bahan
makanan secara efisien. Limbah pertanian, peternakan dan sisa makanan manusia yang
tidak termakan dapat digunakan oleh babi untuk menjadi produksi daging. Besarnya
konversi babi terhadap ransum ialah 3,5 artinya untuk menghasilkan berat babi 1 kg
dibutuhkan makanan sebanyak 3,5 kg ransum (Prasetya, H., 2012).Ternak babi juga adalah
ternak yang paling subur untuk dipelihara dan kemudian dijual. Jumlah anak yang
dilahirkan lebih dari satu, serta jarak dari satu kelahiran dan kelahiran berikutnya pendek
hal ini memungkinkan untuk menjualnya dalam jumlah besar. Babi yang besar dapat
dengan mudah memproduksi litter sizeyang masing-masing terdiridari rata-rata 10 ekor
babi perkelahiran, selanjutnya dinyatakan bahwa karakter reproduksi bersifat unik bila
dibandingkan dengan sapi, domba dan kuda. Perbedaan yang paling penting adalah bahwa
babi merupakan hewan polytocous atau melahirkan anak lebih dari satu (Blakely J dan
Bade, 1992).2.2 Jenis-Jenis Ternak BabiBabi asli Indonesia adalah babi hutan yang
sekarang masih berkeliaran di [Link] babi-babi Indonesia yang sekarang ini
adalah keturunan babi hutan (celeng –sus verrucosus).Ciri-ciri yang dimiliki bebi Idonesia
yaitu : berwarna hitam atau belang hitam, atas hitam dan bawah putih, kepala kecil,
moncong runcing dengan telinga yang pendek dan berdiri tegak, perut hampir menyusur
tanah, karena tulang punggung yang panjang dan lemah serta kaki yang pendek. Beberapa
bangsa babi yang telah terkenal misalnya babi Bali, Krawang, Nias dan Sumba. Di
Indonesia sudah banyak babi yang didatangkan dari luar negeri. Sehingga dewasa ini kita
kenal adanya babi-babi:[Link] VDL (Veredeld Duits Landvarken)Babi VDL adalah jenis
babi ungguk dari Jerman Barat yang memiliki ciri-ciri kepala besar, agak panjang, telinga
besar panjang, setengah bergantung ke muka sejajar dengan kepala, tulang belakang
panjang, lebar hampir bulat dan badan besar serta daging [Link] YorkshireBabi
Yorkshire dikenal pula dengan nama Large White, berasal dari Inggris. Termasuk tipe babi
bacon dengan persentase karkas tinggi dan berkualitas baik. Ciri-ciri umum bangsa babi ini
yaitu berwarna putih, halus, tubuh panjang, besar atau melebar ke dalam, muka sedikit
cekung dan telinga tegak mengarah ke depan. Babi
Yorkshire memiliki sifat keibuan yang baik, bisa memelihara anak dengan baik dan
produksi susu setiap laktasi cukup tinggi.
Babi LandraceBabi Landrace termasuk bacon type atau babi tipe sedang, dengan ukuran
lebar tubuh sedang dan timbunan lemak sedang dan halus (Mangisah, 2003).Menurut
sejarahnya, babi Landrace awalnya dikembangkan di Denmark, kemudian masuk ke
Amerika Serikat. Babi Landrace berasal dari persilangan antara pejantan babi Large white
dengan babi lokal Denmark. Babi Landrace juga banyak digunakan untuk program
persilangan babi-babi di daerah tropik, terutama di Asia Tenggara (Reksohadiprodjo,
1995).Ciri-ciri babi Landrace adalah berwarna putih dengan bulu yang halus, badan
panjang, kepala kecil agak panjang dengan telinga terkulai, kaki letaknya baik dan kuat,
dengan paha yang bulat dan tumit yang kuat pula serta tebal lemaknya lebih [Link]
Landrace mempunyai karkas yang panjang, pahanyabesar, daging di bawah dagu tebal
dengan kaki yang pendek (Mangisah, 2003).Budaarsa (2012) melaporkan bahwa babi
Landrace menjadi pilihan pertama para peternak karena pertumbuhannya cepat, konversi
makanan sangat bagus dan temperamennya jinak. Lebih lanjut dilaporkan bahwa babi
Landrace yang diberi pakan komersial (ransum yang seimbang), maka pertambahan berat
badannya bisa mencapai 1 kg per hari dengan berat sapih pada umur 35 hari bisa mencapai
15 [Link] DurocBangsa babi ini berasal dari Amerika Serikat dengan ciri-ciri berwarna
merah yang bervariasi mulai merah muda sampai merah tua. Tubuhnya panjang dan
membentuk busur yang dimulai dari leher sampai pangkal ekor, kepala sedang dengan
telinga terkulai ke depan dan muka agak cekung. Babi duroc initermasuk babi yang sangat
keibuan dengan produksi susu cukup banyak.
Babi BerkshireBabi ini merupakan salah satu bangsa babi yang tertua yang berasal dari
Inggris dan merupakan tipe pedaging yang paling [Link]-cirinya yaitu tubuh panjang,
dalam dan lebar punggung sedang. Warna hitam dan warna putih di keenam ujung
tubuhhnya, muka pendek dan lebar, telinga sedang dan sedikit condong ke [Link]
HampshireHampshire adalah salah satu bangsa babi termuda yang cepat menjadi
[Link] atau dibentuk di Kentucky (AS). Ciri-ciri yang dimiliki bangsa babi ini yaitu
warna hitam dengan warna putih berbentuk pita yang lebar mengelilingi bahu sampai
kedua kaki depan. Warna puith ini besarnya sangat bervariasi, ada yang sempit da ada yang
[Link] membentuk busur, kuat dan kepala halus dengan rahang yang ramping
dan telinga tegak, letak bahu baik dan halus, tubuh halus, kuat, induk banyak anak, aktif
[Link] III PEMELIHARAAN TERNAK BABITernak babi adalah ternak monogastrik dan
bersifat prolific (banyak anak tiap kelahiran), pertumbuhannya cepat dan dalam umur
enam bulan sudah dapat dipasarkan. Selain itu babi merupakan salah satu ternak penghasil
daging yang perkembangannya sangat mengagumkan dan mempunyai berbagai
keunggulan dibandingkan dengan ternak lain dan ternak babi efisien dalam mengkonversi
berbagai sisa pertanian dan restoran menjadi daging oleh sebab itu memerlukan pakan yang
mempunyai protein, energi, mineral dan vitamin yang tinggi (Ensminger, 1991). Lama
hidup babi berkisar antara 20 –25 tahun, dengan lama produksi ekonomis 3–4 tahun. Usaha
peternakan babi di Indonesia telah lama dikenal [Link] usaha ini dapat
memberikan keuntungan yang optimal bagi pemiliknya maka perlu diperhatikan beberapa
hal yang menyangkut Manajemen pemeliharaan ternak babi. Melalui pengamatan dan
penelitian yang cukup panjang dalam kehidupan manusia, ternyata babi merupakan hewan
yang memenuhi syarat dapat cepat berkembang biak dan dapat menghasilkan daging yang
lebih darimemadai bila dikelola secara baik berdasarkan tatalaksana peternakan yang
mapan, sesuai dengan perkembangan ilmu beternak hasil pengalaman dan penelitian yang
telah berjalan ribuan tahun. Keunggulan babi sebagai ternak potong untuk penyediaan
daging babi manusia telah diakui seluruh [Link] Indonesia ternak babi telah cukup lama
diketahui orang, namun pengetahuan tentang beternak babi yang benar dan produktif belum
banyak diterapkan, mengingat kurangnya informasi, akibatnya peternakan babi di Indonesia
cenderung masih dilakukan secara tradisional bahkan di sana-sinibanyak peternakan babi
yang dikelola secara sangat sederhana dalam arti belum dikandangkan secara baik, belum
diperhatikan pakannya, pertumbuhannya, perkembangbiakannya maupun kesehatannya.
Sebagai halnya ternak lain, babi yang di ternakan orang berasal dari binatang liar. Babi liar
dijinakkan, dibudidayakan, berkembang dan terbukti bahwa babi-babi tersebut kemudian
terkenal sebagai ternak penghasil daging yang paling unggul, karena kemampuannya cepat
tumbuh (gemuk) dan cepat berkembang biak. Pembudidayaanbabi dalam perkembangan
peternakan babi secara modern di dunia ini menghasilkan berbagai jenis babi unggul, babi-
babi mana telah menjadi ternak potong yang memegang peranan dalam memenuhi
kebutuhan daging bagi manusia.
[Link] dasarnya ada tiga tipe usaha beternak babi, yakni : 1) dari lepas sapih sampai siap
dipasarkan (penggemukan), 2) dari anak lahir sampai disapih, dan 3) dari anak lahir sampai
dipasarkan, namun ada pula yang melakukan kombinasi dari ketiga kegiatan
[Link] kerja yang dibutuhkan untuk memelihara ternak babi dalam kandang
relative sedikit, ada hubungannya dengan tipe perkandangan dan manajemen yang
diterapkan dan juga pengalaman ketrampilan pekerja. Sebagai pegangan di Negara maju
dipakai asumsi bahwa seorang tenaga kerja penuh (full time) berpengalaman dapat
memelihara 80-100 induk dengan anaknya sejak lahir sampai dipasarkan, sedang yang
kurang pengalaman terbatas 50-60 induk saja. Seorang tenaga kerja penuh dapat menangani
1500-4000 ekor babi gemukan per [Link] tenaga kerjayang dibutuhkan tergangung
dari ketrampilan dan sistim pemeliharaan [Link] usaha peternakan babi dengan
manajemen yang baik maka biaya untuk tenaga buruh tidak akan melebihi 6-10% dari total
biaya [Link] Ternak BabiTingkat keberhasilan usaha ternak babi yang
dijalankan pada dasarnya tergantung pada kemampuan pengusahanya dalam mengendalikan
peranan faktor-faktor penentu dalam usaha mengeksploitasi sifat tersebut. Pada skala usaha
kecil, maka usaha peternakan babi merupakan komponen usaha pertanian tanaman pangan
atau usaha lain dan peternakan babi hanyalah sebagai usaha sambilan. Sedangkan pada skala
usaha besar, tujuan ekonomi semakin menonjol oleh karena itu prinsip ekonomi semakin
diintensifkan, sehingga pertimbangan akan pengaruh faktor internal maupun eksternal akan
semakin intensif ( Aak., 1974).Ternak babi sangat sensitif terhadap pengaruh makanan yang
tidak mencukupi dan terhadap tatalaksanaan pemeliharaan yang kurang berhubung karena
pertumbuhan yang luar biasa cepatnya dan oleh karena itu menuntut kebutuhan makanan
yang bermutu [Link] babi mempunyai pertambahan berat badan atau pertumbuhan
yang lebih tinggi dengan pemberian takaran makanan tertentu jika dibandingkan dengan
ternak lain, kecuali ayam broiler yang dipelihara dengan cermat, jugakalori yang berasal
dari makanan yang dikandung di dalam bagian –bagian yang dapat dimakan dari ternak babi
lebih tinggi dibandingkan dengan yang berasal dari jenis ternak lain dengan pemberian
takaran zat makanan yang sama (sihombing, 1991).
[Link] memperoleh hasil yang optimal dalam menjalankan usaha ternak babi terdapat
beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu ketersediaan bibit yang memadai baik dari segi
kualitas maupun kuantitas dan tatalaksana pemeliharaan yang meliputi perkandangan,
kebersihan kandang, pemeliharaan induk, anak babi, ternak babi jantan dan babi usia
tumbuh serta penanganan hasil produksi. Hal lain yang dibutuhkan untuk menunjang
keberhasilan dalam suatu usaha peternakan babi adalah tenaga yang terampildalam
mengelola usaha tersebut (Murtidjo, 1990).Ternak babi yang dihasilkan oleh suatu
peternakan babi akan mempunyai performans yang baik apabila manajemen pemeliharaan
yang digunakan juga baik. Manajemen pemeliharaan babi harus disesuaikan dengan periode
masa pertumbuhan babi, dari manajemen pemilihan bibit, pemberian pakan, perkawinan,
kesehatan dan lain-lain. Maka dari itu manajamen pemeliharaan sangat menentukan
kuantitas maupun kualitas babi yang dihasilkan (Siagian, 1999).Agar usaha ternak babi
dapat memberikan keuntungan yang optimal bagi pemiliknya maka perlu diperhatikan
beberapa hal yang menyangkut Manajemen pemeliharaan Ternak Babi.3.1 Pemilihan
BibitPemilihan bibit yang baik merupakan langkah awal keberhasilan suatu usaha
peternakan. Syarat-syarat yang perlu diperhatikan pada waktu memilih bibit:Babi Sehat,
dengan ciri-ciri : letak puting simetris dan jumlah 12 buah kiri dan kanan, ambing yang
besar dengan saluran darah terlihat jelas, tubuh yang padat dan kompak, kaki yang tegap dan
kokoh, tubuh yang panjang dibandingkan dari babi-babi yang sama [Link] babi yang
akan di ternakan sebaiknya berasal dari induk yang sering menghasilkan anak banyak atau
biasanya mempunyai anak lebih dari 5 ekor dalam satu kelahiran dan sanggup atau menjaga
anak-anaknya sampai saat lepas susu, maupun pejantan yang sanggup atau mempunyai
kemampuan kawin serta menghasilkan anak lebih dari 5 ekor.3.2 PerkandanganUntuk
mencapai keberhasilan di dalam usaha peternakan khusunya ternak babi, antara lain perlu
diusahakan suatu bangunan kandang yang baik. Sebab hanya kandang yang baiklah yang
akan mampu:[Link] konversi [Link] pertumbuhan dan menjamin
kesehatan ternak.
[Link] dimaksud dengan kandang yang baik disini ialah, suatu bangunan kandangyang
dibangun menurut aturan kandang yang [Link] berbagai macam kandang babi, masing-
masing bisa dibedakan menurut konstruksi dan [Link] Macam Kandang
Menurut KonstruksinyaMenurut konstruksinya kandang babi dibagi menjadi 2 (dua)
yaitu:[Link] Tunggal; yaitu bangunan kandang yang terdiri dari satu baris
[Link] Ganda; yaitu bangunan kandang yang terdiri dari dua baris yang letaknya
bisa saling berhadapan ataupun bertolak [Link] Macam Kandang Menurut
KegunaannyaMenurut kegunaannya, kandang babi sisa dibangun sesuai dengan tujuannya,
masing-masing dengan ukuran dan perlengkapan yang berbeda-beda;[Link]
IndukKandang induk yang efisien ialah jika kandang tersebut nyaman bagi induk dan
sekaligus nyaman bagi anak-anak yang dilahirkan, sehingga anak-anaknya bisa
mendapatkan kesempatan hidup pada kandang [Link] pokoknya kadang babi induk
bisa dibedakan antara kandang individual dan kelompok.a)Kandang IndividualPada
kandang induk individual, satu ruangan hanyalah disediakan untuk seekor babi. Konstruksi
kandang individual ialah kandang tunggal, di mana kandang hanya terdiri dari satu baris
kandang. Atap bagian depan dibuat lebih tinggi daripada bagian belakang, pada saat hujan
atap bagian depan diusahakan bisa ditutup. Untuk ukuran kandang tersebut adalah sebagai
berikut:[Link] bagian depan 2,5 m, bagian belakang 2 [Link] 2,5 m, ditambah
halaman pengumbaran yang terletak di belakang sepanjang 4 [Link] tembok 1 [Link]
3 [Link] ren (halaman pengumbarannya) yang berukuran panjang 4 m itu lantainya bisa
dibuat dari pasangan semen, tanah atau batu, di mana induk bisa makan di situ pula.
[Link] untuk diding depan bisa dibuat dari tembok, bamboo, papan atau bahan lain
seperti anyaman kawat. Tetapi apabila dinding itu bahannya dari kawat, harus diusahakan
dengan anyaman yang kecil, dan kuat supaya anak-anaknya tidak bisa [Link] ini
perlu dilengkapi dengan guard-rail (pintu penghalang) yang terletak di dalam, guna
mencegah babi kecil mati tertindih,lampu pemanas, diberikan tilam dari jerami kering yang
bersih serta dilengkapi dengan tempat makan khusus untuk anak-anak babi. Tempat makan
ini diberi pagar pemisah agar induk tidak bisa mengganggu makanan yang diberikan kepada
anak-anaknya.b)Kandang KelompokPada dasarnya kandang induk kelompok ini sama
seperti pada kandang individual. Biasanya konstruksi kandang ini ialah kandang ganda,
sehingga bisa dilengkapi dengan gang/jalan yang dapat dipakai untuk memberikan makanan
dan air minum, sedang alat perlengkapan lainnya sama seperti pada kandang
[Link] FatteningKandang fattening ini pada prinsipnya sama dengan kandang
induk, akan tetapi perlengkapan dan ukuran lebih sederhana, masing-masing bisa dibangun
konstruksi tunggal atau ganda. Konstruksi ganda ini bisa dipakai untuk kelompok fattening
yang jumlahnya lebih besar, namun tiap-tiap unit tak akan melebihi 12 –15 ekor. Di
samping kandang fattening ini berbentuk kandang kelompok, tetapi ada pula yang berbentuk
[Link]/ukuran:a)1m²/1 ekor, babi yang berat badannya rata-rata 80 kgb)0,75 m²
untuk berat 50 kg/ekorc)0,5 m² untuk babi berat 35 kg/[Link] PejantanKandang
pejantan dibangun khusus, terpisah dengan babi induk, dan usahakan agar bangunan itu
kuat, yang dilengkapi dengan halaman pengumbaran, agar pejantan bisa exercise(lantai) dan
bisa melihat babi-babi betina dari [Link] :a)2 x 3 m dan halaman 4 x 3 mb)Tinggi
kandang, bagian depan 2 m, belakang 1,5 m.
[Link] merupakan salah satu faktor penting dalam usaha ternak babi. Sebab 60% dari
keseluruhan biaya dihabiskan untuk keperluan babi-babi induk (bibit), dan 80% untuk
keperluan babi fattening. Oleh karena itu suatu hal yang perlu diperhatikan disini ialah
bahwa walaupun babi itu secara alamiah tergolong hewan yang makannya sangat rakus, dan
suka makan apapun, namun mereka perlu diberi makanan dengan perhitungan yang betul.
Sebab, di samping ternak babi itu banyak makan dan rakus, konversi terhadap makanan pun
sangant bagus, sehingga apabila pemeliharaannya baik, laju pertumbuhannya pun akan baik
pula. Perlu diingat bahwa babi termasuk hewan yang memiliki alat pencernaan sederhana,
yang tak mampu mencerna bahan makanan yang kadar serat kasarnya tinggi. Pakan untuk
ternak babi umumnya merupakan campuran dari berbagai macam bahan makanan yang
diberikan dalam kurun waktu tertentu (ransum). Beberapa faktor penting yang harus
diperhatikan peternak dalam pemberian pakan/ransum pada ternak babi adalah sebagai
berikut:a)Kandungan Zat MakananSemua bahan makanan yang diperlukan oleh babi
terutama terdiri dari enam unsur pokok : karbohidrat, serat kasar, lemak, protein, vitamin-
vitamin, mineral dan air. b)Penyusunan RansumApabila jumlah babi yang dipiara itu hanya
bebarapa ekor saja, maka kepada babi tersebut bisa diberikan sisa-sisa bahan makanan dari
dapur, seperti kulit pisang, pepaya, sayuran, nasi dan lain sebagainya. Akan tetapi betapapun
banyak sisa makanan yang bisa diberikan, namun praktek pemberian makanansemacam itu
kurang bisa dipertanggung jawabkan. Sebab bahan makanan tersebut bukanlah merupakan
rasum yang mempunyai susunan zat makanan dalam imbangan yang tepat seperti yang
diperlukan tubuh babi untuk keperluan pertumbuhan dan [Link] zat
makanan dalam ransum diperhitungkan berdasarkan beberapa faktor diantaranya:[Link]
peternakan itu sendiri, misalnya sebagai babi fattening, [Link] hidup babi, starter,
grower, finisher atau berat [Link] yang telah ada seperti zat-zat makanan yang
diperlukan dan pertimbangan ekonomis, serta bahan yang tersedia pada sepanjang tahun.
[Link] faktor-faktor tersebut di atas, maka dapat disusun berbagai macam ransum
sesuai dengan kebutuhan babi dan tujuan [Link] StarterYang dimaksud dengan
babi starter ialah anak babi yang masih menyusui dengan umur 8 –10 minggu. Pada fase
atau periode ini mereka harus mendapatkan ransum starter, yaitu ransum yang terdiri dari :
[Link] bahan makanan yang mudah dihisap oleh anak babi dan pula mudah dicerna
(creep feeder)[Link] serat kasarnya rendah, misalnya dari bahan jagung giling halus,
tepung susu skim. Sebab susu kandungan proteinnya tinggi, sedangkan jagung memiliki
kadar cerna yang tinggi dan merupakan sumber [Link] protein 20 –22 %,
MP [Link] kasar 3 %.Ransum GrowerBabi grower yaitu anak babi sesudah melampaui
fase starter sampai umur 5 bulan. Babi-babi yang telah melewati fase grower dan mencapai
berat 50 kg. Hal ini dimaksudkan agar :[Link] tumbuh cepat, sehat dan [Link]
menghasilkan babi-babi fattening yang tidak banyak lemak atau spek, melainkan banyak
[Link] bibit (breeding) dalam periode menyusui nanti akan bisa memproduksi air
susu cukup [Link]-babi yang hidup pada fase ini harus mendapatkan ransum grower,
yaitu ransum yang terdiri dari :[Link] yang agak kasar sedikit dari pada ransum
[Link] protein kurang lebih 17%, MP [Link] kasar 5%[Link] ekstra hijauan
segar, vitamin-vitamin dan mineral.
[Link] FatteningBabi fattening adalah babi-babi yang digemukkan sebagai babi potongan
yang beratnya 50 –100 kg. penggemukan ini dimulai semenjak mereka sudah melewati fase
grower yang berat hidupnya 50 kg sampai dengan bisa dipotong yaitu pada waktu mencapai
berat 100 kg. Ransum yang diberikan ialah ransum fattening, yang terdiri dari : -Bahan
makanan yang agak kasar-Kadar protein 14%, MP 69. Ransum BibitRansum bibit
merupakan ransum yang diberikan kepada babi dara, sebagai pengganti makanan fase
grower atau babi bunting3 bulan pertaman. Yang perlu diperhatikan dalam hal ini ialah babi
tidak boleh terlampau gemuk dan banyak fat. Untuk menghindarkan keadaan ini maka babi
tersebut harus diberikan ransum khusus yaitu ransum bibit yang terdiri dari:[Link]-bahan
makanan yang kadar serat kasarnyarelative tinggi kurang lebih 8,5%[Link] 14,5 %, MP
[Link] [Link] Induk MenyusuiRansum induk menyusui yaitu ransum yang
diberikan pada bulan terakhir pada masa bunting dan selama mereka menyusui. Ransum
tersebut terdiri dari : -Bahan yangkandungan serat kasarnya relative rendah, (7%) Serat
kasar yang tidak terlalu tinggi dimaksudkan untuk menghidari kemungkinan terjadinya
kesukaran buang kotoran (konstipasi) pada saat hendak melahirkan. Untuk mengatasi
konstipasi ini babi bisa ditolong dengan diberikan obat pencahar (urus-urus), misalnya
garam inggris sebanyak 1 (satu) sendok makan yang dicampur makanan. Pemberiannya
dilakukan beberapa hari sebelum dan sesudah melahirkan. Pada saat ini jumlah ransum bisa
dikurangi, tetapi harus betul-betul bermutu.-Kadar protein tinggi, 18,5%, MP 66Protein
yang tinggi diperlukan untuk : pertumbuhan embrio dan persiapan produksi air
18Beberapa faktor penting dalam pemeliharaan ternak babi:[Link] anak babi waktu lahir 1-
1,5 kg;[Link] anak babi sekali melahirkan 7-14 ekor;[Link] berat badan 450-500
gram/hari;[Link] penyapihan rata-rata 10-14 kg;[Link] untuk dikawinkan pertama kali
bagi betina 10-12 bulan, pejantan minimal 8 bulan;[Link] betina rata-rata 21
hari;[Link] birahi 2-3 hari, perkawinan dilakukan pada hari kedua saat babi itu
birahi;[Link] kebuntingan kira-kira 114 hari (3 bulan 3 minggu 3 hari);[Link] umumnya
melahirkan 2 x setahun;[Link] babi dijual setelah umur 8-9 bulan dengan berat hidup
80-100 kgHal-hal lain yang perlu diperhatikan oleh peternak:[Link] pada waktu lahir,
disapih;[Link] kelahiran, perkawinan, penyapihan;[Link] makanan yang
dihabiskan;[Link] dan penyakit yang timbul;[Link] babi;[Link] anak yang
dilahirkan;[Link]/sex anak yang dilahirkan;[Link] badan waktu dijual;[Link]
berat badan perhari;[Link] induk dan ayah;[Link] diambil dagingnya, seperti halnya
dengan kotoran ternak lain, kotoran babi juga dapat digunakan sebagai pupuk setelah kering
dan disimpan beberapa [Link] babi sejak lahir sampai berumur 10 hari menghadapi suatu
masa kritis sebab anak babi sangat sensitif dan tidak berdaya menghadapi lingkungan yang
berat. Kematian anak babi sangat menonjol apabila tatalaksana dan pemeliharaan induk dan
anak kurang baik. Oleh karena itu perlu diperhatikan beberapa hal dalam pemeliharaan
anak-anak babi misalnya:
[Link] kandang dengan sekat pengaman dalam kandang, tempat makan;[Link]
kebersihan kandang secara teratur dan kontinyu;[Link] setelah anak babi lahir, tali pusar
diolesi obat merah untuk menghindari infeksi;[Link] makan dan minum secara
teratur;[Link] induk babi mati, anak babi yang masih kecil dapat dipisahkan ke induk yang
lain atau diberi susu pengganti sebanyak 0,2 -0,4 liter/ekor/hari sampai umur 4-5
[Link] Anak Babi Sebelum DisapihAnak babi yang baru lahir harus segera
dibebaskan dari selaput lendir terutama yang menutup lubang hidung dan mulut. Setelah
dibersikan dan tali pusar serta gigi susu dipotong, babi ditimbang dan diberi nonor
kemudian dilepas untuk mendapat susu kolostrum induk. Dapat juga dilakukan usaha untuk
memberi kesempatan yang sama mendapatkan susu pertama (kolostrum) tersebut
(Aritonang dan Ginting, 1989 )Pemeliharaan Sesaat Setelah LahirSaat lahir, anak babi
memiliki kaki dan kepala yang relatif besar dengan permukaan tubuh yang luas
dibandingkan dengan bobot badannya. Karena anak babi memiliki lapisan lemak yang
sangat terbatas (1–2% ) dan benar–benar tidak ada rambut penutup, maka temperature
sekitarnya seharusnya 35°C. Bila temperatur kurang dari 35°C, anak babi akan
menggunakan air susu yang diperoleh dan glikogen (sumber energi) cadangan tubuhnya
mempertahankan panas tubuhnya. Cadangan glikogen hanya dapat memenuhi kebutuhannya
sekitar 7–8 jam. Anak babi yang baru lahir tak mungkin tahan hidup tanpa memperoleh air
susu yang cukup dan temperature lingkungan yang memadai (Sihombing, 2006). Anak babi
yang baru lahir tidak memiliki kekebalan atau pertahanan tubuhterhadap infeksi
[Link] ini baru dapat terbentuk setelah anak babi mendapat [Link]
kolostrum banyak mengandung protein, dan didalam protein itu terdapat
[Link] (immunitas) yang diperoleh dari kolostrum merupakan
pertahanan tubuh pada kehidupan sebelum umur 10–14 [Link] umur tersebut
kekebalan yang berasal dari kolostrum sangat menurun. Sesudah anak babi mencapai umur
3 minggu, didalam tubuhnya terbentuk kekebalan yang diperoleh dari luar, yang dimulai
dengan sangat lambat (Anonim, 1981). Anak babi umur 3–10 hari mengalami masa kritis.
Mereka sangat sensitif dan tidak
[Link] menghadapi lingkungan yang berat, kemungkinan–kemungkinan yang biasa
dihadapi yaitu : anak babi mudah kedinginan, anak babi banyak mati tertindih dan anak babi
mati lemas (Anonim, 1981). Sering terjadi induk jatuh sakit, atau mati pada waktu
melahirkan sehingga tidak bisa diasuh [Link] bila ada peristiwa semacam ini maka
peternak harus segera bisa mengatasi atau memberi pertolongan. Mereka bisa ditolong
dengan berbagai cara: diberi air susu sapi; dititipkan atau diasuh induk lain ( Anonim,
1981 ). Anak babi pada waktu lahir belumlah mempunyai sistim pengaturan suhu tubuh
yang [Link] babi ini tidak mampu mengatasi dirinya terhadap panasatau dingin yang
[Link] udara ikut menaikan kematian anak babi pada umur 2–3 hari, oleh karena
anak babiyang kedinginan dan menggigil pergerakannya menjadi lamban sehingga lebih
mudah ditindih oleh [Link] demikian, telah diketemukan bahwa di negara–
negara tropik angka kematian anak babi karena ditindih induknya dapat dikurangi dengan
memberikan panas pada anak babi setelah lahir selama beberapa hari (Williamson dan
payne, 1993).Anak babi dilahirkan dengan persediaan kandungan zat besi yang rendah pada
tubuhnya sedangkan susu induk tidak cukup kandungan besinya untuk memenuhi kebutuhan
anaknya. Akibatnya sering anak babi mengalami anemia karena kekurangan besi, terutama
didaerah dingin sedangkan di daerah–daerah tropis kejadiannya agak jarang (Williamson
dan payne,1993). Untuk mencegah kematian anak babi akibat defisiensi besi yang umum
terjadi maka setelah umur 2–3 hari anak babi diberi larutan besi yang dioles pada puting
susu induk, diberi per oral atau suntikan khusus. Keadaan kandang harus dijaga bersih,
kering, dan suhunya diatur agar anak babi dan induknya nyaman ( Aritonang dan Gintin,
1989 ).Pemotongan gigi anak babi dimaksudkan agar tidak melukai puting susu induk atau
menyebabkan luka antara sesama anak babi sewaktu bermainatau berkelahi. Demikian juga
pembuatan tanda pada telinga dengan keretakan atau tato diperlukan dalam pembuatan
silsilah yang berguna pada program seleksi (Aritonang dan Ginting, 1989).KastrasiAnak
babi jantan yang tidak dipakai bibit biasanya dikastrasi oleh karena akan mengurangi
pengelolaan dan mencegah perkawinan yang tidak diinginkan. Kastrasi akan mengurangi
konversi makan pada babi. Makin mudah dikastrasi makin gampang pelaksanaanya dan
dilakukan biasanya 7–10 hari sebelum penyapihan. Hal ini akan membuat babi sudah
sembuh pada waktu disapih (Williamson dan Payne, 1993).
21Mencret atau diare sangat umum terjadi dalam kehidupan genjik 2 minggu
[Link] dalam kolostrum induk sangat membantu pencegahan problem mencret
pada anak babi (Sihombing, 2006).Babi jantan yang digunakan sebagai pejantan pada umur
10 bulan dapat mengawini 1 sampai 2 ekor babi betina/hari dan dalam seminggu jangan
lebih dari 3 kali kawin. Perbandingan jumlah pejantan dan induk babi 1 ekor : 8 -10 ekor.
Anak babi yang tidak digunakan sebagai calon pejantan sebaiknya segera dikebiri berumur
kira-kira 3 minggu. Babi yang digunakan sebagai calon induk dikawinkan pertama kali pada
umur 9 bulan, sedangkan induk babi yang baru melahirkan sudah dapat dikawinkan kembali
setelah umur 12 minggu atau setelah anaknya disapih.3.5 Pengobatan dan Pencegahan
PenyakitPada prinsipnya penyakit yang menyerang babi bisa digolongkan menjadi
dua:[Link] Tak MenularMisalnya penyakit akibat kekurangan zat-zat makanan tertentu
(deficiency) seperti anemia, bulu rontok, rachitis, keracunan, dan [Link]
MenularPenyakit yang disebabkan oleh gangguan dari suatu organisme (bakteri, virus dan
parasit) seperti cacing, kutu, dan lain -[Link] ini hal –hal penting yang harus dilakukan
oleh peternak dalm menjalani usaha ternak babi agar ternak babi dapat terhindar dari
berbagai penyakit:[Link] dan kuantitas pakan/ransum diperhatikan;[Link] air minum
diperhatikan;[Link] kebersihan ternak babi;[Link] desinfeksi kandang
danperalatan, penyemprotan insektisida terhadap serangga, lalat dan pembasmian terhadap
hama lainnya;[Link] memperhatikan kondisi ternak, termasuk kondisi
fisiologis;[Link] vaksinasi;[Link] ternak yang sakit ke kandang isolasi;
[Link] mengobati ternak yang sakit;[Link] konsultasi dengan penyuluh peternakan
atau dokter hewan;[Link] atau mengubur bangkai babi yang mati karena penyakit
hewan menular dibawah pengawasan Dokter Hewan Peternakan setempat;Dalam usaha
ternak babi ada beberapa tahapankegiatan yang dilakukan, yaitu:[Link]
ReproduksiUntuk mengusahakan atau memajukan usaha ternak, hendaknya mengarahkan
usaha ternak tersebut ke tingkat yang lebih [Link] Karen itu peternak harus
bisa menghayati pengertian-pengertian pemuliabiakan, perkembangbiakan di dalam
hubungannya dengan [Link] berarti mengawinkan sekelompok ternak
dengan maksud untuk memperbaiki (mengupgrade), dan sekaligus
[Link] demikian perkawinan bukan terjadi kebetulan atau liar,
melainkan diatur dan [Link] sebelum ternak babi induk dan pejantan dikawinkan,
terlebih dahulu perlu diadakan [Link] adalah memilih hewan-hewan ternak yang
bernilai tinggi, yakni memiih babi-babi yang menguntungkan. Pemilihan babi-babi dewasa
yang hendak dipakai sebagai bibit dapat dilakukan dengan cara melihat bentuk luar babi
atau pejantan dan juga melihat hasil produksi [Link]-ciri pejantan yang baik
antara lain : kepala besarnya sedang, rahang ringan, tubuh panjang, bahu lebar dalam,
punggung agak berbentuk busur dan kuat, perut bila dipegang lunak dan halus, jumlah
putting susu cukup banyaj dan genap 12-14 buah dan letaknya baik dan simetris, kaki kuat
(bisa berdiri tegak pada keempat kaki), tumit kuat, kuku lengkap dan simetris, ham (paha)
tebal dan lebar, ekor melingkar, laju pertumbuhan diatas rata-rata dan pada umur 6 bulan
beratnya minimal 75 kg, tebal lemak punggung pada umur 6 bulan (75 kg) maksimal 3,5
[Link]-ciri pejantan yang baik antara lain: bersemangat, bersifat agresif/aktif terhadap
betina, mata lebar dan waspada, kepala ringan, bahu lebar rata, punggung sedikit lengkung,
ekor melingkar menunjukkan babi sehat, kaki kuat, berdiri tegak pada keempat kaki, kuku
lengkap dan bersih, tumit kuat, putting cukup banyak dan genap 12-14 buah dan berjarak
sama (simetris), jalannya bagus tidak terhuyung-huyung, bagian bawah/perut rata, laju
pertumbuhan di atas rata-rata dan pada umur 6 bulan beratnya lebih dari 80kg, tebal lemak
punggung pada berat 80 kg
[Link] lebih dari 3,62 cm, konversi ransum pada berat 50-90 kg berkisar antara 2,8-3,2
(setiap konsumsi 1 kg ransum menghasilkan 2,8-3,2 kg daging).[Link] dan
Merawat Kandang Kandang ternak babi harus dirancang dan dibangun secara baik untuk
menjamin penampilan maksimum dari ternak babi dan efisien dalam penggunaan tenaga
[Link] harus selalu dibersihkan, dinding kandang digosok atau disemprot dengan
desinfektan secara periodic agar kotoran atau debu-debu yang melekat dan kuman-kuman
beserta parasite yang bersarang di dalamnya bisa bersih dan tak akan mengganggu ternak
[Link] babi memerlukan banyak air, baik untuk keperluan minum, memandikan
ataupun untuk kebersihan lantai [Link] bangunan kandang babi hendaknya
dibangun di tempat yang dekat dengan sumber [Link] peternakan babi ditekankan
pentingnya persediaan air dan sistim penyalurannya untuk mengurangi tenaga kerja dalam
pemberian air kepda ternak dan untuk membersihkan kandang babi itu [Link]
kandang terutama lantai, menentukan banyak tenaga kerja yang dibutuhkan untuk
membersihkan. Biasanya dikenal 2 tipe lantai, yaitu lantai padat/polos (solid floor) atau
plesteran dan yang kedua yaitu lantai yang berupa kisi-kisi atau berbilah (slotted floor) yang
terbuat dari batangan-batangan coran, aluminium, logam berlubang-lubang, fiberglass atau
[Link] bangunan kandang babi tergantung dari banyak babi yang dipelihara dan tipe
usaha yang [Link] usaha yang hanya menggemukkan babi, kandangnya sederhana
dan dapat semacam [Link] banyak induk yang dipelihara, luas bangunan kandang
meningkat dan macam kandang [Link] ternak babi yang besar mungkin
membutuhkan kandang yang makin kompleks, sebab mungkin pekerjaan otomatis
[Link] dan Pemberian Pakan dan Air MinumMakanan merupakan salah
satu factor penting dalam usaha ternak [Link] 60% dari seluruh biaya dihabiskan untuk
keperluan babi-babi induk (bibit) dan 80% untuk keperluan fattening (penggemukan).Babi
merupakan ternak omnivore dimana dalam beberapa hal berkompetisi dengan manusia
terhadap makannannya karena babi dapat hidup baik dengan makanan yang juga dimakan
oleh manusia, tetapi untungnya babi juga dapat hidup dari makanan sisa atau hasil
sampingan yang tidak berguna sebagai makanan bagi manusia.
[Link] IV MANAJEMEN PEMILIHAN BIBIT TERNAK BABI
keberhasilan di dalam usaha ternak babi adalah juga sangat tergantung kepada
pemeliharaan induk dan pejantan yang memiliki sifat-sifat baik. Oleh karena itu para
peternak yang maju, tentu saja akanselalu mengadakan seleksi terhadap ternaknya. Seleksi
berarti memilih hewan ternak yang bernilai tinggi, yakni memilih babi-babi yang
menguntungkan. Dengan seleksi itu diharapkan ada perbaikan karakter ekonomi tertentu,
terutama mengenai :-Pertumbuhan :Cepat -Daya Tahan : Kuat -Produksi : Cukup BaikDi
dalam suatu usaha untuk memajukan dan mengembangkan ternak babi, para peternak
bukanlah sekedar memperbanyak atau mengembangbiakkan ternaknya, melainkan sekaligus
memuliakan ternak (meng-upgrade).Di sini pada semua babi induk dan pejantan yang
hendak dikawinkan harus dilakukan seleksi terlebih [Link] demikian perkawinan
bukan terjadi secara kebetulan atau liar, melainkan diatur dan terarah.4.1 Memilih Bibit
yang baikPemilihan bibit yang baikmerupakan langkah awal keberhasilan suatuusaha
peternakan. Syarat-syarat yang perlu diperhatikan pada waktumemilih bibit:[Link] yang
sehat, bentuk tubuh yang baik ciri-cirinya : letak puting simetris dan jumlah 12 buah kiri dan
kanan, ambing yang besar dengan saluran darah terlihat jelas, tubuh yang padat dan
kompak, kaki yang tegap dan kokoh, tubuh yang panjang dibandingkan dari babi-babi yang
sama [Link] babi yang akan di ternakan sebaiknya berasal dari induk yang sering
menghasilkan anak banyak atau biasanya mempunyai anak lebih dari 5 ekor dalam satu
kelahiran dan sanggup atau menjaga anak-anaknya sampai saat lepas susu, maupun pejantan
yang sanggup atau mempunyai kemampuan kawin serta menghasilkan anak lebih dari 5
ekor.4.2 Pelaksanaan SeleksiUntuk memilih babi-babi dewasa yang hendak dijadikan bibit,
bisa dilakukan dengan berbagai cara, yakni atas dasar :
25. Pemilihan individu. 2. Pemilihan atas hasilproduksi. 3. Pemilihan berdasarkan silsilah.1.
Pemilihan IndividuPemilihan individu ini terutama berpangkal pada: a)KesehatanBabi yang
hendak dijadikan bibit harus betul-betul kuat dan sehat. Tanda-tanda babi yang sehatNafsu
makan baik, normal.Pertumbuhan baik, cepat menjadi besar.Lincah, gesit.Kotoran
tidakterlalu keras atau encer. Air kencing keluar terputus-putus (pejantan). Ekor
melingkarb)Kesuburan dan sifat keibuanBabi induk yang subur Induk yang subur ialah
induk yang pada setiap kali birahi mampu memproduksi ata mengovulasikan sel telur dalam
jumlah besar, 14 –18 buah. Dan sejumlah besar di antaranya bisa ditunasi, sehingga pada
saat induk itu melahirkan jumlah anaknya pun cukup [Link] induk yang subur ini pada
umumnya memiliki intensitas beranak yang cukup baik, minimal dua kali beranak dalam
waktu 1 tahun.
[Link] keibuanadalah induk-induk yang pandai merawat anak-anaknya dan produksi air susu
pun banyak, sehingga mereka selalu siap menyusui anaknya dengan rajin. Hal ini sama
sekali berbeda dengan induk-induk yang memiliki sifat buas, mereka pasti akan selalu
memusuhi anak-anaknya dan bahkan kurang mengerti terhadap anak-anaknya yang
tertindih. Jadi induk-induk yang baik bukan saja mereka yang bias menghasilkan anak
banyak, melainkan juga induk-induk yang mampu memproduksi air susu yang cukup tinggi
dan bias merawat anak-anaknya dengan baik. Sebab induk yang produksi susunya sedikit,
anak-anaknya pasti banyak yang mati kelaparan. Demikian pula bagi induk yang tak
memiliki sifat keibuan, maka anak-anak asuhannya pun pasti akan banyak yang mati akibat
tertindih atau terlantar. Demikian kedua faktor ini betul-betul sangat penting di dalam
seleksi. Walaupun jumlah anak yang dilahirkan itu bias dipengaruhi oleh berbagai faktor
seperti umur induk, kondisi induk waktu kawin serta pejantan yang dipakai, namun
27-Jumlah putting :Cukup banyak, 12-14 buah dan letaknya simetris, genap. -Kaki : Kaki kuat,
lurus, tumit kuat, kuku rapat, simetris dan kuat -Ham (paha) : tebal, lebar -Ekor : melingkar
(menunjukkan babi yang sehat)Babi jantan -Kepala : Ringan.-Pandangan :Tajam. -Tubuh :
Panjang, pada punggung agak melengkung dan kuat. -Bahu : Lebar, dalam dan rata dengan
punggung. -Kaki : Kuat, lebih-lebih kaki belakang, dengan tumit yang kuat.-Kuku : Rapat,
simetris, bersih. -Testes : Besarnya sama, simetris. -Jumlah putting : cukup banyak, 12-14
buah dan genap. -Perut : Bagian bawah rata. -Temperamen : Agresif, bersemangat.
[Link] berdasarkan silsilahBabi-babi yang hendak dipakai sebagai bibit harus diketahui
jenis atau bangsa serta [Link] terhadap suatu bangsa babi atau strain yang
hendak diternakkan tentu saja tergantung pada kesenangan peternak dan lingkungan di mana
bangsa tersebut sudah banyak diternakkan. Dan selanjutnya untuk mengetahui bangsa babi
tersebut termasuk tipe pedaging atau spek, bisa diamati pada bentuk luarnya. Adapun
perbandingan sifat-sifat terpenting kedua tipe tersebut ialah :Bentuk LuarTipe
SpekPedagingBentuk badanPendek, lebar dan dalamPanjangKepalaAgak pendek dan rahang
beratAgak panjang dengan rahang ringanBagian tubuhBahu lebar dalamRingan, dada
dangkalBagian tengahPendek, lebarLebar, panjangBagian belakangLebar, pendek, bulat
berlemakLebar, panjang dan silang segi empat dengan ham yang dalamBagian kakiPendek,
lebarAgak ringan
[Link] VMANAJEMEN PAKANPemberian makanan yang semestinya merupakan hal yang
sangat penting sebab biaya makanan menduduki tempat tertinggi dari ongkos produksi total
yang kadang–kadang meliputi 80%, ini disebabkan babi tumbuh sangat cepat dan
konsekuensinya keperluan akan makanansangat tinggi. Anak babi yang beratnya 1,4 kg pada
waktu lahir mencapai 163 kg setelah 18 bulan kemudian. Bila babi diberi makan berlebihan
maka cenderung menjadi gemuk dengan cepat dan sifat ini adalah menurun, hal ini juga
tidak ekonomis (Williamson danPayne, 1993).Begitu umur 1 minggu anak babi diberi creep
feeds. Creep feedingadalah cara pemberian makanan pada anak babi terpisah dari makanan
induknya. Creep feeds hendaknya diberikan dalam bentuk kering dan anak babi lebih suka
dalam bentuk pelletatau butir–butiran (Williamson dan Payne, 1993).Pemberian pakan pada
babi memperhatikan penggolongan menurut tujuan dan umurnya. Tiap golongan atau kelas
memiliki kebutuhan gizi yang khusus dan cara pemberiannya juga berbeda. Dalam beberapa
hal, ransum digolongkan menjadi 3 kategori yaitu ransum starter, ransum grower dan
finishing, yang juga merupakan ransum induk yang menyusui dan ransum babi bunting yang
sekaligus juga merupakan ransum untuk [Link] 5.1 Ransum untuk berbagai kelas
babiKelasRansumPeriode/Berat%ProteinKonsumsi HarianLahir-sapihStarterLahir -17,5
kg18BebasSapih-jualGrower17,5 -55kg16PenuhSapih-jualFinisher55 –
90kg14PenuhBibitBuntingSaph -melahirkan12-142 kgBibitLaktasiMelahirkan –sapih165
atau penuhBibitPejantan142,5 kg5.1Pakan Ternak [Link] untuk babi mudaBabi muda
diberi pakan dengan caracreep feedingdidalam kandang kelahiran dari umur 7 sampai 10
hair. Jumlah pakan yang diberikan sedikit saja dengan pemberian 2 atau 3 kali
[Link] agar pakan yang diberikanitu senantiasa baru dan segar. Pada waktu babi muda itu
mulai bisa makan (yaitu pada umur sekitar 2 minggu) pakan disediakan lebih banyak. Air
minum yang bersih dan segar disajikan tidak bersama-sama dengan airminum untuk
induknya. Bahan yang digunakan untuk ransum starter haruslah bahan yang bener-bener
berkualitas bagus dan yang sifatnya palatable(disukai) supermentasi zat besi
[Link] itu antibiotik juga diberikan di dalam ransum starter untuk pencegahan
penyakit serta merangsang laju [Link] growerdan finisherTahapan
pemeliharaan grower dan finisher biasa diikuti dengan pemberian pakan penuh dengan
ransum grower –finisher yang berkualitas tinggi. Ransumnya berbeda untuk yang tahapan
grower (beratbadan 17,5 sampai 55 kg) dengan yang tahapan finisher (berat 55 kg samapi
dipasarkan). Ransum grower kadar proteinnya lebih tinggi guna pembentukan protein serta
pertumbuhan jaringan tubuh dan tulang, sedangkan ransum finisherkadar energinya yang
lebih tinggi untuk penggemukan dan finishing, sehingga siap
[Link] babi termasuk hewan berlambung tunggal dan tidak
memiliki rumen, maka babi tidak memperoleh keuntungan dari pencernaan mikro
organisme yang meliputi pembentukan protein berkualitas tinggi, pembentukan vitamin B,
serta pemanfaatan pakan tersebut. Oleh karena itu, jumlah bahan pakan berserat di dalam
ransum babi haruslah tidak lebih dari 5% dan kualitasnya pun harus bagus misalnya tepung
daun alfalfa, legum atau tanaman biji sereal. Hijauan di dalam ransum berperan sebagai
sumber vitamin, sebagai bahan pengisi lambung (bulk) dan dapat pula bersifat
[Link] dalam ransum babi haruslah berkualitas tinggi untuk memenuhi tuntutan
kebutuhan asam amino (unsur penyusun protein) dalam jumlah dan proporsi yang memadai
agar pembentukan protein pada tubuh babi itu berjalan baik. Oleh karena itu kadar asam
amino di dalam pakan adalah hal yang penting. Perlunya penambahan vitamin B ke dalam
ransum adalah karena saluran pencernaan babi tidak mampu mensintesis vitamin tersebut
sejumlah yang [Link] dapat dilakukan dengan pakan yang bermutu dan
bernutrisi, sesuai dengan ternak berdasarkan fase pertumbuhan (starter, grower), fattening,
laktasi dan bibit. Bahan pakan yang diberikan sebaiknya yang mengandung sumber protein,
misalnya : tepung ikan, bungkil kacang tanah susu bubuk dll. Mengandung karbohidrat
seperti : jagung, gandum, molase dsb. Mengandung vitamin dan mineral dapat berupa
hijauan, tepung lamtoro.
[Link] dan Cara PemberianPakanMakanan untuk babi biasanya merupakan campuran
basil-basil pertanian dan basil-basil ikan, sisa-sisa dapur/warung, hijauan muda sebagai
sumber vitamin seperti kangkung, keladi, ketela pohon, garam dapur dan [Link]
makanan yang diberikan seperti bungkil kelapa, dedak, jagung, sisa-sisa ubi kayu, ubi jalar
dan daun-daun ikutan pertanian. Jumlah makan yang diberikan:Untuk anak babi berumur
kurang lebih 8 minggu 0,25 kg/ ekor/hariUntuk anak babi berumur 1 tahun sebanyak 2
kg/ekor/hari.Untuk induk yang tidak menyusui/ tidak bunting kurang lebih 2
kg/ekor/hari.Untuk induk babi yang bunting sebanyak kurang lebih 2,5
kg/ekor/hari.Untuk induk menyusui 2 kg/ekor/hari ditambah dengan jumlah anak dikalikan
0,25 kg/ekor/hari.Untuk pejantan sebanyak 3 –4 kg/ekor/[Link] diberikan 2-3 kali
sehari dan tidak mutlak harus dimasakkarena zat-zat vitamin dalam campuran makanan
yang dimasak akan rusak atau hilang, namun ada pula yang perlu dimasak seperti ubi kayu,
daun keladi dan kacang kedelai sebab mengandung racun, dapat menimbulkan gatal gatal,
mengandung zat anti metabolik. Ternak babi disamping membutuhkan makanan juga
membutuhkan air minum yang bersih setiap hari dan disediakan secara tak terbatas dalam
kandang sehingga babi dapat minum sesuai dengankebutuhannya.
[Link] VI MANAJEMEN PERKANDANGAN TERNAK BABI
1. Fungsi KandangKegunaan kandang begitu amat besar, baik terhadap hewan ternak yang
dipiara ataupun bagi peternaknya, sebab kadang berfungsi :[Link] menghindarkan
terhadap lingkungan yang merugikan. Misalnya adanya angin langsung, air hujan dan terik
[Link] mempertahankan kehangatan dalam kandang di waktu malam atau dingin.
Hal ini bisa kita maklumi karena tubuh hewan itu sendiri mengeluarkna panas, sehingga
adanya atap dan dinding, panas dalam kandang yang hilang lewat atap dan dinding bisa
[Link] tatalaksana. Adanya kandang, semua tatalaksana seperti
pemberian makan, air minum, memandikan akan menjadi lebih [Link]
melakukan pengawasan dalam penggunaan makanan. Semua penggunaan makanan untuk
maksu-maksud tertentu seperti untuk tujuan berproduksi, [Link] mudah
diawasi dan dilakukan [Link] melakukan pengawasan
terhadap pertumbuhan serta kemungkinan adanya gejala [Link] tempat dan
mengurangi pengotoran di sembarang [Link] melakukan pengawasan
terhadap gangguan keamanan seperti pencurian, gangguan binatang buas ataupun dari
sesama kawan yang berbeda unur.6.2 Persyaratan Kandangyang BaikSyarat-syarat yang
harus diperhatikan dalam pembuatan kandang babi :[Link] dibangun dengan model
terbuka dibagian atas dinding kandang, supaya mendapat cukup sinar matahari dan
pertukaran udara yang cukup baik. Bagian bawah kandang kalau memungkinkan dapat
dibuat tembok setinggi 1 [Link] kandang sebaiknya dibuat dari dasar yang kuat dan
kalau memungkinkan dapat dibuat lantai semen, tetapi usahakan jangan terlalu licin serta
sedikit [Link] kandang dibuat saluran air, yang berfungsi membuang kotoran
sewaktu membersihkan kandang. Lebar maupun dalam saluran kurang lebih 25 cm dan agak
miring,
[Link] letak pembuangan kotoran agak jauh dari [Link] dapat dibuat dari seng
tetapi sebaiknya terbuat dari bahan yang tidak menyerap panas misalnya daun sagu atau
daun [Link] kandangKandang beranak dengan ukuran 2,5 meter panjang dan
lebar 1,5 meterKandang untuk ekor pejantan berukuran 3 x 2 meter.Kandang untuk babi
berumur 3 bulan -1 tahun dengan ukuran panjang 1 meter dan lebar 1 meter untuk tiap
[Link] kandang harus dipilih yang bertopografi yang memungkinkan digunakan untuk
peternakan [Link] mungkin dari areal perkandangan dapat disalurkan limbah ternak
ketempat penampungan limbah oleh grafitasi [Link] permukaan harus diarahkan menjauh
dari tempat perkandangan dan penampungan [Link] dari kandang dan dari
penampungan limbah sedapat mungkin tinggal dilahan peternak itu sendiri dan jangan
mencemari lahan milik [Link] letak bangunan biasanya disesuaikan dengan keadaan
atau topografi lahan, namun harus memenuhi persyaratan teknis kandang ternak babi. Bagi
peternak babi dangan usaha sekeluarga, atau beternak babi di pekarangan rumah yang
memelihara sampai 10 ekor induk, dapat mendirikan hanya satu bangunan kandang dengan
luas lantai misalnya 50 m² dengan manajemen pemeliharaan yang efisien. Dalam bangunan
kandang tersebut sudah dapat petak kandang jantan, induk tak bunting dam babi bunting,
kandang melahirkan sekaligus untuk induk berlaktasi serta kandang membesarkan anak atau
kandang [Link] merancang suatu kompleks peternakan babi, sasaran atau
tujuan dapat dinyatakan pada salah satu atau beberapa dari pada hal sebagai berikut:[Link]
mengandangkan ternak babi baik menggunakan ventilasi dengan tenaga maupun ventilasi
secara [Link] fasilitas untuk babi yang [Link] menghasilkan
dagingRancangan perkandangan dapat berubah dari waktu lalu ke sekarang berdasarkan
pengalaman sebelumnya baik kegagalan maupun [Link] merancang suatu
perkandangan selalu dipertimbangkan agar biaya sekecil mungkin, dengan penampilan dan
34. kualitas yang dapat [Link] pada kandang ternak sebenarnya tekananutama (paling
besar)ditujukan pada penampilan dimana hal itu mempengaruhi terhadap biaya dari system
[Link] merancang bangunan utnuk ternak terdapat enam data dasar yang diperlukan,
dimana satu dengan yang lain tidak terpisah tetapi harus dipertimbangkan segala interaksi dan
pengaruhnya. Tersedianya informasi yang cukup tentang lingkungan ternak sehingga
memungkinkan kita untuk menduga modifikasi iklim yang diperlukan untuk mencapai
penampilan optimum secara [Link] lingkungan memungkinkan disiapkan
untuk jangka panjang, misalnya harus dipersiapkan untuk jangka waktu 25-50 tahun masa
yang akan datang, karena modal yang diinvestasikan relatif tinggi. Penting pula diperhatikan
dari faktor fisik, ekonomis dan sosial, terutama di Indonesia, dan juga agar sesuai dengan
makna yang terkandung dalam peraturan yang berlaku. Undang-undang RI No. 4 tahun
terutama Pasal
[Link] penampungan limbah [Link] Kandang dari PemukimanTernak dapat
mencemari lingkungan dalam bentuk pencemaran air permukaan maupun air dalam tanah,
udara, maupun bising oleh suara [Link] sebab itu jarak peternakan, dalam hal ini
kandang tempat mengurung ternak, harus diperhatikan jarak minimalnya dari
[Link] kandang harus cukup jauh jaraknya dari rumah-rumah pemukiman
untuk menghindari polusi kebisingan, udara dan air bagi penghuni rumah tempat tinggal
bangunan-bangunan atau pusat-pusat kegiatan lain. Pemukiman dapat digolongkan menjadi
4 besar, yaitu:Golongan 1: pusat-pusat kegiatan pinggir kota, rumah sakit, sekolah,
[Link] 2:banyak rumah-rumah [Link] 3: sedikit rumah
pemukiman, tempat rekreasi dan [Link] 4: daerah pertanian dan peternakan,
sedikit rumah [Link] pisah minimum (JPM) yang disarankan untuk usaha
peternakan babi sesuai banyak ternak yang dipelihara dan golongan pemukiman sebaiknya
adalah seperti table 6.1. Tabel 6.1Jarak pisah minimum (meter) peternakan babi dari
pemukimanJarak (m)Banyak IndukPemukiman lahan sekitar50100200Golongan
(1)7259001100Golongan (2)450550700Golongan (3)360450550Golongan
(4)3204005006.8SuhuBangunan kandang babi untuk daerah tropis seperti Indonesia lebih
sederhana dibandingkan dengan untuk daerah subtropik atau daerah beriklim dingin. Suhu
Indonesia rata-rata 27,2°C, namun suhu di berbagai daerah berbeda, tergantung dari letak
geografis, ketinggian (altitut) tempat, kelandaian, sinar, angin, hujan dan kelembaban.
[Link] 6.2Suhu Optimal Bagi Ternak BabiStatus BabiBobot badan (kg)Suhu optimal
(°C)Baru Lahir1-235Menyusu2-525-34Lepas sapih / fase bertumbuh5-4018-24Fase
bertumbuh-pengakhiran40-9012-22Babi bunting130-25014-20Induk Menyusukan anak130-
2505-18Suhu optimal bagi ternak babi berbeda menurut umur atau bobot badannya (Tabel
6.2): anak babi yang baru lahir memerlukan suhu yang relatif tinggi, sedang babi dewasa
memerlukan suhu yang relatif rendah. Suhu lingkungan mikro harus dimodifikasi agar
sesuaidengan tuntutan hidup ternak babi yang dipelihara dalam [Link] diusahakan
agar mikroklimat dalam kandang serasi bagi kehidupan atau kebutuhan fisiologis babi. Bila
suhu terlalu tinggi, babi akan kehilangan panas evaporatif ( berkeringat atau terengah-
engah), konsumsi makanan biasanya menurun, konsumsi air minum meningkat, berusaha
mencari kesejukan, dan tingkah laku mungkin berubah, dan faktor-faktor tersebut
mengakibatkan gangguan produksi. Suhu lingkungan yang berbeda mengakibatkan
pertumbuhan babi berbeda (Tabel 6.3). Temperature yang terlalu tinggi atau terlalu rendah
akan mengganggu kehidupan babi, sebab babi akan bertumbuh baik di lingkungan zone
termonetralnya, yakni berkisar antara 20-26°C.
[Link] temperature lingkungan terhadap pertumbuhan babiBobot badan
(kg)Temperatur Lingkungan (°C)410162127323843450,600,620,720,910,890,640,18-
0,60700,580,670,790,980,930,52-0,09-0,60900,540,710,871,010,760,40-0,35-
1150,500,760,940,970,680,28-0,62-1350,460,801,020,930,620,16-0,88-
1600,430,851,090,900,550,15-1,15-Syarat faktor-faktor fisik bangunan kandang untuk
daerah tropis:[Link] bangunan yang tahan lama, relatif murah dan berdaya pantul tinggi
terhadap sinar;[Link] rendah menyimpan beban panas yang berasal dari tubuh
ternak;[Link] (slope) atap cukup, biasanya 30-45°C sehingga ternak terlindung baik
terhadappanas sinar, hujan dan angin;[Link]-langit bangunan cukup tinggi sesuai
kebutuhan;[Link] sirkulasi udara yang baik, sehingga udara tak sehat keluar dan
terjamin sirkulasiudara tak sehat keluar dan udara segar masuk;[Link] ruangan bagi ternak
cukup [Link] memanjang (poros) bangunan kandang adalah Timur-Barat, berbeda
dari arahbangunan di daerah beriklim subtropis ataupun beriklim dingin.
. DAFTAR PUSTAKA
Animal Waste Management. 1971. Proceedings of National Symposium on Animal Waste
Management, September 28-30, 1971. The Airlie House, Warrenton, [Link].
1947. Pig Boom in China. Pig International (Sept., 1974), hlm. [Link], dkk. 2003.
Manajemen Ternak Potong. Unsoed. PurwokertoSihombing, D.T.H. 1997. Ilmu Ternak
Babi. Fakultas Peternakan IPB, Bogor.