0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan20 halaman

Kreativitas UMKM Mahasiswa di Pandemi

Mini riset ini membahas kreativitas UMKM mahasiswa di tengah pandemi Covid-19. Tujuannya adalah mengetahui bagaimana UMKM mahasiswa dapat bertahan dengan berinovasi selama pandemi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka tentang dampak Covid-19 terhadap UMKM dan bagaimana UMKM mahasiswa dapat berkreasi untuk tetap beroperasi.

Diunggah oleh

Lovenzky Jonathan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
18 tayangan20 halaman

Kreativitas UMKM Mahasiswa di Pandemi

Mini riset ini membahas kreativitas UMKM mahasiswa di tengah pandemi Covid-19. Tujuannya adalah mengetahui bagaimana UMKM mahasiswa dapat bertahan dengan berinovasi selama pandemi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka tentang dampak Covid-19 terhadap UMKM dan bagaimana UMKM mahasiswa dapat berkreasi untuk tetap beroperasi.

Diunggah oleh

Lovenzky Jonathan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

METODOLOGI PENELITIAN KUALITATIF

(Kreatifitas UMKM Mahasiswa Di Tengah Pandemi Virus Covid-19)

Mini Riset yang Dibuat Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Metodologi Penelitian
Kualitatif
Dosen Pengampu: Rijal Abdillah, [Link], M.A

Disusun oleh:
Ardo Wijaya Putra 201910515052
Christian Bramantio Musila 201910515211
Christina Alvita Damayanti 201910515087
Faizal Ramadani 201910515129
Hany Milenia Azizah 201910515068
Lovenzky Jonathan Prasetyo 201910515185
Rafika Japalsyah 201910515131
Nabiilah Dwi Syaputri 201910515219

Kelas 4-A3
PROGRAM STUDI PSIKOLOGI
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS BHAYANGKARA JAKARTA RAYA
BEKASI
2020/2021
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas kehadirat-Nya,
kami diberikan kesehatan sehingga kami dapat menyelesaikan tugas kami yaitu mini
riset, yang berjudul “Kreatifitas Masyarakat Di Tengah Pandemi Virus Covid-19”. Mini
riset yang kami buat dan susun untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh dosen kami
pada mata kuliah metodologi penelitian kualitatif.
Mini riset ini telah kami susun dengan semaksimal mungkin dan mendapatkan bantuan
dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan mini riset ini. Untuk itu
kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi
dalam pembuatan mini riset ini.
Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik
dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan
terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat
memperbaiki mini riset ini.
Akhir kata kami berharap semoga mini riset yang kami buat serta kami susun mengenai
“Kreatifitas Masyarakat Di Tengah Pandemi Virus Covid-19”, dapat memberikan
manfaat menambahkan sebuah wawasan maupun inpirasi terhadap pembaca.

Bekasi, 15 April 2021

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Fokus Penelitian
1.3 Tujuan Penelitian
1.4 Manfaat Penelitian
1.5 Keaslian Penelitian
BAB II KAJIAN PUSTAKA
2.1 Landasan Teori
2.2 Kajian Pustaka
2.3 Pertanyaan Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN

DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pada tahun 2019 China digemparkan dengan wabah atau penyakit virus corona 2019
(corona virus disease/COVID-19), sebuah nama baru yang diberikan oleh Wolrd Health
Organization (WHO) bagi pasien dengan infeksi virus corona 2019. Pertama kali virus
ini memiliki nama yaitu MERS DAN SARS virus Corona adalah virus yang
berkembang dari kedua virus tersebut dan pertama kali virus itu di dilaporkan dari kota
Wuhan, Cina pada akhir 2019. Penyebaran yang terjadi secara cepat dan membuat
ancaman pandemi baru. Pada tanggal 10 Januari 2020, etiologi penyakit ini diketahui
pasti yaitu termasuk dalam virus ribonucleid acid (RNA) yaitu virus corona jenis baru,
betacoronavirus dan satu kelompok dengan virus corona penyebab severe acute
respiratory syndrome (SARS) dan middle east respiratory syndrome (MERS CoV).
Diagnosis ditegakkan dengan risiko perjalanan dari Wuhan atau negara terjangkit dalam
waktu 14 hari disertai gejala infeksi saluran napas atas atau bawah, disertai bukti
laboratorium pemeriksaan real time polymerase chain reaction (RT-PCR)COVID-19.
Wolrd Health Organization membagi penyakit COVID-19 atas kasus terduga (suspect),
probable dan confirmed, Dilansir dari The New York Times, Rabu (8/7/2020) risiko
penularan virus Corona melalui udara ini paling tinggi terjadi di ruangan tertutup
dengan ventilasi yang buruk. Hal ini jugalah yang menjelaskan peristiwa mengenai
kasus penyebaran virus yang terjadi di beberapa tempat seperti pabrik, gereja, dan
restoran. 

Sedangkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI)


mengklasifikasikan menjadi orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan
(PDP), orang tanpa gejala (OTG) dan pasien terkonfirmasi bila didapatkan hasil RT-
PCR COVID-19 positif dengan gejala apapun. Di Indonesia sendiri Virus ini mulai di
kenal di Minggu ke-3 Januari 2020 menurut tim pakar Fakultas Kesehatan Universitas
Indonesia yang di cantumkan dalam Detik news, menurut para ahli FKM UI virus ini
bisa menularkan 2-3 orang lainnya dengan waktu rata-rata selama 5 hari. Virus ini
banyak memakan korban jiwa sampai ribuan orang penduduk meninggal dunia di
berbagai negara. Akibat lainnya, banyak perusahaan kecil, menengah maupun besar
yang akhirnya terpaksa menutup usahanya untuk sementara. Tidak hanya perusahaan
saja yang tutup, ribuan tempat usaha makanan/minuman juga terpaksa tutup terutama.
Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization) telah menetapkan status
gawat darurat global untuk wabah virus corona.
Sebagai contoh nyata kami memiliki banyak teman yang memang terkena oleh penyakit
Covid-19 di tahun 2020 dimana awal sekali corona mulai masuk dan banyak orang yang
merasa tidak memperdulikan begitupun dengan teman kami sebut saja N dia tinggal di
Jakarta dan sekarang sedang mengikuti S2 di sebuah universitas di indonesia, N yang
sedang melakukan kegiatan untuk tugas akhirnya melakukan blusukan dan di saat
blusukan dan sudah mendapatkan hasil yang ia mau, akhirnya sampailah di rumahnya
dan saat di rumahnya dia merasakan badannya panas dan dia tidak mampu mencium
bau apapun maupun merasakan apapun, akhirnya dia putuskan untuk periksa, dan
ternyata dia mengalami positif covid, dan akhirnya dokter menindak lanjuti untuk
mengarantina N di wisma atlit, N di suruh beristirahat dan berdiam diri di kamarnya,
selama di kamar N memakai air purifier agar melatih penciumannya dan dokter hanya
memberi obat semacam vitamin tanpa obat khusus, selang 2 minggu akhirnya N
membaik dan hidungnya bisa mencium lagi lalu di pulangkan.
Dan dari hal tersebut kami juga mencari tahu dan mendapat hasil bahwa beberapa teman
kami yang sudah tidak percaya tentang corona lagi, bisa di sebut mereka tidak percaya
bahwa corona ada dan semematikan itu dan akhirnya yang terjadi adalah kurang nya
prokes dan terjadinya lonjakan karena orang-orang yang menganggap demikian sebuah
virus covid ini tidak seperti yang di bicarakan di TV padahal mereka hanya belum
merasakannya.
Di Indonesia, pemerintah mencoba melakukan berbagai upaya menekan dampak virus
corona terhadap industri, semua pihak diminta untuk melakukan social distancing, Work
From Home (WFH) dan memutuskan untuk meliburkan kegiatan perkuliahan dan
kegiatan belajar mengajar. Sektor ekonomi menjadi sektor yang terdampak cukup parah
akibat pandemi covid-19. Pandemi covid-19 yang terjadi di Indonesia telah memaksa
sebagian besar masyarakat untuk membatasi aktifitasnya agar penyebaran virus corona
dapat dicegah. Hal ini berakibat berbagai sektor terkena imbasnya. akibat penerapan
physical distancing dan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Pembatasan aktifitas masyarakat berpengaruh pada aktifitas bisnis yang kemudian
berimbas pada perekonomian.

Menurut ahli virus atau virologis, Richard Sutejo virus corona penyebab sakit covid-19
merupakan tipe virus umum yang menyerang saluran pernafasan, tetapi strain covid 19
memiliki morbiditas dan motralitas yang lebih tinggi akibat adanya mutasi genetik dan
kemungkinan transmisi inter-spedies. Dampak UMKM karena menyebarnya virus
covid-19 ini mengakibatkan Pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan terkait
perlambatan ekonomi akibat wabah Covid-19 yaitu dengan memberikan insentif di
sektor pariwisata, menambah hari cuti bersama, dan keringanan pembayaran utang bagi
pelaku UMKM. Selain itu, Pemerintah membuka call center untuk menerima laporan
dan pengaduan dari koperasi dan UMKM yang terdampak wabah Covid-19. Di
Indonesia sendiri jumlah pasien positif terinfeksi Virus Corona (Covid-19) terus
bertambah setiap harinya, yang sembuh pun mulai bertambah setiap hari nya. Pada
akhirnya indonesia menjalani new normal yang dimana setiap orang jika saat berpergian
keluar rumah harus memakai masker, menjaga jarak, membatasi pengunjung, sehingga
menurunnya daya beli masyarakat menyebabkan konsumsi barang menurun.
Pada umumnya menurut sri winarni usaha kecil mempunya ciri-ciri nya yaitu berbentuk
perorangan, aspek usaha yang lemah, struktur organisasi yang sederhana dengan
pembagian kerja yang tidak baku, tidak memiliki laporan keuangan serta tidak
melakukan pemisah antara kekayaan pribadi dengan perusahaan, manajemen yang
rendah dan tidak memiliki rencana pada usaha nya, modal usaha dari dana pribadi, sdm
yang terbatas, harus memiliki ikatan batin agar usaha diperusahaan nya menjadi
kewajiban pemilik.
Menurut Stel, Carree, Thurik & Zoetermeer (2004) menyatakan bahwa Peranan UMKM
dapat dikatakan sangat penting dalam perekonomian nasional. Peranan tersebut
terutama dalam aspek-aspek seperti peningkatan kesempatan kerja, pemerataan
pendapatan, pembangunan ekonomi pedesaan, dan peningkatan ekspor nonmigas.
Dengan begitu perlu adanya alternatif bisnis yang inovatif dan efektif ditengah pandemi
saat ini ialah Bioentrepreneurship yang berkontribusi untuk meningkatkan kreativitas
karena kita dapat belajar secara kontekstual dengan adanya pembuatan produk, yang
dihasilkan sesuai dengan lingkungan sekitar. Dan membuat mahasiswa akan mampu
mengatasi permasalahan, mengungkapkan ide yang unik, inovatif, ramah lingkungan
dan bernilai jual.
Sedangkan Usaha kecil dan menengah (UMKM) yang berada di garis depan guncangan
ekonomi yang disebabkan oleh pandemi COVID-19. Langkah-langkah penguncian
(lockdown) telah menghentikan aktivitas ekonomi secara tiba-tiba, dengan penurunan
permintaan dan mengganggu rantai pasokan di seluruh dunia. Dalam survei awal, lebih
dari 50% UMKM mengindikasikan bahwa mereka bisa gulung tikar dalam beberapa
bulan.
Menurut Rudjito UMKM sendiri adalah usaha yang punya peranan penting dalam
perekonomian negara Indonesia, baik dari sisi lapanagn kerja yang tercipta maupun dari
sisi jumlah usahanya.
Menurut Ina Primiana, UMKM adalah pengembangan empat kegiatan ekonomi utama
yang menjadikan motor penggerak pembangunan Indonesia
Menurut M kwartono UMKM adalah kegiatan ekonomi rakyat yang punya kekayaan
bersih maksimal 200 jt dimana tana dan bangunan tempat usaha tidak di perhitungkan
atau mereka yang punya omset penjualan tahunan paling banyak 1M dan milik warga
Indonesia
Jadi bisa di simpulkan bahwa UMKM sendiri adalah sebuah kegiatan ekonomi yang di
lakukan oleh rakyat Indonesia yang memiliki peran penting dalam perekonomian negara
Indonesia dan menjadi penggerak dalam bidang ekonomi itu sendiri.
Kasus penurunan UMKM pada masa pandemi di negara Indonesia, contoh
nya seperti "Survei Ninja Express : Pendapatan UKM Turun Rp300 Juta
Akibat Pandemi Covid-19":
Hasil survei menunjukkan 57 persen UMKM mengalami masalah bisnis
paling utama dalam penurunan persentase daya beli konsumen. Penurunan
ini menyiratkan menyusutnya daya beli pelanggan yang secara tidak
langsung membuat pendapatan bisnis menurun, dan masalah ini terjadi
hampir di semua industri.
"Membahas masalah keuangan, dari seluruh responden, 60 persen
mengalami penurunan pendapatan, dan 50 persen memiliki kendala
keterbatasan modal untuk menjalankan usahanya," ujar Nadya.

Penjelasan atau pun kutipan diatas merupakan wawancara yang dilakukan bahwa
UMKM ninja express pun mengalami kerugian yang cukup besar selama virus covid-19
ini menguncang dunia. Penjelasan tersebut dikutip dari Website [Link] yang diketik
oleh Rinaldi Mohammad Azka, pada tanggal 18 September 2020.
Sedangkan contoh nyatanya kami sudah melakukan wawancara menurut teman kami
yang membuka bisnis umkm di masa pandemic, menurutnya memiliki tantangan
tersendiri yaitu dimana saat sudah banyak bisnis yang merajalela maka semakin dikit
ide bisnis yang akan di jadikan acuan untuk membuka pasar umkm baru dimana
menghasilkan profit.
Tidak hanya UMKM menengah saja yang mengalami kerugiaan, namun UMKM
menengah atas juga mengalami kerugian yang besar, yaitu : “Airlangga Sebut Omzet
UMKM Anjlok 30 Persen Akibat Corona”.

"Pandemi covid-19 telah memberikan dampak ke UMKM. Sebanyak


63,9 persen UMKM mengalami penurunan omzet lebih dari 30 persen,"
ungkap Airlangga dalam acara UMKM Sebagai Penggerak
Kebangkitan Ekonomi Nasional, Selasa (15/12).
Ia bilang hanya 3,8 persen UMKM yang mampu bertahan dan
meningkatkan omzetnya di tengah pandemi covid-19. Namun demikian,
ia tak merinci UMKM di sektor apa saja yang mampu meraup untung
lebih banyak di masa pandemi.
Airlangga mengatakan UMKM menghadapi beberapa masalah produksi
akibat covid-19. Salah satunya adalah kesulitan mendapatkan bahan
baku.
"Kesulitan permodalan, produksi jadi terhambat, permintaan turun. Ini
berikan dampak besar ke UMKM," terang dia.
Sementara, mayoritas UMKM masih beroperasi secara konvensional.
Berdasarkan catatan Airlangga, hanya 16 persen dari total UMKM yang
menggunakan sistem digital atau masuk ke e-commerce.
"Oleh karena itu, digitalisasi harus didorong, sehingga ekonomi
bergerak positif dan bisa ekspansif," kata Airlangga.
Kutipan diatas dituliskan oleh website CNN Indonesia, pada Selasa, 15 Desember 2020.
Bahwa Airlangga mengalami kesulitan dalam mendapatkan bahan baku, sehingga
kesulitan dalam permodalan serta produksi jadi terhambat dan permintaan pun menurun.

Jika kita berbicara mengenai UMKM maka kita akan membicarakan tentang kreativitas
mereka bahkan dalam pandemi bisa di bilang meningkat sekitar 87.5 persen menutut M
[Link] bahkan 93,2 persen di antaranya terdampak negatif di sisi penjualan karena
menumpuknya penjual dalam satu bidang dimana biasanya tidak sebanyak sebelum
Corona
Kreativitas yang terjadi pada masa pandemi ini akan berdampak positif dan dapat
membalik keadaaan UMKM seperti halnya semakin banyak anak muda atau anak
kuliahan yang mengedarkan makanan makanan buatan mereka dan bahkan berjualan
baju karena mereka di minta untuk bersekolah atau berkuliah di rumah.
Kreativitas menurut para ahli:
Menurut David Campbell, kreativitas adalah suatu kemampuan yuntuk menciptakan
hasil yang bersifat baru,inovatif, belum ada sebelumnya, menarik, aneh dan berguna
bagi masyarakat.
Menurut Utami Munandar, kreativitas adalah kemampuan yang mencerminkan
kelancaran,keluwesan,dan orisinaliitas dalam berfikir serta kekampuan untuj
mengelaborasi suatu gagasan.
Menurut Rogers, kreativitas adalah proses munculny hasil-hasil baru dalam suatu
tindakan.
Jadi pada dasarnya kreativitas adalah sebuah kegiatan atau tindakan yang memunculkan
hal hal baru dan unik serta belum ada sebelumnya.
Menurut narasumber yang kami wawancarai kreativitas yang mereka rasakan saat
pandemic corona ini terjadi membuat mereka lebih kreativ untuk membuka sebuah
peluang usaha baru dimana akhirnya mereka harus terjun langsung memperbaiki
ekonomi dan membuat mereka harus menciptakan sesuatu yang memungkinkan untuk
pasar mereka.
Subjek FA mengatakan hal yang menurutnya berdampak pada kreatifitasnya saat
pandemic
“ ya emang saat kayak begini (corona) banyak pikiran karena memang tidak banyak
yang datang ketempat jadi kadang harus muter otak dan kreatif dalan berjualan offline
dan ini pun saya mulai merambah ke online , di katakan salah satu narasumber kita
yang membuka kedai kopi”

Subjek RD juga mengatakan buah pemikiran yang dia rasakan selama pandemic
corona ini terjadi kepada kreatifitas dalam bisnisnya.
“ kalau menurut saya si apa yang saya jual tetap lancar tidak mennunjukan hal yang
signifikan karena memang saya berjualan online dan tidak perlu membuka toko jadi
saya pake sistem po jadi tidak terlalu effort untuk merubah-rubah suatu hal jadi cukup
membuat sebuah menu baru atau hal-hal yang baru yang kreatif untuk memunculkan
minat pembeli, menurut salah satu narasumber kami yang membuka bisnis FnB dengan
sistem online”
Seperti yang kita lihat dari data di atas pun bahwa di masa pandemic ini memang umkm
sedang melejit dan bisa kita ketahui bahwa bisnis di kalanagn mahasiswa juga sudah
mulai meningkat tetapi banyak juga dampak negatifnya dimana hal tersebut
memungkinkan para mahasiswa putus kuliah, tetapi banyak juga nilai positif dimana
mahasiswa dapat terjun langsung ke lapangan dan merasakan bekerja atau membuka
bisnis serta mampu mengatur keuangan maka dari hal ini akhirnya terjadilah lonjakan
binsis baru dan juga banyaknya kreativitas yang muncul dikalangan mahasiswa.

1.2 Fokus Penelitian


Bertolak ukur dari latar belakang, penelitian diatas maka fokus penelitian ini adalah
“Apakah Pandemi Covid-19 dapat mempengaruhi Kreativitas pada UMKM atau bisnis
yang di jalankan Mahasiswa ?.

1.3 Tujuan Penelitian


Secara umum Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam
bagaimana Mahasiswa dapat mengatasi penurunan perekonomian ataupun mencari
solusi untuk bertahan hidup dalam masa pandemi ini dan hubungannya dengan
kreativitas para Mahasiswa.

1.4 Manfaat Penelitian


1.4.1 Manfaat teoritis

penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk mengembangkan dan memberikan manfaat
bagi peneliti lain khususnya pendekatan kualitatif yang berfokus pada kajian penelitian
kreativitas saat pandemi pada mahasiswa.

1.4.2 Manfaat praktis


Manfaat penelitian diharapkan sebagai berikut:

[Link] subjek, dapat dijadikan informasi dan pemahaman yang lebih untuk mendukung subjek
lebih termotivasi lagi menjalani kreativitas nya.

B. Untuk masyarakat, dapat menambah wawasan dan pengetahuan seputar kreativitas dalam
UMKM dan kreativitas dalam menjalankan sebuah umkm.

C. Untuk peneliti, memberikan landasan Pengetahuan dalam Kreativitas khususnya di UMKM


yang di jalankan oleh mahasiswa.

1.5 Keaslian Penelitian


Tabel 1.1 Uraian Keaslian
Perbedaa
N Metode dan
Penulis Judul Hasil Penelitian n dalam
o Subjek
Penelitian
Inovasi yang
dilakukan Kang
Bagong Catering
Metode Ditengah situasi
penelitian yang pandemi yang
digunakan terjadi antara lain
dengan adalah berkreatifitas
menggunakan
untuk varian produk
Inovasi Dan metode kualitatif
dan
Widiyanti, Kreativitas dengan
kemasan/packing,
Vinsensia Kang pendekatan Lokasi
Retno Bagong fenomenologi. layanan ready to eat, penelitian,
1. pesan antar, take
Widi Catering waktu dan
Wisayang Semarang Di away, melayani subjek.
(2021) Tengah partai kecil bahkan
Subjek
eceran, semua
Pandemi penelitian ini
dilakukan agar
adalah pemilik karyawan tetap ada
dan manajemen kegiatan, dan tetap
Kang Bagong terjalin interaksi dan
Catering
Semarang. komunikasi baik
dengan para
customer.

Para pelaku usaha


didorong untuk
melakukan
penyesuaian usaha.
Salah satunya yang
dapat dilakukan
Menggunakan adalah dengan
Penyusunan
metode
Strategi penyusunan strategi
penelitian
Pemasaran pemasaran Islam
kualitatif dengan
Islam dalam dalam berwirausaha
pendekatan pada sektor ekonomi Lokasi
Novi Berwirausaha
library research. penelitian,
2. Febriyanti di Sekitar kreatif melalui STP waktu dan
(2020) Ekonomi (Segmenting, subjek.
Kreatif Pada Targetting dan
Subjek
Masa Positioning) untuk
penelitian ini menarik
Pandemi
adalah seorang
Covid-19 konsumen dengan
konsumen
konsep halal
market, yaitu halal
activist, active
customers,
dan passive
customers.

Pengelola berupaya
untuk mencari solusi
agar produk
makanannya tetap
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Kreativitas
2.1.1 Definisi kreativitas
Kreativitas memiliki banyak sekali definisi dan banyak sekali point yang bisa di
ambil dari kata kreativ ini menurut para ahli salah satunya Baron dalam ( Ali & Arori,
2006) mendefinisikan kreativitas adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang
baru. Sedangkan menurut Drevdahal dalam ( Hurock, 1978: 4) mendefinisikan bahwa
kreativitas itu adalah kemampuan seseorang untuk menghasilkan komposisi, produk,
Atau gagasan apa saja yang pada dasarnya baru, dan sebelumnya tidak dikenal
pembuatnya, ia dapat berupa sebuah kegiatan imajinatif atau sintesis pikiran yang
hasilnya bukan hanya sebuah perangkuman bahkan mungkin membuat sebuah pola baru
atau kebiasaan baru. Dan menurut Guilford dalam (Ali & Asrori) bahwa kreativitas itu
mengacu pada kemampuan yang menandai ciri-ciri seorang kreatif, menurutnya ada 2
cara berfikir yaitu konvergen dan divergen, konvergen adalah cara berfikir dimana
hanya ada satu jawaban yang benar sedangkan divergen adalah kemampuan berfikir
individu yang mencari berbagai alternative jawaban terhadap persoalan. Dalam
kaitannya pada kreativitas.
Berpikir kreatif, menurut James C. Coleman dan Coustance L Hamen (1974:
425) berpikir menghasilkan metode baru, konsep baru,pemahaman baru, penemuan
baru, karya seni baru. Tiga syarat untuk memenuhi berpikir kreatif yaitu pertama
melibatkan respoms serta gagasan baru, kedua kreativitas dapat memecahkan persoalan
secara realistis, ketiga kreativitas merupakan usaha untuk mempertahankan insight yang
orisinal, menilai dan mengembang sebaik mungkin (MacKinnon, 1962: 485).
Menurut para ahli psikolog menyebutkan ada lima tahap berpikir kratif, yaitu :
1. Orientasai : masalah dirumuskan serta aspek-aspek masalah diidentifikasi.
2. Preparasi : pikiran berusaha mengumpulkan informasi yang relavan dengan
masalah
3. Inkubasi : pikiran beristirahat sebentar ketika berbagai pemecahan yang
berhadapan dengan jalan buntu agar tahap ini berlangsung terus dalam
jiwa bawah sadar kita.
4. Iluminasi : saat inkubasi berakhir, serangkaian insight memecahkan masalah
sehinnga menimbulkan Aha Erlebnis.
5. Verifikasi : tahap terakhir ini menguji secara kritis menilai pemecahan masalah
yang diajukan pada tahap keempat.
Ada beberapa faktor yang menandai orang-orang kreatif menurut
James C. Coleman dan Coustance L Hamen (1974: 455) :
1. Kemampuan kognitif : kecerdasasan di atas rata-rata, kemampuan untuk melahirkan
gagasan baru, gagasan yang berlainan, dan fleksibilitas kognitif.
2. Sikap yang terbuka : mempersiapkan dirinya menerima stimulasi internal maupun
eksternal dan ia memiliki minat yang beragam luas.
3. Sikap yang bebas, otonom, dan percaya diri : menampilkan dirinya semampu dan
semaunya, tidak terikat konvensi-konvensi sosial, orang kreatif tidak senang
“digiring”, sering dianggap “nyentrik” atau gila.
2.1.2. Aspek Kreativitas
a. Kelancaran berpikir (fluency of thinking)
Kemampuan untuk menghasilkan banyak ide yang keluar dari
pemikiran secara cepat. Dalam kelancaran berpikir yang perlu
ditetapkan adalah kuantitas bukan kualitas.
b. Keluwesan berpikir (flexibility)
Kemampuan untuk memproduksi sejumlah ide jawaban atau
pertanyaan yang bervariasi, melihat suatu masalah dari sudut pandang
yang berbeda-beda dan mampu menggunakan bermacam-macam
pendekatan atau cara pemikiran. Orang kreatif adalah orang yang
luwes berpikir.
c. Elaborasi pikiran (elaboration)
Kemampuan mengembangkan gagasan dan menambahkan atau
merinci detil-detil dari suatu objek gagasan atau situasi sehingga
menjadi lebih menarik.
d. Keaslian berpikir (originality)
Kemampuan untuk mencetuskan gagasan unik atau kemampuan
untuk mencetuskan gagasan asli.
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa aspek dari
kemampuan berpikir kreatif adalah kelancaran, fleksibilitas, elaborasi,
dan keaslian berpikir.
2.1.3. Faktor-faktor mempengaruhi Kreativitas
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kreativitas
Pada mulanya, kreativitas dipandang sebagai faktor bawaan yang
hanya dimiliki oleh individu tertentu. Dalam perkembangan selanjutnya,
ditemukan bahwa kreativitas tidak dapat berkembang secara otomatis
tetapi membutuhkan rangsangan dari lingkungan. Berikut pendapat para
ahli mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kreativitas.
Munandar (dalam Ali & Asrori, 2006: 53) mengemukakan bahwa
faktor-faktor yang mempengaruhi kreativitas adalah usia, tingkat
pendidikan orang tua, fasilitas yang tersedia, dan penggunaan waktu
luang.
Sedangkan Hurlock (1978: 11) berpendapat bahwa ada beberapa
kondisi yang dapat meningkatkan kreativitas, yaitu:
a. Waktu
Kegiatan anak seharusnya jangan diatur sedemikian rupa
sehingga hanya sedikit waktu bebas bagi mereka untuk bermain-main
dengan gagasan dan konsep serta mencoba dalam bentuk baru dan
orisinal.
b. Kesempatan menyendiri
Singer (dalam Hurlock, 1978) mengatakan bahwa anak
membutuhkan waktu dan kesempatan menyendiri untuk
mengembangkan kehidupan imajinatif yang kaya.
c. Dorongan
Terlepas dari seberapa jauh prestasi anak memenuhi standar
orang dewasa, mereka harus didorong untuk kreatif dan bebas dari
ejekan dan kritik.
d. Sarana
Sarana bermain dan kelak sarana lainnya harus disediakan untuk
merangsang dorongan eksperimentasi dan eksplorasi, yang merupakan
unsur penting dari semua kreativitas.
e. Rangsangan dari lingkungan
Lingkungan rumah dan sekolah harus merangsang kreativitas
dengan memberikan bimbingan dan dorongan untuk menggunakan
sarana yang akan mendorong kreativitas.
f. Hubungan orang tua dan anak yang tidak posesif
Orang tua yang tidak terlalu melindungi atau posesif terhadap
anak, mendorong anak untuk mandiri dan percaya diri, dua kualitas
yang sangat mendukung kreativitas.
g. Cara mendidik anak
Mendidik dengan cara demokratis dan permisif di rumah dan
sekolah meningkatkan kreativitas. Sedangkan mendidik secara otoriter
memadamkannya.
h. Kesempatan untuk memperoleh pengetahuan
Semakin banyak pengetahuan yang dapat diperoleh anak,
semakin baik dasar untuk mencapai hasil yang kreatif

2.3 Pertanyaan penelitian


Tahun 2019 China digemparkan dengan wabah atau penyakit virus corona 2019
(corona virus disease/COVID-19). MERS DAN SARS virus Corona adalah virus yang
berkembang dari kedua virus tersebut dan pertama kali virus itu di dilaporkan dari kota
Wuhan, Cina pada akhir 2019. Penyebaran yang terjadi secara cepat dan membuat
ancaman pandemi baru. Di Indonesia, pemerintah mencoba melakukan berbagai upaya
menekan dampak virus corona terhadap industri, semua pihak diminta untuk
melakukan social distancing, Work From Home (WFH) dan memutuskan untuk
meliburkan kegiatan perkuliahan dan kegiatan belajar mengajar. Sektor ekonomi
menjadi sektor yang terdampak cukup parah akibat pandemi covid-19. banyak
perusahaan kecil, menengah maupun besar yang akhirnya terpaksa menutup usahanya
untuk sementara.
Dampak UMKM karena menyebarnya virus covid-19 ini mengakibatkan
Pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan terkait perlambatan ekonomi akibat
wabah Covid-19 yaitu dengan memberikan insentif di sektor pariwisata, menambah hari
cuti bersama, dan keringanan pembayaran utang bagi pelaku UMKM. Dengan begitu
akibatnya mengalami penurunan permintaan dan mengganggu rantai pasokan di seluruh
dunia. Dalam survei awal, lebih dari 50% UMKM mengindikasikan bahwa mereka bisa
gulung tikar dalam beberapa bulan. Kreativitas yang terjadi pada masa pandemi ini akan
berdampak positif dan dapat membalik keadaaan UMKM seperti halnya semakin
banyak anak muda atau anak kuliahan yang mengedarkan makanan makanan buatan
mereka dan bahkan berjualan baju karena mereka di minta untuk bersekolah atau
berkuliah di rumah.
Teori yang digunakan, menarik untuk dikaji secara mendalam melalui pertanyaan
penelitian “Kreativitas dimasa pandemi saat ini”
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1. Tipe Penelitian
Metode penelitian ini menggunakan analisis kualitatif yaitu
pengambilan data melalui internet dan pengalaman pengetahuan melalui
iklan atau berita di social media ataupun media cetak sehingga mayoritas
masyarakat memahami nya tanpa perlu terjun kelapangan .namun
penelitian ini mengambil beberapa sampel dari internet agar melengkapi
berita secara real atau nyata tanpa adanya hoax. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui dampak dari Covid-19 terhadap perekonomian
Indonesia saat ini dan jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian
kepustakaan analisis data ,reduksi data,display data dan
verifikasi/kesimpulan hasil penelitian ini menunjukan dampak Covid-19
terhadap perekonomian Indonesia saat ini dengan berbagai dampak yang
terjadi pada perekonomian karena pandemic Covid-19 yang terjadi pada
sat ini maka itu perlu mengetahui dampak-dampak yang terjadi yaitu
terjadi kesusahan dalam mencari lapangan pekerjaan,susah untuk
memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan juga tidak mempunyai
penghasilan dalam memenuhi kebutuhan untuk sehari-hari dn juga
banyak kesusahan yang di terima dari semua sector perekonomian dalam
semua bidang juga merasakan dampak dari Covid-19.

3.2. Setting/lokasi penelitian


Untuk penentuan lokasi saat kami mencari data kami memilih
lokasi kampus dan kami menggunakan virtual meeting yaitu google meet
karena salah satu orang yang menjadi Narsum kami memiliki waktu
yang kurang tepat dengan jadwal kami sebagai pencari data
3.3. Sumber data
Sumber data yang di ambil saat kami ingin menyusun mini
Skripsi ini adalah dari jurnal – jurnal yang kami temukan sebagai
Penyokong dati jalannya wawancara dan observasi dari orang atau
Subjek penelitian kami lalu selain itu hasil observasi kami dari
Akun sosial media sumber data kami kami observasi dan kami jadikan
Data dari penelitian ini .

3.4. Teknik pengumpulan data


Metode pengumpulan data yang dipergunakan dalam penelitian ini
meliputi :
1. Observasi, yaitu pengumpulan data yang dilakukan dengan cara
melakukan pengamatan langsung ke lokasi penelitian secara
sistematis menggunakan panca indra dibantu dengan pencatatan
dan dokumentasi untuk mendapatkan gambaran yang jelas
tentang objek yang diteliti, aksesibilitas, dan fasilitas.

2. Wawancara terstruktur, yaitu pengumpulan data melalui tanya


jawab langsung kepada pihak-pihak yang relevan untuk
mendapatkan informasi dengan berpedoman pada daftar
pertanyaan yang telah dipersiapkan sebelumnya. Teknik
wawancara terstruktur ditujukan kepada objek yang akan diteliti.

3. Studi pustaka, yaitu cara pengumpulan data baik itu yang


berbentuk konsep-konsep ataupun informasi-informasi yang
diambil dari artikel-artikel, laporan-laporan penelitian
sebelumnya, dan literatur-literatur yang menunjang lainnya.

3.5. Teknik analisis data


Teknik analisis data yang kita gunakan adalah teknik pengumpulan data
Dimana data yang sudah kami dapat dan sudah kami cari terlebih dahulu
di analisis dan di cari kesimpulannya yang lebih concrete sehingga
mudah untuk di baca dan di gunakan untuk penelitian selanjutnya
Dan sebagai pengambilan data kami menggunakan sistem atau
pendekatan wawancara agar data yang kami dapat lebih fleksibel dan
lebih banyak

3.6. Kredibilitas dan dependabilitas


Verbatim Wawancara
Interviewer : Kelompok 5 Kualitatif
Interviewee : Rudini Elisabeth
Wawancara ke : 1
Waktu : Rabu
Lokasi : Kampus Ubhara
Topik : Kreatifitas UMKM Mahasiswa Di Tengah Pandemi Virus Covid-19

Anda mungkin juga menyukai