Kreativitas UMKM Mahasiswa di Pandemi
Kreativitas UMKM Mahasiswa di Pandemi
Mini Riset yang Dibuat Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Metodologi Penelitian
Kualitatif
Dosen Pengampu: Rijal Abdillah, [Link], M.A
Disusun oleh:
Ardo Wijaya Putra 201910515052
Christian Bramantio Musila 201910515211
Christina Alvita Damayanti 201910515087
Faizal Ramadani 201910515129
Hany Milenia Azizah 201910515068
Lovenzky Jonathan Prasetyo 201910515185
Rafika Japalsyah 201910515131
Nabiilah Dwi Syaputri 201910515219
Kelas 4-A3
PROGRAM STUDI PSIKOLOGI
FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS BHAYANGKARA JAKARTA RAYA
BEKASI
2020/2021
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas kehadirat-Nya,
kami diberikan kesehatan sehingga kami dapat menyelesaikan tugas kami yaitu mini
riset, yang berjudul “Kreatifitas Masyarakat Di Tengah Pandemi Virus Covid-19”. Mini
riset yang kami buat dan susun untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh dosen kami
pada mata kuliah metodologi penelitian kualitatif.
Mini riset ini telah kami susun dengan semaksimal mungkin dan mendapatkan bantuan
dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan mini riset ini. Untuk itu
kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi
dalam pembuatan mini riset ini.
Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik
dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan
terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat
memperbaiki mini riset ini.
Akhir kata kami berharap semoga mini riset yang kami buat serta kami susun mengenai
“Kreatifitas Masyarakat Di Tengah Pandemi Virus Covid-19”, dapat memberikan
manfaat menambahkan sebuah wawasan maupun inpirasi terhadap pembaca.
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Fokus Penelitian
1.3 Tujuan Penelitian
1.4 Manfaat Penelitian
1.5 Keaslian Penelitian
BAB II KAJIAN PUSTAKA
2.1 Landasan Teori
2.2 Kajian Pustaka
2.3 Pertanyaan Penelitian
BAB III METODE PENELITIAN
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
Menurut ahli virus atau virologis, Richard Sutejo virus corona penyebab sakit covid-19
merupakan tipe virus umum yang menyerang saluran pernafasan, tetapi strain covid 19
memiliki morbiditas dan motralitas yang lebih tinggi akibat adanya mutasi genetik dan
kemungkinan transmisi inter-spedies. Dampak UMKM karena menyebarnya virus
covid-19 ini mengakibatkan Pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan terkait
perlambatan ekonomi akibat wabah Covid-19 yaitu dengan memberikan insentif di
sektor pariwisata, menambah hari cuti bersama, dan keringanan pembayaran utang bagi
pelaku UMKM. Selain itu, Pemerintah membuka call center untuk menerima laporan
dan pengaduan dari koperasi dan UMKM yang terdampak wabah Covid-19. Di
Indonesia sendiri jumlah pasien positif terinfeksi Virus Corona (Covid-19) terus
bertambah setiap harinya, yang sembuh pun mulai bertambah setiap hari nya. Pada
akhirnya indonesia menjalani new normal yang dimana setiap orang jika saat berpergian
keluar rumah harus memakai masker, menjaga jarak, membatasi pengunjung, sehingga
menurunnya daya beli masyarakat menyebabkan konsumsi barang menurun.
Pada umumnya menurut sri winarni usaha kecil mempunya ciri-ciri nya yaitu berbentuk
perorangan, aspek usaha yang lemah, struktur organisasi yang sederhana dengan
pembagian kerja yang tidak baku, tidak memiliki laporan keuangan serta tidak
melakukan pemisah antara kekayaan pribadi dengan perusahaan, manajemen yang
rendah dan tidak memiliki rencana pada usaha nya, modal usaha dari dana pribadi, sdm
yang terbatas, harus memiliki ikatan batin agar usaha diperusahaan nya menjadi
kewajiban pemilik.
Menurut Stel, Carree, Thurik & Zoetermeer (2004) menyatakan bahwa Peranan UMKM
dapat dikatakan sangat penting dalam perekonomian nasional. Peranan tersebut
terutama dalam aspek-aspek seperti peningkatan kesempatan kerja, pemerataan
pendapatan, pembangunan ekonomi pedesaan, dan peningkatan ekspor nonmigas.
Dengan begitu perlu adanya alternatif bisnis yang inovatif dan efektif ditengah pandemi
saat ini ialah Bioentrepreneurship yang berkontribusi untuk meningkatkan kreativitas
karena kita dapat belajar secara kontekstual dengan adanya pembuatan produk, yang
dihasilkan sesuai dengan lingkungan sekitar. Dan membuat mahasiswa akan mampu
mengatasi permasalahan, mengungkapkan ide yang unik, inovatif, ramah lingkungan
dan bernilai jual.
Sedangkan Usaha kecil dan menengah (UMKM) yang berada di garis depan guncangan
ekonomi yang disebabkan oleh pandemi COVID-19. Langkah-langkah penguncian
(lockdown) telah menghentikan aktivitas ekonomi secara tiba-tiba, dengan penurunan
permintaan dan mengganggu rantai pasokan di seluruh dunia. Dalam survei awal, lebih
dari 50% UMKM mengindikasikan bahwa mereka bisa gulung tikar dalam beberapa
bulan.
Menurut Rudjito UMKM sendiri adalah usaha yang punya peranan penting dalam
perekonomian negara Indonesia, baik dari sisi lapanagn kerja yang tercipta maupun dari
sisi jumlah usahanya.
Menurut Ina Primiana, UMKM adalah pengembangan empat kegiatan ekonomi utama
yang menjadikan motor penggerak pembangunan Indonesia
Menurut M kwartono UMKM adalah kegiatan ekonomi rakyat yang punya kekayaan
bersih maksimal 200 jt dimana tana dan bangunan tempat usaha tidak di perhitungkan
atau mereka yang punya omset penjualan tahunan paling banyak 1M dan milik warga
Indonesia
Jadi bisa di simpulkan bahwa UMKM sendiri adalah sebuah kegiatan ekonomi yang di
lakukan oleh rakyat Indonesia yang memiliki peran penting dalam perekonomian negara
Indonesia dan menjadi penggerak dalam bidang ekonomi itu sendiri.
Kasus penurunan UMKM pada masa pandemi di negara Indonesia, contoh
nya seperti "Survei Ninja Express : Pendapatan UKM Turun Rp300 Juta
Akibat Pandemi Covid-19":
Hasil survei menunjukkan 57 persen UMKM mengalami masalah bisnis
paling utama dalam penurunan persentase daya beli konsumen. Penurunan
ini menyiratkan menyusutnya daya beli pelanggan yang secara tidak
langsung membuat pendapatan bisnis menurun, dan masalah ini terjadi
hampir di semua industri.
"Membahas masalah keuangan, dari seluruh responden, 60 persen
mengalami penurunan pendapatan, dan 50 persen memiliki kendala
keterbatasan modal untuk menjalankan usahanya," ujar Nadya.
Penjelasan atau pun kutipan diatas merupakan wawancara yang dilakukan bahwa
UMKM ninja express pun mengalami kerugian yang cukup besar selama virus covid-19
ini menguncang dunia. Penjelasan tersebut dikutip dari Website [Link] yang diketik
oleh Rinaldi Mohammad Azka, pada tanggal 18 September 2020.
Sedangkan contoh nyatanya kami sudah melakukan wawancara menurut teman kami
yang membuka bisnis umkm di masa pandemic, menurutnya memiliki tantangan
tersendiri yaitu dimana saat sudah banyak bisnis yang merajalela maka semakin dikit
ide bisnis yang akan di jadikan acuan untuk membuka pasar umkm baru dimana
menghasilkan profit.
Tidak hanya UMKM menengah saja yang mengalami kerugiaan, namun UMKM
menengah atas juga mengalami kerugian yang besar, yaitu : “Airlangga Sebut Omzet
UMKM Anjlok 30 Persen Akibat Corona”.
Jika kita berbicara mengenai UMKM maka kita akan membicarakan tentang kreativitas
mereka bahkan dalam pandemi bisa di bilang meningkat sekitar 87.5 persen menutut M
[Link] bahkan 93,2 persen di antaranya terdampak negatif di sisi penjualan karena
menumpuknya penjual dalam satu bidang dimana biasanya tidak sebanyak sebelum
Corona
Kreativitas yang terjadi pada masa pandemi ini akan berdampak positif dan dapat
membalik keadaaan UMKM seperti halnya semakin banyak anak muda atau anak
kuliahan yang mengedarkan makanan makanan buatan mereka dan bahkan berjualan
baju karena mereka di minta untuk bersekolah atau berkuliah di rumah.
Kreativitas menurut para ahli:
Menurut David Campbell, kreativitas adalah suatu kemampuan yuntuk menciptakan
hasil yang bersifat baru,inovatif, belum ada sebelumnya, menarik, aneh dan berguna
bagi masyarakat.
Menurut Utami Munandar, kreativitas adalah kemampuan yang mencerminkan
kelancaran,keluwesan,dan orisinaliitas dalam berfikir serta kekampuan untuj
mengelaborasi suatu gagasan.
Menurut Rogers, kreativitas adalah proses munculny hasil-hasil baru dalam suatu
tindakan.
Jadi pada dasarnya kreativitas adalah sebuah kegiatan atau tindakan yang memunculkan
hal hal baru dan unik serta belum ada sebelumnya.
Menurut narasumber yang kami wawancarai kreativitas yang mereka rasakan saat
pandemic corona ini terjadi membuat mereka lebih kreativ untuk membuka sebuah
peluang usaha baru dimana akhirnya mereka harus terjun langsung memperbaiki
ekonomi dan membuat mereka harus menciptakan sesuatu yang memungkinkan untuk
pasar mereka.
Subjek FA mengatakan hal yang menurutnya berdampak pada kreatifitasnya saat
pandemic
“ ya emang saat kayak begini (corona) banyak pikiran karena memang tidak banyak
yang datang ketempat jadi kadang harus muter otak dan kreatif dalan berjualan offline
dan ini pun saya mulai merambah ke online , di katakan salah satu narasumber kita
yang membuka kedai kopi”
Subjek RD juga mengatakan buah pemikiran yang dia rasakan selama pandemic
corona ini terjadi kepada kreatifitas dalam bisnisnya.
“ kalau menurut saya si apa yang saya jual tetap lancar tidak mennunjukan hal yang
signifikan karena memang saya berjualan online dan tidak perlu membuka toko jadi
saya pake sistem po jadi tidak terlalu effort untuk merubah-rubah suatu hal jadi cukup
membuat sebuah menu baru atau hal-hal yang baru yang kreatif untuk memunculkan
minat pembeli, menurut salah satu narasumber kami yang membuka bisnis FnB dengan
sistem online”
Seperti yang kita lihat dari data di atas pun bahwa di masa pandemic ini memang umkm
sedang melejit dan bisa kita ketahui bahwa bisnis di kalanagn mahasiswa juga sudah
mulai meningkat tetapi banyak juga dampak negatifnya dimana hal tersebut
memungkinkan para mahasiswa putus kuliah, tetapi banyak juga nilai positif dimana
mahasiswa dapat terjun langsung ke lapangan dan merasakan bekerja atau membuka
bisnis serta mampu mengatur keuangan maka dari hal ini akhirnya terjadilah lonjakan
binsis baru dan juga banyaknya kreativitas yang muncul dikalangan mahasiswa.
penelitian ini diharapkan dapat digunakan untuk mengembangkan dan memberikan manfaat
bagi peneliti lain khususnya pendekatan kualitatif yang berfokus pada kajian penelitian
kreativitas saat pandemi pada mahasiswa.
[Link] subjek, dapat dijadikan informasi dan pemahaman yang lebih untuk mendukung subjek
lebih termotivasi lagi menjalani kreativitas nya.
B. Untuk masyarakat, dapat menambah wawasan dan pengetahuan seputar kreativitas dalam
UMKM dan kreativitas dalam menjalankan sebuah umkm.
Pengelola berupaya
untuk mencari solusi
agar produk
makanannya tetap
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Kreativitas
2.1.1 Definisi kreativitas
Kreativitas memiliki banyak sekali definisi dan banyak sekali point yang bisa di
ambil dari kata kreativ ini menurut para ahli salah satunya Baron dalam ( Ali & Arori,
2006) mendefinisikan kreativitas adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang
baru. Sedangkan menurut Drevdahal dalam ( Hurock, 1978: 4) mendefinisikan bahwa
kreativitas itu adalah kemampuan seseorang untuk menghasilkan komposisi, produk,
Atau gagasan apa saja yang pada dasarnya baru, dan sebelumnya tidak dikenal
pembuatnya, ia dapat berupa sebuah kegiatan imajinatif atau sintesis pikiran yang
hasilnya bukan hanya sebuah perangkuman bahkan mungkin membuat sebuah pola baru
atau kebiasaan baru. Dan menurut Guilford dalam (Ali & Asrori) bahwa kreativitas itu
mengacu pada kemampuan yang menandai ciri-ciri seorang kreatif, menurutnya ada 2
cara berfikir yaitu konvergen dan divergen, konvergen adalah cara berfikir dimana
hanya ada satu jawaban yang benar sedangkan divergen adalah kemampuan berfikir
individu yang mencari berbagai alternative jawaban terhadap persoalan. Dalam
kaitannya pada kreativitas.
Berpikir kreatif, menurut James C. Coleman dan Coustance L Hamen (1974:
425) berpikir menghasilkan metode baru, konsep baru,pemahaman baru, penemuan
baru, karya seni baru. Tiga syarat untuk memenuhi berpikir kreatif yaitu pertama
melibatkan respoms serta gagasan baru, kedua kreativitas dapat memecahkan persoalan
secara realistis, ketiga kreativitas merupakan usaha untuk mempertahankan insight yang
orisinal, menilai dan mengembang sebaik mungkin (MacKinnon, 1962: 485).
Menurut para ahli psikolog menyebutkan ada lima tahap berpikir kratif, yaitu :
1. Orientasai : masalah dirumuskan serta aspek-aspek masalah diidentifikasi.
2. Preparasi : pikiran berusaha mengumpulkan informasi yang relavan dengan
masalah
3. Inkubasi : pikiran beristirahat sebentar ketika berbagai pemecahan yang
berhadapan dengan jalan buntu agar tahap ini berlangsung terus dalam
jiwa bawah sadar kita.
4. Iluminasi : saat inkubasi berakhir, serangkaian insight memecahkan masalah
sehinnga menimbulkan Aha Erlebnis.
5. Verifikasi : tahap terakhir ini menguji secara kritis menilai pemecahan masalah
yang diajukan pada tahap keempat.
Ada beberapa faktor yang menandai orang-orang kreatif menurut
James C. Coleman dan Coustance L Hamen (1974: 455) :
1. Kemampuan kognitif : kecerdasasan di atas rata-rata, kemampuan untuk melahirkan
gagasan baru, gagasan yang berlainan, dan fleksibilitas kognitif.
2. Sikap yang terbuka : mempersiapkan dirinya menerima stimulasi internal maupun
eksternal dan ia memiliki minat yang beragam luas.
3. Sikap yang bebas, otonom, dan percaya diri : menampilkan dirinya semampu dan
semaunya, tidak terikat konvensi-konvensi sosial, orang kreatif tidak senang
“digiring”, sering dianggap “nyentrik” atau gila.
2.1.2. Aspek Kreativitas
a. Kelancaran berpikir (fluency of thinking)
Kemampuan untuk menghasilkan banyak ide yang keluar dari
pemikiran secara cepat. Dalam kelancaran berpikir yang perlu
ditetapkan adalah kuantitas bukan kualitas.
b. Keluwesan berpikir (flexibility)
Kemampuan untuk memproduksi sejumlah ide jawaban atau
pertanyaan yang bervariasi, melihat suatu masalah dari sudut pandang
yang berbeda-beda dan mampu menggunakan bermacam-macam
pendekatan atau cara pemikiran. Orang kreatif adalah orang yang
luwes berpikir.
c. Elaborasi pikiran (elaboration)
Kemampuan mengembangkan gagasan dan menambahkan atau
merinci detil-detil dari suatu objek gagasan atau situasi sehingga
menjadi lebih menarik.
d. Keaslian berpikir (originality)
Kemampuan untuk mencetuskan gagasan unik atau kemampuan
untuk mencetuskan gagasan asli.
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa aspek dari
kemampuan berpikir kreatif adalah kelancaran, fleksibilitas, elaborasi,
dan keaslian berpikir.
2.1.3. Faktor-faktor mempengaruhi Kreativitas
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kreativitas
Pada mulanya, kreativitas dipandang sebagai faktor bawaan yang
hanya dimiliki oleh individu tertentu. Dalam perkembangan selanjutnya,
ditemukan bahwa kreativitas tidak dapat berkembang secara otomatis
tetapi membutuhkan rangsangan dari lingkungan. Berikut pendapat para
ahli mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kreativitas.
Munandar (dalam Ali & Asrori, 2006: 53) mengemukakan bahwa
faktor-faktor yang mempengaruhi kreativitas adalah usia, tingkat
pendidikan orang tua, fasilitas yang tersedia, dan penggunaan waktu
luang.
Sedangkan Hurlock (1978: 11) berpendapat bahwa ada beberapa
kondisi yang dapat meningkatkan kreativitas, yaitu:
a. Waktu
Kegiatan anak seharusnya jangan diatur sedemikian rupa
sehingga hanya sedikit waktu bebas bagi mereka untuk bermain-main
dengan gagasan dan konsep serta mencoba dalam bentuk baru dan
orisinal.
b. Kesempatan menyendiri
Singer (dalam Hurlock, 1978) mengatakan bahwa anak
membutuhkan waktu dan kesempatan menyendiri untuk
mengembangkan kehidupan imajinatif yang kaya.
c. Dorongan
Terlepas dari seberapa jauh prestasi anak memenuhi standar
orang dewasa, mereka harus didorong untuk kreatif dan bebas dari
ejekan dan kritik.
d. Sarana
Sarana bermain dan kelak sarana lainnya harus disediakan untuk
merangsang dorongan eksperimentasi dan eksplorasi, yang merupakan
unsur penting dari semua kreativitas.
e. Rangsangan dari lingkungan
Lingkungan rumah dan sekolah harus merangsang kreativitas
dengan memberikan bimbingan dan dorongan untuk menggunakan
sarana yang akan mendorong kreativitas.
f. Hubungan orang tua dan anak yang tidak posesif
Orang tua yang tidak terlalu melindungi atau posesif terhadap
anak, mendorong anak untuk mandiri dan percaya diri, dua kualitas
yang sangat mendukung kreativitas.
g. Cara mendidik anak
Mendidik dengan cara demokratis dan permisif di rumah dan
sekolah meningkatkan kreativitas. Sedangkan mendidik secara otoriter
memadamkannya.
h. Kesempatan untuk memperoleh pengetahuan
Semakin banyak pengetahuan yang dapat diperoleh anak,
semakin baik dasar untuk mencapai hasil yang kreatif