Nurul
1808105043/6B
Latihan Homomorfisma Gelanggang
1. Misalkan ndan m dua buah bilangan bulat positif dengan m|n.
Buktikan bahwa pemetaan
φ : Zm→ Zn
ḱ → ḱ
merupakan suatu homomorfisma gelanggang.
Penyelesaian:
(i) ambil k , l∈ Z maka
θ1 ( k +l )= k ´+l dari definisi pemetaan θ1
= ḱ + ĺ dari definisi penjumlahan di Z n
= θ1 ( k ) +θ1 ( l )dari definisi pemetaan θ1
θ1 ( k .l ) =k´.l dari definisi pemetaan θ1
= ḱ . ĺ dari definisi penjumlahan di Z n
= θ1 ( k ) .θ 1 ( l )dari definisi pemetaan θ1
Jadi, dapat kita simpulkan bahwa _1 merupakan homomor_sma gelanggang
dari Z ke Z n.
(ii) Asumsikan kita memiliki isomorfisme
φ : Z m → Z n , m≠ n.
Karena m adalah generator Z m , φ ditentukan oleh nilainya pada m, yang harus n jika φ adalah
bijektif. Kita akan menggunakan kontradiksi.
Petunjuk: misalkan kita memiliki suatu homomorfisma gelanggang.
φ : Z m → Z n dengan φ ( m )=nz
Tetapi kemudian
2
n2 z 2=φ ( m ) =φ ( m 2 ) =φ ( m+ m+ …+m )=mφ ( m )=mnz ⇒ m=nz ⇒n=mz
dan ini sudah merupakan kontradiksi jika n∤m, bahkan jika n∣m tetap saja
∀ x ∈ Z , φ ( mx )=xnz= xm∈m Z ¿≠ n Z
Sehingga, φ menjadi surjektif atau epimorfisma.
2. Tentukan Inti homomorfisma gelanggang diatas.
Nurul
1808105043/6B
Diberikan homomorfisma φ : Z m → Z n
Ker ( f )= { x ∈ Z |f ( x )=[0 ] }
¿ { x ∈ Z |x modn=[ 0] }
¿ { x ∈ Z |x=mn , n ∈ Z }
¿ { mn |n ∈ Z }
¿m Z
3. Periksa apakah pemetaan.
α:Z→ Z
k →2k
Merupakan suatu Homomorfisma gelanggang!
Penyelesaian :
Perhatikan bahwa ∀ a , b ∈ Z
α ( a+b ) =2(a+b)
¿ 2 a+2 b=α ( a ) + α (b)
Homomorfisma grup terhadap penjumlahan.
(ii) α ( 1. 2 )=2 ( 1 .2 ) =4
Sedangkan α ( 1 ) . α ( 2 )=( 2 . 1 ) . ( 2 .2 )=8
Jelas bahwa α ( 1 . 2 ) ≠ α ( 1 ) . α (2)
Jadi, α Bukan merupakan Homomorfisma Gelanggang.
4. Misalkan R1 , R2 dua buah gelanggang dan πsuatu homomorfisma gelanggang dari R1ke
R2yang bukan pemetaan nol. Jika R2suatu daerah integral, tunjukkan bahwa π ¿1
R1 ¿=1 R2!
Penyelesaian :
(i) Ingat! Suatu daerah integral π dikatakan jika untuk setiap y ∈ R2 terdapat
x ∈ R1sehingga y=π ¿x)
Sekarang ambil y ∈ R2karena π maka akan ada x ∈ R1 sehingga y ∈ R2
y= π(x ¿
= π ¿1 R1 . x ¿
= π ¿1 R1 ¿ . π (x ) π homoforfisma
= π ¿1 R1 ¿ . y …. (*)
Dengan cara yang sama diperoleh
Nurul
1808105043/6B
y= π(x ¿
= π (x . 1 R1)
= π ( x ) . π ¿1 R1 ¿ π homoforfisma
= y π ¿1 R1 ¿ …. (**)
Berdasarkan (*) dan (**) diperoleh
y = π ¿1 R1 ¿ . y = y . π (1 R 1)
berdasarkan definisi identitas didapat π ¿1 R1 ¿=1 R2
(ii) Meninjau dari : R1 x R2 → R2 , (r ¿ ¿ 1 , r 2)→r 2 ¿. Sejak operasi pada R1 x R2 didefinisikan
dengan baik, πtermasuk penjumlahan dan perkalian. Terlebih lagi π ¿1 R1 x R2 ¿ =
π ( ( 1,1 ) )=1. Ini menandakan bahwa π adalah suatu homomorfisma gelanggang.
Perhatikan bahwa :
ker ( π )={¿ ¿)ϵ R1 x R2 : r 2=0}=R 1 x {0 }
adalah ideal. π adalah surjektif (untuk setiap s ϵ R2 ¿ , π ( 0 , s )=s ¿ ,teorema pertama
isoformisma
( R ¿ ¿ 1 x R2 )/(R¿¿ 1 , { 0 })=(R ¿ ¿ 1 x R2 )/ker ( π )~
→ ℑ( π )=R2 ¿¿ ¿
5. Misalkan terdapat suatu homomorfisma tak nol dari gelanggang
R1 ke gelanggang komutatif R2.
Apakah gelanggang R1 besifat komutatif ? jelaskan !
Penyelesaian :
6. Bagaimana sebaliknya? Misalkan terdapat suatu homomorfisma tak nol dari gelanggang
komutatif R1 ke gelanggang R2. Apakah gelanggang R2 bersifat komutatif? Jelaskan!.
Penyelesaian :
7. Tunjukan bahwa peta suatu homomorfisma gelanggang yang bersifat satu-satu
membentuk suatu gelanggang!
Penyelesaian :
Misalkan θ : R1 → R2 suatu homomorfisma gelanggang, maka berdasarkan sifat 5.3 (Hom
gelanggang) θ satu-satu jika dan hanya jika Inti( θ ) ={0 R }. 1
Nurul
1808105043/6B
(⇒) jika a ∈ ker ( θ ) ,maka θ ( a ) =0s =θ ( 0 R ) .Karena θ injektif, maka a=0 R ,sehingga ker(
θ ¿={ 0 R } .
(⇐)ambil sembarang r 1 , r 2 ∈ R sedemikian sehingga θ ( r 1 ) =θ ( r 2 ) .Maka
0 s=θ ( r 1 ) + ( −θ ( r 2 ) ) =θ ( r 1 ) +θ (−r 2 ) =θ ( r 1 + (−r 2 ) ) .Jadi r 1 + (−r 2) ∈ ker ( θ ) .
Terbukti θ injektif.
Sebagai akibat dari θ merupakan homomorfisma grup, dalam hal ini adalah akibat dari
teorema 1.
Latihan Isomorfisma
1. Tunjukan bahwa isomorfisma merupakan relasi ekuivalen pada himpunan semua
gelanggang !
Penyelesaian :
Jelas R ≅ R sebab pemetaan identitas i: R → R adalah homomorfisma yang bijektif,
sehingga ≅ refleksif. Jika R ≅ S , maka terdapat θ : R → S yang merupakan isomorfisma
gelanggang. Ini berarti θ−1 : S → R bijektif. Ambil sembarang a , b ∈ S sedemikian
sehingga θ−1 ( a ) =x dan θ−1 ( b ) = y . Maka a=θ ( x ) dan b=θ ( y ) , sehingga
a+ b=θ ( x ) +θ ( y )=θ ( x + y ) dan a. b=θ ( x ).θ ( y )=θ ( x . y ) . Ini berarti
x + y=θ−1 ( a+ b ) dan x . y=θ−1 ( a . b ) . Perhatikan bahwa
θ−1 ( a+ b )=x + y=θ−1 ( a ) +θ−1 ( b ) dan θ−1 ( a . b )=x . y =θ−1 ( a ) .θ−1 ( b ) , sehingga
θ−1 homomorfisma . Jadi S ≅ R ,sehingga≅ simetris. Kemudian, jika R ≅ S dan S ≅ T , maka
terdapat isomorfisma α : R → S dan β : S → T . Dengan demikian ( β ο α ) : R →T bijektif,.
Pemetaan β ο α adalah homorfisme sebab untuk sembarang r , s ∈ R , maka
( β ο α ) ( r + s ) =β ( α ( r+ s ) )=β ( α ( r ) + α ( s ) )=β ( α ( r ) ) + β ( α ( s ) ) =( β ο α ) ¿. Jadi R ≅ T , sehingga
≅ transitif.
Terbukti ≅ adalah relasi ekivalensi.
2. Misalkan θ : R1 → R2 suatu isomorfisma gelanggang dan a ∈ R 1. Tunjukan bahwa a suatu
unit di R1 jika dan hanya jika petanya, θ ( a ) , merupakan unit di R2 .
Penyelesaian:
Secara umum, jika R1 dan R2 adalah gelanggang dengan unit, sehingga R1 ⊕ R 2 . Elemen
unit adalah (1 ¿ ¿ R1 ,1 R )¿. Suatu elemen (a ¿ ¿1 , a2 )¿ dalam R1 ⊕ R 2 adalah suatu unit jika
2
dan hanya jika ada suatu elemen (b ¿ ¿1 , b2 )¿ pada R1 ⊕ R 2seperti
Nurul
1808105043/6B
(a ¿ ¿1 , a2 )(b ¿ ¿ 1 , b2 )=(1 ¿ ¿ R1 , 1R ). ¿ ¿ ¿ Berdasarkan definisi,
2
(a ¿ ¿1 , a2 )(b ¿ ¿ 1 , b2 )=( a ¿ ¿ 1 b1 , a 2 b 2) .¿ ¿ ¿ Terlebih lagi, elemen (a ¿ ¿1 , a2 )¿ adalah suatu
unit jika dan hanya jika ada elemen b 1 ∈ R1 dan b 2 ∈ R 2 oleh karena itu a 1 b1 =1R dan 1
a 2 b2 =1R . Ini berarti bahwa (a ¿ ¿1 , a2 )¿ adalah suatu unit pada R1 ⊕ R 2 jika dan hanya
2
jika a 1 adalah suatu unit di R1 dan a 2 adalah suatu unit di R2. Sehingga, a suatu unit di R1
jika dan hanya jika petanya, θ ( a ) , merupakan unit di R2 .
3. Misalkan θ : R1 → R2 suatu isomorfisma gelanggang dan a ∈ R 1. Tunjukan bahwa a suatu
pembagi nol di R1 jika dan hanya jika petanya, θ ( a ) , merupakan pembagi nol di R2 .
Penyelesaian:
Misal (a ¿ ¿1 , a2 )¿ adalah suatu elemen R1 ⊕ R 2 . Kemudian (a ¿ ¿1 , a2 )¿ adalah suatu
pembagi nol jika dan hanya jika ada suatu elemen (b ¿ ¿1 , b2 )¿ di R1 ⊕ R 2 seperti
(b ¿ ¿1 , b2 )≠(0 ¿ ¿ R1 ,0 R )¿ ¿ dan (a ¿ ¿1 , a2 )(b ¿ ¿ 1 , b2 )=( 0 ¿ ¿ R1 , 0 R ). ¿ ¿ ¿
2 2
Persamaan kedua hanya berarti bahwa a 1 b1 =0R dan a 2 b2 =0 R . Juga
1 2
(b ¿ ¿1 , b2 )≠(0 ¿ ¿ R1 ,0 R ) ,¿ ¿artinya bahwa b 1 ≠ 0R atau b 2 ≠ 0 R . Konsekuensinya, bahwa
2 1 2
jika (a ¿ ¿1 , a2 )¿ adalah suatu pembagi nol di R1 ⊕ R 2 ,kemudian sejauh a 1 adalah suatu
pembagi nol di R1 atau a 2 adalah suatu pembagi nol di R2 . Untuk kebalikannya, misalnya
a 1 adalah suatu pembagi nol di R1. Kemudian a 1 b1 =0R untuk beberapa elemen bukan nol
1
b 1 ∈ R1 . Itu berarti bahwa
(b ¿ ¿1 , 0 R )≠(0 ¿ ¿ R 1 , 0 R )¿ ¿ dan (a ¿ ¿1 , a2 )(b ¿ ¿ 1 , 0R )=(0 ¿ ¿ R1 , 0 R ) . ¿ ¿¿
2 2 2 2
Terlebih lagi, (a ¿ ¿1 , a2 )¿ adalah suatu pembagi nol di R1 ⊕ R 2 . Sebuah kesamaan
argumen menunjukan bahwa jika a 2 adalah suatu pembagi nol di R2 , kemudian
(a ¿ ¿1 , a2 )¿ adalah suatu pembagi nol di R1 ⊕ R 2 , jika dan hanya jika a 1 adalah suatu
pembagi nol di R1 atau a 2 adalah suatu pembagi nol di R2 .
Latihan Daerah Integral
5. Misalkan R suatu Gelanggang komutatif dan padanya berlaku hukum pembatalan.
Buktikan bahwa R suatu daerah integral!
Jawab :
Ambil a , b , c ∈ R dengan a ≠ 0 dan ab=ac
Nurul
1808105043/6B
Tambahkan ruas kiri dan kanan dengan – ac sehingga diperoleh ab−ac=0
Berdasarkan Hukum Distributif diperoleh a ( b−c )=0.
Mengingat a ≠ 0 dan R tidak memuat pembagi nol maka b−c=0 dan dengan demikian b=c .
Sementara itu, jika ba=ca , dengan cara yang sama diperoleh b=c
Dengan demikian, memenuhi hukum pembatalan.