ANALISIS STRATEGI PENETAPAN HARGA DAN PROMOSI
DALAM MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN
PADA PT. JAPFA COMFEED INDONESIA, TBK.
UNIT MAKASSAR
PROPOSAL
Oleh
SISKA
NIM 105721115216
JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
MAKASSAR
2020
DAFTAR ISI
SAMPUL................................................................................................ i
HALAMAN PERSETUJUAN.................................................................. ii
DAFTAR ISI........................................................................................... iii
DAFTAR TABEL.................................................................................... iv
DAFTAR GAMBAR................................................................................ v
I. PENDAHULUAN............................................................................... 1
A. Latar Belakang............................................................................. 1
B. Rumusan Masalah....................................................................... 3
C. Tujuan Penelitian......................................................................... 3
D. Manfaat Penelitian....................................................................... 4
II. TINJAUAN PUSTAKA...................................................................... 6
A. Manajemen Pemasaran............................................................... 6
B. Harga............................................................................................ 9
C. Promosi........................................................................................ 13
D. Volume Penjualan........................................................................ 17
E. Teori Empiris................................................................................ 21
F. Kerangka Konsep......................................................................... 22
G. Hipotesis...................................................................................... 24
[Link] PENELITIAN..................................................................... 25
A. Jenis Penelitian............................................................................ 25
B. Waktu Penelitian.......................................................................... 25
C. Populasi dan Sampel................................................................... 25
D. Jenis dan Sumber Data............................................................... 26
E. Teknik Pengumpulan Data........................................................... 27
F. Metode Analisis Data................................................................... 28
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................. 31
DAFTAR TABEL
Nomor Halaman
2.1 Penelitian Terdahulu.............................................................................. 22
3.1 Definisi dan Operasional Variabel.......................................................... 28
DAFTAR GAMBAR
Nomor Halaman
2.1 Kerangka Konsep................................................................................... 24
I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pemasaran adalah fungsi bisnis yang berhubungan secara langsung
dengan konsumen. Kesuksesan suatu perusahaan, banyak ditentukan
oleh prestasi bidang dalam pemasaran. Pemasaran merupakan proses
mempelajari suatu kebutuhan dan keinginan konsumen, dan memuaskan
para konsumen dengan produk dan pelayanan yang berkualitas dan pada
harga yang kompetitif.
Strategi penetapan harga merupakan unsur dari marketing mix. Suatu
harga dianggap sebagai salah satu faktor yang sangat menentukan bagi
perusahaan, tapi strategi harga bukan satu-satunya cara untuk mengatasi
berbagai persoalan dalam perusahaan, akan tetapi setiap perusahaan
baiknya mempertimbangkan secara serius setiap keputusan dalam
masalah penetapan harga.
Beberapa kesalahan dalam strategi penetapan harga akan
mempengaruhi volume penjualan perusahaan. Apabila harga yang
ditetapkan sangat tinggi, maka kemungkinan terjadi penurunan
pendapatan. Hal ini dikarenakan konsumen akan mencari produk yang
harganya lebih murah ataupun jika harga yang diberikan kepada
konsumen terlalu rendah maka kemungkinan biaya produksi tidak akan
tertutupi. kareng barang yang diterima sedikit tetapi penjualan yang
1
2
dilakukan banyak. Penetapan harga yang sangat rendah dan tidak
sepadan dengan nilai produk tersebut akan menyebabkan kerugian
terhadap suatu perusahaan.
Promosi ditetapkan sebagai upaya dalam menerapkkan marketing mix
yang merupakan alat komunikasi dari perusahaan kepada konsumen.
Kegiatan promosi bertujuan untuk memberitahukan dan menawarkan
produk atau jasa dengan tujuan menarik konsumen untuk mengkonsumsi
produk yang ditawarkan.
Promosi yang dilakukan perusahaan merupakan sebuah usaha yang
dilakukan oleh semua perusahaan untuk memberikan informasi barang
atau jasa yang akan ditawarkan kepada calon konsumen. Perusahaan
diharapkan dapat memberikan informasi tentang manfaat yang akan
diperoleh dari produk yang ditawarkan kepada konsumen. Dalam
memberikan informasi produk yang diwarkan kepada konsumen,
perusahaan dapat menggunakan strategi promosi seperti pemasaran
langsung dan periklanan
PT. Japfa Comfeed Indonesia, Tbk. Unit Makassar merupakan
perusahaan swasta yang bergerak di bidang industri pengolahan dan
pemasaran produk. Bahan baku dihasilkan sendiri oleh perusahaan, serta
proses pengolahan juga dilakukan oleh perusahaan hingga proses
pemasaran.
3
PT. Japfa Comfeed Indonesia, Tbk. Unit Makassar menawarkan harga
produk yang dapat dijangkau oleh konsumen dikarenakan bahan baku
didapatkan dari hasil produksi sendiri.
PT. Japfa Comfeed Indonesia, Tbk. Unit Makassar telah menjangkau
pasar seluruh wilayah di sulawesi. Hal ini dikarenakan strategi perusahaan
yang melakukan penetrasi pasar dengan mengandalkan channel distribusi
dan promosi hingga ke pelosok daerah.
Berdasarkan uraian di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan
penelitian dengan judul: “Analisis Strategi Penetapan Harga dan
Promosi dalam Meningkatkan Volume Penjualan pada PT. Japfa
Comfeed Indonesia, Tbk. Unit Makassar”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan sebelumnya, maka
rumusan masalah dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Apakah penetapan harga berpengaruh terhadap peningkatan volume
penjualan pada PT. Japfa Comfeed Indonesia, Tbk. Unit Makassar?
2. Apakah promosi yang dilakukan oleh PT. Japfa Comfeed Indonesia,
Tbk. Unit Makassar berpengaruh pada peningkatan volume penjualan?
C. Tujuan Penelitian
Sesuai dengan rumusan masalah, maka tujuan penelitian ini adalah:
4
1. Mengetahui pengaruh penetapan harga pada peningkatan volume
penjualan pada PT. Japfa Comfeed Indonesia, Tbk. Unit
Makassar.
2. Mengetahui pengaruh promosi terhadap peningkatan volume
penjualan pada PT. Japfa Comfeed Indonesia, Tbk. Unit
Makassar.
D. Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan mempunyai manfaat baik secara teoritis
maupun praktis sebagai berikut:
1. Manfaat teoritis
Secara teoritis penelitian ini diharapkan mampu menambah kasanah
ilmu dan pengetahuan serta dapat dijadikan sebagai bahan acuan untuk
mengkaji pengaruh pengalaman kerja terhadap motivasi kerja karyawan di
PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk, Unit Makassar.
2. Manfaat Praktis
a. Bagi Peneliti
Melalui penelitian ini, peneliti berharap dapat menambah wawasan
dan pengetahuan serta meningkatkan kemampuan yang dimiliki
dalam mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi serta sebagai
sarana mengaplikasikan berbagai ilmu pengetahuan yang telah
dipelajari sekaligus untuk menambah pengetahuan tentang
5
strategi penetapan harga dan promosi dalam meningkatkan
volume penjualan.
b. Bagi PT. Japfa Comfeed Infonesia
Sebagai bahan masukan bagi PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk,
Unit Makassar dalam mengkaji, mengevaluasi, dan merevisi
strategi penetapan harga dan promosi dalam meningkatkan
volume penjualan.
c. Bagi Universitas Muhammadiyah Makassar
Penelitian ini dapat menambah bahan kajian tentang strategi
penetapan harga dan promosi dalam meningkatkan volume
penjualan pada PT. Japfa Comfeed Indonesia, Tbk. Unit Makassar
dan dapat digunakan sebagai bahan referensi untuk penelitian
yang relevan khususnya mahasiswa Manajemen.
II. TINJAUAN PUSTAKA
A. Manajemen Pemasaran
1. Pengertian Pemasaran
Perusahaan inovatif dapat menghadapi persaingan yang semakin
ketat seperti saat ini, produktifitas memiliki langkah-langkah pemasaran
yang dapat digunakan dalam persaingan yang ketat seperti saat ini.
Karena tujuan suatu perusahaan adalah agar dapat meningkatkan
keuntungan (laba) dan dapat menjamin keberlangsungan hidup usaha
yang dijalankannya. Sehubungan dengan hal itu, maka perusahaan dapat
memikirkan strategi pemasaran produknya, jauh sebelum produk tersebut
diproduk dan dikonsumsi oleh konsumen.
Titik awal pemasaran adalah kebutuhan konsumen itu sendiri.
Perusahaan harus memahami apa yang dibutuhkan oleh konsumen agar
pimpinan perusahaan tidak dapat menentukan barang dan jasa yang dapat
memuasakan konsumen.
Menurut Kotler (2008: 6), pemasaran adalah suatu proses dimana
perusahaan menciptakan nilai bagi pelanggan dan membangun hubungan
yang kuat dengan tujuan untuk menangkap nilai dari pelanggan sebagai
imbalannya.
Menurut Adisaputro (2010: 4), pemasaran adalah fungsi organisasi
dan seperangkat proses untuk menciptakan, mengkomunikasikan,
6
7
dan menyerahkan nilai kepada pelanggan serta untuk mengelolah
hubungan dengan pelanggan dengan cara-cara yang menguntungkan bagi
organisasi dan semua pemangku kepentingan (stakeholder).
Menurut Daryanto (2011: 1), pemasaran adalah suatu proses sosial
dan manajerial dimana individu dan kelompok mendapatkan kebutuhan
dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan, dan bertukar
sesuatu yang bernilai satu sama lain.
Menurut Kismono (2001: 293), pemasaran adalah sekelompok aktifitan
yang saling berkaitan yang dirancang untuk mengidentifikasi kebutuhan
konsumen dan mengembangkan distribusi, promosi dan penetapan harga
serta pelayanan untuk memuaskan kebutuhan konsumen pada tingkat
keuntungan tertentu.
Berdasarkan definisi tersebut, pemasaran adalah merupakan suatu
proses sosial yang melibatkan banyak kegiatan oleh seorang individu
sebagai konsumen dan perusahaan untuk dapat menemukan apa yang
mereka butuhkan.
Perusahaan, untuk dapat melakukan kegiatan pemasaran dengan
baik, maka diperlukan sistem pengelolaan (manajemen) dalam kegiatan-
kegiatan pemasaran agar proses pemasaran dapat berlangsung sesuai
dengan tujuan yang diharapkan. Pengelolaan pemasaran (manajemen
pemasaran) dapat berlangsung jika suatu pihak pada pertukaran potensial
8
mempertimbangkan saran dan sarana untuk mendapatkan tanggapan
yang diharapkan dari pihak lainnya.
2. Bauran Pemasaran (Marketing Mix)
Marketing Mix atau bauran pemasaran merupakan istilah yang
digunakan untuk menjelaskan perpaduan strategi-strategi pembentukan
inti sistem pemasaran sebuah perusahaan untuk mengetahui reaksi
pembeli.
Menurut Alma (2011: 205), bauran pemasaran merupakan strategi
mencampur kegiatan-kegiatan marketing, agar dicari kombinasi maksimal
sehingga mendatangkan hasil paling memuaskan.
Menurut Kismono (2001: 308), bauran pemasaran adalah kombinasi
dari variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari pemasaran yang
terdiri dari strategi produk (product), harga (price), tempat (place), dan
promosi (promotion)
Secara umum, unsur-unsur marketing mix yang utama ada empat
yaitu sebagai berikut:
1. Produk (product)
Produk merupakan kombinasi barang dan jasa yang diperjualbelikan
perusahaan kepada konsumen. Produk tidak hanya meliputi fisiknya saja
tetapi juga garansi, kemasan, dan pelayanan setelah penjualan.
2. Harga (price)
9
Menurut Mc. Daniel, Dkk. (2001: 56), harga adalah apa yang harus
dibayar oleh konsumen untuk mendapatkan suatu produk. Harga bukan
saja suatu komponen bagi perusahaan untuk mengembalikan modalnya.
Tetapi juga untuk memperoleh laba serta mempertahankan kelangsungan
hidup perusahaan tersebut.
3. Tempat (place)
Bertujuan untuk menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan dan
diinginkan oleh calon konsumen pada waktu dan tempat yang tepat, maka
kemudahan akses maupun ketersediaan produk pada outlet yang tepat
juga harus diperhatikan oleh setiap perusahaan.
4. Promosi (promotion)
Promosi merupakan berbagai kegiatan yang dilakukan untuk
memperlihatkan keistimewaan produk dan meyakinkan konsumen agar
mau membeli produk yang ditawarkannya tersebut. Promosi ini
merupakan alat untuk memperkenalkan barang baru dan mengingatkan
keberadaan suatu barang yang telah diproduksi sebelumnya kepada
konsumen agar mereka mengenal, loyal, mengingat dan dapat tertarik
untuk membeli produk yang ditawarkan.
B. Harga
1. Pengertian Harga
Harga adalah nilai uang yang harus dibayarkan oleh konsumen
kepada penjual atas barang dan jasa yang akan dibelinya. Dengan kata ,
10
lain, harga adalah nilai suatu barang yang ditentukan oleh penjual kepada
pembeli.
Menurut Kotler dan Armstrong (2008: 345) mengatakan harga sebagai
sejumlah uang yang ditagih atas suatu produk atau jasa, atau jumlah dari
nilai yang ditukarkan para pelanggan untuk memperoleh manfaat dari
memiliki atau menggunakan suatu produk atau jasa.
Menurut Swasta (2002: 185), mendefinisikan harga sebagai sejumlah
uang (ditambah beberapa barang kalau mungkin) yang dibutuhkan untuk
mendapatkan sejumlah kombinasi barang beserta pelayanannya.
Berdasarkan pengertian diatas, diketahui bahwa harga yang diberikan
kepada pembeli sudah termasuk layanan dalam penjualan. Beberapa
perusahaan melakukan pendekatan terhadap penentuan harga berdasar
dari tujuan yang akan dicapainya. Adapun tujuan yang dimaksud adalah
mempertahankan market share, meningkatkan penjualan,
mempertahankan stabilitas harga dan mempertahankan pelanggan yang
sudah ada. Pada tingkat yang lebih khusus, perusahaan dapat
menentukan harga untuk menarik pelanggan baru dan mempertahankan
pelanggan yang sudah ada.
Perusahaan dapat memberikan harga rendah agar memiliki keuggulan
dalam pasar, atau menetapkan harga setingkat dengan pasar dengan
tujuan menstabilkan pasar. Perusahaan dapat memberikan harga yang
dapat menjaga loyalitas dan dukungan para penyalurnya. Harga dapat
11
diturunkan sementara untuk menciptakan ketertarikan pada suatu merek,
penetapan harga pada produk dapat menolong penjualan produk lain
dalam lini usaha, sehingga untuk mencapai tujuan perusahaan maka
penetapan harga harus memberikan peran penting
Sering kali perusahaan mempromosikan produknya terhadap harga
dan menyesuaikan keputusan bauran pemasaran yang lainnya kepada
harga produk yang hendak dikenalkan. Harga adalah salah satu faktor
penting yang menentukan posisi produk yang mendefinisikan pasar,
desain produk serta persaingan.
2. Tujuan Penetapan Harga
Pada umumnya perusahaan dalam menetapkan harga mempunyai
beberapa tujuan. Tujuan penetapan harga yaitu memaksimalkan
keuntungan perusahaan saat sekarang, kelangsungan hidup perusahaan,
kepemimpinan pangsa pasar, atau mempertahankan pelanggan yang telah
ada. Adapun tujuan dari penetapan harga yaitu sebagai berikut:
a. Mencapai penghasilan atas investasi yang telah ditanamkan
sebelumnya. Besar keuntungan investasi telah ditetapkan
persentasenya untuk mencapai barang yang dihasilkannya.
b. Untuk menghadapi dan mencegah persaingan, apabila
perusahaan baru mencoba-coba memasuki pasar dengan tujuan
mengetahui pada harga berapa perusahaan akan menetapkan
penjualan.
12
c. Sasaran penetapan harga biasanya dinyatakan dalam bentuk
persentase kenaikan volume penjualan dalam suatu periode.
Misalnya dalam suatu periode, para pengecer menggunakan
sasaran semacam ini. Saat mereka sedang berupaya
meningkatkan penjualan tahun lalu dengan presentase tertentu,
namun untuk meningkatkan volume penjualan dengan
menggunakan konsep pemasaran yang dianut agar memberikan
volume penjualan yang dapat menguntungkan bagi perusahaan.
Di satu pihak, sasaran perusahaan dapat meningkatkan volume
penjualan dengan tetap mempertahankan tingkat laba yang
diperoleh. Dilain hal, perusahaan dapat meningkatkan jumlah
volume penjualannya dengan cara strategi penetapan harga yang
agresif dengan kerugian.
d. Perusahaan dapat memfokuskan strategi penetapan harga untuk
mempertahankan ataupun meingkatkan pangsa pasar.
3. Strategi Penetapan Harga
Menurut Kismono (2001: 355), ada beberapa strategi harga dalam
marketing antara lain adalah sebagai berikut:
a. Market Skimming
Dalam market skimming, produk baru pada awalnya ditawarkan
dengan harga yang relative tinggi. Tujuannya adalah untuk
menutup biaya produksi dengan cepat.
13
b. Penetration Princing
Penentuan harga yang relatif lebih murah dengan tujuan agar lebih
mudah masuk pasar dan mampu memperluas pangsa pasar.
c. Prestige and Economy Princing
Prestige princing adalah strategi yang menaikkan harga barang
dan jasa diatas harga rata-rata economy princing dengan
menurunkan harga barang dan jasa dibawah rata-rata.
d. Multiple Princing
Strategi ini merupakan diskon dengan kuantitas tertentu. Harga
yang dikenakan akan lebih murah apabila jumlah produk atau jasa
yang diberikan semakin banyak.
C. Promosi
Perusahaan harus memperkenalkan produk yang mereka produksi
kepada konsumen. Perusahaan harus memastikan bahwa produk yang
mereka produksi telah sesuai dengan kebutuhan pasar. Kegiatan ini
disebut sebagai promosi. Promosi adalah alat komunikasi perusahaan
kepada pasar dengan menggunakan beberapa media seperti radio, koran,
iklan televise dan promosi social media. Promosi yang merupakan alat
untuk menghubungkan antara kepentingan produsen dengan konsumen
harus benar-benar dipahami oleh perusahaan.
Secara tradisional, bauran promosi terdiri dari beberapa elemen
penting, yaitu: promosi penjualan (sales promotion), iklan (advertising),
14
personal selling dan publikasi/humas. Namun, George & Belch (2009: 17)
menambahkan dua elemen dalam promotional mix, yaitu interactive media
dan direct marketing. Dua elemen tersebut telah digunakan oleh pengelola
pasar saat ini untuk berkomunikasi dengan konsumen seperti halnya
empat unsur yang telah dijelaskan diatas.
Perusahaan baiknya mempertimbangkan banyak faktor sebelum
melakukan bauran promosi, seperti: pasar yang akan dituju, siklus produk,
jenis produk yang dihasilkan, saluran distribusi yang tersedia, serta
bagaimana konsumen memutuskan pembelian.
1. Tujuan Promosi
Tujuan dari pada promosi adalah memperkenalkan barang yang
perusahaan produksi, dengan tujuan agar para konsumen dapat membeli
hasil produksinya, dengan demikian perusahaan akan mendapatkan laba
dari peningkatan volume penjualan perusahaan. Hal ini dapat dicapai oleh
suatu perusahaan apabila promosi yang digunakan benar-benar tepat
sehingga pelaksanaan promosi dapat berhasil seefektif mungkin. Menurut
Kotler (2008: 281) tujuan promosi, yaitu:
a. Memodifikasi tingkah laku
Dengan promosi perusahaan berusaha menciptakan kesan yang
baik tentang dirinya dan dengan demikian bias merubah tingkah
laku serta pendapat konsumen tentang produk perusahaan
sehingga mendorong pembelian produk.
15
b. Memberitahu
Kegiatan promosi dilakukan untuk memberitahu pasar yang dituju
tentang penawaran perusahaan perihal suatu produk.
c. Membujuk
Diarahkan terutama untuk mendorong pembelian, sering
perusahaan tidak ingin mendapat tanggapan instan dari
konsumen, tetapi lebih mengutamakan kesan positif.
d. Mengingatkan
Promosi ini dilakukan terutama untuk mengingatkan kepada
masyarakat bahwa produk perusahaan masih ada dipasaran.
2. Jenis Promosi
Perumusan pesan yang disampaikan dalam promosi haruslah
sedemikian rupa sehingga dapat menyentuh perasaan atau hati sanubari
konsumen. Promosi dengan pesan-pesan yang persuasif seperti itu maka
konsumen akankonsumen akan menarik pesan itu dengan enak dan akan
terkesan secara mendalam baginya. Perumusan pesan itu harus bersifat
tajam tetapi halus. Pesan yang disampaikan lewat promosi itu merupakan
senjata untuk mempengaruhi konsumen sehingga harus tajam tetapi
halus.
Apabila media promosi yang digunakan tidak tepat, biasanya
disebabkan oleh promosi yang tidak sesuai dengan kebiasaan konsumen
dalam menjalani kehidupan sehari-harinya. Jika perusahaan memasarkan
16
produknya menggunakan media yang jarang digunakan oleh konsumen
dalam kehidupan sehari-harinya, maka pesan yang ingin disampaikan
kepada perusahaan tidak akan sampai kepada konsumen.
Tjiptono (2009: 222) mengemukakan bahwa bentuk-bentuk promosi
menurut tugas khususnya yaitu:
a. Mass selling (periklanan dan publisitas) adalah bentuk pendekatan
yang menyampaikan informasi kepada orang banyak dengan
menggunakan media komunikasi dalam waktu tertentu.
b. Personal selling yaitu terjadi interaksi langsung, saling bertemu
muka antara pembeli dan penjual
c. Promosi penjualan adalah kegiatan yang dilakukan perusahaan
untuk menjajakan produk yang dipasarkannya sedemikian rupa
sehingga konsumen akan mudah untuk melihatnya dan bahkan
dengan cara penempatan dan pengaturan tertentu maka produk
tersebut akan menarik perhatian konsumen. Promosi penjualan
adalah bentuk persuasi langsung melalui penggunaan berbagai
insentif yang dapat diatur untuk mendapatkan jumlah barang yang
dibeli pelanggan.
d. Public relation (hubungan masyarakat) merupakan upaya
komunikasi menyeluruh dari suatu perusahaan untuk
mempengaruhi persepsi, opini, keyakinan, dan sikap berbagai
kelompok terhadap perusahaan tersebut. Kelompok yang
17
dimaksud dalam hal ini adalah mereka yang terlibat, mempunyai
kepentingan, dan bisa memberikan manfaat bagi perusahaan
dalam pencapaian tujuan. Kelompok tersebut biasanya terdiri dari
pemegang saham, karyawan, customers, pemasok, perantara,
serta media massa.
e. Direct marketing adalah sistem pemasaran yang bersifat langsung
kepada konsumen, yang memanfaatkan beberapa media iklan
untuk menimbulkan respon yang terukur. komunikasi yang
dilakukan dengan tujuan individu konsumen, hal ini dilakukan agar
konsumen dapat memberikan tanggapan langsung, baik melalui
telepon atau datang langsung ke tempat pemasar.
D. Volume Penjualan
Volume penjualan dapat diartikan sebagai tingkat penjualan yang
diperoleh perusahaan untuk periode tertentu dalam satuan
(unit/total/rupiah). penjualan merupakan interaksi antara individu saling
bertatap muka dengan tujuan untuk menciptakan, menguasai,
memperbaiki atau mempertahankan hubungan pertukaran sehingga
menguntungkan bagi pihak lain. Istilah dalam volume penjualan telah
mengalami perubahan dalam beberapa tahun belakangan ini . Pada
mulanya, istilah tersebut untuk menunjukkan pengarahan tenaga
penjualan atau disebut juga menejemen penjualan, kemudian, istilah
tersebut diartikan secara lebih luas lagi dengan penjualan dari seluruh
18
kegiatan pemasaran, distribusi fisik, penetapan harga jual dan
perencanaan produk tetapi sekarang istilah itu sudah dibedakan dengan
menunjukkan kegiatan pemasaran menjual produknya.
Perusahaan bertujuan agar profit yang didapatkan bisa semaksimal
mungkin, perusahaan dapat bertahan dan berkembang. Jika ingin
mencapai tujuan tersebut maka perusahaan harus meningkatkan volume
penjualan karena hal itu merupakan salah satu kunci sukses tidaknya
suatu perusahaan.
Ukuran efisiensi dalam kegiatan pemasaran adalah kenaikan volume
penjualan, meskipun kenaikan volume penjualan tidak selamanya diikuti
oleh kenaikan laba. Pengertian dari volume penjualan adalah kegiatan
penjualan suatu produk atau jasa secara kumulatif yang dihasilkan oleh
perusahaan dalam suatu satu periode tertentu. Menurut Swasta (2002:
404) terdapat beberapa indikator dari volume penjualan yaitu:
1. Mencapai volume penjualan
Volume penjualan menurut Kotler (2008: 179) menyebutkan bahwa
menunjukkan jumlah barang yang dijual dalam satu waktu tertentu.
Menurut Swasta (2002: 403), penjualan adalah interaksi antara individu
yang saling bertemu muka yang ditujukan untuk menciptakan,
memperbaiki, atau mempertahankan hubungan pertukaran sehingga
menguntungkan bagi pihak lain. Perusahaan harus memiliki strategi yang
baik dalam memasarkan produknya agar mencapai voume penjualan yang
19
tinggi. Keberhasilan dan keuntungan perusahaan bergantung pada
kemampuan perusahaan dalam menjual produknya dengan tingkat
penjualan yang tinggi, apabila perusahaan tidak mampu menjual maka
perusahaan akan mengalami kerugian.
2. Mendapatkan laba tertentu
Perusahaan dapat menarik investor agar menanamkan modal dan
memperluas usahanya dengan cara meningkatkan keuntungan (laba)
perusahaan, sebaliknya perusahaan akan kehilangan investor apabila
perusahaan mengalami kerugian.
3. Menunjang pertumbuhan perusahaan
Perusahaan akan dapat bertahan dan berkembang apabila
perusahaan mampu menaikkan volume penjualannya. Hal ini akan
membuat perusahaan mendapat keuntungan untuk menunjang
pertumbuhan perusahaan.
Aktivitas penjualan banyak dipengaruhi oleh beberapa faktor yang
dapat meningkatkan aktivitas perusahaan tersebut. Oleh karena itu,
perusahaan perlu memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi
penjualan. Faktor-faktor yang mempengaruhi penjualan menurut Swasta
(2002: 405) sebagai berikut:
a. Kondisi dan Kemampuan Penjual
20
Kondisi dan kemampuan yang dimaksud adalah pemahaman dari
beberapa masalah penting yang berkaitan langsung dengan
produk yang dijual, kuantitas, kualitas, dan tenaga penjual.
b. Kondisi Pasar
Pasar mempengaruhi kegiatan dalam transaksi penjualan baik
sebagai kelompok pembeli atau penjual. Kondisi pasar dipengaruhi
oleh beberapa faktor yakni: jenis pasar, kelompok pembeli, daya
beli, frekuensi pembelian serta keinginan dan kebutuhannya.
c. Modal
Modal atau dana sangat diperlukan dalam rangka untuk
mengangkut barang dagangan ditempatkan atau untuk membesar
usahanya. Modal perusahaan dalam penjelasan ini adalah modal
kerja perusahaan yang digunakan untukmencapai target penjualan
yang dianggarkan, misalnya dalam menyelenggarakan stok produk
dan dalam melaksanaan kegiatan penjualan memerlukan usaha
seperti alat transportasi, tempat untuk menjual, usaha promosi dan
sebagainya.
d. Kondisi Organisasi Perusahaan
Pada perusahan yang besar, biasanya masalah penjualan ini
ditangani oleh bagian tersendiri, yaitu bagian penjualan yang
dipegang oleh orang-orang yang ahli di bidang penjualan.
e. Faktor-faktor Lain
21
Faktor-faktor lain seperti periklanan, peragaan, kampanye, dan
pemberian hadiah sering mempengaruhi penjualan karena
diharapkan dengan adanya faktor-faktor tersebut pembeli akan
kembali membeli lagi barang yang sama.
E. Tinjauan Empiris
Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu
No Nama/Tahun Judul Metode Hasil Penelitian
1 Devita Upaya Meningkatkan Analisis Diketahui rata-rata
Ratnasari, Volume Penjualan regresi pertumbuhan
Imam Suyadi, Melalui Periklanan linier omzet penjualan,
Dahlan (Advertising) (Studi berganda volume penjualan,
Fanani pada PT. Setio Budi frekuensi aktifitas
(2016) Luhur Tours & Travel periklanan dan
Surabaya) frekuensi biaya
periklanan menga-
lami peningkatan.
2 Ritahayani Pengaruh Harga dan Analisis Harga dan promosi
Ndruru Promosi Terhadap regresi berpengaruh
(2018) Volume Penjualan linier positif dan
pada UD. Anis Berkat berganda signifikan terhadap
Teluk Dalam volume penjualan.
Kabupaten Nias
Selatan
3 Nirmalasari Pengaruh Promosi Analisis Terdapat pengaruh
(2019) Terhadap Tingkat regresi positif dan
Penjualan pada PT. linier signifikan promosi
Gira Nirwana Putra berganda terhadap tingkat
Travel Medan penjualan.
4 Andawari, Pengaruh harga, Analisis Hasil menunjukan
Anindya lokasi, dan kualitas regresi bahwa pengaruh
Rachma dan produk terhadap linier harga, lokasi, dan
Kamal keputusan pembelian berganda kualitas produk
(2016) (Studi kasus pada berpengaruh signi-
Coffee Stove fikan terhadap
22
Syndicate Cafe keputusan pembe-
Semarang) lian konsumen
5 Chandra Pengaruh bauran Analisis produk, harga,
Kurniawan pemasaran terhadap regresi promosi, proses,
dan proses keputusan linear lingkungan fisik,
Budi Satrio pembelian konsumen berganda dan orang secara
(2015) pada Resto & Cafe simultan mempu-
Dream Car nyai pengaruh
yang signifikan
terhadap keputu-
san konsumen
pada Resto & Cafe
Dream Car
Surabaya
F. Kerangka Konsep
Kerangka konsep adalah suatu uraian dan visualisasi tentang
hubungan atau kaitan antara konsep-konsep atau variabel-variabel yang
akan diamati atau diukur melalui penelitian yang akan dilakukan
(Notoatmodjo, 2012).
Harga merupakan sejumlah uang yang harus dibayar atas suatu
produk atau jumlah dari nilai yang ditukar konsumen agar memiliki manfaat
karena memiliki atau menggunakan produk tersebut. Volume penjualan
adalah tingkat penjualan perusahaan dalam satu waktu tertentu.
Harga yang diberikan kepada konsumen memiliki pengaruh pada
tingkat penjualannya. Pemberian harga yang rendah dapat membuat
penjualan meningkat, sebaliknya pemberian harga yang tinggi dapat
membuat penjualan menjadi menurun.
23
Promosi merupakan suatu bentuk interaksi yang memiliki tujuan untuk
menyampaikan informasi. Promosi dapat mempengaruhi pembeli agar
melakukan pembelian atau memberikan daya tarik konsumen agar dapat
membeli produk atau jasa yang ditawarkan serta mengingatkan konsumen
untuk melakukan pembelian ulang. Biaya promosi suatu pruduk akan
mempengaruhi volume penjualan produk tersebut. Biaya promosi yang
besar memiliki pengaruh terhadap peningkatan volume penjualan produk,
sedangkan biaya promosi yang kurang besar dapat menurunkan volume
penjualan produk.
Berdasarkan teori pendukung yang telah dikemukakan, dibawah ini
suatu kerangka konsep yang berfungsi sebagai penuntun, sekaligus
mencerminkan alur berfikir yang merupakan dasar bagi perumusan
hipotesis.
Penetapan Harga
a. Market Skimming
b. Penetration Princing
c. Prestige and Economy Princing
d. Mutiple Princing
Sumber: Kismono (2001: 355)
Volume Penjualan
Promosi
a. Mass Selling
b. Personal Selling
c. Promosi Penjualan
d. Public Relation
e. Direct Marketing
Sumber: Tjiptono (2009: 222)
24
Gambar 2.1 Kerangka Konsep
G. Hipotesis
1. Diduga strategi penetapan harga berpengaruh terhadap
peningkatan volume penjualan pads PT. Japfa Comfeed Indonesia,
Tbk. Unit Makassar.
2. Diduga promosi yang dilakukan oleh PT. Japfa Comfeed Indonesia,
Tbk. Unit Makassar berpengaruh terhadap peningkatan volume
penjualan.
III. METODE PENELITIAN
A. Jenis penelitian
Jenis penelitian yang digunakan dalam penilitian ini adalah penelitian
kuantitatif. Penelitian kuantitatif yaitu penelitian yang menggambarkan
keadaan perusahaan yang dilakukan dengan analisis berdasarkan data
yang didapatkan. Metode kuantitatif digunakan untuk meneliti pada
populasi atau sempel tertentu, teknik pengambian sampel pada umunya
dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrument
penelitian analisis data bersifat kuantitatif/statistik dengan tujuan untuk
menguji hipotesis yang telah ditetapkan.
B. Waktu Penelitian
1. Lokasi Penelitian
Penelitian dan pengambilan data ini akan dilakukan pada PT. Japfa
Comfeed Indonesia, Tbk. Unit Makassar Jl. Prof. Dr. Ir. Sutami KM 17, Pai,
Kec. Biringkanaya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
2. Waktu Penelitian
Penelitian ini dilakukan selama dua bulan pada PT. Japfa Comfeed
Indonesia, Tbk. Unit Makassar
C. Populasi dan Sampel
1. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau
subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang
25
ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik
kesimpulannya. Populasi bukan hanya orang, tetapi juga obyek dan
benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah
yang ada pada obyek atau subyek yang dipelajari, tetapi meliputi
seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subyek atau obyek itu.
2. Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh
populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin
mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena
keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat
menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu.
D. Definisi Operasional Variabel dan Pengukuran
Operasional variabel adalah penjelasan mengenai cara-cara tertentu
yang digunakan oleh peneliti untuk mengukur (mengoperasionalkan)
construct menjadi variabel penelitian yang dituju. Sehingga memungkinkan
peneliti yang lain untuk melakukan replikasi (pengulangan) pengukuran
dengan cara yang sama, atau mencoba mengembangkan cara
pengukuran construct yang lebih baik.
1. Variabel
a. Harga adalah jumlah dari nilai yang ditukarkan para pelanggan
untuk memperoleh manfaat dari memiliki atau menggunakan suatu
produk atau jasa tersebut yakni produk pada PT. Japfa Comfeed
Indonesia, Tbk. Unit Makassar.
26
b. Promosi adalah suatu bentuk komunikasi pemasaran yang
bertujuan untuk menyampaikan/menyebarkan informasi,
mempengaruhi pembeli agar melakukan pembelian serta
mengingatkan untuk melakukan pembelian ulang.
c. Volume penjualan yaitu tingkat penjualan suatu produk pada
periode tertentu.
2. Pengukuran efektifitas harga yang dilakukan dengan membandingkan
strategi penetapan harga dan promosi terhadap volume penjualan.
Tabel 3.1 Definisi dan Operasional Variabel
Variabel Definisi Variabel Indikator Skala
Volume Tingkat penjualan suatu produk Rupiah Rasio
Penjualan (Y) pada periode tertentu
Harga (X1) Jumlah dari nilai yang ditukarkan Rupiah Rasio
para pelanggan untuk memperoleh
manfaat dari memiliki atau
menggunakan suatu produk atau
jasa
Promosi (X2) Suatu bentuk komunikasi Rupiah Rasio
pemasaran yang bertujuan untuk
menyampaikan atau menyebarkan
informasi, mempengaruhi pembeli
agar melakukan pembelian serta
mengingatkan untuk melakukan
pembelian ulang
E. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data adalah cara-cara yang digunakan untuk
mengumpulkan data dan keterangan-keterangan lainnya dalam penelitian
terhadap masalah yang menjadi objek penelitian. Untuk mendapatkan
27
kelengkapan data dari informasi yang dibutuhkan, maka menggunakan
data sekunder sebagai berikut:
1. Studi Lapangan (Field Research)
Studi lapangan (field research) merupakan sala satu proses kegiatan
pengumpulan fakta-fakta melalui observasi/pengamatan dan wawancara
dalam proses memperoleh keterangan atau data dengan cara terjun
langsung ke lapangan (field study).
2. Wawancara
Wawancara yaitu mendapatkan informasi dengan cara bertanya
langsung kepada responden.
3. Dokumentasi
Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan
dokumentasi yaitu teknik pengumpulan data dengan cara menelaah
dokumen-dokumen serta bahan-bahan yang diperoleh dari perusahaan
yang berkaitan dengan data yang diperlukan peneliti.
F. Teknik Analisis Data
1. Analisis data terdiri dari dua metoede yaitu:
a. Metode Deskriptif
Metode Deskriptif adalah teknik analisis data yang digunakan
dengan cara mengadakan pengumpulan data serta menganalisis
data yang ada sehingga diperoleh gambaran yang jelas
28
mengenai kenyataan-kenyataan, sifat-sifat serta pengaruh pada
fenomena yang diteliti.
b. Metode Kuantitatif
Metode kuantitatif digunakan untuk mengetahui berapa besar
pengaruh variabel bebas yaitu harga dan promosi terhadap
variabel terikat yaitu volume penjualan dengan menggunakan
rumus analisis regresi linear berganda
Y = b0 + b1X1 + b2X2 + e
Dimana : Y = Volume Penjualan
b0 = Konstanta
b1, b2 = Koefisien Regresi Parsial
X1 = Harga (variabel independen 1)
X2 = Promosi (variabel independen 2)
e = Hambatan/error
2. Pengujian hipotesis analisis data pengujian hipotesis diolah secara
statistik dengan menggunakan alat bantu program SPSS pengujian
yang akan dilakukan yaitu:
a. Melihat kebagusan model (kemampuan model untuk menjelaskan
variasi dari variabel terikat oleh variasi dari variabel bebas), yaitu
dengan melihat koefisien determinasi atau R² (R-square). Jika nilai
R² semakin besar (mendekati 1), berarti model dapat dikatakan
29
bagus atau kemampuan model semakin baik untuk menjelaskan
pengaruh dari variabel bebas yang diteliti
terhadap variabel terikatnya.
Jika nilai R² semakin kecil (mendekati 0), berarti kemampuan
model untuk menjelaskan pengaruh dari variabel bebas yang
diteliti terhadap variabel terikatnya semakin lemah.
b. Uji - F (Uji serentak)
Untuk melihat sejauh mana signifikansi dari semua variabel
independen terhadap variabel dependen.
H0 : b1 = b2 = 0 (tidak terdapat pengaruh yang fositif dan signifikan
antara X1 dan X2 terhadap Y)
H1 : b1 ≠ b2 = 0 (terdapat pengaruh yang positif dan signifikan
antara X1 dan X2 terhadap Y)
Keriteria Pengambilan Keputusan:
Jika Fhitung< Ftabel, maka H0 diterima
Jika Fhitung> Ftabel, maka H0 ditolak dan H1 diterima
c. Uji – t (Uji parsial)
Untuk melihat sejauh mana signifikan dari setiap variabel bebas
terhadap variabel terikat.
H0 : bx = 0
H1 : bx ≠ 0
Kriteria pengambilan Keputusan:
30
Jika -ttabel < thitung< ttabel, maka H0 diterima
Jika ttabel ≥ thitung atau thitung ≤ -t tabel, maka H0 ditolak dan H1 diterima.
31
DAFTAR PUSTAKA
Adisaputro, Gunawan. (2010). Manajemen Pemasaran. Yogyakarta: UPP
STIM. YKPN.
Alma, Buchari. (2011). Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa,
Cetakan. Kesembelian. Bandung: Alfabeth.
Andawari, Rachma A., dan Kamal. (2016). Pengaruh harga, lokasi, dan
kualitas produk terhadap keputusan pembelian (Studi kasus pada
Coffee Stove Syndicate Cafe Semarang)
Charles W. Lamb, Joseph F. Hair, Carl McDaniel. (2001). Pemasaran, Edisi
pertama. Jakarta: Salemba Empat.
Daryanto. (201). Manajemen Pemasaran: Sari Kuliah. Bandung: Satu Nusa.
George & Michael Belch. (2010) Promotional Mix. Jakarta: Kencana Prenada
Media Group.
Kismono, Gugup. (2001). Pengantar Bisnis, Edisi I, Cetakan I. Yogyakarta:
BPFE.
Kotler, Philip dan Gary Armstrong. (2008). Prinsip-prinsip pemasaran. Edisi
Keduabelas. Jakarta: Erlangga.
Kurniawan, Chandra dan Satrio, Budi. (2015). Pengaruh bauran pemasaran
terhadap proses keputusan pembelian konsumen pada Resto & Cafe
Dream Car
Ndruru, Ritahayani. (2018). Pengaruh Harga dan Promosi Terhadap Volume
Penjualan pada UD. Anis Berkat Teluk Dalam Kabupaten Nias Selatan
Nirmalasari. (2019). Pengaruh Promosi Terhadap Tingkat Penjualan pada PT.
Gira Nirwana Putra travel medan
Notoatmodjo, Soekidjo. (2012). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta:
Rineka Cipta.
Ratnasari D., Suyadi I., dan Fanani D. (2016). Upaya Meningkatkan Volume
Penjualan Melalui Periklanan (Advertising) (Studi pada PT. Setio Budi
Luhur Tours & Travel Surabaya).
32
33
Simamora, Bilson. (2004). Riset Pemasaran: Falsafah, Teori, dan Aplikasi.
Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Swasta, Basu. (2002). Manajemen [Link]: Liberty
Tjiptono. (2009). Manajemen masaran. Jakarta: Damar Mulia Pustaka.