0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan11 halaman

Panduan Lengkap Network Planning Teknik Sipil

Dokumen tersebut membahas tentang network planning yang merupakan salah satu model penyelenggaraan proyek. Network planning digunakan untuk mengkoordinasikan pekerjaan, mengetahui hubungan antar pekerjaan, dan menentukan jadwal proyek. Dokumen ini menjelaskan proses penyusunan network planning meliputi mengidentifikasi lingkup proyek, menyusun hubungan antar kegiatan, menentukan durasi kegiatan, dan menghitung jadwal proyek

Diunggah oleh

Pixel Bob
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
14 tayangan11 halaman

Panduan Lengkap Network Planning Teknik Sipil

Dokumen tersebut membahas tentang network planning yang merupakan salah satu model penyelenggaraan proyek. Network planning digunakan untuk mengkoordinasikan pekerjaan, mengetahui hubungan antar pekerjaan, dan menentukan jadwal proyek. Dokumen ini menjelaskan proses penyusunan network planning meliputi mengidentifikasi lingkup proyek, menyusun hubungan antar kegiatan, menentukan durasi kegiatan, dan menghitung jadwal proyek

Diunggah oleh

Pixel Bob
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Materi 3 : Network Planning

OLEH : INDRAYANI, ST., M.T.


RIO MARPEN, S.T., [Link].

Jurusan Teknik Sipil


2020
 Network Planning  merupakan salah satu model yang
digunakan dalam penyelenggarakan proyek, dimana
produknya adalah kegiatan-kegiatan yang ada dalam
proyek dan informasi yang dihasilkan adalah sumber daya
yang digunakan.

Kegunaan dari Net-Work Planning adalah :


 Mengkoordinasikan berbagai pekerjaan
 Mengetahui apakah suatu pekerjaan bebas atau tergantung dengan
pekerjaan lainnya
 Mengetahui logika proses yang berlangsung dan hasil proses itu
sendiri.
2
 Dalam penggunaan Network Planning dalam penyelenggaraan
proyek diperlukan :
1. Masukan informasi yang tetap
2. Kemampuan yang tinggi untuk mengambil keputusan
3. Sumber daya dalam keadaan siap pakai
4. Kemampuan untuk melaksanakan proses pengelolaan sumber
daya
 Network Planning dapat berjalan apabila :
– Model/ kegiatan harus lengkap
– Model/ kegiatan harus cocok
– Asumsi yang dipakai tepat
– Sikap/ tanggung jawab pelaksana
3
 Proses penyusunan network planning secara garis besar,
meliputi :
1. Mengkaji dan mengidentifikasi lingkup proyek
2. Menyusun hubungan logika ketergantungan antar
kegiatan
3. Memberikan perkiraan waktu untuk setiap kegiatan
4. Mengidentifikasi jalur kritis dan float
5. Menentukan jadwal yang paling ekonomis dan
meminimalkan fluktuasi pemakaian sumber daya.

4
 Langkah-langkah yang penting diperhatikan pada pembuatan Network
Planning, yaitu :

– Tentukan jenis-jenis kegiatan yang ada


– Urutkan jenis-jenis kegiatan tersebut
– Kaitkan jenis kegiatan yang mempunyai kaitan hubungan
– Tentukan lamanya waktu penyelesian setiap jenis kegiatan
– Buatkan daftar kegiatan (logika ketergantungan)
– Buat NWP nya
 Dalam membuat Network Planning yang dilakukan :
– Memperinci proyek dalam kegiatan-kegiatan
– Menyusun urutan kegiatan-kegiatan
– Menggambar diagram Network
– Menentukan waktu penyelesaian masing-masing kegiatan
– Menghitung waktu penyelesaian proyek
– Mencari kegiatan kritis dan lintasan kritis
– Menghitung float masing-masing kegiatan
5
CRITICAL PATH METHOD (CPM)

 Kegiatan dalam Critical Path Method (CPM) digambarkan


dengan lambang anak panah sehingga sering disebut juga
Activity on arrow atau arrow diagram yang terdiri dari anak
panah dan lingkaran/ segi empat, dimana anak panah
menggambarkan kegiatan/ aktivitas dan lingkaran/ segi empat
menggambarkan kejadian (event).
 Kejadian (event) diawal anak panah disebut “I”, sedangkan
kejadian (event) diakhir anak panah disebut node “J”. Setiap
activity on arrow merupakan satu kesatuan dari seluruh
kegiatan sehingga kejadian (event) “J” kegiatan sebelumnya
merupakan kejadian (event) “I” kegiatan berikutnya.

6
 Beberapa hal yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam
pembuatan network diagram (Djojowirono, 1991) antara lain :

– Dalam penggambarannya network diagram harus jelas dan


mudah dibaca
– Harus dimulai dan diakhiri pada event
– Kegiatan disimbolkan dengan anak panah yang dapat
digambarkan dengan garis lurus atau garis patah
– Sedapat mungkin terjadinya perpotongan antar anak panah
harus dihindari
– Diantara dua kejadian hanya boleh ada satu anak panah
– Penggunaan kegiatan semu digunakan garis putus-putus
dan jumlahnya seperlunya saja.

7
Tanda/ Simbol-Simbol Pokok

8
Urutan Kegiatan
 Untuk setiap kegiatan selalu timbul pertanyaan :
– Kegiatan-kegiatan apa yang mendahului
– Kegiatan-kegiatan apa yang langsung mengikuti
– Kegiatan-kegiatan apa yang dapat langsung
mengikuti
– Apa yang membatasi/ menentukan saat
mulainya
– Apa yang membatasi/ menentukan saat
selesainya
9
Macam Hubungan Kegiatan
1. Kegiatan B baru dapat dimulai setelah kegiatan A selesai (hub seri)
2. Kegiatan A dan kegiatan B dapat berjalan bersamaan (hub paralel)
3. Kegiatan A dan B harus selesai terlebih dahulu sebelum kegiatan C dapat
dimulai atau kegiatan C baru dapat dimulai setelah kegiatan A dan B selesai
4. Kegiatan C dan D baru dapat dimulai setelah kegiatan A dan B selesai
5. Kegiatan B dan C baru dapat dimulai setelah kegiatan A selesai
6. Kegiatan C dapat dimulai setelah kegiatan A selesai dan kegiatan D dapat
dimulai setelah kegiatan A dan B selesai
7. Kegiatan A dan B dapat dimulai bersama-sama, sedang kegiatan C baru dapat
dimulai setelah kegiatan A dan B selesai
 Catatan :
– Macam kegiatan ditulis dengan anak panah
– Durasi ditulis dibawah anak panah
– Digunakan satu macam satuan waktu : minggu, hari, bulan, dlsb
– Diambil angka yang bulat
10
Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai