BALANS RODA
1. Tujuan balans
Roda dan ban harus selalu dalam keadaan Balans (seimbang) dengan tujuan mencegah getaran
dan sekecil mungkin terjadi keausan pada ban, komponen suspense, dan komponen kemudi.
2. Akibat tidak Balans
Apabila roda tidak balans putarannya, maka dapat menimbulkan ketidak seimbangan pada
kendaraan. Ketidak seimbangan roda yang berlebihan, dapat mengakibatkan getaran yang
mempengaruhi control terhadap kemudi kendaraan.
3. Pengertian tidak balans statis dan tidak balans dinamis
a. Balans Statis
Balans statis adalah keadaan roda tidak bergetar pada arah atas – bawah (Wheel Tremp).
Dalam arti bahwa sebuah roda yang mempunyai balans statis akan berhenti di sembarang
posisi. Sedangkan pada roda yang tidak balans, maka bagian yang berat dari roda akan selalu
terletak di bagian bawah.
Untuk mendapatkan balans statis, maka distribusi massa bobot ( balance weight ) atau timah
pemberat merata disekeliling sumbu putaran roda, sehingga roda dapat diam pada setiap
posisinya.
b. Balans Dinamis
Balans dinamis adalah keadaan roda yang tidak bergetar pada arah samping kiri dan kanan.
Syarat balans dinamis adalah bahwa garis tengah massa bobot terletak satu bidang dengan
garis tengah roda.
Sedangkan bila terjadi ban tidak balans (dinamis) dapat diperbaiki dengan menempelkan
bobot timah sejumlah tertentu sehingga garis tengah massa bobot sebidang dengan garis
tengah roda.
Statis unbalance Dynamic unbalance
Gambar : Perbedaan ketidakseimbangan statis dan dinamis
1
4. Membalans roda dengan alat balans Dinamis
Berat roda dan ban harus merata di sekeliling sumbu putar roda. Roda dan ban dengan gerakan
radial atau lateral (kesamping) berlebihan tidak dapat dibalans dengan benar. Untuk itu, sebelum
membalans roda harus diperiksa terlebih dahulu dari kebalingan roda (Run Out).
Pada umumnya, kebalingan telah ditentukan tempat dan maksimum ukuran kebalingan, seperti
diperlihatkan pada gambar. Tetapi untuk kepastiannya, ikuti petunjuk pabrik pembuat ban.
.060 IN
.090 IN
.045 IN
.035 IN
Apabila kebalingan ban berlebihan, maka periksa juga roda dari kebalingan. Untuk membuat ban
pada kebalingan maksimum yang diperbolehkan, biasanya dicari jalan dengan jarak
mengempiskan ban, memindahkan posisi ban pada pelek dan membanting – banting roda.
Kebalingan roda dapat diperiksa menggunakan Indikator jarum (Dial Test Indikator) atau Indikator
khusus.
Dalam hal membalans roda, sebenarnya roda dibalans secara statis dan dinamis. Jadi, roda
sebelum dibalans secara dinamis, terlebih dahulu dibalans secara statis.
Roda dapat dibalans dengan melepaskannya dari kendaraan, atau roda tetap berada di tempatnya.
Yang akan dibahas berikut adalah membalans roda yang dilepas dari kendaraan, kerena biasa
dilakukan ; yaitu menggunakan pesawat semi computer yang ada di Sekolah.
Secara garis besar pesawat membalans terdiri dari dua bagian penting ; yaitu panel control
Elektronik dan kelengkapan pemasang roda.
2
Cara mengoprasikan pesawat pembalans roda
a. Mempersiapkan semua peralatan dan bahan yang diperlukan.
b. Membersihkan kotoran dan timah pemberat (jika ada) dengan penjepit khusus.
c. Menyesuaikan tekanan ban sesuai spesifikasi pabrik.
d. Memeriksa kerusakan atau kebalingan (Run Out) pelek dan ban.
e. Melepaskan adaptor (D) dan kelengkapannya diporos utama (A) melalui mur (E).
f. Menempelkan roda pada poros utama (A) kemudian juga memasang kelengkapannya dan
mengeraskan menggunakan mur pengunci.
g. Mengukur jarak antara roda dan pesawat menggunakan pengukur skala jarak, kemudian atur roda
pengatur jarak, sesuai hasil pengukuran.
DISTANCE
SCALE
h. Mengukur lebar pelek menggunakan pengukur pelek, jika tidak tertera pada bagian luar ban, atur
roda pengukur lebar pelek sesuai hasil pengukuran.
STEEL WHELL
GAMBAR CARA MENGUKUR LEBAR PELEK
i. Mengatur roda pengatur garis tengah pelek, sesuaikan dengan garis pelek yang tertera pada
bagian luar ban.
SEE TIRE SIDEWALL
FOR DIA
STELL WHEEL
3
j. Memasang pengaman roda.
k. Menghubungkan pesawat dengan sumber listrik (AC).
l. Tekan tombol “Start” (1) untuk memutarkan roda, dan tunggu hingga putaran motor berhenti
dengan sedirinya.
m. Buka pengaman roda.
n. Lihat penunjukan Skala bobot pada indicator ketidakseimbangan (2).
o. Putarkan roda perlahan – lahan searah putaran motor, sehingga indicator ketidak seimbangan
menyala dan berbunyi panjang. Perhatikan yang tidak balans apakah bagian luar atau bagian
dalam.
p. Memasangkan timah pemberat pada pelek arah vertical dibagian yang berbunyi, bagian luar atau
dalam menggunakan palu khusus.
q. Menutup kembali pengaman roda dan roda akan berputar dengan sendirinya (Otomatis). Tunggu
hingga putaran berhenti.
r. Lihat kembali pada Indikator ketidakseimbangan. Apabila indicator belum menunjukan angka 0-0
pada Skala bobot, maka ulangi pekerjaan membalans dari no. k s/d no. r.
3) PROSEDUR PEMBONGKARAN DAN PENGGANTIAN
BAN DALAM DAN LUAR
Pembongkaran ban dari pelek diperlukan apabila terjadi kebocoran ban, mengganti ban dengan yang
baru, merubah posisi ban yang terkikis satu sisi dan penggantian ban
apabila terjadi cacat atau kerusakan tread ban.
Sebelum menekan sidewall dari ban, perlu
diperhatikan keselamatan kerja sebagai berikut :
a) Rim dan ban dalam kondisi bersih, kering dan kondisinya baik. Apabila perlu, lepaskan pemberat
balancing (termasuk pemberat yang menggunakan model perekat). Hal lain yang perlu diperhatikan,
(1) Cek ban dan tread dari kerusakan, (2) Cek rim dan bead dari kerusakan/perubahan bentuk. Untuk
pelek racing dari bahan alumunium alloy, bagian sisi ring perlu dicek kerataannya.
4
b) Tambahkan sabun colek pada permukaan kontak rim dengan tepi ban perlu diberi pelumas
khusus/sabun colek untuk memudahkan dalam proses pelepasan ban terhadap pelek.
c) Gantilah ban dalam dengan ban dalam yang baru.
d) Ukuran ban harus sesuai dengan ukuran rim.
e) Sebelum melakukan pelepasan ban, angin harus dikeluarkan dari ban dengan melepas katup pentil.
f) Untuk membersihkan ban di atas mesin dilarang menggunakan air/udara bertekanan.
Prosedur Pembongkaran Ban dari Pelek (Ban Biasa)
a) Pasang ban yang telah kempes pada sisi samping mesin.
b) Posisikan bilah penekan (3) dengan menggeser handle
(4) pada sisi samping ban berjarak 5 mm dari rim.
Gbr. 14. a) – d)
c) Selama proses pengepresan, tangan tidak berada
di posisi samping ban karena berbahaya.
d) Tekan pedal (2), maka bilah nekan (3) akan menekan
sidewall dengan tekanan yang cukup kuat sampai kedua
bead lepas dari rim. Gbr. 15. e)
e) Tempatkan roda di atas mesin, tekan pedal (3) sampai posisi
pelek terjepit dengan kuat.
f) Posisikan pengait pelepas ban (2), 2 mm di atas rim.
g) Gunakan sendok ban (1) untuk mencongkel sisi samping
ban dan menepatkan f)dengan pengait (2) sampai
pengait masuk ke dalam bead.
Gbr. 16.
h) Tekan pedal pemutar (3), maka mesin akan memutarkan
ban berlawanan arah jarum jam (anticlock wise), maka
bead akan terlepas dari rim.
i) Keluarkan ban dalam dari pelek dengan menarik secara
perlahan.
Gbr. 17. g)
5
j) Untuk melepas bead sisi bawah, tempatkan pengait
pada rim sisi bawah.
k) Tekan pedal (3), maka mesin akan berputar berlawanan
arah jarum jam dan ban akan terlepas dari peleknya.
Gbr. 18. j)
Prosedur Pemasangan Ban
a) Tempatkan pelek di atas mesin.
b) Tempatkan ban di atas pelek, masukkan bead ke salah satu
sisi samping pelek.
c) Tempatkan tuas pemasang pada bead sisi bawah dan
tekan pedal pemutar, maka mesin akan berputar searah
jarum jam, maka bead bawah akan terpasang pada pelek.
Gbr. 19. a) - b)
d) Masukkan ban dalam dan tepatkan pentil pada
lubangnya sampai posisi tegak lurus terhadap pelek.
e) Pasang tuas pengait bpemasang, setel posisi tuas 2
mm di sisi atas rim.
f) Tekan pedal pemutar (panah kanan), maka mesin akan
berputar searah jarum jam, secara perlahan ban akan
terpasang pada pelek.
g) Posisikan ban luar terhadap pelek dengan cara menekan
sisi bead, maka ban akan tertata rapi pada peleknya.
h) Pasang katup pentil ban dengan menggunakan kunci
pentil.
i) Pompa ban dengan kompresor dengan tekanan yang sesuai
dengan peruntukan ban.
6
Gbr. 20. f)
Gbr. 21. i)
Tabel 9. Standar Tekanan Ban (Dingin)
Ukuran ban Tekanan udara (kg/cm2)
(depan & belakang)
10.0-20-14PR 6.75
10.0R20-14PR 7.25
11R22.5-14PR 7.00
11/70R22.5-14PR 8.00
11.1-20-16PR 7.00
CATATAN :
Ban-ban Dengan Pola Unidirectional
Ini adalah ban-ban yang mempunyai pola tread disesuaikan dengan
arah putaran ban. Alur ke samping pada ban dibuat searah untuk
meningkatkan kemampuan ban pada jalan basah. Karena ban ini lebih
mudah membuang air. Kemampuan ban ini di jalan basah menjadi
tidak baik bila pemasangan ban arahnya terbalik.
Gambar 22. Ban dengan Pola Unidirectional
4) PEMILIHAN BAN LUAR DAN DALAM UNTUK
PENGGANTIAN BAN
Pemilihan ukuran, kelas & penggunaan ban luar, harus
disasarkan kepada hal-hal sebagai berikut :
a) Ketentuan dari pabrik pembuat kendaraan.
b) Anjuran dari pabrik ban atau asosiasi perusahaan ban
sebagai pemilihan tambahan.
30
Petunjuk Pemakaian Ban Luar
a) Gunakan ban dengan ukuran, kelas, konstruksi, pola
telapak & merek yang sama pada satu kendaraan.
b) Jangan gunakan ban dengan klasifikasi yang berbeda
pasa satu kendaraan.
c) Hindari pemasangan dengan konstruksi yang berbeda
pada satu kendaraan.
7
d) Bila pemakaian ban campuran sulit dihindari, harap ikuti
petunjuk pemakaian ban campuran.
Pemilihan Ban Dalam
a) Ukuran ban dalam harus sesuai dengan ukuran ban
luarnya.
b) ban dalam baru dipasangkan dengan ban luar baru.
c) Gunakan merek ban dalam yang sama dengan merek
ban luarnya.
d) Pilih ban dalam dengan pentil yang sesuai dengan
klasifikasi ban luar dan jenis peleknya.
Pakailah isi pentil yang sesuai dengan jenis pentilnya
dan selalu gunakan penutup pentil.