100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
619 tayangan3 halaman

Spesifikasi Bahan Waterproofing

Dokumen tersebut membahas tentang arsitektur dan rencana kerja serta syarat-syarat untuk pekerjaan waterproofing pada proyek pembangunan lanjutan Gedung Airlangga Tower Universitas Airlangga. Ia mencakup lingkup pekerjaan waterproofing, persyaratan bahan waterproofing, gambar pelaksanaan, contoh bahan, dan tahapan pelaksanaannya seperti persiapan permukaan, aplikasi, pengujian, serta persyaratan tenaga kerja dan

Diunggah oleh

Amat Susanto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
619 tayangan3 halaman

Spesifikasi Bahan Waterproofing

Dokumen tersebut membahas tentang arsitektur dan rencana kerja serta syarat-syarat untuk pekerjaan waterproofing pada proyek pembangunan lanjutan Gedung Airlangga Tower Universitas Airlangga. Ia mencakup lingkup pekerjaan waterproofing, persyaratan bahan waterproofing, gambar pelaksanaan, contoh bahan, dan tahapan pelaksanaannya seperti persiapan permukaan, aplikasi, pengujian, serta persyaratan tenaga kerja dan

Diunggah oleh

Amat Susanto
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB III ARSITEKTUR | RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT

1. PEKERJAAN KEDAP AIR / WATERPROOFING

1. Lingkup pekerjaan
Meliputi penyediaan bahan dan pemasangan waterproofing pada permukaan plat beton atap,
tempat daerah basah (toilet) dan tanki penampungan air atau sesuai dengan gambar kerja.

2. Bahan
a. Standar Mutu Bahan
Berdasarkan : ASTM 828, ASTME, TAPP 1803 DAN 407.
b. Untuk daerah basah lainnya seperti toilet dan sebagainya menggunakan waterproofing
type membrane dari Produk SIKA atau FOSROC, NANOSTAR
c. Untuk pelat beton atap dan sebagainya menggunakan waterproofing type Membrane dari
Produk SIKA atau FOSROC, NANOSTAR .
d. Jenis bahan Membrane yang digunakan harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
 Tebal bahan minimum 1,50 mm, karakteristik fisik, kimiawi dan kepadatan yang merata
dan konstan.
 Kedap air dan uap, termasuk bagian-bagian yang akan disusun overlapping nanti.
 Memiliki ketahanan yang baik terhadap gesekan dan tekanan.
 Susunan polimer tidak berubah akibat perubahan cuaca.
e. Bahan harus didatangkan ke tempat pekerjaan dalam keadaan tertutup (belum dibuka) dan
masih tersegel dan berlabel sesuai pabriknya.
f. Bahan harus disimpan di tempat yang terlindung, tertutup, tidak lembab, kering dan bersih.
g. Kontraktor bertanggungjawab atas kerusakan bahan-bahan yang disimpannya baik
sebelum atau selama pelaksanaan.
h. Pengujian
a. Bila diperlukan Kontraktor wajib mengadakan test bahan sebelum dipasang, pada
laboratorium yang ditunjuk Konsultan Pengawas. Dan sebelum dimulai
pemasangannya Kontraktor harus menunjukkan sertifikat keaslian barang dan supplier
disertai data-data teknis komposisi unsur material pembentuknya.
b. Sewaktu penyerahan hasil pekerjaan, kontraktor wajib memberikan jaminan atas
produk yang digunakan terhadap kemungkinan bocor, pecah dan cacat lainnya,
selama 10 (sepuluh) tahun termasuk mengganti dan memperbaiki segala jenis
kerusakan yang terjadi. Jaminan yang diminta adalah jaminan dari pihak pabrik untuk
mutu material, serta jaminan dari pihak pemasang (applicator) untuk mutu
pelaksanaan pemasangannya.
c. Kontraktor diwajibkan melakukan percobaan/pengujian dengan melakukan
penyemprotan langsung dengan air serta menggenanginya di atas permukaan yang
diberi lapisan/additive kedap air.

PEMBANGUNAN LANJUTAN GEDUNG AIRLANGGA TOWER –


UNIVERSITAS AIRLANGGA 35
BAB III ARSITEKTUR | RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT

3. Gambar detail pelaksanaan / shop-drawing


a. Kontraktor wajib membuat shop drawing (gambar detail pelaksanaan) berdasarkan
gambar dokumen kontrak dan keadaan lapangan, untuk memperjelas detai-detail khusus
yang diperlukan pada saat pelaksanaan di lapangan.
b. Shop drawing harus mencantuPengawasan semua data termasuk tipe bahan keterangan
produk, cara pemasangan atau persyaratan khusus.
c. Shop drawing belum dapat dilaksanakan sebelum mendapatkan persetujuan dari
Pengawas.

4. Contoh
a. Kontrakrtor wajib mengajukan contoh dari semua bahan, disertai brosur lengkap dan
jaminan keaslian material dari pabrik.
b. Contoh bahan harus diserahkan minimal sebanyak 2 (dua) buah yang setara mutunya.
Keputusan bahan jenis, warna, tekstur dan merk akan diberitahukan oleh Konsultan
Pengawas dalam jangka waktu tidak lebih dari 7 (tujuh) hari kalender terhitung sejak
penyerahan contoh-contoh bahan tersebut.
c. Pengawas menpunyai hak untuk meminta kontraktor mengadakan mock-up guna
memperjelas usulan material yang diajukannya.

5. Pelaksanaan
a. Persiapan permukaan yang dilapis waterproofing lantai beton harus bebas dari kotoran
yang melekat seperti bitumen, oli, bercak-bercak cat, lemak dan lain-lain,
b. Lapisan dasar primer untuk meratakan penmukaan lantai beton dan membuat kemiringan
dengan screeding beton campuran 1 : 2 ditambahkan 0,5 kg/m2 dengan semen slurry
bonding agent lain yang setara. Kemiringan screeding beton sekurang-kurangnya 2%,
selanjutnya Kontraktor melapor Konsultan Pengawas Lapangan untuk mendapat
persetujuan.
c. Seluruh lapisan waterproofing, jika tidak ditentukan lain harus pula menutupi kaki-kaki
bidang-bidang tegak sampai ketinggian permukaan air (minimal 30 cm). [Link]
horizontal dan vertikal harus dipasang polyster mesh. Disekeliling pipa-pipa pembuang
harus dibobok untuk kemudian diisi dengan semen non shrink.
d. Aplikasi pemasangan oleh tenaga ahli dan persyaratan dari produsen : Campuran
waterproofing adalah semen slurry 3 kg/m2 dicampur dengan bonding agent (additive)
sehingga mencapai ketebalan minimum 3 mm.
e. Waterproofing membrane dilaksanakan pada pekerjaan beton daerah terbuka yang
besinggungan dengan air seperti atap dak beton.
f. Pada pekerjaan beton yang bersinggungan dengan air dan digunakan untuk lalu lintas
manusia, water proofing yang digunakan harus memiliki campuran butiran berbatu keras.

PEMBANGUNAN LANJUTAN GEDUNG AIRLANGGA TOWER –


UNIVERSITAS AIRLANGGA 36
BAB III ARSITEKTUR | RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT

g. Untuk semua waterproofing yang terpasang harus diadakan uji coba terhadap kebocoran
selama 24 jam atau hingga dapat dipastikan tidak terdapat bukti adanya kebocoran.
h. Pekerjaan waterproofing harus mendapat sertifikat pemeliharaan cuma-cuma selama 2
(dua) tahun.
i. Pelaksanaan pemasangan harus dikerjakan oleh ahli yang berpengalaman dan sesuai
dengan "metode pelaksanaan" berdasarkan spesifikasi pabrik.
j. Khusus untuk bahan water proofing yang dipasang di tempat yang berhubungan langsung
dengan matahari tetapi tidak mempunyai lapis pelindung terhadap ultra violet maka di
atasnya harus diberi lapisan pelindung sesuai gambar pelaksanaan, atau petunjuk
Pengawas, dimana lapisan ini dapat berupa screed maupun material finishing lainnya.

PEMBANGUNAN LANJUTAN GEDUNG AIRLANGGA TOWER –


UNIVERSITAS AIRLANGGA 37

Anda mungkin juga menyukai