Panduan Layout UI Android: Jenis & Praktik
Panduan Layout UI Android: Jenis & Praktik
Table Layout menata data dalam format baris dan kolom, di mana setiap baris menyimpan jenis record yang homogen, sementara kolom menyimpan informasi berbeda terkait dengan baris tersebut. Label Tag TableRow digunakan untuk membangun baris-baris tersebut, dan memungkinkan penambahan berbagai jenis kolom .
Constraint Layout menawarkan fleksibilitas yang lebih dengan menggunakan 'constraints' pada setiap sisi View yang dapat diatur dalam berbagai posisi relatif terhadap View lain atau Parent Layout. Tidak seperti Relative Layout yang hanya mengandalkan aturan penempatan berdasarkan hubungan satu sama lain, Constraint Layout memungkinkan penetapan constraints ke anchor points, memberikan lebih banyak kontrol dan kemudahan melalui Layout Editor .
Manfaat Linear Layout terletak pada kesederhanaan dan kemudahan kontrol elemen dalam satu arah, menjadikannya ideal untuk layout yang sederhana. Namun, untuk aplikasi kompleks, batasan utama adalah kurangnya fleksibilitas dalam mengatur elemen dengan bebas seperti dalam Relative atau Constraint Layout, yang memungkinkan lebih banyak variasi dan kebebasan dalam penempatan elemen .
Linear Layout menyejajarkan semua child view-nya dalam satu arah, baik vertikal maupun horizontal, dan ketergantungannya pada urutan lingkup. Sedangkan, Relative Layout lebih fleksibel dalam menempatkan widget di posisi mana saja relatif terhadap widget lain, seperti di atas atau di bawah widget lainnya, menyerupai lapisan .
Frame Layout digunakan untuk membuat objek yang saling bertindihan. Contohnya, adalah saat menempatkan tombol di atas gambar, di mana objek berada di posisi yang sama, tetapi dengan kontrol lapisan .
Untuk memberi jarak antar-elemen UI dalam layout XML, anda dapat menggunakan perintah seperti android:layout_marginBottom dengan nilai dalam satuan dp (density-independent pixels), contohnya android:layout_marginBottom="15dp" .
Elemen UI dapat dideklarasikan dalam XML menggunakan kosakata yang sesuai dengan kelas dan subkelas View, seperti untuk widget dan layout. Metode ini biasanya digunakan untuk mendefinisikan layout default aplikasi yang mencakup elemen layar yang akan muncul bersama propertinya. XML memungkinkan deklarasi yang lebih bersih dan terorganisir yang dapat dimodifikasi saat waktu proses .
Menggunakan @drawable untuk memasukkan gambar memungkinkan pengembang untuk menyimpan file gambar dalam folder khusus yang mudah dikelola. Pendekatan ini mempermudah penggantian dan pemanggilan aset gambar dalam kode secara konsisten dan menjaga struktur hirarkis dari aset .
Langkah-langkah untuk menambahkan gambar ke proyek Android menggunakan folder drawable adalah sebagai berikut: pertama, siapkan proyek baru dan gambar yang ingin dimasukkan. Selanjutnya, ekspansi folder res, klik kanan pada folder drawable dan pilih 'show in explorer,' lalu tempel gambar ke dalam folder drawable. Dengan langkah-langkah ini, gambar akan tersedia untuk digunakan dalam kode XML melalui referensi @drawable .
Constraint Layout dianggap lebih mudah digunakan dalam Layout Editor karena memungkinkan penentuan posisi dan pengaturan setiap sisi View dengan memakai 'constraints' yang dapat dengan mudah diatur dan disesuaikan menggunakan tampilan visual. Editor membantu dalam menambah, menghapus, dan memodifikasi constraints secara interaktif dan visual, memberikan pengalaman lebih intuitif dibandingkan dengan penulisan kode manual .