0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
63 tayangan8 halaman

Panduan Layout UI Android: Jenis & Praktik

Modul 4 membahas tentang layout yang mendefinisikan struktur visual untuk antarmuka pengguna. Terdapat dua cara untuk mendeklarasikan layout yaitu secara XML dan saat runtime. Jenis-jenis layout yang dibahas meliputi linear layout, relative layout, constraint layout, frame layout, dan table layout beserta fungsi dan contoh penggunaannya. Praktikum membahas cara memasukkan gambar ke dalam aplikasi menggunakan @drawable.

Diunggah oleh

Cah Jambon
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
63 tayangan8 halaman

Panduan Layout UI Android: Jenis & Praktik

Modul 4 membahas tentang layout yang mendefinisikan struktur visual untuk antarmuka pengguna. Terdapat dua cara untuk mendeklarasikan layout yaitu secara XML dan saat runtime. Jenis-jenis layout yang dibahas meliputi linear layout, relative layout, constraint layout, frame layout, dan table layout beserta fungsi dan contoh penggunaannya. Praktikum membahas cara memasukkan gambar ke dalam aplikasi menggunakan @drawable.

Diunggah oleh

Cah Jambon
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Modul 4

Layout
Layout mendefinisikan struktur visual untuk antarmuka pengguna, seperti UI
sebuah aktivitas atau widget aplikasi. Anda dapat mendeklarasikan layout dengan dua
cara:

 Deklarasikan elemen UI dalam XML. Android menyediakan sebuah kosakata


XML sederhana yang sesuai dengan kelas dan subkelas View, seperti halnya untuk
widget dan layout.
 Buat instance elemen layout saat waktu proses. Aplikasi Anda bisa membuat
objek View dan ViewGroup (dan memanipulasi propertinya) lewat program.

Kerangka kerja Android memberi Anda fleksibilitas untuk menggunakan salah satu atau
kedua metode ini guna mendeklarasikan dan mengelola UI aplikasi Anda. Misalnya,
Anda bisa mendeklarasikan layout default aplikasi Anda dalam XML, termasuk elemen-
elemen layar yang akan muncul di dalamnya dan di propertinya. Anda nanti bisa
menambahkan kode dalam aplikasi yang akan memodifikasi status objek layar,
termasuk yang dideklarasikan dalam XML, saat waktu proses.

Jenis - jenis dan fungsi Layout


1. Linear Layout

Linear Layout adalah layout yang menyejajarkan semua child view-nya dalam satu arah,
secara vertikal atau horizontal. Anda bisa menetapkan arah layout dengan
atribut android:orientation.
Semua anak LinearLayout akan ditumpuk satu sama lain, jadi daftar vertikal hanya akan
memiliki satu anak per baris, seberapa pun lebarnya, dan daftar horizontal hanya akan
setinggi satu baris (tinggi anak yang tertinggi, ditambah pengisi). LinearLayout akan
mengikuti margin antara anak dan gravity (sejajar kanan, tengah, atau kiri) setiap anak.

2. Relative Layout

Relative Layout adalah layout yang penataan nya ini adalah penataan yang menempatkan
widget-widget didalamnya seperti layer, sehingga sebuah widget dapat berada di atas/di
bawah widget lainnya atau dengan kata lain Relative merupakan layout yang penataannya
lebih bebas (Relative) sehingga bisa di tata di mana saja.
Jadi dapat diartikan bahwa Relative Layout adalah desain tampilan pada aplikasi dengan
tata letak objek atau komponen secara bebas tanpa aturan sesuai orientasi (horizontal atau
vertical) seperti yang diterapkan pada Linear Layout.

3. Constraint Layout

Sebenarnya Constraint Layout mirip dengan Relative Layout, karena letak View


bergantung pada View lain dalam satu Layout ataupun dengan Parent Layoutnya.
Contohnya di Relative Layout kita bisa meletakkan sebuah View di atas, bawah, atau
samping View lain. Kita juga dapat mengatur posisinya berdasarkan Parent Layout
menggunakan tag seperti centerVertical, alignParentBottom, dll. Akan tetapi, Constraint
Layout jauh lebih fleksibel dan lebih mudah digunakan di Layout Editor.
Pada Constraint Layout, setiap View memiliki tali (Constraint) yang menarik tiap sisinya,
yang mana tali tersebut bisa kita atur Elastisitas, Margin, dsb. Tali tersebut wajib kita
“ikatkan” kepada anchor point atau suatu titik yang dapat berupa sisi dari Parent Layout,
View lain, ataupun titik bantu (helper) yang bisa kita buat sendiri.

4. Frame Layout

Frame Layout adalah Layout yang biasanya digunakan untuk membuat objek yang saling
bertindihan contohnya yaitu kita membuat button di atas image.

5. Table Layout

Table Layout adalah Layout yang digunakan untuk membangun user interface (tampilan
antar muka ) aplikasi android dengan berdasarkan Baris dan Kolom. Table Layout terdiri
dari:
1. Row/ baris pada dasarnya digunakan untuk menyimpan satu jenis record, hanya satu informasi yang

dapat disimpan.

2. Kolom adalah sub bagian terbagi dari setiap baris dan satu baris dapat menampung beberapa jenis

kolom. Setiap kolom terdiri dari jenis informasi yang berbeda mengenai baris tersebut.
Tag Table Layout

Beberapa tag pada Table Layout :


1. TableLayout : Tag pembuka untuk menggunakan TableLayout

2. TableRow : Tag untuk membuat Baris


Praktikum 1: Memasukkan gambar

Pada praktikum memasukkan gambar akan dipelajari bagaimana memasukkan gambar


menggunakan @drawable dengan memasukkan file gambar ke dalam resource.
Implementasi memasukkan gambar dengan penggunaan @drawable adalah sebagai
berikut:

1. Buatlah proyek baru pada android Studio

2. Siapkan image yang ingin dimasukkan

3. Copy image yang ingin dimasukkan


4. Langkah selanjutnya adalah expand res, lalu klik kanan pada folder drawable, pilih
show in explorer, paste gambar yang akan dimasukkan ke dalam folder drawable.

5. Masukkan kode seperti di bawah ini.

Ukuran gambar

` Tata letak gambar (silahkan


dicoba)

@drawable/(nama file
gambar yang ingin
dimasukkan sesuai dlm
folder drawable)

6. Lihat tampilan layout pada design tab


7. Untuk memberi jarak tiap elemen UI dapat menggunakan perintah :

android:layout_marginBottom="15dp"

Tugas

1. Buatlah Flowchart aplikasi yang akan anda kembangkan


2. Dari flowchart tersebut, buatlah Flow intent aplikasi
3. Buatlah UI dari aplikasi yang akan anda kembangkan

Common questions

Didukung oleh AI

Table Layout menata data dalam format baris dan kolom, di mana setiap baris menyimpan jenis record yang homogen, sementara kolom menyimpan informasi berbeda terkait dengan baris tersebut. Label Tag TableRow digunakan untuk membangun baris-baris tersebut, dan memungkinkan penambahan berbagai jenis kolom .

Constraint Layout menawarkan fleksibilitas yang lebih dengan menggunakan 'constraints' pada setiap sisi View yang dapat diatur dalam berbagai posisi relatif terhadap View lain atau Parent Layout. Tidak seperti Relative Layout yang hanya mengandalkan aturan penempatan berdasarkan hubungan satu sama lain, Constraint Layout memungkinkan penetapan constraints ke anchor points, memberikan lebih banyak kontrol dan kemudahan melalui Layout Editor .

Manfaat Linear Layout terletak pada kesederhanaan dan kemudahan kontrol elemen dalam satu arah, menjadikannya ideal untuk layout yang sederhana. Namun, untuk aplikasi kompleks, batasan utama adalah kurangnya fleksibilitas dalam mengatur elemen dengan bebas seperti dalam Relative atau Constraint Layout, yang memungkinkan lebih banyak variasi dan kebebasan dalam penempatan elemen .

Linear Layout menyejajarkan semua child view-nya dalam satu arah, baik vertikal maupun horizontal, dan ketergantungannya pada urutan lingkup. Sedangkan, Relative Layout lebih fleksibel dalam menempatkan widget di posisi mana saja relatif terhadap widget lain, seperti di atas atau di bawah widget lainnya, menyerupai lapisan .

Frame Layout digunakan untuk membuat objek yang saling bertindihan. Contohnya, adalah saat menempatkan tombol di atas gambar, di mana objek berada di posisi yang sama, tetapi dengan kontrol lapisan .

Untuk memberi jarak antar-elemen UI dalam layout XML, anda dapat menggunakan perintah seperti android:layout_marginBottom dengan nilai dalam satuan dp (density-independent pixels), contohnya android:layout_marginBottom="15dp" .

Elemen UI dapat dideklarasikan dalam XML menggunakan kosakata yang sesuai dengan kelas dan subkelas View, seperti untuk widget dan layout. Metode ini biasanya digunakan untuk mendefinisikan layout default aplikasi yang mencakup elemen layar yang akan muncul bersama propertinya. XML memungkinkan deklarasi yang lebih bersih dan terorganisir yang dapat dimodifikasi saat waktu proses .

Menggunakan @drawable untuk memasukkan gambar memungkinkan pengembang untuk menyimpan file gambar dalam folder khusus yang mudah dikelola. Pendekatan ini mempermudah penggantian dan pemanggilan aset gambar dalam kode secara konsisten dan menjaga struktur hirarkis dari aset .

Langkah-langkah untuk menambahkan gambar ke proyek Android menggunakan folder drawable adalah sebagai berikut: pertama, siapkan proyek baru dan gambar yang ingin dimasukkan. Selanjutnya, ekspansi folder res, klik kanan pada folder drawable dan pilih 'show in explorer,' lalu tempel gambar ke dalam folder drawable. Dengan langkah-langkah ini, gambar akan tersedia untuk digunakan dalam kode XML melalui referensi @drawable .

Constraint Layout dianggap lebih mudah digunakan dalam Layout Editor karena memungkinkan penentuan posisi dan pengaturan setiap sisi View dengan memakai 'constraints' yang dapat dengan mudah diatur dan disesuaikan menggunakan tampilan visual. Editor membantu dalam menambah, menghapus, dan memodifikasi constraints secara interaktif dan visual, memberikan pengalaman lebih intuitif dibandingkan dengan penulisan kode manual .

Anda mungkin juga menyukai