100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
726 tayangan16 halaman

Latihan ROM Aktif dan Pasif

Dokumen tersebut memberikan informasi tentang latihan rentang gerakan (ROM exercise) yang meliputi pengertian, manfaat, jenis, prinsip dasar, dan prosedur ROM. Latihan ROM bertujuan untuk menjaga fleksibilitas dan mobilitas sendi serta mencegah kekakuan, dengan melakukan gerakan aktif menggunakan otot sendiri atau gerakan pasif yang dibantu perawat.

Diunggah oleh

b
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
726 tayangan16 halaman

Latihan ROM Aktif dan Pasif

Dokumen tersebut memberikan informasi tentang latihan rentang gerakan (ROM exercise) yang meliputi pengertian, manfaat, jenis, prinsip dasar, dan prosedur ROM. Latihan ROM bertujuan untuk menjaga fleksibilitas dan mobilitas sendi serta mencegah kekakuan, dengan melakukan gerakan aktif menggunakan otot sendiri atau gerakan pasif yang dibantu perawat.

Diunggah oleh

b
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

KEGIATAN PRAKTIKUM 5

ROM EXERCISE

A. Uraian Materi
1. Pengertian
Rentang gerak atau (Range Of Motion) adalah jumlah pergerakan maksimum yang dapat
di lakukan pada sendi, di salah satu dari tiga bdang yaitu: sagital, frontal, atau transversal.
Range Of Motion (ROM), adalah gerakan yang dalam keadaan normal dapat dilakukan
oleh sendi yang bersangkutan. Range Of Motion dibagi menjadi dua jenis yaitu ROM
aktif dan ROM pasif (Potter & Perry, 2014)
2. Manfaat
a. Menentukan nilai kemampuan sendi tulang dan otot dalam melakukan pergerakan
b. Mengkaji tulang, sendi, otot
c. Mencegah terjadinya kekakuan sendi
d. Memperlancar sirkulasi darah
e. Memperbaiki tonus otot
f. Meningkatkan mobilisasi sendi
g. Memperbaiki toleransi otot untuk latihan
3. Jenis ROM
ROM dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :
a. ROM Aktif
ROM aktif yaitu geakan yangdilakukan oleh seseorang (pasien) dengan
menggunakan energi sendiri. Perawat memberikan motivasi, dan membimbing
klien dalam melaksanakan pergerakan sendiri secara mandiri sesuai dengan
rentanf gerak sendi normal (klien aktif).
Hal ini untuk melatih kelenturan dan kekuatan otot serta sendi dengan cara
menggunakan otot-ototnya secara aktif. Sendi yang digerakkan pada ROM aktif
adalah sendi di seluruh tubuh dari kepala sampai ujung jari kaki oleh klien sendiri
secara aktif
Sasaran ROM Aktif :
[Link] elastisitas dan kontraktilitas fisiologis dari otot yang terlibat
2. Memberikan umpan balik sensoris dari otot yang berkontraksi
3. Memberikan rangsangan untuk tulang dan integritas jaringan persendian
93
4. Mengembangkan koordinasi dan ketrampilan motoric
b. ROM Pasif
ROM pasif yaitu energi yang dikeluarkan untuk latihan berasal dari orang lain
(perawat) atau alat mekanik. Perawat melakukan gerakan persendian klien sesuai
dengan rentang gerak yang normal (klien pasif).
Indikasi latihan pasif adalah pasien semikoma dan tidak sadar, pasien dengan
keterbatasan mobilisasi tidak mampu melakukan beberapa atau semua latihan
rentang gerak dengan mandiri, pasien tirah baring total atau pasien dengan
paralisis ekstremitas total
Sasaran ROM Pasif :

1. Mempertahankan mobilitas sendi dan jaringan ikat

2. Meminimalisir efek dari pembentukan kontraktur

3. Mempertahankan elastisitas mekanis dari otot

4. Membantu kelancaran sirkulasi

5. Meningkatkan pergerakan synovial untuk nutrisi tulang rawan serta difusi


persendian

6. Menurunkan atau mencegah rasa nyeri

7. Membantu proses penyembuhan pasca cedera dan operasi

4. Prinsip Dasar ROM

a. ROM dilakukan minimal 2 kali sehari dengan repetisi 3 kali


b. ROM dilakukan perlahan dan hati-hati sehingga tidak melelahkan pasien
c. Dalam merencanakan program latihan Range of Motion (ROM), memperhatikan
umur pasien, diagnosis, tanda vital, dan lamanya tirah baring
d. Bagian tubuh yang dapat dilakukan adalah leher, jari, lengan, sikun bahu, tumit,
atau pergelangan kaki

94
B. Prosedur tindakan

ROM EXERCISE
No.
No. Dokumen: Halaman:
Revisi:

Tanggal terbit : Ditetapkan oleh :

Rentang gerak atau (Range Of Motion) adalah jumlah


pergerakan maksimum yang dapat di lakukan pada
sendi, di salah satu dari tiga bdang yaitu: sagital,
1 Pengertian frontal, atau transversal.
Range Of Motion (ROM), adalah gerakan yang
dalam keadaan normal dapat dilakukan oleh sendi
yang bersangkutan.
1. Menentukan nilai kemampuan sendi tulang dan
otot dalam melakukan pergerakan
2. Mengkaji tulang, sendi, otot
2 Tujuan 3. Mencegah terjadinya kekakuan sendi
4. Memperlancar sirkulasi darah
5. Memperbaiki tonus otot
6. Meningkatkan mobilisasi sendi
7. Memperbaiki toleransi otot untuk latihan
ROM Pasif
1. Pasien dengan penurunan kesadaran,
kelumpuhan, atau bed res total
2. Pasien memiliki kelemahan otot dan tidak dapat
menggerakan persendian sepenuhnya
ROM aktif
3 Indikasi
1. Pada saat pasien dapat melakukan kontraksi otot
secara aktif dan menggerakkan ruas sendinya baik
dengan bantuan atau tidak
2. Pada saat pasien memiliki kelemahan otot dan
tidak dapat menggerakkan persendian
sepenuhnya
ROM Pasif
1. Emboli dan keradangan pada pembuluh darah
2. Kelainan sendi
4 Kontraindikasi ROM aktif
1. Nyeri berat
2. Sendi kaku atau tidak dapat bergerak
3. Stroke
5 Prosedur Kegiatan

95
No Tahapan Kegiatan Ilustrasi Gambar
Fase Pra Interaksi
1 Persiapan Alat:
1. Sarung tangan bersih
2. Buku catatn keperawatan
dan catatan medis pasien
Fase Orientasi
2 Mengucapkan salam.
Memperkenalkan diri dan
identifikasi pasien.
Mengidentifikasi pasien
menggunakan dua identitas
(nama dan tanggal lahir,
nama dan nomor rekam
medis)
3 Jelaskan tujuan dan prosedur
yang akan dilakukan serta
kontrak waktu.
Menanyakan kesediaan
pasien.
4 Mengkaji kembali keluhan
pasien dan disesuaikan
dengan indikasi, serta
rencana tindakan yang ingin
diberikan kepada pasien
5 Mendekatkan alat-alat di
dekat pasien
6 Menjaga privacy klien,
menutup sampiran/menutup
pintu
Fase Kerja
7 Cuci Tangan dengan prinsip
6 langkah.
Handrub dilakukan selama
20-30 detik, sedangkan
Handwash selama 40-60
detik.

8 Memakai sarung tangan

96
8 Mengukur TTV pasien
terlebih dahulu

9 Baringkan pasien atau


mengatur posisi pada
daerah senyaman mungkin
10 Perhatikan dan kaji keluhan
klien apabila merasa pusing.
Leher
11 Fleksi : menggerakan dagu
menempel ke dada
12 Ekstensi : mengembalikan
ke posisi tegak
13 Hiperekstensi : menekuk
kepala ke belakang sejauh
mungkin
14 Fleksi lateral : memiringkan
kepala sejauh mungkin ke
arah setiap bahu
15 Rotasi : memutar kepala
sejauh mungkin ke arah
setiap bahu
16 Angkat pasien sampai
berdiri pada hitungan ketiga
sambil meluruskan panggul
dan tungkai. Pertahankan
stabilitas tungkai yang
lemah dengan lutut.
Bahu
17 Fleksi : menaikkan lengan
dari posisi di samping
tubuh ke depan ke posisi
diatas kepala

97
18 Ekstensi : mengembalikan
lengan ke posisi di
samping tubuh

19 Hiperekstensi :
menggerakkab lengan ke
belakang

18 Abduksi : menggerakkan
lengan ke posisi samping
dan menjauhi sisi tubuh
19 Adduksi : menggerakkan
lengan ke samping
menyilang tubuh sejauh
mungkin
20 Rotasi dalam : dengan siku
fleksi, memutar bahu
dengan menggerakkan
lengan sampai ibu jari
menghadap ke dalam dan
ke belakang
21 Rotasi luar : dengan siku
fleksi, menggerakkan
lengan sampai ibu jari ke
atas dan samping kepala

Siku
23 Fleksi : menekuk siku
sehingga lengan bawah
bergerak ke depan sendi
bahu

98
24 Ekstensi : meluruskan siku
dengan menurunkan lengan

Lengan Bawah
25 Supinasi : memutar lengan
bawah dan tangan sehingga
telapak tangan menghadap
ke atas
26 Pronasi : memutar lengan
bawah sehingga telapak
tangan menghadap ke bawah

Pergelangan Tangan
27 Fleksi : menggerakkan
telapak tangan ke sisi bagian
dalam lengan bawah
99
28 Ekstensi : menggerakkan
jari-jari sehingga jari-jari,
tangan dan lengan bawah
berasa dalam arah yang
sama
29 Hiperekstensi : membawa
permukaan tangan dorsal ke
belakang sejauh mungkin

Jari-jari tangan
30 Fleksi : membuat
genggaman
31 Ekstensi : meluruskan jari-
jari tangan
32 Hiperekstensi :
menggerakkan jari-jari
tangan ke belakang sejauh
mungkin
33 Abduksi : meregangkan
jari-jari tangan yang satu
dengan yang lain
34 Adduksi : merapatkan
kembali jari-jari tangan
Ibu jari
35 Fleksi : menggenggam
36 Extensi : membuka
genggaman
37 Abduksi : menjauhkan/
meregangkan ibu jari
38 Adduksi : mendekatkan
kembali ibu jari
39 Oposisi : menyentuhkan
ibu jari ke setiap jari-jari
tangan pada tangan yang
sama

100
Pinggul
40 Fleksi : menggerakkan
tungkai ke depan
41 Ekstensi : menggerakkan
kembali ke samping
tungkai yang lain
42 Abduksi : menggerakkan
tungkai ke samping
menjauhi tubuh
43 Adduksi : menggerakkan
kembali tungkai ke posisi
medial dan melebihi jika
mungkin
44 Rotasi dalam : memutar
kai dan tungkai ke arah
tungkai lain
45 Rotasi luar : memutar kai
dan tungkai menjauhi
tungkai lain
46 Sirkumduksi :
menggerakkan tungkai
memutar
Kaki
47 Inversi : memutar telapak
kaki ke samping dalam
(medial)
48 Eversi : memutar telapak
kaki ke samping luar
(lateral)

101
Jari-jari Kaki
49 Fleksi : melengkungkan jari-
jari ke bawah
50 Ekstensi : meluruskan jari-
jari kaki
51 Abduksi : merenggangkan
jari-jari kaki satu dengan
yang lain
52 Adduksi : merapatkan jari-
jari kaki kembali
Fase Terminasi
53 Evaluasi respon pasien
[Link] pada pasien
apa yang dirasakan setelah
dilakukan tindakan
[Link] adanya
perubahan saat atau setelah
dilakukan tindakan
keperawatan
54 Cuci Tangan dengan prinsip
6 langkah.
Handrub dilakukan selama
20-30 detik, sedangkan
Handwash selama 40-60
detik.

102
55 Dokumentasi.
Identitas pasien, jenis
tindakan, waktu, hasil
pemeriksaan, respon pasien,
nama jelas dan tanda tangan
perawat yang melakukan
tindakan keperawatan.

C. Latihan Kasus
Seorang laki - laki (57 tahun) dirawat di RS dengan Stroke Iskemik. Hasil pengkajian:
pasien mengalami kelumpuhan pada ekstremitas bagian kiri, tidak bisa menggerakkan
tangan dan kaki sebelah kiri. Perawat berencana memberikan latihan ROM pasif pada
pasien.

D. Lembar Penilaian
Penilaian keterampilan dalam melakukan tindakan keperawatan (60%).
Nama :
NIM :
Skor
No Tahapan Kegiatan
0 1 2
Fase Pra Interaksi
1 Persiapan Alat:
1. Sarung tangan bersih
2. Buku catatn keperawatan dan catatan medis pasien
Fase Orientasi
2 Ucapkan salam, Perkenalkan diri dan identifikasi pasien
3 Jelaskan tujuan dan prosedur yang akan dilakukan serta
kontrak waktu. Menanyakan kesediaan pasien.
4 Mengucapkan [Link] diri dan identifikasi
pasien. Mengidentifikasi pasien menggunakan dua
identitas (nama dan tanggal lahir, nama dan nomer rekam
medis)
5 Menjelaskan tujuan pemeriksaan, dan prosedur yang akan
dilakukan, kontrak waktu
6 Mendekatkan alat-alat ke dekat pasien
Fase Kerja
4 Cuci Tangan dengan prinsip 6 langkah.
Handrub dilakukan selama 20-30 detik, sedangkan
Handwash selama 40-60 detik.
5 Memakai sarung tangan
6 Mengukur TTV pasien terlebih dahulu
7 Baringkan pasien atau mengatur posisi pada daerah
senyaman mungkin
8 Perhatikan dan kaji keluhan klien apabila merasa pusing.

103
Leher
9 Fleksi : menggerakan dagu menempel ke dada
10 Ekstensi : mengembalikan ke posisi tegak
11 Hiperekstensi : menekuk kepala ke belakang sejauh
mungkin
12 Fleksi lateral : memiringkan kepala sejauh mungkin ke
arah setiap bahu
13 Rotasi : memutar kepala sejauh mungkin ke arah setiap
bahu
14 Angkat pasien sampai berdiri pada hitungan ketiga sambil
meluruskan panggul dan tungkai. Pertahankan stabilitas
tungkai yang lemah dengan lutut.
Bahu
15 Fleksi : menaikkan lengan dari posisi di samping tubuh
ke depan ke posisi diatas kepala
16 Ekstensi : mengembalikan lengan ke posisi di samping
tubuh
17 Abduksi : menggerakkan lengan ke posisi samping dan
menjauhi sisi tubuh
18 Adduksi : menggerakkan lengan ke samping menyilang
tubuh sejauh mungkin
19 Rotasi dalam : dengan siku fleksi, memutar bahu dengan
menggerakkan lengan sampai ibu jari menghadap ke
dalam dan ke belakang
20 Rotasi luar : dengan siku fleksi, menggerakkan lengan
sampai ibu jari ke atas dan samping kepala
Siku
21 Fleksi : menekuk siku sehingga lengan bawah bergerak ke
depan sendi bahu
22 Ekstensi : meluruskan siku dengan menurunkan lengan
Lengan Bawah
23 Supinasi : memutar lengan bawah dan tangan sehingga
telapak tangan menghadap ke atas
24 Pronasi : memutar lengan bawah sehingga telapak tangan
menghadap ke bawah

104
Pergelangan Tangan
25 Fleksi : menggerakkan telapak tangan ke sisi bagian dalam
lengan bawah
26 Ekstensi : menggerakkan jari-jari sehingga jari-jari, tangan
dan lengan bawah berasa dalam arah yang sama
27 Hiperekstensi : membawa permukaan tangan dorsal ke
belakang sejauh mungkin
Jari-jari tangan
28 Fleksi : membuat genggaman
29 Ekstensi : meluruskan jari-jari tangan
30 Hiperekstensi : menggerakkan jari-jari tangan ke
belakang sejauh mungkin
31 Abduksi : meregangkan jari-jari tangan yang satu
dengan yang lain
32 Adduksi : merapatkan kembali jari-jari tangan
Ibu jari
33 Oposisi : menyentuhkan ibu jari ke setiap jari-jari
tangan pada tangan yang sama
Pinggul
34 Fleksi : menggerakkan tungkai ke depan
35 Ekstensi : menggerakkan kembali ke samping tungkai
yang lain
36 Abduksi : menggerakkan tungkai ke samping menjauhi
tubuh
37 Adduksi : menggerakkan kembali tungkai ke posisi
medial dan melebihi jika mungkin
38 Rotasi dalam : memutar kai dan tungkai ke arah tungkai
lain
39 Rotasi luar : memutar kai dan tungkai menjauhi tungkai
lain
40 Sirkumduksi : menggerakkan tungkai memutar
Kaki
41 Inversi : memutar telapak kaki ke samping dalam
(medial)
42 Eversi : memutar telapak kaki ke samping luar (lateral)

105
Jari-jari kaki
43 Fleksi : melengkungkan jari-jari ke bawah
44 Ekstensi : meluruskan jari-jari kaki
45 Abduksi : merenggangkan jari-jari kaki satu dengan yang
lain
46 Adduksi : merapatkan jari-jari kaki kembali
Fase Terminasi
47 Evaluasi respon pasien
a. Menanyakan pada pasien apa yang dirasakan setelah
dilakukan tindakan
[Link] adanya perubahan saat atau setelah
dilakukan tindakan keperawatan
48 Cuci Tangan dengan prinsip 6 langkah.
Handrub dilakukan selama 20-30 detik, sedangkan
Handwash selama 40-60 detik.
49 Dokumentasi.
Identitas pasien, jenis tindakan, waktu, hasil pemeriksaan,
respon pasien, nama jelas dan tanda tangan perawat yang
melakukan tindakan keperawatan.
Total Skor =
Keterangan :
0 = Tidak dilakukan
1 = Dilakukan tapi tidak sempurna
2 = Dilakukan dengan sempurna

Nilai keterampilan = { x 100} x 60% = .......................

Penilaian sikap dalam melakukan tindakan keperawatan (40%) :


Nama :
NIM :
Skor
No Sikap
1 2 3
1 Menunjukkan sikap bertanggung jawab atas tindakan
keperawatan yang dilakukan yang terlihat dari
dokumentasi keperawatan yang lengkap
2 Mampu melakukan tindakan keperawatan sesuai
dengan prosedur
3 Melakukan tindakan keperawatan kepada pasien
dengan etika yang baik, komunikatif, dan tutur kata
yang sopan
4 Memiliki sikap menghormati hak, nilai budaya yang
dianut dan martabat pasien.

106
Keterangan :
1 = Tidak baik
2 = Baik
3 = Sangat Baik

Nilai sikap = { x 100} x 40% = .......................

Total Nilai = Nilai keterampilan + Nilai Sikap = .................

107
DAFTAR PUSTAKA

Black J.M., Hawks J.H. 2014. Keperawatan Medikal Bedah: Manajemen Klinis untukHasil yang
Diharapkan (3-vol set). Edisi Bahasa Indonesia 8. Singapore: Elsevier (S) Pte Ltd.
Blom, E., Warwick, D., Whitehouse, M.R. 2017. Apley & Solomon’s System of Orthopaedics and
Trauma. 10th Edition. CRC Press. Boca Raton.

Elkin, et al. 2015. Nursing Intervention and Clinical Skills. Second Edition

Ellis, J.R., Nowlis, E.A., Bentz, P.M. 2016. Applying Bandages and Binders in Modules for Basic
Nursing Skills. 6th Edition. Lippincot. New York.

Gale, A.J. 2011. Current undersatnding of hemostasis. Toxicol Pathol: 39(1): 273-280

Herawati, F., Umar, F., Pahlemy, H., Andrajati, R., Rianti, A., Lestari, S., … Hartini, S. (2011).
Pedoman Interpretasi Data Klinik. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Keogh, J. 2010. Nursing Laboratory and Diagnostic Tests Demystified. New York: McGraw-Hill

Kozier, B.,erb.G., Berman,A., & Snyder, S.2010. Buku Ajar Fundamental


Kepeawatan,Konsep,Proses & Praktik Edisi 7 [Link] :EGC

Lewis S. L., Dirksen S. R., Heitkemper M. M., Bucher L. 2014. Medical Surgical Nursing,
Assessment and Management of Clinical Problems.. 9th edition. Mosby: Elsevier Inc.

Leeuwen, A.M., Poelhuis-Leth, D.J. 2009. Davis’s Comprehensive Handbook of Laboratory and
Diagnostic Tests: with Nursing Implication 3rd Ed. Philadelphia: F.A. Davis CompanY

Potter dan Perry. 2014. Fundamental Keperawatan, Konsep, Proses dan Praktik. EGC, Kedokteran.

Skills Laboratory Manual. 2013. Vital sign Examination and Bandages and Splints. Skills
Laboratory, School of Medicine Gadjah Mada University, Yogyakarta.

Stevens, P.J.M., Almekinders, G.I., Bordui, F., Caris, J., van der Meer, W.E., van der Weyde,
J.A.G. 2015. Pemberian Pertolongan Pertama dalam Ilmu Keperawatan. EGC. Jakarta.

Herawati, F., Umar, F., Pahlemy, H., Andrajati, R., Rianti, A., Lestari, S., … Hartini, S. (2011).
Pedoman Interpretasi Data Klinik. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Keogh, J. 2010. Nursing Laboratory and Diagnostic Tests Demystified. New York: McGraw-Hill
Leeuwen, A.M., Poelhuis-Leth, D.J. 2009. Davis’s Comprehensive Handbook of Laboratory and
Diagnostic Tests: with Nursing Implication 3rd Ed. Philadelphia: F.A. Davis CompanY

108

Anda mungkin juga menyukai