LOTO : Penerapan
Lock Out Tag Out
Agung Supriyadi, M.K.K.K. Send an email30/08/2020
1 6 menit baca
LOTO merupakan kependekan dari lock out tag out. LOTO
digunakan untuk mengendalikan energi berbahaya ketika bekerja.
Apa itu pengertian LOTO? Energi apa yang harus dikendalikan?
Bagaimana cara menggunakan LOTO? Simak penjelasan lebih lanjut
mengenai LOTO dalam tulisan ini.
Daftar Isi
Definisi atau Pengertian LOTO
Definisi LOTO (lock out tag out) tidak banyak dijelaskan dalam
regulasi terkait keselamatan dan kesehatan kerja di Indonesia.
Menurut Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah
nomor 384 tahun 2004 tentang Pedoman Teknis Keselamatan dan
Kesehatan Kerja pada Tempat Kegiatan Konstruksi Bangunan, Lock-
out adalah penguncian pada pusat kendali (control point) dan
pemasangan pernyataan tertulis menyatakan bahwa suatu alat tidak
boleh dioperasikan sementara waktu yang bertujuan untuk menjamin
kondisi tempat yang aman sehingga pekerja dapat melaksanakan
tugasnya secara aman di tempat kerjanya atau pada fasilitas kerjanya
harus khawatir ‘alat kerja’ dioperasikan pada saat ia ada di sana yang
dapat mengancam keselamatan dan bahkan jiwanya.
Sedangkan OSHA, selaku organisasi internasional yang sering
dijadikan referensi dalam penerapan keselamatan dan kesehatan kerja,
mendefinisikan LOTO sebagai berikut:
“Lockout/tagout” refers to specific practices and
procedures to safeguard employees from the
unexpected energization or startup of machinery and
equipment, or the release of hazardous energy during
service or maintenance activities.1
Tagout devices, by contrast, are prominent warning
devices that an authorized employee fastens to energy-
isolating devices to warn employees not to reenergize
the machine while he or she services or maintains it.
Tagout devices are easier to remove and, by
themselves, provide employees with less protection
than do lockout devices.
Menurut OHSA, lockout berarti praktek spesifik dan prosedur untuk
menjaga pekerja dari energisasi mesin secara tiba-tiba atau mesin dan
peralatan yang menyala tiba-tiba atau pelepasan energi berbahaya
dalam aktivitas servis atau pemeliharaan. Tagout berarti peralatan
peringatan yang digunakan pekerja berautorisasi dengan cara
dipasang pada peralatan isolasi energi untuk memberikan peringatan
pekerja guna tidak mengaktifkan mesin ketika dia menggunakan atau
memperbaiki mesin tersebut.
Tujuan LOTO
Tujuan LOTO bisa disimpulkan sebagai berikut:
mengidentifikasi sumber energi yang berbahaya
Mengisolasi energi berbahaya
Memastikan energi berbahaya tidak bisa dinyalakan oleh orang
lain
Mencegah kecelakaan kerja terutama pada saat perbaikan dan
pemeliharaan mesin
Lock out-Tag out (LOTO) bertujuan untuk mengendalikan sumber-
sumber energi yang berbahaya. Cara ini dapat menjadi isolasi pada
sumber listrik kinetis dan potensial, kimia, panas, hidrolik, pnuematik,
serta energi gravitasi yang disebabkan oleh perbaikan alat,
penyesuaian atau pemindahannya (OSHA Standard 29 CFR 147).
LOTO difungsikan untuk menyediakan pekerja dengan perlindungan
dari energization secara tiba-tiba, penghidupan energi, atau juga pada
proses penyimpanan dan pelepasan energi ketika melakukan aktifitas
perbaikan dan pemeliharaan. LOTO juga dapat memisahkan 2 tipe
aktivitas di tempat kerja yaitu aktivitas perbaikan/pemeliharaan dan
aktivitas produksi normal.
Aktivitas produksi normal adalah mode ketika mesin selaku sumber
energi atau peralatan yang dioperasikan untuk melakukan proses
pembuatan produk atau digunakan untuk membantu proses
pembuatan produk. Pada aktivitas ini, bahaya-bahaya keselamatan
kerja dapat saja muncul seperti tersayat/terpotongnya bagian tubuh
atau juga bahaya akibat pergerakan mesin sehingga dapat
menyebabkan risiko kecelakaan kerja akibat terjepit mesin.
Pada akitivitas produksi normal, risiko-risiko keselamatan kerja
akibat sumber-sumber energi berbahaya sebenarnya sudah
dikendalikan dengan adanya pelindung pada setiap mesin. Akan
tetapi, pelindung mesin itu tidak akan dapat mengendalikan risiko
keselamatan kerja apabila terdapat proses perbaikan atau
pemeliharaan mesin karena operator yang melakukan perbaikan harus
melepas atau menerobos pelindung tersebut, menempatkan anggota
tubuhnya di area dimana ia dapat terpajan lepasnya energi secara tiba-
tiba atau juga adanya risiko mesin yang ia diperbaiki dapat dinyalakan
oleh orang lain tanpa pemberitahuan ia. Dalam kasus ini, LOTO dapat
melindungi operator yang melakukan perbaikan atau pemeliharaan
dari risiko-risiko yang telah disebutkan sebelumnya.
Aktivitas perbaikan/ pemeliharaan didefinisikan sebagai kegiatan di
tempat kerja yang meliputi kegiatan pemasangan, setting
up (pemanasan mesin), pemeriksaan, penyesuaian mesin, perbaikan,
penggantian, membangun, serta modifikasi. Ketika dalam proses
perbaikan/pemeliharaan mesin-mesin selaku sumber energi dimatikan
sehingga menyebabkan proses produksi terkait dapat berhenti. Hal ini
dapat menyebabkan operator perbaikan/pemeliharaan dapat terpajan
oleh terlepasnya energi secara tiba-tiba. LOTO merupakan salah salah
satu tindakan pengendalian yang tepat untuk untuk mencegah energi
yang lepas secara tiba-tiba karena teraktivasi atau dihidupkannya
mesin ketika proses perbaikan/pemeliharaan (OSHA Standard 29
CFR 147).
LOTO tidak diterapkan pada situasi di mana pajanan kepada bahaya
dari sumber energi (mesin), baik energi yang aktif atau tidak, dapat
dengan mudah dikontrol dengan melepaskan kabel sumber listrik
mesin dari saklar listrik atau ketika kabel yang terlepas itu berada
dalam kontrol sepenuhnya dari petugas perbaikan yang me-non aktif-
kan mesin (Erickson,1996). Namun, petugas K3 diharuskan untuk
benar-benar memperhatikan pilihan ini karena banyak keadaan ketika
pekerja berpikir bahwa dia telah melakukan pengendalian efektif
melalui melepaskan kabel dari sumber listrik, tapi kenyataannya
pekerja itu belum/tidak melakukannya sehingga dapat timbul risiko
ketika ada pekerja lain yang dapat kembali mengaktifkan mesin
tersebut.
Jenis Energi yang Bisa di Lock Out
Tag Out
Apabila kita berbicara LOTO, maka kita tidak bisa memisahkannya
dari pengendalian energi. Adapun energi yang bisa dikendalikan
adalah:
Energi listrik, seperti aliran listrik di kabel, lampu, panel, dan
sebagainya
Energi mekanik, seperti gerakan putaran mesin, konveyor, panas
dari mesin dan sebagainya
Aliran dalam pipa, seperti cairan berbahaya di pipa, aliran angin
dalam pipa dan sebagainya
Energi potensial, seperti benda yang diletakkan pada ketinggian,
gerakan mesin yang tiba-tiba berhenti karena distop oleh suatu
benda, dan lain-lain.
Bentuk Lockout Tagout
Piranti keras dasar yang termasuk ke dalam program pengendalian
energi meliputi 3 jenis alat (Erickson,1996):
1. Alat mengisolasi energi (isolating device), alat ini berfungsi
untuk mencegah transmisi atau terlepasnya energi yang berbahaya.
Contoh dari alat ini termasuk circuit breaker, panel energi, tombol
pemutus hubungan listrik serta line vavlve.
2. Alat pengunci (lockout device), alat ini menggunakan kunci atau
kombinasi untuk memastikan alat isolasi energi berada dalam
kondisi yang aktif.
3. Label (tagout device), alat ini merupakan label atau tanda yang
mencolok yang dapat mengkomunikasikan peringatan bahwa
mesin atau peralatan yang dipasang label tersebut, tidak dapat
dioperasikan hingga label dilepas.
LOTO memiliki peraturan khusus terkait dengan standar gembok
(lock) dan label (tags). Peraturan tersebut termasuk yang terkait
dengan kekuatan,daya tahan terhadap tekanan temperatur lingkungan,
kelembapan dan tingkat pengaratan, warna dan bentuk gembok serta
format cetak dan legenda dari label (Erickson,1996).
Lock out station
Beraneka macam lock out
Contoh Tag Out
Anda bisa mendownload template tag out di sini
Berikut adalah Poin Penerapan Terbaik dalam LOTO yang pernah
saya temui:
1. Buat Pemetaan semua mesin/tombol yang menggunakan LOTO
beserta dengan jenis LOTO yang digunakan
2. Siapa yang memasang LOTO dia yang harus melepas LOTO
3. Masing-masing teknisi harus punya LOTO yang terdapat
namanya
4. Berikan sign Lockout point dalam setiap titik yang harus
menggunakan LOTO
5. Record book LOTO harus selalu diisi sebagai bukti penggunaan
LOTO
Prosedur LOTO
Bagian penting dari LOTO adalah prosedur LOTO harus
menggunakan langkah yang tepat selama masa-masa perbaikan dari
mesin untuk mencegah kecelakaan yang bersumber dari terlepasnya
energi. Masing-masing prosedur harus diatur sesuai dengan masing-
masing karakteristik dari mesin, namun jika memang dalam suatu
pabrik banyak memiliki mesin yang sejenis,seperti di pabrik
pengolahan plastik, maka prosedur yang sama dapat digunakan.
Sebelum melakukan prosedur pengendalian energi, petugas K3 harus
mengidentifikasi semua mesin atau peralatan yang dapat
mengeluarkan energi secara tiba-tiba dan menimbulkan kecelakaan
ketika masa perbaikan. Jenis-jenis energi harus benar-benar
diperhatikan seperti enegi mekanik (misalnya: tekanan dan torsi),
hidrolik, pneumatik, kimia, panas, gravitasi serta listrik
(Erickson,1996).
Prosedur pengendalian energi harus mencakup informasi berikut
(Erickson,1996):
Nama perusahaan pembuat mesin/peralatan yang akan
dikendalikan energinya. Petugas K3 juga disarankan untuk
memberikan kode dalam setiap mesin termasuk mesin yang ingin
dikendalikan energinya. Biasanya, daftar nama mesin dan kode
yang diberikan akan termasuk pada lampiran pada laporan
program LOTO.
Pernyataan kondisi spesifik yang sedang dilakukan
seperti: general maintenance (pemeliharaan umum), maintenance
requiring disassembly (pemeliharaan yang membutuhkan
pelepasan bagian tertentu), atau annual shutdown and
inspection (inspeksi dan pe-non aktif-an tahunan).
Identifikasi dari berbagai macam tipe dari energi aktif dan
energi yang disimpan (stored energy) termasuk pada jumlah
setiap jenis energi (misal: volt, psi, derajat fahrenheit). Bahaya
energi kimia harus diidentifikasi berdasarkan jenis dari bahayanya
seperti: corrosive,explosive atau toxic gas.
Petunjuk spesifik untuk mematikan mesin, isolasi, blocking,
dan mengamankan mesin atau peralatan untuk
mengendalikan energi yang berbahaya. Prosedur dasarnya
meliputi penggunaan: (a) gembok, (b) label peringatan atau
(c) restraining devices (peralatan untuk menahan seperti rantai
atau jeruji, (d) kombinasi dari ketiganya.
Petunjuk spesifik untuk mencoba mesin atau peralatan
untuk mengetahui tingkat efektifitas dari LOTO
Persyaratatan lain untuk memastikan keselamatan dari
personel termasuk persyaratan terkait dengan pakaian
pelindung dan persiapan sebelum pemeliharaan yang lain
prosedur sederhana LOTO
(Sumber : OSHA Standard 29 CFR Part 1910.147)
Adapun tahap-tahap berurutan dalam mengisolasi energi adalah
sebagai berikut:
1. Pemberitahuan mengenai personel yang terkena dampak. Tujuan
dari tahap ini adalah memberi informasi kepada pekerja yang
terkena dampak agar meminimalisasi kemungkinan cidera.
2. Persiapan untuk mematikan mesin. Tujuan dari tahap ini adalah
memastikan semua energi yang terhubung dengan mesin, baik
aktif ataupun pasif, sudah benar-benar dikendalikan.
3. Mematikan mesin.
4. Isolasi mesin atau peralatan.
5. Pemberian peralatan LOTO.
Anda men-download file terkait LOTO:
Contoh Prosedur LOTO
Contoh Prosedur LOTO 2
Contoh checklist LOTO
Tahap Lock out Tag out dengan PI-
SANG SI-KA
Untuk lebih mudah, kita bisa menerapkan LOTO dengan 4 tahap yang
bisa disingkat dengan Pi-Sang Si-Ka. Penjelasannya adalah sebagai
berikut:
Pi –> PIsahkan : Pisahkan energi dari sumbernya. Misalnya,
kita menutup valve angin untuk memastikan angin tidak
membahayakan ketika nanti ada pekerjaan yang melibatkan pipa
angin, kita menurunkan switch untuk mencegah listrik tinggal di
jalur kabel yang kita perbaiki, kita menekan tombol off untuk
memastikan mesin tidak bergerak ketika diperbaiki.
SANG –> PaSANG: Pasang gembok LOTO
SI –> DiSIpasi : Mengeluarkan energi sisa yang mungkin masih
ada di sekitar sumber energi dan memastikan tidak ada energi sisa
tersebut. Misalnya, mengeluarkan zat berbahaya (drain) setelah
gembok LOTO dipasang, menghilangkan
kondensat steam setelah valve steam ditutup, memeriksa kabel
listrik dengan multi tester.
KA –> VerifiKAsi : Meminta pihak safety atau atasan untuk
memastikan LOTO yang dipasang sudah sesuai standard.
Referensi
Erickson, Paul A. (1990). Practical Guide To Occupational Health
And Safety. San Diego: Elsevier Science.
Occupational Safety and Health Administration. (2002) Factsheet
LockOut/TagOut. Wahsington: U.S. Departement Of Labor.
Bagikan
Facebook Twitter LinkedIn Bagikan via Email