0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan6 halaman

Klasifikasi dan Penanganan Cedera Olahraga

Dokumen tersebut membahas tentang pengertian cedera dan jenis-jenis cedera olahraga yang dapat diklasifikasikan menjadi beberapa tingkatan serta faktor-faktor penyebab terjadinya cedera, seperti faktor individu, teknik, peralatan, dan karakteristik olahraga.

Diunggah oleh

Tiur aruan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
21 tayangan6 halaman

Klasifikasi dan Penanganan Cedera Olahraga

Dokumen tersebut membahas tentang pengertian cedera dan jenis-jenis cedera olahraga yang dapat diklasifikasikan menjadi beberapa tingkatan serta faktor-faktor penyebab terjadinya cedera, seperti faktor individu, teknik, peralatan, dan karakteristik olahraga.

Diunggah oleh

Tiur aruan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS RUTIN 1

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Rutin

Mata Kuliah : P2PC ( Penanganan Cedera Olahraga )

Dosen Pengampu : Argubi Silwan, [Link]

Disusun Oleh :

NAMA MAHASISWA : TIURMAIDA BR. ARUAN

NIM : 6193321017

KELAS : PKO D 2019

MATA KULIAH : P2PC ( Penanganan Cedera Olahraga )

DOSEN PENGAMPU : Argubi Silwan, [Link]

FAKULTAS ILMU KEOLAHRAGAAN


PENDIDIKAN KEPELATIHAN OLAHRAGA
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

TAHUN 2021
“ Pengertian Cidera dan Jenis Cedera dapat dibagi menjadi
Beberapa Klasifikasi “.

A. Pengertian Cedera dan Cedera Olahraga

1. Cedera

Cedera adalah suatu akibat daripada gaya-gaya yang bekerja pada tubuh atau sebagian
daripada tubuh dimana melampaui kemampuan tubuh untuk mengatasinya, gaya-gaya ini bisa
berlangsung dengan cepat atau jangka lama.

Dapat dipertegas bahwa hasil suatu tenaga atau kekuatan yang berlebihan dilimpahkan pada
tubuh atau sebagian tubuh sehingga tubuh atau bagian tubuh tersebut tidak dapat menahan
dan tidak dapat menyesuaikan diri.

Harus diingat bahwa setiap orang dapat terkena celaka yang bukan karena kegiatan olahraga,
biarpun kita telah berhati-hati tetapi masih juga celaka, tetapi bila kita berhati-hati kita akan
bisa mengurangi resiko celaka tersebut.

2. Cedera Olahraga

Kegiatan olahraga yang sekarang terus dipacu untuk dikembangkan dan ditingkatkan bukan
hanya olahraga prestasi atau kompetisi, tetapi olahraga juga untuk kebugaran jasmani secara
umum. Kebugaran jasmani tidak hanya punya keuntungan secara pribadi, tetapi juga
memberikan keuntungan bagi masyarakat dan negara. Oleh karena itu kegiatan olahraga
sekarang ini semakin mendapat perhatian yang luas.

Bersamaan dengan meningkatnya aktivitas keolahragaan tersebut, korban cedera olahraga


juga ikut bertambah. Sangat disayangkan jika hanya karena cedera olahraga tersebut para
pelaku olahraga sulit meningkatkan atau mempertahankan prestasi.

”Cedera Olahraga” adalah rasa sakit yang ditimbulkan karena olahraga, sehingga dapat
menimbulkan cacat, luka dan rusak pada otot atau sendi serta bagian lain dari tubuh.

Cedera olahraga jika tidak ditangani dengan cepat dan benar dapat mengakibatkan gangguan
atau  keterbatasan fisik, baik dalam melakukan aktivitas hidup sehari-hari maupun melakukan
aktivitas olahraga yang bersangkutan. Bahkan bagi atlit cedera ini bisa berarti istirahat yang
cukup lama dan mungkin harus meninggalkan sama sekali hobi dan profesinya. Oleh sebab
itu dalam penaganan cedera olahraga harus dilakukan secara tim yang multidisipliner.

B. Macam – macam Cedera Olahraga

Didalam menangani cedera olahraga (sport injury) agar terjadi pemulihan seorang atlit
untuk kembali melaksanakan kegiatan dan kalau perlu ke prestasi puncak sebelum cedera.
Kita ketahui penyembuhan penyakit atau cedera memerlukan waktu penyembuhan yang
secara alamiah tidak akan sama untuk semua alat (organ) atau sistem jaringan ditubuh, selain
itu penyembuhan juga tergantung dari derajat kerusakan yang diderita, cepat lambat serta
ketepatan penanggulangan secara dini.

Dengan demikian peran seseorang yang berkecimpung dalam kedokteran olahraga


perlu bekal pengetahuan mengenai penyembuhan luka serta cara memberikan terapi agar
tidak menimbulkan kerusakan yang lebih parah, sehingga penyembuhan serta pemulihan
fungsi, alat dan sistem anggota yang cedera dapat dicapai dalam waktu singkat untuk
mencapai prestasi kembali, maka latihan untuk pemulihan dan peningkatan prestasi sangat
diperlukan untuk mempertahankan kondisi jaringan yang cedera agar tidak terjadi penecilan
otot (atropi).

Agar selalu tepat dalam menangani kasus cedera maka sangat diperlukan adanya pengetahuan
tentang macam-macam cedera. Cedera olahraga dapat digolongkan 2 kelompok besar :

 Kelompok kerusakan traumatik (traumatic disruption) seperti : lecet, lepuh, memar,


leban otot, luka, “stram” otot, “sprain” sendi, dislokasi sendi, patah tulang, trauma
kepala-leher-tulang belakang, trauma tulang pinggul, trauma pada dada, trauma pada
perut, cedera anggota gerak atas dan bawah.
 Kelompok “sindroma penggunaan berlebihan” (over use syndromes), yang lebih
spesifik yang berhubungan dengan jenis olahraganya, seperti : tenis elbow, golfer’s
elbow swimer’s shoulder, jumper’s knee, stress fracture pada tungkai dan kaki.

3. Klasifikasi Cedera Olahraga

Secara umum cedera olahraga diklasifikasikan menjadi 3 macam, yaitu :

 Cedera tingkat 1 (cedera ringan)

Pada cedera ini penderita tidak mengalami keluhan yang serius, namun dapat mengganggu
penampilan atlit. Misalnya: lecet, memar, sprain yang ringan.

 Cedera tingkat 2 (cedera sedang)

Pada cedera tingkat kerusakan jaringan lebih nyata berpengaruh pada performance atlit.
Keluhan bias berupa nyeri, bengkak, gangguan fungsi (tanda-tanda inplamasi) misalnya:
lebar otot, straing otot, tendon-tendon, robeknya ligament (sprain grade II).

 Cedera tingkat 3 (cedera berat)

Pada cedera tingkat ini atlit perlu penanganan yang intensif, istirahat total dan mungkin perlu
tindakan bedah jika terdapat robekan lengkap atau hamper lengkap ligament (sprain grade III)
dan IV atau sprain fracture) atau fracture tulang.

 Strain dan Sprain

Strain dan sprain adalah kondisi yang sering ditemukan pada cedera olahraga.

 Strain
Strain adalah menyangkut cedera otot atau tendon. Straing dapat dibagi atas 3 tingkat, yaitu :

1. Tingkat 1 (ringan)

Strain tingkat ini tidak ada robekan hanya terdapat kondisi inflamasi ringan, meskipun tidak
ada penurunan kekuatan otot, tetapi pada kondisi tertentu cukup mengganggu atlit. Misalnya
straing dari otot hamstring (otot paha belakang) akan mempengaruhi atlit pelari jarak pendek
(sprinter), atau pada baseball pitcher yang cukup terganggu dengan strain otot-otot lengan
atas meskipun hanya ringan, tetapi dapat menurunkan endurance (daya tahannya).

2. Tingkat 2 (sedang)

Strain pada tingkat 2 ini sudah terdapat kerusakan pada otot atau tendon, sehingga dapat
mengurangi kekuatan atlit

3. Tingkat 3 (berat)

Strain pada tingkat 3 ini sudah terjadi rupture yang lebih hebat sampai komplit, pada tingkat 3
diperlukan tindakan bedah (repair) sampai fisioterapi dan rehabilitasi.

 Sprain

Sprain adalah cedera yang menyangkut cedera ligament. Sprain dapat dibagi 4 tingkat, yaitu :

1. Tingkat 1 (ringan)

Cedera tingkat 1 ini hanya terjadi robekan pada serat ligament yang terdapat hematom kecil
di dalam ligamen dan tidak ada gangguan fungsi.

2. Tingkat 2 (sedang)

Cedera sprain tingkat 2 ini terjadi robekan yang lebih luas, tetapi 50% masih baik. Hal ini
sudah terjadi gangguan fungsi, tindakan proteksi harus dilakukan untuk memungkinkan
terjadinya kesembuhan. Imobilisasi diperlukan 6-10 minggu untuk benar-benar aman dan
mungkin diperlukan waktu 4 bulan. Seringkali terjadi pada atlit memaksakan diri sebelum
selesainya waktu pemulihan belum berakhir dan akibatnya akan timbul cedera baru lagi.

3. Tingkat 3 (berat)

Cedera sprain tingkat 3 ini terjadinya robekan total atau lepasnya ligament dari tempat
lekatnya dan fungsinya terganggu secara total. Maka sangat penting untuk segera
menempatkan kedua ujung robekan secara berdekatan.

4. Tingkat 4 (Sprain fraktur)

Cedera sprain tingkat 4 ini terjadi akibat ligamennya robek dimana tempat lekatnya pada
tulang dengan diikuti lepasnya sebagian tulang tersebut.

D. Penyebab Cedera Olahraga


Beberapa faktor penting yang ada perlu diperhatikan sebagai penyebab cedara olahraga.

 Faktor olahragawan/olagragawati

1. Umur

Faktor umur sangat menentukan karena mempengaruhi kekuatan serta kekenyalan


jaringan. Misalnya pada umur 30-40 tahun raluman kekuatan otot akan relative menurun.
Elastisitas tendon dan ligament menurun pada usia 30 tahun. Kegiatan-kegiatan fisik
mencapai puncaknya pada usia 20-40 tahun.2Faktor pribadi

2. Kematangan (motoritas) seorang olahraga akan lebih mudah dan lebih sering
mengalami cedera dibandingkan dengan olahragawan yang sudah berpengalaman.

3. Pengalaman

Bagi atlit yang baru terjun akan lebih mudah terkena cedera dibandingkan dengan
olahragawan atau atlit yang sudah berpengalaman.

4. Tingkat latihan

Betapa penting peran latihan yaitu pemberian awal dasar latihan fisik untuk menghindari
terjadinya cedera, namun sebaliknya latihan yang terlalu berlebihan bias mengakibatkan
cedera karena “over use”.

5. Teknik

Perlu diciptakan teknik yang benar untuk menghindari cedera. Dalam melakukan teknik yang
salah maka akan menyebabkan cedera.

6. Kemampuan awal (warming up)

Kecenderungan tinggi apabila tidak dilakukan dengan pemanasan, sehingga terhindar dari
cedera yang tidak di inginkan. Misalnya : terjadi sprain, strain ataupun rupture tendon dan
lain-lain.

7. Recovery period

Memberi waktu istirahat pada organ-organ tubuh termasuk sistem musculoskeletal setelah
dipergunakan untuk bermain perlu untuk recovery (pulih awal) dimana kondisi organ-organ
itu menjadi prima lagi, dengan demikaian kemungkinan terjadinya cedera bisa dihindari.

8. Kondisi tubuh yang “fit”

Kondisi yang kurang sehat sebaiknya jangan dipaksakan untuk berolahrag, karena kondisi
semua jaringan dipengaruhi sehingga mempercepat atau mempermudah terjadinya cedera.
9. Keseimbangan Nutrisi

Keseimbangan nutrisi baik berupa kalori, cairan, vitamin yang cukup untuk kebutuhan tubuh
yang sehat.

10. Hal-hal yang umum

Tidur untuk istirahat yang cukup, hindari minuman beralkohol, rokok dan yang lain.

 Peralatan dan Fasilitas

Peralatan : bila kurang atau tidak memadai, design yang jelek dan kurang baik akan mudah
terjadinya cedera.

Fasilitas : kemungkinan alat-alat proteksi badan, jenis olahraga yang bersifat body contack,
serta jenis olahraga yang khusus.

 Faktor karakter dari pada olahraga tersebut

Masing-masing cabang olahrag mempunyai tujuan tertentu. Missal olahraga yang kompetitif
biasanya mengundang cedera olahraga dan sebagainya, ini semua harus diketahui
sebelumnya.

Anda mungkin juga menyukai