BAB III
METODE PENELITIAN
A. Desain Penelitian
Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif
kualitatif. Bogdan dan Taylor (1975) dalam Moleong (2012:4) mendefinisikan
metodologi kualitatif sebagai proses penelitian yang menghasilkan data deskriptif
berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat
diamati. Berdasarkan pengertian tersebut maka dalam penelitan ini peneliti
bermaksud untuk menjelaskan dan menggambarkan secara mendalam terkait
kebijakan pajak rumah kos Kabupaten Sleman.
B. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan Agustus 2017
dan dilaksanakan di beberapa tempat, yaitu:
1. Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Sleman
2. Desa Catur Tunggal
C. Subjek Penelitian
Subjek penelitian atau informan adalah orang yang mampu memberikan
informasi tentang situasi dan kondisi latar belakang penelitian (dalam Lexy J.
Moleong, 2012:97). Oleh karena itu, informan dalam penelitian ini adalah orang-
orang yang dianggap mengetahui secara pasti mengenai kebijakan pajak rumah
kos Kabupaten Sleman. Informan dalam penelitian ini adalah:
1. Bu Nur Laela (Kepala Bidang Pendaftaran, Pendataan dan Penetapan
BKAD Sleman)
32
33
2. Bu Tin Ibiz Fana (Kepala Bidang Perencanaan dan Evaluasi BKAD
Sleman)
3. Bapak Sunardi (Kepala Urusan Keuangan Desa Caturtunggal)
4. Warga yang memiliki usaha rumah kos di Kabupaten Sleman
D. Instrumen Penelitian
Dalam penelitian ini yang menjadi instrumen penelitian adalah peneliti
sendiri (Sugiyono, 2008:8). Peneliti sebagai instrumen didasarkan pada
kemampuan peneliti dari rencana penelitian hingga tahap pengolahan data
penelitian. Oleh karena itu, peneliti harus divalidasi. Validasi terhadap peneliti
sebagai instrumen meliputi validasi terhadap pemahaman metode penelitian
kualitatif, penguasaan wawasan terhadap bidang yang diteliti, kesiapan peneliti
untuk memasuki objek penelitian, baik secara akademik maupun logistiknya
(Sugiyono, 2008:59).
Dalam penelitian ini, peneliti melakukan validasi sebelum terjun ke
lapangan penelitian dengan melakukan persiapan meliputi pemahaman metode
penelitian kualitatif deskriptif dan penguasaan teori mengenai objek yang diteliti
yaitu implementasi kebijakan pajak rumah kos Kabupaten Sleman. Peneliti terjun
ke lapangan untuk melihat dan mengamati pelaksanaan kebijakan pajak rumah
kos di Kabupaten Sleman secara langsung. Dalam mengumpulkan data, peneliti
menggunakan alat bantu berupa pedoman wawancara, pedoman observasi, buku
catatan dan alat perekam untuk memudahkan peneliti dalam melakukan
pengumpulan data terkait implementasi kebijakan pajak rumah kos Kabupaten
Sleman.
34
E. Data dan Sumber Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1. Data Primer
Data primer adalah data yang diambil dari sumber data secara
langsung oleh peneliti melalui wawancara dan observasi terhadap
informan penelitian. Sedangkan menurut Lofland (dalam Lexy J Moleong,
2012:157) bahwa “sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah
kata-kata dan tindakan”.
Data diambil dengan cara wawancara, observasi dan dokumentasi
kepada narasumber yang menguasi permasalah dalam penelitian ini. Data
diambil di Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten
Sleman untuk mendapatkan informasi langsung mengenai implementasi
kebijakan pajak rumah kos di Kabupaten Sleman.
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang didapat dari sumber bacaan dan
berbagai macam sumber lainnya seperti lewat dokumen, surat kabar,
buletin, majalah ilmiah, sumber dari arsip, dokumen pribadi, dan
sebagainya. Peneliti menggunakan data sekunder untuk memperkuat
penemuan dan melengkapi informasi yang telah didapat melalui
wawancara dan observasi.
Data sekunder yang digunakan oleh peneliti yaitu:
a. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah
dan Retribusi Daerah,
35
b. Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 5 Tahun 2015
Tentang Pajak Hotel sebagai perubahan atas Peraturan Daerah
Kabupaten Sleman Nomor 1 Tahun 2011.
c. Data statistik pajak rumah kos Badan Keuangan dan Aset
Daerah Kabupaten Sleman
d. Data-data lain yang dimiliki Badan Keuangan dan Aset Daerah
Kabupaten Sleman terkait pajak rumah kos
e. Website resmi Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten
Sleman
f. Koran online seperti Kedaulatan Rakyat, Tribun news.
F. Teknik Pengumpulan Data
Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah
dengan wawancara, observasi dan dokumentasi.
1. Wawancara
Menurut dalam Lexy J. Moleong (2012:186) wawancara adalah
percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan dilakukan oleh dua
pihak, yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan
terwawancara (interviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan
itu. Teknik wawancara yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini
adalah wawancara semi terstruktur (semistructure interview). Tujuan dari
wawancara semi terstruktur menurut Sugiyono (2008:233) adalah “untuk
36
menemukan permasalah secara lebih terbuka, di mana pihak yang diajak
wawancara dimintai pendapat, dan ide-idenya”.
Wawancara ditujukan kepada Badan Keuangan dan Aset Daerah
Kabupaten Sleman, dan beberapa warga terkena pajak rumah kos di sekitar
area lembaga pendidikan dan atau area bisnis di Kabupaten Sleman.
Wawancara dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara yang telah
dibuat oleh peneliti. Pertanyaan yang telah dibuat oleh peneliti dalam pedoman
wawancara dikembangkan sesuai dengan kebutuhan informasi yang diperlukan
saat wawancara sehingga wawancara berjalan dengan terbuka namun tetap
fokus pada masalah penelitian. Dari wawancara tersebut, peneliti mendapatkan
data dan informasi yang dibutuhkan dalam penelitan mengenai implementasi
pajak rumah kos di Kabupaten Sleman.
2. Observasi
Menurut Marshall (dalam Sugiyono, 2008:226) menjelaskan
bahwa “melalui observasi, peneliti belajar tentang perilaku, dan makna
dari perilaku tersebut”. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan
observasi langsung serta menggunakan jenis observasi partisipasi pasif.
Menurut Sugiyono (2008:227), partisipasi pasif berarti “dalam hal ini
peneliti datang di tempat kegiatan orang yang diamati, tetapi tidak ikut
terlibat dalam kegiatan tersebut”. Dengan observasi langsung, peneliti
melakukan pengamatan untuk mencari data yang nantinya menjadi salah
satu sumber data yang kemudian dapat diolah menjadi bahan analisis.
Dalam penelitian ini peneliti mengamati kegiatan pelaksanaan sosialisasi
37
dan pemungutan pajak rumah kos oleh Badan Keuangan dan Aset Daerah
Kabupaten Sleman.
3. Dokumentasi
Menurut Sugiyono (2008:240) “dokumen merupakan catatan
peristiwa yang sudah berlalu”. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar,
atau karya-karya monumental dari seseorang. Sugiyono (2008:240)
menjelaskan bahwa hasil penelitian dari observasi atau wawancara akan
menjadi lebih dapat dipercaya apabila didukung oleh adanya dokumen.
Dalam penelitian ini, dokumen yang digunakan sebagai bahan referensi
yaitu Peraturan Daerah Kabupaten Sleman Nomor 1 Tahun 2011 tentang
pajak hotel yang kemudian disempurnakan dengan keluarnya Perda
Kabupaten Sleman Nomor 5 Tahun 2015, Keputusan Menteri Keuangan
Republik Indonesia Nomor 394 Tahun 1996 Tentang Pelaksanaan
Pembayaran dan Pemotongan Pajak Penghasilan atas Penghasilan dari
Persewaan Tanah dan/atau Bangunan.
G. Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data
Teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah teknik Triangulasi. Menurut Lexy J. Moleong (2012:330) “triangulasi
adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain
di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap
data itu”. Denzin (dalam Lexy J. Moleong, 2012:330) membedakan empat macam
triangulasi sebagai teknik pemeriksaan yang memanfaatkan penggunaan sumber,
metode, penyidik dan teori.
38
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik pemeriksaan keabsahan
data triangulasi dengan sumber dan triangulasi dengan metode. Menurut Patton
(dalam Lexy J. Moleong, 2012:330) triangulasi dengan sumber “berarti
membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang
diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam penelitian kualitatif”.
Sedangkan triangulasi dengan metode menurut Patton (dalam Lexy J. Moleong,
2012:330) terdapat dua strategi, yaitu (1) pengecekan derajat kepercayaan
penemuan hasil penelitian beberapa teknik pengumpulan data dan (2) pengecekan
derajat kepercayaan beberapa sumber data dengan metode yang sama.
Dengan teknik triangulasi dengan sumber, peneliti membandingkan hasil
wawancara yang diperoleh dari masing-masing sumber atau informan penelitian
sebagai pembanding untuk mengecek kebenaran informasi yang didapatkan.
Selain itu peneliti juga melakukan pengecekan derajat kepercayaan melalui teknik
triangulasi dengan metode, yaitu dengan melakukan pengecekan hasil penelitian
dengan teknik pengumpulan data yang berbeda yakni wawancara, observasi, dan
dokumentasi sehingga derajat kepercayaan data dapat valid.
H. Teknik Analisis Data
Analisis data menurut Bogdan & Biklen (dalam Lexy J. Moleong,
2012:248) adalah upaya yang dilakukan dengan jalan bekerja dengan data,
mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola,
mensintesiskannya, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting
dan apa yang dipelajari, dan memutuskan apa yang dapat diceriterakan kepada
orang lain.
39
Proses analisis data dimulai dengan menelaah seluruh data yang tersedia
dari berbagai sumber, yaitu dari wawancara, pengamatan yang sudah dituliskan
dalam caatan lapangan, dokumen pribadi, dokumen resmi, gambar, foto, dan
sebagainya (Lexy J. Moleong, 2012:247). Adapun teknik analisis data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis data dari Miles dan
Huberman, yaitu:
1. Pengumpulan Data
Dalam penelitan ini pengumpulan data dilakukan dengan mencari,
mencatat, dan mengumpulkan data melalui hasil wawancara, dokumentasi,
dan observasi yang terkait dengan pelaksanaan kebijakan pajak rumah kos di
Kabupaten Sleman.
2. Reduksi Data
Data yang diperoleh dari lapangan jumlahnya cukup banyak, untuk itu
maka perlu dicatat secara teliti dan rinci. Mereduksi data berarti merangkum,
memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari
tema dan polanya. Dengan demikian data yang telah direduksi akan
memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk
melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya bila diperlukan
(Sugiyono, 2008:247). Dalam penelitan ini setelah melakukan pengumpulan
data, data-data yang terkait dengan implementasi pajak rumah kos di
Kabupaten Sleman direduksi untuk digolongkan kedalam tiap permasalahan
sehingga data dapat ditarik kesimpulan- kesimpulannya.
3. Penyajian Data
40
Setelah data direduksi, maka langkah selanjutnya adalah
mendisplaykan data. Dalam penyajian data, maka data terorganisasikan,
tersusun dalam pola hubungan, sehingga akan semakin mudah dipahami.
Display data, maka akan memudahkan untuk memahami apa yang terjadi,
merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami
tersebut (Sugiyono, 2008:249). Penyajian data dilakukan untuk
mempermudah peneliti untuk dapat mendeskripsikan data sehingga akan
lebih mudah dipahami mengenai kebijakan pajak rumah kos yang diteliti.
4. Kesimpulan dan Verifikasi
Tahap selanjutnya adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi.
Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan
berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada
tahap pengumpulan data berikutnya (Sugiyono, 2008:252). Pada penelitian
ini, kesimpulan awal yang dikemukakan oleh peneliti akan didukung oleh
data-data yang diperoleh peneliti di lapangan. Jawaban dari hasil penelitian
akan memberikan penjelasan dan kesimpulan atas permasalahan penelitian
yang diteliti dalam penelitian ini.