0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
31 tayangan19 halaman

Analisis Perencanaan Pembelajaran Akidah

Bab lima membahas analisis data hasil penelitian mengenai perencanaan pembelajaran guru akidah akhlak di MTs Al-Ghozali. Data diperoleh dari wawancara, observasi, dan dokumentasi kemudian dianalisis secara deskriptif dan dikaitkan dengan teori perencanaan pembelajaran. Hasilnya menunjukkan bahwa perencanaan guru sesuai dengan teori dan melibatkan berbagai sumber belajar.

Diunggah oleh

Chia no
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
31 tayangan19 halaman

Analisis Perencanaan Pembelajaran Akidah

Bab lima membahas analisis data hasil penelitian mengenai perencanaan pembelajaran guru akidah akhlak di MTs Al-Ghozali. Data diperoleh dari wawancara, observasi, dan dokumentasi kemudian dianalisis secara deskriptif dan dikaitkan dengan teori perencanaan pembelajaran. Hasilnya menunjukkan bahwa perencanaan guru sesuai dengan teori dan melibatkan berbagai sumber belajar.

Diunggah oleh

Chia no
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

108

BAB V

PEMBAHASAN

Setelah penulisan paparan data dan data temuan yang dihasilkan oleh

peneliti dari wawancara, observasi dan dokumentasi, maka selanjutnya

peneliti akan menganalisis data yang telah terkumpul.

Dari paparan data dan hasil sub bab hasil temuan penelitian yang

dijabarkan pada sub bab sebelumnya, maka perlu adanya analisi hasil

penelitian. Hal ini dilakukan agar data yang dihasilkan tersebut dapat

dilakukan interprestasi sehingga dapat mengambil kesimpulan penelitian

sesuai dengan rumusan masalah yang diajukan. Dalam hal ini Nasution

seperti yang dikutip oleh Sugiyono menyatakan analisis telah mulai sejak

merumuskan dan menjelaskan masalah, sebelum terjun ke lapangan, dan

berlangsung terus sampai penulisan hasil penelitian. Namun dalam

penelitian kualitatif, analisis data lebih difokuskan selama proses di

lapangan bersama dengan pengumpulan data.1

Penelitian disini menggunakan analisis deskriptif kualitatif

(pemaparan) dari data yang didapatkan baik memalui observasi,

dokumentasi, dan wawancara dari pihak-pihak yang mengetahui tentang

data yang dibutuhkan. Selanjutnya dari hasil tersebut dikaitkan dengan teori

yang ada diantaranya sebagai berikut :

1
Sugiyono, Memahami Penelitian Kualitatif (Bandung: C.V Alfabeta 2005) hal 89-90

108
109

1. Perencanaan Pembelajaran yang dilakukan Guru dalam Strategi

Peningkatan Mutu Pembelajaran Akidah Akhlak di MTs Al-Ghozali

Panjerejo, [Link] Tahun 2015-2016.

Mengenai perencanaan pembelajaran dalam strategi peningkatan

mutu pembelajaran telah dijelaskan dalam kajian teori Bab II, bahwa

perencanaan pembelajaran adalah sebuah persiapan yang harus disusun

sebaik mungkin oleh guru, karena perencanaan ini sangatlah menentukan

kemana arah kegiatan pembelajaran akan berlangsung. Dalam sebuah

perencanaan pembelajaran tentunya diperlukan pengetahuan yang

mendalam oleh guru, tentang hakekat perencanaan pembelajaran, prinsip

perencanaan pembelajaran, tujuan perencanaan pembelajaran dan juga

prinsip pembuatan perencanaan pembelajaran. Karena dengan

pengetahuan yang mendalam tentang perencanaan pembelajaran, maka

seorang guru akan lebih profesional atau lebih bermutu dalam

merencanakan kegiatan pembelajaran. perencanaan pengajaran

memainkan peran penting dalam memandu guru untuk melaksanakan

tugas sebagai pendidik dalam melayani kebutuhan belajar siswanya.

Perencanaan pengajaran juga dimaksudkan sebagai langkah awal

sebelum proses pembelajaran berlangsung

Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh guru dalam

perencanaan menggunakan media pengajaran untuk mempertinggi

kualitas pengajaran. Pertama, guru perlu memiliki pemahaman media

pengajaran antara lain jenis dan manfaat media pengajaran, kriteria


110

pemilihan dan menggunakan media pengajaran, menggunakan media

sebagai alat bantu mengajar dan tindak lanjut penggunaan media dalam

proses belajar siswa. Kedua, guru terampil membuat media pengajaran

sederhana untuk keperluan mengajar, terutama media dua dimensi atau

media visual. Ketiga, pengetahuan dan ketrampilan dalam menilai

keefektifan penggunaan media dalam proses pengajaran.2

Hasil temuan peneliti sesuai dengan yang telah dijadikan kajian

pustaka terutamanya dalam hal perencanaan yang dilakukan guru dalam

strategi peningkatan mutu pembelajaran akidah akhlak yang dilaksanakan

di MTs Al-ghozali, yaitu pertama. Seorang guru harus bisa membuat

perencanaan pembelajaran sebaik mungkin agar dapat mendongkrak

semangat siswa dalam pembelajaran. kedua, profesionalisme seorang

guru dan kreatifitas guru sangat dibutuhkan dalam menyesuaikan media,

strategi dan metode pembelajaran dengan bahan ajar. Ketiga kesadaran

seorang guru akan tujuan pembelajaran menjadi alasan utama dalam

profesionalisme dan keterampilan guru dalam membuat perencanaan

pembelajaran. keempat, guru menganjurkan siswa untuk mempunyai

sumber belajar lain selain LKS, dengan memberi fasilitas perpustakaan,

bahkan guru sendiri memiliki buku pegangan sejumlah 3-5 sumber atau

buku yang menjadi pendukung dari materi ajar yang disampaikan dalam

kegiatan pembelajaran.

2
Nana Sudjana dan Ahmad Rivai, Media Pengajaran, (Bamdung : Sinar Baru Algesindo
Offset, 2010), hlm 4
111

Mengenai perencanaan pembelajaran yang menjadi suatu pedoman

dalam kegiatan pembelajaran, dari kajian teori yang dilanjutkan dengan

penelitian yang memuat wawancara, observasi dan dokumentasi,

menunjukkan bahwa perencanaan yang telah dibuat dan dilaksanakan

oleh guru akidah akhlak, sudah sesuai dengan apa yang peneliti tuliskan

dalam kajian teori, seorang guru memang harusnya merencanakan

kegiatan pembelajaran dengan sebaik mungkin, agar dapat membuat

suasana pembelajaran yang disuakai oleh siswa. dan mampu

menyalurkan pengetahuan yang dimiliki oleh guru kepada siswa dengan

maksimal.

Profesionalisme seorang guru dan kretifitas seorang guru, bisa

dikatan sebagai hal yang sangat berpengaruh besar dalam perencanan dan

kegiatan pembelajaran, karena dalam sebuah perencanaan diperlukan

sebuah kemampuan guru untuk merencanakan kegiatan pembelajaran

yang sesuai dengan kurikulum dan juga mampu menyesuaikan antara

materi dengan metode dan strategi yang akan dicapai. Sedangkan

membuat perencanaan pembelajaran juga tak akan lepas dari kreatifitas

seorang guru, karena dari kreatifitas seorang guru akan menimbulkan

ide-ide yang unik yang bisa membuat strategi pembelajaran, metode dan

juga media pembelajaran yang akan disukai oleh siswanya. Seperti

halnya peta konsep kartu soal dan jawaban ataupun gambar-gambar yang

berkaitan dengan materi pembelajaran. tentunya dalam pemilihan dan

pembuatannya memerlukan sebuah bakat yang disebut dengan kreatifitas,


112

dan itu adalah sebuah hal yang tentunya juga harus dimiliki oleh seorang

guru. Seperti yang peneliti kutip dari sumber berikut ini:

Keberhasilan pendidikan sebagian besar ditentukan oleh mutu

profesionalisme seorang guru. Guru yang profesional bukanlah guru yang

hanya dapat mengajar dengan baik, tetapi juga guru yang dapat

mendidik. Untuk ini, selain harus menguasai ilmu yang diajarkan dan

cara mengajarkanya dengan baik, seorang guru juga harus memiliki

akhlak yang mulia. Guru juga harus mampu meningkatkan

pengetahuannya dari waktu ke waktu, sesuai dengan perkembangan

zaman. Berbagai perubahan yang diakibatkan oleh kemajuan adalah

bidang ilmu pengetahuan dan teknologi juga harus diantisipasi oleh guru.

Dengan demikian seorang guru tidak hanya menjadi sumber informasi, ia

juga dapat menjadi motivator, inspirator, dinamisator, fasilitator,

katalisator, evaluator dan sebagainya.3

Selanjtnya mengenai tujuan pembelajaran, adalah hal yang sangat

utama dalam kegiatan pembelajaran, karena tujuan pembelajaran akan

menentukan hasil akir dalam sebuah pembelajaran, juga akan menjadi

suatu tolok ukur untuk mengetahui sejauh manakah pembelajaran yang

telah dihasilkan, sudah mencapai tujuannya ataukah belum. Maka dari

itu, memang dapat dikatakan bahwa sebuah kewajiban bagi seorang guru

untuk selalu mengingat tujuan pembelajaran. karena secara tidak

langsung dengan mengingat tujuan pembelajaran maka seorang guru

3
Abuddin Nata, Manajemen Pendidikan, (Jakarta Timur : Prenada Media, 2003), hal.147
113

akan membangun semangat dari dalam dirinya sediri, terutamanya dalam

hal perencanaan pembelajaran dan pelaksanaan kegiatan pembelajaran.

apa bila seorang guru mempunya semangat tinggi dalam mencapai tujuan

pembelajaran, maka seorang guru tentunya akan semaksimal mungkin

membuat perencanaan pembelajaran yang sebaik dan semenarik

mungkin, agar dalam pelaksanaan pembelajarannya, siswa dapat

mengikuti pembelajaran dengan semangat dan mampu menangkap materi

yang diajarkan oleh seorang guru. Dan hasilnya, apa yang menjadi tujuan

dari kegiatan pembelajaran akan tercapai dengan hasil maksimal.

Berikutnya tentang sumber belajar yang dipakai pegangan oleh

guru dan juga siswa. Memang sebuah kewajaran dari seorang guru untuk

mempunyai buku pegangan yang tidak sedikit untuk menambah wawasan

siswa dalam memahami sebuah materi pembelajaran. dari hasil observasi

dan wawancara, peneliti menemukan sebuah temuan yang menyatakan

bahwa guru akidah akhlak di MTs Al-Ghozali memakai kurang lebih 3-5

sumber belajar untuk menunjang materi ajar yang disampaikan. Tidak

hanya demikian guru juga menganjurkan siswa untuk menambah buku

pelajarannya melalui perpustakaan yang telah disediakan lembaga

sekolah. Dan suatu kebetulan pula pengelola perpustakaan yang ada di

sekolah ialah ibu guru mata pelajaran akidah akhlak yang peneliti

wawancarai guna mendapatkan informasi. Hal tersebut memang sudah

wajar terjadi di sebuah lembaga sekolah, tetapi secara tidak langsung itu

juga merupakan faktor yang menjadi pendukung dari kualitas atau mutu
114

pembelajaran, yang mana semakin banyak sumber yang mendukung,

maka semakin luas pula pengetahuan yang diterima oleh siswa.

2. Pelaksanaan Kegiatan Pembelajaran yang dilakukan Guru dalam

Strategi Peningkatan Mutu Pembelajaran Akidah Akhlak di MTs

Al-Ghozali Panjerejo, [Link] Tahun 2015-2016.

Selanjutnya berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran yang telah

peneliti kajian teorinya di dalam Bab II yang menyatakan Proses belajar-

mengajar merupakan inti dari proses pendidikan secara keseluruhan

dengan guru sebagai pemegang peranan utama. Peristiwa belajar-

mengajar banyak berakar pada berbagai pandangan dan konsep. Oleh

krena itu, perwujudan proses belajar-mengajar dapat terjadi dalam

berbagai model.

Melalui tahap wawancara observasi dan dokumentasi, peneliti

berhasil menemukan data temuan yang diantaranya adalah : pertama,

guru mebuka pembelajaran dengan salam dan Do’a bertujuan untuk

memberikan suri tauladan yang baik pada siswa, dan memberi waktu

siswa sebentar untuk membaca materi yang akan diajarkan secara

individu. kedua, guru berperan sesuai materi dan tidak selalu menjadi

pemimpin kegiatan pembelajaran, supaya siswa dapat aktif, kreatif, dan

mandiri dalam kegiatan pembelajaran. ketiga, dalam kegiatan

pembelajaran siswa selalu menunjukkan karakteristik pribadi mereka

masing-masing, dan tentunya menjadi tugas seorang guru harus mampu


115

menghadapi dan mendisiplinkan mereka dengan kasih sayang. keempat,

guru berperan sebai motivator, selalu memberikan reward walaupun tidak

selalu dalam bentuk barang dan hanya ucapan selamat, dan tidak bosan-

bosannya memberi semangat belajar kepada siswa.

Tentunya dari hasil temuan yang telah ditemukan peneliti,

menggambarkan kesinambungan antara kajian teori yang peneliti rangkai

dalam Bab II, mulai dari peran guru sebagai suri tauladan dalam kegiatan

pembelajaran, dan memberi waktu siswa sebentar untuk membaca materi

yang akan diajarkan secara individu, secara tidak langsung sesuai dengan

konsep peningkatan mutu pembelajaran, yaitu memulai pembelajaran

dengan santay dan bermanfaat, yaitu guna membangkitkan nafsu belajar

siswa.

Selanjutnya membahas tentang peran guru dalam kegiatan

pembelajaran,yang mana dalam kajian teori dalam peningkatan mutu

pembelajaran dibutuhkan kreatifitas guru dalam mendidik siswa agar

kreatif, dan dari data yang diperoleh peniliti guru sudah melakukan apa

yang ada dalam teori, yaitu guru berperan sesuai materi dan tidak selalu

menjadi pemimpin kegiatan pembelajaran, supaya siswa dapat aktif,

kreatif, dan mandiri dalam kegiatan pembelajaran. dan dari observasi,

peneliti menyaksikan secara langsung adegan drama yang dirancang oleh

siswa sendiri, dengan tema yang diambil dari pengaplikasian

pembelajaran yang telah dilakukan oleh guru beserta siswa. seperti


116

beberapa pendapat yang telah diambil oleh peneliti menyangkut peran

guru dalam pembelajaran, yaitu diantaranya :

Dalam hal pembelajaran guru mempunyai banyak peran yang harus

bisa diperankan oleh seorang guru, seperti yang peneliti kutip dibawah

ini :

1) Guru sebagai fasilitator

Menurut Ramayulis, peran guru sebagai fasilitator adalah

“menyediakan situasi dan kondisi yang dibutuhkan individu yang

belajar”.4 Oleh karena itu guru harus mampu menyediakan fasilitas sumber

belajar guna menunjang tercapainya tujuan pembelajaran.

2) Guru sebagai pembimbing

Peran guru sebagai pembimbing adalah “Memberikan bimbingan

terhadap siswa dalam interaksi belajar mengajar”.5 Dalam memberikan

bimbingan hendaknya mengetahui dan mengerti berbagai potensi diri anak

didik untuk dapat lebih dikembangkan.

3) Guru sebagai motivator

Guru sebagai motivator adalah “Memberikan dorongan dan

semangat agar siswa mau dan giat belajar”.6 Dalam upaya memberi

motivasi anak didik guru harus mampu menciptakan kondisi sedemikian

4
Ramayulis, Metodologi Pengajaran Agama Islam (Jakarta: Kalam Mulia, 2001), hal.26
5
Ibid, hal.5
6
Ibid, hal. 26
117

rupa sehingga anak mau melakukan apa yang dapat dilakukannya. 7 Guru

sebagai motivator harus paham dan mengerti kondisi siswa untuk dapat

mengantarkan peserta didik pada pengalaman-pengalaman yang

memungkinkan mereka dapat belajar.

4) Guru sebagai pengelola kelas

Sejalan dengan tujuan pengelolaan kelas menurut Djamarah, “Agar

anak didik betah tinggal di kelas dan memiliki motivasi belajar yang tinggi

untuk senantiasa belajar di dalamnya”.8 Sebagai pengelola kelas guru

mempunyai tanggung jawab dalam mengatur dan mengarahkan kegiatan

belajar mengajar, baik pengelolaan tempat duduk siswa maupun

pengelolaan siswa itu sendiri.

5) Guru sebagai mediator

Menurut Usman sebagai mediator “Guru menjadi perantara dalam

hubungan antara manusia. Dalam hal ini tentunya guru harus mempunyai

ketrampilan berkomunikasi dan berinteraksi dengan peserta didik”.9

Dengan demikian peran guru sebagai mediator tidak hanya sebagai

penghubung antara siswa dengan guru, akan tetapi lebih dari itu harus

memiliki pengetahuan dan ketrampilan dalam menggunakan media

pembelajaran.

7
Zakiyah Daradjat dkk., Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 2001),
hal.140
8
Syaiful Bahri Djamarah, Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif, (Jakarta: Rineka Cipta,
2000), hal.47
9
M. Uzer Usman, Menjadi Guru Profesional (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2000), hal.11
118

6) Guru sebagai evaluator

Guru sebagai evaluator harus dapat melaksanakan penilaian dengan

baik dan jujur. Dalam hal ini guru harus menilai segi-segi yang seharusnya

dinilai, yaitu kemampuan intelektual, sikap dan tingkah laku anak didik,

karena dengan penilaian guru dapat mengetahui sejauh mana kreativitas

pembelajaran yang dilakukan. 10

Brikutnya menyangkut pendisiplinan siswa dengan kasih sayang,

sesuai dengan konsep peningkatan mutu pembelajaran yang tercantum

pada kajian teori. Data yang diperoleh menunjukkan bahwa dalam

kegiatan pembelajaran siswa selalu menunjukkan karakteristik pribadi

mereka masing-masing, dan tentunya menjadi tugas seorang guru harus

mampu menghadapi dan mendisiplinkan mereka dengan kasih sayang.

Dan dalam kenyataanya dari hasil wawancara dengan beberapa siswa dan

hasil obserfasi, menyatakan bahwa memang guru akidah akhlak dalam

penelitian ini telah berhasil menunjukkan pendisiplinan dengan kasih

sayang. Informasi dari siswa mengatakan bahwa ibu guru adalah sosok

yang sabar dan disukai oleh para siswanya, karena beliau tidak penah

menunjukkan sikap yang ditakuti oleh siswa, beliau selalu menunjukkan

wajah yang penuh senyum dan penyayang kepada setiap siswa. Dan dari

hasil observasi peneliti juga melihat secara langsung, beliau hanya

mendekati siswa yang ramai sendiri dalam kegiatan pembelajaran, dan

10
Djamarah, Guru dan Anak Didik, hal.47
119

berusa menegur dengan kata-kata halus untuk membawa siswa yang

ramai sendiri kedalam materi pembelajaran.

Selanjutnya mengenai peran guru sebagai motivator, yang mana

bertujuan untuk penyemangat siswa dalam mmembangkitkan nafsu

belajar, yang sesuai dengan kajian teori pada Bab II yang digunakan

untuk meningkatkan mutu pembelajaran. usaha guru yang dilakukan

dalam hal ini tentu tidaklah mudah, tetapi pada kenyataannya peneliti

juga menemukan temuan yang menyatakan bahwa guru berperan sebagai

motivator dalam kegiatan pembelajaran yang dilakukan guru di MTs Al-

Ghozali Panjerejo, upaya yang dilakukan guru dalam hal ini ialah selalu

memberikan reward walaupun tidak selalu dalam bentuk barang dan

hanya ucapan selamat, dan tidak bosan-bosannya memberi semangat

belajar kepada siswa.

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi Pembelajaran yang dilakukan

Guru dalam Strategi Peningkatan Mutu Pembelajaran Akidah

Akhlak di MTs Al-Ghozali Panjerejo, [Link] Tahun 2015-

2016

Secara garis besar, proses belajar dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu

faktor internal dan faktor eksternal. Faktor-faktor internal meliputi faktor

fisiologis, yaitu jasmani peserta didik dan faktor psikologis, yaitu

kecerdasan atau intelegensia peserta didik, motivasi, minat, sikap, bakat.

Faktor-faktor eksternal meliputi lingkungan alamiah dan lingkungan sosial


120

budaya, sedangkan lingkungan nonsosial atau instrumental, yaitu

kurikulum, program, fasilitas belajar, guru. Hasil belajar yang dicapai

peserta didik dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu faktor dari dalam diri

peserta didik itu dan faktor yang datang dari luar diri peserta didik atau

faktor lingkungan.11

Jadi dari uraian temuan diatas, peneliti menemukan beberapa temuan

yang meliputi : pertama, faktor yang berpengaruh terhadap peningkatan

mutu pembelajaran, yaitu faktor yang berpengaruh mendukung yang

meliputi : kemampuan siswa menerima materi pembelajaran yang

disampaikan oleh guru secara individu, fasilitas, sarana prasarana dan

sumber belajar yang disediakan oleh lemabaga sekolah dan kegiatan

ekstrakulikuler yang bernuasna keagamaan. Kedua, faktor yang berpengaruh

sebagai penghambat meliputi : kemampuan siswa yang lemah dalam

menerima penyampaian pembelajaran dari guru, kerusakan ataupun proses

pembenahan yang terkait fasilitas, sarana prasarana dan sumber belajar, dan

strategis sekolah yang dekat dengan pabrik gula.

Seperti yang peneliti temukan dalam wawancara dan observasi dalam

strategi peningkatan mutu pembelajaran yang peneliti lakukan di MTs Al-

Ghozali Panjerejo. Menurut informasi dari wawancara yang dilakukan

peneliti dengan ibu guru, menyatakan bahwa faktor yang berpengaruh

terhadap pembelajaran ada dua, yaitu faktor internal atau faktor yang timbul

11
Kompri, Motivasi Pembelajaran Perspektif guru dan siswa, (Bandung: Remaja
Rosdakarya, 2015), hlm 227
121

dari siswa, dan faktor eksternal yaitu faktor yang berasal dari lembaga

sekolah sendiri. Membahas tentang faktor internal, yaitu faktor yang timbul

dari diri siswa secara individu, guru mengungkapkan bahwa siswa dalam

kegiatan pembelajarannya selalu menunjukkan karakteristik mereka masing-

masing. Yang berikutnya itu dapat dikatakan sebagai faktor yang

mempengaruhi dalam kegiatan pembelajaran. secara tidak langsung dari

beragamnya karakteristik siswa, maka akan menimbulkan keaktifan atau

bahkan gangguan dalam kegiatan pembelajaran. Dari alasan tersebut maka

seorang guru harus mengenal masing-masing kepribadian dari siswa yang

diajarnya, guna bisa menemukan cara-cara yang jitu untuk mengatasi faktor

yang timbul dari siswa terutamanya yang berwujud gangguan dalam

kegiatan pembelajaran. demikian pula dalam fokus yang kedua juga telah

dibahas, bahwa guru yang menjadi objek dari penelitian ini, telah mampu

mengenal dan juga menghafal karakteristik dari masing-masing siwa yang

diajarnya.

Berlanjut pembahasan tentang faktor eksternal yang menyangkut

fasilitas, sarana dan prasarana serta sumber belajar, yang guru ungkapakan

menunjukkan bahwa faktor yang berasal dari lembaga memang belum

maksismal, tetapi secara bertahap guru selalu berusaha meningkatkan

fasilitas, sarana dan prasarana serta sumber belajar yang sudah ada didalam

lembaga sekolah tersebut. sepertihalnya dalam hal proyektor yg terbatas,

guru biasanya menggunakan laptop milik pribadi untuk memutarkan vidio

yang digunakan dalam media pembelajaran. selanjutnya menyangkut


122

sumber belajar yang mana guru yang menjadi narasumber adalah pengelola

perpustakaan sekolah, dan menyatakan akan terus berusaha meningkatkan

kualitas perpustakaan, berikut menambah buku-buku yang dapat menjadi

sumber belajar pendukung bagi kegiatan pembelajaran.

Faktor yang menjadi penghambatnya berasal dari lingkungan sekolah

yang letak strategisnya memang dekat dengan pabrik gula, dan suara mesin

ketika aktif akan menimbulkan kebisingan dan menjadi faktor penghambat

atau penganggu dalam kegiatan pembelajaran. pendukung dari peningkatan

mutu pembelajaran akidah akhlak yang peneliti temukan juga di dalam

kegiatan ekstra sekolah, yaitu dalam rutinan YASINTA, siraman rahani, dan

kegiatan keagamaan yang dilaksanakan sebelum kegiatan pembelajaran

berlangsung, dan itu dilakukan atau dipimpin oleh ustadz yang berasal dari

desa Panjerejo sendiri. Dari keterangan tersebut setara dan

berkesinambungan dengan kajian teori yang mana menjadi konsep

peningkatan mutu pembelajaran, yaitu melibatkan masyarakat luar dalam

kegiatan pembelajaran. dengan demikian selain secara formalitas siswa

memperoleh ilmu dari guru, siswa juga mendapatkan pengetahuan non

formal yang bersumber dari masyarakat sekitar lembaga sekolah. Secara

tidak langsung, pengetahuan non formal yang diterima siswa ini juga akan

menjadi faktor pendukung dalam strategi peningkatan mutu pembelajaran,

karena dari pengetahuan non formal siswa akan memperoleh pengetahuan

tentang keagaaman, yang akan memperkuat akidah mereka dan membangun

akhlakhulkarimah atau kepribadian yang baik.


123

BAB VI

PENUTUP

A. Kesimpulan

Sebagai akir dari pembahasan yang telah dilakukan dalam bab

sebelumnya, maka peneliti disini menyajikan hasil dari penelitian atau yang

disebut dengan kesimpulan, yang diperloleh dari penelitian yang berjudul

“strategi Peningkatan Mutu Pembelajaran di MTs Al-Ghozali Panjerejo

Tahun 2015/2016” sebagai berikut :

1. Dalam perencanaan pembelajaran yang di lakukan guru dalam

meningkatkan mutu pembelajaran aqidah akhlak di MTs Al-Ghozali

Desa Panjerejo [Link] dapat disimpulkan bahwa menjadi

seorang guru harusla bisa membuat perencanaan pembelajaran sebaik

mungkin agar dapat mendongkrak semangat siswa dalam pembelajaran,

profesionalisme seorang guru dan kreatifitas guru sangat dibutuhkan

dalam menyesuaikan media, strategi dan metode pembelajaran dengan

bahan ajar. Selanjutnya kesadaran seorang guru akan tujuan

pembelajaran menjadi alasan utama dalam profesionalisme dan

keterampilan guru dalam membuat perencanaan pembelajaran. dan yang

terakhir guru harus mempunyai sumber belajar yang mencukupi untuk

memperluas pengetahuan siswa dan tentunya menganjurkan siswa juga

memiliki sumber belajar yang mendukung.

123
124

2. Dalam Kegiatan pembelajaran yang di lakukan guru dalam strategi

meningkatkan mutu pembelajaran aqidah akhlak di MTs Al-Ghozali

Panjerejo [Link] Tahun 2015-2016. Seorang guru harus bisa

menjadi menjadi contoh atau suri tauladan bagi siswanya, guru harus

mampu membuat kegiatan pembelajaran yang membangkitkan kreatifitas

siswa. Selanjutnya kemampuan guru dalam mengenali masing-masing

karakteristik siswa supaya dapat mengontrol kegiatan pembelajaran yang

sedang berlangsung, dan motivasi yang selalu di berikan oleh guru

kepada siswa supaya semangat belajar mereka meningkat.

3. Faktor yang berpengaruh dalam pembelajaran yang di lakukan guru

dalam strategi meningkatkan mutu pembelajaran aqidah akhlak di MTs

Al-Ghozali Panjerejo [Link] Tahun 2015-2016. Ada dua faktor,

yaitu faktor internal yang berasal dari siswa sendiri yang perannya

sebagai penghambat atau pendukung, kembali pada kemampuan individu

siswa, dan yang eksternal berasal dari lembaga seperti fasilitas, sarana

prasarana dan sumber belajar yang tentunya menjadi pendukung dari

kegiatan pembelajaran. selanjutnya faktor lingkungan akan menjadi

penghambat apabila letak strategis sekolah dekat dengan keramaian atau

kebisingan, dan kegiatan ekstra kulikuler yang bersifat keagamaan

mampu mendukung kegiatan pembelajaran terutamanya dalam hal

pembelajaran akidah akhlak.


125

B. Saran

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti, disini peneliti

menuliskan saran atau masukan yang mungkin akan berguna bagi

lembaga, guru dan juga siswa. tentunya dalam hal strategi peningkatan

mutu pembelajaran akidah akhlak di Mts Al-Ghozali Panjerejo, yang

diantaranya sebagai berikut :

a. Bagi Kepala Sekolah

Supaya dapat meningkatkan kualitas sarana dan prasana yang

sudah ada dan juga mampu meningkatkan kualitas pembelajaran

secara terus menerus dan lebih baik lagi. Apabila out put atau

lulusan yang dihasilkan oleh sekolah itu bernilai kualitas yang

bagus, maka akan bisa dipastikan akan mendapatkan pandangan

yang positif dari sudut pandang mayarakat.

b. Bagi Guru

Supaya dapat menjadikan semangat seorang guru dalam

meningkatkan kualitas pembelajaran yang akan membawa

pembelajaran mencapai tujuan dengan hasil yang maksimal.

Profesionalisme seorang guru dan kreatifitasnya sangat

menentukan sekali dalam perencanaan dan juga pelaksanaan

pembelajaran, maka selanjutnya guru harus selalu meningkatkan

kemampuanya dan juga kreatifitasnya dalam dunia pendidikan,

supaya seorang guru memang benar-benar berperan sebagai


126

pahlawan. Dan menjadi tokoh yang bisa dijadikan suri tauladan

untuk para siswanya.

c. Bagi para Siswa

Dengan diadakan penelitian ini, maka hasil yang diperoleh

diharapkan dapat berguna untuk dijadikan pemahaman yang

mendalam, bahwasanya menjadi seorang guru itu tidaklah mudah,

dan semua pengorbanan yang dilakukan oleh guru dalam

pembelajaran, tidak lain adalah untuk mendidik para siswa agar

mempunyai masa depan yang cerah dan terarah.

d. Bagi para orang tua siswa.

Supaya dapat dimanfaatkan untuk bahan pertimbangan dalam

pendidikan pola asuh anak di rumah, supaya keluarga dapat

mendukung terkait pendidikan akhlak anak yang telah dilakukan

oleh guru, supaya mampu menghasilkan anak didik yang benar-

benar mempunyai akhlak yang berbudi luhur.

e. Bagi peneliti yang akan datang

Hasil penelitian ini diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai

acuan dalam penyusunan desain penelitian selanjutnya yang

relevan dengan pendekatan yang variatif.

Anda mungkin juga menyukai