PPOK
A. PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronis)
1. Anamnesis
Biasanya pada usia tua >40 tahun
Khas : sesak napas (progresif, menetap, memburuk dengan aktifitas), batuk kronis
(intermitten dan mungkin ngga produktif/ga berdahak), produksi sputum kronis,
Tanyain paparan faktor risiko kayak merokok/pajanan asap rokok
2. Pmx fisik
Dapat ditemukan barrel chest (kondisi dada yang tampak menonjol karena diameter
anterior posterior membesar), penggunaan otot bantu napas, fremitus melemah,
hipersonor, , wheezing.
3. Diagnosis banding
Asma bronchial(bedainnya dari usia atau paparan alergen, atau riwayat atopi),
bronkiektasis
4. Pmx penunjang
interpretasi radiologi :
Data demografi pasien (ada di foto biasanya) : nama, ttl, jenis kelamin, no
RM
Penilaian gambar/detail foto :
a. Tanggal
b. Posisi => erect(tegak)/semi erect/lateral decubitus/supine
c. Proyeksi => PA/AP/lateral/oblique
Keadekuatan gambar :
a. Area (terpotong/tidak) => kalo ga terpotong ngomongnya “terlihat
lapang paru dari clavicular sampai diafragma
b. Inspirasi (cukup/tidak) => kalau cukup akan terlihat costae anterior
sampe 6, costae posterior sampe 9/10
c. Simetrisitas => lihat clavicula & prosesus spinosus (kalo simetris
jaraknya sama kanan kiri)
d. Eksposure (cukup/tidak) => bilang aja cukup
Interpretasi foto
a. Trakea => lurus/deviasi
b. Paru => liat corakan bronkovaskulernya. Kalo normal lebih banyak di
2/3 bawah dan 1/3 dari hemithorax. Liat ada infiltrate/cavitas/massa?
c. Jantung dan mediastinum => ukur ctrnya aja, normal ga lebih dari 50%
d. Diafragma => kanan kiri max beda tingginya 2 corpus vertebra, kalo
lebih ada penarikan/pendorongan
e. Sinus costophrenicus (tajam/tumpul)
f. Udara dibawah diafragma (ada/tidak) => pneumoperitoneum (udara
antara hepar dan diafragma)
g. Tulang => liat costaenya (normal/fraktur)
Apakah ada kateter/medical device? Kalau ada sebutin posisinya
Abnormalitas yang didapat?
PPOK : hiperinflasi (peningkatan volume udara paru2/terperangkapnya
udara), hiperlusen, diafragma mendatar
5. Terapi
Ppok tuh skdi 3B, jadi sampe tatalaksana awal aja, atau terapi pendahuluan buat
keadaan gawat daruratnya.
6. Edukasi
Dikurangi merokoknya, kalo bisa berhenti. Karena semakin terpapar asap rokok akan
menyebabkan penyakitnya semakin progresif. Kasih tau pasien kalau pasien berhenti
merokok maka akan ada peningkatan harapan hidup dan kualitas hidup setelah
berhenti merokok.
Pasien diminta segera datang ke faskes apabila terjadi kekambuhan