0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
57 tayangan2 halaman

Psikologi: Sejarah dan Konsep Utama

Psikologi berkembang dari filsafat kemudian fisiologi hingga menjadi ilmu yang berdiri sendiri. Perilaku manusia dapat dipahami melalui behaviorisme yang melihat pengaruh lingkungan, dan holistik yang melihat faktor intrinsik individu. Potensi setiap individu perlu dikenali guna pembangunan yang optimal.

Diunggah oleh

Bagus Febriana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
57 tayangan2 halaman

Psikologi: Sejarah dan Konsep Utama

Psikologi berkembang dari filsafat kemudian fisiologi hingga menjadi ilmu yang berdiri sendiri. Perilaku manusia dapat dipahami melalui behaviorisme yang melihat pengaruh lingkungan, dan holistik yang melihat faktor intrinsik individu. Potensi setiap individu perlu dikenali guna pembangunan yang optimal.

Diunggah oleh

Bagus Febriana
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

‫هّٰللا‬

ِ ‫بِس ِْم ِ الرَّحْ مٰ ِن الر‬


‫َّحي ِْم‬

JAWABAN SOAL UTS

1. 1. Psikologi Menjadi Bagian dari Filsafat (Fenomena Kejiwaan Ditelaah Secara Filosofis)
Empecocles (490-430 SM)
Ada 4 elemen yang terdapat di dalam manusia dalam alam semesta :
a. Tanah : Seperti sebagai tulang, otot dan usus
b. Air : Cairan yang ada di dalam tubuh yang berasal dari air mineral (minum)
c. Udara : Fungsi hidup bagi manusia, seperti okseigen
d. Api : Fungsi rasio (berpikir) dan mental manusia
Democritus (460-370 SM)
a. Seluruh realitas yang ada di dunia ini terdiri dari partikel-partikel yang tidak dapat dibagi-
bagi lagi
b. Jiwa manusia yang merupakan bagian dari realitas dunia juga terdiri dari partikel-partikel

2. Psikologi Menjadi Bagian Fisiologi (Fenomena Kejiwaan Ditelaah dari Sudut Pandang
Fisiologis)
Sir Charles Bell (1774-1842)
Pada tahun 1811 dia menemukan dalam tubuh manusia terdapat 2 macam saraf, yaitu saraf
sensoris dan saraf motoric.
Francois Magendie (1783-1855)
Pada tahun 1812 dia menemukan 2 macam saraf sama seperti yang ditemukan Bell. Ia
menemukan saraf majemuk, yaitu saraf sensoris dan saraf motoris.
Johannes Peter Muller (1801-1858)
Dia menemukan fenomena Hukum Energi Spesifik. Menurut hukum energi spesifik, pada
setiap alat indera hanya terjadi satu jenis penginderaan dan tidak tergantung dari jenis
rangsangannya.

3. Psikologi Menjadi Ilmu yang Berdiri Sendiri


Pada tahun 1879, Wihelm Wundt mendirikan laboratorium psikologi di Leipzig. Wundt
menyatakan bahwa objek telah psikologi bukan lagi hakikat jiwa yang tidak bisa diobservasu,
melainkan fenomena-fenomena kejiwaan berupa tingkah laku. Wundt juga menyatakan
bahwa gejala-gejala jiwa tidak dapat diterangkan semata-mata berdasarkan proses alam
sebagaimana dijelaskan melalui fiologis. Fisiologis hanya berfungsi sebagai ilmu bantu
psikologi. Gejala-gejala jiwa yang ditelitinya menggunakan metoda eksperimen dan
menggunakan teknik introspeksi. Hasil penelitiannya dipublikasikan dalam bentuk buku.
Sejak itu psikologi diakui sebagai suatu disiplin ilmu dan mengalami perkembangan yang
pesat yang ditandai dengan munculnya berbagai aliran dan cabang psikologi.

2. Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku yang artinya adalah untuk mengetahui
bagaimana keadaan jiwa seseorang yang mencakup sikap, emosi, etika, nilai, adat
kekuasaan, persuasi dan genetika. Karena tingkah laku merupakan pencerminan dari
keadaan jiwa. Jadi, melalui perilaku kita dapat mempelajari dan memahami proses mental
internal yang mungkin disembunyikan dari kita. the science of behavior, kita tidak
memasukkan pikiran, kita mengatakan apa yang dilakukan orang mengenai perilaku mereka,
hal itu merupakan suatu jalan melalui mana kejadian-kejadian mental internal dapat
dipelajari.
Fungsi : menjelaskan, yaitu mampu menjelaskan apa, bagaimana, dan mengapa tingkah laku
tersebut terjadi. memprediksikan, yaitu mampu meramalkan atau memprediksikan apa,
bagaimana, dan mengapa tingkah laku tersebut terjadi. pengendalian, yaitu mengendalikan
tingkah laku sesuai dengan yang diharapkan

Manfaat : untuk lebih mengenal diri, tentang siapa aku sebenarnya, memperoleh
pengetahuan tentang perilaku, tabiat, dan pribadi manusia, berusaha mengerti dan
memahami tentang aspek-aspek kepribadian, untuk lebih leluasa dalam bergaul dengan
orang lain.

3. Behaviorisme memandang bahwa pola-pola perilaku itu dapat dibentuk melalui proses
pembiasaan dan penguatan (reinforcement) dengan mengkondisikan atau menciptakan
stimulus-stimulus (rangsangan) tertentu dalam lingkungan.
S>R/S>O>R S (stimulus) r (respon) 0 (organisme)
W>S>O>R>W w ( word)
Contoh : Seorang pelajar sedang mengikuti pelajaran matematika di ruangan kelas yang
terasa panas, secara spontan mahasiswa tersebut mengipas-ngipaskan buku untuk meredam
kegerahannya.

Holisme memandang bahwa perilaku itu bertujuan, yang berarti aspek-aspek intrinsik (niat,
motif, tekad) dari dalam diri individu merupakan faktor penentu untuk melahirkan suatu
perilaku, meskipun tanpa ada stimulus yang datang dari lingkungan. Holisme menjelaskan
mekanisme perilaku individu dalam konteks what (apa), how (bagaimana), dan why
(mengapa).
Contoh : bagus rekan seangkatan ozan. Dia bercita-cita menjadi seorang dokter, karena
gagal mengikuti mengikuti testing di Perguruan Tinggi ternama, kemudian dia dipaksa orang
tuanya untuk melanjutkan pada salah satu program studi di FKIP UNPAS sehingga selama
kuliah, dia belum menemukan apa tujuan kuliahnya.

Perbedaan dari dua paham di atas adalah jika behaviorisme lebih ke respon seketika
sedangka holism lebih terperinci dan dalam jangka Panjang.

4. Durasi pada motivasi Adalah berapa lamanya waktu yang di tempuh.


Frekuensi dalam motivasi adalah seberapa sering kejadian itu terjadi.
Ketabahan pada motivasi merupakan sebuah proses kekuatan jiwa seseorang.
Kelekatan dalam motivasi merupakan tingkah laku yang khusus pada manusia.
Semua hal di atas sanganlah berbeda. Baik dalam artian maupun makna.

5. Dengan seorang guru dapat mengetahui potensi yang ada pada setiap individu, itu akan
sangan membantu dalam perkembangan si anak didik tersebut, Karena tidak semua orang
sama dalam segi [Link] adalah jiga si A memiliki minat dan bakat di bidang
akademis dan si B memiliki minat dan bakat di bidang non akademis. Dengan begitu jika guru
dapat memaksimalkan potensi pada si anak, maka itu akan sangat membantu untuk si anak
lebih berkembang di masa ini dan di masa yang akan datang.

Anda mungkin juga menyukai