0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
81 tayangan66 halaman

Praktikum Aliran Fluida Teknik Kimia

Laporan ini membahas percobaan fluid flow untuk mengukur head loss dalam pipa dan fitting pada ekspansi dan kontraksi serta membandingkan hasil eksperimen dengan persamaan dan literatur. Percobaan menggunakan air dan variasi ukuran pipa, dengan prosedur mengukur laju alir dan beda tekanan untuk menentukan kerja friksi.

Diunggah oleh

Juli setiawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
81 tayangan66 halaman

Praktikum Aliran Fluida Teknik Kimia

Laporan ini membahas percobaan fluid flow untuk mengukur head loss dalam pipa dan fitting pada ekspansi dan kontraksi serta membandingkan hasil eksperimen dengan persamaan dan literatur. Percobaan menggunakan air dan variasi ukuran pipa, dengan prosedur mengukur laju alir dan beda tekanan untuk menentukan kerja friksi.

Diunggah oleh

Juli setiawan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN RESMI

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I

“FLUID FLOW”

GRUP E
1. Reyna Rahma Nidya S. 17031010059
2. Juli Setiawan 17031010069
Tanggal Percobaan : 27 Februari 2019

LABORATORIUM OPERASI TEKNIK KIMIA


PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UPN “VETERAN” JAWA TIMUR
SURABAYA
2019
FLUID FLOW

LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN TUGAS PRAKTIKUM


OPERASI TEKNIK KIMIA I

“FLUID FLOW”

GRUP E
3. Reyna Rahma Nidya S. 17031010059
4. Juli Setiawan 17031010069

Telah diperiksa dan disetujui oleh :

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I i


FLUID FLOW

Kepala Laboratorium
Operasi Teknik Kimia I

(Ir. C. Pujiastuti, MT)


NIP. 19630305 198803 2 001

Dosen Pembimbing

( Ir. Mu’tasim Billah, MS)


NIP. 19600504 198703 2 001

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa, atas berkat dan
rahmat-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan Laporan Resmi Operasi Teknik
Kimia I ini dengan judul “Fluid Flow”.
Laporan Resmi ini merupakan salah satu tugas mata kuliah praktikum
Operasi Teknik Kimia I yang diberikan pada semester [Link] ini disusun
berdasarkan pengamatan hingga perhitungan dan dilengkapi dengan teori dari
literatur serta petunjuk asisten pembimbing yang dilaksanakan pada tanggal 20
Februari 2019 di Laboratorium Operasi Teknik Kimia.
Laporan hasil praktikum ini tidak dapat tersusun sedemikian rupa tanpa
bantuan baik sarana, prasarana, pemikiran, kritik dan saran. Oleh karena itu, tidak
lupa kami ucapkan terima kasih kepada:
1. Ibu Ir. C. Pujiastuti,MT selaku Kepala Laboratorium Operasi Teknik Kimia.
2. Bapak Ir. Mu’tasim Billah, MSselaku dosen pembimbing praktikum.
3. Seluruh asisten dosen yang membantu dalam pelaksanaan praktikum

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I ii


FLUID FLOW

Praktikan sangat menyadari dalam penyusunan laporan ini masih banyak


[Link] dengan rendah hati, kami selalu mengharapkan kritik dan saran,
seluruh asisten dosen yang turut membantu dalam pelaksaan kesempurnaan
laporan [Link] penyusun mengharapkan semua laporan praktikum yang
telah disusun ini dapat bermanfaat bagi mahasiswa Fakultas Teknik khususnya
progdi Teknik Kimia.

Surabaya, 27Februari 2019

Penyusun

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I iii


FLUID FLOW

DAFTAR ISI

Lembar Pengesahan ...................................................................................... 1


Kata Pengantar............................................................................................... 2
Daftar Isi ........................................................................................................3
Intisari ........................................................................................................... 4
Bab 1 Pendahuluan
I.1 Latar Belakang ................................................................................. 5
I.2 Tujuan Percobaan.............................................................................. 5
I.3 Manfaat............................................................................................. 6
Bab 2 Tinjauan Pustaka
II.1 Secara Umum....................................................................................7
II.2 Sifat Bahan .................................................................................... 15
II.3 Diagram Alir.................................................................................. 16
II.4 Hipotesa......................................................................................... 17
Bab 3 Pelaksanaan Praktikum
III.1 Bahan Yang Digunakan................................................................ 18
III.2 Alat Yang Digunakan....................................................................18
III.3 Gambar Alat................................................................................. 18
III.4 Rangkaian Alat ............................................................................ 19
III.5 Prosedur Percobaan.......................................................................20
Bab 4 Hasil dan Pembahasan
IV.1 Tabel Hasil Pengamatan ...............................................................21
IV.2 Tabel Hasil Perhitungan............................................................... 24
IV.3 Grafik.............................................................................................32
IV.4 Pembahasan...................................................................................35
Bab 5 Kesimpulan dan Saran
V.1 Kesimpulan.....................................................................................37
V.2 Saran...............................................................................................37
Daftar Pustaka...............................................................................................38
Appendix.......................................................................................................39

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I iv


FLUID FLOW

INTISARI

Fluida merupakan suatu zat yang dapat mengalami perubahan bentuk


secara kontinu atau terus menerus bila terkena tekanan atau gaya geser walaupun
relatif kecil. Hilangnya energi pada fluida dalam sistem perpipaan dapat pula
disebabkan karena adanya gesekan, belokan, kontraksi, ekspansi. Tujuan
percobaan fluid flow ini untuk mencari nilai-nilai eksperimen head loss dalam
pipa dan fitting dalam ekspansi dan konstraksi. Dan juga membandingkan nilai
eksperimental dari finning friction faktor dan koefisien kontraksi dengan nilai
yang di kalkulasikan dari persamaan dan di dapatkan dari literatur serta
menentukan nilai power pompa dari persamaan Bernouli.
Pada percobaan ini bahan yang digunakan adalah air, dan pipa yang
digunakan adalah pipa B dan E dengan variable 1/8, 2/8, 4/8, 5/8, 7/8. Adapun
prosedur yang harus dilakukan, pertama nyalakan pompa terlebih dahulu dengan
kondisi pipa “F” terbuka dan biarkan kran yang lain dalam kondisi tertutup.
Tunggu beberapa menit hingga aliran pada kran F dalam keadaan konstan.
Kemudian lakukan percobaan dengan pipa yang lain “C” dengan cara menutup
kran F bersamaan dengan membuka kran “C”. Tampung volume air yang keluar
selama 5 detik dengan variabel bukaan kran yang telah ditentukan setelah itu ukur
volume yang keluar pada pipa dengan menggunakan gelas ukur serta catat beda
tekanan pada manometer. Setelah selesai tutup kran “C” dan membuka lagi kran
“F” secara bersamaan. Lakukan sebanyak 5x dan lakukan hal yang sama pula
pada pipa “E”.
Pada praktikum ini dibuat grafik Q (kecepatan volumetrik) vs bukaan , Hf
vs bukaan , Hf vs Q (kecepatan volumetrik) untuk tiap-tiap pipa. Dari hasil
grafik dapat kita simpulkan pada grafik Q (kecepatan volumetrik) vs Bukaan,
semakin besar bukaannya maka semakin besar Q (kecepatan volumetrik) yang
didapatkan. Pada grafik Hf vs bukaan didapatkan semakin besar bukaannya maka
semakin besar Hf (kerja friksi) yang hilang, dan pada grafik Q (kecepatan
volumetrik) vs Hf dapat disimpulkan semakin besar Q (kecepatan volumetrik) nya
maka semakin besar pula Hf (friction loss) yang dihasilkan.

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I v


FLUID FLOW

BAB I
PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang


Fluida merupakan zat yang tidak dapat menahan perubahan bentuk secara
permanen. Fluida dapat berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya dengan cara
[Link] merupakan suatu zat yang dapat mengalami perubahan bentuk
secara kontinu atau terus menerus bila terkena tekanan atau gaya geser walaupun
relatif kecil atau bila dikatakan zat yang mengalir, kata fluida mencakup at air, gas
dan [Link] flow merupakan arah gerak dan suatu medium. Fluida dapat
mengalir dan aliran fluida dapat dibedakan menjadi beberapa golongan sesuai
dengan sifatnya sendiri. Kecepatan suatu fluida yang mengalirpun berbeda –
beda . Contoh sederhana fluid flow adalah aliran air sungai, aliran ini berperan
penting dalam kehidupan sehari – hari.
Adapun prosedur percobaan fluid flow yaitu sebagai berikut. Terdapat 2 tahap
yaitu kalibrasi dan pengukuran pressure drop dalam pipa dan fitting. Kalibrasi
diawali dengan membuka valve F pada pipa yang akan dialiri fluida dan menutup
valve lainnya. Kemudian fluida dialirkan terhadap pipa B dengan variable yang
telah ditentukan. Timbang air yang sesuai dengan interval waktu yang ditentukan.
Melakukan run dan membuat kurva kalibrasi. Pada pengukuran setiap laju alir
pressure drop pada penampang pipa lurus dan penampang berbagai macam fitting
dengan menggunakan [Link] air yang keluar ditampung selama lima
detik, setelah itu ukur volume air yang keluar dari pipa menggunakan gelas ukur.
Adapun tujuan dari percobaan ini adalah untuk mencari nilai-nilai
eksperimen head loss dalam pipa dan fitting dalam kontraksi dan ekspansi.
Kedua, untuk membandingkan nilai eksperimen dari fanning friction factor dan
koefisien kontraksi dengan hasil [Link] itu untuk menghitung power
pompa pada rangkaian alat.

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 1


FLUID FLOW

I.2 Tujuan
1. Untuk mencari head loss dalam pipa dan fitting dalam ekspansi dan kontraksi.
2. Untuk membandingkan nilai eksperimen dari fanning friction factor dan
koefisien kontraksi dengan hasil perhitungan .
3. Untuk mengetahui hubungan antara kapasitas dan laju alir fluida dengan power
pompa dan efiliena pompa.

I.3 Manfaat
1. Agar praktikan dapat mengetahui macam-macam aliran fluida.
2. Agar praktikan dapat mengetahui cara membuat grafik dan hasil data
percobaan.
3. Agar praktikan dapat mengetahui factor-faktor yang memengaruhi aliran
fluida.

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 2


FLUID FLOW

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

II.1 Secara Umum


II.1.1 Pengertian Fluid Flow
Fluida adalah zat yang dapat mengalir dan menyesuaikan diri dengan
tempatnya serta tidak mampu menahan pengaruh gaya geser. Fluida dapat
berpindah berdasarkan perbedaan [Link] fluida adalah suatu perpindahan
fluida dari titik satu ke titik yang lainnya. Hal yang perlu diketahui pada segi
mekanik, fluida dibagi menjadi dua macam yaitu statika fluida (fluida diam) dan
dinamika fluida (fluida alir).
Berdasarkan fasanya, fluida terbagi menjadi dua yaitu fluida cair dan
fluida [Link] dengan zat cair adalah fluida yang mempunyai volume tetap
terhadap tekanan sedangkan fluida dengan zat gas dapat termampatkan seiring
dengan tekanan yang diberikan sehingga fluida gas perlu perlakuan khusus
terhadap tekanan dan volume.
II.1.2. Jenis Aliran Fluida Dinamis
Secara garis besar dapat dikelompokkan jenis aliran adalah sebagai berikut:
1. Aliran tunak (steady); suatu aliran dimana kecepatannya tidak terpengaruh oleh
perubahan waktu, sehingga kecepatan konstan pada setiap titik (tidak memiliki
percepatan).
2. Aliran seragam (uniform); suatu aliran yang tidak terjadi perubahan kecepatan
dan penampang lintasan.
3. Aliran tidak tunak (unstead); suatu aliran dimana terjadi perubahan kecepatan
terhadap waktu.
4. Aliran tidak seragam (non-uniform); suatu aliran dalam kondisi berubah baik
kecepatan maupun penampang lintasan.

Arah aliran fluida dapat ditentukan dengan persamaan bilangan Reynolds (Nre).
Dv ρ
Nre= .................................................................................(1)
μ

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 3


FLUID FLOW

Keterangan:
Nre = bilangan Reynolds
D = diameter pipa (m)
V = kecepatan fluida (m/s)
ρ=¿massa jenis (m/l)
μ=¿viskositas zat (kg/m det)
Apabila Nre < 2100 maka arah aliran fluida laminar, jika Nre > 4200 maka
arah aliran fluida turbulen dan apabila Nre berada diantara keduanya maka arah
aliran fluida transisi.

tersebut adalah energi gesekan yang hilang. Kehilangan gesekan yang


terjadi dalam sistem perpipaan dikarenakan adanya bends (tekukan- tekukan),
elbows (siku-siku), joints (sambungan- sambungan), valve dan lain-lain. Head
loss dapat dikategorikan dalam dua bagian, yaitu:
1. Head loss karena tahapan sepanjang pipa
∆ P 4 f L v2
Ff = = ....................................................................................(6)
ρ D .2
Harga f dipengaruhi oleh besarnya ε/D dan bilangan
Reynolds (Nre).
2. Friction loss
fL v 2 v 2
Persamaan friction loss adalah Ff = + hf Dimana hf adalah
D .2 2
koefisien kehilangan masing- masing fitting. Koefisien tersebut dapat dilihat pada:
1) Friction loss karena kerangan (Ffv)
Ffv = Kf..............................................................................................(7)
2) Friction loss karena adanya belokan (Ff elb)
Ffelb = Kfelb....................................................................................(8)
3) Friction loss karena adanya kontraksi (Ffc)
Ffc = Kfc...............................................................................................(9)

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 4


FLUID FLOW

A2
Kfc = 0,55 [1 - ]...................................................................................
A1
(10)
4) Friction loss karena adanya ekspansi (Ffex)
∆V
Ffex = [ ]...............................................................................................
2∝
(11)
α = 1, jika turbulen
α = 0,5, jika laminer
Alat yang digunakan untuk mengukur aliran disebut flowmeter.
Berdasarkan hasil pengukurannya, alat ukur aliran dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. Kecepatan lokal; kecepatan fluida pada posisi tertentu. Misal tabung pitot.
2. Kecepatan total; kecepatan alir rata-rata seluruh penampang luas aliran, misal
orifice, venturi dan rotameter.
(Fitriani,2010)

Perilaku cairan pada mengalirkan fluida sangat bergantung pada ketika fluida
itu dibawah tekanan padatan padat. Pada wilayah dimana tekanan atau pengaruh
dari dinding adalah kecil, maka tegangan gesernya dapat diabaikan dan perilaku
fluida dapat mendekati gas ideal, yang mana gas ideal fluida memiliki tekanan dan
viskositas O. Aliran seperti gas ideal disebut aliran potensial dan telah dijelaskan
dalam prinsip mekanik dan perpindahan massa Newtonian. Teori matematis pada
aliran potensial fluida yaitu sangat mengalami [Link] potensial
memiliki dua karakter penting yaitu sirkulasi maupun edaran tidak bisa terbentuk
di dalam arus, maka aliran yang tidak [Link], gesekan pada aliran
potensial tidak dapat berkembang, maka tidak disipasi pada energy mekanik
berubah menjadi panas.
Pada satu dimensi aliran, kecepatan adalah vektor, dan pada umumnya
kecepatan memiliki 3 komponen yaitu pada setiap ruang koordinat. Pada beberapa
situasi seluruh kecepatan vektor terjadi pada bentuk paralel, dan hanya satu
komponen kecepatan yang dapat diambil sebagai skalar, diisyaratkan maka situasi

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 5


FLUID FLOW

ini lebih sederhana daripada vektor pada umumnya. Hal ini dikenal sebagai one-
dimensional [Link] yaitu aliran yang steady pada pipa lurus.
(Mc Cabe, 1987)
II.1.3. Persamaan-persamaan dasar yang terjadi pada mekanika fluida
Persamaan Bernouilli untuk suatu penampang dengan penampang lain
sebagai berikut :
Z1 + V12/2g + P1/W = Z2 + V22/2g + P2/W.........................................................(2)
(Kehilangan energy diabaikan)
Untuk alat ukur yang horizontal maka Z1=Z2, jadi
∆V2 ∆ P
= .................................................................................................................
2g W
(3)
Keterangan :
Z =Energi potensial tiap satuan berat
V2/2g =Energi kinetik tiap satuan berat
P/W =Energi tekanan setiap satuan berat
g =Gravitasi (m/s2)
V =Kecepatan fluida (m/s)
Sedangkan hukum kesenantiasaan menghasilkan persamaan :
a1x V1=a2 x V2 maka
V2=(a1/a2) x V1..............................................................................................(4)
dandebit aliran dalam pipa adalah
Q= a1x V1........................................................................................................(5)
Keterangan :
Q =Debit aliran (m3/s)
a1 =Luas penampang fluida (m2)
V1 =Kecepatan fluida (m/s)
(Soedrajat, 1983)
Pada persamaan Bernoulli, terdapat energy yang diabaikan, energy
II.1.4. Faktor yang mempengaruhi pengukuran aliran fluida

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 6


FLUID FLOW

Pada pengukuran aliran fluida ada hal yang perlu diketahui yakni terdapat
empat factor-faktor penting dalam pengukuran aliran fluida dalam suatu pipa
yaitu
[Link] fluida, semakin cepat suatu fluida mengalir maka semakin besar pula
debit yang dihasilkan
[Link]/gesekan fluida dengan pipa, semakin besar gesekan fluida maka semakin
lambat kecepatan aliran fluida
[Link]/kekentalan fluida, semakin besar viskositas maka akan memperbesar
gesekan sehingga aliran makin lambat
4. Densitas/kerapatan fluida, semakin besar densitas suatu fluida maka akan
semakin lambat aliran fluida
(Rifta, 2017)
II.1.5. Persamaan Bernoulli untuk fluid flow
Pada fluida yang mengalir dalam ppipa dari neraca massa dapat diperoleh
persamaan continuitas yang intinya kapasitas massa atau debit tetap, sedang dari
neraca tenaga diperoleh persamaan tenaga yang sering disebut sebagai persamaan
Bernoulli, yaitu :
∆P g ∆v
+∆ z + +hf =−℘.......................................................................(12)
ρ gc 2 αgc

g
Dengan :∆ z = beda energi potensial (J/Kg)
gc
∆v
= beda energi kinetic (J/Kg)
2 αgc
∆P
= perbedaan tekanan (J/Kg)
ρ
hf = jumlah kehilangan energi akibat friksi yang terjadi (J/Kg)
−℘= energi yang didapatkan
Kehilangan tenaga akibat friksi, baik pipa lurus maupun fiting bias
dihitung dari kehilangan tekanan (pressure drop) yang dihitung dari penunjukan
alat ukur yang digunakan, missal manometer.
II.1.6 Macam-macam fitting

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 7


FLUID FLOW

1. Contraction, yaitu pipa yang mengalami pengukuran cross sectional area


secara mendadak dari saluran dengan membentuk pinggiran yang tajam,
sehingga tekanan yang melewatinya akan bertambah.
2. Enlargement, yaitu pipa yang mengalami penambahan cross sectional area
secara mendadak dari saluran, sehingga tekanan yang melewatinya semakin
kecil.
3. Long Bend, yaitu belokan panjang pada pipa dengan sudut yang melingkar
dan cross sectional are yang besar sehingga tekanan kecil.
4. Short Bend, yaitu merupakan belokan pipa seperti tongblend tetapi lebih
pendek dan cross sechonal area yang lebih kecil sehingga tekanannya lebih
besar.
5. Elbow bend, yaitu merupakan belokan pada pipa yang membentuk pipa siku-
siku (90o) dengan cross sechonal area yang sangat kecil sehingga
menimbulkan tekanan yang sangat besar.
6. Mitre bend, yaitu pipa yang memiliki cross sechonal area yang besar sehingga
pada pipa yang dialir oleh fluida akan menimbulkan tekanan yang kecil.
(Tim Dosen, 2019)
II.1.7. Macam-macam Head Loss
Head loss itu head yang hilang disebabkan pada suatu aliran fluida yang
mengalir dalam suatu penampang, sehingga terjadi gesekan antara fluida dengan
permukaan penampang sepanjang yang dilaluinya. Macam-macam Head Loss :
a.            Head loss mayor
Head loss mayor adalah losses yang terjadi karena gesekan fluida dengan
dinding sepanjang pipa yang digunakan untuk mengalirkan [Link]
matematis ditulis sebagai berikut:
lv 2
h=f ..............................................................................................................(13)
Dg
Dengan :

hf  = head loss  mayor (m)


f    = koefisien gesekan
L  = panjang pipa (m)

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 8


FLUID FLOW

D = diameter dalam pipa (m)


v    = kecepatan aliran dalam pipa (m/s)
g   = percepatan gravitasi (m/s2)

b.     Head loss minor


Head loss minor disebabkan adanya aksesoris(fitting dan katup) dan pipa
yang digunakan pada suatu instalasi pompa. Secara umum head loss minor
dinyatakan secara umum dengan rumus :

v2
h=k ...............................................................................................................(14)
2g
Dengan :
h =head loss minor
k =Koefisien resistensi valve
v =kecepatan rata rata aliran dalam pipa (m/s)
g =percepatan gravitasi (m/s2)
(Rohmah, 2017)
II.1.8. Aplikasi aliran fluida dalam industri
1. Aerospace
Padaindustri ini dipakai oleh para produsen atau manufaktur pesawat militer,
penumpang dan pesawat luar angkasa untuk menganalisis external aerodynamics,
avionics cooling, fire sion, the icing, engine performance, life support,
climate control, dll.
2. Automotive
Pada bidang otomotif dipakai oleh banyak perusahaan otomotif terkemuka di
dunia. Guna melihat fenomena external aerodynamics, cooling, heating, engine
performance dan pada dunia balap. Pada hal yang laindigunakan untuk
mengetahui performa padakomponen-komponen penunjang otomotif, seperti
pompa, rem,compressor, manifold, ban, headlamp dll.
3. Biomedical
Pada bidang ini dipakai pada alat-alat medis dan anatomi tubuh manusia

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 9


FLUID FLOW

. Aplikasi dalam bidang ini dipakai pada proses pembedahanmata, aliran darah
pada nadi, masuknya udara pada hidung, pengembangan pompajantung,
penyaluran obat internal, spinal needle, dll.
(Rohmah, 2017)

II.1.9. Daya Pompa


Daya pompa adalah besarnya energi persatuan waktu atau kecepatan melakukan kerja.
Ada beberapa pengertian daya, yaitu :
[Link] hidrolik (hydraulic horse power)
Daya hidrolik (daya pompa teoritis) adalah daya yang dibutuhkan untuk
mengalirkan sejumlah zat cair. Daya ini dapat dihitung dengan rumus :

2. Daya Poros Pompa (Break Horse Power)


Untuk mengatasi kerugian daya yang dibutuhkan oleh poros yang sesungguhnya
adalah lebih besar dari pada daya hidrolik. Besarnya daya poros sesungguhnya adalah
sama dengan effisiensi pompa atau dapat dirumuskan sebagai berikut :

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 10


FLUID FLOW

3. Daya penggerak (driver) adalah daya poros dibagi dengan effisiensi mekanis
(effisiensi transmisi). Dapat dihitung dengan rumus :

( Efendi , 2011 )
II. 1. 10 Tabel Koefisien Gesek

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 11


FLUID FLOW

( Geankoplis, 1978 )

II.2. Sifat bahan


[Link]
A. Sifat fisika
a. fase =cair
b. densitas =1gr/ml
c. titik didih =100 c
d. bau =tanpa bau
e. warna =tanpa warna
B. Sifat kimia
a. rumus molekul =H2O
b. berat molekul =18gr/mol

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 12


FLUID FLOW

c. PH =7
[Link] =produk stabil
e. korosifitas =tidak korosif
(MSDS, 2012, “Water”)
C. Fungsi bahan
a. sebagai fluida pada proses fluid flow

II.3Diagram Alir
A. Kalibrasi

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 13


FLUID FLOW

Membuka valve pada pipa E


Menutup valve pipa (D, F, G, H)

Alir dari tangki utama dialirkan secara continue


ke dalam tangki C

Memompa aliran perpipaan menuju orifice meters


melewati valve E dan air discharge ke tangki B

Menimbang air sesuai dengan interval waktu


yang di tentukan

Melakukan run dengan beberapa variabel flowrate


dengan cara mengatur valve E

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 14


FLUID FLOW

B. Pengukuran pressure drop dalam pipa dan fitting

Tangki di isi air

Menutup kran A, B, C, D, E dan membuka kran E

Menyalakan pompa dan menunggu aliran sampai


konstan

Mebuka kran yang telah ditentukan bersamaan


ditutupnya kran F sesuai variabel yang ditentukan

Mengamati beda tekanan pada manometer

Memompa air yang keluar selama 5 detik

Mengukur volume dari air

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 15


FLUID FLOW

II.4 Hipotesa
Pada percobaan fluid flow semakinbesar bukaan air maka akan semakin
besar pula volume air dan tekanan yang diperoleh. Bukaan jua dipengaruhi
perbedaan tekanan power pompa. Semakin besar bukaan keran maka perbedaan
tekanan dengan power pompa semakin besar.

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 16


FLUID FLOW

BAB III
PELAKSANAAN PRAKTIKUM

III.1 Bahan yang Digunakan


1. Aquadest

III.2 Alat yang Digunakan


1. Rangkaian alat fluid flow
2. Ember
3. Gelas Ukur
4. Corong
5. Stopwatch
6. Meteran
7. Penggaris
III.3 Gambar Alat
No Keterangan Gambar

1 Gelas Ukur

2 Stopwatch

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 17


FLUID FLOW

3 Ember

4 Meteran

5 Penggaris

6 Corong Kaca

III.4 Rangkaian Alat

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 18


FLUID FLOW

III. 5 Variabel
1. Bukaan = 1/8, 2/8, 4/8, 5/8, 7/8
2. Waktu (t) = 5 detik
3. Pipa = B dan E
4. Satuan = British

III.6 Prosedur Percobaan

A. Kalibrasi

1. Membuka vakve pada pipa yang akan dilalui fluida (E), menutup vakve lainnya
(D, F, G, H) air dari tangki utama dialirkan secara continue ke dalam tangki C

2. Memompakan aliran perpipaan yang menuju orifice meter melewati valve E


dan air discharge ke tangki B

3. Menimbang air sesuai dengan interval waktu yang ditentukan

4. Melakukan run dengan beberapa variabel Flowrate dengan cara mengatur


valveE

5. Membuat kurva kalibrasi

B. Prosedur pelaksanaan

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 19


FLUID FLOW

1. Kran A, B, C, D, dan E dalam keadaan tertutup (Kran F tetap terbuka) lalu


pompa dinyalakan

2. Biarkan aliran pada Kran F tetap konstan, lalu mulai percobaan

3. Pipa yang ditentukan dan Kran dibuka sesuai dengan variabel yang telah
ditentukan, bersamaan dengan ditutupnya Kran F

4. Amati manometer untuk perubahan tekanan

5. Tampung air yang keluar adalah waktu 5 detik, setelah itu ukur volume yang
keluar pada pipa dengan menggunakan gelas ukur. Ulangi langkah 3-5 untuk
pipa yang berikutnya.

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 20


FLUID FLOW

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

IV.1 Tabel Pengamatan

A. Pipa B

Pelaksanaan

Manometer (lbf/ft2)
Bukaan kran waktu (sekon) Volume (ft3) Hijau Hitam debit (ft3/s)
5 0,0164
0,0476 0,1016
5 0,0164
0,0469 0,0984
1/8 5 0,0164
0,0474 0,1181
5 0,0164
0,0462 0,1115
5 0,0164
0,0459 0,1115
Rata-rata 8 0,0468 0,0164 0,1082 0,00936
2/8 5 0,01062
0,0512 0,0656 0,2624
5 0,0540 0,0164 0,2460

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 21


FLUID FLOW

5
0,0517 0,0656 0,2952
5
0,0535 0,0492 0,2788
5
0,0554 0,0328 0,2624
Rata-rata 5 0,0531 0,0492 1,3448
5
0,0653 0,0164 0,3280
5
0,0649 0,0820 0,3444
5
0,0642 0,0656 0,3280
5
0,0653 0,0656 0,3116
4/8 5
0,0656 0,0492 0,3280
Rata-rata 5 0,013
0,0650 0,0557 0,328
5
0,0713 0,0656 0,3772
5
0,0723 0,0164 0,3116
5
0,0709 0,0492 0,3608
5
0,0723 0,0328 0,0328
5/8 5
0,0731 0,0492 0,3444
Rata-rata 5 0,0426 0,2853 0,01438
0,0719

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 22


FLUID FLOW

5
0,0822 0,0820 0,3608
5
0,0829 0,0492 0,3608
5
0,0794 0,0820 0,3608
5
0,0791 0,0656 0,3772
7/8 5
0,0812 0,0656 0,3444
Rata-rata 5 0,0688 0,3608 0,01618
0,0809

Kalibrasi

Bukaan Kran Waktu (s) Volume 1 (ft3) Volume 2 (ft3) Volume 3 (ft3) volume rata-rata (ft3)

3 0.029311 0.034608 0.029664 0.093583


1/8 4 0.034608 0.033548 0.033902 0.034019
5 0.045909 0.046615 0.046438 0.046336
3 0.041671 0.040611 0.038846 0.040376
2/8 4 0.047321 0.047498 0.047851 0.047556
5 0.055444 0.053678 0.054561 0.054561

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 23


FLUID FLOW

3 0.048027 0.045555 0.046615 0.046732


4/8 4 0.058622 0.057562 0.058269 0.058151
5 0.065685 0.064279 0.064978 0.064980
3 0.043790 0.042377 0.046262 0.044143
5/8 4 0.058269 0.057209 0.058092 0.057856
5 0.073101 0.073454 0.072395 0.072983
3 0.042377 0.042024 0.043437 0.042612
7/8 4 0.046262 0.047674 0.047145 0.047027
5 0.081223 0.082636 0.081930 0.081929

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 24


FLUID FLOW

B. Pipa E

Pelaksanaan

Bukaan waktu Manometer (lbf/ft2)


kran (s) volume (ft3) Hitam Kuning Ungu Biru Debit (ft3/s)
5 0.04167 0.04921 0.01640 0.06562 0.09842
5 0.04131 0.03281 0.01640 0.03281 0.09842
5 0.03566 0.04921 0.03281 0.04921 0.09842
5 0.03602 0.06562 0.04921 0.06562 0.11482
1/9 5 0.04061 0.04921 0.03281 0.03281 0.13123
Rata-rata 5 0.039054 0.05249 0.06234 0.0607 0.108262 0.00781
3/9 5 0.043791 0.06562 0.01640 0.03281 0.13123 0.00881

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 25


FLUID FLOW

5 0.045555 0.06562 0.01640 0.04921 0.14763


5 0.044144 0.04921 0.01640 0.04921 0.14763
5 0.042377 0.03281 0.01640 0.09842 0.13123
5 0.044496 0.04921 0.01640 0.06562 0.09842
Rata-rata 5 0.044063 0.052494 0.01640 0.059054 0.13124
5 0.04414 0.11483 0.05741 0.04921 0.06562
5 0.04661 0.10663 0.05085 0.04921 0.05741
5 0.05191 0.11483 0.05085 0.04921 0.05741
5 0.05085 0.11483 0.05741 0.05741 0.06562
5/9 5 0.04696 0.09843 0.05741 0.04921 0.06562
Rata-rata 5 0.048094 0.10991 0.05479 0.05085 0.06234 0.00961
5 0.05121 0.09843 0.04921 0.0164 0.06562
5 0.04944 0.10663 0.06562 0.0164 0.05741
5 0.05085 0.10663 0.08202 0.02461 0.05741
5 0.05049 0.09843 0.06562 0.02461 0.06562
7/9 5 0.05155 0.11483 0.06562 0.0164 0.06562
Rata-rata 5 0.050708 0.10499 0.06562 0.01969 0.06234 0.01014

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 26


FLUID FLOW

5 0.05332 0.09843 0.05741 0.0164 0.06562


5 0.05332 0.10663 0.04921 0.0164 0.04101
5 0.05403 0.07382 0.05741 0.0164 0.04921
5 0.05403 0.11483 0.05741 0.0164 0.06562
5 0.05473 0.09843 0.04921 0.02461 0.06562
Rata-rata 5 0.05388 0.09843 0.05413 0.01804 0.05741 0.01077

Kalibrasi

Waktu
Bukaan Kran Volume 1 (ft3) Volume 2 (ft3) Volume 3 (ft3) volume rata-rata (ft3)
(s)
1/9 3 0.024754 0.024465 0.024465 0.024561

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 27


FLUID FLOW

4 0.032675 0.033098 0.030674 0.313201


5 0.038652 0.037453 0.038839 0.038234
3 0.032456 0.032412 0.032222 0.032541
1/3 4 0.033376 0.031234 0.032843 0.031667
5 0.033387 0.037999 0.038705 0.038468
3 0.029866 0.029432 0.028765 0.029124
5/9 4 0.034765 0.032101 0.034325 0.034521
5 0.033376 0.038846 0.039023 0.038987
3 0.022251 0.016598 0.016774 0.016774
7/9 4 0.026839 0.030583 0.030017 0.030441
5 0.051207 0.051671 0.051565 0.051671
3 0.027989 0.026576 0.0268646 0.278671
1 4 0.028607 0.028019 0.028843 0.033019
5 0.042730 0.041965 0.418142 0.041106

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 28


FLUID FLOW

IV.2. Tabel Hasil Perhitungan

1. Tabel Perhitungan Pada Pipa C


a. Tabel perhitungan ΔP/ρ

Bukaan ΔP
ρ ΔP/ρ
kran (lbf/ft²) (lbm/ft³) ([Link]/lbm)
1/9 0.19192914 62.3031 0.0030806
1/3 0.58645015 62.3031 0.0094129
5/9 0.64960632 62.3031 0.0104265
7/9 0.65698821 62.3031 0.010545
1 0.6643701 62.3031 0.0106635

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 29


∆V ²
b. Tabel perhitungan
2 αgc

gc ΔV²/2αgc
Debit diameter ρ µ ([Link]/lbf.s² ([Link]/lbm ΔV²
Bukaan (ft³/s) (ft) luas (ft²) ΔV (lbm/ft³) (lbm/ft.s) Nre α ) ) (ft²/s²)
0.001363
1/9 0.00542433 0.041666 5 3.9782573 62.3031 0.0006 17212.1 1 32.174 254.601 15.8265
0.001363
3/9 0.00823114 0.041666 5 6.0367982 62.3031 0.0006 26118.4 1 32.174 586.257 36.4429
0.001363
5/9 0.008484 0.041666 5 6.222243 62.3031 0.0006 26920.8 1 32.174 622.829 38.7163
0.001363
7/9 0.00892896 0.041666 5 6.5485845 62.3031 0.0006 28332.7 1 32.174 689.874 42.884
0.001363
9/9 0.00977086 0.041666 5 7.1660431 62.3031 0.0006 31004.1 1 32.174 826.102 51.3522

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 30


c. Tabel Perhitungan ΔZ g/gc

g/gc ΔZ g/gc
(lbf.s/lbm ([Link].s/lbm
Bukaan z1 (ft) z2 (ft) ΔZ (ft) ) )
1 0 4.26509 4.26509 1 4.26509
3 0 4.26509 4.26509 1 4.26509
5 0 4.26509 4.26509 1 4.26509
7 0 4.26509 4.26509 1 4.26509
9 0 4.26509 4.26509 1 4.26509

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 31


d. Tabel perhitungan friksi (hf)

Rata-rata
Bukaan Gesekan K f L (ft) V Gc α D (ft) S Hf ƩHf Hf teori Hf
pipa lurus 0.0001 3.9782 0.166778 0.1667 0.0416
1/2'' sch 40 5 0.00093 9.4488 6 32.174 1 0.051813 1 4 8 9 0.104236
3.9782 190.9510 1145.7 47.737
elbow 90 0.75     6 32.174 1   6 5 1 8 119.3444
pipa lurus 0.0001 3.9782 0.019057 0.0190 0.0047
1'' sch 40 5 0.00093 18.209 6 32.174 1 0.873817 1 1 6 6 0.011911

kontraksi 1'' 3.9782 254.6014 254.60 63.650


sampai 0.5'' 0.364     6 32.174 1   1 1 1 4 159.1259
gate valve 3.9782 1145.706 1145.7 286.42
1/2'' 4.5     6 32.174 1   1 3 1 7 716.0665
ekspansi1/2' 0.0006 3.9782 0.000157 0.0001
1/9 ' sch 40 4     6 32.174 1   1 4 6 3.9E-05 9.84E-05

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 32


pipa lurus 0.0001 0.253077 0.2530 0.0632
1/2'' sch 40 5 0.000613 9.4488 6.0368 32.174 1 0.051813 1 5 8 7 0.158173
2.5485 0.1061
elbow 90 0.75       32.174 1   6 0.424756 4 9 0.265473
pipa lurus 0.0001 0.028918 0.0289 0.0072
1'' sch 40 5 0.000613 18.209 6.0368 32.174 1 0.873817 1 1 2 3 0.018074

kontraksi 1'' 0.206148 0.2061 0.0515


sampai 0.5'' 0.364     6.0368 32.174 1   1 3 5 4 0.128843
gate valve 2.548536 2.5485 0.6371
1/2'' 4.5     6.0368 32.174 1   1 1 4 3 1.592835
ekspansi1/2' 0.0006 0.000362 0.0003
3/9 ' sch 40 4     6.0368 32.174 1   1 5 6 9.1E-05 0.000227
5/9 pipa lurus 0.0001 6.2222 0.260851 0.2608 0.0652
1/2'' sch 40 5 0.000594 9.4488 4 32.174 1 0.051813 1 8 5 1 0.163032
6.2222 0.451253 2.7075 0.1128
elbow 90 0.75     4 32.174 1   6 1 2 1 0.282033
pipa lurus 0.0001 0.000594 18.209 6.2222 32.174 1 0.873817 1 0.029806 0.0298 0.0074 0.018629
1'' sch 40 5 4 4 1 5

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 33


kontraksi 1'' 6.2222 0.219008 0.2190 0.0547
sampai 0.5'' 0.364     4 32.174 1   1 1 1 5 0.13688
gate valve 6.2222 2.707518 2.7075 0.6768
1/2'' 4.5     4 32.174 1   1 3 2 8 1.692199
ekspansi1/2' 0.0006 6.2222 0.000385 0.0003
' sch 40 4     4 32.174 1   1 1 9 9.6E-05 0.000241
pipa lurus 0.0001 6.5485 0.274532 0.2745 0.0686
1/2'' sch 40 5 0.000565 9.4488 8 32.174 1 0.051813 1 9 3 3 0.171583
6.5485 0.499828 2.9989 0.1249
elbow 90 0.75     8 32.174 1   6 6 7 6 0.312393
pipa lurus 0.0001 6.5485 0.031369 0.0313 0.0078
1'' sch 40 5 0.000565 18.209 8 32.174 1 0.873817 1 7 7 4 0.019606

kontraksi 1'' 6.5485 0.242583 0.2425 0.0606


sampai 0.5'' 0.364     8 32.174 1   1 5 8 5 0.151615
gate valve 6.5485 2.998971 2.9989 0.7497
1/2'' 4.5     8 32.174 1   1 4 7 4 1.874357
ekspansi1/2' 0.0006 6.5485 0.000426 0.0004 0.0001
7/9 ' sch 40 4     8 32.174 1   1 5 3 1 0.000267

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 34


pipa lurus 0.0001 7.1660 0.300418 0.3004
1/2'' sch 40 5 0.000516 9.4488 4 32.174 1 0.051813 1 3 2 0.0751 0.187761
elbow 90 0.75     7.1660 32.174 1   6 0.598528 3.5911 0.1496 0.37408
4 8 7 3
pipa lurus 0.0001 0.000516 18.209 7.1660 32.174 1 0.873817 1 0.034327 0.0343 0.0085 0.021455
1'' sch 40 5 4 5 3 8

kontraksi 1'' 7.1660 300.7012 300.70 75.175


sampai 0.5'' 0.364     4 32.174 1   1 8 1 3 187.9383
gate valve 4.5     7.1660 32.174 1   1 3717.460 3717.4 929.36 2323.413
1/2'' 4 9 6 5
ekspansi1/2' 0.0006 7.1660 0.528705 0.5287 0.1321
9/9 ' sch 40 4     4 32.174 1   1 6 1 8 0.330441

e. Tabel perhitungan –Wf dan Power Pompa (HorsePower)

Bukaa ΔV²/2αgc ƩHf   A (ft2) V (ft/s) ρ ṁ power Power HP


n (lbf.s/lbm (lbm/ft³ (lbm/ft.s) pompa pompa

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 35


ΔP/ρ ΔZ g/gc Wp
rata-
([Link]/lbm ([Link].s/lb percobaa )
rata
) ) m) n
0.0030805 265.24 0.001363 3.978257 0.3379527 376.8914
1/9 7 254.6014 4.26509 1 1115.219   5 3 62.303 8 7
0.0094128 0.5769 0.001363 6.036798 0.5128257 625.0449
1/3 6 586.2575 4.26509 7 1218.825   5 2 62.303 4 3
0.0104265 0.6114 0.001363 0.5285792 699.0676
5/9 5 622.8293 4.26509 7 1322.541   5 6.222243 62.303 7 2
0.0105450 0.6746 0.001363 6.548584 0.5563019 941.6451
7/9 3 689.8742 4.26509 2 1692.687 5 5 62.303 6 1
0.0106635 167.48 0.001363 7.166043 0.6087550 607.4538 650.020 1.181855
1 2 826.1024 4.26509 4 997.8625   5 1 62.303 5 5 6 6

f. Tabel Perhitungan –Wf percobaan

ΔP/ρ ΔV²/2αgc ΔZ g/gc Power Effisien Power ṁ -Wf ƩHf


([Link]/lb (lbf.s/lb ([Link].s/lb Pompa si Pompa (lbm/ft.
m) m) m) Teori Percobaa

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 36


n s)
254.6014 3205.67 2946.80
0.00308 06 4.26509 0.34 76 8
586.2574 2112.54 1522.01
0.00941 63 4.26509 0.51 54 34
622.8292 2049.58 1422.47
0.01043 55 4.26509 0.53 41 93
689.8742 1947.44 1253.29
0.01055 4 4.26509 0.56 53 55
826.1024 650.020 1083.3676 1779.64 949.266
0.01066 3 4.26509 59 60% 56 0.61 46 45

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 37


2. Tabel Perhitungan pada Pipa E

a. Tabel perhitungan ΔP/ρ

Bukaa ΔP
ρ ΔP/ρ
n kran (lbf/ft²) (lbm/ft³) ([Link]/lbm)
0.053313 0.00085571
1/9 7 62.3031 4
0.053231 0.00085439
1/3 6 62.3031 8
0.069471 0.00111506
5/9 8 62.3031 1
0.063156 0.00101369
7/9 2 62.3031 2
0.057004 0.00091495
1 6 62.3031 6

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 38


∆V ²
b. Tabel perhitungan
2 αgc

ρ µ gc ΔV²/2αgc
Bukaa Debit diamete (lbm/ft³ (lbm/ft.s ([Link]/lbf.s ([Link]/lbm ΔV²
n (ft³/s) r (ft) luas (ft²) ΔV ) ) Nre α ²) ) (ft²/s²)
0.006052 0.04166 0.00136280 4.44153 19216.4
1 9 6 4 1 62.3031 0.0006 4 1 32.174 317.3514 19.7272
0.007654 0.04166 0.00136280 5.61695 24301.9 31.5501
3 8 6 4 6 62.3031 0.0006 6 1 32.174 507.548 9
0.008046 0.04166 0.00136280 5.90407 25544.1
5 1 6 4 5 62.3031 0.0006 9 1 32.174 560.7622 34.8581
0.008410 0.04166 0.00136280 26701.2 38.0874
7 5 6 4 6.1715 62.3031 0.0006 1 1 32.174 612.7121 1
9 0.008421 0.04166 0.00136280 6.17979 62.3031 0.0006 26737.0 1 32.174 614.3597 38.1898

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 39


8 6 4 2 8 3

c. Tabel Perhitungan ΔZ g/gc

g/gc
(lbf.s/lbm ΔZ g/gc
Bukaan z1 (ft) z2 (ft) ΔZ (ft) ) ([Link].s/lbm)
1 0 4.26509 4.26509 1 4.26509
3 0 4.26509 4.26509 1 4.26509
5 0 4.26509 4.26509 1 4.26509
7 0 4.26509 4.26509 1 4.26509
9 0 4.26509 4.26509 1 4.26509

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 40


d. Tabel perhitungan friksi (hf)

Bukaa Rata-
n Gesekan K f L (ft) V gc α D (ft) S Hf ƩHf Hf teori rata Hf
  Pipa
0.0001 2.66
Lurus 1" 0.0008326 4.44153 32.17 1 0.87381 1 0.00272001 0.0027200
5 4
sch 40 2 1 4 7 7 2 0.00068 0.0017
Pipa
Lurus 0.0001
1.58 1 1
0,5" sch 5 0.0008326 4.44153 32.17 0.05181 0.00161322 0.0016132 0.00040
40 2 1 4 3 3 2 3 0.001008
Elbow
90° 0.75 - 4.44153 32.17 1 5 0.22992786 0.05748
( 1" )   1 4   1 1.1496393 2 0.143705
Elbow 0.75   - 4.44153 32.17 1   7 0.22992786 1.6094950 0.05748 0.143705
90° 1 4 1 2 2
( 0,5" )

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 41


Kontraks
i 1" - 0.357 - 4.44153 32.17 1 1 0.10944566 0.1094456 0.02736
0,5"   1 4   2 6 1 0.068404
Gate
Valve 5.6 - 4.44153 32.17 1 1 1.71679469 1.7167946 0.42919
( 0,5" ) ¼   1 4   3 9 9 1.072997
Long
Bend 1.5 - 4.44153 32.17 1 2 0.45985572 0.9197114 0.11496
( 0,5" )   1 4   1 4 4 0.28741
Elbow
45° ( 0,5 0.35 - 4.44153 32.17 1 2 0.10729966 0.2145993 0.02682
)   1 4   8 4 5 0.067062
Ekspansi
( 1" - 0.42 - 4.44153 32.17 1 1 0.12875960
0,5" )   1 4   2 0.1287596 0.03219 0.080475
  Pipa 0.0001 0.0006583 2.66 5.61695 32.17 1 0.87381 1 0.00343985 0.0034398 0.00086 0.00215
Lurus 1" 5 8 4 6 4 7 3 5
sch 40

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 42


Pipa
Lurus 0.0001
1.58 1 1
0,5" sch 5 0.0006583 5.61695 32.17 0.05181 0.00204015 0.0020401
40 8 6 4 3 3 5 0.00051 0.001275
Elbow
90° 0.75 - 5.61695 32.17 1 5 0.36772931 1.8386465 0.09193
( 1" )   6 4   1 5 2 0.229831
Elbow
90° 0.75 - 5.61695 32.17 1 7 0.36772931 2.5741051 0.09193
( 0,5" )   6 4   1 8 2 0.229831
Kontraks
i 1" - 0.357 - 5.61695 32.17 1 1 0.17503915 0.1750391
0,5"   6 4   2 5 0.04376 0.109399
Gate
Valve 5.6 - 5.61695 32.17 1 1 2.74571218 2.7457121 0.68642
( 0,5" ) ¼   6 4   9 9 8 1.71607
Long
1.5 - 5.61695 32.17 1 2 0.73545862 1.4709172 0.18386
Bend
  6 4   2 4 5 0.459662
( 0,5" )
Elbow

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 43


Kontraks
i 1" - 0.357 - 5.90407 32.17 1 1 0.19339126 0.1933912 0.04834
0,5"   5 4   8 7 8 0.12087
Gate
Valve 5.6 - 5.90407 32.17 1 1 3.03358851 3.0335885 0.75839
( 0,5" ) ¼   5 4   1 1 7 1.895993
Long
Bend 1.5 - 5.90407 32.17 1 2 0.81256835 0.20314
( 0,5" )   5 4   1 1.6251367 2 0.507855
Elbow
45° ( 0,5 0.35 - 5.90407 32.17 1 2 0.18959928 0.3791985
)   5 4   2 6 0.0474 0.1185
Ekspansi
( 1" - 0.42 - 5.90407 32.17 1 1 0.22751913 0.2275191
0,5" )   5 4   8 4 0.05688 0.142199
  Pipa 0.0001 0.0005992 2.66 6.1715 32.17 1 0.87381 1 0.00377945 0.0037794 0.00094 0.002362
Lurus 1" 5 2 4 4 7 9 6 5
sch 40

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 44


Pipa
Lurus 0.0001
1.58 1 1
0,5" sch 5 0.0005992 32.17 0.05181 0.00224157 0.0022415
40 2 6.1715 4 3 1 7 0.00056 0.001401
Elbow
90° 0.75 - 32.17 1 5 0.44392295 2.2196147 0.11098
( 1" )   6.1715 4   9 9 1 0.277452
Elbow
90° 0.75 - 32.17 1 7 0.44392295 3.1074607 0.11098
( 0,5" )   6.1715 4   9 1 1 0.277452
Kontraks
i 1" - 0.357 - 32.17 1 1 0.21130732 0.2113073 0.05282
0,5"   6.1715 4   8 3 7 0.132067
Gate
Valve 5.6 - 32.17 1 1 3.3146247 0.82865
( 0,5" ) ¼   6.1715 4   3.31462476 6 6 2.07164
Long
Bend 1.5 - 32.17 1 2 0.88784591 1.7756918 0.22196
( 0,5" )   6.1715 4   8 4 1 0.554904

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 45


Elbow
45° ( 0,5 0.35 - 32.17 1 2 0.20716404 0.05179
)   6.1715 4   8 0.4143281 1 0.129478
Ekspansi
( 1" - 0.42 - 32.17 1 1 0.24859685 0.2485968 0.06214
0,5" )   6.1715 4   7 6 9 0.155373
Pipa
0.0001 2.66
Lurus 1" 0.0005984 6.17979 32.17 1 0.87381 1 0.00378453 0.0037845 0.00094
5 4
sch 40 2 2 4 7 7 4 6 0.002365
Pipa
Lurus 0.0001
1.58 1 1
0,5" sch 5 0.0005984 6.17979 32.17 0.05181 0.00224458 0.0022445 0.00056
40 2 2 4 3 3 8 1 0.001403
Elbow
90° 0.75 - 6.17979 32.17 1 5 0.44511670 0.11127
( 1" )   2 4   1 2.2255835 9 0.278198
Elbow
90° 0.75 - 6.17979 32.17 1 7 0.44511670 3.1158169 0.11127
  ( 0,5" )   2 4   1 1 9 0.278198

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 46


Kontraks
i 1" - 0.357 - 6.17979 32.17 1 1 0.2118755 0.05296
0,5"   2 4   0.21187555 5 9 0.132422
Gate
Valve 5.6 - 6.17979 32.17 1 1 3.32353803 3.3235380 0.83088
( 0,5" ) ¼   2 4   3 3 5 2.077211
Long
Bend 1.5 - 6.17979 32.17 1 2 0.89023340 0.22255
( 0,5" )   2 4   2 1.7804668 8 0.556396
Elbow
45° ( 0,5 0.35 - 6.17979 32.17 1 2 0.20772112 0.4154422
)   2 4   7 5 0.05193 0.129826
Ekspansi
( 1" - 0.42 - 6.17979 32.17 1 1 0.24926535 0.2492653 0.06231
0,5" )   2 4   2 5 6 0.155791

e. Tabel perhitungan –Wf dan Power Pompa (HorsePower)

Bukaa ΔV²/2αgc ƩHf   A (ft2) V (ft/s) ρ (lbm/ft³) ṁ power Power

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 47


ΔZ g/gc pompa
ΔP/ρ Wp
n (lbf.s/lbm ([Link].s/lbm (lbm/ft.s) pompa rata-
([Link]/lbm) percobaan
) ) rata
0.00085571 0.65030 0.00136 4.44153 62.303 121.53248
1/9 4 317.3514 4.26509 9 322.2677   3 1 1 0.37711658 4
0.00085439 1.03989 0.00136 5.61695 62.303 244.58934
1/3 8 507.548 4.26509 4 512.8538   3 6 1 0.47691826 8
0.00111506 1.14888 0.00136 5.90407 62.303 0.50129662 283.82278
5/9 1 560.7622 4.26509 9 566.1773   3 5 1 5 5
0.00101369 1.25529 0.00136 62.303 0.52400282 323.95610
7/9 2 612.7121 4.26509 4 618.2335 3 6.1715 1 7 2
0.00091495 1.25866 0.00136 6.17979 62.303 0.52470689 325.25762 259.831 0.47242
1 6 614.3597 4.26509 9 619.8844   3 2 1 6 1 7 1

f. Tabel Perhitungan –Wf percobaan

ΔP/ρ ΔV²/2αgc ΔZ g/gc Power Effisiens Power ṁ (lbm/ft.s) -Wf ƩHf

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 48


([Link]/lbm (lbf.s/lbm ([Link].s/lbm Pompa Pompa
) ) ) Teori i Percobaan
0.000856 317.3514 4.26509 0.37711658 1148.32602 826.7086
0.000854 507.548 4.26509 0.47691826 908.023064 396.2091
0.001115 560.7622 4.26509 0.501296625 863.865341 298.8369
0.001014 612.7121 4.26509 0.524002827 826.432144 209.4539
0.000915 614.3597 4.26509 259.8317 60% 433.05278 0.524706896 825.323211 206.6975

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 49


FLUID FLOW

IV.3 Grafik

1. Pipa C

Debit vs Bukaan
0.01

0.01

0.01
D
E0.01
B
I
T 0
0

0
1/9 3/9 5/9 7/9 9/9
BUKAAN

Grafik 1. Hubungan antara debit dengan bukaan kran

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 50


FLUID FLOW

Hf vs Bukaan
3500

3000

2500

2000 Hf Percobaan
Hf

1500 Hf Teori

1000

500

0
1/9 3/9 5/9 7/9 9/9
Bukaan

Grafik 2. Hubungan antara Hf teori dan Hf percobaan dengan bukaan kran

Hf vs Debit
3,500.00
3,000.00
2,500.00
2,000.00 Hf Percobaan
Hf

1,500.00 Hf Teori

1,000.00
500.00
0.00
0.01 0.01 0.01 0.01 0.01
Debit

Grafik 3. Hubungan antara Hf percobaan dan Hf teori dengan debit

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 51


FLUID FLOW

[Link] E

Debit vs Bukaan
0.01
0.01
0.01
0.01
0.01
debit

0
0
0
0
0
1/9 1/3 5/9 7/9 1
Bukaan

Grafik 4. Hubungan antara debit dengan bukaan kran

Hf vs Bukaan
900
800
700
600
500 Hf teori
Hf

400 Hf percobaan
300
200
100
0
1/9 1/3 5/9 7/9 1
Bukaan

Grafik 5. Hubungan antara Hf teori dan Hf percobaan dengan bukaan kran

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 52


FLUID FLOW

Hf percobaan, Hf teori vs Debit


900
800
700
600
500 Hf teori
Hf

400 Hf percobaan
300
200
100
0
0.01 0.01 0.01 0.01 0.01
Debit

Grafik 6. Hubungan antara Hf percobaan dan Hf teori dengan debit

IV.4 Pembahasan

Adapun tujuan dari percobaan fluid flow sendiri adalah


sebagaimana berikut, yang pertama untuk dapat mengetahui nilai power pompa
dalam suatu pipa dan fitting. Nilai power pompa dari suatu pipa dan fitting dapat
diselesaikan menggunakan persamaan bernoulli atau disebut juga dengan hukum
bernoulli. Selain nilai power pompa, dapat diketahui pula nilai nilai dari head loss
pipa itu [Link] kedua, untuk membandingkan nilai dari friction factor dan
koefesien suatu kontraksi yang mana didapatkan dari teori dengan hasil
perhitungan. Yang ketiga, untuk dapat mengetahui jenis aliran fluida berdasarkan
bilangan reynolds sesuai dengan hasil percobaan. Bilangan reynolds sendiri
menentukan nilai alpha untuk menyelesaikan suatu persoalan energi kinetis fluida.

Adapun prosedur dalam melakukan percobaan fluid flow sendiri adalah


dengan pelaksanaan percobaan dan dengan kalibrasi. Untuk pelaksanaan
percobaan, kami menggunakan pipa C dan pipa E. Untuk varibale bukaan kran
pada pipa sebesar 1/9, 3/9, 5/9, 7/9, dan 9/9 dan waktu selama 5 detik. Dalam
percobaan fluid flow ini pengamatan yang dilakukan yaitu terhadap perbedaan

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 53


FLUID FLOW

tekanan yang ditunjukan oleh manometer raksa dan jumlah volume air yang
keluar dari pipa setelah 5 detik, dengan 5 kali percobaan untuk masing-masing
bukaan pipa. Sedangkan pada percobaan untuk pengecekan atau disebut juga
kalibrasi dilakukan interval waktu 2, 4, 5, 7, dan [Link] perulangan percobaan
hanya dilakukan samapi dengan 3 kali percobaan kalibrasi untuk masing-masing
bukaan kran pada pipa.

untuk pipa C pada bukaan 1/9,3/9,5/9,7/9,9/9 berturut-turut 0.005424333


ft3/s; 0.008231143 ft3/s; 0.008483996 ft3/s; 0.008928961 ft3/s; 0.009770863 ft3/s.
untuk pipa E pada bukaan 1/9, 3/9, 5/9, 7/9, 9/9 berturut-turut 0.0060529 ft3/s,
0.0076548 ft3/s, 0.0080461 ft3/s, 0.0084105 ft3/s, 0.0084218 ft3/s

Pada perhitungan percobaan fluidflow yang telah didapatkan menunjukkan


bahwa semakin tinggi bukaan kran maka semakinkecil nilai friction [Link]
ini tentu tidak sesuai dengan teori di [Link] mengatakan, apabila
bukaan kran itu diperbesar, maka aliran dari fluida masuk itu semakin besar,
sehingga dapat menyebabkan tingkat ke-turbulenan dari suatu aliran itu meningkat
(dapat ditunjukkan pada bilangan reynold yang meningkat), sehingga seharusnya
nilai friction factor atau Hf juga ikut naik seiring besarnya bukaan valve. Dan
apabila debit air itusemakin kecil, itu karena bukaan kran yang kecil pula,
sehingga dapat ditunjukkan bahwa semakin kecil debit air yang mengalir dalam
pipa, semakin kecil pula nilai Hf-nya. Dan dari data yang telah didapatkan, dapat
disimpulkan bahwa hasil dari percobaan yang telah kami lakukan tidak sesuai
dengan teori dari [Link] ini dapat dipengaruhi oleh beberapa factor saat
penampungan air, air yang ditampung berlebih dari waktu yang telah
[Link] selain itu juga keakuratan dalam menghitung volume air yang
mungkin saja tumpah pada saat percobaan.

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 54


FLUID FLOW

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

V.1 Kesimpulan

1. Bukaan kran (valve) mempengaruhi volume air yang tertampung pada bak
penampung air selama 5 detik, semakin besar bukaan maka volume air
yang tertampung semakin besar pula.
2. Semakin besar bukaan valve maka debit aliran fluida semakin cepat,
karena debit aliran suatu fluida dapat dipengaruhi oleh luas penampang
pipa dan bukaannya.
3. Semakin besar bukaan gate valve maka semakin besar nilai head loss yang
diperoleh.

V.2 Saran

1. Praktikan harus lebih teliti untuk menghitung tinggi manometer agar tidak
terjadi kesalahan dalam perhitungan dan pembuatan grafik.
2. Sebaiknya praktikan memperhatikan dengan seksama pada saat valve akan
dibuka dan ditutup, usahakan menutup dan membuka valve dilakukan
secara bersama-sama.
3. Praktikan harus lebih teliti dalam membuka valve pada bukaan tertentu,
serta lebih teliti dalam menghitung volume fluidanya.

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 55


DAFTAR PUSTAKA

Fitriani, Lisa Yulian. 2011. "Analisa aliran fluida pengaruh elbow, fitting, valve,
dan perubahan luas permukaan dalam sistem perpipaan". Jurnal aliran
fluida.1.2-3

Mantiq. 2017. "Bilangan reynold dalam mekanika fluida".


([Link]/2017/03/ 23/memahami-bilangan-reynold).
Diakses pada 10 februari 2019 pukul 08.00 WIB

Mc Cabe 2005. "Unit operation of chemical engineering seventh edition". New


York : Mc Graw Hill

Perry, Robbert H. dkk. 1997. "Perry's chemical engineers book seventh edition".
New York : Mc Graw Hill

Rosyid. 2014. "Macam-macam aliran fluida". ([Link]/2014/D3/17/


macam-macam- aliran-fluida/). Diakses pada 10 februari 2019 pukul 09.00
WIB

Rachmansyah. 2015. "Venturimeter". ([Link]/2015/02/


aplikasi- [Link]?m=1). Diakses pada 10 februari 2019
pukul 20.00 WIB

Soedradjat. 1983. "mekanika fluida". Bandung : Nova

Suryani. 2013. "Definisi fluida". ([Link]/2013/02/


pengertian-atau- [Link]?m=1). Diakses pada 10 februari 2019
pukul 11.00 WIB

Tim dosen. 2019. "Fluid flow". Surabaya : UPN Veteran Jawa Timur

Tissos, Nuny [Link]. 2014. "Pembuatan sistem pengukuran viskositas fluida


secara digital menggunakan sensor efek hal UGN 3503 berbasis ardiuno
Uu0328". Jurnal sainstek.4.71

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 56


APPENDIX

1. Konversi Pipa C
a. Konversi Volume (ml) ke (ft³)
Volume pada bukaan 1/9= 780 ml
Konversi volume pada bukaan 3/9 (ft³) = 780ml x 0.00003531467 ft³/ml

= 0.027545443 ft³

b. Konversi Tekanan pada tinggi Manometer Hitam (cm) ke (ft)


Tinggi pada manometer hitam pada bukaan 1/9 (cm) = 2.25cm

ft
Konversi tinggi (ft) =2.25 cm×0,0328084 =¿ 0.0738189 ft
cm

c. Menghitung Debit (ft³/s)

Volume pada bukaan 1/9 = 0.027121667 ft³

Waktu = 5 detik

volume
Debit =
waktu

0.027121667 f t 3 f t3
Debit = =0.005424
5s s

2. Perhitungan Pipa C
∆P
1. Menghitung
ρ
Pada bukaan 1/9

Tinggi tekanan di manometer putih = 0.3133202 ft

Tinggi tekanan di manometer hitam = 0.0705381 ft

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 57


0.3133202+ 0.0705381
Tinggi tekanan rata-rata = =¿ 0.19192914 lbf/ft²
2

lbm
Diketahui ρair =62.303144
ft 3

∆ P 0.19192914 lbf / ft ²
= =¿0.0030806 ft /lbm
ρ 62.3031lbm/ ft 3

2. Menghitung ∆V2/2αgc
D= 0.0416667 ft

A= 0.0013635 ft²

Q 0.0054243 ft 3 /s
V linier = = =¿ 3.9782573 ft/s
A 0.0013635 ft ²

µ (dari McCabe)= 0.0006 lbm/ft.s

DVρ 0.0416667(3.9782573)(62.3031)
Nre= = = 17212.1 > 4000
μ 0.0006

Jadi α =1
gc (dari literature) = 32.174 [Link]/lbf.s²

2
( 3.97825732 ) ft2
∆v2 s
= =¿254.601 [Link]/lbm
2 αgc lbm . ft
2(1)(32.174) 2
lbf . s

3. Menghitung ∆Z.g/gc

Z1= 0 ft

Z2= 4,26509 ft

∆ z=4.265509 ft −0 ft=4.265509 ft

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 58


ft
32,174
g s2
= = 1 lbf/lbm
gc ft .lbm
32,174
lbf . s 2

∆Z.g/gc = 4.265509ft .1 lbf/lbm = 4.26509ft . lbf /lbm

1. Menghitung hf
a. pipa lurus 1'' sch 40

k (dari McCabe) = 0.00015

16 16
f= = =¿ 0.00092958
Nre 17212.1

L = 9.44882 ft

V linier = 3.97825729ft /s

D = 0.0518126 ft

2 ft 2
0.00092958 ( 9,4488 ) ft (3.97825729 ft )
fL(V ²) s2
Hf =4 =4 =0.16678(ft lbf/lbm)
2 gcD ft . lbm
( 2 ) ( 32.174 ) ( 0.0518126 ) ft
lbf . s 2

4. Menghitung Hf Percobaan
a. Power percobaan
( HP ) Hp
Power pompa =650.0205933 %=1083.367 Hp
efisiensi 60
b. -wf percobaan

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 59


power percobaan x m=1083.367x 0.33795278=3205.6776 ftlbf /lbm

c. Hf percobaan

∆ P ∆V 2 g ft lbf
(−wf ) −( + +∆ Z )= Ʃhf hf =¿3205.6776– ¿0.00308 +¿
ρ 2 αgc gc lbm

ft lbf ft lbf ft lbf


254.601406) +¿4.26509¿ ¿ = 2946.808013
lbm lbm lbm

PRAKTIKUM OPERASI TEKNIK KIMIA I 60

Anda mungkin juga menyukai