0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
28 tayangan12 halaman

Unsur Dasar dalam Musik dan Ritme

Modul ini membahas tentang unsur-unsur dasar musik meliputi bunyi dan elemen-elemennya seperti pitch, dinamik, warna suara, dan durasi. Juga membahas tentang ritme, melodi, dan harmoni sebagai komponen penting dalam musik. Unsur-unsur tersebut saling berhubungan dan berperan dalam membentuk karya musik.

Diunggah oleh

Rianita Fitri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
28 tayangan12 halaman

Unsur Dasar dalam Musik dan Ritme

Modul ini membahas tentang unsur-unsur dasar musik meliputi bunyi dan elemen-elemennya seperti pitch, dinamik, warna suara, dan durasi. Juga membahas tentang ritme, melodi, dan harmoni sebagai komponen penting dalam musik. Unsur-unsur tersebut saling berhubungan dan berperan dalam membentuk karya musik.

Diunggah oleh

Rianita Fitri
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Modul 2

Pengetahuan Dasar Seni


Kegiatan Belajar 1
Unsur-unsur Musik

A. Bunyi dan Elemen-Elemennya


Bunyi dapat diterima sebagai sesuatu yang menyenangkan maupun tidak
menyenangkan. Bunyi berasal dari getaran suatu benda, misalnya sebuah meja
yang dipukul-pukul atau senar gitar yang dipetik. Getaran tersebut dikirimkan ke
pendengaran kita melalui suatu medium, biasanya udara. Akibat getaran tersebut,
gendang telinga kita juga tergetar, dan implus. Atau sinyal-sinyal tertentu
dikirimkan ke otak. Implus tersebut selanjutnya dipilih, diorganisasi, dan
ditafsirkan oleh otak.
Musik merupakan bagian dari dunia bunyi, suatu seni yang didasarkan
pada pengorganisasian bunyi menurut waktu. Kita membedakan musik dari bunyi-
bunyi lain dengan mengenali 4 komponen bunyi yang musikal: pitch, dinamik,
warna suara, dan durasi.

1. Pitch
Pitch adalah tinggi rendah relatif yang terdengar dari suatu bunyi. Pitch
suatu bunyi ditentukan oleh frekuensi dari getarannya. Semakin cepat
frekuensinya semakin tinggi pitch. Sebaliknya semakin lambat frekuensinya,
semakin rendah pitch. Getaran frekuensi diukur dalam cycle per detik. Dalam
musik, bunyi yang mempunyai pitch tertentu dinamakan nada. Getaran nada
bersifat teratur dan mencapai pendengaran pada interval waktu yang sama.
“Jarak” pitch antara dua nada disebut interval. Jarak antara nada tertinggi
dan terendah yang dapat dihasilkan oleh vokal atau instrumen dinamakan pitch
range. Pengorganisasian pitch merupakan dasar utama bagi seorang komposer.

2. Dinamik
Tingkat kekerasan atau kelembutan pada musik dinamakan dinamik, salah
satu aspek bunyi. Kekerasan berhubungan dengan amplitudo getaran yang
dihasilkan bunyi. Semakin keras kulit gendang yang dipukul maka semakin keras
suara yang dihasilkan. Peningkatan kekerasan bunyi secara bertahap dapat
menghasilkan bunyi yang hidup/terasa bersemangat, terutama ketika pitch-nya
juga muncul dengan cara yang sama. Sebaliknya penurunan kekerasan bunyi
secara bertahap dapat memberikan kesan ketenangan. Penekanan pada nada
disebut dengan dynamic accent (tekanan dinamik).
Tanda dinamik dalam singkatan bahasa Italia yaitu sbb:
Pianissimo pp sangat lembut
Piano p lembut
Mezzo piano mp agak lembut
Forte f keras
Fortissimo ff sangat keras

3. Warna Suara
Kualitas yang membedakan suara disebut warna suara atau timbre. Warna
suara digambarkan dengan istilah-istilah terang, gelap, cemerlang, tebal, dan
lunak. Seperti perubahan pada dinamik, perubahan pada warna suara menciptakan
keberagaan dan kekontrasan. Setiap instrumen mempunyai warna suaranya
sendiri, dengan kata lain, warna suara yang kontras dapat digunakan untuk
menonjolkan melodi baru. Warna suara juga menciptakan rasa keterkaitan, yaitu
memudahkan pengenalan kemunculan kembali suatu melodi ketika instrumen-
instrumen yang sama memainkannya sewaktu-waktu dalam sebuah lagu.

4. Ritme

Ritme merupakan unsur dasar dalam kehidupan. Ritme pada dasarnya


adalah suatu pola pengulangan tekanan dan pelepasan. Dalam pengertian yang
luas, ritme merupakan aliran yang teratur dalam musik melalui waktu. Waktu
dalam musik adalah sebagai mana berlalunya waktu dalam beragam variasi. Hal
ini juga tampak sebagaimana berlalunya kecepatan dan intensitasnya.
Adanya ritme dalam musik akan menyangkut segala elemen lainnya, baik
pitch, warna suara dan dinamika. Aspek-aspek yang membantu ritme adalah beat,
metrum, dan aksen/sinkop berikut penjelasan dari ketiganya.

a.       Ketukan (beat)


Beat merupakan denyutan (pulsa) rata dan berulang yang membagi musik
dalam unit waktu yag sama. Dalam musik, ketuk muncul antara tiap ¼ detik
sampai 1 ½ detik. Kadang-kadang terdengar begitu kuat dan mudah untuk
mengikutinya, tetapi juga agak sukar di ikuti membuat perasaan seolah
mengambang atau tanpa tujuan.
Beat musik diwujudkan/diperdengarkan dengan cara yang berbeda-beda.
Kadang beat diketukkan secara jelas dengan bass drum seperti marching band.
Kadang-kadang beat tidak begitu nyata terdengar, misalnya pada alunan melodi
permainan biola.
Beat merupakan latar belakang dimana komposer menjadikannya sebagai
pedoman dalam menempatkan nada-nada dengan berbagai panjang pendeknya.
Beat merupakan unit dasar waktu dimana semua nada dapat diukur. Nada-nada
dapat saja berakhir dalam sebagian, seluruh atau lebih dari satu beat.
b.      Birama
Dalam musik, kita mengetahui pola pengulangan ketukan yang bertekanan
kuat dimana satu atau lebih atau yang satu lebih ringan dari ketukan yang lainnya.
Pengelompokan yang teratur dinamakan birama.
Ada beberapa pola birama yang didasarkan pada jumlah ketukan dalam
sebuah birama. Jika sebuah birama mempunyai 2 beat, disebut duple meter. Kita
menghitung 1-2,1-2,1-2, dan seterusnya.
Pola 3 beat pada birama dinamakan triple meter. Hitungannya 1-2-3,1-2-3,
dan [Link] waltz mempunyai birama triple.
Pola birama dasar lainnya adalah quadruple meter, yang mempunyai 4
ketukan pada setiap biramanya. Yang mempunyai 4 ketukan pada setiap biram-
nya. Biasanya downbeat muncul juga pada ketukan ketiga hanya saja dia lebih
ringan dari pada ketukan pertama. Hitungannya 1-2-3-4, 1-2-3-4, dan seterusnya.
Irama mars, jazz, dan rock biasanya mempunyai birama quadruple. Sextuple
meter mempunyai 6 ketukan pada setiap birama seperti 1-2-3-4-5-6. Dengan
demikian sextuple meter merupakan kombonasi dari duple meter dan triple meter.
Melodi dalam sextuple meter sering membuat rasa aliran yang halus.
Quintuple meter, memiliki 5 ketukan pada setiap birama dan septuple
meter dengan 7 ketukan pada setiap biramanya. Setiap metrum tersebut
menggabungkan duple meter dan triple meter.

c.       Aksen dan Sinkop (syncope)


Sebuah nada yang bertekanan, pada umumnya dimainkan lebih keras dari
pada nada-nada lainnya, yaitu dengan mendapatkan akses yang dinamis. Dalam
hal ini suatu aksen akan muncul jika sebuah nada off-beat (yang tidak seharusnya
bertekanan) mendapatkan tekanan, yaitu ketika tekanan muncul diantara dua
ketukan.
Sinkopasi juga mucul jika sebuah ketukan ringan mendapatkan teanan
seperti 1-2-3-4, 1-2-3-4. Sinkopasi merupakan cir khas music jazz.

d.      Tempo
Ada kecepatan dalam lagu. Kecepatan ini dinamakan tempo, suatu konsep
dasar dalam musik. Tempo cepat berhubungan dengan perasaan energik, semgat,
dan kegembiraan. Tempo lambat pada suasana [Link] da tempo biasanya
diletakkan pada sisi kiri dari partitur lagu. Seperti juga dinamik, istilah dalam
tempo menggunakan bahasa itali.
Largo sangat lambat, melebar
Grave sangat lambat, khidmat
Adagio lambat
Andante agak lambat
Moderato sedang
Allgreto cepat sedang
Allegro cepat
Vivace dengan hidup
Presto sangat cepat
Prestissimo secepat mungkin
Kata-kata yang menunjukkan kwalitas, kadang-kadang ditambahkan pada
tanda tempo untuk membuatnya lebih khusus. Dua istilah yang sanngat umum
adalah molto (banyak) dan non-troppo (tidak terlalu banyak). Maka kita mengenal
istilah allegro molto (sangat cepat) dan allegro non-troppo (tidak terlalu cepat).
Tempo tidak selalu digunakan dalam keseluruhan lagu. Percepatan tempo
bertahap ditulis accelerando disingkat accel. (menjadi lebih cepat). Perlambatan
lagu bertahap ditulis ritardando disingkat rit
Sekitar tahun 1816, composer telah menggunakan metronome sebagai alat
ukur kecepatan lagu.
5.      Melodi
Melodi sangat mudah dikenali daripada didefinisikan. Melodi adalah
serangkaian nada-nada tunggal yang dikenali sebagai suatu kesatuan dan
menyeluruh. Melodi yang bergerak dalam interval-interval yang kecil dinamakan
melodi melangkah, sedang yang bergerak interval besar dinamakan melodi
melompat. Yang dimaksud satu langkah adalah jarak antara dua nada yang
berdekatan dalam urutan tangga nada do-re-mi, dan setrusnya. Misalnya nada do
melangkah ke nada re, nada la melangkah ke nada sol. Jarak yang lebih besar dari
pada satu langkah dinamakan lompatan.
Kebanyakan melodi tersusun atas bagian yang pendek yanng dinamakan
frasa (phrase), yang mempunyai pola-pola nada dan ritme yang serupa untuk
membentuk kesatuan melodi. Frasa dapat timbul dalm bentuk pasangan yang
seimbanng, dimana yang pertama merupakan melodi pembuka yanng berkesan
kemunculan, diikuti oleh frasa kedua merupakan melodi penutup. Frasa kedua
dapat merupakan pengulangan dari yang pertama tetapi mempunyai pengakhiran
yang lebih konklusif dan mantap.
a. Kunci nada. Pada dasarnya melodi disusun berdasarkan suatu nada dasar.
b. Tanda kunci. Pada notasi balok, rangkaina nada (melodi0 ditulis dalam
sangkar nada.
c. Tangga nada. Dalam notasi balok, tangga nada dibedakan menjadi dua
yaitu tangga nada natural (asli) dan kromatik.
d. Nada kromatik. Berasal dari bahasa yunani chroma, berarti warna, hiasan
terhadap kunci tertentu.
e. Modulasi. Perubahan nada dasar yang menghasilkan pengaruh bawah
sadar yang dapat meningkatkan keenangan kita terhadap musik.

6.      Harmoni
Ketika seorang penyanyi mengiringi lagunya dengan sebuah gitar, berarti
dia mendukung, mengiringi dan memperkaya melodinya, hal ini disebut
harmonisasi. Harmoni menunjukkan bagaimana cara akor (chord) disusun dan
bagaimana akor tersebut mengikuti akor yang lain dalam sebuah lagu.
a. Konsonan dan Disonan.
Konsonan adalah kombinasi nada-nada yang berkesan stabil sedangkan
disonan kombinasi nada yang berkesan tidak stabil. Konsonan memberikan kesan
suatu titik kehadiran, diam, dan penyelasaian. Disonan mebutuhkan gerakan maju
ke arah konsonan agar stabil.
b. Triad/trinada.
Susunan nada yang biasanya terdiri dari tiga nada atau lebih. Triad disusun
dengan cara penambahannada-nada yang dapat saling menggatika pada suatu
tangga nada, seperti nada pertama, ketiga, dan kelima. Nada yang terbawah
dinamakan root.

c. Akor urai (Arpeggio).


Jika nada tunggal suatu akor dibunyikan berurutan satu sama lainnya
disebut akor urai. Pengaruh harmoni tidak terbatas, bervariasi menurut masa
tertentu dan kehendak para komposer secara individu.

7.      Notasi Musik


Dengan notasi music, kita dapat menunjukkan dengan tepat tinggi nada
dengan symbol-simbol yang ditempatkan ke atas atau ke bawah pada stuff.
Simbol itu dinamakan not. Sebuah not merupakan sebuah bulatan oval dengan
tanda hitam atau putih dengan sesuatu steem dan flags.
a. Notasi ritme
Sebuah nada pada garis paradana lebih panjang atau pendek bergantung
pada wujud notasinya, apakah berupa notasi putih, atau hitam, dan apakah
mempuyai steem atau flags.

b. Notasi tanda diam


Durasi nada diam atau istirahat atau tanpa suara dituliskan dengan tada
yang disebut tanda istirahat (rest). Panjang pendeknya tanda istirahat hampir sama
dengan nilai-nilai not.

c. Notasi tanda birama


Tanda birama menunjukkan birama suatu lagu. Tahap ini terdapat pada
awal sebuah paranada pada permulaan suatu lagu. Tanda birama terdiri atas 2
angka, di bagian atas dan di bagian bawah.

d. Skor (Score)
Yaitu keseluruhan notasi musik untuk setiap instrumen musik atau
kelompok vokal dalam suatu penampilan berkelompok. Dalam suatu orkestra,
skor umumnya mencakup lebih dari 15 notasi pranada yang berbeda.
Kegiatan Belajar 2
Unsur Dasar dan Elemen Komposisi Tari

A. UNSUR - UNSUR DASAR TARI


1. GERAK
Gerak didalam tarian bukanlah gerak seperti dalam kehidupan sehari-hari.
Gerak tari adalah gerak yang telah mengalami perubahan atau proses stilasi dari
gerak wantah (asli) ke gerak murni dan gerak maknawi. Gerak wantah yang telah
mengalami stilasi itu akhirnya dapat dilihat dan dinikmati karena menjadi gerakan
yang memiliki nilai estetik (gerak murni dan gerak gerak maknawi). Gerak
wantah contohnya mencangkul, membatik [Link] wantah mudah dipahami
sebalikknya gerak murni dan maknawitidak mudah dipahamikarena sudah
mengalami proses stilisasi atau perubahan baik penambahan dan pengurangan.
Gerak murni merupakan gerak wantah yang telah diubah menjadi gerak yang
indah namun tak bermakna. Gerak maknawi adalah gerak wantah merupakan
gerak yang telah diubah menjadi gerak indah yang bermakna.

2. UNSUR TENAGA
Penggunakaan tenaga dalam gerak tari meliputi :
a. intensitas berkaitan dengan kuantitas tenaga dalam tarian yang
menghasilkan tingkat ketegangan gerak
b. Aksen/tekanan muncul ketika gerakan dilakukan secara tiba-tiba dan
kontras
c. Kualitas berkaitan dengan cara penggunakaan atau penyaluran tenaga.

3. UNSUR RUANG
Unsur ruang yang dimaksudkan sebagai unsur tari terbagi dua yakni ruang
yang diciptakan oleh penari dan ruang pentas atau ruang tempat penari melakukan
gerak. Ruang yang diciptakan penari adalah ruang yang dibatasi oleh imajinasi
penari berupa jarak yang terjauh yang dapat dijangkau oleh tangan dan kakinya
dalam posisi tidak pindah tempat. Ruang pentas adalah arena yang digunakan oleh
penari yang biasa disebut dengan panggung, lapangan atau halaman terbuka.

4. UNSUR WAKTU
Dalam unsur waktu juga menentukan dalam membangun gerak tari. Dalam
unsur waktu ada 2 faktor yang sangat penting yaitu ritme dan tempo. Ritme dalam
gerak tari menunjukkan ukuran waktu dari setiap perubahan detail gerak, ritme
lebih mengarah pada ukuran cepat atau lambat setiap gerakan yang dapat dicapai
B. ELEMEN KOMPOSISI TARI
Dalam penyusunan karya tari perlu kiranya dibekali dengan beberapa teori
untuk membimbing sebagai penata tari pemula. Adapun elemen-elemen
komposisi tersebut: Gerak,Desain atas, musik, tema, dramatik, desain lantai,
dinamika, tata rias dan busana, properti, komposisi kelompok, tata panggung, tata
lampu dan tata suara.
1. Gerak
Gerak dalam tari merupakan komponen utama, karena gerak adalah
medium untuk mengekspresikan sebuah tarian.
2. Tema
Tema adalah ide-ide pokok/ ide sentral. (Masitoh, 2005: 47). Dalam
mengembangkan tema dapat dipilih dari berbagai topik yang dipandang relevan.
Ada beberapa karakteristik tema antara lain:
a. Memberikan pengalaman langsung tentang objek bagi pemain.
b. Menciptakan kegiatan/kreasi sehingga pemain menggunakan semua
pemikirannya.
c. Membangun kegiatan yang berkaitan dengan minat
3. Desain Atas
Desain atas merupakan desain yang dilihat oleh penonton, yang tampak
terlukis pada ruang yang berada di atas lantai. Desain atas ini dapat pula dikatakan
atau lebih tepatnya dengan istilah pose dalam tari karena dilakukan di tempat.
Oleh karenanya desain atas akan lebih jelas nampak apabila dilihat dari satu arah
penonton atau dari [Link] Soedarsono dalam bukunya yang berjudul
pengantar pengetahuan dan komposisi tari mengemukakan ada 19 desain atas dan
masing-masing memiliki sentuhan emosional yang berbeda-beda. Adapun 19 dari
desain tersebut dapat dilihat di modul hal.
4. Desain Lantai
Desain lantai adalah garis-gasir dilantai yang dilalui oleh seorang penari di
atas panggung atau garis dilantai yang dibuat oleh formasi penari kelompok.
Dalam pembuatan desain lantai garis menjadi bagian yang sangat penting dan
menentukan dalam pengaturan /penempatan penari di atas panggung.
5. Desain Musik
Musik adalah salah satu elemen komposisi yang sangat penting dalam
suatu penggarapan tari. Musik merupakan teman yang tidak dapat dipisahkan satu
dengan yang lainnya, karena antara musik dan tari merupakan dua perpaduan
yang harmonis. Sebagai elemen dasar dari musik adalah nada, ritme, dan melodi.
Ritme adalah degupan dari musik dengan aksen yang diulang-ulang secara teratur.
Tempo adalah cepat lambatnya irama. Melodi adalah susunan dari beberapa nada
untuk membentuk satu gending. Di dalam tari musik dibedakan menjadi dua yaitu
musik internal dan musik eksternal.
a. Musik Internal
Musik internal yaitu musik yang bersal dari diri penari, misalnya tepuk
tangan, hentakan kaki, nepuk dada, suara, tepuk paha, Contoh dalam tari Saman
dari Aceh, tari Kecak dari Bali.
b. Musik Eksternal
Musik eksternal yaitu musik yang berasal dari luar diri penari atau suara
yang dihasilkan oleh alat. Untuk musik eksternal ini bisa dari musik diatonis atau
pentatonis. Musik diatonis adalah alat musik yang menggunakan elektronik.
Sedangkan musik pentatonis adalah musik gamelan atau disebut juga musik
tradisional.

6. Desain Dramatik
Satu garapan tari yang utuh ibarat sebuah cerita yang memiliki
pembuka,klimaks,dan penutup. Dari pembuka keklimaks mengalami
perkembangan,dan dari klimaks kepenutup terdapat penurunan. Ada dua jenis
desain dramatik yaitu yang berbentuk kerucu tunggal dan kerucuk ganda. Desain
yang berbentuk kerucut tunggal pada awalnya digunakan dalam seni drama
yangdi kenal dengan teori Bliss perry. Berikut penjelasan singkat kedua desain
kecurut tersebut.
a. Desain kerucut Ganda
Desain dramatik ini terdiri atas serangkaian kerucut. Setiap kerucutnya
menanjak kesebuah klimaks,kemudian turun tetapi tidak sampai mencapai titik
dasar permulaanya. Mennurut La Meri, desain kerucut ganda ini sangat cocok
utuk menggarap koreografi tari tunggal serta kelompok yang murni. Tarian engan
desai ini tanpa tema cerita khusus,dn hanya menampilkan keindahan komposisi
gerak semata.
b. Desain kerucut tunggal
Menurut La Meri desain kerucut tunggal ini di pergunakan sebagai pola
untuk menggarap tarian kelompok yang dramatik atau [Link] hal ini
tidak berarti bahwa desain dramatik kerucut tunggal tiidk boleh diterapkan pada
tarian tunggal dan tarian murni (non dramatari).

7. Desain Kelompok
Komposisi kelompok adalah komposisis yang dilakukan oleh sejumlah penari
atau lebih dari satu orang penari.. Komposisi kelompok dibedakan menjadi 2 yaitu
kelompok kecil dan kelompok besar.
a. Kelompok kecil. Kelompok kecil terdiri dari 2 –4 penari
b. Kelompok besar 5 –10 orang bahkan bisa lebih.
c. Kolosal 50 lebih
d. Tari masal melibatkan orang lain di luar penari
Elemen-elemen komposisi kelompok yaitu Serempak, berimbang,
berturutan, bergantian, selang-seling, terpecah.

8. Dinamika
Pengertian dinamika adalah kekuatan dalam yang menyebabkan gerak
menjadi hidup dan menarik dikatakan pula dinamika adalah kekuatan,
kualitas,kekuatan menarik , kekuatan /mendorong, dinamika dapat dikatakan
/diibaratkan sebagai jiwa emosionil dari [Link] dinamika ini
berkaitandengan penggunaan tenaga,ruang , dan waktu.
9. Desain Kostum
Kostum atau tatabusana untuk tari hendaknya didesain dengan
mempertimbangkan beberapa aspek, yaitu tema (pahlawan, percintaan, petani,
remaja), ciri khas daerah (tari dengan pijakan daerah tertentu).
10. Tata Rias
Tata rias juga tidak berbeda dengan ketika membuat desain kostum. Tata
rias dalam tari juga mempertimbangkan tema, karakter, ceritera, dan sebagainya.
Jenis rias ada beberapa macam, yaitu: Rias Panggung, Rias Karakter, Rias Usia,
Rias Sejarah, dan Rias cantik artinya rias tersebut hanya mengikuti garis anatomi
wajah saja, tanpa menimbulkan efek-efek tertentu.
11. Tata Panggung
Penggunaan properti yang bervariasi juga bisa membantu memunculkan
dinamika karena dengan berbagai macam properti membantu seorang koreografer
mewujudkan berbagai macam gerak.
12. Tata Cahaya
Tata Cahaya dalam tari memiliki beberapa fungsi, Yaitu:
1. Menciptakan ruang
2. Menciptakan jarak antara penonton dan pentas
3. Menciptakan efek tertentu
4. Menciptakan ruang yang berbeda dalam waktu yang sama
5. Menciptakan waktu yang berbeda dalam waktu yang bersamaan
6. Menciptakan Fokus
Dari semua elemen komposisi tari yang merupakan aspek dasar tari, yang
paling mendasar adalah aspek gerak.
C. JENIS TARI
Berbagai jenis dan macam tari dapat di lihat, namun sebenarnya tari yang
bermacam-macam tersebut dapat kita kelompokan berdasarkan fungsi, bentuk,
dan tema.

Tari
Fungsi Tema Bentuk Koreografi
Tradisional :
a. Primitif
Tari Upacara Romantik Tunggal
b. Klasik
c. Kerakyatan
Tari Sosial/
Pergaulan / Perang Pasangan Kreasi
Hiburan
Tari
Komedi Kelompok Modern/ Nontradisi
Pertunjukan

Massal
Satu bentuk tari dapat dilihat dari berbagai kacamata jenis tari. Misalnya
tari Srimpi, dilihat dari Fungsinya tari srimpi termasuk tari pertunjukan.
Kegiatan Belajar 3
Unsur dan Prinsip Seni rupa

A. Unsur-unsur Seni Rupa


Seni rupa dibangun oleh sejumlah unsure yang membentuk kesatuan yang padu
sehingga karyanya dapat dinikmati secara utuh. Antara lain :
1. Garis
Menurut jenisnya, garis dapat dibedakan menjadi garis lurus, lengkung, panjang,
pendek, horizontal, vertikal, diagonal, berombak, putus-putus, patah-patah, spiral dan
Iain-Iain. Garis dapat juga memberikan kesan watak tertentu sehingga dapat digunakan
sebagai perlambangan, seperti:
1. Garis tegak melambangkan keagungan, kestabilan;
2. Garis miring mengingatkan pada kegoncangan, tidak stabil, gerak;
3. Garis tegas, kuat, terpatah-patah mengesankan kekuatan;
4. Garis halus, melengkung-lengkung berirama mengesankan kelembutan,
kewanitaan.
Sedangkan menurut wujudnya garis dapat dibedakan menjadi:

5. Garis nyata, merupakan garis yang dihasilkan dari coretan atau goresan lengkung.
6. Garis semu, merupakan garis yang muncul karena adanya kesan balans pada
bidang, warna atau ruang
2. Warna
Kesan yang timbul oleh pantulan cahaya pada mata disebut warna. Warna dapat
di kelompokkan menjadi tiga, yaitu:
1. Warna Primer : yaitu warna yang tidak berasal dari warna apapun, meliputi
warna merah, kuning, dan biru.
2. Warna Sekunder : merupakan campuran dari warna primer.
Contoh : Merah + kuning : jingga , biru + kuning : hijau , merah +
biru : ungu

3. Warna tertier merupakan hasil campuran antara warna primer dan warna
sekunder. Contoh: kuning + hijau : kuning kehijau-hijauan , biru + ungu :
ungu kebiruan. Selain jenis-jenis warna di atas terdapat pula warna netral, yaitu
warna putih dan hitam.
3. Tekstur
Tekstur adalah sifat dan keadaan suatu permukaan bidang atau permukaan benda
pada sebuah karya seni rupa. Setiap benda mempunyai sifat permukaan yang berbeda.
Tekstur dibedakan menjadi tekstur nyata dan tekstur semu. Tekstur nyata adalah nilai
raba yang sama antara penglihatan dan rabaan. Sedangkan tekstur semu adalah kesan
yang berbeda antara penglihatan dan perabaan.
4. Ruang
Ruang dapat digolongkan menjadi dua, yaitu: Ruang dalam bentuk nyata,
misalnya ruangan pada kamar, ruangan pada patung. Ruang dalam bentuk khayalan
(ilusi), misalnya ruangan yang terkesan dari sebuah lukisan.
5. Bidang
Bidang merupakan pengembangan garis yang membatasi suatu bentuk sehingga
membentuk bidang yang melingkupi dari beberapa sisi. Bidang mempunyai sisi panjang
dan lebar, serta memiliki ukuran.

B. Prinsip Seni Rupa


Terdapat beberapa prinsip dalam menyusun komposisi suatu bentuk karya seni
rupa, yaitu:
1. Kesatuan (unity)
Kesatuan adalah pertautan bagian-bagian dalam sebuah karya seni rupa. Kesatuan
merupakan prinsip yang utama di mana unsur-unsur seni rupa saling menunjang satu
sama lain dalam membentuk komposisi yang bagus dan serasi. Untuk menyusun satu
kesatuan setiap unsur tidak harus sama dan seragam, tetapi unsur-unsur dapat berbeda
atau bervariasi sehingga menjadi susunan yang memiliki kesatuan.

2. Keseimbangan (balance)
Keseimbangan adalah kesan yang didapat dari suatu susunan yang diatur
sedemikian rupa sehingga terdapat daya tarik yang sama pada tiap-tiap sisi susunan.

3. Irama (rhytm)
Irama adalah pengulangan satu atau beberapa unsur secara teratur dan terus-
menerus. Susunan atau perulangan dari unsur-unsur rupa yang diatur, berupa susunan
garis, susunan bentuk atau susunan variasi warna. Perulangan unsur yang bentuk dan
peletakannya sama akan terasa statis, sedangkan susunan yang diletakkan bervariasi pada
ukuran, warna, tekstur, dan jarak akan mendapatkan susunan dengan irama yang
harmonis.

4. Penekanan (kontras)
Penekanan adalah kesan yang diperoleh karena adanya dua unsur yang
[Link] yang mencolok pada warna, bentuk, dan ukuran akan memberikan
kesan yang tidak monoton.

5. Proporsi
Proporsi atau kesebandingan yaitu membandingkan bagian-bagian satu dengan
bagian lainnya secara keseluruhan. Misalnya membandingkan ukuran tubuh dengan
kepala, ukuran objek dengan ukuran latar, dan kesesuaian ukuran objek satu dengan objek
lainnya yang dekat maupun yang jauh letaknya.

6. Keselarasan (harmony)
Keselarasan adalah hubungan kedekatan unsur-unsur yang berbeda baik bentuk
maupun warna untuk menciptakan keselarasan.

Anda mungkin juga menyukai