Asuhan Keperawatan Pioderma Anak
Asuhan Keperawatan Pioderma Anak
KATA PENGANTAR
Puja dan puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena
atas berkat dan rahmatNya lah kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini dengan
tepat waktu. Dalam penyusunan makalah ini kami membahas tentang Asuhan
Keperawatan pada Pasien Pioderma. Pada makalah ini kami memaparkan tentang
konsep dasar penyakit dan konsep asuhan keperawatannya.
Kami menyadari dalam penyusunan makalah ini masih banyak terdapat
kekurangan-kekurangan, untuk itu kami mohon kritik dan saran yang membangun
dari teman-teman agar nantinya makalah ini bisa menjadi bermanfaat untuk kita
semua.
Penyusun
1
PIODERMA
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR..................................................................................................1
BAB I............................................................................................................................3
PENDAHULUAN........................................................................................................3
A. Latar Belakang........................................................................................................3
B. Rumusan Masalah..................................................................................................4
C. Tujuan.....................................................................................................................4
BAB II...........................................................................................................................5
Pembahasan...................................................................................................................5
A. Definisi...................................................................................................................5
B. Etiologi...................................................................................................................6
C. Tanda dan gejala.....................................................................................................6
D. Faktor predisposisi..................................................................................................6
E. Klasifikasi penyakit................................................................................................7
F. Patofisiologi..........................................................................................................10
G. Gambaran Klinis...................................................................................................12
H. Pemeriksaan Penunjang........................................................................................15
I. Penatalaksanaan....................................................................................................15
ASUHAN KEPERAWATAN PASIEN PIODERMA....................................................16
A. PENGKAJIAN....................................................................................................16
B. DIAGNOSA KEPERAWATAN..........................................................................17
C. Intervensi..............................................................................................................17
D. EVALUASI KEPERAWATAN...........................................................................20
BAB III.......................................................................................................................21
A. Kesimpulan...........................................................................................................21
Daftar pustaka.............................................................................................................22
2
PIODERMA
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Seperti yang kita ketahui, kulit merupakan organ yang paling luas permukaannya
yang membungkus seluruh bagian luar tubuh sehingga kulit sebagai pelindung tubuh
terhadap bahaya bahan kimia. Cahaya matahari mengandung sinar ultraviolet dan
melindungi terhadap mikroorganisme serta menjaga keseimbangan tubuh terhadap
lingkungan.
Pioderma (bisul) pada umunya terjadi pada anak-anak tapi bisa juga terjadi pada
orang dewasa,yang menjadi penyebabnya adalah kurang bersihnya kulit dan bisa juga
disebabkan karena menderita penyakit infeksi disaluran pernafasan. Gejala klinik
bisul sangat bervariasi. Paling ringan hanya benjolan kecil berwarna merah.
Sedangkan bentuk yang paling parah adalah benjolan ukuran cukup besar, warna
merah mengkilat, kadang-kadang ada 'matanya', yang pada akhirnya akan
mengeluarkan nanah dalam jumlah banyak. Gejala ini biasanya disertai nyeri pada
daerah pembengkakan dan demam seluruh tubuh.
Sebagian orang ada yang beranggapan bahwa faktor makanan seperti banyak
makan telur, yang menjadi biang pemicu timbulnya bisul. Sebagian lainnya
menganggap bahwa bisul adalah pengeluaran darah kotor dari dalam tubuh.
Anggapan ini tidaklah benar. Mitos seperti itu sebenarnya sangat merugikan. Ini
karena kepercayaan terhadap mitos yang berkembang, membuat masyarakat tidak
mau mencari tahu apa penyebab penyakit yang dideritanya. Bisul merupakan penyakit
ringan, tapi sangat mengganggu. Dalam sebuah penelitian Departemen Kesehatan
(Depkes RI) pada 2001 terungkap dari 326 responden, ternyata 26 persen pernah
bisulan. Angka tersebut dianggap cukup tinggi mengingat bisul bukan penyakit berat,
dan rata-rata bisa sembuh dengan sendirinya. Padahal, bisul jika diabaikan terkadang
bisa menyebabkan demam tinggi, radang yang parah hingga infeksi. Maka dari itu
untuk lebih jelasnya lagi, disini kita akan membahas tentang penyakit pioderma
(bisul) tersebut.
3
PIODERMA
B. Rumusan Masalah
Apakah penyakit pioderma, tanda gejala dari pioderma, dan bagaimana asuhan
keperawatan pada pasien dengan pioderma?
C. Tujuan
Tujuan dari permasalahan tersebut adalah agar kita tahu apa itu penyakit pioderma,
apa penyebab dan bagaimana tanda dan gejala yang muncul serta bagaimana cara
mencegah dan mengobatinya.
4
PIODERMA
BAB II
PEMBAHASAN
2. EPIDEMIOLOGI
Pioderma merupakan penyakit yang sering dijumpai di masyarakat.
Di bagian Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia, insidennya menduduki tempat ketiga, dan berhubungan erat dengan
keadaan sosial ekonomi. Furunkel lebih sering pada musim panas, karena
banyak berkeringat. Furunkel adalah peradangan pada folikel rambut dan
jaringan yang disekitarnya, yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus.
Apabila furunkelnya lebih dari satu maka disebut furunkolosis. Dari segi umur
onsetnya dapat terjadi pada anak-anak dan juga orang muda. Frekuensinya
lebih banyak pada anak laki-laki.
5
PIODERMA
3. ETIOLOGI
5. FAKTOR PREDISPOSISI
a. Faktor host :
1) Hyeginis yang jelek
2) Diabetes militus
3) Kegemukan
4) Sindrom hiper Ig E
5) Carier kronik S. aureus (hidung)
6) Gangguan kemotaktik
7) Ada penyakit yang mendasari seperti HIV
6
PIODERMA
6. KLASIFIKASI
a. Impetigo
7
PIODERMA
bagian kulit ke bagian lain. Jika terjadi pada bayi baru lahir, infeksi
dapat menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Kelainan ini
dapat disertai demam dan menimbulkan infeksi serius.
b. Folikulitis
Infeksi ini mengenai folikel rambut. Ciri-cirinya berupa bintil padat atau
bintil bernanah yang kemerahan dengan rambut di tengahnya. Biasanya
sering ditemukan pada tungkai bawah.
Erispelas adalah infeksi pada kulit yang umumnya didahului oleh luka atau
trauma, baik nyata maupun mikroskopis. Pada bayi umumnya terjadi di
pusar. Ciri-cirinya, yaitu di kulit terlihat kemerahan berbatas tegas, disertai
8
PIODERMA
7. PATOFISIOLOGI
9
PIODERMA
PATHWAY
10
PIODERMA
PIODERMA
Abses pecah
Folikulitis dan Nekrosis jaringan
perifolikulitis
Penumpukan sel
radang Gangguan citra
diri
Proses
inflamasi
Kerusakan
integritas kulit
Hipertermi
8. GAMBARAN KLINIS
nyeri. Pada keadaan yang berat dapat disertai gejala demam, malaise, dll.
Setelah 2-4 hari terjadi proses supurasi dan terbentuk abses ini dapat diketahui
dengan adanya fluktuasi. Pada bagian tengah lesi terdapat bintik kekuningan
yang merupakan jaringan nekrotik, dan disebut mata bisul (core). Bila abses
pecah inti jaringan nekrotik tersebut akan keluar. Perawatan khusus ialah pada
furunkel maligna yaitu furunkel yang timbul pada daerah segitiga yang
dibatasi oleh bibir atas dan pinggir lateral kedua mata, oleh karena dapat
meluas ke dalam intra kranial. Masalah lain yaitu bisa terjadi penyebaran
bakteri yang lebih dalam atau lebih luas sehingga bisa juga terjadi selulitis
atau bakterimia. Dan apabila higinis penderita jelek atau menderita diebetes
militus, furunkel menjadi sering kambuh. Predileksi penyakit ini biasanya
pada daerah yang berambut misalnya pada wajah, punggung, kepala, ketiak,
bokong dan ekstrimitas, dan terutama pada daerah yang banyak bergesekan.
9. KOMPLIKASI
a. Furunkel malignan : yaitu furunkel yang timbul pada daerah segitiga yang
dibatasi oleh bibir atas dan pinggir lateral kedua mata, oleh karena dapat
meluas ke dalam intra kranial melalui vena facialis dan anguular emissary
dan juga pada vena tersebut tidak mempunyai katup sehingga menyebar ke
sinus cavernosus yang nantinya bisa menjadi meningitis.
b. Selulitis bisa terjadi apabila furunkel menjadi lebih dalam dan meluas.
c. Bakterimia dan hematogen : bakteri berada di dalam darah dapat mengenai
katup jantung, sendi, spine, tulang panjang, organ viseral khususnya ginjal
d. Furunkel yang berulang, hal ini disebabkan oleh hygiene yang buruk
12
PIODERMA
a. Topikal
b. Sistemik
3) Eritromisin
Dosisnya 4x 500 mg sehari per os. Efektivitasnya kurang dibandingkan
dengan linkomisin/klindamisin dan obat golongan resisten-
penisilinase. Sering member rasa tak enak dilambung. Dosis
linkomisin untuk anak yaitu 30-5mg/kgBB/hari dibagi dalam 3-4 dosis.
14
PIODERMA
4) Sefalosporin
Pada pioderma yang berat atau yang tidak member respon dengan
obat-obatan tersebut diatas, dapat dipakai sefalosporin. Ada 4 generasi
yang berkhasiat untuk kuman positif-gram ialah generasi I, juga
generasi IV. Contohya sefadroksil dari generasi I dengan dosis untuk
orang dewasa2 x 500 m sehari atau 2 x 1000 mg sehari (per oral),
sedangkan dosis untuk anak 25-50 mg/kgBB/hari dibagi dalam 2 dosis.
13. PROGNOSIS
a. Identitas klien yang meliputi nama, alamat, umur, jenis kelamin, dann
status.
b. Riwayat kesehatan: Pada umumnya pasien mengeluh Pasien mengeluh
nyeri, badan terasa panas, gatal-gatal pada kulit, terdapat luka pada kulit.
c. Riwayat penyakit saat ini : Pada pasien dengan penyakit Addison gejala
yang sering muncul ialah pada gejala awal : mengeluh nyeri, badan terasa
panas, mual muntah, gatal-gatal pada kulit, terdapat luka pada kulit, tidak
bisa tidur/kurang tidur, malu dengan kondisi sakitnya, dan mengatakan
tidak mengetahui tentang penyakitnya.
d. Riwayat penyakit dahulu : Perlu dikaji apakah klien pernah menderita
infeksi pada kulit, dermatitis, tumor kulit.
e. Riwayat penyakit keluarga : Perlu dikaji apakah dalam keluarga ada yang
pernah mengalami penyakit yang sama / penyakit kulit yang lain.
f. Pola Nutrisi
Kebiasaan pola makan yang kurang bersih (misalnya : makanan yang
kurang higinies). Anoreksia, mual/muntah. Perubahan pada
kelembapan/turgor kulit, edema.
g. Pola eliminasi
Perubahan pola defikasi, BAB dan BAK dilakukan sendiri.
h. Pola aktivitas
Px nampak gelisah, cemas, malu dengan kondisi penyakitnya
sehinggamengakibatkan gangguan pada pola aktivitasnya, tingkat stress
tinggi.
i. Pola istirahat
Perubahan pada pola tidur dan waktu tidur pada malam hari, adanya
faktor-faktor yang mempengaruhi tidur seperti : nyeri, ansietas, dan gagal-
gatal.
2. DIAGNOSA KEPERAWATAN
a. Nyeri yang berhubungan dengan nekrosis jaringan.
b. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan penumpukan sel radang.
c. Gangguan citra tubuh berhubungan dengan ulkus.
16
PIODERMA
3. INTERVENSI KEPERAWATAN
NO NO PERENCANAAN
TUJUAN INTERVENSI RASIONAL
DX
1 1 setelah diberikan 1. Kaji skala nyeri 1. Perubahan karakter, lokasi,
askep selama ... x 24 2. Dorong ekspresi, perasaan intensitas nyeri dapt
jam nyeri terkontrol tentang nyeri mengindikasikan
17
PIODERMA
elastisitas, untuk menjaga agar kulit tetap atau lotion untuk mencegah
lembab dan fleksibel dengan agar kulit tidak menjadi
temperatur,
pengolesan cream atau lotion kasar, retak dan bersisik
hidrasi,
5. Kolaborasi dalam pemberian obat 5. Mencegah atau mengontrol
pigmentasi)
topical infeksi
- Tidak ada
luka/lesi pada kulit
- Perfusi
jaringan baik
- Mampu
melindungi kulit
dan
mempertahankan
kelembaban kulit
dan perawatan
alami
- Menunjukkan
terjadinya proses
penyembuhan
luka
3 3 setelah diberikan 1. Kaji adanya gangguan pada 1. Gangguan citra diri akan
askep selama ... x 24 citra diri pasien menyertai setiap penyakit
jam gangguan citra 2. Berikan kesempatan untuk atau keadaan yang tampak
- Mengik dan mengenali diri serta yang tidak perlu terjadi dan
mengatasi masalah memulihkan realitas situasi
uti dan turut
4. Dorong pasien untuk 4. Membantu dalam
berpartisipasi
bersosialisasi dengan orang lain meningkatkan sosialisasi
dalam tindakan
dan Bantu pasien kea rah dan penerimaan diri
perawatan
penerimaan diri
mandiri
- Melapo
rkan perasaan
dalam
pengendalian
situasi
- Mengu
atkan kembali
dukungan positif
dari diri sendiri
- mengu
tarakan perhatian
terhadap diri
sendiri yang lebih
sehat
- Tampa
k tidak begitu
memprihatinkan
kondisi
- Mengg
unakan tekhnik
menyembunyikan
19
PIODERMA
kekurangan dan
menekankan
tekhnik untuk
meningkatkan
penampilan
4 4 setelah diberikan 1. Pantau suhu pasien ( derajat 1. Suhu 38,9-41derajat C
dan pola) menunjukkan proses
askep selama ... x 24 infeksius
jam gangguan citra 2. Berikan kompres hangat
2. Kompres akan membantu
diri teratasi dengan vaskularisasi menjadi
kriteria hasil : 3. Anjurkan pasien untuk banyak lancer.
minum
- Suhu 3. Mencegah dehidrasi yang
mungkin terjadi karena
36 – 37C proses peradangan.
- Nadi
dan RR dalam
rentang normal
- Merasa
nyaman
4. EVALUASI
Diagnosa 1
Pasien tidak tampak meringis
Skala nyeri 0 ( tidak nyeri)
Pasien tampak lebih rileks
Ukuran pioderma mengecil
Diagnosa 2
Integritas kulit yang baik bisa dipertahankan (sensasi, elastisitas,
temperatur, hidrasi, pigmentasi)
Tidak ada luka/lesi pada kulit
Perfusi jaringan baik
20
PIODERMA
Diagnosa 3
Mengembangkan peningkatan kemauan untuk menerima keadaan diri
Mengikuti dan turut berpartisipasi dalam tindakan perawatan mandiri
Melaporkan perasaan dalam pengendalian situasi
Menguatkan kembali dukungan positif dari diri sendiri
mengutarakan perhatian terhadap diri sendiri yang lebih sehat
Tampak tidak begitu memprihatinkan kondisi
Menggunakan tekhnik menyembunyikan kekurangan dan menekankan
tekhnik untuk meningkatkan penampilan
Diagnosa 4
Suhu 36 – 37C
Nadi dan RR dalam rentang normal
Merasa nyaman
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pioderma adalah infeksi bakteri pada kulit primer atau sekunder. Infeksi kulit
primer berawal dari kulit yang sebelumnya tampak normal dan biasanya infeksi ini
disebabkan oleh satu macam mikroorganisme misalnya staphylococcus aureus,
sedangkan infeksi sekunder disebabkan oleh disrupsi keutuhan kulit karena cedera
atau pembedahan. ( buku Keperawatan Medikal Bedah).
Penyebab pioderma adalah infeksi bakteri pada folikel (akar) rambut di kulit, yang
disebabkan oleh bakteri misalnya staphylococcus aureus yang merupakan sel-sel
berbentuk bola atau coccus.
21
PIODERMA
Daftar Pustaka
Brunner & Suddarth. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Jakarta :
EGC
Duarsa, W., Pindha, S., Bratiartha, Adiguna, S., Wardhana, Darmada, Wiraguna,
Nusantara, A. 2007. Pedoman Diagnosis dan Terapi Penyakit Kulit
dan Kelamin Rumah Sakit Umum Pusat Denpasar, Fakultas
Kedokteran Udayana, Denpasar.
22
PIODERMA
23