0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
133 tayangan6 halaman

Analisa API RPK pada Klien Kekerasan

Dokumen tersebut merupakan laporan interaksi antara perawat dengan pasien bernama M yang mengalami risiko perilaku kekerasan. Perawat melakukan pendekatan dengan cara bersikap terapeutik dan mendengarkan keluhan pasien. Perawat menjelaskan tujuan interaksi untuk membantu pasien mengontrol emosi dengan latihan pernafasan dalam. Pasien setuju untuk mencoba teknik tersebut selama 10 menit.

Diunggah oleh

Yoga Alis
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
133 tayangan6 halaman

Analisa API RPK pada Klien Kekerasan

Dokumen tersebut merupakan laporan interaksi antara perawat dengan pasien bernama M yang mengalami risiko perilaku kekerasan. Perawat melakukan pendekatan dengan cara bersikap terapeutik dan mendengarkan keluhan pasien. Perawat menjelaskan tujuan interaksi untuk membantu pasien mengontrol emosi dengan latihan pernafasan dalam. Pasien setuju untuk mencoba teknik tersebut selama 10 menit.

Diunggah oleh

Yoga Alis
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ANALISA PROSES INTERAKSI (API)

PADA Sdr. M DENGAN RPK (RESIKO PERILAKU KEKERASAN)


DI WISMA SADEWA RSJ PROF. DR. SOEROJO MAGELANG

Di Susun Guna Memenuhi Tugas Program Profesi Ners


Stase Keperawatan Jiwa

Di Susun Oleh :
Ahmad Alvian
72020040007

Di Susun Oleh :

Nama : Ahmad Alvian


NIM : 72020040007

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS


FAKULTAS ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH KUDUS
Nama klien : Sdr. M
Umur : 23 tahun
Pertemuan ke :1
Lingkungan : Tenang dan nyaman
Tujuan interaksi : membant klien mengidentifikasi perilaku kekerasan dan mengontrol perilaku kekerasan
dengan cara fisik (relaksasi nafas dalam).
Status interaksi : Timbal balik
Deskripsi klien : Pengkajian dari UPI didapatkan pasien marah-marah, merusak tembok dan meja saat di
rumah

Oleh:
Nama mahasiswa : Ahmad Alvian
Tanggal : 10 Februari 2021
Jam : 09.30
Ruang : Wisma Sadewa

Komunikasi verbal Komunikasi Non Analisa berpusat Analisa berpusat Rasional


verbal pada perawat pada klien
P: Assalamualaikum P: Tersenyum duduk Penuh percaya diri Salam dan
mas, perkenalkan saya menghadap klien. dan senang bertemu perkenalan
perawat ahmad alvian. (sikap terapeutik). dengan klien. merupakan langkah
Bisa dipanggil alvian. awal untuk membina
Ini dengan mas siapa hubungan saling
ya? percaya
K: Ekspresi datar, Klien bersikap
K: Waalaikumussalam wajah tegang. terbuka kepada
mba. Saya mas m. perawat.
P: Mempertahankan Menanyakan
P: Bagaimana perasaan sikap terapeutik perasaan merupakan
mas hari ini? suatu bentuk
K: Ekspresi wajah Klien mulai terbuka kepedulian
K: Saya merasa tegang menceritakan
jengkel karena tidak masalanya
dibelikan mobil mas.
P: Mempertahankan Menunjukkan sikap Sikap caring dapat
P: Oh iya , apa yang sikap terapeutik peduli kepada klien memberikan
membuat mas bisa kenyamanan pada
dibawa ke RSJ ini? klien.
K: Ekspresi wajah Klien terbuka Alasan masuk
K: Saya juga tidak tegang saat kepada perawat merupakan kunci
tahu mas. Dirumah mencritakan tentang masalahnya utama menentukan
saya mengalami masalahnya. masalah
pertengkaran dengan keperawatan
bapak saya karena
tidak dibelikan mobil .

P: O iya mas, lantas


apa yang mas lakukan P: Mempertahankan Menunjukkan sikap Respon saat marah
saat mengalami sikap terapeutik peduli kepada klien dapat memperkuat
pertengkaran tersebut? data dalam
penentuan masalah
K: Saya merusak meja keperawatan
dan tembok mas K: Ekspresi wajah Klien terbuka
tegang saat kepada perawat
P: Apakah dengan mencritakan tentang masalahnya
respon seperti itu rasa masalahnya.
marah mas dapat P: Mempertahankan Menunjukkan sikap Pertanyaan ini
berkurang? sikap terapeutik peduli kepada klien merupakan awal dan
menggali
K: Tidak mas, emosi penyelesaian
saya semakin masalah pasien
memuncak. K: Tatapan mata Klien mulai nyaman
tajam menceritakan
P: Baik mas, kehadiran masalahnya
saya disini akan
membantu P: Mempertahankan Menunjukkan sikap Menjelaskan tujuan
menyelesaikan sikap terapeutik peduli kepada klien dilakukannya
masalah yang mas interaksi
alami,

K: Iya mas.

P: mas tadikan K: Menunjukkan Klien senang dengan


bercerita bahwa jika ketersediaaan. ungkapan perawat
marah tidak tau cara P: Mempertahankan Menunjukkan sikap melakukan validasi
menurunkan tingkat sikap terapeutik peduli kepada klien masalah beserta
emosi, maka dan ingin membantu kontrak interaksi
pertemuan kita kali ini menyelesaikan
saya akan mengajarkan masala yang
cara mengontrol mara dialaminya.
dengan nafas dalam.
Apakah mas bersedia?

K: Iya mas saya


bersedia. K: Menunjukkan Klien merasa dirinya Ketersediaan klien
ketersediaan diperhatikan oleh merupakan kunci
P: Baik mas. Kita akan perawat dari pengajaran SP,
berbincang disini saja P: Mempertahankan Memberikan kontrak waktu,
nggih mas. mas mau sikap terapeutik penawaran kepada tempat, dan topic
berapa lama? 10 menit klien adar klien pembicaraan sangat
atau 15 menit? merasa nyaman saat penting untuk
berinteraksi memberi kepastian
K: Saya mau 10 menit pada klien
saja mas. K: Mengemukakan Klien merasa dirinya
pilihan dengan nada diperhatikan oleh
P: Nggih mas. Kita suara rendah. perawat
akan berbincang P: Mempertaankan Menyebutkan Agar klien tau
tentang cara sikap terapeutik kembali kontrak bahwa ia sudah
mengontrol marah yang telah dibuat menyetujui kontrak
dengan nafas dalam dengan perawat
nggih mas. Tempatnya
disini, untuk waktunya
10 menit.
Klien merasa dirinya
K: Iya mas. K: Menunjukkan diperhatikan oleh
ketersediaan perawat
P: Sebelumnya apakah P: Mempertahankan Memberikan Diharapkan selama
mas ingin ke toilet atau sikap terapeutik penawaran sebelum interaksi tidak ada
minum terlebih daulu interaksi insiden tiba-tiba
sebelum kita mulai meninggalkan
berbincang lagi? pembicaraan yang
ingin ketoilet/minum
K: Tidak mas K: Menunjukkan Klien merasa dirinya
ketersediaan diperhatikan oleh
P: mas, Cara P: Mempertahankan Menjelaskan perawat Agar klien dapat
mengontrol mara yang sikap terapeutik dan pengertian, tujuan mengetaui
pertama adalah dengan mengamati respon dan cara latihan pengertian, tjuan dan
latihan nafas dalam. pasien nafas dalam cara latihan nafas
Latian ini merupakan dalam
latihan paling dasar
untuk mengontrol
marah mas. Tujuannya
adalah untuk
menurunkan tingkat
emosi dengan cara
merilekskan otot-otot
tubuh. Latihan nafas
dalam ini dilakukan
dengan cara menarik
nafas melalui hidung
ditahan selama 3
hitngan dan
dihembuskan perlahan
melalui mulut.
Sebelum saya
mempraktikkan cara
latihan nafas dalam,
ada yang ingin mas
tanyakan?

K: Tidak mas. K: klien tampak Klien merasa dirinya


memperhatikan diperhatikan oleh
perawat perawat
P: Baik mas, jadi P: Mempraktikkan Mendemonstrasikan Diarapkan klien
caranya adalah kita cara melakukan secara langsung di akan memahami cara
tarik nafas lewat latihan nafas dalam depan klien yang diajarkan
hidung, tahan 3 dan mengamati perawat
hitungan dan respon klien.
hembuskan lewat
mulut. Cara ini dapat
dilakukan 3 kali/
sampai marah dan
emosi mas reda.
K: Memperatikan Keingintahuan klien
K: Iya mas. perawat cukup tinggi
P: Mempertahankan Memberi Agar klien dapat
P: Bagaimana mas? sikap terapeutik dan kesempatan kepada mencoba melakukan
Mas sudah paham? mengamati respon klien untk mencoba teknik latihan nafas
Coba sekarang mas pasien teknik yang tela dalam
ulangi apa yang telah diajarkan
saya peragakan tadi.
K: Mempraktikkan Klien bersedia
K: Baik mas. Saya sesuai yang diajarkan mempraktikkan
coba ya. perawat didepan perawat

P: Menunjukkan Reinforcement Agar klien merasa


P: Wah bagus sekali ekspresi senang dan positif perlu dirinya dihargai oleh
mas . Panjenengan mengacungkan kedua diberikan kepada perawat
sudah bisa ibu jari kliien
mempraktikkan
dengan benar cara
latihan nafas dalam
K: Ekspresi klien Klien kooperatif
K: Alhamdulillah. senang
Terimakasih mas.
P: Mempertahankan Melakukan evaluasi Agar mengetahui
P: Oke mas, sikap terapeutik perasaan perbedaan respon
bagaimana perasaan pasien sesuda
mas setelah berbincang interaksi
dengan saya dan
latihan nafas dalam?
K: Ekspresi klien Respon pasien Respon positif
K: Alhamdulillah saya senang positif terhadap mempengaruhi
senang dan merasa interaksi keberhasillan
lebih rileks interaksi
P: Mempertahankan Melakukan evaluasi Agar mengetaui
P: Alhamdulillah ya sikap terapeutik subjektif pada klien apaka kien masih
mas. mas masih ingat mengingat hal yang
kita tadi berbincang tadi dijelaskan
tentang apa?
K: Ekspresi klien Klien mengingat
K: Masih mas. senang dengan baik
Tentang latihan nafas
dalam.
P: Mempertahankan Melakukan evaluasi untuk mengetahui
P: Bagus mas masih sikap terapeutik dan objektif pada klien apakah klien masih
ingat ya. Sekarang mengamati respon disertai dapat
coba praktikkan pasien reinforcement positif mempraktikkan hal
kembali cara latihan yang baru saja
nafas dalam. diajarkan dan
K: Ekspresi klien Klien dapat mengargai atas
K: Iya mas. Saya rileks dan tampak mempraktikkan pencapaian klien
praktikkan lagi mempraktikkan ulang dengan benar
P: Menunjukkan Reinforcement Agar klien merasa
P: Wa bagus mas, mas ekspresi senang dan positif perlu dirinya dihargai oleh
dapat mempraktikkan mengacungkan kedua diberikan pada klien perawat
dengan benar. ibu jari.
K: Ekspresi klien
K: Terimakasih mas. senang
P: Menunjukkan Menyampaikan RTL Agar klien dapat
P: mas, jika mas ekspresi peduli (Rencana tindal menerapkan teknik
merasa jengkel dan kepada klien. lanjut) nafas dalan saat
ingin marah. mas bisa ingin mara
melakukan teknik
latihan nafas dalam ya
mas. mas harus dapat
mengontrol emosi mas.
K: Ekspresi
K: Iya mas. Siap. menunjukkan
ketersediaan

P: Mempertahankan Membuat kontrak Agar klien


P: Baik mas, sikap terapeutik tanpa topik, wakt, dan mendapatkan
pertemuan kita kali ini ada paksaan terhadap tempat untuk kejelasan atas
sudah selesai, kapan klien interaksi kegiatan/interaksi
kiranya kita dapat selanjutnya. selanjutnya
berbincang kembali
untuk membicarakan
cara mengontrol marah
dengan memukul
bantal?
K: Mengungkapkan Kontrak waktu
K: Besok pagi ya mas. ketersediaan disepakati
Sekitar jam setengah
10.
P: Mempertahankan Kontrak tempat
P: Baik mas. mas sikap terapeutik disepakati
maunya kita
berbincang dimana?
K: Mengungkapkan
K: Disini saja mas. ketersediaan
P: Mempertahankan Kontrak topik
P: Iya mas, kita kaan sikap terapeutik disepakati
bertemu besuk sekitar
jam setengah 10 disini
ya mas dengan topic
cara mengontrol marah
dengan mberapkan 5
benar prinsip
pemberian obat. K: Mengungkapkan
ketersediaan
K: Siap mas. P: Mempertahankan Berterimakasih Agar klien merasa
sikap terapeutik kepada klien dirinya dihargai oleh
P: mas, terimakasih perawat
atas waktnya hari ini
sudah mau berbincang
dengan saya. K: Ekspresi wajah Pasien kooperatif
senang
K: Iya mas, sama”. P: Mempertahankan Mengucapkan salam Salam penutup
sikap terapeutik penutup mengakhiri proses
P: Iya mas saya interaksi
kembali keruangan
perawat ya mas. Mas
silahkan menjalankan
aktivitasnya dan jika
mengantuk beristirahat
mas. P: Ekspresi klien Pasien kooperatif
Wassalamualaikum rileks

K: Iya mas
Waalaikumussalam.

Anda mungkin juga menyukai