1 AUDIO ART
2 Pengertian Seni Musik dan Unsur-Unsur Seni
Musik Secara Lengkap
Pengertian Seni Musik dan Unsur-Unsur Seni Musik Secara Lengkap – Musik pada dasarnya merupakan bunyi
yang diungkapkan melalui ritme yang teratur dan melodi yang indah. Musik tercipta dari berbagai media seperti
suara manusia dan alat musik. Musik bukan hanya sebagai media berekspresi dan hiburan semata, tetapi dapat
digunakan sebagai sarana pendidikan, sumber inspirasi, bahkan sebagai profesi. Berikut ini uraian singkat
mengenai pengertian seni musik dan unsur-unsur seni musik yang kami sajikan secara lengkap.
Pengertian Seni Musik
Seni Musik (Jamalus) adalah hasil karya seni berupa bunyi yang dituangkan dalam bentuk lagu atau komposisi
sebagai ungkapan perasaan dan pikiran penciptanya melalui unsur-unsur pokok musik yaitu melodi, irama,
harmoni, dan bentuk atau struktur lagu serta ekspresi sebagai sumber kesatuan.
Seni Musik (Sunarto) adalah penghayatan isi hati manusia yang diungkapkan dalam bentuk bunyi yang teratur
dengan ritme atau melodi serta memiliki unsur atau keselarasan yang indah.
Seni Musik (Reed dan Sidnell) adalah cabang seni berbentuk suara yang di dalamnya terkandung unsur melodi,
ritme, harmoni, serta timbre.
Seni musik (David Ewen) adalah Ilmu pengetahuan seni tentang kombinasi ritmik dari nada-nada, baik vokal
maupun instrumental, yang meliputi harmoni dan melodi sebagai ekspresi dari segala sesuatu yang ingin
diungkapkan terutama aspek emosional.
Dari pengertian seni musik menurut beberapa ahli di atas dapat diambil kesimpulan Pengertian Seni
Musik adalah ungkapan perasaan seseorang yang dituangkan dalam bentuk nada dan syair yang indah.
Unsur-Unsur Seni Musik
Musik akan terdengar indah karena berbagai unsur musik yang tergabung di dalamnya. Adapun unsur-unsur
yang terdapat dalam seni musik adalah sebagai berikut.
1. Melodi
Melodi adalah rangkaian sejumlah nada atau bunyi, yang ditanggapi berdasarkan perbedaan tinggi rendah atau
naik turunnya. Melodi merupakan bentuk ungkapan penuh atau hanya penggalan ungkapan melodi.
Melodi terdiri dari durasi, pitch, dan tone. Pitch merupakan suatu hal yang mengatur serangkaian not dengan
lambang alfabet A-G. Pitch sering disebut timbre atau warna suara. Rangkaian not-not menjadi melodi dalam
serangkaian waktu tertentu yang dinamakan durasi. Not dapat dihasilkan dari berbagai alat musik dengan
warna suara yang berbeda atau disebut dengan istilah tone.
2. Ritme (Irama)
Ritme (Irama) adalah gerak yang teratur mengalir karena munculnya aksen secara tetap. Irama lebih terasa
indah karena adanya jalinan perbedaan nilai dari satuan bunyi. Ritme merupakan aliran ketukan dasar yang
teratur mengikuti variasi gerak melodi.
Dengan mendengarkan lagu secara berulang-ulang kita dapat merasakan ritme lagu tersebut. Pola irama musik
memberikan perasaan ritmis karena pada hakikatnya irama adalah penggerak perasaan yang erat hubungannya
dengan gerak fisik. Ritme akan melekat dibenak penikmat musik apabila sering dilatih.
3. Birama
Birama adalah unsur seni musik berupa ketukan/ ayunan secara berulang-ulang yang datang secara teratur
dalam waktu yang sama. Birama biasanya dituliskan dalam angka pecahan seperti 2/4, 3/4, 2/3, dan
seterusnya. Angka pembilang (di atas tanda “/” ) menunjukan jumlah ketukan, sedangkan angka penyebut (di
atas tanda “/”) menunjukan nilai nada dalam satu ketukan. Birama yang nilai penyebutnya genap
dinamakan birama bainar, sedangkan birama yang penyebutnya ganjil dinamakan birama ternair.
Terdapat 2 jenis birama utama yaitu birama perduaan dan birama pertigaan yang dapat diperinci menjadi :
Birama perduaan bersahaja : Birama 2/4 dan 2/8
Birama perduaan bertingkat : Birama 4/4, 8/4, 4/8, dan 8/8
Birama pertigaan bersahaja : Birama 3/4 dan 3/8
Birama pertigaan bertingkat : Birama 6/4, 6/8, 9/4, dan 9/8
4. Harmoni
Harmoni adalah hal yang berhubungan dengan keselarasan bunyi. Secara teknis, harmoni meliputi peranan,
susunan, dan hubungan dari sebuah paduan bunyi dengan bentuk secara keseluruhan. Harmoni
mempunyai elemen interval dan akor. Interval merupakan susunan nada-nada yang jika dibunyikan secara
serentak akan terdengar harmonis. Akor akan mengiringi melodi lagu sebagai satu kegiatan utuh dan enak
didengar.
Dengan demikian, dapat diibaratkan melodi dapat memenuhi aspek seni musik secara horizontal, sedangkan
harmoni dapat memenuhi aspek hubungan nada-nada secara vertikal. Peranan harmoni akan semakin
nyata ketika seorang penyanyi membawakan sebuah lagu dengan iringan alat musik. Harmoni memberi bobot,
nilai dan bentuk tabuhan pada jalinan melodi. Sebuah lagu akan terdengar indah apabila memiliki harmoni yang
baik.
5. Tempo
Tempo adalah hal yang berhubungan dengan cepat lambatnya gerak musik atau lagu, atau dapat dikatakan
ukuran kecepatan birama lagu. Semakin cepat permainan suatu lagu, maka semakin besar nilai tempo lagu
tersebut. Tanda tempo dibagi menjadi 4 yaitu Tempo Lambat (Largo, Adagio, Grave, Lento), Tempo Sedang
(Andante, Andantino, Moderato, Allegro Moderato), Tempo Cepat (Allegro, Allegretto, Presto, Vivace), Tempo
Perubahan (Rit, Ritard, a.t, dan Accel, serta String).
Ukuran untuk menentukan tempo adalah beat. Beat, yaitu ketukan dasar yang menunjukkan banyaknya
ketukan dalam satu menit. Misalnya, sebuah lagu memiliki beat MM70, artinya dalam satu menit terdapat 70
ketukan. MM adalah singkatan dari Metronome Malze. Metronome adalah alat pengukur tempo. Malze (1815)
diambil dari nama pencipta alat ini.
6. Dinamik
Dinamik adalah hal yang berhubungan dengan keras lembutnya lagu dan perubahannya. Tanda dinamik dibagi
menjadi 3, yaitu sebagai berikut;
a. Tanda dinamik lembut, yaitu;
Piano (p) = lembut,
Pianissimo (pp) =sangat lembut.
b. Tanda dinamik sedang, yaitu;
Mezzo Piano (mp) = agak keras,
Mezzo Forte (mf) = agak keras.
c. Tanda dinamik keras, yaitu;
Forte (f) = keras,
Fortissimo (ff) = sangat keras
Dinamik merupakan unsur yang paling kuat menunjukkan emosi atau perasaan yang terkandung dalam sebuah
karya musik jika dibandingkan dengan unsur-unsur lainnya. Dinamik dapat menunjukkan sebuah karya musik
yang memiliki emosi atau perasaan seperti sedih, riang, gembira, agresif, atau datar. Dinamik akan memainkan
perasaan pemusik maupun pendengarnya sehingga akan masuk ke dalam musik yang didengarnya.
7. Tangga Nada
Tangga Nada adalah urutan atau deret nada yang disusun secara berjenjang. Antara nada satu dengan yang lain
terdapat jarak tertentu. Ada yang berjarak 1/2, 1, 1 1/2, dan 2. Jarak ini yang menentukan kemungkinan variasi
nada dan jenis tangga nada. Misalnya, kalau kita suarakan do, re, mi, fa, sol, la, si, do, berarti kita menyuarakan
urutan nada dari nada rendah ke nada yang semakin tinggi. Urutan itu diawali dari salah satu nada dan diakhiri
oleh nada yang sama tetapi lebih tinggi 1 oktaf.
Terdapat 3 macam tangga nada, yaitu Tangga Nada Diatonis, Tangga Nada Pentatonis dan Tangga Nada
Kromatis.
8. Timbre
Timbre adalah warna bunyi atau kualitas bunyi yang membedakan kesan. Timbre sebuah alat musik dipengaruhi
oleh sumber bunyi dan cara bergetarnya. Timbre yang dihasilkan alat musik petik pasti akan berbeda dengan
timbre yang dihasilkan dari alat musik pukul, meskipun keduanya dimainkan dalam nada .
Lukisan adalah karya seni yang proses pembuatannya dilakukan dengan memulaskan
cat dengan alat kuas lukis, pisau palet atau peralatan lain, yaitu memulaskan
berbagai warna dan nuansa gradasi warna, dengan kedalaman warna tertentu juga
komposisi warna tertentu dari bahan warna pigmen warna dalam pelarut
(atau medium) dan gen pengikat (lem) untuk pengencer air, gen pegikat berupa minyak
linen untuk cat minyak dengan pengencer terpenthin, pada permukaan (penyangga)
seperti kertas, kanvas, atau dinding. Ini dilakukan oleh seorang pelukis; dengan
kedalaman warna dan cita rasa pelukis, definisi ini digunakan terutama jika ia
merupakan pencipta suatu karya lukisan.
Manusia telah melukis selama 6 kali lebih lama berbanding penggunaan tulisan.
Sebagai contoh lukisan-lukisan yang berada di gua-gua tempat tinggal
manusia prasejarah.
Kata lukisan berarti lukisan gambar seterusnya dalam artikel ini.
Lebih khusus lagi, artikel ini tentang lukisan pada permukaan untuk alasan seni.
Sejarah
Lukisan-lukisan tertua berada di Chauvet Grotte di Perancis, diklaim oleh beberapa
sejarawan dari sekitar 32.000 tahun yang lalu. Lukisan itu diukir dan dicat menggunakan
oker merah dan pigmen hitam dan menampakan kuda, badak, singa, kerbau,
raksasa, desain abstrak dan sejenis sosok manusia mungkin parsial. Namun bukti paling
awal penciptaan lukisan telah ditemukan di dua tempat penampungan batu di Arnhem Land,
di Australia utara. Pada lapisan terendah material pada situs ini tidak digunakan potongan
oker diperkirakan 60.000 tahun. Para arkeolog juga menemukan sebuah fragmen dari
lukisan batu diawetkan dalam batu kapur batu-tempat penampungan di wilayah Kimberley
Utara-Australia Barat, yaitu tanggal 40 000 tahun [2]. Ada contoh lukisan gua di seluruh
dunia-di India , Perancis, Spanyol, Portugal, Cina, Australia, dll
Dalam budaya Barat lukisan minyak dan lukisan cat air memiliki tradisi kaya dan kompleks
dalam hal gaya dan subjek. Dalam tinta Timur, tinta dan warna historis didominasi pilihan
media dengan tradisi sama-sama kaya dan kompleks.
Penemuan fotografi memiliki dampak besar pada lukisan. Pada 1829, foto pertama
diproduksi. Dari pertengahan hingga akhir abad 19, proses fotografi ditingkatkan dan
setelah tampak lebih luas, lukisan kehilangan banyak tujuan historisnya untuk memberikan
catatan yang akurat dari dunia yang dapat diamati. Ada memulai serangkaian gerakan seni
ke abad ke-20 di mana pandangan Renaissance dunia itu terus terkikis, melalui
Impresionisme, Post-Impresionisme, Fauvisme, Ekspresionisme, Kubisme dan Dadaism.
Lukisan Timur dan Afrika, bagaimanapun, terus sejarah panjang stilisasi dan tidak
mengalami transformasi setara pada saat yang sama.
Seni Modern dan Kontemporer telah menjauh dari nilai bersejarah kerajinan dan
dokumentasi yang mendukung konsep; ini membuat beberapa orang mengatakan pada 1960
bahwa lukisan, sebagai bentuk seni yang serius, sudah mati. Ini juga tidak menghalangi
sebagian besar pelukis yang hidup dari terus berlatih lukisan baik secara keseluruhan atau
sebagian dari pekerjaan mereka. Vitalitas dan fleksibilitas dari lukisan pada abad 21
memungkiri pernyataan prematur dari kehancurannya. Dalam zaman yang ditandai dengan
gagasan pluralisme, tidak ada konsensus mengenai gaya perwakilan zaman. Karya-karya
penting seni terus dilakukan dalam berbagai macam gaya dan temperamen estetika, pasar
yang tersisa untuk menilai prestasi.
Di antara arah yang berkelanjutan dan arus dalam lukisan pada awal abad ke-21 adalah
lukisan monokrom, Hard-tepi lukisan, abstraksi geometris, Peruntukan, Hyperrealism,
fotorealisme, Ekspresionisme, Minimalis, Lyrical Abstraction, Pop Art, Op Art, Abstrak
Ekspresionisme, Warna Lapangan lukisan, Neo-ekspresionisme, Kolase, lukisan Intermedia, lukisan
kumpulan, lukisan Komputer seni, lukisan postmodern, Neo-Dada lukisan, lukisan kanvas Berbentuk,
lukisan mural lingkungan, lukisan tokoh tradisional, lukisan Pemandangan, lukisan Potret, dan cat-on- kaca
animasi.
Kebutuhan Lukisan
Dalam perkebangannya lukisan terkategorikan ke dalam kebutuhan sebuah lukisan dibuat.
Lukisan Idealis
Lukisan masih memperhatikan kebutuhan rasa untuk berkarya, dengan menuangkan segala aspek bahan,
warna, efek-efek yang dihasilkan dari teknik tanpa dipengaruhi oleh faktor komersil.
-Lukisan Komersil
Dalam kebutuhan untuk menghias atau memberi aksen tambahan dalam estetika ruangan, lukisan sering
menjadi aksen utama dan berkelas atas nilai seninya. Meski sebenarnya sebuah karya seni yang bernilai
tidak selalu indentik dengan nilai ekonominya, tetapi umumnya yang terjadi seperti itu. Adanya kebutuhan
lukisan sebagai aksen interior lebih dari kebutuhan apresiasi sebuah karya seni membuat banyak lukisan
yang sengaja dibuat untuk kebutuhan tersebut, dengan kata lain lukisan dibuat untuk tujuan komersil
bukanlah sebuah manifestasi dari proses berkarya.
-Menggambar berbeda dengan melukis, perbedaannya dari media warna yang dipakai, kalau melukis
dengan media cair atau pasta misalnya cat lukis atau tinta dan kalau menggambar media yang dipakai
cenderung kering seperti pensil warna, pastel dan krayon.
AUDIO VISUAL ART
Pementasan teater di Gedung Kesenian Rumentang Siang Kota Bandung.
Teater (bahasa Inggris: theater atau theatre, bahasa Perancis théâtre, kata teater sendiri
berasal dari kata theatron (θέατρον) dari bahasa Yunani, yang berarti "tempat untuk menonton").
Teater adalah istilah lain dari drama, tetapi dalam pengertian yang lebih luas, teater adalah proses
pemilihan teks atau naskah, penafiran, penggarapan, penyajian atau pementasan dan proses
pemahaman atau penikmatan dari public atau audience (bisa pembaca, pendengar, penonton,
pengamat, kritikus atau peneliti). Proses penjadian drama ke teater disebut prose teater atau
disingkat berteater. Teater bisa diartikan dengan dua cara yaitu dalam arti sempit dan dalam arti
luas. Teater dalam arti luas adalah sebagai drama (kisah hidup dan kehidupan manusia yang
diceritakan di atas pentas, disaksikan orang banyak dan didasarkan pada naskah yang tertulis).
Dalam arti sempit, teater adalah segala tontonan yang dipertunjukkan di depan orang banyak
contohnya wayang orang, ketoprak, ludruk dan lain-lain.
Arti Drama
1. Drama berarti perbuatan, tindakan. Berasal dari bahasa Yunani “draomai” yang berarti
berbuat, berlaku, bertindak dan sebagainya.
2. Drama adalah hidup yang dilukiskan dengan gerak.
3. Konflik dari sifat manusia merupakan sumber pokok drama.
Dalam bahasa Belanda, drama adalah toneel, yang kemudian oleh PKG Mangkunegara VII
dibuat istilah Sandiwara.
Arti Teater
1. Secara etimologis: Teater adalah gedung pertunjukan atau auditorium.
2. Dalam arti sempit: Teater ialah segala tontonan yang dipertunjukkan di depan orang
banyak
3. Dalam arti luas: Teater adalah drama, kisah hidup dan kehidupan manusia yang
diceritakan di atas pentas dengan media yaitu percakapan, gerak dan laku didasarkan
pada naskah yang tertulis ditunjang oleh dekor, musik, nyanyian, tarian, dsb.
Unsur-Unsur Dalam Teater
Pemeran
Pemeran merupakan orang yang memerankan tokoh tertentu. Ada tiga jenis pemain, yaitu
peran utama, peran pembantu dan peran tambahan atau figuran. Dalam film atau sinetron,
pemain biasanya disebut Aktris untuk perempuan, dan Aktor untuk laki-laki.
Sutradara
Sutradara adalah seseorang yang memimpin jalanya sebuah produksi, dari pra produksi
sampai pascaproduksi. Baik dari segi kreatif maupun teknis, dengan menggunakan sistem single
kamera maupun multi kamera, di dalam ruangan atau di luar ruangan.
Properti
Properti merupakan sebuah perlengkapan yang diperlukan dalam pementasan teater.
Contohnya kursi, meja, robot, hiasan ruang, dekorasi, dan lain-lain
Penataan
Seluruh pekerja yang terkait dengan pementasan teater, antara lain:
1. Tata Rias adalah cara mendadandani pemain dalam memerankan tokoh teater agar lebih
meyakinkan atau lebih menonjolkan karakter tokoh teater tersebut.
2. Tata Busana adalah pengaturan pakaian pemain agar mendukung keadaan yang
menghendaki. Contohnya pakaian sekolah berbeda dengan pakaian harian.
3. Tata Lampu adalah pencahayaan dipanggung.
4. Tata Suara adalah pengaturan pengeras suara.
Akting Yang Baik
Akting tidak hanya berupa dialog saja, tetapi juga berupa gerak.
Dialog
Dialog yang baik ialah dialog yang:
Terdengar (volume baik)
Jelas (artikulasi baik)
Dimengerti (lafal benar)
Menghayati (sesuai dengan tuntutan/jiwa peran yang ditentukan dalam naskah)
Gerak
Gerak yang baik ialah gerak yang:
Terlihat (blocking baik)
Jelas (tidak raguragu, meyakinkan)
Dimengerti (sesuai dengan hukum gerak dalam kehidupan)
Menghayati (sesuai dengan tuntutan/jiwa peran yang ditentukan dalam naskah)
Improvisasi
Improvisasi dalam keaktoran ialah melakukan sesuatu tanpa persiapan. Biasanya terjadi secara
serta merta karena di dukung oleh kondisi dan keadaan. Improvisasi bersifat spontan dan refleks.
Biasanya di lakukan untuk mencairkan suasana, menutupi kesalahan, atau sebagai pengisi waktu
jeda. Meski secara pengertian, definisi improvisasi dalam kehidupan dan dalam kesenian hampir
sama, namun ada sedikit beda dalam hal yang di lakukan. Improvisasi membutuhkan spontanitas,
kreatifitas, daya cipta, daya khayal serta kepiawaian dalam menguasai keadaan. Tapi tidak
selamanya improvisasi berhasil menghadirkan hal-hal positif. Terkadang ada improvisasi yang
gagal, di mana bukannya memperbaiki situasi malah memperkeruh suasana. Terlalu banyak
melakukan improvisasi juga akan terkesan overactin.