0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
169 tayangan7 halaman

LOS dan BOR dalam Manajemen Keperawatan

Skenario manajemen keperawatan ini melibatkan peran sebagai kepala ruangan, ketua tim, dan anggota tim dalam melakukan pre dan post conference untuk membahas dua pasien dengan diagnosa sindrom nefrotik dan GEA. Pre conference membahas identifikasi masalah, diagnosa, dan rencana intervensi keperawatan untuk kedua pasien, sementara post conference membahas evaluasi tindakan yang telah dilakukan.

Diunggah oleh

Avendea Esa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
169 tayangan7 halaman

LOS dan BOR dalam Manajemen Keperawatan

Skenario manajemen keperawatan ini melibatkan peran sebagai kepala ruangan, ketua tim, dan anggota tim dalam melakukan pre dan post conference untuk membahas dua pasien dengan diagnosa sindrom nefrotik dan GEA. Pre conference membahas identifikasi masalah, diagnosa, dan rencana intervensi keperawatan untuk kedua pasien, sementara post conference membahas evaluasi tindakan yang telah dilakukan.

Diunggah oleh

Avendea Esa
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SKENARIO MANAJEMEN KEPERAWATAN

Pemeran :
1. Shofi Alfiyyah     (sebagai kepala ruangan)
2. Avendea Esa C     (sebagai ketua tim A)
3. Suci Nurindah S   (sebagai ketua tim B)
4. Sindi Rismawaty   (anggota tim A)
5. Amelia Rizky D (anggota tim B)

Tempat                    : Ruang Dahlia di meja masing-masing tim

A. PRE CONFERENCE
Job description:
1. Kepala ruangan:
a. Mengidentifikasi tingkat ketergantungan klien
b. Menghitung jumlah tenaga
c. Merumuskan analisis swot diruangan tempat berdinas
d. Merumuskan plan of action (poa) terhadap analisis swot
e. Merumuskan sistem penugasan yang tepat berdasarkan analisis tenaga
f. Menentukan bor dan los untuk ruang dinas
g. Menentukan fasilitas penunjang yang terdapat di ruangan
2. Ketua tim:
Menyusun rencana asuhan keperawatan klien
a. Pengkajian klien secara lengkap, head to toe, bio-psiko-sosio-spiritual
b. Menentukan diagnosa keperawatan dari masalah keperawatan yang ditemukan
c. Menentukan analisa data serta prioritas diagnosa
d. Menyusun tujuan dan kriteria hasil (smart)
e. Menyusun rencana intervensi yang terdiri dari 4 aspek observasi, edukasi, mandiri
keperawatan serta kolaborasi
f. Evaluasi asuhan keperawatan dalam bentuk soap
3. Perawat pelaksana: Amelia Ri
a. Mengidentifikasi rencana intervensi yang akan dilakukan. Intervensi dilakukan
dalam bentuk tindakan invasif (prosedur keperawatan) atau pendidikan kesehatan
b. Mengidentifikasi alat-alat yang akan digunakan
c. Melakukan tindakan keperawatan sesuai dengan rencana intervensi yang diberikan
oleh ketua tim
Naskah roleplay

KARU : Assalamualaikum [Link], selamat pagi semua, puji syukur kita panjatkan
khadirat ALLAH SWT. Sehingga pada pagi hari ini tanggal 25 februari 2020,
kita masih di beri kesempatan untuk melaksanakan tugas kita sebagai seorang
perawat, sebelumnya mari kita awali dengan ucapan basmalah..
bismillahirahmanirahim..tidak lupa kita ucapkan puji syukur atas kehadirat Allah
swt. Karena rahmat dan karunianyalah kita dapat berkumpul disini. Seperti biasa
akan dilakukan kegiatan pre conference yang rutin kita lakukan. Baiklah saya
ingin menginformasika bahwa total jumlah pasien di ruang rawat inap dahlia
berjumlah 4 pasien dengan tingkat ketergantungan pasien yaitu pasien minimal
care sehingga jumlah tenaga yang dibutuhkan adalah (jumlah jam perawatan/jam
kerja efektif pershift: 18/7= 2,5) 2 orang perawat. Analisis SWOT yang
ditemukan adalah
S: Usia perawat sangat produktif, Karu terbuka dan kooperatif terhadap
perubahan
W:Sistem pendokumentasian masih dilakukan secara manual (belum
computerized) sehingga data mudah hilang dan tercecer, kurangnya
komitmen dari semua perawat dalam pelaksanaan pre dan post conference,
pre dan post conference belum dilakukan secara optimal.
O:Adanya kesempatan untuk mendatangkan narasumber atau pakar dari luar
tentang pemberian pembaharuan ilmu.
T: Meningkatnya persaingan pelayanan kesehatan dengan RS lain mengenai
ketepatan perawatan dan adanya tuntutan yang lebih tinggi dari masyarakat
terhadappelayanan keperawatan yang professional.
Sehingga belum optimalnya pelaksanaan pre dan post conference di ruang dahlia
dan planning of action yang dilakukan adalah role play tentang pre dan post
conference dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan perawat dalam
pelaksanaan pre dan post conference. Sasarannya yaituperawat yang ada diruang
dahlia dan media yang digunakan infokus dan leaflet tentang pre dan post
conference.

Sistem pembagian tugas perawat diruangan adalah KARU 1 orang, KATIM 2


orang dan perawat pelaksana 2 orang. Untuk jadwal pembagian shift dinas
terbagi menjadi 3 shift yaitu shift pagi dari pukul 07.00 wib s/d 14.00 wib, shift
siang dari pukul14.00 wib s/d 20.00 wib, dan shift malam dari pukul 20.00 wib
s/d 07.00 wib.
Perhiitungan bor dan los selama 30 hari didapatkan jumlah hari perawatan
sebanyak 200 dan terdapat 10 tempat tidur. Jumlah pasien yang keluar sebanyak
60 orang. Sehingga dihasilkan nilai bor sebanyak 64% dan nilai los sebanyak 3
hari.
Fasilitas penunjang yang ada di ruang dahlia yaitu terdiri dari 5 kamar, 1 ruang
karu, 1 ruang perawat dan satu ruang alat. Setiap kamar memiliki kamar mandi,
2 bed, 1 ac, 1 standar infus dan 1 meja.
Selanjutnya preconference akan dipimpin oleh katim yang memandu jalannya
preconference.

KATIM A : Assalamualikum [Link], terima kasih untuk kesempatan yang diberikan kepada
saya untuk menjelaskan pasien saat ini, jumlah pasien dari saat ini adalah 2 orang
dengan diagnosa medis Sindrom Nefrotik dan GEA.

Klien pertama bernama An. A L, berusia 8 tahun, dengan diagnosa medis Sindrom
Nefrotik, dengan keluhan seluruh tubuh bengkak, wajah/kelopak mata, perut,
scrotum, dan tungkai bengkak (Pasien SN relaps sering), Bengkak makin berat
pada 1 minggu terakhir ini. Pada 2 bulan trakhir ini protein urin +2 terus. Tidak
ada demam/batuk/pilek/sesak. Keadaan umum sakit sedang, Kesadaran
Composmentis, tanda-tanda vital Tekanan Darah : 110 / 70 mmHg, Suhu : 36 ◦c,
Nadi : 89 x/ menit, Respirasi : 18 x/ menit. Hasil labolaturium Hb : 13.6 g/dl, wbc
12.1 x10/ud, Protein total 2,4 g/dl, Albumin: 1,2 g/dl, Ureum/ Creatin : 51.36/0.48
mg/dl. Hasil Radiologi USG Ginjal Buli : morfologi kedua ginjal dan Buli dalam
batas normal. Terapi obat yang sudah di berikan Prednisolon 1x24 mg dan
Furosemid 2x20 mg IV .

Diagnose Keperawatan :

1. Kelebihan volume cairan berhubungan dengan gangguan mekanisme regulasi


retensi albumin
Tujuan: Setelah di lakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam di harapkan
tidak terjadi tanda – tanda akumulasi cairan dengan
Kriteria hasil : Penurunan edema, asites, Kadar protein darah meningkat, Ttv
dalam batas normal
Intervensi :
a. Kaji masukan yang relatif terhadap keluaran secara akurat.
b. Timbang berat badan setiap hari (ataui lebih sering jika diindikasikan).
c. Kaji perubahan edema : ukur lingkar abdomen pada umbilicus serta pantau
edema sekitar mata.
d. Atur masukan cairan dengan cermat.
e. Pantau infus intra vena
f. Kolaborasi dalam pemberian obat sesuai indikasi

2. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan fisik dan edema


Tujuan : Setelah di lakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam diharapkan
aktivitas fisik kembali normal dengan
Kriteria hasil : Mampu melakukan aktivitas sehari -hari secara mandiri,
Berpartisipasi dalam aktivitas fisik tanpa disertai peningkatan tekanan darah nadi
dan RR
Intervensi :
a. Kaji kemampuan klien melakukan aktivitas
b. Tingkatkan tirah baring/duduk
c. Bantu memilih aktivitas yang sesuai dengan kemampuan fisik klien
d. Bantu untuk mendapatkan alat bantuan aktivitas seperti kursi roda

3. Manajemen kesehatan keluarga tidak efektif berhubungan dengan kompleksitas


program perawatan/pengobatan
Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam di harapkan
manajemen kesehatan keluarga meningkat dengan
Kriteria hasil : Kemampuan menjelaskan masalah kesehatan yang dialami,
Aktivitas keluarga mengatasi masalah kesehatan tepat, Partisipasi dalam program
kesehatan komunitas
Intervensi :
a. Identifikasi respon emosional terhadap kondisi saat ini
b. Identifikasi pemahaman tentang keputusan perawatan setelah pulang
c. Diskusikan rencana medis dan perawatan
d. Fasilitasi memperoleh pengetahuan, keterampilan dan peralatan yang
diperlukan untuk mempertahankan keputusan perawatan pasien
Klien kedua An. D usia 5tahun degan diagnose GEA, dengan keluhan, sekitar
muka kebiruan, mata melotot dan tangan kaku, muntah 3x, dan diare 6 kali .
Keadaan umum sedang, kesadaran composmentis, tanda-tanda vital suhu 39,3 oc,
nadai 120x/menit, respirasi 24x/menit, hasil laboraturium leukosit 17,103/ul,
trombosit 194,10/ul, netrofil batang 2,0%, segmen 75%, natrium 130 meq/L,
klorida 115 meq/L, HB 13,2 g/dl, HT 36%. Terapi obat yang diberikan zinc 20mg,
lactodia 1 sach, terapi infus KN3A 1000 ml/jam, paracetamol 25m (drip),
metronidazole 150mg (iv).

Diagnose Keperawatan :

1. Hipertermi berhubungan dengan proses penyakit


2. Hipovolemia berhubungan dengan ketidakmampuan mencerna makanan
3. Ansietas berhubungan dengan krisis situsional

PP tim A : Baik terima kasih Ners avend, intervensi keperawatan yang akan saya berikan
pada diagnosa pertama yaitu injeksi obat, lalu intervensi pada diagnose kedua
yaitu mobilisasi dengan merubah posisi klien, selanjutnya pada diagnose ketiga
saya akan memberikan intervensi edukasi kepada keluarga klien.

B. POST KONFERENS

KARU : Assalamualaikum [Link], selamat siang semua, puji syukur kita panjatkan
khadirat ALLAH SWT karena pada siang hari ini kita diberikan kesempatan
untuk melakukan post conference dari proses keperawatan yang telah kita
lakukan pada hari ini. Untuk memulai kegiatan post conference pada hari ini
marilah kita membuka dengan membaca basmalah. Baiklah saya persilahkan
kepada Katim A untuk memandu jalannya post conference dan setelah itu
dilanjutkan dengan Katim B.

KATIM A : terimakasih kepada ibu Ns. Shofi selaku Karu, baik selanjutnya untuk tim A
implementasi yg sudah di lakukan oleh perawat Sindi akan di jelaskan langsung
oleh perawat Sindy, saya persilahkan untuk perawat Sindy..
PP tim A : Baik, terima kasih

Implementasi keperawatan yang di berikan tanggal 25 februari 2021 jam 08.00


melakukan vital sign pada An. A L dengan hasil tanda-tanda vital Tekanan
Darah : 100 / 70 mmHg, Suhu : 36,3◦c, Nadi : 85 x/ menit, Respirasi : 19 x/
menit, lalu pada jam 09.40 implementasi yang saya berikan yaitu injeksi obat
furosemide 2x20mg dengan injeksi iv, menggunakan alat spuit 10cc, kemudian
pada jam 10.30 implementasi yang saya berikan mobilisasi dengan merubah
posisi semi fowler, sim kanan atau kiri dengan alat bantal tambahan atau guling,
selanjutnya pada jam 12.10 saya memberikan edukasi pada keluarga klien untuk
tidak terlalu banyak memberikan minum pada klien untuk kelebihan cairannya,
setelah itu pada jam 13.20 saya cek vital sign di dapatkan hasil TD : 110/80
mmHg, Suhu : 36,5oC, nadi : 87x/menit, respirasi : 19x/menit .

Selanjutnya saya kembalikan ke KATIM

KATIM A : Terimakasih Perawat Sindy disini saya akan menyimpulkan SOAP dari
Implementasi yg di lakukan Perawat sindi yaitu

Diagnose Keperawatan :

1. Kelebihan Volume cairan berhubungan dengan gangguan mekanisme regulasi


retensi albumin
Setelah dilakukan tindakan implementasi pemberian injeksi furosemide
S : Orang tua klien mengatakan anaknya masih bengkak
O: - Klien masih terlihat bengkak di area sekitar kelopak mata
- Klien diberikan injeksi Furosemide 2x20mg iv
- Klien terpasang infus
A : Masalah pada klien belum teratasi
P : Intervensi dilanjutkan
1) Kaji perubahan edema
2) Atur masukan cairan dengan cermat
3) Kolaborasi dalam pemberian obat sesuai indikasi
2. Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelemahan fisik dan edema
Setelah dilakukan tindakan pemberian posisi
S : Orang tua klien mengatakan klien dibantu dalam melakukan aktivitas
O : - Kaki klien terlihat bengkak
- Klien diberikan posisi dengan menggunakan bantal oleh Ns. Sindy
- Klien dibantu dalam melakukan aktivitas
A : Masalah belum teratasi
P : Intervensi dilanjutkan
1) Tingkatkan tirah baring / duduk
2) Bantu memilih aktivitas yang sesuai dengan klien

3. Manajemen kesehatan keluarga tidak efektif berhubungan dengan kompleksitas


program perawatan/pengobatan
Setelah dilakukan tindakan pemberian edukasi mengenai sn relaps yang terjadi
pada An. A L
S : Orang tua klien mengerti edukasi yg diberikan oleh Ns. Sindy
O : - Orang tua klien paham kenapa anaknya sering keluar masuk RS
- Orang tua klien mengatakan mengerti tentang edukasi yg diberikan
- Ns. Sindy memberikan edukasi tentang mempertahankan masukan cairan
A : Masalah Teratasi
P : Intervensi dihentikan dengan catatan
1) Sebelum klien pulang dari RS orang tua klien di ingat kan kembali
tentang pembatasan masukan cairan kepada klien ketika di rumah

Anda mungkin juga menyukai