BAB V
PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Uji Kualitas Instrumen dan Data
Penelitian yang dilakaukan pada variabel ini menggunakan data
primer dengan menggunakan instrument salah satunya kuesioner, untuk itu
harus dilakukan uji kualitas data. Uji kualiditas data melewati beberapa tahap
yakni dengan uji validitas dan uji reliabilitas. Uji instrument yang dilakukan
pada 100 responden dengan menggunakan SPSS versi 22. Hal itu untuk
membuktikan apakah instrumen kuesioner yang digunakan valid dan reliabel
atau tidak. Suatu kuisioner dikatakan valid apabila pertanyaan maupun
pernyataan pada kuesioner mampu menggungkapkan sesuatu yang akan
diukur oleh kuisioner tersebut.
1. Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya
suatu kuisioner. Suatu kuisioner dikatakan valid jika pertanyaan pada
kuisioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh
kuisioner tersebut.
Metode pengambilan sampel ditentukan dengan menggunakan
rumus (Rao Purba dalam Widiyanto, 2008).
𝑧2
n=
4 (𝑀𝑜𝑒)2
54
55
Moe = Margin of Error Max, yaitu tingkat kesalahan maksimal
pengambilan sampel yang masih dapat ditoleransi atau yang diinginkan.
Dengan menggunakan margin of error max sebesar 10%, maka
jumlah sample minimal yang dapat diambil sebesar :
1, 962
n=
4 (0, 10)2
= 96,04 atau 96 dan dibulatkan menjadi 100
Berdasarkan hasil perhitungan, maka jumlah sampel yang akan
digunakan sebanyak 96,04 responden dan dibulatkan menjadi 100
responden. Karena dasar itulah peneliti menentukan jumlah sampel dalam
penelitian ini sebanyak 100 responden.
Pengukuran validitas dalam penelitian ini dilakukan dengan
menggunakan coefficient corelationpearson yaitu dengan menghitung
korelasi antara skor masing-masing butir pertanyaan dengan total skor
(Imam Ghozali, 2005). Uji validitas dapat dilakukan dengan
membandingkan nilai r hitung (Correlated Item Total Correlation) dengan
r tabel untuk degree of freedom (df) = n – k, dalam hal ini n adalah jumlah
sampel k adalah jumlah variabel independen.
Hasil 𝑟ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > r tabel (0,198) = valid
Hasil 𝑟ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 < r tabel (0,198) = tidak valid
56
Hasil validitas dapat dilihat pada output Alpha Cronbach pada
kolom Corrected Item – Total Correlation. Bandingkan nilai Correlated
Item – Total Correlation dengan hasil perhitungan r tabel. Jika r hitung > r
tabel dan nilai positif, maka butir pernyataan atau indikator tersebut
dinyatakan valid (Imam Ghozali, 2005).
Berdasarkan hasil uji dari data peneliti dengan menggunakan SPSS
versi 22 diperoleh hasil uji validitas terhadap masing-masing pernyataan
yang digunakan untuk mengukur varibel minat beli, kualitas produk, harga
dan pelayanan.
a. Variabel Minat Beli
Tabel 5.1
Hasil Uji Validitas
Item r person
r tabel Signifikan Keterangan
pernyataan correlatin
Q1 0.738** 0.198 0.000 Valid
Q2 0.705** 0.198 0.000 Valid
Q3 0. 798** 0.198 0.000 Valid
Q4 0. 772** 0.198 0.000 Valid
Q5 0. 724** 0.198 0.000 Valid
Sumber: Data Primer, diolah dengan SPSS 22 (2016)
Hasil regresi uji validitas pada variabel minat beli menunjukan
bahwa 𝑟ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > r tabel (0.198), dan nilai signifikansi hasil uji validitas pada
tabel 5.1 lebih kecil dari 0.05. Dengan demikian dapat dinyatakan masing-
masing pernyataan untuk variabel minat beli (Y) valid dan dapat digunakan
pada uji instrument selanjutnya.
57
b. Variabel Kualitas Produk
Tabel 5.2
Hasil Uji Validitas
Item
r person correlatin r tabel Signifikan Keterangan
pernyataan
Q1 0. 730** 0.198 0.000 Valid
Q2 0. 706** 0.198 0.000 Valid
Q3 0. 695** 0.198 0.000 Valid
Q4 0. 703** 0.198 0.000 Valid
Q5 0. 569** 0.198 0.000 Valid
Sumber: Data Primer, diolah dengan SPSS 22 (2016)
Hasil regresi uji validitas pada variabel minat beli menunjukan bahwa
𝑟ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > r tabel (0.198), dan nilai signifikansi hasil uji validitas pada tabel 5.2
lebih kecil dari 0.05. Dengan demikian dapat dinyatakan masing-masing
pernyataan untuk variabel kualitas produk (X1) valid dan dapat digunakan
pada uji instrument selanjutnya.
c. Variabel Harga
Tabel 5.3
Hasil UjiValiditas
Item r person
r tabel Signifikan Keterangan
pernyataan correlatin
Q1 0.782** 0.198 0.000 Valid
Q2 0.795** 0.198 0.000 Valid
Q3 0. 702** 0.198 0.000 Valid
Q4 0. 704** 0.198 0.000 Valid
Q5 0. 670** 0.198 0.000 Valid
Sumber: Data Primer, diolah dengan SPSS 22 (2016)
Hasil regresi uji validitas pada variabel minat beli menunjukan bahwa
𝑟ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > r tabel (0.198), dan nilai signifikansi hasil uji validitas pada tabel 5.3
lebih kecil dari 0.05. Dengan demikian dapat dinyatakan masing-masing
pernyataan untuk variabel harga (X2) valid dan dapat digunakan pada uji
instrument selanjutnya.
58
d. Variabel Pelayanan
Tabel 5.4
Hasil Uji Validitas
r person
Item pernyataan r tabel Signifikan Keterangan
correlatin
Q1 0.751** 0.198 0.000 Valid
Q2 0.721** 0.198 0.000 Valid
Q3 0.652** 0.198 0.000 Valid
Q4 0.619** 0.198 0.000 Valid
Q5 0.588** 0.198 0.000 Valid
Sumber: Data Primer, diolah dengan SPSS 22 (2016)
Hasil regresi uji validitas pada variabel minat beli menunjukan bahwa
𝑟ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > r tabel (0.198), dan nilai signifikansi hasil uji validitas pada tabel 5.4
lebih kecil dari 0.05. Dengan demikian dapat dinyatakan masing-masing
pernyataan untuk variabel pelayanan (X3) valid dan dapat digunakan pada uji
instrument selanjutnya.
2. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas adalah pengujian untuk mengukur suatu kuesioner
yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk. Suatu kuesioner
dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan
adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Pengukuran reliabilitas
dalam penelitian ini dilakukan dengan cara one shot (pengukuran sekali
saja). Disini pengukuran hanya dilakukan dengan pertanyaan lain atau
mengukur korelasi antar jawaban pertanyaan. Alat untuk mengukur
reliabilitas adalah Alpha Cronbach.
Suatu variabel dikatakan reliabel, apabila (Imam Ghozali, 2005):
59
Hasil Alpha Cronbach> 0,60 = reliabel
Hasil Alpha Cronbach < 0,60 = tidak reliable
Bila dari hasil uji instrument diperoleh nilai Cronbach Alpha > 0.60
maka instrument yang digunakan reliabel. Untuk tingkat interpretasi nilai
hasil perhitungan cronbach Alpha disajikan pada tabel 5.5 berikut ini:
Tabel 5.5
Hasil Uji Reliabilitas Instrumen
Variabel Cronbach Alpha keterangan
Minat Beli 0.802 Reliabel
Kualitas Produk 0.700 Reliabel
Harga 0.780 Reliabel
Pelayanan 0.687 Reliabel
Sumber: Data Primer, diolah dengan SPSS 22 (2016)
Dari hasil pengujian uji reliabilitas ke tiga variabel pada tabel 5.5
diperoleh hasil perhitungan koefisien Cronbach Alpha > 0.60. Dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa semua pernyataan baik varibel
dependen adalah reliabel.
B. Hasil Penelitian (Uji Hipotesis)
a. Uji Asumsi Klasik
Sebelum melakukan uji hipotesis dengan memakai uji t, uji F, dan R2
perlu dilakukan terlebih dahulu uji asumsi klasik yang terdiri dari uji data
heteroskedastisitas, uji normalitas, dan uji multikoliniearitas. Uji asumsi
klasik dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya penyimpangan terhadap
60
asumsi klasik. Uji ini merupakan persyaratan yang harus dipenuhi pada
anlisis regresi linear berganda yang berbasis ordinary least square (OLS).
a. Uji Heteroskedastisitas
Heteroskedastisitas adalah varian residual dalam model regresi tidak
[Link] untuk mendeteksi adanya gejala heteroskedastisitas
dilakukan dengan uji [Link] Gletser dilakukan dengan meregresikan
absolut residual dengan variabel [Link] regresi yang baik
adalah yang memenuhi syarat homoskedastisitas atau tidak terjadi
heteroskedastisitas (Imam Ghozali, 2011:139). Model dinyatakan tidak
terjadi heteroskedastisitas jika probabilitas lebih besar dari taraf
signifikansi 5%. Hasil uji heteroskedastisitas dapat dilihat pada Tabel 5.6
berikut ini:
Tabel 5.6
Hasil Uji Heteroskedastisistas
Variabel Sig. Keterangan
Kualitas Produk 0.458 Non heteroskedastisitas
Harga 0.347 Non heteroskedastisitas
Pelayanan 0.316 Non heteroskedastisitas
Sumber: Data Primer diolah dengan SPSS 22 (2016)
Dari hasil uji heteroskedastisitas yang menggunakan statistik uji
glejser diperoleh nilai signifikan untuk semua variabel independen
terhadap dependen lebih besar dari taraf kesalahan 5% (0,05) sehingga
disimpulkan variabel penelitian bebas dari heteroskedastisitas.
61
b. Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk menguji apakah data pada
masingmasing variabel penelitian berdistribusi normal atau [Link]
normalitas dilakukan untuk memenuhi persyaratan statistik parametris
yang menghendaki data yang diambil dari populasi yang berdistribusi
normal (Sugyiono, 2007: 171).Selain itu uji normalitas dilakukan untuk
menghindari bias dalam perhitungannya. Uji asumsi normalitas dilakukan
dengan mengunakan uji Kolmogorov Smirnov.
Kriteria penerimaan normalitas adalah jika nilai signifikansi hasil
perhitungan lebih besar dari α = 0.05 maka distribusinya dinyatakan
normal,sebaliknya jika lebih kecil dari α = 0.05 maka distribusi dinyatakan
tidak normal (Imam Ghozali, 2011:163).Hasil penghitungan untuk semua
variabel disajikan dalam Tabel 5.7 berikut ini:
Tabel 5.7
Hasil Uji Normalitas
Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk
Statistic Df Sig. Statistic Df Sig.
Unstandardized .063 100 .200*
.983 100 .214
Residual
Sumber: Data Primer diolah dengan SPSS 22 (2016)
Hasil uji normalitas menggunakan Kolmogorov-Smirnov Test
dikatakan normal apabila hasil uji sig > 0.05, dari hasil tabel tersebut nilai
signifikan sebesar 0.200 artinya lebih besar dari 0.05. Dapat dinyatakan
hasil tabel 5.7 residual berdistribusi normal.
62
c. Uji Multikoliniearitas
Uji multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah model
regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas
(independen).Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi
diantara variabel independen (Ghozali,2011:105).Nilai yang umum dipakai
untuk menunjukkan adanya multikolonieritas adalah nilai tolerance tidak
kurang dari 0.10 yang berarti tidak ada korelasi antar variabel independen
yang nilainya lebih besar dari 95% atau sama dengan nilai VIF lebih kecil
dari10. Hasil uji multikolonieritas dapat dilihat pada Tabel 5.8 berikut ini:
Tabel 5.8
Uji Mulitikolinearitas
Variabel Independen Tolerance VIF Keterangan
Kualitas Produsi 0.473 2.115 Non multikoleniaritas
Harga 0.525 1.904 Non multikoleniaritas
Pelayanan 0.477 2.098 Non multikoleniaritas
Sumber: Data Primer diolah dengan SPSS 22 (2016)
Dari hasil uji intrumen pada tabel 5.8 dapat dilihat bahwa setiap
variabel independen yang memiliki nilai VIF dibawah 10. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa tidak ada multikolinearitas.
B. Uji Rerresi Berganda
Dalam pembahasan uji hipotesis dimaksudkan untuk mengetahui
pengaruh antara variabel independen (X) yaitu kualitas produk, harga dan
63
pelayanan terhadap variabel dependen (Y) minat beli. Baik secara
individual (uji T) maupun bersama-sama (uji F).
a. Uji T (Uji Parsial)
Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan kriteria:
1) Jika nilai probabilitas βi > 0.05 artinya tidak signifikan.
2) Jika nilai probabilitas βi < 0.05 artinya signifikan.
Atau bisa dilihat
1) Jika t hitung > t tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima
2) Jika t hitung < t tabel maka Ho diterima dan Ha ditolak
Dari hasil uji regresi linier berganda dengan menggunakan SPSS
diperoleh hasil sebagai berikut:
Tabel 5.9
Hasil Uji T
Modelm Model B Thitung Sig. Keterangan
Kualitas Produk (X1) 0.444 4.136 0.000 Positif dan signifikan
Harga (X2) 0.188 2.165 0.033 Positif dan signifikan
Pelayanan (X3) 0.288 2.841 0.005 Positif dan signifikan
Sumber: Data Primer diolah dengan SPSS 22 (2016)
Berdasarkan tabel 5.9 dapat dilihat bahwa:
1) Pengujian hipotesis: Kualitas Produk (X1) berpengaruh terhadap
minat beli konsumen.
64
Variabel kualitas produk (X1) berpengaruh secara positif dan
signifikan terhadap minat belikonsumen, hal ini terlihat dari nilai
signifikan 0,000 lebih kecil dari 0.05 dengan nilai thitung (4.136) dan
koefisien regresi bernilai positif sebesar 0.444. Maka hipotesis yang
menyatakan bahwa “Kualitas Produk berpengaruh positif terhadap
minat beli”.
2) Pengujian hipotesis: Harga (X2) berpengaruh terhadap minat beli
konsumen.
Variabel harga (X2) berpengaruh secara positif dan signifikan
terhadap minat belikonsumen, hal ini terlihat dari nilai signifikan
0.033 lebih kecil dari 0.05 dengan nilai thitung (2.165) dan koefisien
regresi bernilai positif sebesar 0.188. Maka hipotesis yang
menyatakan bahwa “Harga berpengaruh positif terhadap minat beli”.
3) Pengujian hipotesis: Pelayanan (X3)berpengaruh terhadap minat beli
konsumen.
Variabel pelayanan berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap
minat beli konsumen, hal ini terlihat dari nilai signifikan 0.005 lebih
kecil dari 0.05 dengan nilai thitung (2.888) dan koefisien regresi
bernilai positif sebesar 0.295. Maka hipotesis yang menyatakan bahwa
“pelayanan berpengaruh positif terhadap minat beli”.
b. Uji F (Uji Serempak)
Uji F dilakukan untuk menguji apakah variabel kualitas produk, harga
dan pelayanan secara sama-sama atau simultan mempunyai pengaruh
65
yang signifikan terhadap minat [Link] Uji-F dapat dilihat pada
Tabel 5.10 berikut ini:
Tabel 5.10
Hasil Uji-F
Mean
Model Sum of Df Square F Sig.
Squares
Regression 490.180 4 122.545 33.193 0.000 b
Residual 350.730 95 3.692
Total 840.91 99
Sumber: Data Primer diolah dengan SPSS 22 (2016)
Berdasarkan tabel 5.10 hasil uji-F dapat dilihat bahwa:
Variabel kualitas produk, harga dan pelayanan memiliki nilai F
hitung sebesar 33.193 dengan nilai signifikan 0.000. Kriteria penerimaan
hipotesis yaitu Ho ditolak apabila nilai signifikansi kurang dari 5% (0.05).
Nilai signifikan pada variabel kualitas produk, harga dan pelayanan kurang
dari 0,05 maka hipotesis yang menyatakan bahwa “kualitas produk, harga
dan pelayanan secara bersama-sama (simultan) berpengaruh positif
terhadap minat beli”.
c. Uji Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien Determinasi (R2) digunakan untuk mengetahui seberapa jauh
kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai
koefisien determinasi (R2) antara nol dan [Link] yang mendekati
satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua
informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel
dependen. Hal ini berarti model yang digunakan semakin kuat untuk
menerangkan pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Hasil
uji koefisien determinasi dapat dilihat di tabel 5.11 berikut ini:
66
Tabel 5.11
Hasil Uji Koefisien Determinasi
Model R R Adjusted R Std. Error of Durbin-
Square Square the Estimate Watson
1 .763a . 582 .569 1. 91354 2. 824
Sumber: Data Primer diolah dengan SPSS 2.2 (2016)
Dari hasil uji regresi linier berganda dengan jumlah sampel 100
responden dengan nilai R2 sebesar 0.582 yang dapat diartikan bahwa
variabel kualitas produkmodal awal (X1), harga (X2) dan pelayanan
(X3) menjelaskan variasi dari variabel dependen minat beli konsumen
terhadap barang bekas di Pasar Klithikan Pakuncen, Kec. Kasihan,
Bantul, Yogyakarta (Y) sebanyak 58.2% sisanya 41.8% minat beli
konsumen terhadap barang bekas di Pasar Klithikan Pakuncen, Kec.
Kasihan, Bantul, Yogyakarta (Y) dipengaruhi varibel lain yang belum
diteliti dari penelitian ini.
C. Pembahasan (Interprestasi)
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sebarapa besar pengaruh
variabel independen antara kualitas produk, harga, pelayanan dan lokasi
terhadap minat beli konsumen terhadap barang bekas di Pasar Klithikan
Pakuncen, Kec. Kasihan, Bantul, Yogyakarta.
Dalam penelitian ini menggunakan penjelasan pengaruh dan
pembuktian teori terhadap keadaan sebenarnya pada pasar, sesuai dengan
judul peneliti yaitu “analisi minat beli konsumen terhadap barang bekas di
Pasar Klithikan Pakuncen. Berdasarkan analisis data variabel independen
(kualitas produk, harga dan pelayanan) terhadap minat beli konsumen
67
terhadap barang bekas di Pasar Klithikan Pakuncen, Kec. Kasihan, Bantul,
Yogyakarta, akan diinterpretasikan sebagai berikut:
a. Pengaruh Kualitas Produk Terhadap Minat Beli
Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa kualitas produk
berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli. Hasil regresi
menunjukkan adanya pengaruh positif kualitas produk terhadap minat
beli. Hasil uji regresi secara parsial menunjukkan hasil signifikan pada
variabel kualitas produk sebesar 4.136 dengan nilai signifikansi sebesar
0.000 lebih kecil dari toleransi kesalahan α = 0.05. Nilai koefisien regresi
sebesar 0.444, yang memiliki arah positif mengindikasikan bahwa semakin
tinggi kualitas produk maka semakin tinggi minat beli konsumen. Hasil
penelitian ini sama dengan penelitian yang dilakukan oleh Rizky Amalia
Bachriansyah (2011) yang menyatakan bahwa kualitas produk
berpengaruh positif terhadap minat beli.
Kualitas produk yang sesuai dengan keinginan konsumen dapat
manarik konsumen untuk membeli produk yang ditawarkan. Jika sebuah
toko (penjual) menawarkan barang dengan kualitas produk yang sesuai
dengan keinginan konsumen maka akan merangsang minat beli para
konsumen.
Seperti yang dipaparkan oleh (Kotler, dan Armstrong, 2001:4)
untuk berhasil dalam merebut pangsa pasar perusahaan harus mengatahui
seberapa besar kepuasan yang diperoleh konsumen. Kepuasan pelanggan
68
(customer satisfaction) bergantung pada perkiraan kinerja produk dalam
memberikan nilai, relatif terhadap harapan pembeli. Jika kinerja produk
jauh lebih rendah dari harapan pelanggan (pembeli) tidak memuaskan. Jika
kinerja sesuai dengan harapan, pembeli lebih senang. Perusahaan
pemasaran terkemuka akan mencari cara sendiri untuk mempertahankan
kepuasan pelanggannnya. Pelanggan yang merasa puas akan kembali
membeli, dan mereka akan memberi tahu yang lain tentang pengalaman
baik mereka dengan kinerja perushaan. Perusahaan yang pintar bermaksud
untuk memuaskan kemudian memberikan memberikan lebih banyak dari
yang mereka janjikan.
Kepuasan pelanggan berkaitan erat dengan kualitas. Beberapa
tahun belakangan ini, banyak perusahaan yang mengadopsi program
manajemen mutu total (total quality management/TQM), yang dirancang
untuk perbaikan berkelanjutan produk, jasa, dan proses pemasaran mereka.
Mutu mempunyai pengaruh langsung terhadap kinerja produk dan dengan
demikian terhadap kepuasan pelanggan.
b. Pengaruh Harga Terhadap Minat Beli
Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa harga
berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli. Hasil regresi
menunjukkan adanya pengaruh positif harga terhadap minat beli. Hasil uji
regresi secara parsial menunjukkan hasil signifikan pada variabel harga
sebesar 2.867 dengan nilai signifikansi sebesar 0.030 lebih kecil dari
69
toleransi kesalahan α = 0.05. Nilai koefisien regresi sebesar 0.188, yang
memiliki arah positif mengindikasikan bahwa semakin tinggi harga maka
semakin tinggi minat beli konsumen. Hasil penelitian ini sama dengan
penelitian yang dilakukan oleh Lia Natalia (2010) yang menyatakan bahwa
harga berpengaruh positif terhadap minat beli. Dalam membeli suatu
produk konsumen tidak hanya mempertimbangkan kualitasnya saja, tetapi
juga memikirkan kelayakan harganya, pemberian harga yang sesuai
dengan kondisi barang akan manarik konsumen untuk membeli produk
yang ditawarkan. Jika sebuah toko (penjual) menawarkan barang dengan
harga yang sesuai dengan kondisi barang maka akan merangsang minat
beli para konsumen.
Seperti yang dipaparkan oleh Kotler dan Amstrong (2001) harga
adalahsejumlah uang yang ditukarkan untuk sebuah produk ataujasa. Lebih
jauh lagi, harga adalah sejumlah nilai yang konsumen tukarkan untuk
sejumlah manfaat dengan memiliki atau menggunakan suatu barang atau
jasa. Harga merupakan hal yang diperhatikan konsumen saat melakukan
penelitian.
c. Pengaruh Pelayanan Terhadap Minat Beli
Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa pelayanan
berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli. Hasil regresi
menunjukkan adanya pengaruh positif pelayanan terhadap minat beli.
Hasil uji regresi secara parsial menunjukkan hasil signifikan pada variabel
pelayanan sebesar 3.279 dengan nilai signifikansi sebesar 0.005 lebih kecil
70
dari toleransi kesalahan α = 0.05. Nilai koefisien regresi sebesar 0.288,
yang memiliki arah positif mengindikasikan bahwa semakin tinggi
pelayanan maka semakin tinggi minat beli konsumen. Hasil penelitian ini
sama dengan penelitian yang dilakukan oleh Erza Abraham Purba (2012)
yang menyatakan bahwa pelayanan berpengaruh positif terhadap minat
beli. Pelayanan yang baik akan manarik konsumen untuk membeli produk
yang ditawarkan. Jika sebuah toko (penjual) menawarkan barang dengan
pelayanan yang baik dan maksimal maka akan merangsang minat beli para
konsumen.
Seperti yang telah dipaparkan oleh (Kotler, dan Armstrong, 2001: 7)
konsumen mendasarkan harapan mereka pada informasi yang mereka
terima dari penjual, teman, dan sumber lainnya. Jika penjual melebih-
lebihkan kinerja produk, harapan konsumen tidak terpenuhi, dan hasilnya
adalah ketidak puasan. Semakin besar kesenjangan antara harapan dengan
kinerja, semakin besar ketidakpuasan konsumen. Hal ini menunjukan
bahwa penjual harus memberikan pernyataan yang jujur mengenai kinerja
produknya sehingga pembeli merasa puas.
Pelanggan senang sekali dengan kinerja yang melebihi harapan;
mereka membeli lagi dan menceritakan kepada pelanggan lain mengenai
produknya.
71
d. Pengaruh Kualitas Produk, Harga dan Pelayanan Terhadap Minat
Beli
Hasil uji F menunjukkan bahwa variabel independen yang terdiri
dari kualitas produk, harga dan pelayanan secara simultan berpengaruh
terhadap minat beli sebesar 33.193 dengan nilai signifikan 0.000. Oleh
karena signifikansi kurang dari 0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa
kualitas produk, harga dan pelayanan berpengaruh terhadap minat beli.
Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kualitas produk, pemberian
harga yang sesuaidengan kondisi barang/jasa yang di tawarkan dan penjual
melakukan pelayanan yang maksimal maka semakin tinggi minat beli
konsumendi Pasar Klithikan Pakuncen.
Dari hasil penelitian juga diketahui nilai koefisien determinasi
sebesar 0.582 yang berarti bahwa suasana toko, promosi dan lokasi
memiliki kontribusi mempengaruhi minat beli sebesar 5.82%, dan sisanya
sebesar 41.8% dipengaruhi oleh variabel lain di luar varibel penelitian.
Kualitas produk yang ditawarkan oleh para penjual di Paasar
Klithikan harus sesuai dengan keinginan konsumen, penentuan harga yang
relative lebih murah dan sesuai dengan kondisi (kualitas produk) yang
ditawarkan, serta pelayanan yang maksimal akan merangsang minat beli
konsumen.
Sebaliknya jika kualitas produk kurang baik/tidak sesuai dengan
selera konsumen, pemberian harga yang tidak sesuai dengankondisi
barang yang ditawarkan, dan pelayanan yang kurang baik (kurang
72
maksimal) akan mematikan minatbeli dan menyebabkan konsumen
enggan membeli maupun berkunjung kembali ke Pasar
KlithikanPakuncen.