100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
220 tayangan5 halaman

Alokasi Kos Produk Bersama dan Sampingan

Dokumen membahas tentang karakteristik produk bersama dan sampingan, perbedaan pengakuan pendapatan kotor dan bersih, serta contoh perhitungan alokasi biaya bersama menggunakan metode rata-rata, berbobot, dan nilai pasar pada kasus PT Sukses Abadi yang memproduksi empat jenis produk dengan biaya bersama total Rp70 juta.

Diunggah oleh

Anjel Mele
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
220 tayangan5 halaman

Alokasi Kos Produk Bersama dan Sampingan

Dokumen membahas tentang karakteristik produk bersama dan sampingan, perbedaan pengakuan pendapatan kotor dan bersih, serta contoh perhitungan alokasi biaya bersama menggunakan metode rata-rata, berbobot, dan nilai pasar pada kasus PT Sukses Abadi yang memproduksi empat jenis produk dengan biaya bersama total Rp70 juta.

Diunggah oleh

Anjel Mele
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

DISKUSI 7

AKUNTANSI BIAYA

SOAL

1. Jelaskan karakteristik produk bersama dan karakteristik produk sampingan beserta contoh
real produk sesuai dengan jenis perusahaan !
2. Jelaskan perbedaan pengkosan produk bersama dengan metode pengakuan pendapatan
bersih dan pendapatan kotor !
3. PT Sukses Abadi memproduksi empat jenis produk yang memiliki kos bersama total
sebesar Rp 70.000.000 pada titik pisah.

Berikut data-data terkait dengan produk – produk PT sukses Abadi

A. Produk : K
Unit diproduksi : 5.000
Nilai pasar final per unit di titik pisah : Rp 5.500
Kos pemrosesan tambahan setelah titik pisah : Rp 1.500.000
Faktor Bobotan : 3 poin

B. Produk : L
Unit diproduksi : 20.000
Nilai pasar final per unit di titik pisah : Rp 1.600
Kos pemrosesan tambahan setelah titik pisah : Rp 3.000.000
Faktor Bobotan : 2 poin
 
C. Produk : M
Unit diproduksi : 15.000
Nilai pasar final per unit di titik pisah : Rp 1.500
Kos pemrosesan tambahan setelah titik pisah : Rp 2.500.000
Faktor Bobotan : 4 poin

D. Produk : N
Unit diproduksi : 10.000
Nilai pasar final per unit di titik pisah : Rp 3.000
Kos pemrosesan tambahan setelah titik pisah : Rp 2.500.000
Faktor Bobotan : 2,5 poin
Berdasarkan data tersebut hitunglah :
a. Alokasi kos bersama total dengan menggunakan metode :
 Metode kos unit rata-rata
 Metode rata-rata berbobot
 Metode nilai pasar
b. Hitunglah kos produksi masing – masing produk.

JAWABAN
1.  Karakteristik produk bersama adalah sebagai berikut:

a. Produk bersama dihasilkan dari bahan baku dan proses yang sama. Pemprosesan satu
produk bersama berarti akan memproses seluruh produk berasama yang ada pada saat
yang sama. Ketika tambahan kuantitas satu produk bersama diproduksi maka kuantita
produk lainnya akan meningkat meskipun tidak selalu dengan proporsi yang sama.
b. Pemanufakturan produk bersama selalu memiliki titik pisah (split-off point), yaitu suatu
titiik dalam proses produksi yang mana setiap produk bersama akan terpisah secara
individual, kemudian masing-masing dijual atau diproses lebih lanjut (proses produksi
tambahan). Kos yang terjadi setelah titik pisah ini tidak memiliki masalah alokasi ke
produk karena dapat dengan mudah dilacak pada produk yang menikmatii kos tersebut.
c. Tidak ada satu produk bersama yang memiliki nilai lebih besar secara signifikan
dibandingkan produk bersama lainnya. 

Contoh produk bersama: Pabrik penyulingan minyak mentah (crude oil) menghasikan
minyak siap dikonsumsi berupa minyak gasolin, karosine, minyak diesel (solar), minyak
bakar, minyak tanah, dll.

Karakteristik produk sampingan adalah sebgai berikut;

a. Produk sampingan dihasilkan secara bersamaan dengan produk utama dalam suatu proses
produksi, namun, perusahaan tidak memiliki intensi untuk membuat produk ini.  
b. Produk sampingan memiliki nilai jual yang lebih kecil dari pada produk utama. Selain
itu, kuantitas dari produk sampingan juga jauh lebih sedikit dari main produk yang dibuat
perusahaan. 
c. Produk sampingan memerlukan proses lebih lanjut sebelum siap digunakan atau dijual. 
d. Produk sampingan tidak pernah tercipta tanpa adanya proses produksi untuk pembuatan
produk utama. Hal ini karena produk sampingan tercipta dari bahan baku produk utama. 

Contoh produk sampingan: pabrik penggergajian kayu, kayu lapis dan papan kayu
merupakan produk utama, sedangkan serbuk gergaji dan kayu bakar merupakan produk
sampingan. 
2. Dalam metode pendapatan kotor, kos sediaan final dari produk utama menjadi terlalu besar
karena sebagian kos produk sampingan yang berasal dari kos bersama ditanggung oleh produk
utama. Metode yang digunakan dalam pengakuan pendapatan kotor adalah :
a. Pendapatan produk sampingan sebagai penghasilan lain
b. Pendapatan produk sampingan diperlakukan sebagai tambahan pendapatan penjualan
c. Pendapatan produk sampingan sebagai pengurang kos barang terjual
d. Pendapatan produk sampingan mengurangi kos produksi.
Pada metode pendapatan bersih, produk utama disajikan dengan mengikuti alternatif-alternatif
sama seperti metode pendapatan kotor. Perbedaannya adalah penjualan bersih produk sampingan
yaitu dikurangi kos pemrosesan lanjut produk sampingan dan dikurangi biaya administrasi dan
pemasaran produk sampingan.

3.  a. Alokasi kos bersama dengan metode :


 metode kos unit rata-rata.
Alokasi kos bersama kesetiap produk = Rp70.000.000 = R p.1.400 per unit.
50.000 unit
Alokasi kos Kos pemprosesan  
Unit alokasi kos Kos produksi
Produk diproduksi bersama per tambahan setelah  
bersama total total
unit titik pisah  
K 5.000 Rp1.400 Rp7.000.000 Rp1.500.000 Rp8.500.000  
L 20.000 Rp1.400 Rp28.000.000 Rp3.000.000 Rp31.000.000  
M 15.000 Rp1.400 Rp21.000.000 Rp2.500.000 Rp23.500.000  
N 10.000 Rp1.400 Rp14.000.000 Rp5.000.000 Rp19.000.000  

 Metode rata-rata berbobot.


Unit bobot masing-masing produk:

Unit  
Produk Bobot Unit Bobotan  
diproduksi
 
K 5.000 3 poin 15.000  
L 20.000 2 poin 40.000  
M 15.000 4poin 60.000  
N 10.000 2.5 poin 25.000  
Total 50.000 140.000  
 
Alokasi kos bersama ke setiap unit produk = Rp.70.000.000 = Rp500 per unit bobotan.
140.000
Unit Alokasi kos Kos pemprosesan  
alokasi kos Kos produksi
Produk diproduksi bersama per
bersama total
tambahan setelah
total  
bobotan unit titik pisah  
K 15.000 Rp500 Rp7.000.000 Rp1.500.000 Rp9.000.000  
L 40.000 Rp500 Rp20.000.000 Rp3.000.000 Rp23.000.000  
M 60.000 Rp500 Rp30.000.000 Rp2.500.000 Rp32.500.000  
N 25.000 Rp500 Rp12.500.000 Rp5.000.000 Rp17.500.000  

 Metode nilai pasar.


Langkah pertama.
Nilai per unit  
Unit Total nilai
Produk setelah titik  
diproduksi pasar
pisah  
K 5.000 Rp5.500 Rp27.500.000  
L 20.000 Rp1.600 Rp32.000.000  
M 15.000 Rp1.500 Rp22.500.000  
N 10.000 Rp3.000 Rp30.000.000  
Total 50.000 112.000.000  
 

Langkah kedua:

Total nilai  
Produk Rasio x Kos bersama = Alokasi kos bersama  
pasar
 
K 27.500.000 27,5/112 x Rp70.000.000 = Rp17.187.500  
L 32.000.000 32/112 x Rp70.000.000 = Rp20.000.000  
M 22.500.000 22,5/112 x Rp70.000.000 = Rp14.062.500  
N 30.000.000 30/112 x Rp70.000.000 = Rp18.750.000  
Total 112.000.000 Rp70.000.000  
       
Kos produksi masing-masing produk.

Alokasi kos Kos  


Produk Kos produksi  
bersama tambahan
 
K Rp17.187.500 Rp1.500.000 Rp18.687.500  
L Rp20.000.000 Rp3.000.000 Rp23.000.000  
M Rp14.062.500 Rp2.500.000 Rp16.562.500  
N Rp18.750.000 Rp5.000.000 Rp23.750.000  
Total 70.000.000  
   
 

Sumber: BMP Akuntansi biaya modul 8

Anda mungkin juga menyukai