GENERATOR SINKRON
1. Tujuan Percobaan
1. Dapat mengukur tahanan jangkar
2. Dapat mengukur tahanan penguatan medan
3. Dapat mengetahui karakteristik luar generator sinkron
2. Pendahuluan
Hal yang paling penting dari suatu mesin adalah ujung-ujung dari belitan yang
diberi simbol dengan terminal U, V, dan W untuk mesin tiga fasa. Dengan mengetahui
urutan terminal, dapat diukur tahanan jangkar setiap fasanya. Selain itu tahanan penguat
medan juga dapat dicari.
Untuk mengetahui kinerja dan kemampuan dari suatu mesin harus diperhatikan
Name Plate dari mesin. Pada Name Plate dari mesin tertera nama mesin, tegangan nominal,
arus, kecepatan, dan lain-lain.
Gambar 1 : Terminal dan Name Plate Generator Sinkron 3 Fasa
Gambar 2 : Diagram Listrik Karakteristik Luar
Generator sinkron termasuk jenis mesin serempak (mesin sinkron) dimana
frekuensi listrik yang dihasilkannya sebanding dengan jumlah kutub dan putarannya.
Listrik yang dihasilkan adalah listrik bolak-balik. Mesin penggerak dari generator sinkron
dapat berasal dari tenaga diesel, tenaga air, tenaga uap, dan sebagainya.
Generator sinkron dijumpai pada pusat-pusat listrik (dengan kapasitas relatif besar)
misalnya; PLTA, PLTU, PLTD, PLTG, dan lain-lain. Ada juga generator sinkron dengan
kapasitas yang relatif kecil misalnya generator sinkron yang biasa dimiliki oleh
perseorangan atau pabrik-pabrik yang dikenal dengan generator set (genset).
3. Peralatan yang Digunakan
1. Generator sinkron 1 unit
2. Motor DC Shunt 1 unit
3. Variable DC Output 1 buah
4. Variable DC Output (Exitation) 1 buah
5. Exitation rheostat 1 buah
6. Tachometer 1 buah
7. Amperemeter 2 buah
8. Voltmeter 2 buah
9. Wattmeter 2 buah
10. Starting rheostat 1 buah
11. Kabel penghubung 30 buah
4. Langkah Kerja
a. Percobaan mengukur tahanan jangkar
Gambar 3 : Rangkaian Percobaan Mengukur Tahanan Jangkar
1. Merangkai rangkaian percobaan seperti Gambar 3
2. Instruktur/dosen pengawas mengecek rangkaian sebelum memulai percobaan
3. Mengaktifkan sumber DC
4. Mengatur starting rheostat pada tahanan maksimum
5. Menyeting Amperemeter pada 0,3 A
6. Membaca pengukuran arus dan tegangan
7. Memasukkan hasil pengukuran terminal W ke Tabel 2
8. Memindahkan kabel pada terminal W2 ke terminal U2 untuk memperoleh
pengukuran arus dan tegangan U dan hasilnya dimasukkan ke Tabel 2
9. Memindahkan kabel pada terminal U2 ke terminal V2 untuk memperoleh
pengukuran arus dan tegangan V dan hasilnya dimasukkan ke Tabel 2
10. Menghitung tahanan per fasa dan tahanan total dengan menggunakan rumus
sebagai berikut:
𝑉
𝑅=
𝐼
𝑅𝑈 + 𝑅𝑉 + 𝑅𝑊
𝑅=
3
Tabel 2
Tegangan Rfasa
Terminal Arus (A) Rm (Ohm)
(V) (Ohm)
W1 – W2
U1 – U2
V1 – V2
b. Percobaan mengukur tahanan penguatan medan
Gambar 4 : Rangkaian Percobaan Mengukur Tahanan Penguatan Medan
1. Merangkai rangkaian percobaan seperti Gambar 4
2. Instruktur/dosen pengawas mengecek rangkaian sebelum memulai percobaan
3. Mengaktifkan sumber DC
4. Menyeting Amperemeter pada 0,2 A
5. Membaca pengukuran arus dan tegangan
6. Memasukkan hasil pengukuran ke Tabel 3
7. Menghitung tahanan penguatan medan dengan menggunakan rumus sebagai
berikut:
𝑉
𝑅𝑒𝑥𝑐 =
𝐼
Tabel 3
Arus (A) Tegangan (V) Rexc (Ohm)
c. Percobaan karakteristik luar
1. Merangkai rangkaian percobaan seperti Gambar 5
2. Instruktur/dosen pengawas mengecek rangkaian sebelum memulai percobaan
3. Mengatur starting rheostat pada tahanan maksimum
4. Menyeting variable DC output pada 220 V
5. Menyeting excitation rheostat pada pada resistansi minimum
6. Memperhatikan kecepatan motor penggerak mula pada control unit
7. Mencatat hasil pengukuran karakteristik untuk Cos = 1 dengan hanya
menggunakan beban R dan memasukkan hasil pengukuran tersebut ke Tabel 4
8. Mencatat hasil pengukuran karakteristik untuk Cos = 0,8 lagg dengan
menggunakan beban RL seperti pada Gambar 5 dan memasukkan hasil
pengukuran tersebut ke Tabel 4
9. Menghitung Cos dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
𝑃
𝐶𝑜𝑠 =
√3 𝑉 𝐼
Tabel 4
Beban Iexc (A) I (A) V (Volt) P (Watt) Cos
R1
R2
R3
RL1
RL2
RL3
Gambar 5 : Rangkaian Percobaan Karakteristik Luar Generator Sinkron