0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan10 halaman

Perawatan Pasien Stroke: Panduan Lengkap

Dokumen tersebut membahas tentang perawatan pasien stroke yang mencakup 3 hal utama yaitu komunikasi dengan pasien stroke, pemberian nutrisi dan cairan yang memadai, serta latihan gerak untuk memulihkan fungsi tubuh.

Diunggah oleh

Ilham Wahyu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
25 tayangan10 halaman

Perawatan Pasien Stroke: Panduan Lengkap

Dokumen tersebut membahas tentang perawatan pasien stroke yang mencakup 3 hal utama yaitu komunikasi dengan pasien stroke, pemberian nutrisi dan cairan yang memadai, serta latihan gerak untuk memulihkan fungsi tubuh.

Diunggah oleh

Ilham Wahyu
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SATUAN ACARA PENDIDIKAN KESEHATAN

Topic : PERAWATAN PASIEN STROKE

Sub topic : PERAWATAN PASIEN STROKE

Sasaran : Mbah. R

Penyuluh :

Hari/Tanggal :

Waktu :

A. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM

Pada akhir proses penyuluhan, klien mampu memahami tentang PERAWATAN PASIEN
STROKE, menjelaskan PERAWATAN PASIEN STROKE, menjelaskan tentang manfaat
PERAWATAN PASIEN STROKE, cara PERAWATAN PASIEN STROKE secara mandiri.

B. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS

Setelah diberikan penyuluhan, pasien dan keluarga mampu :

1. Menjelaskan tentang PERAWATAN PASIEN STROKE.


2. Menjelaskan jenis PERAWATAN PASIEN STROKE.
3. Menjelaskan tentang manfaat PERAWATAN PASIEN STROKE.
4. Menjelaskan cara atau tehnik PERAWATAN PASIEN STROKE secara mandiri.

C. METODE
1. Ceramah
2. Tanya jawab

D. MEDIA
Leaflet
E. MATERI
1. Tentang PERAWATAN PASIEN STROKE.
2. Jenis PERAWATAN PASIEN STROKE.
3. Manfaat PERAWATAN PASIEN STROKE.
4. Cara atau tehnik PERAWATAN PASIEN STROKE secara mandiri.

F. RENCANA KEGIATAN PENYULUHAN

No WAKTU RENCANA KEGIATAN KEGIATAN KELUARGA


1. 10 menit Pembukaan :
 Membuka kegiatan dengan  Menjawab salam
mengucapkan salam.
 Memperkenalkan diri.  Mendegarkan
 Memjelaskan tujuan dari
 Memperhatikan
penyuluhan.
 Menyebutkan materi yang akan
 Memperhatikan
diberikan.
2. 30 menit Pelaksanaan :
 Menggali pengetahuan klien  Mengungkapkan
tentang PERAWATAN PASIEN pengetahuannya
STROKE.
 Menjelaskan tentang  Memperhatikan
PERAWATAN PASIEN
STROKE.
 Menjelaskan jenis  Memperhatikan
PERAWATAN PASIEN
STROKE.
 Menjelasakan tentang manfaat  Memperhatikan
PERAWATAN PASIEN
STROKE.
 Menjelaskan cara atau tehnik  Memprhatkan
PERAWATAN PASIEN
STROKE secara mandiri.
3. 15 menit Evaluasi :
 Memberikan kesempatan kepada  Bertanya
klien untuk bertanya.
 Menanyakan pada klien tentang  Menjawab pertanyaan
materi yang telah diberikan dan
mamberikan reinforcement pada  Bersedia
klien bila mampu menjawab mendemonstrasikan
pertanyaan.
4. 5 menit Terminasi :
 Mengucapkan terima kasih atas  Mendengarkan
peran serta klien.
 Mengucapkan salam penutup.  menjawab salam

G. KRITERIA EVALUASI

Evaluasi Struktur

1. Klien bersedia diberi penyuluhan (100%).


2. Persiapan materi yang disampaikan.
3. Persiapan media yang akan digunakan.
4. Persiapan tempat yang akan digunakan.
5. Persiapan klien yang akan diberi penyuluhan.
6. Kontrak waktu dengan klien sebelumnya.

Evaluasi Proses

1. Klien antusias terhadap materi penyuluhan.


2. Klien tidak meninggalkan tempat penyuluhan.
3. Klien mengajukan pertayaan dan menjawab pertayaan secara benar.
4. Klien mampu mendemonstrasikan apa yang diajarkan oleh penyuluh.

Evalusi Hasil
1. Klien mampu menjelaskan tentang PERAWATAN PASIEN STROKE.
2. Klien mampu menjelaskan jenis PERAWATAN PASIEN STROKE.
3. Klien mampu menjelaskan manfaat PERAWATAN PASIEN STROKE.
4. Klien mampu menjelaskan cara atau tehnik PERAWATAN PASIEN STROKE secara
mandiri.

MATERI PENDIDIKAN KESEHATAN


TENTANG PERAWATAN PASIEN STROKE

Definisi

Penyakit Stroke adalah gangguan fungsi saraf yang terjadi mendadak akibat pasokan

darah ke suatu bagian otak sehingga peredaran darah ke otak terganggu. kurangnya aliran darah

dan oksigen menyebabkan serangkaian reaksi biokimia, yang dapat merusakkan atau mematikan

sel-sel saraf di otak sehingga menyebabkan kelumpuhan anggota gerak, gangguan bicara,

penurunan kesadaran.

Stroke adalah kerusakan jaringan otak yang dikarenakan berkurangnya atau terhentinya

suplai darah secara tiba-tiba. Jaringan otak yang mengalami hal ini akan mati dan tidak dapat

berfungsi lagi. Kadang pula stroke disebut CVA (cerbrovascular accident).

Penyebab Penyakit Stroke

Ada dua faktor yang merupakan penyebab stroke yaitu resiko medis dan resiko perilaku.

 Faktor resiko medis yang menyebabkan atau memperparah stroke antara lain hipertensi

(penyakit tekanan darah tinggi), kolesterol, arteriosklerosis (pengerasan pembuluh darah),

gangguan jantung, diabetes, riwayat stroke dalam keluarga (faktor keturnan) dan migren

(sakit kepelah sebelah). Menurut data statistik 80% pemicu stroke adalah hipertensi dan

arteriosklerosis.

 Faktor resiko perilaku disebakan oleh gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat seperti

kebiasaan merokok, menkonsumsi minuman bersoda dan beralkohol gemar

mengkonsumsi makanan cepat saji (fast food dan junk food). Faktor resiko perilaku
lainnya adalah kurangnya aktifitas gerak / olah raga dan obesitas. Salah satu pemicunya

juga adalah susasana hati yang tidak nyaman seperti sering marah tanpa alasan yang jelas.

Tanda Dan Gejala Penyakit Stroke

Serangan kecil atau serangan awal stroke biasanya diawali dengan daya ingat menurun dan

sering kebingungan secara tiba-tiba dan kemudian menghilang dalam waktu 24 jam selain itu

tanda dan gejala stroke dapat diamati dari beberapa hal :

1. Adanya serangan neurologis fokal berupa kelemahan atau kelumpuhan lengan, tungkai

atau salah satu sisi tubuh, melemahnya otot (hemiplegia), kaku dan menurunnya fungsi

sensorik, hilangnya rasa atau adanya sensasi abnormal pada lengan atau tungkai atau

salah satu sisi tubuh seperti baal, mati rasa sebelah badan, terasa kesemutan, perih

bahakan seperti rasa terbakar dibagian bawah kulit.

2. Gangguan penglihatan seperti hanya dapat melihat secara parsial ataupun tidak dapat

melihat keseluruhan karena penglihatan gelap dan pandangan ganda sesaat

3. Menurunnya kemampuan mencium bau dan mengecap

4. Berjalan menjadi sulit dan langkahnya tertatih-tatih bahkan terkadang mengalami

kelumpuhan total dan kehilangan keseimbangan, gerakan tubuh tidak terkoordinasi

dengan baik.

5. Hilangnya kendali terhadap kandung kemih sehingga sering kencing tanpa disadari

6. Adanya gangguan dan kesulitan dalam menelan makanan ataupun minuman (cenderung

keselek).
7. Adanya gangguan bicara dan sulit berbahasa yang ditunjukkan dengan bicara tidak jelas

(rero), sengau, pelo, gagap dan berbicara haya sepatah kata bahkan sulit memikirkan atau

mengucapkan kata-kata yang tepat

8. Menjadi Pelupa (Dimensia) dan tidak mampu mengenali bagian tubuh

9. Vertigo (pusing, puyeng) atau perasaan berputar yang menetap saat tidak beraktifitas,

Kelopak mata sulit dibuka, dan banyak tidur dan selalu ingin tidur.

10. Menjadi lebih sensitif, mudah menangis ataupun tertawa.

Jenis Penyakit Stroke

Jenis penyakit stroke dibagi menjadi dua jenis yaitu strok iskemik dan stroke hemorragik.

1. Stroke hemorragik

Pada stroke hemorrhagik, pembuluh darah pecah sehingga menghambat aliran darah yang

normal dan darah merembes ke dalam suatu daerah di otak dan merusaknya. Hampir 70

persen kasus stroke hemorrhagik terjadi pada penderita hipertensi.

2. Stroke infark (non hemorragik)

Pada stroke iskemik ini aliran darah ke otak terhenti karena penumpukan kolesterol pada

dinding pembuluh darah (aterosklerosis) atau menyumbatnya pembuluh darah ke otak

karena pembekuan darah. Penyumbatan bisa terjadi di sepanjang jalur pembuluh darah

arteri yang menuju ke otak. Darah ke otak disuplai oleh dua arteria karotis interna dan

dua arteri vertebralis.. Arteri-arteri ini merupakan cabang dari lengkung aorta jantung

(arcus aorta). Hampir sebagian besar pasien atau sebesar 83% mengalami penyakit stroke

jenis iskemik.
Pencegahan Penyakit Stroke

1. Mengontrol tekanan darah secara teratur

2. Menghentikan merokok

3. Mengurangi konsumsi kolesterol

4. Mempertahankan kadar gula normal

5. Tidak minum-minuman beralkohol

6. Latihan fisik (senam/rentang gerak) secara teratur

Perawatan Pasien Stroke

1. Mempertahankan komunikasi dengan penderita (bicara yang pelan dan jelas).

2. Menjaga masukan nutrisi dan cairan yang baik, Bantu penderita saat makan, modifikasi

makanan yang halus dan mudah ditelan.

Buah-buahan dan sayuran, seperti kentang, peach berwarna kuning, bayam, dan

cantaloupe juga tinggi kalium, yaitu mineral yang dapat menurunkan tekanan darah

tinggi. Selain itu, sayuran hijau dan buah-buahan mengandung asam folat serta vitamin

B6 dan B12 membantu mengurangi kadar homosistein yang secara normal terjadi dari

asam amino. Meningkatnya kadar homoseistein dapat meingkatkan risiko penyakit

stroke.

3. Memberikan latihan gerak (latihan terapi ROM (Range Of Motion) aktif/pasif) pada

bagian yang lumpuh, untuk mencegah kekakuan (kontraktur).

Tujuan dari latihan ROM yaitu untuk meningkatkan atau mempertahankan

fleksibilitas dan kekuatan otot, mempertahankan fungsi jantung dan pernapasan,

mencegah kontraktur dan kekakuan pada sendi. Manfaat ROM untuk menentukan nilai
kemampuan sendi tulang dan otot dalam melakukan pergerakan, memperbaiki tonus otot,

memperbaiki toleransi otot untuk latihan, mencegah terjadinya kekakuan sendi,

memperlancar sirkulasi darah (Rasjad. C, 2007).

4. Mengubah posisi tubuh penderita dengan kelumpuhan total/sebagian (tirah baring/alih

baring tiap 2 jam sekali), untuk mencegah adanya luka akibat tekanan (dekubitus).
DAFTAR PUSTAKA

Brunner & Suddarth. 2002. Keperawatan Medikal Bedah Edisi 8. Jakarta. EGC

Doenges, et all. 2000. Edisi 3. Rencana Asuhan Keperawatan. [Link]

Mansjoer, arief, et all. 2001. Kapita Selekta Kedokteran Edisi ketiga Jilid Pertama. Jakarta.
Media Aesculapius Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia

Ali, Wendra. 2008. Petunjuk Praktis Rehabilitasi Penderita Stroke. Jakarta. FKUI /RSCM,UCB
Pharma Indonesia

Depkes RI. 2010. Asuhan Keperawatan Pada Klien Dengan Gangguan Sistem Persarafan.

Jakarta. Dinkes

Anda mungkin juga menyukai