0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan6 halaman

Fungsi dan Prinsip Kerja Galvanometer

Galvanometer adalah alat ukur yang sangat sensitif untuk mendeteksi arus listrik yang sangat kecil berdasarkan gaya Lorentz. Ia terdiri dari kumparan, magnet, dan pegas yang memungkinkan pengukuran arus atau tegangan. Sensitivitasnya ditentukan oleh defleksi yang dihasilkan per satuan arus atau tegangan.

Diunggah oleh

Amirul Azis
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
2K tayangan6 halaman

Fungsi dan Prinsip Kerja Galvanometer

Galvanometer adalah alat ukur yang sangat sensitif untuk mendeteksi arus listrik yang sangat kecil berdasarkan gaya Lorentz. Ia terdiri dari kumparan, magnet, dan pegas yang memungkinkan pengukuran arus atau tegangan. Sensitivitasnya ditentukan oleh defleksi yang dihasilkan per satuan arus atau tegangan.

Diunggah oleh

Amirul Azis
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

GALVANOMETER

1. Pengertian dan bagian-bagian Galvanomter


Galvanometer adalah alat ukur listrik yang digunakan untuk mengukur kuat arus dan beda
potensial listrik yang relative kecil. Galvanometer tidak dapat digunakan untuk mengukur kuat
arus maupun beda potensial yang relatif lebih besar, karena komponen internal yang tidak
mendukung. Galvano meter dapat digunakan untuk mengkur kuat arus dan beda potensial yang
lebih besar jika pada galvanometer dipasang hambatan eksternal (dalam voltmeter disebut
hambatan depan dan dalam ampermeter disebut hambatan shunt).
Menurut (Umar, 2008), galvanometer adalah instrument elektromekanik yang digunakan
untuk mendeteksi adanya arus listrik yang mengalir dalam suatu rangkaian. Alat ini sangat
sensitive dan tidak digunakan untuk mengukur arus listrik yang besar. Meskipun demikian, alat
ini masih dapat digunakan untuk mengukur arus yang sangat kecil. Namun, kegunaan utama alat
ini adalah untuk mendeteksi adanya arus listrik dan bukan untuk mengukur besarnya arus lisrik.
Arus listrik biasanya diukur dengan amperemeter.
Galvanometer digunakan untuk mendeteksi adanya arus atau tidak. Kemudian galvanometer
juga dapat mengukur tegangan DC dan AC. Dalam kehidupan sehari-hari, gaya Lorentz banyak
digunakan untuk membantu aktivitas manusia. Selain motor listrik, prinsip gaya Lorentz
digunakannpada kipas angin, tape recorder, bor listrik, dan berbagai macam alat ukur listrik.
Sebuah galvanometer D’arsonal mempunyai sebuah kumparan berporos dengan penunjuk
yang disambungkan ke sebuah magnet permanen yang memberikan sebuah medan magnetik
yang besarnya seragam, dan sebuah pegas yang memberikan torka pemulih (Zemansky, 2003).
galvanometer terdiri dari beberapa bagian, yaitu:

Gambar . Bagian-bagian Galvanometer


1) Papan sekala, berfungsi untuk membaca hasil pengukuran.
2) Jarum penunjuk, berfungsi menunjukan skala dimana kuat arus yang terdapat dalam
kumparan.
3) Pegas, berfungsi untuk menggerakan jarum kompas
4) Magnet, berfungsi sebagai pengalir arus listrik.
5) Kumparan berfungsi untuk membangkitkan medan magnet. 
6) Saklar berfungsi sebagai alat penyambung atau pemutus aliran listrik.
7) Inti besi lunak berfungsi untuk mempermudah jalan fluksi, yang ditimbulkan oleh arus listrik
yang melalui kumparan.

2. Hukum Fisika pada Galvanomter

Gambar . Galvanometer

Hukum fisika yang terdapat dalam galvanometer yakni adanya gaya Lorentz. Besar gaya
Lorentz pada sisi mendatar atas dan bawah sehingga besar dan berlawanan arah dalam satu garis
kerja, sehingga resultannya menjadi nol (kaidah tangan kiri). Besar gaya Lorentz pada sisi tegak
adalah :

Dengan F adalah gaya Lorentz (N) dan B adalah induksi magnet (Wb/m2). Gaya Lorentz tersebut
memiliki momen gaya pada kumparan sebesar :
Dengan ab = A adalah luas bidang kumparan. Jika kumparan terdiri atas sejumlah N lilitan, maka
:

Untuk menjaga agar bidang kumparan tetap parallel terhadap medan magnet permanen, maka
pegas yang konstantanya k akan memberikan momen gaya sebesar :

Pada sudut , dalam hal ini harga , maka gabungan dua persamaan sebelumnya

memberikan :

Dengan K adalah tetapan galvanometer.

Dari persamaan di atas, nampak bahwa besar arus listrik (I) berbanding lurus dengan sudut

penyimpangan jarum

(Abdullah, 2006)

 Sensitivitas Galvanometer
Untuk menyatakan sensitivitas galvanometer digunakan 3 definisi, yaitu :
1) Sensitivitas Arus (Current Sensitivity)
Adalah perbandingan penyimpangan (defleksi) galvanometer terhadap arus yang
menghasilkan defleksi tersebut. Biasanya arus dinyatakan dalam mikroampere dan defleksi
millimeter.

Dimana d = defleksi galvanometer (nm), I = arus yang melalui galvanometer penyebab

defleksi ( ).
2) Sensitivitas Tegangan (Voltage Sensitivity)
Adalah perbandingan defleksi galvanometer terhadap tegangan yang menghasilkannya.

Dimana d = defleksi galvanometer (nm), V = tegangan yang diberikan ke galvanometer (

).

3) Sensitivitas Mega-Ohm (Mega-Ohm Sensitivity)


Adalah tahanan (dalam mega-ohm) yang dihubungkan secara seri dengan galvanometer agar
menghasilkan defleksi sebesar satu bagian skala bila tegangan 1 volt diberikan ke rangkaian
tersebut. Karena tahanan ekivalen dari galvanometer yang diparalelkan diabaikan terhadap
tahanan (dalam mega-ohm) yang seri dengannya, arus yang dimasukkan praktis sama dengan

1/R dan menghasilkan defleksi sebesar satu bagian (divisi).

Dimana d = defleksi galvanometer (nm), I = arus yang melalui galvanometer penyebab

defleksi ( ).

(Halliday & Resnick, 2010)

3. Prinsip Kerja Galvanomter


Galvanometer bekerja berdasarkan gaya Lorentz. Gaya dimana gerak partikel akan
menyimpang searah dengan gaya lorentz yang mempengaruhi. Arah gaya Lorentz pada muatan
yang bergerak dapat juga ditentukan dengan kaidah tangan kanan dari gaya Lorentz (F) akibat
dari arus listrik, I dalam suatu medan magnet B. Ibu jari, menunjukan arah gaya Lorentz . Jari
telunjuk, menunjukkan arah medan magnet (B). Jari tengah, menunjukkan arah arus listrik (I).
Untuk muatan positif arah gerak searah dengan arah arus, sedang untuk muatan negatif arah
gerak berlawanan dengan arah arus.
Gambar . Prinsip kerja galvanometer

Prinsip kerja galvanometer sama dengan motor listrik, tapi karena dilengkapi pegas,
maka  kumparannya tidak berputar. Muatan dalam  magnet dapat berubah karena arus listrik
yang mengalir ke dalamnya. Galvanometer pada umumnya dipakai untuk arus searah, tetapi
prinsipnya menggunakan konstruksi kumparan putar.
Prinsip kerja galvanometer, yaitu berputarnya kumparan karena munculnya dua gaya Lorents
sama besar tetapi berlawanan arah, yang bekerja pada dua sisi kumparan yang saling berhadapan.
Kawat tembaga dililitkan pada inti besi lunak berbentuk silinder membentuk statu kumparan, dan
diletakkan diantara diantara kutub-kutub sebuah magnet Permanen. Arus listrik memasuki dan
meninggalkan kumparan melalui pegas spiral yang terpasang di atas ddi bawah kumparan.
Maka sisi kumparan yang dekat dengan kutub utara dan kutub selatan mengalami gaya Lorente
yang sama tetapi berlawanan arah, yang akan menyebebkan kumparan berputar. Putaran
kumparan ditahan oleh kedua pegas spiral, sehingga kumparan hanya akan berputar dengan
sudut tertentu. Putaran dari kumparan diteruskan oleh sebuah jarum untuk menunjuk pada skala
tertentu. Angka yang ditunjukkan oleh skala menyatakan besar arus listrik yang diukur
(Mediaman, 2005).

DAFTAR PUSTAKA
Abdullah, M. (2006). Fisika Dasar. Bandung: ITB.

Halliday, D., & Resnick. (2010). Fisika Dasar Edisi ke Tujuh Jilid 2. Jakarta: Erlangga.

Mediaman, B. (2005). Fisika Dasar. Yogyakarta: Graha Ilmu.


Umar, Efrizon. (2008). Buku Pintar Fisika. Jakarta: Media Pusindo.

Zemansky, S. d. (2003). Fisika Universitas. Jakarta: Erlangga.

Anda mungkin juga menyukai