Everyone in Organization Contributing
to the end-Business result
Marketing R&D Planning Sales
Warehouse Supply Chain Customer Serv.
Human Resource
Finance Training
Tujuan Pelatihan
• Setelah menyelesaikan pelatihan ini, peserta
pelatihan mampu
The Big Performance Picture
What is is the
challenge/ Business Needs
opportunity?
What performance
will meet business Performance
needs?
Which knowledge, skills Knowledge
and attitude will enable
performance to meet
Competencies Skills
business needs Attitude
Which objectives will
ensure learners are Competency
competent to meet Based Training
business needs?
and Assessment
Apakah training
selama ini dianggap
hanya
menghabiskan
anggaran
Mengapa Training Sia - Sia
Apakah training outcome ditetapkan
sebelumnya ?
Apakah standar kinerja telah ditetapkan ?
Topik training mungkin tepat, tapi hasil
pelatihan dan trainee tidak tepat
Apakah pendekatan pelatihan tepat
untuk mencapai perubahan kinerja?
Kompetensi Kompetensi
Standard
Training & Training &
assessment assessment
Pelatihan Berbasis Kompetensi
Pelatihan kerja yang menitikberatkan pada
penguasaan kemampuan kerja yang
mencakup pengetahuan, keterampilan, dan
sikap sesuai dengan standar yang ditetapkan
dan persyaratan di tempat kerja.
Acuan Normatif
1. UU No. 13 / 2003 Tentang Ketenagakerjaan Pasal 10
2. PP 31 / 2006 Tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional
3. ILO Recommendation 195 : Human Resources
Development : education, training and lifelong learning
4. Pemenakertrans No. 8 Tahun 2014 Tentang Pedoman
Penyelenggaraan Pelatihan Berbasis Kompetensi
5. Keputusan Dirjen Binalattas Kemenakertrans No. KEP.
185/LATTAS/XII/2013 Tentang Pedoman Penyusunan
Program Pelatihan Berbasis Kompetensi
Pendekatan CBT
• Fokus pada peserta
• Fokus kepada Pengetahuan, Keterampilan dan
sikap kerja
• Fokus kepada kemampuan melakukan sesuatu
PILAR PENGEMBANGAN SDM
INDUSTRI
KKNI
SKKNI
Training DIKLAT SERTIFIKASI
BNSP /
PROFESI KOMPETENSI
Provider (CBT) KERJA LSP
Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia
(KKNI)
• kerangka penjenjangan kualifikasi
kompetensi yang dapat
menyandingkan, menyetarakan, dan
mengintegrasikan antara bidang
pendidikan dan bidang pelatihan kerja
serta pengalaman kerja dalam rangka
pemberian pengakuan kompetensi
kerja sesuai dengan struktur pekerjaan
di berbagai sektor.
(Perpres 8 Tahun 2012)
KKNI (NQF)
S3 Subspesialist 9
EXPERT
S2 Spesialist 8
Professional 7
S1 6
D IV TECHNICIAN/
5 ANALYST
D III
D II 4
DI 3
General High Vocational Senior High OPERATOR
School School
2
Elementary/Junior High School 1
Kompetensi Kerja
kemampuan yang dilandasi oleh
pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja
untuk menyelesaikan tugas atau pekerjaan.
Kompetensi
Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13 tahun
2003:
Kompetensi adalah kemampuan kerja setiap
individu yang mencakup aspek pengetahuan,
keterampilan dan sikap kerja yang disesuaikan
dengan standard yang ditetapkan.
KOMPETENSI KERJA
Experience
Rensponsibity
Accountability
KOMPETEN
DIMENSI KOMPETENSI
Dimensi Kompetensi
Task Contingency Job/Role/
Adaptation/
Task Skill management management Environment
Transfer Skill
Skill Skill Skill
STANDAR KOMPETENSI
(PP 31/2003 Tentang Sislatkernas) Standar Kompetensi yang
STANDAR KOMPETENSI dibuat dan diberlakukan
untuk kepentingan organisasi
KHUSUS atau perusahaan sendiri
STANDAR KOMPETENSI Standar Kompetensi yang
INTERNASIONAL dibuat dan diberlakukan
untuk kepentingan anggota
organisasi internasional
STANDAR KOMPETENSI Standar Kompetensi yang
KERJA NASIONAL dibuat dan diberlakukan
INDONESIA (SKKNI) secara nasional di Indonesia
SKKNI
• Perturan Menteri Tenaga Kerja No. 8 Tahun
2012 Tentang tata Cara Penetapan Penetapan
Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia
• Kodifikasi
3 PILAR PENGEMBANGAN SDM
INDUSTRI
KKNI
SKKNI
DIKLAT SERTIFIKASI
LEMBAGA PROFESI KOMPETENSI BNSP / LSP
DIKLAT (CBT) KERJA
Model Standar Kompetensi
1. NOSS (National Occupational Skill Standard) /
SKPK (Standard Kemahiraan Pekerja
Kebangsaan)
2. MOSS (Model Occupational Skill Standard)
3. RMCS (Regional Model Competency
Standard)
Model Standar Kompetensi
RMCS?
Standar yang dikembangkan
berdasarkan pada tugas atau
pekerjaan yang dibutuhkan
suatu bidang pekerjaan sesuai
jenis dan sektornya dan
dirumuskan kedalam unit
kompetensi
Mengapa RMCS?
• Multy skills:
Task skills
Task managements skill
Contigency management skill
Job/role environmernt skill
Transfer Skill
• Berbasis pada kebutuhan industri (luas)
• Kompatibel secara internasional,
• Dipakai di negara Inggris, Kanada, Australia dan negara
pesemakmuran
Mengapa RMCS?
• Mudah dipaketkan/dikemas kedalam
kualifikasi jabatan, sesuai dengan kebutuhan
spesifik perusahaan/industri
• Fleksibel untuk rujukan penyusunan program
pelatihan.
• Fleksibel dan akomondatif untuk pelaksanaan
sertifikasi kompetensi.
Kegunaan Standar Kompetensi
Pelatihan Program Pelatihan
• Rekrutmen
• penilaian unjuk kerja
• membuat uraian
Standar jabatan
Industri • mengembangkan
Kompetensi program pelatihan
yang spesifik berdasar
kebutuhan dunia
industri
Uji Materi Uji
Kompetensi Kompetensi
KETELUSURAN SKKNI DENGAN SISTEM INDUSTRI
Aktifitas Pekerjaan
Judul Unit
Rincian
Langkah – langkah / prosedur.
Elemen Kompetensi Dapat berupa proses manajemen atau
proses produksi
Produk / Jasa
Instruksi Kerja pada Industri yang
Kriteria Unjuk Kerja Terukur dan dapat diobservasi
Batasan Variabel Kontekstual di tempat kerja
Deskripsi aspek kritis pengetahuan
Panduan Penilaian dan ketrampilan penting untuk
asesmen
Analisis Unit Kompetensi
KODE UNIT : X. 000000. 000. 00
JUDUL UNIT :
DESKRIPSI UNIT :
ELEMEN
UNIT KOMPETENSI
KODEELEMEN KOMPETENSI: KRITERIA UNJUK
KRITERIA UNJUK KERJA
KERJA
JUDUL
11 UNIT
...........................
........................... : Aktif)
(Kalimat
(Kalimat Aktif) 1..................................... (Kalimat Pasif)/K-S-A
1.1.............................(KalimaPasif)/K-S-A
DESKRIPSI UNIT : 2............................ dstDst
1.2...........................
22 ........................... (Kalimat Aktif)
........................... (Kalimat Aktif) 1....................................... (Kalimat Pasif) / K-S-A
2.1.............................(KalimaPasif)/K-S-A
2........................... dst
2.2........................... Dst
3 dst 1.................................. (Kalimat Pasif) / K-S-A
2............................dst
3 dst 3.1.............................(KalimaPasif)/K-S-A
3.2........................... Dst
1. Kode Unit
Berisi nomor kode unit kompetensi sesuai dengan kategori, golongan pokok,
golongan, sub golongan dan fungsi utama pekerjaan
B . 0 5 1 0 1 0 . 0 0 0 . 0 0
(1) (2) (7) (8)
(3)
(4)
(5)
(6)
(1) Kode Kategori (A, B, C, ... Dst), diisi 1 huruf sesuai kode huruf kategori pada KBLI
(2) Kode Golongan Pokok, terdiri dari 2 angka
(3) Kode Golongan, terdiri dari 3 angka
(4) Kode Sub Golongan, terdiri dari 4 angka
(5) Kode Kelompok Usaha, terdiri dari 5 angka
(6) Kode Penjabaran kelompok usaha, terdiri dari 6 angka. Jika tidak ada diisi angka 0
(7) Nomor urut unit kompetensi, terdiri dari 3 digit angka
(8) Versi penerbitan SKKNI, terdiri dari 2 digit angka
Contoh Penulisan Kode Unit
(Sesuai dengan KBLI 2009)
P.854900.002.01
• Katagori :
P (Jasa Pendidikan)
• Golongan Pokok :
85 (Jasa Pendidikan)
• Golongan :
854 (Jasa Pendidikan Lainnya)
• Sub Golongan :
8549 (Jasa Pendidikan Lainnya YTDL)
• Kelompok Usaha :
85490 Kode angka nol tersebut digunakan pada
keadaan dimana suatu tingkatan klasifikasi tidak
diuraikan menjadi beberapa sub-klasifikasi
selanjutnya.
• Penjabaran Kel Usaha : 0
• No urut UK : 001
• Versi Penerbitan : 01
2. Judul Unit
Merupakan bentuk pernyataan terhadap tugas/pekerjaan
yang akan dilakukan.
Menggunakan kalimat aktif yang diawali dengan kata
kerja aktif/performatif.
Saran :
memperbaiki, mempelajari, mengoperasikan, melakukan,
menggunakan, merencanakan, membuat, dll
Hindari :
memahami, mengetahui, mengenal, dll.
3. Deskripsi Unit
Berisi deskripsi tentang lingkup pengetahuan,
keterampilan, dan sikap kerja yang diperlukan
untuk melakukan suatu pekerjaan tertentu
secara kompeten, dalam kaitannya dengan unit
kompetensi.
Dapat pula disebutkan keterkaitan unit
kompetensi ini dengan unit kompetensi lain
yang memiliki kaitan erat
4. Elemen Kompetensi (EK)
Berisi deskripsi tentang langkah-langkah
kegiatan yang harus dilakukan dalam
melaksanakan unit kompetensi. Kegiatan
dimaksud biasanya disusun dengan mengacu
pada proses pelaksanaan unit kompetensi, yang
dibuat dalam kata kerja aktif/performatif.
Setiap unit kompetensi, elemen kompetensinya
dapat mencerminkan unsur ”merencanakan,
menyiapkan, melaksanakan, mengevaluasi dan
melaporkan”
5. KRITERIA UNJUK KERJA (KUK)
Berisi deskripsi tentang kriteria unjuk kerja
yang menggambarkan kinerja yang harus
dicapai pada setiap elemen kompetensi. KUK
dirumuskan secara kualitatif dan/atau
kuantitatif, dalam rumusan hasil pelaksanaan
pekerjaan yang terukur, yang dibuat dalam kata
kerja pasif
6. Batasan Variabel
Berisi deskripsi tentang konteks pelaksanaan pekerjaan,
yang berupa lingkungan kerja, peralatan dan
perlengkapan kerja yang digunakan, norma dan
standar, rentang pernyataan, yang harus diacu, serta
peraturan dan ketentuan terkait yang harus diikuti.
Bagian dari batasan variabel:
[Link] variabel
[Link] dan perlengkapan
[Link] yang diperlukan
[Link] dan standar
7. Panduan Penilaian
Berisi deskripsi tentang berbagai kondisi atau keadaan yang dapat
dipergunakan sebagai panduan dalam asesmen kompetensi.
Digunakan untuk membantu penilai dalam melakukan penilaian/pengujian
pada unit kompetensi, baik pada saat pelatihan maupun uji kompetensi.
Bagian dari panduan penilaian:
[Link] penilaian
[Link] kompetensi
[Link] dan keterampilan yang diperlukan
[Link] kerja yang diperlukan
[Link] kritis