0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
36 tayangan11 halaman

Urea dalam Darah: Metode Enzymatic UV

Laporan praktikum kimia darah urea UV-SL ini memberikan ringkasan tentang pengukuran kadar urea dalam darah dengan metode enzymatik UV-kinetik. Metode ini melibatkan dua enzim, urease dan glutamat dehidrogenase, yang mengkatalisis urea menjadi amonium dan mengukur perubahan absorbsi NADH sebagai indikator hasil akhir. Pemeriksaan ini digunakan untuk mengetahui fungsi ginjal dan status dehidrasi.

Diunggah oleh

Reza Verindah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
36 tayangan11 halaman

Urea dalam Darah: Metode Enzymatic UV

Laporan praktikum kimia darah urea UV-SL ini memberikan ringkasan tentang pengukuran kadar urea dalam darah dengan metode enzymatik UV-kinetik. Metode ini melibatkan dua enzim, urease dan glutamat dehidrogenase, yang mengkatalisis urea menjadi amonium dan mengukur perubahan absorbsi NADH sebagai indikator hasil akhir. Pemeriksaan ini digunakan untuk mengetahui fungsi ginjal dan status dehidrasi.

Diunggah oleh

Reza Verindah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PRAKTIKUM

KIMIA DARAH “UREA UV SL”

Oleh :

Reza Verindah (191335300001)

FAKULTAS KESEHATAN

PRODI TEKNOLOGI LABORATORIUM MEDIS

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO 2021


Judul: pemeriksaan urea dalam darah
Hari,tanggal: kamis, 8 april 2021
Nama dosen: puspitasari [Link], MPH
Nama instruktur: Leni yuroh widyaningrum [Link]
Tujuan : untuk mengetahui kadar urea dalam darah
Metode : enzymatic UV-Kinetic
Prinsip:
Penentuan enzymatic menurut reaksi berikut:
urea + 2H2O + urease + 2NH2++CO32-
NH4++a-ketoglutarata+NADH+ GIDH L-glutamate + NAD+ + H2O
Dasar teori:
Urea atau ureum yakni ampas utama protein dan asam amino yang di produksi hati yang
kemudian didistribusi melalui cairan intraseluler dan ekstra seluler didalam darah untuk difiltrasi
glomerulus dan pada sebagian direabsorbsi dengan keadaan yang mana urin terganggu.
Urea memiliki dua kondisi yaitu uremia atau urea plasma dalam keadaan rendah dan azotemia
keadaan dimana urea dalam kadar yang tinggi, penyebab urea mengalami penurunan adalah
kurangnya protein akibat diet yang tidak efektif hal ini didapati pada akhir kehamilan,
meningkatnya sintesis protein dan fitrasi glomerulus pada keadaan ini dapat menimbulkan
beragam komplikasi yaitu:depresi,anemia,tekanan darah tinggi,gatal-gatal yang diakibatkan
ketidakseimbangan mineral,kerusakan otak,penyakit kadiovaskuler,serangan jantung,amyloidosis
dan kematian .
Sebaliknya pada azotemia atau keadaan urea dalam kadar tinggi memiliki penyebab sebagai
berikut:
a. meningkatnya katabolisme protein jaringan yang disertai dengan keseimbangan nitrogen
negative.
b. Protein plasma yang terpecah secara berlebihan
c. Ekskresi urea yang kurang
d. Obstruksi saluran keluar urin
e. Penyakit ginjal disertai dengan adanya penurunan laju filtrasi glomerulus
Urea didalam darah memiliki nilai normal sebagai berikut:
Usia (21-60th) 12,9-42,9 mg/dL (2,14-7,14 mmol/L)
Usia (60-90th) 17,2-49,3 mg/dL (2,86-8,21 mmol/L)
Usia (>90th) 21,4-66,5 mg/dL (3,57-11,07 mmol/L)
Kadar urea pada darah dapat dipengaruhi oleh banyak faktor seperti berikut:
 Asupan protein dalam darah
 Kerusakan pada ginjal
 Dehidrasi
 Mengonsumsi obat-obatan
Pemeriksaan urea dalam darah digunakan sebagai parameter tes fungsi ginjal,status dehidrasi,cek
keseimbangan nitrogen,menilai progesivitas penyakit ginjal dan menilai hasil hemodialysis.
Metode yang sering digunakan adalah metode enzymatic, Penentuan enzymatic menurut reaksi
sebagai berikut:
urea + 2H2O + urease + 2NH2++CO32-
NH4+ + a-ketoglutarata+NADH+ GIDH L-glutamate + NAD+ + H2O
Metode enzymatic memiliki prinsip kerja pada urea katalisis yang kemudian menjadi ammonium
adapun metode yang menggunakan dua enzim yakni enzim uricase dan glutamate
dehydrogenase, jumlah NADH (nicotinamide adenine dinucleotide).
Pada pemeriksaan urea dapat menggunakan sampel plasma,serum maupun urin penggunaan
sampel plasma harus dihindarkan pada penggunaan antikoagulan natrium citrate dan natrium
fluoride, ini di sebabkan karena citrate dan fluoride, menghambat urease.
Alat dan bahan:
 Rak tabung
 Tabung raksi
 Timer
 Sentrifuge
 Tabung sentrifuse
 Mikropipet
 Fotometer
 Tabung reaksi kecil
 Blue tipe
 Yellow tipe
 White tipe
 Reagen R1 (elitech)
 Reagen R2 (elitech)
Prosedur kerja:
1. Diamkan reagen pada suhu ruangan
2. Lakukan makro sampling sebanyak 3 cc
3. Lakukan sentrifugasi dengan kecepatan 2000 rpm selama 15 menit untuk mendapatkan
serum
4. Siapkan tabung sesuai table berikut:

Tabung Blanko standart Control serum Test


Reagen R1 480 µL 480 µL 480 µL 480 µL
Aquadest 6 µL - - -
Standart - 6 µL - -
Serum control - - 6 µL -
Sampel - - - 6 µL

5. Homogenkan,tunggu selama 4 menit 43 detik kemudian tambahkan reagen R2

Reagen R2 120 µL 120 µL 120 µL 120 µL


6. Baca dengan absorbansi 430nm, inkubasi didalam alat selama ±2 menit
Hasil pemeriksaan :
Nama: Nadiyatul husna
Alamat: lamongan
Umur: 20th
Jenis kelamin: perempuan
Tanggal pemeriksaan: 8 april 2021
Hasil pemeriksaan:
o Nilai normal dewasa

Usia (21-60th) 12,9-42,9 mg/dL 2,14-7,14 mmol/L


Usia (60-90th) 17,2-49,3 mg/dL 2,86-8,21 mmol/L
Usia (>90th) 21,4-66,5 mg/dL 3,57-11,07 mmol/L

o Urea

Blanko 0,000 Abs


Standart 0,001 Abs
Serum control 0,0 mg/dL
Sampel 25,0 mg/dL

Pembahasan :
Urea atau ureum merupakan molekul kecil yang dapat dengan mudah mendifusi cairan
ekstrasel,namun akhirnya dipekatkan kedalam urin serta dieksresi. Ekskresi urea pada tubuh ±
25mg ditiap harinya. Urea adalah sampah dari proses metabolism asam amino yang disintesa
dari ammonia,karbon dioksida dan nitrogen amida aspatat.
Tes konsentrasi urea darah, apabila pada ginjal tidak banyak dalam mengeluarkan urea maka
pada urea dalam darah terjadi peningkatan yang melebihi kadar normal karena adanya filtrasi
glomerulus harus turun hingga 50% sebelum terjadi peningkatan kadar urea darah terjadi. Kadar
urea darah meningkat merupakan salah satu indikasi kerusakan pada ginjal
Tinjauan klinis urea dibagi menjadi dua bagian:
a. Kadar urea plasma yang rendah (uremia)
Menurunnya kadar urea dapat menyebabkan oleh malnutrisi atau diet asupan protein.
Urea dapat terjadi pada kehamilan terakhir, karena adanya peningkatan sintetis pada
protein dan filtrasi glomerulus nekrosis hepatic akut yang menyebabkan kadar urea
menurun, karena asam-asam amino tidak dimetabolisme lebih lanjut ke dalam hati. Urea
plasma rendah kemudin terjadi pada sirosis hati yang disebabkan oleh pengurangan
sintesa karena retensi air dan kecepatan anabolisme protein yang tinggi, keadaan ini
timbul selama pengobatan dengan androgen yang intensif misalnya pada karsinoma
payudara dan malnutrisi protein jangka panjang
b. Kadar urea plasma yang tinggi (Azotemia)
Urea plasma yang tinggi adalah suatu gambaran abnormal yang utama dan penyebabnya
diklasifikasikan sebagai berikut:
 Meningkatan katabolisme protein jaringan yang disertai dengan
penyeimbangan nitrogen yang negative, seperti penyakit yang
mengakibatkan atrofi, demam, tirotoksikosis, koma diabetika atau setelah
trauma ataupun operasi besar. Kasus peningkatan katabolisme protein
kecil,dn tidak ada kerusakan ginjal primer atau sekunder,maka ekskresi ke
urin akan membuang kelebihan urea dan tidak ada kenaikan bermakna
dalam urea plasma
 Tepecahnya protein plasma yang berlebih, seperti yang terjadi pada
penderita leukemia,pelepasan protein leukosit menyokong urea plasma
yang tinggi
 ekskresi urea yang berkurang merupakan penyebab utama dan paling
penting serta bisa prerenal,renal atau postrenal. Turunnya tekanan darah
perifer atau bendungan pada vena atau volume plasma yang rendah dan
hemosentrasi yang mengurangi aliran plasma ke ginjal.
 Obstruksi saluran keluar urin misalnya pada kelenjar prostat yang
membesar meenyebabkan urea plasma mengalami peningkatan.
 Pada orang berpenyakit ginjal yang disertai penurunan laju filtrasi
glomerulus yang dapat menyebabkan urea plasma meningkat
Pada tubuh manusia urea dalam darah memiliki nilai normal sebagai berikut:
Usia (21-60th) 12,9-42,9 mg/dL (2,14-7,14 mmol/L)
Usia (60-90th) 17,2-49,3 mg/dL (2,86-8,21 mmol/L)
Usia (>90th) 21,4-66,5 mg/dL (3,57-11,07 mmol/L)
Kadar urea pada darah dapat dipengaruhi oleh banyak faktor seperti berikut:
a) Asupan protein dalam darah
Semakin tinggi konsumsi protein pada tubuh makan akan mengalami peningkatan nilai
urea. Metabolism urea dapat dilakukaan pada organ seperti ginjal dalam bentuk urin,
sehingga semakin banyak asupan protein dalam tubuh akan mengakibatkan peningkatan
kadar urea
b) Kerusakan pada ginjal
Rusaknya organ ginjal biasanya disebabkan karena menrunya fungsi ginjal yang ditandai
oleh peningkatan kadar urea, sehingga jika 10% ginjal yang berfungsi dapat disimpulkan
pasien berada pada tahap ESRD (end-stage renal disease).
c) Dehidrasi
Gangguan keseimbangan cairan keadaan tubuh karena pengeluaran cairan dari tubuh
lebih tinggi daripada produksi cairan yang disebut sebagai dehidrasi. Dan kejadian ini
dapat mengakibatkan tekanan darah menjadi terganggu yang kemudian mempengaruhi
kinerja ginjal menjadi berat.
d) Mengonsumsi obat-obatan
Selain faktor dari dalam faktor dari luar juga mempengaruhi, obat obatan dapat
meningkatkan kadar urea dalam darah contoh: nefrotoksik,diuretic,asam etakrinatt,
furosemide, triamterene, antibiotic (basitrasin,sefaloridin dalam dosis besar) dan lain-lain.
Pemeriksaan urea dalam darah digunakan sebagai parameter tes fungsi ginjal,status dehidrasi,cek
keseimbangan nitrogen,menilai progesivitas penyakit ginjal dan menilai hasil hemodialysis.
Metode yang sering digunakan adalah metode enzymatic, Penentuan enzymatic menurut reaksi
sebagai berikut:
urea + 2H2O + urease + 2NH2++CO32-
NH4+ + a-ketoglutarata+NADH+ GIDH L-glutamate + NAD+ + H2O
Metode enzymatic memiliki prinsip kerja pada urea katalisis yang kemudian menjadi ammonium
adapun metode yang menggunakan dua enzim yakni enzim uricase dan glutamate
dehydrogenase, jumlah NADH (nicotinamide adenine dinucleotide).
Pada pemeriksaan urea dapat menggunakan sampel plasma,serum maupun urin penggunaan
sampel plasma harus dihindarkan pada penggunaan antikoagulan natrium citrate dan natrium
fluoride, ini di sebabkan karena citrate dan fluoride, menghambat urease.
Kesimpulan:
Urea atau ureum yakni ampas utama protein dan asam amino yang di produksi hati yang
kemudian didistribusi melalui cairan intraseluler dan ekstra seluler didalam darah untuk difiltrasi
glomerulus dan pada sebagian direabsorbsi dengan keadaan yang mana urin terganggu
Pemeriksaan urea dalam darah digunakan sebagai parameter tes fungsi ginjal,status dehidrasi,cek
keseimbangan nitrogen,menilai progesivitas penyakit ginjal dan menilai hasil hemodialysis.
Daftar pustaka:
[Link]
[Link]
[Link]
pengobatannya#:~:text=Uremia%20adalah%20kondisi%20ketika%20kadar,tidak%20dapat
%20berfungsi%20dengan%20semestinya.
Turnitin:
Lampiran:
LEMBAR PENGESAHAN LAPORAN PRAKTIKUM

Laporan Praktikum Mata Kuliah Kimia Darah, telah diperiksa dan disetujui.

Sidoarjo, 20 maret 2021

Kepala Laboratorium Dosen Pengampu Mata Kuliah

Galuh Ratmana Hanum, [Link]., [Link] Puspitasari [Link],MPH

Nilai Laporan Praktikum :

Anda mungkin juga menyukai