0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
63 tayangan3 halaman

Jenis Bukti Audit dan Contohnya

Dokumen tersebut membahas delapan jenis bukti audit yang disebutkan dalam bab tersebut beserta contoh untuk masing-masingnya. Jenis bukti tersebut adalah pemeriksaan fisik, konfirmasi, inspeksi, prosedur analitis, wawancara dengan klien, rekalkulasi, pelaksanaan ulang, dan observasi. Dokumen tersebut juga membedakan antara dokumen internal dan eksternal serta memberikan alasan pentingnya prosedur analitis.

Diunggah oleh

patrecia 1896
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
63 tayangan3 halaman

Jenis Bukti Audit dan Contohnya

Dokumen tersebut membahas delapan jenis bukti audit yang disebutkan dalam bab tersebut beserta contoh untuk masing-masingnya. Jenis bukti tersebut adalah pemeriksaan fisik, konfirmasi, inspeksi, prosedur analitis, wawancara dengan klien, rekalkulasi, pelaksanaan ulang, dan observasi. Dokumen tersebut juga membedakan antara dokumen internal dan eksternal serta memberikan alasan pentingnya prosedur analitis.

Diunggah oleh

patrecia 1896
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

7-8 (Tujuan 7-4) : Sebutkanlah delapan jenis bukti audit yang dinyatakan dalam bab ini dan

berikanlah dua contoh untuk masing – masingnya!

1. Pemeriksaan Fisik (physical examination)


Pemeriksaan Fisik, adalah inspeksi atau perhitungan yang dilakukan auditor atas aktiva
berwujud. Jenis bukti ini paling sering berkaitan dengan persediaan dan kas, tretapi juga
dapat diterapkan pada verifikasi sekuritas, wesel tagih, dan aktiva tetap berwujud.
2. Konfirmasi (confirmation)
Konfirmasi, menggambrakan penerimaan respon tertulis atau lisan dari pihak ketiga yang
independent yang memverifikasi keakuratan informasi yang diajukan oleh auditor.
Permintaan ini ditujukan kepada klien dan klien meminta pihak ketiga yang independent
untuk meresponnya secara langsung kepada auditor. Kartena konformasi bersumber dari
sumber yang independent terhadap klien, jenis bukti audit ini sangat dipercaya dan
merupakan jenis bukti yang serig digunakan.
3. Inspeksi (inspection)
Dokumentasi, adalah inspeksi oleh auditor atas dokumen dan catatan klien untuk
mendukung informasi yang tersaji, atau seharusnya tersaji, dalam laporan keuangan.
Dokumen yang diperiksa oleh auditor adalah catatan yang digunakan klien untuk
menyediakan informasi bagi pelaksanaan bisnis dengan cara yang terorganisir, yang bias
juga dalam bentuk kertas, bentuk elektronik, atau media lain. Karena setiap transaksi dalam
organisasi klien biasanya didukung paling tidak oleh selembar dokumen, jenis bukti audit ini
tersedia dalam jumlah besar.   Dokumen dapat diklasifikasikan sebagai dokumen internal
dan eksternal. Dokumen internal adalah dokumen yang disiapkan dan digunakan dalam
organisasi klien dan disimpan tanpa pernah disampaikan kepada pihak luar sedangkan
dokumen eksternal adalah dokumen yang ditangani oleh seseorang dilur organisasi klien
yang merupakan pihak yang melakukan transaksi, tetapi dokumen tersebut saat ini berada
ditangan klien atau dengan segera dapat diakses oleh klien.
4. Prosedur analitis (analytical procedures)
Prosedur Analisis, mengambarkan perbandingan dan hubungan untuk menilai apakah saldo
akun atau data lainnya tampak wajar dibandingkan dengan harapan auditor. Prosedur
analisis yang digunakan untuk tujuan berbeda pada suatu audit adlah: memahami industri
dan bisnis klien, menilai kemampuan entitas untuk terus Going Concern, menunjukkan
adanya kemungkinan salah saji dalam laporan keuangan, mengurangi pengujian audit yang
terinci.
5. Wawancara dengan klien (inquiries of the client)
Tanya Jawab dengan Klien, adalah upaya untuk memperoleh informasi secara lisan maupun
tertulis dari klien sebagai respon atas pertanyaan yang diajukan auditor. Walaupun banyak
bukti yang didapat, namun bukti itu tidak dapat dianggap debagai bukti yang meyakinkan
karena bukan dari sumber yang independent dan mengkin mendukung pihak klien. Karena
itu, apabila auditor memperoleh bukti melalui Tanya jawab, biasanya auditor juga
memperoleh bukti pendukung melalui prosedur lain.    
6. Rekalkulasi (recalculation)
Rekalkulasi, melibatkan pengecekan ulang atsa sempel kalkulasi yang dilakukan oleh klien.
Pengecekan ulang kalkulasi klien ini terdiri dari pengujian atas keakuratan perhitungan klien
dan mencakup prosedurt seperti perkalian faktur penjualan dan persediaan, penjumlahan
jurnal dan buku tambahan, serta pengecekan kalkulasi beban penyusutan dan beban dibayar
di muka.
7. Pelaksanaan Ulang (reperformance)
Pelaksanaan Ulang, pengujian independent  yang dilakukan auditor atas prosedur atau
pengendalian akuntansi klien, yang semua dilakukan sebagai bagian dari system akuntansi
dan pengendalian eksternal klien. Jika rekalkulasi melibatkan pengecekan ulang atas suatu
perhitungan, pelaksanaan ulang melibatkan pengecekan atas prosedur lain.
8. Observasi (Observation)
Obeservasi, adalah penggunaan indera untuk menilai aktivitas klien. Selama menjalani
penugasan dari klien, auditor mempunyai banyak kesempatan untuk menggunakan
inderanya – penglihatan, perasaan, dan penciuaman – guna mengevaluasi berbagai item.
Jenis observasi kurang dapat diandalkan karena resiko personil klien akan mengubah
perilakunya akibat kehadiran auditor. Mereka mungkin melaksanakan tanggung jawabnya
sesuai dengan kebijakan perusahaan dihadapan auditor, tetapi melakukan hal yang biasa
dilakukan setelah auditor tidak ada. Karena itu, perlu untuk menindak lanjuti kesan pertama
yang diperoleh dengan jenis bukti pendukung lainnya. Namun demikian, observasi berguna
dalam pelaksanaan sebagian besar audit. 

7- 10 ( Tujuan 7-4) Jelaskanlah perbedaan antara dokumentasi internal dan dokumentasi


eksternal sebagai bukti audit serta berikanlah tiga contoh bagi masing – masingnya!
• Dokumen internal adalah dokumen yang disiapkan dan digunakan dalam organisasi klien
dan disimpan tanpa pernah disampaikan kepada pihak luar. Dokumen internal mencakup
salianan faktur penjualan, laporan jam kerja karyawan, dan laporan penerimaan
persediaan.
• Dokumen eksternal adalah dokumen yang ditangani oleh sesaseorang di luar organisasi
klien yang merupakan pihak yang melakukan transaksi, tetapi dokumen tersebut saat ini
berada di tangan klien atau dengan segera dapat diakses oleh klien. Contoh-contoh
dokumen eksternal adalah faktur dari pemasok, wesel bayar yang dibatalkan,
dan polisasuransi. Beberapa dokumen, seperti cek yang dibatalkan, diterbitkan oleh
klien, dikirimkan kepihak luar, dan akhirnya kembali lagi ke tangan klien.

7 – 12 ( Tujuan 7-4) Identifikasi alasan – alasan paling penting bagi pelaksanaan prosedur
analitis!
1. Memahami Industri dan Bisnis Klien
2. Menilai Kemampuan Entitas untuk Terus Going Concern
3. Menunjukkan Adanya Kemungkinan Salah Saji dalam Laporan Keuangan
4. Mengurangi Pengujian Audit Terinci

Anda mungkin juga menyukai