0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
927 tayangan3 halaman

SOP Resusitasi Neonatus

Dokumen ini membahas tentang standar prosedur resusitasi jantung paru pada neonatus yang meliputi penilaian awal, persiapan peralatan dan tempat, prosedur resusitasi, dan hal-hal yang perlu diperhatikan seperti teknik kompresi dada.

Diunggah oleh

Putri Puspita
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
927 tayangan3 halaman

SOP Resusitasi Neonatus

Dokumen ini membahas tentang standar prosedur resusitasi jantung paru pada neonatus yang meliputi penilaian awal, persiapan peralatan dan tempat, prosedur resusitasi, dan hal-hal yang perlu diperhatikan seperti teknik kompresi dada.

Diunggah oleh

Putri Puspita
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN

TINGGI UNIVERSITAS SRIWIJAYA KODE


FAKULTAS KEDOKTERAN
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
Jalan Raya Palembang - Prabumulih Km. 32 Gedung Abdul Muthalib, Kampus Unsri Indralaya, Ogan Ilir 30662, Sumatera
Selatan. Telepon: 0711-581831. Fax: 0711- 581831Email : [Link]@[Link]

TANGGAL
DOKUMEN STANDAR STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL
DIKELUARKAN

RESUSITASI JANTUNG PARU PADA


JUDUL
NEONATUS

AREA KEPERAWATAN GAWAT DARURAT

BAGIAN KEPERAWATAN

Resusitasi Jantung Paru pada Neonatus


merupakan suatu tindakan yang dilakukan
PENGERTIAN untuk membantu neonatus agar bisa bernapas
secara spontan, teratur, dan adekuat untuk
mempertahankan kelangsungan hidupnya.
Memberikan ventilasi yang adekuat,
mempertahankan kehidupan ekstra uteri pada
neonatus dan pemberian oksigen dan curah
TUJUAN jantung yang cukup untuk menyalurkan oksigen
ke otak, jantung dan alat-alat vital lainnya.

Persiapan Alat:
1. Handuk atau kain bersih dan kering
PERSIAPAN ALAT DAN 2. Penutup kepala bayi
3. Amubag
TEMPAT
4. Alat pelindung diri (handscoon dan
masker)
5. Delee/alat untuk membersihkan sekret
pada bayi
6. Handuk atau kain bersih

Persiapan Tempat:
1. Tempat resusitasi datar, keras, bersih,
kering dan hangat
1. Apakah bayi cukup bulan?
2. Apakah air ketuban jernih dan tidak
PENILAIAN AWAL PADA
NEONATUS bercapur mekonium?
3. Apakah bayi menangis kuat atau
bernafas tanpa kesulitan?
4. Apakah bayi bergerak dengan aktif
(tonus otot baik)?
5. Jika semua jawaban “Ya” maka
lakukan perawatan bayi baru lahir.
6. Jika salah satu jawaban “Tidak”
maka lakukan prosedur resusitasi
1. Memberikan penjelasan kepada keluarga
PROSEDUR mengenai kondisi dan tindakan yang akan
dilakukan.
2. Mengatur posisi bayi di tempat datar,
keras, bersih dan kering.
3. Hangatkan bayi, posisikan dengan baik
dan bersihkan jalan napas dengan
menggunakan delee.
4. Keringkan dengan menggunakan kain atau
handuk bersih, rangsang taktil dan
lakukan reposisi.
5. Berikan O2 jika dibutuhkan
6. Selama 30 detik, periksa pernapasan,
detak jantung dan warna kulit
a. Jika bernapas, HR > 100 x/menit dan
kemerahan maka lakukan observasi
b. Jika Apneu atau HR < 100x/menit
maka lanjutkan prosedur
7. Berikan ventilasi tekanan positif (VTP)
dengan menggunakan amubag dan
sungkup yang sesuai. Frekuensi VTP 40-
60x/menit (pompa.. lepas.. lepas..)
8. Lakukan penilaian HR pada bayi
a. Jika bayi bernapas efektif, HR >
100x/menit dan kemerahan maka
lakukan perawatan pasca resusitasi
b. Jika HR < 60x/menit, maka berikan
ventilasi tekanan positif dan lakukan
pijat jantung/kompresi dada.
- Lokasi kompresi dada pada
neonatus di strenum, garis
interpapila dengan perbandingan
rasio kompresi : ventilasi = 3 : 1
menggunakan dua jari atau dua ibu
jari.
- Koordinasi VTP dan kompresi
dada 1 siklus terdiri dari 3
kompresi dan 1 ventilasi dalam 2
detik (3 : 1).
9. Selanjutnya, lakukan penilaian HR
kembali.
a. Jika HR > 60x/menit berikan ventilasi
tekanan positif, jika bernapas spontan,
HR > 100 x/menit dan kemerahan
maka lakukan perawatan pasca
resusitasi
b. Namun, jika HR < 60 x/menit maka
berikan adrenalin 0,1-0,3 ml/kg.
c. Kompresi dada tetap dilakukan bila
frekuensi jantung tetap < 60x/menit
meskipun telah dilakukan ventilasi
tekanan positif yang efektif selama 30
menit.
10. Dokumentasikan semua tindakan yang
dilakukan pada rekam medis

HAL-HAL YANG PERLU 1. Teknik kompresi dada:


DIPERHATIKAN a. Teknik ibu jari : kedua ibu jari
digunakan untuk menekan sternum,
sementara kedua tangan melingkari
dada dan jari-jari tangan menyokong
tulang belakang.
b. Teknik dua jari : ujung jari tengah dan
jari telunjuk atau jari manis dari satu
tangan digunakan untuk menekan
tulang dada, sementara tangan yang
lain digunakan untuk menopang
bagian belakang bayi (kecuali jika
bayi diletakkan pada permukaan yang
keras.

Anda mungkin juga menyukai