0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
40 tayangan3 halaman

Teknik Hardening Keamanan Jaringan

Dokumen tersebut membahas tentang hardening network security dengan menjelaskan beberapa aspeknya seperti tujuan, teknik-teknik, dan contoh perangkat lunak yang digunakan untuk melakukan hardening pada berbagai sistem operasi dan jenis perangkat jaringan.

Diunggah oleh

Mhan Rahman
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
40 tayangan3 halaman

Teknik Hardening Keamanan Jaringan

Dokumen tersebut membahas tentang hardening network security dengan menjelaskan beberapa aspeknya seperti tujuan, teknik-teknik, dan contoh perangkat lunak yang digunakan untuk melakukan hardening pada berbagai sistem operasi dan jenis perangkat jaringan.

Diunggah oleh

Mhan Rahman
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS 2

KEAMANAN JARINGAN

Nama : Muhammad Abdurrahman


NIM : 1612505
Jurusan: Teknik Komputer

Soal:
Jelaskan masing-masing aspek Hardening Network Security !

Salah satu metode yang digunakan untuk mengamankan jaringan adalah dengan
melakukan hardening atau pengerasan. Arti dari hardening kurang lebih adalah menyediakan
bermacam cara/metode untuk melindungi sistem komputer. Perlindungan dalam rangka
keamanan jaringan dilakukan pada semua level layer (OSI 7 layer), perlindungan dengan cara
ini biasa disebut sebagai pertahanan yang mendalam “defense in depth”. Hal ini berarti
perlindungan dilakukan mulai dari level host, level aplikasi, level sistem operasi, level user,
level fisik dan semua level yang ada. Tiap level memerlukan metode keamanan yang berbeda.
Sistem komputer yang di-hardening (dikeraskan) berarti sistem komputer tersebut menjadi
lebih aman.
Hardening dilakukan dengan berbagai cara, ini berarti cara yang dilakukan lebih dari satu.
Tujuan dari hardening adalah mengurangi resiko dan ancaman yang terjadi pada sistem
komputer. Berikut ini adalah hardening komputer yang dapat dilakukan :

• Selalu mengupdate patch keamanan dan hot fixes.


• Memonitor buletin keamanan yang dapat di terapkan pada sistem OS dan aplikasi.
• Menginstall firewall.
• Menutup port-port tertentu misalnya port server.
• Tidak mengijinkan berbagi file antar program.
• Menginstall proteksi virus dan spyware, termasuk toll anti adware agar software
malicious tidak dapat mencapai akses ke komputer yang diinstall.
• Selalu melakukan back up, seperti hard drive dari sistem komputer.
• Mendisable cookies.
• Membuat password yang kuat.
• Tidak membuka email dan melakukan attachmen dari pengirim yang tidak dikenal.
• Menghapus program dan user account yang tidak diperlukan dari komputer.
• Gunakan enkripsi jika memungkinkan.
• kebijakan keamanan hardening seperti kebijakan lokal yang berkaitan dengan
seberapa sering password harus diubah dan seberapa panjang dan format apa
password tersebut dibuat.

Dalam lingkup yang luas terdapat istilah “host hardening”. Host hardening berarti hardening
(berbagai cara untuk mengamankan) yang dilakukan pada host. Istilah host mengacu pada
semua yang ber IP address. Perangkat yang termasuk dalam definisi host adalah pc client,
server, router, managable switch (pelajari kembali subnet mask). Jadi hardening dapat
diterapkan pada pc client, server, router, dan managable switch.
Teknik hardening bisa berbeda pada perangkat atau sistem operasi yang berbeda. Seperti
halnya hardening yang dilakukan pada sistem operasi linux akan berbeda dengan hardening
yang diterapkan pada sistem operasi windows. Demikian juga dengan hardening pada
komputer akan berbeda dengan hardening yang diterapkan pada server. Meskipun
menggunakan cara yang berbeda namun pada dasarnya elemen yang digunakan relatif sama.
Contohnya elemen hardening firewall dapat diterapkan pada linux dan windows namun cara
settingnya tentu berbeda.
Untuk perlindungan yang mendalam maka hardening dilakukan pada tiap level layer OSI.
Berikut ini adalah tindakan hardening yang dilakukan pada masing-masing layer OSI :

• layer fisik (dengan menyediakan pengamanan fisik salah satunya dengan selalu
memonitor perangkat fisik yang digunakan)
• layer data link (dengan membuat pemisah logis pada perangkat fisik yang sama dan
mendisable port yang tidak terpercaya”untrusted port”)
• layer network (dengan menggunakan firewall dan router dengan filter yang kuat)
• layer transport (dengan menerapkan keamanan di port dan memasang software anti-
virus)
• layer sesi (dengan menerapkan SSL menggunakan algoritma kriptografi dan metode
enkripsi)
• layer presentasi (dengan menggunakan teknik enkripsi)
• layer aplikasi (dengan mengenkripsi username dan password)

Beberapa Teknik Hardening Server

Pentingnya menjaga keamanan jaringan maupun server harus dipahami oleh semua elemen di
perusahaan sehingga timbulnya “awareness” terhadap permasalahan keamanan dan apa saja
yang menimbulkan kerentanan terhadap sistem keamanan tersebut. Berikut adalah beberapa
teknik untuk melakukan server hardening:

• Gunakan data encryption untuk komunikasi


• Hindari penggunaan protokol yang tidak aman yang mengirim informasi atau
password dalam bentuk plain text (misalnya UDP)
• Hindari penggunaan software yang tidak diperlukan pada server
• Upgrade OS yang digunakan terutama security patches.
• Akun user sebaiknya memiliki password yang cukup kuat dan lakukan penggantian
password secara berkala dan tidak menggunakan kembali password yang pernah
digunakan.
• Kunci akun ketika terjadi event dimana terlalu banyak terjadi failure login.
• SSH hardening :
• ubah port dari default menjadi non-standard
• Disable root login secara langsung. Mengubah lebel menjadi root hanya jika
dibutuhkan.
• Layanan yang tidak dibutuhkan sebaiknya dinonaktifkan.
• Hardening [Link]
• Server hardening dengan melakukan instalasi Root Kit Hunter dan ChrootKit hunter.
• Minimalisasi membuka port jaringan menjadi hanya yang dibutuhkan saja
• Instal Logwatch dan review logwatch email setiap hari. Hal ini untuk menginvestigasi
jika terjadi aktivitas yang berbahaya pada server
• Gunakan firewall, IPS, dan IDS untuk menambah keamanan pada server
• Instal Linux Socket Monitor untuk mendeteksi ketika adanya socket baru yang dibuat
pada sistem. Pembuatan socket baru dapat mengungkapkan aktivitas hacker pada
sistem.
• Batasi akses pengguna sehingga hanya dapat mengakses yang dibutuhkan saja.
• Monitor log server

Software untuk melakukan hardening.

1. Basille Linux

Program hardening Bastille mengunci OS, secara aktif melakukan konfigurasi sistem untuk
meningkatkan keamanan dan mengurangi kerentanannya.

Bastille mensupport Red Hat (Fedora Core, Enterprise, and Numbered/Classic), SUSE,
Debian, Gentoo, dan Mandrake dengan HPUX.

User/administrator diperbolehkan untuk memilih cara malakukan hardening pada OS. Pada
setting default hardeningnya, Bastille akan menanyakan apakah user memiliki pertanyaan,
menjelaskan topic akan pertanyaan tersebut, dan membuat kebijakan berdasarkan jawaban
user. Kebijakan tersebut akan diterapkan ke sistem. Dalam mode assessmentnya, Bastille
membuat laporan yang dapat digunakan user untuk mempelajari lebih lanjut mengenai setting
keamanan yang digunakan dan juga memberikan informasi ke user mengenai setting mana
yang perlu diperketat.

2. JASS untuk Solaris systems

SolarisTM Security Toolkit, yang dikenal juga dengan JumpStart TM Architecture and Security
Scripts (JASS) toolkit, menyediakan mekanisme yang fleksibel dan ekstensibel untuk
meminimasi, melakukan hardening, dan mengamankan sistem Solaris Operating
Environment systems. Goal utama pengembangan toolkit ini adalah untuk menyederhanakan
dan meng-otomatis-kan proses pengamanan Solaris system.

Toolkit ini dikembangkan oleh anggota Enterprise Engineering and Professional Services
teams, yang berdasarkan best practices keamanan yang telah diuji, dan pengalaman pengguna
yang dikumpulkan selama bertahun-tahun.

3. Syhunt Apache/PHP Hardener

Syhunt Apache/PHP Hardener digunakan untuk melakukan evaluasi ancaman keamanan dan
identifikasi countermeasure yang sesuai pada tahap konfigurasi web server, sehingga
menyediakan proteksi ekstra terhadap web hacking dan merupakan level tertinggi keamanan
aplikasi. Berikut ini merupakan fitur utama Syhunt.

• Memeriksa konfigurasi keamanan web server dengan melakukan hampir 50


pemeriksaan keamanan
• Menyediakan analisis heuristic file konfigurasi web server untuk mendeteksi error
pada konfigurasi keamanan
• Men-support file konfigurasi Apache dan PHP
• Memproduksi laporan HTML yang simple dan mudah dimengerti
• Melakukan update secara otomatis.

Anda mungkin juga menyukai