SATUAN ACARA PENYULUHAN
TOPIK : Keluarga Berencana (KB)
SASARAN : Pasangan usia subur (PUS)
HARI/TANGGAL : disesuaikan
WAKTU : 15 menit
TEMPAT : ZOOM
PEMATERI : Alvin Indrianto Nugroho
I. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU) :
Setelah diberikan penyuluhan 15 menit, diharapkan PUS mampu
memahami dan mengerti tentang KB.
II. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK)
Setelah diberikan penjelasan selama 15 menit, ibu diharapkan :
a. Dapat menjelaskan tentang pengertian KB
b. Dapat menjelaskan tentang manfaat KB
c. Dapat menjelaskan tentang jenis-jenis, cara kerja, efektivitas,
keuntungan, indikasi, kontraindikasi, efek samping, cara dan waktu
pemberian/pemasangan dari masingmasing alat kontrasepsi.
d. Dapat menjelaskan tentang masalah yang mungkin terjadi jika PUS
tidak menjadi akseptor (Mengikuti pelaksanaan program KB)
III. POKOK BAHASAN
Keluarga Berencana (KB)
IV. SUB POKOK BAHASAN
a. Pengertian KB
b. Manfaat KB
c. Jenis-jenis, cara kerja, efektivitas, keuntungan, indikasi,
kontraindikasi, efek samping, cara dan waktu
pemberian/pemasangan dari masing-masing alat kontrasepsi.
d. Masalah yang mungkin terjadi jika PUS tidak menjadi akseptor
(Mengikuti pelaksanaan program KB)
V. MEDIA
1. PPT
2. Zoom
VI. METODE
Tahap Waktu KegiatanPenyul Kegiatan peserta Metode Media/
Kegiata uh Alat
n
Pendahulu 3menit 1. Salam pembuka 1. Menjawab Ceramah
an 2. Memperkenalkan salam dan
diri 2. Mendengarkan Tanya
3. Menjelaskan 3. Mendengarkan jawab
topik penyuluhan 4. Mendengarkan
4. Menjelaskan 5. Mendengarkan
TIU/TUK 6. Mengemukakan
5. Menyepakati jawaban
waktu untuk KIE 7. Mendengarkan
Menggali
pengetahuan
PUS tentang KB
6. Apresiasi peserta
7. Kontrak waktu
Penyajian 10 menit 1. Menjelaskan 1. Mendengarkan Ceramah Powerpoint
tentang KB 2. Menjawab dan
2. Cara pemberian 3. Memperhatikan Tanya
dan pemasangan 4. Bertanya jawab
dari masing- 5. Menanggapi
masing alat jawaban
kontrasepsi. 6. Mendengarkan
3. Menjelaskan 7. Menerima
tentang masalah hadiah
yang mungkin 8. Mendengarkan
terjadi jika PUS 9. Mendengarkan
tidak menjadi
akseptor KB
4. Menanyakan
pada peserta
tentang pokok
materi yang
diberikan
5. Memberi
kesempatan
peserta untuk
bertanya
6. Memberi
kesempatan
peserta lain
menanggapi
pertanyaan
7. Memberi
penilaian dan
kesimpulan
jawaban
8. Memberi
reinforcemen
9. Mengarahkan
penyuluhan
pada situasi
yang kondusif
Penutup 2 menit 1. Mengevaluasi 1. Mendengarkan Cer amah leaflet atau
2. Menyimpulkan 2. Mendengarkan dan Tanya
PPT
materi 3. Menjawab jawab
3. Kontrak topik 4. Menjawab
penyuluhan salam
berikutnya
4. Salam penutup
VII. MEDIA, SUMBER
a. Media : PPT
VIII. PENGATURAN TEMPAT
Penyuluh
Keterangan :
Pasangan usia subur
Pasangan usia subur
Pasangan usia subur
Penyuluh : alvin
IX. KRITERIA EVALUASI
1. Evaluasi Stuktur
a. Kesiapan materi
b. Kesiapan SAP
c. Kesiapan media : power point dan leaflet
d. Warga pasangan usia subur (PUS) siap di ruangan
e. Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilaksanakan
sebelumnya
2. Evaluasi Proses
f. Fase dimulai sesuai dengan waktu yang direncanakan
g. Peserta antusias terhadap materi penyuluhan
h. Peserta mengajukan pertanyaan dan menjawab pertanyaan secara
benar
i. Suasana penyuluhan tertib
j. Tidak ada peserta yang meninggalkan tempat penyuluhan
k. Jumlah hadir dalam penyuluhan minimal 5 orang
3. Evaluasi Hasil
1. Menanyakan kembali materi yang telah disampaikan kepada peserta penyuluhan
(warga pasangan usia subur (PUS) di desa cerme :
a. Apa pengertian KB
b. Apa manfaat KB
c. Apa jenis-jenis, cara kerja, efektivitas, keuntungan, indikasi,
kontraindikasi, efek samping, cara dan waktu pemberian/pemasangan
dari masing-masing alat kontrasepsi.
d. Apa masalah yang mungkin terjadi jika PUS tidak menjadi akseptor
(Mengikuti pelaksanaan program KB)
2. Warga pasangan usia subur (PUS) dapat menjawab minimal 80% dari pertanyaan
yang diajukan
X. MATERI PENYULUHAN
- Terlampir
XI. REFERENSI
1. Manuaba, 2009, Buku Acuan Pelayanan Maternal Neonatal dan
Keluarga Berencana. Balai
2. Saifuddin, AB, 2010, Buku Panduan Praktis Pelayanan Konmtrasepsi
YBP. Sarwono Prawirohardjo, Jakarta.
3. Sundquist, K, 2010, Kontrasepsi Apa Yang Terbaik Untuk Anda,
Arcan, Jakarta.
LAMPIRAN MATERI
MATERI Keluarga Berencana (KB)
1. Pengertian Keluarga Berencana (KB)
Keluarga berencana adalah salah satu usaha untuk mencapai kesejahteraan
dengan jalan memberikan nasehat perkawinan, pengobatan kemandulan dan
penjarangan kehamilan, atau salah satu usaha untuk membantu keluarga
termasuk individu merencanakan kehidupan berkeluarga dengan baik
sehingga dapat mencapai keluarga berkualitas (Kesehatan Ibu dan Anak,
2020). Sedangkan menurut Kemenkes RI tahun 2016, Keluarga Berencana
(KB) merupakan upaya mengatur kelahiran anak, jarak, dan usia ideal
melahirkan, mengatur kehamilan, melalui promosi, perlindungan, dan bantuan
sesuai dengan hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas.
2. Tujuan KB
a. Tujuan umum
1) Membentuk keluarga kecil sesuai dengan kekuatan social ekonomi
suatu keluarga dengan cara pengaturan kelahiran anak, agar diperoleh
suatu keluarga bahagia dan sejahtera yang dapat memenuhi kebutuhan
hidupnya.
2) Mewujudkan keluarga kecil bahagia sejahtera yang menjadu dasar bagi
terwujudnya masyarakat yang sejahtera melalui pengendalian kelahiran
dan pertumbuhan penduduk Indonesia
b. Tujuan khusus
1) Pengaturan kelahiran
2) Pendewasaan usia perkawinan.
3) Peningkatan ketahanan dan kesejahteraan keluarga.
4) Mencegah kehamilan karena alasan pribadi
5) Menjarangkan kehamilan
6) Membatasai jumlah anak
3. Manfaat KB
Dengan mengikuti program KB sesuai anjuran pemerintah, para akseptor akan
mendapatkan tiga manfaat utama optimal, baik untuk ibu, anak dan keluarga,
antara lain: [Link] Untuk Ibu:
1. Mencegah kehamilan yang tidak
diinginkan
2. Mencegah setidaknya 1 dari 4
kematian ibu
3. Menjaga kesehatan ibu
4. Merencanakan kehamilan lebih terprogram
[Link] Untuk Anak:
1. Mengurangi risiko kematian bayi
2. Meningkatkan kesehatan bayi
3. Mencegah bayi kekurangan gizi
4. Tumbuh kembang bayi lebih terjamin
5. Kebutuhan ASI eksklusif selama 6 bulan relatif dapat terpenuhi
6. Mendapatkan kualitas kasih sayang yang lebih maksimal
[Link] Untuk Keluarga:
1. Meningkatkan kesejahteraan keluarga
2. Harmonisasi keluarga lebih terjaga
4. Macam-macam KB
a. KB PIL
1) Pengertian
Kontrasepsi pil adalah metode kontrasepsi yang digunakan wanita,
berbentuk tablet. Pada dasarnya kontrasepsi pil terbagi menjadi tiga
bagian, yaitupil kombinasi, pil yang mengandung progesterone dan pil
yang mengandung esterogen. Kontrasepsi pil adalah salah satu
kontrasepsi yang paling banyak digunakan dan mengandung hormone
ekstrogen dan progesterone serta menghambat ovulasi. KB jenis ini
harus diminum setiap hari secara teratur (Pendit, 2016).
1) Jenis-jenis KB Pil (saifuddin, 2013)
a) Monofasik
Pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormone
estrogen/progesterone dalam dosis yang sama dengan 7 tablet
tanpa hormone.
b) Bifasik
Pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormone
esterogen/progesterone dengan dua dosis yang berbeda dengan 7
tablet tanpa hormone.
c) Trifasi
Pil yang tersedia dalam kemasan 21 tablet mengandung hormone
esterogen/progesterone dengan tiga dosis yang berbeda dengan 7
tablet tanpa hormone.
2) Kelebihan
Beberapa Pil KB memiliki kandungan progesteron sehingga memiliki
antiandrogen (cyproterone acetate, drospirenone). Kedua zat tidak
hanya mencegah kehamilan, namun juga dapat mengurangi jerawat
dan rambut halus di wajah cantik wanita. Adapun kelebihan PIL KB
yang lain adalah:
a) Penggunaan Pil KB mudah, karena hanya dibutuhkan kepatuhan
wanita untuk meminumnya.
b) Kehamilan bisa segera terjagi setelah anda berhenti minum Pil
KB tersebut.
c) Kandungan hormonal Pil KB membuat lapisan endometrium
mengalami penebalan dan peluruhan sesuai dengan siklus 28
hari sehingga dapat mengurangi beberapa keluhan haid.
d) Menurunkan risiko kanker endometrium dan tumor ovarium.
Sehingga menghindarkan dari resiko kanker serviks.
e) Bisa digunakan sebagai kontrasepsi emergensi setelah hubungan
suami istri yang tidak terlindung oleh alat kontrasepsi.
f) Mencegah anemia akibat kekurangan zat besi pada darah.
3) Kekurangan
Kerugian menggunakan KB Pil ini adalah harus diminum secara
teratur dan konsisten, tidak bisa digunakan pada penderita
penyumbatan pembuluh darah (trombosis), gangguan fungsi hati,
migrain, penyakit darah tinggi, diabetes mellitus, perokok dan wanita
dengan usia di atas 35 tahun. Adapun Kekurangan penggunaan Pil KB
yang lain adalah:
a) Terasa mual, biasanya dirasakan selama 3 bulan pertama,
b) Terjadi pendarahan di antara masa haid terutama bila lupa atau
terlambat minum Pil KB tersebut,
c) Mengalami sakit kepala ringan,
d) Terjadi nyeri payudara,
e) Beberapa wanita yang mengkonsumsi Pil KB dosis rendah,
mengeluh nyeri saat berhubungan badan,
f) Anda harus mempunyai stok lebih sebagai persediaan.
4) Kontra indikasi Pemakaian Pil
Kontraindikasi penggguna kontasepsi pil adalah ibu yang sedang
hamil, penderita hepatitis, radang pembuluh darah, kanker payudara
atau kanker kandungan, hipertensi, gangguan jantung, varises,
perdarahan abnormal melalui vagina, kencing manis, pembesaran
kelenjar gondok (struma), penderita sesak napas, eksim, dan memiliki
komplikasi penyakit lainnya.
5) Efek Samping Pemakaian Pil
Efek samping kontrasespsi pil berupa perdarahan di luar haid, rasa
mual, bercak hitam di pipi (hiperpigmentasi), jerawat, penyakit jamur
pada liang vagina (candidiasis), nyeri kepala, amenorea dan
penambahan berat badan.
6) Cara Pemakaian Pil KB :
a) Untuk mereka yang baru pertama kali menggunakan pil KB,
mulai minum pil saat haid yaitu mulai di hari ke lima haid atau
paling baik di hari pertama haid. Bila dimulai pada saat haid
sudah berhenti, jika hendak melakukan hubungan intim, gunakan
kondom selama 7 hari pertama menelan pil untuk mencegah
terjadinya kehamilan.
b) Untuk mencegah lupa minum pil, minumlah pil KB secara
teratur setiap harinya pada jam yang sama, disarankan untuk
menelan pil pada malam hari (sebelum tidur atau setelah makan
malam).
c) Jika lupa minum satu pil KB minum segera saat teringat dan
minum pil dosis hari itu di saat waktu rutin biasanya. Jika lupa 1
hari (24 jam) maka masih dapat diminum 2 tablet langsung pada
saatnya minum pil. Namun jika lupa lebih dari 1 hari, buang pil
yang terlupa dan lanjutkan minum pil sesuai harinya, namun
karena efektifitas berkurang, perlu dikombinasikan dengan
kontrasepsi kondom saat berhubungan intim. (Hanafi
Hartanto,2012)
Contoh : Biasa minum pil KB setiap jam 9 malam
a. Tanggal 1 lupa minum pil KB, baru teringat jam 10 pagi di tanggal
2, maka segera minum pil KB yang terlupa. Jam 9 malam tanggal 2,
minum pil KB seperti biasa.
b. Tanggal 1 lupa minum pil KB, baru teringat jam 9 malam tanggal 2,
maka minum ke dua pil sekaligus.
c. Tanggal 1 dan tanggal 2 lupa minum pil KB, baru teringat di
tanggal 3 maka buang ke dua pil, dan jam 9 malam tanggal 3 tetap
minum pil KB sesuai harinya, dan bila hendak melakukan
hubungan intim 7 hari ke depan gunakan kondom agar tidak terjadi
kehamilan.
d. Untuk pil KB dengan isi 21 pil, setelah pil terakhir dimakan, maka
7 hari kedepan libur/ tidak makan pil. Saat libur inilah diperkirakan
akan terjadi haid, yang biasanya timbul 2-3 hari setelah pil habis.
Setelah libur 7 hari, baik haid sudah selesai ataupun belum, minum
kembali pil KB dari blister yang baru. Jika lupa tidak berhenti
minum pil dan langsung melanjutkan blister yang baru maka haid
tidak akan terjadi. Hal ini karena efek lanjutan hormon estrogen dan
progesteron pada pil KB. Hentikan pil KB maka dalam beberapa
hari akan terjadi haid.
e. Untuk pil KBdengan isi 28 pil, 7 buah pil yang beda ukuran dan
warnanya dari 21 pil lainnya, sebenarnya tidak mengandung
hormon melainkan hanya tepung saja ( plasebo ) sehingga tidak
memiliki efek pengobatan. Saat minum pil plasebo inilah haid
diperkirakan akan terjadi. Tujuan disediakan pil plasebo hanyalah
sebagai pengingat saja supaya tidak lupa, tinggal menyambung
dengan pil berikutnya.
f. Untuk ibu menyusui tersedia minipil ( hanya mengandung
progesteron, tidak mengandung estrogen). Pil ini mempunyai efek
seperti suntikan KB karena tidak mengendung estrogen, sehingga
tidak mengganggu kualitas maupun kuantitas ASI, contohnya :
Excluton.
g. Untuk ibu pasca melahirkan, maka pemakaian pil KB dimulai saat :
1) Ibu telah berhenti menyusui atau 6 bulan setelah melahirkan
(mana yang lebih dulu)
2) 3 - 6 minggu pasca salin untuk ibu yang tidak menyusui
3) Bila telah lebih dari 42 hari (6 minggu) pasca salin dan tidak
menyusui, yakinkan dulu bahwa tidak hamil, baru mulai minum
pil KB
[Link] pemakaian pil KB setelah keguguran :
1) Mulai pada 7 hari pertama keguguran
2) Setiap saat asal yakin tidak hamil dan berKB ganda (kondom
atau spermisida) selama 7 hari pertama.
b. KB Suntik :
1. Pengertian
Kontrasepsi suntik adalah kontrasepsi yang mengandung hormone
progesterone dan ekstrogen, kontrasepsi ada dua macam yaitu KB suntik
sebulan sekali (syclpoen) dan KB suntik 3 bulan sekali (depo propera),
akan tetapi ibu suka menggunakan KB suntik yang sebulan karena suntik
sebulan dapat menyebabkan perdarahan bulanan teratur dan jarang
menyebabkan spoting (Pendit, 2016).
2. Jenis-jenis KB suntik
Jenis-jenis alat KB suntik yang sering digunakan di Indonesia antara lain:
a) Suntik 1 bulan adalah suntikan kombinasi yang dilakukan setiap 1
bulan sekali dengan dosis 25 mg depomedroxy progesterone aserat dan
5 mg estradiol cyplonate. Komposisi : tiap ml suspensi dalam air
mengandung : Medroxy progesterone acetate 50 mg, Estradiol
cypionate 10 mg.
- Waktu pemberian dan dosis
Disuntikkan dalam dosis 50 mg norithidrone anantat dan 5 mg
estradiol varelat yang diberikan melalui I.M sebulan sekali
- Efek samping
Sangat efektifitas (0,1 – 0,4 kehamilan / 100 perempuan) selama
tahun pertama penggunaan
- Keuntungan :
Resiko terhadap kesehatan kecil, tidak berpengaruh
padahubungan sex, tidak diperlukan pemeriksaan dalam, jangka
panjang, efek samping sangat kecil, klien tidak perlu menyimpan
obat suntik.
- Efek samping :
Efek samping kontrasepsi suntik adalah perubahan pada kulit
gatal-gatal penggelapan warna kulit, sakit kepala, sakit pada dada,
peningkatan berat badan, perdarahan berkepanjangan, anoreksia,
rasa lalah, depresi, payudara lembek dan galaktorea, penyakit
troboembolik, tromboflebitis, perdarahan tidak teratur, depresi,
perubahan mood, dan amenore.
- Waktu mulai menggunakan suntikan kombinasi : Suntikan
pertama dapat diberikan dalam waktu 7 hari siklus haid, bila
disuntikan pertama diberikan setelah hari ke 7 siklus haid, klien
tidak boleh berhubungan sex selama 7 hari / menggunakan,
kontrasepsi lain untuk 7 hari, bila klien pasca persalinan 6 bulan,
menyusui serta belum haid suntikan pertama dapat diberikan
sutnikan kombinasi, pasca keguguran ; suntikan kombinasi dapat
segera diberikan / dalam waktu 7 hari, bila sebelumnya juga
kontrasepsi hormonal dan ingin ganti suntikan pertama dapat
segera diberikan asal ibu tidak hamil dan pemberiannya tanpa
perlu menunggu datangnya haid. Bila diberikan pada hari 1-7
siklus haid, metode kontrsepsi lain tidak diperlukan, ibu
sebelumnya menggunakan AKDR, suntikan pertama diberikan
hari 1-7 siklus haid cabut segera AKDR (Harnawati, 2008).
b) Suntik 3 bulan (Depo Provera) Adalah medroxy progesterone yang di
gunakan untuk tujuan kontrasepsi parenteral, mempunyai efek
progesterone yang kuat dan sangat efektif.
- Komposisi : Suspensi steril depo medroxy progesterone acetat
(DPPA) dalm air, tiap vial berisi 3 ml suspensi (150 mg medroxy
progesterone acetate), tiap vial berisi 1 ml suspensi (150 ml
medroxy progesterone acetate)
- Waktu pemberian dan dosis
Di suntikan dalam dosis 150 mg/cc sekali 3 [Link] harus
lama pada otot bokong musculus gluteus agak dalam.
- Efektifitas
Efektifitas tinggi dengan 0,3 kehamilan paer 100 perempuan tidap
tahan asal penyuntikannya dilakukan secara teratur.
- Keuntungan :
Lebih mudah digunakan, tidak perlu setiap hari seperti menelan pil,
tidak mengandung esterogen sehingga tidak berdampak serius
terhadap penyakit jantung dan gangguan pembekuan darah, sangat
efektif, tidak memiliki pengaruh terhadap ASI, dapat digunakan
oleh perempuan usia lebih dari 35 tahun sampai pre menopause,
membantu mencegah kanker endometrium dan kehamilan ektopik,
tidak menggangu hubungan seksual, mengurangi rasa nyeri dan
haid, tidak di dapat pengaruh sampingan dari pemakaian esterogen.
- Efek samping : reaksi anafilaktis dan anafiliatik, penyakit
tromboem balik tromboplebitis, system syaraf pusat gelisah,
depresi, pusing, sakit, tidak bisa tidur, selaput kulit dan lendir
bercak merah / jerawat, gastro intestinal mual, payudara lembek
dan galaktorea, perubahan warna kulit di tempat suntikan
- Cara pemberian : waktu pasca persalinan (pp) ; berikan pada hari
3-5 pp / sesudah asi berproduksi ibu sebelum pulang dari rs / 6-8
minggu pasca beraslin asal ibu tidak hamil / belum melakukan
koifus, pasca keguguran ; segera setelah kurefage / sewaktu ibu
hendak pulang dari rs hari pasca abortus, asal ibu belum hamil
lagi. dalam masa interval diberikan pada hari 1-5 haid
- Mekanisme Kerja : primer ; masalah ovulasi (kadar fsh dan lh
menurun dan tidak terjadi setakan lh (lh surge) respon kelenjar
hipofise terhadap gonadotropin releasing hormone eksogenneus
tidak berubah, sehingga memberi kesan proses terjadi di
hipotalamus dari pada kelenjar hipofise, (menghalangi
pengeluaran fsh dan lh sehingga tidak terjadi ovulasi), sekunder ;
mengentalkan lendir dan menjadi sedikit sehingga menurunkan
kemampuan penetrasi sperma, menjadikan selaput lendir rahim
tipis dan atropi, menghambat trasportasi gamet dan tuba,
mengubah endrometrium menjadi tidak sempurna untuk
implantasi hasil konsepsi.
c. Implant
1) Pengertian Implant
Implant adalah alat kontrasepsi yang disusupkan dibawah kulit lengan atas
sebelah dalam berbentuk kapsul silastik (lentur) panjangnya sedikit lebih
pendek dan pada batang korek api dan dalam setiap batang mengandung
hormon levonorgestrel yang dapat mencegah terjadinya kehamilan. KB ini
memiliki efektivitas yang cukup tinggi dan jangka waktunya 3-5 tahun
(Hanifa, 2015).
2) Jenis Implant
Jenis-jenis implant menurut Saifuddin (2006) adalah sebagai berikut :
a. Norplant terdiri dari 6 batang silastik lembut berongga dengan panjang
3,4 cm dengan diameter 2,4 mm, yang berisi dengan 36 mg
levonorgestrel dan lama kerjanya 5 tahun.
b. Implanon terdiri dari 1 batang putih lentur dengan panjang kira-kira 40
mm, dan diameter 2 mm, yang berisi dengan 68 mg 3 ketodesogestrel
dan lama kerjanya 3 tahun.
c. Jadena dan Indoplant terdiri dari 2 batang yang berisi dengan 75 mg
levonorgestrel dengan lama kerja 3 tahun.
3) Mekanisme Kerja
Cara kerja implant yang setiap kapsul susuk KB mengandung 36 mg
levonorgestrel yang dikeluarkan setiap harinya sebanyak 80 mg. Konsep
mekanisme kerjanya menurut Manuaba (1998) adalah :
d. Dapat menghalangi pengeluaran LH sehingga tidak terjadi ovulasi.
e. Mengentalkan lendir serviks dan menghalangi migrasi spermatozoa.
f. Menipiskan endometrium sehingga tidak siap menjadi tempat nidasi.
4)Pemasangan implant menurut Saifuddin (2006) dapat dilakukan pada :
a. Perempuan yang telah memilih anak ataupun yang belum.
b. Perempuan pada usia reproduksi (20–30 tahun).
c. Perempuan yang menghendaki kontrasepsi yang memiliki efektifitas
tinggi dan menghendaki pencegahan kehamilan jangka panjang.
d. Perempuan menyusui dan membutuhkan kontrasepsi.
e. Perempuan pasca persalinan.
f. Perempuan pasca keguguran.
g. Perempuan yang tidak menginginkan anak lagi, menolak sterilisasi.
h. Perempuan yang tidak boleh menggunakan kontrasepsi hormonal yang
mengandung estrogen.
i. Perempuan yang sering lupa menggunakan pil.
5) Kontraindikasi
Menurut Saifuddin (2006) menjelaskan bahwa kontra indikasi implant
adalah sebagai berikut :
a) Perempuan hamil atau diduga hamil.
b) Perempuan dengan perdarahan pervaginaan yang belum jelas
penyababnya.
c) Perempuan yang tidak dapat menerima perubahan pola haid yang
terjadi.
d) Perempuan dengan mioma uterus dan kanker payudara.
e) Perempuan dengan benjolan/kanker payudara atau riwayat kanker
payudara.
6) Keuntungan
Keuntungan dari implant menurut Saifuddin (2016) adalah :Keuntungan
kontrasepsi yaitu:
a) Daya guna tinggi
b) Perlindungan jangka panjang (sampai 5 tahun).
c) Pengembalian tingkat kesuburan cepat setelah pencabutan.
d) Tidak memerlukan pemeriksaan dalam.
e) Bebas dari pengaruh estrogen.
f) Tidak mengganggu kegiatan senggama.
g) Tidak mengganggu ASI.
h) Klien hanya perlu kembali ke klinik bila ada keluhan.
i) Dapat dicabut setiap saat sesuai dengan kebutuhan.
Keuntungan non kontrasepsi yaitu :
f) Mengurangi nyeri haid.
g) Mengurangi jumlah darah haid
h) Mengurangi/memperbaiki anemia.
i) Melindungi terjadinya kanker endometrium.
j) Menurunkan angka kejadian kelainan anak payudara.
k) Melindungi diri dari beberapa penyebab penyakit radang pangul.
l) Menurunkan angka kejadian endometriosis.
7) Kerugian
Hartanto (2012) mengemukakan bahwa kerugian
implant adalah:
[Link] dan pengeluaran harus dilakukan oleh
tenaga terlatih.
b. Petugas medis memerlukan latihan dan praktek untuk insersi dan
pengangkatan implant.
c. Lebih mahal.
d. Sering timbul perubahan pola haid.
e. Akseptor tidak dapat menghentikan implant sekehendaknya sendiri.
f. Beberapa wanita mungkin segan untuk menggunakannya karena kurang
mengenalnya.
g. Implant kadang-kadang dapat terlihat orang lain.
d. IUD (Intrauterine device)
1. Pengertian
IUD adalah suatu benda kecil terdiri dari bahan plastik yang lentur yang
memiliki lilitan tembaga dan dimasukkan ke dalam rongga rahim, yang
harus diganti jika sudah digunakan selama periode tertentu. IUD
merupakan cara kontrasepsi jangka panjang. Nama populernya adalah
spiral (Pendit, 2016)
2. Jenis-jenis IUD di Indonesia
a. Copper-T
IUD berbentuk T, terbuat dari bahan polyethelene di mana pada bagian
vertikalnya diberi lilitan kawat tembaga [Link] kawat tembaga halus
ini mempunyai efek antifertilisasi (anti pembuahan) yang cukup [Link]
bentuk T yang baru. IUD ini melepaskan lenovorgegestrel dengan
konsentrasi yang rendah selama minimal lima tahun. Dari hasil penelitian
menunjukkan efektivitas yang tinggi dalam mencegah kehamilan yang
tidak direncanakan maupun perdarahan [Link] metode ini
adalah tambahan terjadinya efek samping hormonal dan amenorhea.
b. Copper-7
IUD ini berbentuk angka 7 dengan maksud untuk memudahkan
pemasangan. Jenis ini mempunyai ukuran diameter batang vertikal 32 mm
dan ditambahkan gulungan kawat tembaga (Cu) yang mempunyai luas
permukaan 200 mm2, fungsinya sama seperti halnya lilitan tembaga halus
pada jenis Copper-T.
3. Cara Kerja
a. Menghambat kemampuan sperma untuk masuk ke tuba falopii
b. Mempengaruhi fertilisasi sebelum ovum mencapai kavum uteri
c. IUD bekerja terutama mencegah sperma dan ovum bertemu,
walaupun IUD membuat sperma sulit masuk ke dalam alat
reproduksi perempuan dan mengurangi sperma untuk fertilisasi
4. Efektifitas
IUD sangat efektif, (efektivitasnya 92-94%) dan tidak perlu diingat setiap
hari seperti halnya pil. Tipe Multiload dapat dipakai sampai 4 tahun; Nova
T dan Copper T 200 (CuT200) dapat dipakai 3-5 tahun; Cu T 380A dapat
untuk 8 tahun . Kegagalan rata-rata 0.8 kehamilan per 100 pemakai wanita
pada tahun pertama pemakaian.
5. Indikasi
Prinsip pemasangan adalah menempatkan IUD setinggi mungkin dalam
rongga rahim (cavum uteri).Saat pemasangan yang paling baik ialah pada
waktu mulut peranakan masih terbuka dan rahim dalam keadaan
[Link], 40 hari setelah bersalin dan pada akhir haid. Yang boleh
menggunakan IUD adalah:
a. Usia reproduktif
b. Keadaan nulipara
c. Menginginkan menggunakan kontrasepsi jangka panjang
d. Perempuan menyusui yang menginginkan menggunakan kontrasepsi
e. Setelah melahirkan dan tidak menyusui
f. Setelah mengalami abortus dan tidak terlihat adanya infeksi
g. Risiko rendah dari IMS
h. Tidak menghendaki metoda hormonal
i. Tidak menyukai mengingat-ingat minum pil setiap hari
j. Tidak menghendaki kehamilan setelah 1 – 5 hari senggama
k. Perokok
l. Gemuk ataupun kurus
6. Waktu Pemasangan
Pemasangan IUD sebaiknya dilakukan pada saat :
a. 2 sampai 4 hari setelah melahirkan
b. 40 hari setelah melahirkan
c. Setelah terjadinya keguguran
d. Hari ke 3 haid sampai hari ke 10 dihitung dari hari pertama haid
e. Menggantikan metode KB lainnya
7. Waktu pemeriksaan Diri
a. 1 bulan pasca pemasangan
b. 3 bulan kemudian
c. Setiap 6 bulan berikutnya
d. Bila terlambat haid 1 minggu
e. Perdarahan banyak atau keluhan istimewa lainnya
8. Keluhan-keluhan pemakai IUD
Keluhan yang dijumpai pada penggunaan IUD adalah terjadinya sedikit
perdarahan, bisa juga disertai dengan mules yang biasanya hanya
berlangsung tiga hari. Tetapi, jika perdarahan berlangsung terus-menerus
dalam jumlah banyak, pemakaian IUD harus [Link] lainnya
terjadi pada perangai [Link], pada permulaan haid darah yang
keluar jumlahnya lebih sedikit daripada biasa, kemudian secara mendadak
jumlahnya menjadi banyak selama 1-2 [Link] kembali sedikit
selama beberapa hari. Kemungkinan lain yang terjadi adalah kejang rahim
(uterine cramp), serta rasa tidak enak pada perut bagian bawah. Hal ini
karena terjadi kontraksi rahim sebagai reaksi terhadap IUD yang
merupakan benda asing dalam rahim. Dengan pemberian obat analgetik
keluhan ini akan segera teratasi. Selain hal di atas, keputihan dan infeksi
juga dapat timbul selama pemakaian IUD.
e. Sistem Kalender
1. Sistem KB kalender
Tanpa bantuan macam-macam alat kontrasepsi, metode ini menggunakan
penghitungan masa subur wanita, dan menghindari berhubungan seks pada masa
subur tersebut.
2. Kelebihan sistem kb kalender
Dibanding kontrasepsi lain, metode sistem kb kalender yang satu ini sangat
murah karena Anda mungkin tidak perlu mengeluarkan uang terlalu banyak. Di
samping itu, Anda hanya mengandalkan perhitungan masa subur. Sehingga,
Anda tidak perlu menggunakan bantuan alat apapun.
3. Kekurangan sistem KB kalender
Dibanding kontrasepsi lainnya, sistem kb kalender ini kurang efektif. Apalagi,
metode ini memiliki kemungkinan gagal hingga mencapai 20%.
f. Kondom
1. Pengertian
Kondom ialah sarung karet tipis penutup alat kelamin laki-laki yang menampung
cairan sel mani saat pria ejakulasi.
2. Keuntungan
1. Murah, mudah di beli
2. Mudah di pakai sendiri
3. Kerugian
1. Selalu harus ada persediaan
2. Mengganggu kenyamanan senggama
3. Kadang-kadang menimbulkan alergi.
4. Cara penggunaan
1. Menyarungkan pada alat kelamin laki-laki yang sudah tegang, dari ujung
sampai kepangkalnya pada saat bersenggama.
2. Selesai bersenggama, di keluarkan dari liang senggama, sebelum alat
kelamin laki- laki lemas.