0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
172 tayangan34 halaman

Rencana Kawasan Transmigrasi Tanah Tidung

Dokumen tersebut membahas kerangka acuan penyusunan Rencana Kawasan Transmigrasi (RKT) di Kabupaten Tanah Tidung, Kalimantan Utara. RKT akan menetapkan deliniasi kawasan transmigrasi, rencana struktur dan peruntukan kawasan, serta arahan pembangunan dan pengelolaan kawasan transmigrasi secara terpadu dan berkelanjutan.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
172 tayangan34 halaman

Rencana Kawasan Transmigrasi Tanah Tidung

Dokumen tersebut membahas kerangka acuan penyusunan Rencana Kawasan Transmigrasi (RKT) di Kabupaten Tanah Tidung, Kalimantan Utara. RKT akan menetapkan deliniasi kawasan transmigrasi, rencana struktur dan peruntukan kawasan, serta arahan pembangunan dan pengelolaan kawasan transmigrasi secara terpadu dan berkelanjutan.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

KERANGKA ACUAN KERJA

PENYUSUNAN DOKUMEN
RENCANA KAWASAN TRANSMIGRASI (RKT)
TANAH LIA KABUPATEN TANAH TIDUNG
PROVINSI KALTARA
TAHUN ANGGARAN 2019

PROVINSI KALIMANTAN UTARA


DINAS TRASMIGRASI DAN TENAGA KERJA

KAK Penyusunan Rencana Kawasan Transmigrasi (RKT)


BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Menurut Pasal 4 dan Pasal 5 Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan
Ruang (UU 26/2007), penataan ruang diklasifikasikan berdasarkan sistem, fungsi
utama kawasan, wilayah administratif, kegiatan kawasan, dan nilai strategis kawasan.
Penataan ruang berdasarkan nilai strategis kawasan meliputi penataan ruang kawasan
strategis nasional (KSN), penataan ruang kawasan strategis provinsi, dan penataan
ruang kawasan strategis kabupaten/kota.
Sejalan dengan Undang-Undang No. 29 Tahun 2009 Tentang Ketransmigrasian yang
mengatur perencanaan pembangunan kawasan transmigrasi, maka dalam rangka
perwujudan pengembangan kawasan transmigrasi secara efisien dan efektif yang
penyusunan rencana kawasannya diamanatkan oleh PP Nomor 3 Tahun 2014 Tentang
Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1997 Tentang Ketransmigrasian
sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2009 tentang
perubahan atas Undang-Undang No 15 Tahun 1997 tentang Ketransmigrasian, perlu
suatu proses perencanaan secara baik dan benar serta implementasi RKT yang
disepakati oleh semua pemangku kepentingan baik di pusat maupun daerah.
Untuk mewujudkan hal tersebut pembangunan transmigrasi dilaksanakan berbasis
kawasan yang memiliki keterkaitan dengan kawasan sekitarnya membentuk suatu
kesatuan sistem pengembangan ekonomi wilayah. Pembangun Kawasan Transmigrasi
dirancang secara holistik dan komprehensif sesuai dengan Rencanan Tata Ruang
Wilayah dalam bentuk Wilayah Pengembangan Transmigrasi atau Lokasi Permukiman
Transmigrasi. Pengembangan Wilayah Transmigrasi diarahkan untuk mewujudkan
pusat pertumbuhan baru sebagai Kawasan Perkotaan Baru, sedangkan Lokasi
Permukiman Transmigrasi diarahkan untuk mendukung pusat pertumbuhan yang
telah ada atau yang sedang berkembang sebagai Kawasan Perkotaan baru.
Pembangunan Kawasan Transmigrasi sekaligus untuk mengintegrasikan upaya
penataan persebaran penduduk yang serasi dan seimbang sesuai dengan daya dukung
dan daya tampung alam dan daya tampung lingkungan dengan mengakui hak orang
untuk bermigrasi, mengadopsi visi jangka panjang untuk tata ruang urban demi

KAK Penyusunan Rencana Kawasan Transmigrasi (RKT)


perencanaan penggunaan lahan yang lestari dan mendukung strategi urbanisasi secara
terpadu.
Dengan demikian, pembangunan transmigrasi merupakan salah satu upaya
percepatan pembangunan kota-kota kecil terutama diluar pulau Jawa, untuk
meningkatkan perannya sebagai motor penggerak pembangunan daerah untuk
meningkatkan daya saing daerah yang masih rendah sebagai akibat dari ; (1) lebarnya
kesenjangan pembangunan antar wilayah, terutama antara kawasan perdesaan-
perkotaan, kawasan pedalaman-pesisir, Jawa-luar Jawa dan antara kawasan Timur-
Barat, serta (2) rendahnya keterkaitan antara pusat pertumbuhan dengan daerah
belakang (hinterland), termasuk antara kota dan desa. Berdasarkan hal di atas, maka
perlu dilakukan penyusunan Rencana Kawasan Transmigrasi (RKT) di Kabupaten
Muna.

1.2. Tujuan
Tersusunnya rencana pembangunan transmigrasi berbasis kawasan yang memiliki
keterkaitan fungsional dan hierarki keruangan dengan pusat pertumbuhan dalam satu
kesatuan sistem pembangunan ekonomi wilayah Kabupaten dan/atau Provinsi.

1.3. Sasaran :
Tersusunnya Dokumen RKT yang memuat kebijakan pembangunan daerah, luas
deliniasi kawasan transmigrasi, rencana struktur kawasan transmigrasi, rencana
peruntukan kawasan transmigrasi, arahan jenis transmigrasi dan bentuk permukiman
transmigrasi (sp-baru, sp-pugar, sp-tempatan) yang akan dilaksanakan, arahan
penataan persebaran penduduk dan kebutuhan sumber daya manusia, arahan indikasi
program utama, tahapan perwujudan kawasan transmigrasi sertaketentuan
pengendalian pemanfaatan kawasan transmigrasi.

1.4. Output :
Dokumen RKT hasil perencanaan kawasan yang digunakan sebagai dasar dalam
penyusunan rencana perwujudan kawasan transmigrasi yaitu rencana pembangunan
kawasan dan pengembangan masyarakat transmigrasi dan kawasan transmigrasi.

KAK Penyusunan Rencana Kawasan Transmigrasi (RKT)


[Link] Lingkup
1. Ruang lingkup wilayah kerja meliputi satu atau beberapa kecamatan yang
diindikasikan berpotensi sebagai kawasan transmigrasi, pada lingkup kabupaten
yang telah ditentukan.
2. Kerangka Acuan ini memuat ketentuan umum muatan RKT, ketentuan teknis
muatan RKT, dan prosedur penyusunan RKT.

[Link] Hukum
Kerangka acuan ini disusun dengan memperhatikan antara lain :
[Link]-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan;
b. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan
Nasional;
c. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Infromasi Geospasial;
d. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka
Panjang Nasional Tahun 2005-2025;
e. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana;
f. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang;
g. Undang-Undang Nomor 27 Tahu n 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan
Pulau-Pulau Kecil;
h. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup;
i. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;
j. PP Nomor 3 Tahun 2014 Tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 15 Tahun
1997 Tentang Ketransmigrasian sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang
Nomor 29 Tahun 2009 tentang perubahan atas Undang-Undang No 15 Tahun 1997
tentang Ketransmigrasian .
k. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan
Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Pemerintah
Daerah Kabupaten/Kota;
l. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah
Nasional;
m. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan
Ruang; Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah;

KAK Penyusunan Rencana Kawasan Transmigrasi (RKT)


n. Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2010 tentang Bentuk dan Tata Cara Peran
Masyarakat dalam Penataan Ruang;
o. Keputusan Presiden Nomor 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung;
p. Peraturan Presiden RI Nomor 32 Tahun 2011 tentang Masterplan Percepatan dan
perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) 2011-2025.
q. Permen PU Nomor : 15/PRT/M/2012, tentang Pedoman Penyusunan Rencana Tata
Ruang Kawasan Strategis;

1.7 . Daftar Istilah dan Definisi


a. Ketransmigrasian adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penyelenggaraan
transmigrasi.
b. Transmigrasi adalah perpindahan penduduk secara sukarela untuk meningkatkan
kesejahteraan dan menetap di kawasan transmigrasi yang diselenggarakan oleh
Pemerintah.
c. Transmigran adalah warga negara Republik Indonesia yang berpindah secara
sukarela ke kawasan transmigrasi.
d. Kawasan Transmigrasi adalah kawasan budidaya yang memiliki fungsi sebagai
permukiman dan tempat usaha masyarakat dalam satu sistem pengembangan
berupa wilayah pengembangan transmigrasi atau lokasi permukiman
transmigrasi.
e. Wilayah Pengembangan Transmigrasi yang selanjutnya disingkat WPT adalah
wilayah potensial yang ditetapkan sebagai pengembangan permukiman
transmigrasi yang terdiri atas beberapa satuan kawasan pengembangan yang
salah satu di antaranya direncanakan untuk mewujudkan pusat
pertumbuhan wilayah baru sebagai kawasan perkotaan baru sesuai dengan
rencana tata ruang wilayah.
f. Lokasi Permukiman Transmigrasi yang selanjutnya disingkat LPT adalah lokasi
potensial yang ditetapkan sebagai permukiman transmigrasi untuk mendukung
pusat pertumbuhan wilayah yang sudah ada atau yang sedang berkembang
sebagai kawasan perkotaan baru sesuai dengan rencana tata ruang wilayah.
g. Satuan Kawasan Pengembangan yang selanjutnya disingkat SKP adalah satu
kawasan yang terdiri atas beberapa satuan permukiman yang salah satu

KAK Penyusunan Rencana Kawasan Transmigrasi (RKT)


diantaranya merupakan permukiman yang disiapkan menjadi desa utama atau
pusat kawasan perkotaan baru.
h. Kawasan Perkotaan Baru yang selanjutnya disingkat KPB adalah bagian dari
kawasan transmigrasi yang ditetapkan menjadi pusat pertumbuhan dan berfungsi
sebagai Pusat Pelayanan Kawasan.
i. Permukiman Transmigrasi adalah satu kesatuan permukiman atau bagian dari
satuan permukiman yang diperuntukkan bagi tempat tinggal dan tempat usaha
transmigran.
j. Satuan Permukiman yang selanjutnya disingkat SP adalah bagian dari SKP berupa
satu kesatuan permukiman atau beberapa permukiman sebagai satu kesatuan
dengan daya tampung 300-500 (tiga ratus sampai dengan lima ratus) keluarga.
k. Satuan Permukiman Baru yang selanjutnya disebut SP Baru adalah bagian dari
SKP berupa satu kesatuan permukiman atau beberapa permukiman sebagai satu
kesatuan dengan daya tampung 300-500 (tiga ratus sampai dengan lima ratus)
keluarga yang merupakan hasil pembangunan baru.
l. Satuan Permukiman Pemugaran yang selanjutnya disebut SP-Pugar adalah bagian
dari SKP berupa permukiman penduduk setempat yang dipugar menjadi satu
kesatuan dengan permukiman baru dengan daya tampung 300-500 (tiga ratus
sampai dengan lima ratus) keluarga.
m. Satuan Permukiman Penduduk Setempat yang selanjutnya disebut SP-Tempatan
adalah permukiman penduduk setempat dalam deliniasi kawasan transmigrasi
yang diperlakukan sebagai SP.
n. Kawasan Perdesaan adalah wilayah yang mempunyai kegiatan utama pertanian,
termasuk pengelolaan sumber daya alam dengan susunan fungsi kawasan sebagai
tempat permukiman perdesaan, pelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial,
dan kegiatan ekonomi.
o. Kawasan Perkotaan adalah wilayah yang mempunyai kegiatan utama bukan
pertaniandengan susunan fungsi kawasan sebagai tempatpermukiman perkotaan,
pemusatan dan distribusipelayanan jasa pemerintahan, pelayanan sosial,
dankegiatan ekonomi.
p. Permukiman dalam KPB adalah satuan perumahan yang mempunyai prasarana,
sarana, utilitas umum, serta mempunyai penunjang kegiatan fungsi lain di
kawasan perkotaan baru.

KAK Penyusunan Rencana Kawasan Transmigrasi (RKT)


q. Pusat Pelayanan Kawasan yang selanjutnya disingkat PPK adalah kawasan
perkotaan baru yang berfungsi untuk melayani kegiatan skala kawasan
transmigrasi.
r. Pusat Pelayanan Lingkungan yang selanjutnya disingkat PPL adalah desa utama
yang disiapkan menjadi pusat SKP yang berfungsi untuk melayani kegiatan skala
SKP.
s. Masyarakat Transmigrasi adalah transmigran dan penduduk setempat yang
ditetapkan sebagai transmigran serta penduduk setempat yang bertempat tinggal
di SP-Tempatan.
t. Transmigrasi Umum yang selanjutnya disingkat TU adalah jenis transmigrasi yang
dilaksanakan oleh Pemerintah dan/atau pemerintah daerah bagi penduduk yang
mengalami keterbatasan dalam mendapatkan peluang kerja dan usaha.
u. Transmigrasi Swakarsa Berbantuan yang selanjutnya disingkat TSB adalah jenis
transmigrasi yang dirancang oleh Pemerintah dan/atau pemerintah daerah
dengan mengikutsertakan badan usaha sebagai mitra usaha transmigran bagi
penduduk yang berpotensi berkembang untuk maju.
v. Transmigrasi Swakarsa Mandiri yang selanjutnya disingkat TSM adalah jenis
transmigrasi yang merupakan prakarsa transmigran yang bersangkutan atas
arahan, layanan, dan bantuan Pemerintah dan/atau pemerintah daerah bagi
penduduk yang telah memiliki kemampuan.
w. Daerah Asal Calon Transmigran yang selanjutnya disebut Daerah Asal adalah
daerah kabupaten/kota tempat tinggal calon transmigran sebelum pindah ke
Kawasan Transmigrasi.
x. Daerah Tujuan Transmigran yang selanjutnya disebut Daerah Tujuan adalah
daerah kabupaten/kota yang di wilayahnya dibangun dan dikembangkan
Kawasan Transmigrasi.
y. Pencadangan tanah adalah penunjukan area tanah oleh bupati/walikota atau
gubernur yang disediakan untuk pembangunan kawasan transmigrasi.
z. Konsolidasi tanah adalah penataan kembali penguasaan, pemilikan, penggunaan,
dan pemanfaatan tanah sesuai dengan rencana tata ruang wilayah dalam usaha
penyediaan tanah untuk kepentingan pembangunan kawasan transmigrasi guna
meningkatkan kualitas lingkungan dan pemeliharaan sumber daya alam dengan
partisipasi aktif masyarakat.

KAK Penyusunan Rencana Kawasan Transmigrasi (RKT)


aa. Rencana Kawasan Transmigrasi yang selanjutnya disingkat RKT adalah hasil
perencanaan kawasan transmigrasi yang digunakan sebagai dasar dalam
penyusunan rencana perwujudan kawasan transmigrasi.
bb. Hak Pengelolaan adalah hak menguasai dari negara yang, kewenangan
pelaksanaannya sebagian dilimpahkan kepada pemegangnya.

KAK Penyusunan Rencana Kawasan Transmigrasi (RKT)


BAB II
KETENTUAN TEKNIS
MUATAN RENCANA KAWASAN TRANSMIGRASI (RKT)

[Link] RKT
Deliniasi merupakan batas yang ditetapkan berdasarkan kriteria tertentu yang
digunakan sebagai batas Rencana Kawasan Transmigrasi (RKT). Kriteria tertentu
yang dimaksud disesuaikan dengan tipologi RKT.

Delineasi RKT mencakup kawasan yang mempunyai kawasan inti dan kawasan
penyangga atau yang tidak mempunyai kawasan inti dan kawasan penyangga yang
penetapannya didasarkan pada ketentuan peraturan.

3.2. Fokus Penanganan


Fokus penanganan merupakan muatan pokok yang menjadi tujuan utama
penanganan yang menjadi pertimbangan utama dalam perumusan muatan Rencana
Kawasan Transmigrasi (RKT).

Penetapan fokus penanganan dimaksudkan sebagai upaya untuk mengatur hal-hal


penting yang perlu ditangani RKT.

3.3. Skala Peta


Penetapan skala peta RKT dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan
informasi yang diperlukan dalam proses perencanaan kawasan, serta
mempertimbangkan luasan geografis yang dinilai strategis. Peta dicetak pada kertas
dengan ukuran A1 dan dibuat berdasarkan sumber informasi peta yang memiliki
kedalaman informasi spasial 1 : 25.000 dan/atau citra satelit resolusi menengah.

3.4. Muatan RKT


Muatan yang diatur dalam RKT dirumuskan dengan mempertimbangkan :
a. Posisi geografis kawasan terhadap pusat-pusat pertumbuhan di sekitar
kawasan;
b. Kondisi lingkungan nonterbangun, terbangun, dan kegiatan di sekitar kawasan;
c. Daya dukung fisik dasar terkait dengan potensi bencana yang mengancam
kawasan;

KAK Penyusunan Rencana Kawasan Transmigrasi (RKT)


d. Kondisi sosial ekonomi masyarakat;
e. Kondisi sistem jaringan prasarana pendukung kawasan;
f. Aspek budaya
Hasil rumusan yang diatur dalam RKT mencakup :
a) Arahan Rencana Struktur dan Pemanfaatan Kawasan Transmigrasi
b) Arahan Pengendalian Pemanfaatan Kawasan
c) Pengelolaan RKT

3.5. Format Penyajian


Konsep RKT disajikan dalam dokumen sebagai berikut:
1. Buku data dan analisis yang dilengkapi dengan peta-peta;
2. Buku rencana yang disajikan dalam format A4; dan
3. Album peta yang disajikan dengan skala minimal dalam format A1 yang dilengkapi
dengan peta digital yang disusun sesuai dengan ketentuan Sistem Informasi
Geografis (SIG) yang dikeluarkan oleh lembaga yang berwenang.
4. Petunjuk teknis pengambaran dan penyajian peta (terlampir).

KAK Penyusunan Rencana Kawasan Transmigrasi (RKT)


BAB III
PROSEDUR PENYUSUNAN
DOKUMEN RENCANA KAWASAN TRANSMIGRASI (RKT)

[Link] Penyusunan RKT


[Link] Pengumpulan Data dan Informasi
Untuk keperluan pengenalan karakteristik kawasan dan penyusunan rencana
kawasan transmigrasi, dilakukan pengumpulan data primer dan data sekunder.
Pengumpulan data primer dapat meliputi:
1. Penjaringan aspirasi masyarakat yang dapat dilaksanakan melalui temu wicara,
wawancara orang per-orang, Focus Group Discussion, dan lain sebagainya;
2. Penjaringan informasi kebijakan pembangunan dilakukan dengan melakukan
wawancara di instansi tingkat kabupaten, dan
3. Pengenalan kondisi fisik dan sosial ekonomi wilayah secara langsung melalui
kunjungan beberapa bagian wilayah terpilih di kawasan transmigrasi.
Data sekunder yang harus dikumpulkan sekurang-kurangnya meliputi:

1. Peta-peta, meliputi:
a) Peta Rupa Bumi Indonesia (RBI) atau peta topografi skala 1 : 50.000, yang
diproduksi oleh instansi yang berwenang berupa file digital atau cetak;
b) Citra satelit untuk memperbaharui (update) peta dasar dan membuat peta
tutupan lahan; Citra satelit yang digunakan adalah citra satelit resolusi
menengah yaitu resolusi 10 m – 20 m, dengan waktu pengambilan gambar
maksimal 5 tahun.
c) Peta batas wilayah administrasi;
d) Peta kawasan hutan dan perairan;
e) Peta-peta masukan untuk analisis kebencanaan; dan
f) Peta-peta masukan untuk identifikasi potensi sumber daya alam.
g) Peta-peta jaringan jalan

2. Data dan informasi, meliputi:


a) Data kebijakan penataan ruang (RTRW provinsi, RTRW kabupaten/kota,
dan rencana rincinya) serta kebijakan sektoral terkait;

KAK Penyusunan Rencana Kawasan Transmigrasi (RKT)


b) Data kondisi fisik lingkungan dan Sumber Daya Air;
c. Data penggunaan lahan (Hasil interpretasi citra satelit, dan dilakukan
pengecekan lapangan terpilih);
d. Data tentang kependudukan (minimal data pada tingkat kecamatan minimal
5 tahun), meliputi; jumlah penduduk berdasarkan:
– Jenis kelamin
– Usia/umur
– jenis pekerjaan
e. Data tentang prasarana dan sarana kawasan, meliputi:
Sistem jaringan transportasi, Jaringan telekomunikasi, jaringan air bersih,
jaringan listrik, pengembangan permukiman dan pengelolaan
persampahan, pendidikan dan kesehatan serta perdagangan.
f. Data tentang pertumbuhan ekonomi kawasan, meliputi:
– Produksi masing-masing sub sektor berdasarkan PDRB Kabupaten
– PDRB kabupaten/kota dan Propinsi minimal meliputi 22 sub sektor
selama 5 tahun.
g. Data tentang kemampuan keuangan pembangunan daerah diperoleh dari
data
APBD 5 tahun terakhir;
h. Data dan informasi tentang kelembagaan pembangunan daerah;
i. Data dan informasi tentang kebijakan penataan ruang terkait (RTRW
kabupaten yang masih berlaku, RTRW provinsi, RTRW Nasional dan RTR
pulau terkait);
j. Data dan informasi tentang kebijakan pembangunan sektoral, terutama
yang merupakan kebijakan pemerintah pusat; dan
k. Peraturan perundang undangan terkait.
Tingkat akurasi data, sumber penyedia data, kewenangan sumber atau instansi
penyedia data, tingkat kesalahan, variabel ketidakpastian, serta variabel-
variabel lainnya yang mungkin ada, perlu diperhatikan dalam pengumpulan
data. Data dalam bentuk data statistik dan peta, serta informasi yang
dikumpulkan berupa data tahunan (time series) minimal 5 (lima) tahun terakhir
dengan kedalaman data setingkat kelurahan/desa. Dengan data berdasarkan

KAK Penyusunan Rencana Kawasan Transmigrasi (RKT)


kurun waktu tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran perubahan apa
yang terjadi pada kawasan transmigrasi.

[Link] dan Analisa Data


[Link] Kebijakan Pembangunan Kawasan Transmigrasi
1. Tujuan dan Manfaat
Pekerjaan analisis dimaksudkan untuk mengkaji daya dukung dan daya
tampung lahan lokasi perencanaan sebagai sistem produksi pertanian dan
pengelolaan sumber daya alam yang memiliki keterkaitan fungsional dan
hierarki keruangan dengan pusat pertumbuhan dalam satu kesatuan sistem
pengembangan.
2. Prinsip Dasar
Metode yang dapat digunakan dalam analisis potensi dan masalah kawasan
perencanaan adalah dengan menggunakan prinsip analisis SWOT:
1. Potensi/kekuatan; kekuatan yang dimiliki oleh indikator perkembangan
kawasan perencanaan untuk tumbuh dan berkembang, sehingga
diperlukan suatu kebijakan dan strategi peningkatan/penambahan nilai
(value added) dari indikator tersebut;
2. Kelemahan/Permasalahan; kelemahan atau kekurangan yang dimiliki oleh
kawasan perencanaan sehingga menghambat kawasan perencanaan untuk
tumbuh dan berkembang;
3. Kesempatan/peluang yang lebih luas yang memberikan dampak tumbuh
dan berkembangnya kawasan perencanaan seperti meningkatnya
ekonomi makro, investasi yang tumbuh cepat, terbuka akses kawasan
dengan luar, sehingga diperlukan kebijakan dan strategi penguatan akses
dan kemudahan-kemudahan bagi pengembangan kawasan;
4. Ancaman; indikator eksternal yang dapat menghambat tumbuh dan
berkembangnya kawasan perencanaan, sehingga diperlukan kebijakan dan
strategi penguatan koordinasi, kerjasama, dan sikronisasi pembangunan.
Setiap komponen atau variabel SWOT harus terukur secara kuantitatif, bila
kualitatif dapat menunjukan faktor keterkaitan antara data dan
kecenderungannya.

KAK Penyusunan Rencana Kawasan Transmigrasi (RKT)


[Link] Struktur dan Pemanfaatan Kawasan Transmigrasi
Analisis struktur dan pemanfaatan kawasan dilakukan dengan mengamati dan
mengkaji struktur dan pemanfaatan kawasan, baik pada masa sekarang, masa lalu,
maupun kecenderungannya di masa depan, akan tetapi dalam lingkup internal
wilayah. Penentuan orde kota, skala wilayah pelayanan, dan penstrukturan
wilayah agar lebih efektif dan efisien merupakan kesimpulan yang didapat dari
hasil analisis aspek ini.
1. Prinsip analisis
a. Ketentuan analisis struktur kawasan perencanaan mengikuti kebijakan yang
telah digariskan oleh RTRWN, RTRWP, dan RTRW;
b. Kedudukan dan skala dari sistem pergerakan, pemusatan kegiatan, dan
peruntukan lahan;
c. Arah perkembangan pembangunan kawasan;
d. Memperhatikan karakteristik dan daya-dukung fisik lingkungan serta
dikaitkan dengan tingkat kerawanan terhadap bencana.
2. Analisis fungsi ruang meliputi:
a. Tujuan, membentuk pola kawasan yang terstruktur dalam peran dan fungsi
bagianbagian kawasan, yang memperlihatkan konsentrasi dan skala
kegiatan binaan manusia dan alami.
b. Komponen analisis;
• Perkembangan pembangunan, merupakan kebijakan rencana
pembangunan yang telah ditetapkan oleh pemerintah maupun swasta;
• Pusat-pusat kegiatan, dengan melakukan kajian terhadap pemusatan
kegiatan yang ada atau direncanakan oleh rencana diatasnya;
• Kesesuaian dan daya dukung lahan, sebagai daya tampung dan daya
hambat ruang kawasan dalam berkembang;
• Pembagian fungsi ruang pengembangan, merupakan struktur kawasan
yang dibagi dalam fungsi dan peran bagian-bagian kawasan.
c. Analisis Sumberdaya dan Kemampuan Lahan
Analisis fisik dasar dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai daya
dukung lingkungan fisik. Informasi ini diperlukan di dalam merumuskan
dan menempatkan zonasi ruang di wilayah perencanaan seperti kawasan
lindung dan kawasan budidaya, hutan lindung, hutan produksi dll.

KAK Penyusunan Rencana Kawasan Transmigrasi (RKT)


Aspek fisik dasar yang dijadikan sebagai input di dalam analisis adalah
topografi wilayah, jenis tanah, iklim, hidrologi, geologi, pola arus. Selain itu
di dalam tahap analisis juga dipertimbangkan aspek ketersediaan SDA dan
Pola Ruang yang ada (existing).
Analisis evaluasi lahan dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai
tingkat kesesuaian, tingkat kemampuan, dan tingkat ketersediaan lahan
untuk kawasan lindung dan budidaya. Teknik analisis yang dipergunakan di
dalam evaluasi lahan ini adalah teknik scoring dan teknik overlay peta yang
didasarkan kepada kriteria penetapan kawasan lindung dan budidaya. Nilai
akhir dari kesesuaian lahan diperoleh dengan operasi matematis scoring
dan overlay peta tersebut.
Kriteria-kriteria yang menjadi model persyaratan penggunaan lahan bagi
jenis penggunaan lahan yang dipertimbangkan melalui metoda pohon
keputusan. Pohon keputusan ini terdiri dari seperangkat persyaratan
penggunaan lahan dengan masing-masing karakteristik-karakteristik
pencirinya, di mana satu sama lain (karakteristik pendiri) saling
berpengaruh terhadap potensi lahan bagi jenis penggunaan lahan yang
dipertimbangkan.
Secara umum untuk menilai kelas kesesuaian lahan agregat (satuan lahan)
ditentukan berdasarkan faktor pembatas yang paling berat (maximum
limiting factors, FAO, 1976). Evaluasi dilakukan pada satuan lahan (skala 1 :
25.000) sesuai dengan ketersediaan data. Masing-masing satuan lahan di
wilayah studi terdiri dari campuran dua jenis tanah atau lebih. Batasan
antara dua jenis tanah atau lebih ini tidak dapat didelineasi pada peta yang
digunakan, sehingga perlu dilakukan kajian survey pemetaan tanah lebih
lanjut pada tingkat kedetilan yang lebih tinggi. Jenis penggunaan lahan yang
dipertimbangkan berdasarkan pengelompokkan jenis komoditas yang
mempunyai kemiripan (similar land use requirements).
Stratifikasi hasil evaluasi lahan disesuaikan dengan kedalaman data yang
tersedia yaitu pada tingkat subkelas dengan disertai pencantuman faktor
pembatas masingmasing kelas :
1) Sesuai (S)
2) Sesuai bersyarat (CS)

KAK Penyusunan Rencana Kawasan Transmigrasi (RKT)


3) Tidak sesuai (N)
Kualitas lahan yang menjadi faktor pembatas kesesuaian diantaranya
sebagai berikut :
1) Hidrologi (h) 5) Tipe Iklim (i)
2) Elevasi (k) 6) Media perakaran (r)
3) Terrain (s) 7) Temperatur Udara (t)
4) Ketersediaan air (w) 8) Toksisitas (x)
Setiap faktor pembatas tersebut ditentukan oleh karakteristik-karakteristik
penciri masing-masing kualitas lahan dan signifikan menjadi pembatas
dalam pengembangan jenis penggunaan lahan yang dipertimbangkan.

c. Analisis Pengembangan Ekonomi Kawasan Transmigrasi


[Link] Sektor dan Komoditas Unggulan
Analisis sektor dan komoditas unggulan diperlukan untuk mengetahui
sumbangan/kontribusi sektor dan komoditas terhadap PDRB pada Rencana
Kawasan Transmigrasi (RKT). Sektor yang memberikan sumbangan relatif
yang cukup besar terhadap PDRB di suatu kawasan sehingga sektor tersebut
dikatakan sebagai sektor basis (dominan).
Variabel yang dapat digunakan sebagai indikator keunggulan suatu sektor
diantaranya: penyerapan tenaga kerja masing-masing sektor, luas usaha dan
produktivitas masing-masing sektor, serta kontribusi tiap-tiap sektor terhadap
PDRB di RKT.
Sektor unggulan dapat pula diartikan sebagai sektor yang dapat menggerakkan
pertumbuhan ekonomi wilayah sekitar yang ditunjukkan dengan
parameterparameter, seperti:
1) Sumbangan sektor perekonomian terhadap perekonomian wilayah yang
cukup tinggi,
2) Komoditas yang mempunyai multipliereffect yang cukup tinggi,
3) Komoditas dengan kandungan deposit yang melimpah, 4)Memiliki potensi
valueadded yang cukup baik.
Untuk mengidentifikasi sektor dan komoditas unggulan dapat digunakan
beberapa analisis, diantaranya: Analisis Location Quotient (LQ) dan Shift Share.

KAK Penyusunan Rencana Kawasan Transmigrasi (RKT)


Untuk menentukan sektor atau komoditas unggulan dapat menggunakan salah
satu analisis tersebut.
2. Analisis Potensi dan Peluang Pengembangan Komoditas Unggulan
Rencana Kawasan Transmigrasi (RKT) memiliki potensi perkonomian yang
besar dan membutuhkan adanya dukungan dari seluruh pihak agar potensi
pekonomian dapat berjalan lancar. Hal ini mengakibatkan bahwa potensi
perekonomian suatu daerah dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dalam masa
kini maupun masa depan. Salah satu daerah yang potensinya dipengaruhi oleh
berbagai keadaan yang berkembang adalah perekonomian daerah tersebut
yang secara langsung maupun tidak langsung dipengaruhi oleh fenomena-
fenomena yang berkembang saat ini dan yang akan datang, baik pada tatanan
perkembangan lingkungan eksternal maupun internal. Perkembangan
lingkungan eksternal perekonomian RKT sangat dipengaruhi oleh kebijakan
perekonomian regional dan nasional.
Lingkungan internal dapat digambarkan melalui besarnya potensi
pengembangan komoditas unggulan di RKT, sedangkan lingkungan eksternal
digambarkan melalui peluang-peluang pengembangan komoditas unggulan di
RKT. Untuk menilai besarnya potensi dan peluang komoditas unggulan di RKT
dapat digunakan beberapa metode, diantaranya dengan menggunakan Analisis
Matriks SWOT.
3. Analisis Sistem Pemasaran
Setiap daerah/kawasan harus mampu memenuhi kebutuhan penduduknya.
Oleh karena itu, setiap daerah/kawasan perlu memiliki sistem pemasaran
produk yang telah dihasilkan. Pemasaran merupakan upaya untuk
mempromosikan, menginformasikan dan menawarkan kepada konsumen
mengenai sebuah produk usaha atau layanan jasa yang dikelola oleh sebuah
usaha sebagai upaya untuk meningkatkan angka penjualan dari produk yang
dihasilkan. Analisis sistem pemasaran penting dilakukan untuk
mengembangkan suatu komoditas unggulan di kawasan transmigrasi. Peranan
pemasaran dalam pengembangan komoditas unggulan di kawasan
transmigrasi, antara lain:
a. Pemasaran untuk mempromosikan komoditas unggulan kepada masyarakat
sekitar kawasan transmigrasi.

KAK Penyusunan Rencana Kawasan Transmigrasi (RKT)


b. Menjelaskan fungsi, manfaat dan keunggulan sebuah komoditas unggulan di
kawasan transmigrasi.
Efektivitas dan keberhasilan dari sistem pemasaran dalam arti luas harus
dievaluasi dalam hubungannya dengan tujuan masyarakat di kawasan
transmigrasi tersebut. Pemasaran yang efektif berarti mendistribusikan barang
dan jasa yang dibutuhkan dan diinginkan oleh konsumen di kawasan
transmigrasi. Pendekatan yang dapat digunakan untuk menilai keefektifan
suatu sistem pemasaran produk unggulan di kawasan transmigrasi, yaitu:
pembelian, penjualan, pengangkutan, penyimpanan, pembuatan standar dan
pengelompokkan, keuangan, pengambilan risiko dan informasi pasar.

d. Analisis Sosial dan Kependudukan


1. Analisis Sosial
Dalam upaya untuk mencapai pemanfaatan sumberdaya alam secara
berkelanjutan bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat, perlu dilakukan
analisis aspek sosial dan pendudukan suatu Rencana Kawasan Transmigrasi
(RKT). Analisis sosial dan kependudukan pada hakekatnya adalah suatu upaya
yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah dalam mengembangkan kawasan
untuk mencapai pemanfaatan sumberdaya alam secara berkelanjutan bagi
peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pada hakekatnya pengukuran
indikator sosial kependudukan tidak berdiri sendiri melainkan terkait erat
dengan kegiatan lainnya, yaitu aspek ekonomi dan kelembagaan. Seringkali
sulit untuk menemukan indikator yang sederhana dan hanya mengukur satu
aspek saja karena keberhasilan pengembangan suatu kawasan sangat
ditentukan oleh kinerja sektoral dan berbagai pelaku utama pembangunan
(stakeholders) seperti pemerintah, swasta dan masyarakat sendiri. Analisis
sosial dapat diperoleh melalui hasil pengukuran beberapa indikator sosial
(urban social indicator) yaitu berupa kualitas sumberdaya manusia.
Salah satu indikator yang dipakai pada pedoman ini adalah ‘indikator komposit
objektif’ yaitu indikator tunggal yang merupakan gabungan dari beberapa
indikator kesejahteraan rakyat dari berbagai data sensus dan survei. Indikator
komposit dipakai untuk membandingkan tingkat indikator tertentu atau
tingkat kesejahteraan rakyat antar daerah di kawasan. Indikator komposit

KAK Penyusunan Rencana Kawasan Transmigrasi (RKT)


objektif yang digunakan adalah Indeks Pembangunan Manusia (IPM)/Human
Development Index (HDI) yang merupakan gabungan dari tiga indikator tunggal
yaitu angka harapan hidup (life expectancy), angka melek huruf (adult literacy
rate) dan ratarata lamanya pendidikan yang diperoleh (mean years of
schooling). Analisis sosial dapat digunakan antara lain dengan analisis
deskriptif kuantitatif.
2. Analisis Kependudukan
Melakukan analisis potensi kependudukan di RKT. Analisis kependudukan
dilakukan untuk memperoleh gambaran potensi penduduk, sebagai acuan
dalam menentukan kebijakan penyebaran penduduk, dan untuk mendapatkan
gambaran situasi dan kondisi objektif dari perencanaan
pengembangan/pemberdayaan masyarakat. Analisis Kependudukan dapat
diperoleh melalui hasil pengukuran beberapa indikator sosial (urban social
indicator) misalnya: jumlah penduduk, pertumbuhan penduduk, dan kepadatan
permukiman. Analisis kependudukan dapat digunakan antara lain dengan
analisis deskriptif kuantitatif dan analisis regresi.

e. Analisis Prasarana dan Sarana


Analisis kebutuhan prasarana dan sarana dilakukan untuk mengetahui jenis dan
tingkat kebutuhan prasarana dan sarana berdasarkan pekembangan kawasan.
Penilaian atas kondisi prasarana dan sarana ini dilakukan berdasarkan fungsi dan
tingkat pelayanan dari sarana yang bersangkutan. Prasarana dan sarana yang
dimaksudkan di sini adalah prasarana dan sarana transportasi, fasilitas umum dan
utilitas. Seluruh kebutuhan sarana dan prasarana ini disesuaikan dengan
kebutuhan perkembangan wilayah untuk masa 10 tahun ke depan sesuai dengan
hasil proyeksi pada aspek demografi. Alur analisis sarana dan prasarana dapat
dilihat pada gambar berikut ini.
Pada dasarnya analisis kebutuhan prasarana dan sarana akan terkait erat dengan
beberapa hal yaitu jumlah penduduk dan hasil proyeksi yang nantinya akan
dirumuskan berdasarkan standar jumlah minimal fasilitas yang dimaksud, dan
standard kebutuhan ruang untuk masing-masing standard.

KAK Penyusunan Rencana Kawasan Transmigrasi (RKT)


f. Analisis Transportasi
Transportasi dapat didefinisikan sebagai suatu sistem yang terdiri dari
sarana/prasarana dan sistem pelayanan yang memungkinkan adanya pergerakan
ke seluruh wilayah. Tujuan adanya transportasi adalah :
1) Terakomodasinya mobilitas penduduk
2) Dimungkinkan adanya pergerakan barang
3) Dimungkinkannya akses ke seluruh wilayah
4) Sistem transportasi merupakan suatu bentuk keterikatan dan keterkaitan
antara penumpang/barang, sarana dan prasarana yang berinteraksi dalam
suatu operasi yang tercakup dalam suatu tatanan, baik secara alami maupun
buatan/rekayasa.
Analisis sistem prasarana transportasi yang meliputi transportasi darat, air, dan
udara dilakukan untuk memperoleh gambaran mengenai :
• Keterkaitan fungsional dan ekonomi antar kota, antar kawasan baik dalam
wilayah maupun antar wilayah kabupaten, dengan melihat pengumpul hasil
produksi, pusat kegiatan transportasi, dan pusat distribusi barang dan jasa;
• Kecenderungan perkembangan prasarana transportasi yang ada;
• Aksesibilitas lokasi-lokasi kegiatan di wilayah kabupaten.

4.2. LOKASI KEGIATAN


Kabupaten Tana Tidung Provinsi Kalimantan Utara

4.3. PRODUK LAPORAN


Keluaran hasil kegiatan penyusunan rencana kawasan transmigrasi terdiri dari:
1. Laporan Pendahuluan, 10 eksemplar.
Laporan Pendahuluan disusun dan dipresentasikan di Pusat sebelum pelaksana
pekerjaan lapangan, laporan pendahuluan menginformasikan data sekunder
maupun primer yang akan didapat dari lapangan, metodologi pelaksanaan,
menampilkan rencana kerja serta perangkat survei yang digunakan untuk
pelaksanaan kegiatan dilapangan sesuai dengan tupoksi masing-masing tim.
2. Laporan Antara, 10 eksemplar
Laporan Antara merupakan data dan analisis para tenaga ahli, hasil “desk study”,
dan konsep RKT.

KAK Penyusunan Rencana Kawasan Transmigrasi (RKT)


3. Laporan Draf Akhir, 10 eksemplar
Laporan Draf Akhir merupakan analisa dari data-data dan peta yang telah
didapat yang hasilnya dipresentasikan di Pusat sebelum laporan akhir
diserahkan.

4. Laporan Akhir
A. Buku data dan analisis adalah laporan antara yang telah diperbaiki, yang
dilengkapi dengan data-data lapangan dan peta analisa.
B. Buku rencana yang disajikan dalam format A4 dan merupakan laporan hasil
akhir setelah laporan Draf Akhir disempurnakan.

Terdapat 6 macam peta tematik yang harus disajikan diantaranya :


1. Peta orientasi wilayah skala menyesuaikan (masuk satu lembar ukuran
A1)
- Peta ini menggambarkan letak Lokasi, Pencapaian Lokasi, dan
batas administrasi (Provinsi, Kabupaten, Kecamatan)
- Menunjukkan letak ibukota Provinsi, Kabupaten, Kecamatan
- Pelabuhan Laut/Lapangan Udara
- Jaringan jalan yang ada di wilayah studi tersebut.
- Peta ini juga menunjukkan letak lokasi dalam WPT/LPT
2. Peta Kesesuaian Lahan Komoditas Unggulan
Peta ini menunjukkan semua sistem lahan dan batasnya sesuai pada
peta sistem lahan hasil studi RePPProT disajikan diatas kertas gambar
ukuran A1 dengan kedalaman data setingkat 1:50.000. Hasil analisis
lahan dari semua sistem lahan menjadi beberapa jenis kesesuain lahan:
- Lahan yang sesuai untuk tanaman pangan dan perkebunan:
- Lahan yang hanya sesuai untuk tanaman pangan;
- Lahan yang hanya sesuai untuk permukiman;
- Lahan hanya sesuai untuk perikanan;
- Lahan sesuai tanaman pangan atau perkebunan bersyarat;
- Lahan tidak sesuai dikembangkan.
3. Peta Jaringan Jalan dan Jembatan
Peta ini menunjukkan rencana maupun eksisting jaringan jalan arteri
primer, kolektor, lingkungan maupun jalan tanah dan jembatan di

KAK Penyusunan Rencana Kawasan Transmigrasi (RKT)


kawasan transmigrasi, disajikan diatas kertas gambar ukuran A1
dengan kedalaman data setingkat 1:50.000
3. Peta Arahan Kebijakan Kawasan Transmigrasi
Peta ini merupakan hasil superimpose dari beberapa peta, antara lain
peta sistem lahan dan kesuaian lahan, peta arahan rencana tata ruang
RTRWP/K dan peta status lahan penggunaan hutan, disajikan diatas
kertas gambar ukuran A1 dengan kedalaman data setingkat 1:50.000.
Analisis ini menghasilkan:
a. Lahan yang potensial untuk dikembangkan menjadi permukiman
transmigrasi (lahan yang menurut kesesuaian lahan dapat
dikembangkan, masuk dalam APL dan masih belum ada ijin-ijin
yang dikeluarkan untuk pengunaan lain);
b. Lahan sesuai dikembangkan namun terlebih dahulu harus ada
perlakuan (seperti pembuatan drainase, dll);
c. Lahan yang tidak dapat dikembangkan untuk permukiman
transmigrasi karena:
− Lahan menurut kesesuaian lahan tidak sesuai
dikembangkan;
− Lahan sesuai dikembangkan tapi masuk kedalam kawasan
hutan;
− Lahan sesuai namun sudah ada izin untuk sektor lain atau
perusahaan.
− Sumber Air Bersih
− Sumber Daya manusia
− Sarana dan Prasarana

4. Peta Struktur Kawasan Transmigrasi


Peta ini menunjukan deliniasi kawasan terpilih beserta arahan masing-
masing Pusat Pertumbuhan Ekonomi (PPE).

Pada peta ini diberi penjelasan mengenai:

- Nama kawasan dan pembagian SKP termasuk KPB (Kawasan


Perkotaan Baru)dan SP (Satuan Permukiman) beserta luasannya
dan daya tampungnya.

KAK Penyusunan Rencana Kawasan Transmigrasi (RKT)


- Pusat masing-masing SKP termasuk pusat KPB.
- Jumlah dan batas desa yang ada dalam kawasan transmigrasi.
- Jaringan jalan memuat kondisi jaringan jalan dan transportasi di
kawasan transmigrasi, termasuk jalan eksisting dan rencana yang
akan dikembangkan untuk menghubungkan antar SKP.
5. Peta Pola Ruang Kawasan Transmigrasi
Peta ini menunjukkan distribusi peruntukan ruang dalam kawasan
transmigrasi yang terdeliniasi yang meliputi peruntukan ruang untuk
fungsi lindung dan peruntukan ruang untuk fungsi budidaya yang
disajikan diatas kertas gambar ukuran A1 dengan kedalaman data
setingkat 1:50.000. Pada peta ini diberikan penjelasan tentang ;

1). Pembagian kawasan lindung, meliputi ;


− Kawasan cagar alam/suaka alam
− Kawasan bencana alam
− Kawasan perlindungan setempat
2). Sedang untuk kawasan budidaya meliputi ;
− Kawasan hutan produksi
− Kawasan pertanian dan perkebunan
− Kawasan pertambangan
− Kawasan pariwisata
− Kawasan permukiman
− Kawasan industri

6. Peta Pemanfaatan kawasan transmigrasi


a. Peta Areal Terrekomendasi untuk Pengembangan Transmigrasi
Berisi deliniasi pola penggunaan ruang terpilih dengan arahan
masing-masing penggunaannya beserta luasannya.

Pada peta ini diberi penjelasan mengenai:


- Nama kawasan dan pembagian SKP termasuk KPB (Kawasan
Perkotaan Baru)dan SP (Satuan Permukiman).
- Posisi dan luas areal penggunaan lahan.

KAK Penyusunan Rencana Kawasan Transmigrasi (RKT)


- Posisi dan luas perijinan peruntukan ruang yang sudah ada
(ijin perkebunan,pertambangan).
- Posisi dan luas areal terekomendasi untuk pengembangan
transmigrasi yaitu seluruh Area Penggunaan Lain dalam
deliniasi kawasan transmigrasi, di luar areal perijinan
peruntukan ruang.

b. Peta Kawasan Strategis di Kawasan Transmigrasi


Berisi lokasi kawasan-kawasan strategis yang ada berdasar RTRW
Kabupaten dan areal terekomendasi untuk pengembangan
transmigrasiyang diusulkan.

Penyajian dan pencetakan peta tematik :

a. Seluruh RKT dicetak dengan kertas A1, skala menyesuaikan dan


b. Setiap SKP dilayout sendiri dan dicetak dengan kertas A1, skala
menyesuaikan.

C. Ringkasan eksekutif
Menginformasikan tentang legalitas kawasan, pencapaian lokasi, letak
geografis, batas dan luas kawasan, Jumlah SKP, potensi SP dan daya
tampung. Selain itu juga disampaikan perencanaan SDM, Saspras, SAB dan
komoditas unggulan beserta perencanaan agribisnisnya.
D. Softcopy laporan dan peta
Berupa compact disc (CD) yang berisi tentang isi laporan pendahuluan,
laporan antara, draft laporan akhir, dan laporan akhir termasuk data album
peta yang dilengkapi source data spasial (bentuk SHP).

4.4. PERSONIL TENAGA AHLI


Kegiatan ini dilakukan oleh pihak ketiga (konsultan) dan harus menyediakan tenaga
ahli dan tenaga pendukung serta dipimpin oleh Team Leader yang bertugas
mengkoordinasikan dan mengelola kegiatan, agar kegiatan ini dapat diselesaikan
pada waktu yang telah ditentukan dan sesuai dengan KAK maupun arahan pemberi
kerja ataupun pendamping teknis. Team Leader harus mempunyai kualifikasi
pendidikan minimal S1-Perencanaan Wilayah dan Kota berpengalaman 5 tahun,

KAK Penyusunan Rencana Kawasan Transmigrasi (RKT)


memiliki SKA Madya dan akan bekerja secara penuh mulai ditandatangani kontrak
kerja sampai berakhirnya kegiatan. Uraian kualifikasi dan tugas masing – masing
tenaga ahli dapat diuraikan seperti dibawah ini.
[Link] Perencanaan Wilayah dan Kota
Seorang ahli perencanaan wilayah mempunyai tugas dan tanggung jawab sesuai
dengan bidang pekerjaannya sekaligus sebagai Ketua Tim/Team Leader, adapun
tugasnya sebagai berikut :
[Link]
• Pendidikan S1 Perencanaan Wilayah dan Kota berpengalaman profesional
dibidangnya minimal 5 tahun dan memiliki Curvit,Refrensi Tenaga Ahli Dan
SKA Madya;
[Link] Tugas
• Mengkoordinasikan dan mengelola kegiatan agar sesuai dengan KAK;
• Bertanggung jawab atas semua kualitas hasil pekerjaan;
• Mempertanggung jawabkan seluruh hasil pekerjaan pada pemberi tugas.
• Merencanakan / Menyusun rencana pelaksanaan tugas secara keseluruhan.
• Memantau, menilai dan melaksanakan seluruh rencana kerja.
• Bertanggung jawab mengenai aspek-aspek penataan kawasan
transmigrasi.
• Memberikan analisa mendalam terhadap aspek-aspek teknis kegiatan
penataan kawasan yang mencakup perencanaan struktur kawasan danpola
pemanfaatan kawasan transmigrasi,
• Mengidentifikasi kebijaksanaan dan program-program bidang perencanaan
kawasan transmigrasi
• Mengkoordinasi seluruh tenaga ahli yang dilibatkan dalam pekerjan ini.
• Mengkaji RTRW Prov/Kab dalam rangka menyusun pemanfatan ruang di
kawasan transmigrasi
• Melakukan analisis struktur kawasan transmigrasi untuk mengetahui
letak/sebaran pusatpusat kegiatan ekonomi yang ada dalam kawasan, serta
letak fasilitas sosial ekonomi terhadap pemukiman yang ada, serta terhadap
areal-areal potensial.
• Melakukan analisis Kebijakan danStrategi Pembangunan Kawasan
Transmigrasi

KAK Penyusunan Rencana Kawasan Transmigrasi (RKT)


• Malakukan analisis Arahan Rencana Struktur Kawasan Transmigrasi
• Melakukan analisis Arahan Rencana Pola Kawasan Transmigrasi
• Tinjauan terhadap kawasan sector-sektor unggulan.
• Tinjauan terhadap kawasan-kawasan potensial untuk kawasan investasi.
• Merumuskan hasil studi ini kedalam peta untuk mendukung pengembangan
Kawasan Transmigrasi.
• Melakukan analisis rencana teknis yang ada untuk disesuaikan dengan
karakteristik daerah setempat.
• Mengkaji potensi dan kendala pengembangan wilayah berdasarkan
aspekaspek yang terkait
• Melakukan analisis kedudukan wilayah studi dalam konstelasi nasional
maupun regional (provinsi) dan kabupaten.
• Mengidentifikasi sektor ekonomi unggulan yang dapat didorong
perkembangannya dalam rangka meningkatkan perkembangan ekonomi
seluruh wilayah.
• Merumuskan skenario pengembangan wilayah kawasan transmigrasi
• Merumuskan tujuan dan sasaran pengembangan wilayah jangka menengah
dan jangka panjang
• Melakukan kajian terhadap kebijakan pengadaan prasarana permukiman
wilayah.
• Mengkoordinasikan perumusan program-program pembangun-an jangka
pendek, jangka menengah, dan jangka panjang dalam rangka pengembangan
kawasan transmigrasi yang tertuang dalam indikasi program.
2. Ahli Sumber Daya Fisik Wilayah/Tanah
[Link]
• Pendidikan S1,S2 Teknik Geodesi;
• Berpengalaman profesional dibidangnya minimal 5 tahun memiliki
Curvit,Refrensi Tenaga Ahli Dan SKA Madya;

KAK Penyusunan Rencana Kawasan Transmigrasi (RKT)


C. Uraian Tugas
• Bertanggung jawab atas hasil perencanaan sumber daya lahan;
• Melakukan analisa terhadap kesesuaian lahan.
• Menyiapan data data sekunder dan peta peta Pendukung, diantaranya Peta
geologi, Peta Tanah Tinjau , Peta Land System serta Peta Kawasan Hutan
dan Perairan edisi terakhir.
• Membuat kajian sementara dibantu tim GIS dengan melakukan super
impose (tumpang tindih) terhadap Peta Kontur / RBI, Peta Tanah Tinjau dan
Peta Sistim Lahan untuk memperoleh gambaran calon areal yang dinilai
cukup potensial untuk dilakukan pengamatan.
• Membuat deskripsi tanah dilapangan dengan melakukan pemboran (boring
tanah) berdasarkan sebaran sistim lahan yang dinilai potensial hasil super
impose
• Membuat klasifikasi Tanah sementara berdasarkan sifat- sifat fisik tanah
hasil pengamatan lapang (boring) yang meliputi : Kedalaman efektif tanah,
Tekstur 3 fraksi, warna matrik tanah serta kondisi lingkungan (fisiografi,
vegetasi, drainase) untuk menunjang klasifikasi tanah
• Membuat Satuan Peta Lahan tingkat tinjau berdasarkan perbedaan sifat,
ciriciri, potensi serta permasalahan lahan yang ada.
• Membuat penilaian atas kesesuaian lahan secara umum terhadap lokasi
yang dinilai potensial untuk penggunaan tertentu beserta faktor-faktor
pembatas yang menjadi kendala utama pengembangan pertanian sebagai
informasi untuk kegiatan selanjutnya (studi RSKP / RTSP).
• Membantu melakukan pemetaan pola ruang kawasan transmigrasi.
• Melakukan analisis terhadap komoditasunggulan berdasarkan kesesuaian
lahan secara aktual dan faktual.
• Melakukan analisa secara mendalam terhadap potensi dan kendala
pemanfaatan sumberdaya lahan.
3. Ahli Ekonomi Pembangunan
A. Kualifikasi
• Pendidikan S1,S2 Ekonomi Studi Pembangunan;
• Berpengalaman profesional dibidangnya minimal 5 tahun;

KAK Penyusunan Rencana Kawasan Transmigrasi (RKT)


B. Uraian Tugas
• Menganalisis tinjauan kebijakan pembangunan ekonomi wilayah.
• Mengidentifikasi potensi dan permasahan ekonomi di wilayah studi.
• Mengkaji faktor kebijakansanaan Investasi
• Mengkaji komoditas unggulan.
• Penyusunan peluang ekonomi (pohon industri komoditas unggulan ).
• Membantu penyusunan peta tematik sebagai dukungan sebagai dukungan
bagi pengembangan kawasan transmigrasi.
• Menganalisis peluang dan hambatan ekonomi makro dan mikro dalam
pengembangan sektor-sektor perekonomian di kawasan transmigrasi.
• Menganalisis peluang pasar dari produk-produk yang dihasilkan berbagai
sektor perekonomian di kawasan transmigrasi.
• Menganalisis kelayakan ekonomi dari kegiatan perekonomian masyarakat.
• Merumuskan program-program pengembangan ekonomi masyarakat
kawasan transmigrasi baik dalam jangka pendek, jangka menengah,
maupun jangka panjang.
• Melakukan koordinasi seluruh kegiatan dibidang ekonomi dan pertanian
• Menyusun jenis tanaman unggulan yang diusulkan untuk dikembangkan
• Membuat perkiraan mengenai masukan-masukan yang perlu diberikan
dalam pengembangan pertanian
• Melakukan analisa kebutuhan ekonomi dan pertanian
• Melakukan analisis pembangunan kawasan transmigrasi
▪ Melakukan analisis pasar terhadap komoditas yang akan dikembangkan
seperti harga pasar, nilal ekonomis dan luasan ekonomis yang memenuhi
syarat untuk dikembangkan.
• Mengkaji sumber-sumber pendanaan untuk membiayai program-program
pembangunan yang disusun.
• Bertanggung jawab atas perencanaan ekonomi pembangunan;
4. Ahli Sosial-Ekonomi
A. Kualifikasi
• Pendidikan S1,S2 Sosial Ekonomi;
• Berpengalaman profesional dibidangnya minimal 5 tahun;

KAK Penyusunan Rencana Kawasan Transmigrasi (RKT)


B. Uraian Tugas
• Mengumpulkan data kondisi sosial masyarakat yang terkait dengan
pengembangan kawasan kawasan transmigrasi.
• Mengamati karakteristik sosial budaya masyarakat setempat.
• Menganalisis karakteristik sosial budaya masyarakat kawasan transmigrasi.
• Menganalisis pola hubungan antar kelompok masyarakat.
• Menganalisis keunggulan dan kelemahan budaya masyarakat di kawasan
transmigrasi.
• Merumuskan model-model rekayasa sosial yang dapat diterapkan dalam
upaya meningkatkan peran masyarakat dalam proses pembangunan
kawasan transmigrasi.
• Merumuskan program-program pengembangan sosial budaya masyarakat
yang terkait dengan upaya peningkatan peran masyarakat dalam
pembangunan, baik yang bersifat jangka pendek, jangka menengah, maupun
jangka panjang.
• Melakukan koordinasi seluruh kegiatan dibidang sosial ekonomi pertanian,
sosiologi dan budaya.
• Melakukan pengamatan dan pengumpulan data sosiologi dan budaya dan
melakukan koordinasi dengan instansi terkait dan masyarakat setempat.
• Melakukan analisa kependudukan
• Melakukan analisa pendapatan dan pengeluaran
• Melakukan analisa kelayakan, melakukan analisa terhadap adanya
kemungkinan pengembangan diluar bidang pertanian (off farm)
• Membuat analisis yang berkaitan dengan permasalahan sosial dan budaya
seperti stratifikasi masyarakat, aspek kelembagaan masyarakat, persepsi
dan harapan masyarakat terhadap program transmigrasi, larangan dan
pantangan yang harus dipatuhi oleh masyarakat, aspek kepemilikan lahan,
jumlah penduduk dan klasifikasinya, identifikasi suku terasing, interaksi
sosial (kerja sama dan konflik sosial), serta penyebaran fasilitas sosial dan
fasilitas umum.
• Bertanggung jawab atas hasil perencanaan sosial;

KAK Penyusunan Rencana Kawasan Transmigrasi (RKT)


5. Ahli Kebumian
A. Kualifikasi
• Pendidikan S1 Ilmu Geodesi/Geografi;
• Berpengalaman profesional dibidangnya minimal 5 tahun dibuktikan
dengan Curvit, Refrensi tenaga ahli dan SKA Madya keterampilan;
B. Uraian Tugas
• Membuat peta-peta kawasan transmigrasi
• Mengintegrasikan peta kedalam proses perumusan kebijakan, rencana
dan/atau program;

Sedangkan tenaga penunjang yang dibutuhkan diantaranya :


a) Asisten Tenaga Ahli Perencanaan Wilayah Dan Kota memiliki latar belakang
Pendidikan minimal S1 atau D3 jurusan Pengembangan Wilayah dan Kota
dengan pengalaman minimal 3 Tahun dibuktikan dengan Curvit, Refrensi tenaga
ahli dan SKA Muda keterampilan sebanyak 1 orang dengan tugas :
• Mengidentifikasi kondisi fisik lingkungan kawasan perencanaan dan
kecenderungan perkembangannya
• Melakukan analisis kesesuaian standar lingkungan
• Memberikan masukan dari aspek yang berkaitan dengan bidang sarana dan
prasarana perkotaan.
b) Tenaga Pendukung Lokal, dengan tugas :
• Melakukan Persiapan dan Menyusun kerangka Kerja
• Melakukan Survey Lapangan
• Melakukan Pengumpul data primer dan data skunder
c) Administrasi/Operator Komputer memiliki latar belakang Pendidikan minimal
SMK dengan pengalaman minimal 3 tahun masing-masing sebanyak 1 orang.
d) Drafter / Juru Gambar memiliki latar belakang Pendidikan minimal SMK
dengan pengalaman minimal 3 tahun masing-masing sebanyak 2 orang.

KAK Penyusunan Rencana Kawasan Transmigrasi (RKT)


Kebutuhan Jumlah
No Layanan Keahlian personil/Pengalaman Ket.
1 SP
I. Tenaga Ahli
1 Team Leader 1 5 Tahun Ska Madya Ahli Perencanaan Wilayah ( 502 )
2 Ahli Tanah 1 5 Tahun Ska Madya Geoteknik ( 216 )
3 Ahli Ekonomi Pembangunan 1 5 Tahun
4 Ahli Sosial-Ekonomi 1 5 Tahun
5 Ahli Kebumian 1 5 Tahun Ska Madya Geodesi ( 217 )
Tenaga Pendukung
1 Asisten Tenaga Ahli Perencanaan 1 3 Tahun Ska Muda Ahli Perencanaan Wilayah ( 502 )
2 Surveyor Lokal 1 3 Tahun
3 Operator Komputer 1 3 Tahun
4 Administrasi 1 3 Tahun
1
##

4.5. PERALATAN DAN PERLENGKAPAN

Untuk melaksanakan kegiatan ini perlu peralatan dan perlengkapan seperti ; Peta RBI
Skala 1:50.000, Peta Land System, Dokumen RTRW Kabupaten dan Kecamatan Dalam
Angka, Citra Satelit Resolusi Menengah dan GPS (Global Possitioning System)serta
Borring Tanah.

4.6. BIAYA PELAKSANAAN


Penyusunan RKT di Kabupaten Tana Tidung menggunakan dana APBD Provinsi
Kalimantan Utara Tahun 2019.

4.7. JADWAL PELAKSANAAN

Jangka waktu pelaksanaan Penyusunan Rencana Kawasan Transmigrasi (RKT) Kabupaten


Tana Tidung .selama 3 (Tiga) bulan. Mulai dari tahap Persiapan, pelaksanaan, analisis
data sampai pelaporan.

4.8. SUB BIDANG

Penyusunan RKT di Kabupaten Tana Tidung memerlukan Sub Bidang PR.103 ( Jasa
Perencanaan Dan Perancangan Lingkungan Bangunan Dan Lansekap )

KAK Penyusunan Rencana Kawasan Transmigrasi (RKT)


Tabel Jangka waktu pelaksanaan Penyusunan
Rencana Kawasan Transmigrasi (RKT)

Waktu (Bulan)
No. Kegiatan
I II III

1 Persiapan Tim

2 Penyusunan Laporan Pendahuluan

3 Ekspose Laporan Pendahuluan di Kabupaten

Survey Lapangan, Pengumpulan Data Primer/Sekunder,


4
Analisa, dan Pengolahan Data

5 Penyusunan Laporan Kemajuan Pekerjaan (Laporan Antara)

Ekspose Laporan Kemajuan Pekerjaan (Laporan Antara)di


6
Provinsi

7 Penyusunan Draft Laporan Akhir Pekerjaan

8 Ekspose Draft Laporan Akhir Pekerjaan di Pusat

9 Penyusunan Laporan Akhir Pekerjaan dan Penggandaan

Keterangan Kegiatan Ekspose :

No. Ekspose Daftar Yang Diundang KET


I Laporan 1. Subdit Perencanaan Kawasan, Dit. BPKT Kegiatan di
Pendahuluan 2. Bappeda Provinsi Fasilitasi oleh
3. Bappeda Kabupaten Provinsi
4. Lintas Sektor
5. Camat dan Kades yang Mewakili
II Draft Laporan 1. Subdit Perencanaan Kawasan, Dit. BPKT Kegiatan di
Akhir 2. Provinsi Fasilitasi oleh
3. Kabupaten Pusat (BPKT)
4. Penyiapan Kawasan Pembangunan Permukiman
Transmigrasi

• Sekretaris Jenderal
• Dit. Perencanaan, Pembangunan,
dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi
❖ Kasubdit Perencanaan Teknis Satuan
Permukiman
❖ Perencanaan Satuan Kawasan
Pengembangan
• Dit. Pembangunan Permukiman Transmigrasi
• Dit. Penyediaan Tanah Transmigrasi
• Dit. Penataan Persebaran Penduduk
• Dit. Bina Potensi Kawasan Transmigrasi
❖ Kasubdit Perencanaan Kawasan

KAK Penyusunan Rencana Kawasan Transmigrasi (RKT)


- Kasie Penyusunan Rencana Kawasan
- Kasie Pengumpulan dan Pengolahan Data
❖ Kasubdit Identifikasi dan Informasi Potensi
Kawasan
❖ Kasubdit Fasilitasi Penetapan Kawasan
❖ Kasubdit Advokasi Kawasan
❖ Kasubdit Mediasi dan Kerjasama Antar Daerah
Pengembangan Kawasan Transmigrasi
• Sekretaris Jenderal
5.
• Dit. Pembangunan dan Pengembangan Sarana
dan Prasarana Kawasan Transmigrasi
• Dit. Pengembangan Usaha Transmigrasi

Setiap Ekspose wajib melampirkan :

1. Undangan Rapat Ekspose


2. Daftar Hadir
3. Notulensi Rapat
4. Berita Acara Pelaksanaan Ekspose yang ditanda tangani oleh :
• Kunsultan Pelaksana;
• Pimpinan Rapat;
• Pejabat yang Mewakili (Kabupaten/Provinsi/Kementerian Desa, PDT, dan
Transmigrasi)
5. Dokumentasi.

KAK Penyusunan Rencana Kawasan Transmigrasi (RKT)


BAB V
PENUTUP

Demikian Kerangka Acuan Kerja kegiatan Penyusunan Rencana Kawasan Transmigrasi ini
dibuat untuk digunakan sebagai acuan dalam pelaksanaan kegiatan.

Tanjung Selor, 1 - April - 2019


Pengguna Anggaran

H. ARMIN MUSTAPA, [Link],[Link]


NIP. 19620705 198803 1 016

KAK Penyusunan Rencana Kawasan Transmigrasi (RKT)

Anda mungkin juga menyukai