Analisis Laporan Keuangan Kabupaten Langkat
Analisis Laporan Keuangan Kabupaten Langkat
Disusun oleh :
Kelas : Akuntansi B
Puji syukur kami penjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa atas rahmat-Nya maka kami dapat
menyelesaikan makalah tugas PROYEK Akuntansi Sektor Publik ini. Dalam Penulisan makalah
ini kami merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun
materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua
pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.
Dalam penulisan makalah ini kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang
membantu dalam menyelesaikan tugas makalah ini. Kami menyadari sepenuhnya dalam
penulisan dan penyajian dalam tulisan ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu dengan
kerendahan hati kami akan menerima kritikan dan saran yang bersifat membangun. Akhir kata
kami sebagai penulis berharap semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca
sekalian. Terima kasih.
Kelompok 1
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
1. Mengetahui bentuk Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Langkat.
2. Menganalisis Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Langkat.
C. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui bentuk Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten
Langkat.
2. Untuk menganalisis bagaimana Laporan Keuangan Pemerintah Daerah di
Kabupaten Langkat.
D. Manfaat Penelitian
1. Bagi peneliti, melalui penelitian ini diharapkan dapat memperluas wawasan
penulis mengenai penyajian laporan keuangan daerah sesuai dengan Peraturan
Pemerintah No. 24 Tahun 2005 tentang SAP pada laporan keuangan Pemerintah
Kabupaten Langkat.
2. Bagi pihak lain, melalui hasil penelitian ini juga diharapkan dapat dijadikan
sebagai referensi dan bahan masukan bagi penelitian sejenis untuk
menyempurnakan penelitian selanjutnya.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Penyajian Laporan Keuangan Daerah
Berikut ini akan disajikan Laporan Keuangan Tahun 2006 Pemerintahan Kabupaten
Langkat:
a. Laporan Realisasi Anggaran
PEMERINTAH KABUPATEN LANGKAT
LAPORAN PERHITUNGAN APBD
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2006
TAHUN ANGGARAN 2006
URAIAN ANGGARAN REALISASI
1 2 3
A. PENDAPATAN
I. Pendapatan Asli Daerah
1. Pendapatan Pajak Daerah [Link],00 [Link],60
2. Pendapatan Retribusi [Link],00 [Link],00
3. Lain-lain Pendapatan Asli Daerah 3.814.000,00 [Link],84
Sub Jumlah [Link],00 [Link],44
II. Pendapatan Dana Perimbangan dari
Pemerintah Pusat
1. Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak [Link],00 [Link],00
2. Dana Alokasi Umum [Link],00 [Link],00
3. Dana Aloksai Khusus [Link],00 [Link],00
4. Bantuan Keuangan [Link],00 [Link],00
Sub Jumlah [Link],00 [Link],00
III. Lain-lain Pendapatan yang Sah
1. Bantuan Dana Adhos dari Pemerintah - -
Pusat
2. Dana Darurat - -
Sub Jumlah - -
b. Neraca
PEMERINTAH KABUPATEN LANGKAT
NERACA
PER 31 DESEMBER 2006
TAHUN 2006 TAHUN 2005
URAIAN (Rp.) (Rp.)
ASET
I. ASET LANCAR
1. Kas di Kas Daerah [Link],55 [Link],21
- -
2. Kas di Pemegang Kas
[Link],05 -
3. Piutang Dana Bagi Hasil dan Provinsi [Link],00 [Link],00
4. Piutang PAD [Link],00 -
5. Piutang Pajak Penerangan Jalan [Link] [Link],00 -
6. Biaya Dibayar Dimuka [Link],00 [Link],00
56.672.000,00 85.134.000,00
7. Persediaan
4.800.000,00 4.800.000,00
8. Bagian Lancar Penjualan Anggaran [Link],60 [Link],21
9. Bagian Lancar Tuntutan Ganti Rugi (TGR)
JUMLAH ASET LANCAR [Link],00 [Link],00
II. INVESTASI PERMANEN
Pengertian Modal Pemerintahan Daerah [Link],00 [Link],00
TAHUN ANGGARAN
URAIAN ANGGARAN REALISASI
1 2 3
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
OPERASIONAL
Sebagai perwujudan atas pelaksanaan Peraturan Pemerintah No.105 tahun 2000 tentang
Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah dan No. 108 Tahun 2000 tentang
Tata Cara Pertanggungjawaban Keuangan Daerah, dan Keputusan Menteri Dalam Negeri
Keuangan Daerah serta Tata Cara Penyusunan APBD, Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan
Laporan Keuangan Daerah tahun yang berakhir per 31 Desember 2006 sebagai unsur dari
e) Pendapatan
a. Pendapatan adalah semua penerimaan Kas Umum Daerah
Kabupaten Langkat yang menambah ekuitas dana dalam periode
Laporan Keuangan yang menjadi hak Pemerintah Kabupaten
Langkat, yang tidak perlu dibayar kembali oleh Pemerintah
Kabupaten Langkat.
b. Pendapatan diakui pada saat diterima pada Kas Umum Daerah
Kabupaten Langkat.
c. Pembukuan pendapatan dilaksanakan dengan menggunakan azas
bruto, yakni dengan membukukan penerimaan bruto atas
pendapatan.
f) Belanja
a. Belanja adalah semua pengeluaran Kas Umum Daerah Kabupaten
Langkat yang mengurangi ekuitas dana lancar dalam periode
Laporan Keuangan yang tidak akan diperoleh pembayarannya
kembali (menjadi beban) Pemerintah Kabupaten Langkat.
b. belanja diakui pada saat terjadinya pengeluaran dari Kas Umum
Daerah Kabupaten Langkat. Khusus pengeluaran kepada Pemegang
Kas diakui pada saat dipertanggungjawabkan
c. Belanja dalam Laporan Keuangan diklasifikasikan ke dalam Belanja
Administrasi Umum, Belanja Operasi dan Pemeliharaan, Belanja
Modal, Belanja Bagi Hasil dan bantuan Keuangan
d. Koreksi atas pengeluaran (penerimaan kembali belanja) yang terjadi
pada periode pengeluaran belanja, dibukukan sebagai pengurang
belanja. Apabila diterima pada periode berikutnya, koreksi atas
pengeluaran belanja dibukukan dalam ekuitas dana lancar.
g) Surplus adalah selisih lebih antara pendapatan dan belanja, sedangkan
defisit adalah selisih kurang antara pendapatan dan belanja.
h) Pembiayaan adalah seluruh transaksi keuangan Pemerintah Kabupaten
Langkat, baik penerimaan maupun pengeluaran yang perlu dibayar kembali
atau akan diterima kembali dimaksudkan untuk menutup defisit dan atau
memanfaatkan surplus anggaran
i) Sisa Lebih/kurang Perhitungan Anggaran adalah akumulasi surplus/defisit
dengan pembiayaan netto
j) Persediaan
a. persediaan adalah barang pakai habis yang diperoleh dengan maksud
untuk mendukung kegiatan operasional Pemerintah kabupaten
Langkat dan barang-barang yang dimaksudkan untuk
digunakan/dijual/diserahkan dalam rangka pelayanan masyarakat
b. persediaan dicatatat pada akhir tahun buku berdasarkan atas hasil
inventarisasi fisik.
c. persediaan, dinilai dalam neraca dengan cara :
- harga pembelian terakhir apabila diperoleh dengan
pembelian
- harga standar bila memperoleh dengan memproduksi
sendiri
- harga wajar atau harga estimasi apabila diperoleh dengan
cara lainnya, seperti Donasi
k) Investasi permanen
a. investasi permanen dinilai berdasarkan harga perolehan (historical cost)
termasuk di dalammya biaya tambahan lainnya yang terjadi untuk
memperoleh investasi permanent.
l) Aset Tetap
a. aset tetap yang perolehannya hingga 22 september 2003 dinilai
berdasrkan harga pasar yang penilaiannya telah dilakukan oleh
Konsultan [Link] Indonesia Medan, aset tetap perolehannya
setelah tanggal 22 september 2003 dinilai berdasrkan harga
perolehan (historical cost) termasuk didalammya biaya tambahan
lainnya yang terjadi untuk memperoleh Aset Tetap.
b. harga perolehan aset tetap yang dibangun secara swakelola meliputi
biaya langsung untuk tenaga kerja, bahan baku, dan biaya tidak
langsung, termasuk biaya perencanaan dan pengawasan,
perlengkapan, tenaga listrik, sewa peralatan dan semua biaya lainnya
yang berhubungan hingga aset tetap tersebut siap dugunakan.
c. Aset Tetap Dalam Pengerjaan dinilai dalam neraca sebesar realisasi
biaya yang telah dikeluarkan untuk memperoleh aset tersebut
d. Nilai Aset Tetap bertambah apabila terjadi penambahan dan
berkurang nilainya apabila terjadi penghapusan yang telah
ditetapkan oleh Bupati Langkat.
e. Nilai Aset Tetap Pemerintahan Kabupaten Langkat dalam neraca
tidak disusutkan.
m) Aset Lainnya
a. Tagihan Penjualan Angsuran dan Piutang lain-lain dinilai sebesar
nilai nominal.
b. Bangunan berdasrkan kemitraan dengan pihak ketiga dinilai
berdasarkam nilai perolehan pada saat bangunan tersebut selesai
dibangun.
c. Dana Cadangan dinilai sebesar akumulasi dana yang berasal dari
pembentukan dana cadangan yang tercantum dalam APBD
(nominal) ditambah dengan hasil yang diperoleh.
n) Kewajiban
a. Hutang adalah kewajiban pihak ketiga sebagai akibat transaksi
keuangan masa lalu.
b. Hutang dikelompokkan menjadi hutang jangka pendek dan hutang
jangka panjang.
c. Kewajiban diakui pada saat dana pinjaman diterima atau pada saat
kewajiaban timbul.
d. Kewajiban dibukukan dalam neraca sebesar nilai nominal dari
kewajiban tersebut.
e. Kewajiban dalam valuta asing dikonversikan ke dalam mata uang
rupiah berdasarkan nilai tukar (kurs tengah Bank Indonesia) pada
tanggal transaksi.
B. ANALISIS HASIL PENELITIAN
1. Analisis Penyajian Laporan Keuangan Daerah Pada Pemerintahan Kabupaten
Langkat
a. Laporan Realisasi Anggaran
Laporan Realisasi Anggaran adalah laporan yang menyajikan informasi
mengenai perhitungan atas pelaksanaan kegiatan yang telah dianggarkan dalam
satu tahun anggaran baik pada kelompok pendapatan, belanja maupun
pembiayaan. Realisasi anggaran tahun 2006 ini disusun berdasarkan jumlah
realisasi pendapatan, belanja, dan pembiayaan yang dibandingkan dengan
masing- masing anggarannya sesuai dengan APBD kabupaten Langkat Tahun
2006. jumlah angka yang tercantum dalam laporan realisasi anggaran ini
mencakup semua penerimaan pendapatan dan pengeluaran belanja serta
pembiayaan yang masuk kedalam atau dikeluarkan dari bendahara umum
daerah, khusus untuk pengeluaran pengisian kas yang diberikan kepada
pemegang kas, realisasinya didasarkan atas pengesahan pertanggungjawaban.
Tujuan laporan realisasi anggaran adalah menyajikan informassi mengenai
kemampuan merealisasikan pendapatan dari yang dianggarkan, melaksanakan
kegiatan berdasarkan anggaran belanja yang ditetapkan, dan sumber-sumber
pembiayaan yang digunakan untuk mengalopkasikan surplus atau menutup
deficit.
Pada laporan Realisasi Anggaran Pemerintahan Kabupaten Langkat
menyajikan rekening pendapatan, belanja, pembiayaan dan realisasinya.
Walaupun dalam prakteknya sering kali realisasinya jauh lebih besar atau lebih
kecil dari yang dianggarkan oleh Pemerintah Kabupaten Langkat. Dari tabel
diatas dapat dilihat bahwa kelompok pendapatan asli daerah (PAD) dengan
anggaran sebesar Rp. [Link],00 yang terdiri dari 3 (tiga) jenis
pendapatan masng- masing Pendapatan Pajak Daerah sebesar Rp.
[Link],00., pendapatan retribusi sebesar Rp. [Link],00 dan
lain-lain pendapatan asli daerah yang sah sebesar Rp. [Link],00, ketiga
jenis pendapatan tersebut tidak mencapai target. Pencapaian anggaran (target)
tertinggi pada kelompok Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 9o,20% berada
pada jenis lain-lain pendapatan asli daerah yang sah dengan anggaran
Rp.[Link],00, dengan realisasinya Rp.[Link],84. Pada kelompok
dana perimbangan dengan pencapaian anggaran sebesar 103,10% yang terdiri
dari 4 (empat) jenis pendapatan, masing- masing bagi hasil pajak dan buka
pajak melebihi anggaran dengan pencapaian sebesasr 117,89% dari target
Rp.[Link],00, dengan realisasinya Rp.[Link],00. Jenis
pendapatan dari Dana Alokasi Umum (DAU) sesuai dengan anggaran sebesar
Rp.[Link],00 dengan realisasinya 100%. Dana Alokasi Khusus
(DAK) sebesar Rp.29.699.700,00 dengan realisasinya 100%.
Begitu juga dengan rekening belanja, jumlah belanja yang dianggarkan sebesar
Rp.[Link],00 dengan realisasinya sebesar Rp.[Link],10.
sedangkan pembiayaan pada tabel diatas dapat kita ketahui bahwa pembiayaan
di sisi penerimaan dari anggaran Rp.[Link],00 dengan realisasinya
Rp.[Link],21 yang berasal dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun
lalu dengan anggaran sebesar Rp.[Link],00 sedangkan penerimaan
pinjaman dan obligasi dengan anggaran sebesar Rp.[Link],00 tidak
terealisasi. Dari sisi pengeluaran ditargetkan sebesar Rp.[Link],00.
Terelisasi sebesar Rp.[Link],00 atau 97,43%. Dengan demikian
diperoleh kelebihan pembiayaan sebesar Rp.[Link],21 atau 114,16%
dari yang dianggarkan. Meskipun dana yang dianggarkan tidak dapat terealisasi
sepenuhnya, tapi pemerintahan kabupaten Langkat sudah dapat menyajikan
Laporan Realisasi Anggaran dengan baik. Laporan Realisasi Anggaran
Pemerintahan Kabupaten Langkat telah menyajikan berupa perhitungan atau
pelaksanaan dari semua yang telah dianggarkan dalam tahun anggaran, baik
pada kelompok pendapatan, belanja, dan pembiayaan. Pos-pos pada Laporan
Realisasi Anggaran telah disajikan sesuai dengan PP Nomor 24 tahun 2005
(SAP). Anggaran telah dilaksanakan sesuai dengan struktur anggaran yang
terdiri dari anggaran pendapatan, belanja, dan pembiayaan. Pendapatan telah
diakui pada saat diterima pada rekening kas umum daerah. Pendapatan pada
laporan realisasi anggaran telah diklasifikasikan menurut jenis pendapatan.
Belanja diakui pada saat terjadinya pengeluaran dari rekening kas daerah,
belanja sudah diklasifikasikan menurut klasifikasi ekonomi (jenis belanja).
Penerimaan pembiayaan diakui pada saat diterima pada rekening kas umum
daerah, dan juga pengeluaran pembiayaan diakui pada saat dikeluarkan dari
rekening kas daerah. Selisih lebih/kurang antara realisasi penerimaan dan
pengeluaran selama satu periode pelaporan dicatat dalam pos SiLPA/SiKPA.
Namun dalam penyajian nama laporan masih mengikuti Kepmendagri No. 29
Tahun 2002 yaitu Laporan Perhitungan APBD bukannya Laporan Realisasi
Anggaran.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa Pemerintahan Kabupaten
Langkat pada tahun 2006 telah menyajikan Laporan Realisasi Anggaran dengan
baik dan telah mengacu pada Standar Akuntansi Pemerintahan. Laporan
Realisasi Anggaran yang disajikan oleh Pemerintahan Kabupaten Langkat yang
telah diaudit dapat bermanfaat bagi semua pihak pengguna laporan tersebut,
walaupun Pemerintahan Kabupaten Langkat sering mengalami keterlambatan
dalam penyampaian laporan keuangan.
b. Neraca
Neraca daerah merupakan salah salah satu dari laporan keuangan daerah.
Neraca daerah menyajikan informasi mengenai posisi aktiva, utang, dan ekuitas
dana pada akhir tahun anggaran. Pemerintahan Kabupaten Langkat menyusun
neraca dengan mengumpulkan, menganalisis, mencatat anggaran dan
realisasinya ke dalam pos-pos neraca.
Pada tahun anggaran per 31 Desember 2005 pada pos aset, jumlah aset
lancar sebesar Rp. [Link],21, jumlah investasi jangka panjang sebesar
Rp. [Link],00, jumlah aset tetap sebesar Rp. [Link],00, dan
jumlah aset lainnya sebesar Rp. 528.850.376,00. Maka total aset pemerintahan
kabupaten Langkat pada tahun anggaran 2005 adalah sebesar Rp.
[Link],21. Pada pos kewajiban, jumlah kewajiban jangkan pendek
sebesar Rp. [Link],00, jumlah kewajiban jangka panjang sebesar Rp.
[Link],00, jumlah ekuitas dana lancar Rp. [Link],21, jumlahh
ekuitas dana jangka panjang Rp. [Link],21. Maka total kewajiban dan
dana ekuitas pemerintahan kabupaten Langkat pada tahun anggaran 2005
adalah sebesar Rp. [Link],21.
Pada tahun anggaran 2006, pada pos aset, jumlah aset lancar sebesar Rp.
[Link],60, jumlah investasi jangka panjang sebesar Rp.
[Link],00, jumlah aset tetap sebesar Rp. [Link],00, dan
jumlah aset lainnya sebesar Rp. 524.050.376,00. Maka total aset pemerintahan
kabupaten Langkat pada tahun anggaran 2006 adalah sebesar Rp.
[Link],60. Pada pos kewajiban, jumlah kewajiban jangka pendek
sebesar Rp. [Link],00, jumlah kewajiban jangka panjang sebesar Rp.0,
jumlah ekuitas dana lancar Rp. [Link],60, jumlah ekuitas dana jangka
panjang Rp. [Link].787,00. Maka total kewajiban dan dana ekuitas
pemerintahan kabupaten Langkat pada tahun anggaran 2006 adalah sebesar Rp.
[Link].119,60
Dari uraian diatas dapat dilihat bahwa Pemerintahan Kabupaten Langkat
telah menyajikan informasi aktiva, kewajiban, dan ekuitas dana pada akhir
tahun [Link] Kabupaten Langkat telah mengklasifikasikan
asetnya dalam aset lancar dan nonlancar serta telah mengklasifikan
kewajibannya menjadi kewajiban jangka pendek dan jangka panjang.
Kewajiban telah diklasifikasikan sesuai dengan waktu pembayarannya. Ekuitas
dana telah disajikan dalam neraca yang terdiri dari ekuitas dana lancar dan
ekuitas dana investasi. Dimana dalam neraca yang disajikan Pemerintahan
Kabupaten Langkat membandingkan antara neraca tahun berjalan dengan tahun
anggaran yang telah berlalu. Pos-pos pada neraca Pemerintahan Kabupaten
Langkat telah dicantumkan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.
c. Laporan Arus Kas
Laporan arus kas adalah laporan yang memberikan informasi arus masuk
dan arus keluarnya kas pada Pemerintah Daerah Kabupaten Langkat selama
tahun anggaran 2006. berdasarkan hasil pemeriksaan kas oleh Badan Pengawas
Daerah Kabupeten Langkat terdapat,
- Saldo Kas per 31 Desember 2006 sebesa r Rp. [Link],55
- Saldo Kas pada pemegang Kas yang
belum disetor s/d 31-12-2005 sebesar Rp. –
- Saldo Akhir Kas 2006 Rp. [Link],55
Arus kas diklasifikasikan menjadi 3 (tiga) aktivitas antara lain :
1) Aktivitas operasi
Merupakan indikator yang menujukkan kemampuan operasi Pemerintah Daerah dalam
menghasilkan kas yang cukup untuk membiayai kegiatan operasional yang bersumber
dari arus kas masuk pada tahun anggaran 2006 di luar pinjaman dan sisa lebih
perhitungan anggaran yang lalu. Besarnya arus kas masuk dari aktivitas operasi selama
tahun anggaran 2006 sebesar Rp. [Link],44 dan dikeluarkan untuk
membiayai aktivitas operasional sebesar Rp. [Link],10 sehingga mendapat
surplus operasional sebesar Rp. [Link],34
2) Aktivitas investasi
Menggambarkan penerimaaan dan pengeluaran kas bruto berkaitan dengan perolehan
atau pelepasan sumber daya ekonomi yang ada, yang bertujuan untuk meningkatkan
dan mendukung pelayanan pemerintah kepada masyarakat di masa yang akan datang.
Arus kas bersih dari aktivitas investai tahun anggaran 2006 minus Rp.
[Link],00 menunjukan bahwa dalam tahun 2006 pemerintah kabupaten
Langkat melakukan pelepasan asetnya, namun penambahan aset tetap lebih besar dari
pada nilai pelepasan aset tetap sebesar Rp. [Link],00 merupakan Barang
Investasi Kekayaan Daerah Kabupaten Langkat mutasi tambah dalam Neraca
Pemerintah Kabupaten Langkat per 31 Desember 2006.
3) Aktivitas pembiayaan
Menggambarkan penerimaan dan pengeluaran kas bruto sehubungan dengan surplus
atau defisit anggaran pada tahun 2006. ini dapat dilihat dimana tidak ada arus masuk
kas. Sedangkan arus kas keluar dari aktivitas pembiayaan adalah sebesar Rp.
[Link],00. Selanjutnya dapat dijelaskan bahwa telah terjadi kenaikan kas
bersih selama tahun anggaran 2006, denagn perincian sebagai berikut:
- Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi Rp. [Link],34
- Arus Kas Bersih dari Aktivitas Innvestasi Rp. ([Link],00)
- Arus Kas Bersih dari Aktivitas Pembiayaan Rp ([Link],00)
Kenaikan kas Rp. [Link],34
Laporan arus kas pada Pemerintahan Kabupaten Langkat telah disajikan sesuai
dengan Standar Akuntansi Pemerintahan. Aktivitas-aktivitas pada laporan arus kas
telah disajikan secara benar dan telah mengacu pada Standar Akuntansi
Pemerintahan. Kelompok utama penerimaan dan pengeluaran kas bruto dari aktivitas
operasi, investasi asset non keuangan, pembiayaan, dan non anggaran.
Arus kas dari aktifitas perasi telah disajikan dengan metode langsung. Meted
langsung mengungkapkan pengelompokkan utama penerimaan dan pengeluaran kas
bruto. Secara garis besar laporan arus kas pada Pemerintahan Kabupaten Langkat
telah menerapkan Standar Akuntansi Pemerintahan, walupun dalam penyajian
halaman muka dari laporan arus kas atau nama laporan masih menggunakan nama
sesuai dengan Kepmendagri No, 29 tahun 2002 yaitu Laporan Aliran Arus Kas.
Seharusnya nama dari laporan menurut SAP adalah Laporan Arus Kas.
BAB III
PENUTUP
[Link]
Laporan Keuangan Daerah Pemerintahan Kabupaten Langkat pada tahun anggaran 2006
berupa Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Arus Kas, dan Catatan atas
Laporan Keuangan.
Pada tahun anggaran 2006, Pemerintahan Kabupaten Langkat di dalam penyajian laporan
keuangan daerah telah berpedoman pada Standar Akuntansi Pemerintahan. Namun dalam
hal nama laporan Realisasi Anggaran dan nama laporan Arus Kas, Pemerintahan
Kabupaten Langkat masih menggunakan nama laporan yang ditentukan dalam
Kepmendagri Nomor 29 Tahun 2002.
[Link]
DAFTAR PUSTAKA
Abdul Halim,dkk, 2014. Akuntansi Sektor Publik edisi 2, Salemba Empat, Jakarta