0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
77 tayangan25 halaman

Analisis Laporan Keuangan Kabupaten Langkat

Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah Kabupaten Langkat tahun 2006 menunjukkan total pendapatan sebesar Rp663,9 miliar dan total biaya sebesar Rp593,1 miliar sehingga terjadi surplus sebesar Rp70,7 miliar.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
77 tayangan25 halaman

Analisis Laporan Keuangan Kabupaten Langkat

Laporan Realisasi Anggaran Pemerintah Kabupaten Langkat tahun 2006 menunjukkan total pendapatan sebesar Rp663,9 miliar dan total biaya sebesar Rp593,1 miliar sehingga terjadi surplus sebesar Rp70,7 miliar.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PROJECT

AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK

(Analisis Penyajian Laporan Keuangan Daerah Pada Pemerintahan


Kabupaten Langkat)

Dosen Pengampu : Tapi Rumondang Sari Siregar, SE., [Link]

Disusun oleh :

Nama : Desi Riantika Putri (7161220009)


Sella Rinanda (7161220036)
Yunisia Lika (7163220070)
Gina Aulia Atika (7163220022)
Farida Samosir (7162220009)

Kelas : Akuntansi B

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI MEDAN


TAHUN AJARAN 2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami penjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa atas rahmat-Nya maka kami dapat
menyelesaikan makalah tugas PROYEK Akuntansi Sektor Publik ini. Dalam Penulisan makalah
ini kami merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun
materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua
pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini.

Dalam penulisan makalah ini kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang
membantu dalam menyelesaikan tugas makalah ini. Kami menyadari sepenuhnya dalam
penulisan dan penyajian dalam tulisan ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu dengan
kerendahan hati kami akan menerima kritikan dan saran yang bersifat membangun. Akhir kata
kami sebagai penulis berharap semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi penulis dan pembaca
sekalian. Terima kasih.

Medan, 23 Mei 2018

Kelompok 1
DAFTAR ISI
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Seiring dengan reformasi dibidang keuangan negara, maka perlu dilakukan


perubahan – perubahan diberbagai bidang untuk mendukung agar reformasi dibidang
keuangan negara dapat berjalan dengan baik. Salah satu perubahan yang signifikan
adalah perubahan dibidang akuntansi pemerintahan karena melalui proses akuntansi
dihasilkan informasi keuangan yang tersedia bagi berbagai pihak untuk digunakan
sesuai dengan tujuan masing – masing. Perubahan dibidang akuntansi pemerintahan
yang paling diinginkan adalah adanya Standar Akuntansi Pemerintahan. Penyusunan
laporan keuangan yang berpedoman pada Standar Akuntansi Pemerintahan
sesungguhnya adalah dalam rangka meningkatkan kualitas laporan keuangan,
sehingga laporan keuangan yang dimaksud dapat meningkatkan kredibilitasnya dan
pada gilirannnya akan dapat mewujudkan transparansi dan akuntabilitas pengolahan
keuangan pemerintah daerah. Sehingga, good governance dapat tercapai.
Maka daripada itu dibuatlah peraturan yang dapat mengatur dan mengelola
penyajian laporan keuangan. Peraturan itu yaitu Peraturan Pemerintah Nomor 24
tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan. SAP adalah prinsip-prinsip
akuntansi yang diterapkan dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan
pemerintahan.
SAP digunakan untuk menghasilkan suatu laporan keuangan yang andal dan
dapat dijadikan pijakan dalam pengambilan keputusan. Tanpa adanya standar umum
ini, maka laporan yang dihasilkan oleh akuntansi keuangan daerah bisa jadi bebeda-
beda antar daerah yang pada gilirannya akan memunculkan persoalan- persoalan
baru pada level nasional. Oleh karena pentingnya SAP maka setiap penyajian laporan
keuangan daerah harus mengikuti standar ini, meskipun pemerintahan belum
sepenuhnya dapat mengikuti standar ini. Dalam penyajian laporan keuangan tidak
terlepas dari faktor pendukung yaitu sumber daya manusia dan perangkat
pendukungnya berupa infrastuktur, karena membantu dalam menyajikan laporan
keuangan daerah. Namun dalam penyajian laporan keuangan sesuai SAP ini,
Pemerintahan Kabupaten Langkat masih mengalami kendala- kendala atau masalah-
masalah yang menyebabkan penyajian laporan keuangan berdasarkan Standar
Akuntansi Pemerintahan tidak berjalan dengan semulus diharapkan. Salah satu satu
kendala tersebut disebabkan oleh keterbatasan sumber daya manusia yang
mengalami kesulitan untuk mampu mengikuti perubahan peraturan dalam penyajian
laporan keuangan, kendala lainnya adalah keterbatasan jumlah ataupun kualitas dari
perangkat pendukung yang tersedia untuk digunakan.

B. Rumusan Masalah
1. Mengetahui bentuk Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Langkat.
2. Menganalisis Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Langkat.

C. Tujuan Penelitian
1. Untuk mengetahui bentuk Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten
Langkat.
2. Untuk menganalisis bagaimana Laporan Keuangan Pemerintah Daerah di
Kabupaten Langkat.

D. Manfaat Penelitian
1. Bagi peneliti, melalui penelitian ini diharapkan dapat memperluas wawasan
penulis mengenai penyajian laporan keuangan daerah sesuai dengan Peraturan
Pemerintah No. 24 Tahun 2005 tentang SAP pada laporan keuangan Pemerintah
Kabupaten Langkat.
2. Bagi pihak lain, melalui hasil penelitian ini juga diharapkan dapat dijadikan
sebagai referensi dan bahan masukan bagi penelitian sejenis untuk
menyempurnakan penelitian selanjutnya.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Penyajian Laporan Keuangan Daerah
Berikut ini akan disajikan Laporan Keuangan Tahun 2006 Pemerintahan Kabupaten
Langkat:
a. Laporan Realisasi Anggaran
PEMERINTAH KABUPATEN LANGKAT
LAPORAN PERHITUNGAN APBD
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2006
TAHUN ANGGARAN 2006
URAIAN ANGGARAN REALISASI
1 2 3
A. PENDAPATAN
I. Pendapatan Asli Daerah
1. Pendapatan Pajak Daerah [Link],00 [Link],60
2. Pendapatan Retribusi [Link],00 [Link],00
3. Lain-lain Pendapatan Asli Daerah 3.814.000,00 [Link],84
Sub Jumlah [Link],00 [Link],44
II. Pendapatan Dana Perimbangan dari
Pemerintah Pusat
1. Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak [Link],00 [Link],00
2. Dana Alokasi Umum [Link],00 [Link],00
3. Dana Aloksai Khusus [Link],00 [Link],00
4. Bantuan Keuangan [Link],00 [Link],00
Sub Jumlah [Link],00 [Link],00
III. Lain-lain Pendapatan yang Sah
1. Bantuan Dana Adhos dari Pemerintah - -
Pusat
2. Dana Darurat - -
Sub Jumlah - -

TOTAL PENDAPATAN [Link],00 [Link],44


B. PENDAPATAN
I. Belanja Operasi
1. Belanja Pegawai [Link],00 [Link],10
2. Belanja Barang [Link],00 [Link],00
3. Belanja Perjalanan Dinas [Link],00 [Link],00
4. Belanja Pemeliharaan [Link],00 [Link],00
5. Belanja Subsidi - -
6. Belanja Operasional - -
Total Belanja Operasional [Link],00 [Link],10
II. Pendapatan Dana Perimbangan dari
Pemerintah Pusat
1. Belanja Aset Tetap-Publik [Link],00 [Link],00
2. Belanja Aset Tetap-Aparatur [Link],00 [Link],00
Total Belanja Modal [Link],00 [Link],00
TAHUN ANGGARAN 2006
URAIAN ANGGARAN REALISASI
1 2 3
III. Belanja Bagi Hasil Pajak Kepada [Link],00 [Link],00
Pemerintah Desa
IV. Belanja Bantuan Keuangan
Belanja Bantuan Keuangan Kepada Pemerintah [Link],00 [Link],00
Desa
Belanja Bantuan Keuangan Kepada Organisasi [Link],00 [Link],00
Masyarakat
Belanja Bantuan Keuangan Kepada Organisasi [Link],00 [Link],00
Profesi
Belanja Bantuan Keuangan Kepada Kecamatan 130.000.000,00 130.000.000,00
Total Belanja Bantuan Keuangan [Link],00 [Link],00

V. Belanja Tak Terduga


Belanja Tak Terduga 200.000.000,00 -

TOTAL BIAYA [Link],00 [Link],10

C. SURPLUS/DEFISIT ([Link],00) [Link],34


D. PEMBIAYAAN
I. PENERIMAAN
1. Sisa Lebih Perhitungan Tahun Lalu [Link],00 [Link],21
2. Penerimaan Pinjaman Obligasi [Link],00 -
Total Penerimaan [Link],00 [Link],21
II. PENGELUARAN
1. Penyertaan Modal [Link],00 [Link],00
2. Pembayaran Hutang [Link],00 [Link],00
3. Sisa Labih Perhitungan Tahun - -
Berjalan
Total Pengeluaran [Link],00 [Link],00
TOTAL PEMBAYARAN [Link],00 [Link],21
E. SISA LEBIH PERHITUNGAN TAHUN [Link],00 [Link],55
BERJALAN

Sumber: Laporan Keuangan Pemkab Langkat Tahun Anggaran 2006

b. Neraca
PEMERINTAH KABUPATEN LANGKAT
NERACA
PER 31 DESEMBER 2006
TAHUN 2006 TAHUN 2005
URAIAN (Rp.) (Rp.)
ASET

I. ASET LANCAR
1. Kas di Kas Daerah [Link],55 [Link],21
- -
2. Kas di Pemegang Kas
[Link],05 -
3. Piutang Dana Bagi Hasil dan Provinsi [Link],00 [Link],00
4. Piutang PAD [Link],00 -
5. Piutang Pajak Penerangan Jalan [Link] [Link],00 -
6. Biaya Dibayar Dimuka [Link],00 [Link],00
56.672.000,00 85.134.000,00
7. Persediaan
4.800.000,00 4.800.000,00
8. Bagian Lancar Penjualan Anggaran [Link],60 [Link],21
9. Bagian Lancar Tuntutan Ganti Rugi (TGR)
JUMLAH ASET LANCAR [Link],00 [Link],00
II. INVESTASI PERMANEN
Pengertian Modal Pemerintahan Daerah [Link],00 [Link],00

JUMLAH INVESTASI PERMANEN

III. ASET TETAP


[Link],81 [Link],00
1. Tanah [Link],19 [Link],00
2. Jalan dan Jaringan [Link],25 [Link],25
3. Gedung dan Bangunan [Link],75 [Link],75
4. Peralatan dan Mesin [Link],00 [Link],00
5. Aset Tetap Lainnya [Link],00 [Link],00
JUMLAH ASET TETAP

IV. ASET LAINNYA 311.927.089,00 416.727.089,00


1. Tuntutan Ganti Rugi 212.123.287,00 112.123.287,00
2. Tagihan Lain-lain 524.050.376,00 528.850.376,00
JUMLAH ASET LAINNYA
JUMLAH ASET [Link].119,60 [Link],21
TAHUN 2006 TAHUN 2005
URAIAN (Rp.) (Rp.)
V. KEWAJIBAN JANGKA PENDEK
1. Hutang Bunga Bank -
[Link],00 -
2. Hutang Kepada [Link]
[Link],00 -
3. Hutang Kepada [Link] - [Link],00
4. Hutang Kepada Bank SUMUT
JUMLAH KEWAJIBAN JANGKA [Link],00 [Link],00
PENDEK
VI. KEWAJIBAN JANGKA PANJANG [Link],00
1. Hutang Kepada BUMD/N
JUMLAH KEWAJIBAN JANGKA
[Link],00
PANJANG
JUMLAH KEWAJIBAN [Link],00 [Link],00

VII. EKUITAS DANA


EKUITAS DANA LANCAR
1. Selisih Lebih Pembayaran Anggaran (SILPA)
Dana Lancar [Link],55 [Link],21
2. Cadangan Piutang Dana Bagi Hasil Dari
Provinsi [Link],05 -
3. Cadangan Piutang PAD [Link],00 [Link],00
4. Cadangan Piutang Pajak Penerangan Jalan [Link],00
[Link] [Link],00
5. Cadangan Biaya Bayar Dimuka [Link],00 [Link],00
6. Cadangan Persediaan 56.672.000,00 85.134.000,00
7. Bagian Lancar Penjualan Angsuran 4.800.000,00 4.800.000,00
8. Bagian Lancar TGR
Dikurang:
Dana yang Disediakan untuk Membayar Hutang ([Link],00) ([Link],00)
Jangka Pendek [Link],60 [Link],21
JUMLAH EKUITAS DANA LANCAR

[Link] DANA INVESTASI [Link],00 [Link],00


1. Diinvestasikan dalam Investasi Permanen [Link],00 [Link],00
2. Diinvestasikan dalam Aset Tetap 524.050.376,00 528.850.376,00
3. Diinvestasikan dalam Aset Lain-lain [Link].787,00 [Link],00
JUMLAH EKUITAS DANA INVESTASI
[Link].256,60 [Link],21
JUMLAH EKUITAS DANA
JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS DANA [Link].119,60 [Link],21

Sumber: Laporan Keuangan Pemkab Langkat Tahun 2006

c. Laporan Arus Kas

PEMERINTAH KABUPATEN LANGKAT


LAPORAN ARUS KAS
UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2006

TAHUN ANGGARAN
URAIAN ANGGARAN REALISASI
1 2 3
ARUS KAS DARI AKTIVITAS
OPERASIONAL

I. Arus Kas Masuk


A. Pendapatan Asli Daerah
1. Pendapatan Pajak Daerah [Link],00 [Link],60
2. Pendapatan Restribusi [Link].00 [Link],00
3. Lain-lain Pendapatan Asli Daerah [Link],00 [Link],84
Sub Jumlah [Link],00 [Link],44
B. Pendapatan Dana Perimbangan Dari
Pemerintah Pusat
1. Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak [Link],00 [Link],00
2. Dana Alokasi Umum [Link],00 [Link],00
3. Dana Alokasi Khusus [Link],00 [Link],00
4. Bantuan Keuangan [Link],00 [Link],00
Sub Jumlah [Link],00 [Link],00
C. Lain-lain Pendapatan Yang Sah
1. Bantuan Dana Adhos dari Pemerintah - -
Pusat
2. Dana Darurat - -
Sub Jumlah - -
Jumlah Arus Kas Masuk [Link],00 [Link],44
II. Arus Keluar Kas
1. Belanja Pegawai [Link],00 [Link],10
2. Belanja Barang [Link],00 [Link],00
3. Belanja Perjalanan Dinas [Link],00 [Link],00
4. Belanja Pemeliharaan [Link],00 [Link],00
5. Belanja Bagi Hasil [Link],00 [Link],00
6. Belanja Bantuan Keuangan [Link],00 [Link],00
7. Belanja Tak Tersangka 2.000.000,00 -
Sub Jumlah [Link],00 [Link],10
ARUS KAS BERSIH DARI AKTIVITAS [Link],00 [Link],10
OPERASIONAL (I-II)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS


INVESTASI
I. Arus Kas Masuk
Penerimaan dari Penjualan Aset Tetap
Penerimaan dari Bagian Lancar Penjualan
Angsuran
Sub Jumlah

TAHUN ANGGARAN 2006


URAIAN ANGGARAN REALISASI
1 2 3
II. Arus Keluar Kas
1. Penyertaan Modal Pemerintah Daerah
2. Pembelian Aset Tetap-Publik [Link],00 [Link],00
3. Pembelian Aset Tetap-Publik [Link] [Link],00

Sub jumlah [Link],00 [Link],00


ARUS KAS BERSIH DARI AKTIVITAS
INVESTASI ([Link],00) ([Link],00)

ARUS KAS DARI AKTIVITAS


PEMBIAYAAN
I. Arus Masuk Kas
Penerimaan Pinjaman Obligasi [Link],00 -
Sub Jumlah [Link],00 -
II. Arus Keluar Kas
1. Penyertaan Modal [Link],00 [Link],00
2. Pembayaran Hutang [Link],00 [Link],00
Sub Jumlah [Link],00 [Link],00
ARUS KAS BERSIH DARI AKTIVITAS
PEMBIAYAAN ([Link],00) ([Link],00)

KENAIKAN / PENURUNAN KAS ([Link],00) [Link],34


SALDO AWAL KAS [Link],00 [Link],21

SALDO AKHIR KAS - [Link],55

Sumber: Laporan Keuangan Pemkab Langkat Tahun 2006

d. Catatan atas Laporan Keuangan

1) Latar belakang penyusunan Neraca

Sebagai perwujudan atas pelaksanaan Peraturan Pemerintah No.105 tahun 2000 tentang

Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah dan No. 108 Tahun 2000 tentang

Tata Cara Pertanggungjawaban Keuangan Daerah, dan Keputusan Menteri Dalam Negeri

Nomor 29 Tahun 2002 tentang Pedoman Pengurusan, Pertangungjawaban, Pengawasan

Keuangan Daerah serta Tata Cara Penyusunan APBD, Pelaksanaan Tata Usaha Keuangan

Daerah dan Penyusunan Perhitungan APBD, Pemerintah Kabupaten Langkat menyajikan

Laporan Keuangan Daerah tahun yang berakhir per 31 Desember 2006 sebagai unsur dari

Laporan Pertanggungjawaban Bupati Langkat.


Tujuan penyusunan Laporan Keuangan Daerah adalah untuk memberikan
gambaran keuangan yang lebih kepada masyarakat, serta dimaksudkan juga dapat
digunakan untuk :
a) Akuntanbilitas
Mempertanggungjawabkan pengelolaan sumber daya serta pelaksanaan
kebijakan yang dipercayakan kepada Pemerintah Kabupaten Langkat dalam
rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan melalui laporan keuangan
pemerintah secara periodik.
b) Manajerial
Menyediakan informasi keuangan yang berguna untuk perencanaan dan
pengelolaan keuangan pemerintah serta memudahkan penegendalian yang efektif
atas seluruh aset, hutang, dan ekuitas dana.
c) Transparansi
Menyediakan informasi keuangan yang terbuka bagi masyarakat dalam
rangka mewujudkan penyelenggaraan kepemerintahan yang baik.
2) Kebijakan Akuntansi
a) Laporan keuangan pemerintah kabupaten Langkat disusun dengan mengacu
pada Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP).
b) Masa pembukuan adalah satu tahun anggaran yang dimulai 1 januari dan
berakhir 31 Desember.
c) Mata uang yang digunakan adalah Rupiah, Valuta Asing dikonversi
berdasarkan nilai kurs tengah, dengan menggunakan kurs tengah Bank
Indonesia pada tanggal neraca.
d) Basis Akuntansi
Basis akuntansi, yang dipergunakan dalam Laporan Keuangan Pemerintah
Kabupaten Langkat adalah :
a. Basis kas untuk pengakuan pendapatan, belanja, dan pembiayaan
b. Basis akrual untuk pengakuan aset, kewajiban, dan ekuitas

e) Pendapatan
a. Pendapatan adalah semua penerimaan Kas Umum Daerah
Kabupaten Langkat yang menambah ekuitas dana dalam periode
Laporan Keuangan yang menjadi hak Pemerintah Kabupaten
Langkat, yang tidak perlu dibayar kembali oleh Pemerintah
Kabupaten Langkat.
b. Pendapatan diakui pada saat diterima pada Kas Umum Daerah
Kabupaten Langkat.
c. Pembukuan pendapatan dilaksanakan dengan menggunakan azas
bruto, yakni dengan membukukan penerimaan bruto atas
pendapatan.

d. Pengembalian/ koreksi penerimaan pendapatan yang terjadi pada


penerimaan pendapatan dibukukan sebagai pengurang pendapatan,
sedangkan atas penerimaan pendapatan dari periode sebelumnya
dibukukan sebagai pengurang ekuitas dana lancar.

f) Belanja
a. Belanja adalah semua pengeluaran Kas Umum Daerah Kabupaten
Langkat yang mengurangi ekuitas dana lancar dalam periode
Laporan Keuangan yang tidak akan diperoleh pembayarannya
kembali (menjadi beban) Pemerintah Kabupaten Langkat.
b. belanja diakui pada saat terjadinya pengeluaran dari Kas Umum
Daerah Kabupaten Langkat. Khusus pengeluaran kepada Pemegang
Kas diakui pada saat dipertanggungjawabkan
c. Belanja dalam Laporan Keuangan diklasifikasikan ke dalam Belanja
Administrasi Umum, Belanja Operasi dan Pemeliharaan, Belanja
Modal, Belanja Bagi Hasil dan bantuan Keuangan
d. Koreksi atas pengeluaran (penerimaan kembali belanja) yang terjadi
pada periode pengeluaran belanja, dibukukan sebagai pengurang
belanja. Apabila diterima pada periode berikutnya, koreksi atas
pengeluaran belanja dibukukan dalam ekuitas dana lancar.
g) Surplus adalah selisih lebih antara pendapatan dan belanja, sedangkan
defisit adalah selisih kurang antara pendapatan dan belanja.
h) Pembiayaan adalah seluruh transaksi keuangan Pemerintah Kabupaten
Langkat, baik penerimaan maupun pengeluaran yang perlu dibayar kembali
atau akan diterima kembali dimaksudkan untuk menutup defisit dan atau
memanfaatkan surplus anggaran
i) Sisa Lebih/kurang Perhitungan Anggaran adalah akumulasi surplus/defisit
dengan pembiayaan netto
j) Persediaan
a. persediaan adalah barang pakai habis yang diperoleh dengan maksud
untuk mendukung kegiatan operasional Pemerintah kabupaten
Langkat dan barang-barang yang dimaksudkan untuk
digunakan/dijual/diserahkan dalam rangka pelayanan masyarakat
b. persediaan dicatatat pada akhir tahun buku berdasarkan atas hasil
inventarisasi fisik.
c. persediaan, dinilai dalam neraca dengan cara :
- harga pembelian terakhir apabila diperoleh dengan
pembelian
- harga standar bila memperoleh dengan memproduksi
sendiri
- harga wajar atau harga estimasi apabila diperoleh dengan
cara lainnya, seperti Donasi
k) Investasi permanen
a. investasi permanen dinilai berdasarkan harga perolehan (historical cost)
termasuk di dalammya biaya tambahan lainnya yang terjadi untuk
memperoleh investasi permanent.

b. harga perolehan dalam Valuta Asing dinyatakan dalam mata uang


rupiah dengan menggunakan nilai tukar (kurs tengah Bank
Indonesia) yang berlaku pada saat tanggal transaksi.

l) Aset Tetap
a. aset tetap yang perolehannya hingga 22 september 2003 dinilai
berdasrkan harga pasar yang penilaiannya telah dilakukan oleh
Konsultan [Link] Indonesia Medan, aset tetap perolehannya
setelah tanggal 22 september 2003 dinilai berdasrkan harga
perolehan (historical cost) termasuk didalammya biaya tambahan
lainnya yang terjadi untuk memperoleh Aset Tetap.
b. harga perolehan aset tetap yang dibangun secara swakelola meliputi
biaya langsung untuk tenaga kerja, bahan baku, dan biaya tidak
langsung, termasuk biaya perencanaan dan pengawasan,
perlengkapan, tenaga listrik, sewa peralatan dan semua biaya lainnya
yang berhubungan hingga aset tetap tersebut siap dugunakan.
c. Aset Tetap Dalam Pengerjaan dinilai dalam neraca sebesar realisasi
biaya yang telah dikeluarkan untuk memperoleh aset tersebut
d. Nilai Aset Tetap bertambah apabila terjadi penambahan dan
berkurang nilainya apabila terjadi penghapusan yang telah
ditetapkan oleh Bupati Langkat.
e. Nilai Aset Tetap Pemerintahan Kabupaten Langkat dalam neraca
tidak disusutkan.

f. Nilai Aset Tetap dalam Neraca Pemerintahan Kabupaten Langkat


tidak termasuk Aset Tetap yyang dipisahkan (Aset Tetap
BUMN/BUMD dan Perusahaan lainnya).

m) Aset Lainnya
a. Tagihan Penjualan Angsuran dan Piutang lain-lain dinilai sebesar
nilai nominal.
b. Bangunan berdasrkan kemitraan dengan pihak ketiga dinilai
berdasarkam nilai perolehan pada saat bangunan tersebut selesai
dibangun.
c. Dana Cadangan dinilai sebesar akumulasi dana yang berasal dari
pembentukan dana cadangan yang tercantum dalam APBD
(nominal) ditambah dengan hasil yang diperoleh.
n) Kewajiban
a. Hutang adalah kewajiban pihak ketiga sebagai akibat transaksi
keuangan masa lalu.
b. Hutang dikelompokkan menjadi hutang jangka pendek dan hutang
jangka panjang.
c. Kewajiban diakui pada saat dana pinjaman diterima atau pada saat
kewajiaban timbul.
d. Kewajiban dibukukan dalam neraca sebesar nilai nominal dari
kewajiban tersebut.
e. Kewajiban dalam valuta asing dikonversikan ke dalam mata uang
rupiah berdasarkan nilai tukar (kurs tengah Bank Indonesia) pada
tanggal transaksi.
B. ANALISIS HASIL PENELITIAN
1. Analisis Penyajian Laporan Keuangan Daerah Pada Pemerintahan Kabupaten
Langkat
a. Laporan Realisasi Anggaran
Laporan Realisasi Anggaran adalah laporan yang menyajikan informasi
mengenai perhitungan atas pelaksanaan kegiatan yang telah dianggarkan dalam
satu tahun anggaran baik pada kelompok pendapatan, belanja maupun
pembiayaan. Realisasi anggaran tahun 2006 ini disusun berdasarkan jumlah
realisasi pendapatan, belanja, dan pembiayaan yang dibandingkan dengan
masing- masing anggarannya sesuai dengan APBD kabupaten Langkat Tahun
2006. jumlah angka yang tercantum dalam laporan realisasi anggaran ini
mencakup semua penerimaan pendapatan dan pengeluaran belanja serta
pembiayaan yang masuk kedalam atau dikeluarkan dari bendahara umum
daerah, khusus untuk pengeluaran pengisian kas yang diberikan kepada
pemegang kas, realisasinya didasarkan atas pengesahan pertanggungjawaban.
Tujuan laporan realisasi anggaran adalah menyajikan informassi mengenai
kemampuan merealisasikan pendapatan dari yang dianggarkan, melaksanakan
kegiatan berdasarkan anggaran belanja yang ditetapkan, dan sumber-sumber
pembiayaan yang digunakan untuk mengalopkasikan surplus atau menutup
deficit.
Pada laporan Realisasi Anggaran Pemerintahan Kabupaten Langkat
menyajikan rekening pendapatan, belanja, pembiayaan dan realisasinya.
Walaupun dalam prakteknya sering kali realisasinya jauh lebih besar atau lebih
kecil dari yang dianggarkan oleh Pemerintah Kabupaten Langkat. Dari tabel
diatas dapat dilihat bahwa kelompok pendapatan asli daerah (PAD) dengan
anggaran sebesar Rp. [Link],00 yang terdiri dari 3 (tiga) jenis
pendapatan masng- masing Pendapatan Pajak Daerah sebesar Rp.
[Link],00., pendapatan retribusi sebesar Rp. [Link],00 dan
lain-lain pendapatan asli daerah yang sah sebesar Rp. [Link],00, ketiga
jenis pendapatan tersebut tidak mencapai target. Pencapaian anggaran (target)
tertinggi pada kelompok Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar 9o,20% berada
pada jenis lain-lain pendapatan asli daerah yang sah dengan anggaran
Rp.[Link],00, dengan realisasinya Rp.[Link],84. Pada kelompok
dana perimbangan dengan pencapaian anggaran sebesar 103,10% yang terdiri
dari 4 (empat) jenis pendapatan, masing- masing bagi hasil pajak dan buka
pajak melebihi anggaran dengan pencapaian sebesasr 117,89% dari target
Rp.[Link],00, dengan realisasinya Rp.[Link],00. Jenis
pendapatan dari Dana Alokasi Umum (DAU) sesuai dengan anggaran sebesar
Rp.[Link],00 dengan realisasinya 100%. Dana Alokasi Khusus
(DAK) sebesar Rp.29.699.700,00 dengan realisasinya 100%.
Begitu juga dengan rekening belanja, jumlah belanja yang dianggarkan sebesar
Rp.[Link],00 dengan realisasinya sebesar Rp.[Link],10.
sedangkan pembiayaan pada tabel diatas dapat kita ketahui bahwa pembiayaan
di sisi penerimaan dari anggaran Rp.[Link],00 dengan realisasinya
Rp.[Link],21 yang berasal dari sisa lebih perhitungan anggaran tahun
lalu dengan anggaran sebesar Rp.[Link],00 sedangkan penerimaan
pinjaman dan obligasi dengan anggaran sebesar Rp.[Link],00 tidak
terealisasi. Dari sisi pengeluaran ditargetkan sebesar Rp.[Link],00.
Terelisasi sebesar Rp.[Link],00 atau 97,43%. Dengan demikian
diperoleh kelebihan pembiayaan sebesar Rp.[Link],21 atau 114,16%
dari yang dianggarkan. Meskipun dana yang dianggarkan tidak dapat terealisasi
sepenuhnya, tapi pemerintahan kabupaten Langkat sudah dapat menyajikan
Laporan Realisasi Anggaran dengan baik. Laporan Realisasi Anggaran
Pemerintahan Kabupaten Langkat telah menyajikan berupa perhitungan atau
pelaksanaan dari semua yang telah dianggarkan dalam tahun anggaran, baik
pada kelompok pendapatan, belanja, dan pembiayaan. Pos-pos pada Laporan
Realisasi Anggaran telah disajikan sesuai dengan PP Nomor 24 tahun 2005
(SAP). Anggaran telah dilaksanakan sesuai dengan struktur anggaran yang
terdiri dari anggaran pendapatan, belanja, dan pembiayaan. Pendapatan telah
diakui pada saat diterima pada rekening kas umum daerah. Pendapatan pada
laporan realisasi anggaran telah diklasifikasikan menurut jenis pendapatan.
Belanja diakui pada saat terjadinya pengeluaran dari rekening kas daerah,
belanja sudah diklasifikasikan menurut klasifikasi ekonomi (jenis belanja).
Penerimaan pembiayaan diakui pada saat diterima pada rekening kas umum
daerah, dan juga pengeluaran pembiayaan diakui pada saat dikeluarkan dari
rekening kas daerah. Selisih lebih/kurang antara realisasi penerimaan dan
pengeluaran selama satu periode pelaporan dicatat dalam pos SiLPA/SiKPA.
Namun dalam penyajian nama laporan masih mengikuti Kepmendagri No. 29
Tahun 2002 yaitu Laporan Perhitungan APBD bukannya Laporan Realisasi
Anggaran.
Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa Pemerintahan Kabupaten
Langkat pada tahun 2006 telah menyajikan Laporan Realisasi Anggaran dengan
baik dan telah mengacu pada Standar Akuntansi Pemerintahan. Laporan
Realisasi Anggaran yang disajikan oleh Pemerintahan Kabupaten Langkat yang
telah diaudit dapat bermanfaat bagi semua pihak pengguna laporan tersebut,
walaupun Pemerintahan Kabupaten Langkat sering mengalami keterlambatan
dalam penyampaian laporan keuangan.

b. Neraca
Neraca daerah merupakan salah salah satu dari laporan keuangan daerah.
Neraca daerah menyajikan informasi mengenai posisi aktiva, utang, dan ekuitas
dana pada akhir tahun anggaran. Pemerintahan Kabupaten Langkat menyusun
neraca dengan mengumpulkan, menganalisis, mencatat anggaran dan
realisasinya ke dalam pos-pos neraca.
Pada tahun anggaran per 31 Desember 2005 pada pos aset, jumlah aset
lancar sebesar Rp. [Link],21, jumlah investasi jangka panjang sebesar
Rp. [Link],00, jumlah aset tetap sebesar Rp. [Link],00, dan
jumlah aset lainnya sebesar Rp. 528.850.376,00. Maka total aset pemerintahan
kabupaten Langkat pada tahun anggaran 2005 adalah sebesar Rp.
[Link],21. Pada pos kewajiban, jumlah kewajiban jangkan pendek
sebesar Rp. [Link],00, jumlah kewajiban jangka panjang sebesar Rp.
[Link],00, jumlah ekuitas dana lancar Rp. [Link],21, jumlahh
ekuitas dana jangka panjang Rp. [Link],21. Maka total kewajiban dan
dana ekuitas pemerintahan kabupaten Langkat pada tahun anggaran 2005
adalah sebesar Rp. [Link],21.

Pada tahun anggaran 2006, pada pos aset, jumlah aset lancar sebesar Rp.
[Link],60, jumlah investasi jangka panjang sebesar Rp.
[Link],00, jumlah aset tetap sebesar Rp. [Link],00, dan
jumlah aset lainnya sebesar Rp. 524.050.376,00. Maka total aset pemerintahan
kabupaten Langkat pada tahun anggaran 2006 adalah sebesar Rp.
[Link],60. Pada pos kewajiban, jumlah kewajiban jangka pendek
sebesar Rp. [Link],00, jumlah kewajiban jangka panjang sebesar Rp.0,
jumlah ekuitas dana lancar Rp. [Link],60, jumlah ekuitas dana jangka
panjang Rp. [Link].787,00. Maka total kewajiban dan dana ekuitas
pemerintahan kabupaten Langkat pada tahun anggaran 2006 adalah sebesar Rp.
[Link].119,60
Dari uraian diatas dapat dilihat bahwa Pemerintahan Kabupaten Langkat
telah menyajikan informasi aktiva, kewajiban, dan ekuitas dana pada akhir
tahun [Link] Kabupaten Langkat telah mengklasifikasikan
asetnya dalam aset lancar dan nonlancar serta telah mengklasifikan
kewajibannya menjadi kewajiban jangka pendek dan jangka panjang.
Kewajiban telah diklasifikasikan sesuai dengan waktu pembayarannya. Ekuitas
dana telah disajikan dalam neraca yang terdiri dari ekuitas dana lancar dan
ekuitas dana investasi. Dimana dalam neraca yang disajikan Pemerintahan
Kabupaten Langkat membandingkan antara neraca tahun berjalan dengan tahun
anggaran yang telah berlalu. Pos-pos pada neraca Pemerintahan Kabupaten
Langkat telah dicantumkan sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan.
c. Laporan Arus Kas
Laporan arus kas adalah laporan yang memberikan informasi arus masuk
dan arus keluarnya kas pada Pemerintah Daerah Kabupaten Langkat selama
tahun anggaran 2006. berdasarkan hasil pemeriksaan kas oleh Badan Pengawas
Daerah Kabupeten Langkat terdapat,
- Saldo Kas per 31 Desember 2006 sebesa r Rp. [Link],55
- Saldo Kas pada pemegang Kas yang
belum disetor s/d 31-12-2005 sebesar Rp. –
- Saldo Akhir Kas 2006 Rp. [Link],55
Arus kas diklasifikasikan menjadi 3 (tiga) aktivitas antara lain :

1) Aktivitas operasi
Merupakan indikator yang menujukkan kemampuan operasi Pemerintah Daerah dalam
menghasilkan kas yang cukup untuk membiayai kegiatan operasional yang bersumber
dari arus kas masuk pada tahun anggaran 2006 di luar pinjaman dan sisa lebih
perhitungan anggaran yang lalu. Besarnya arus kas masuk dari aktivitas operasi selama
tahun anggaran 2006 sebesar Rp. [Link],44 dan dikeluarkan untuk
membiayai aktivitas operasional sebesar Rp. [Link],10 sehingga mendapat
surplus operasional sebesar Rp. [Link],34
2) Aktivitas investasi
Menggambarkan penerimaaan dan pengeluaran kas bruto berkaitan dengan perolehan
atau pelepasan sumber daya ekonomi yang ada, yang bertujuan untuk meningkatkan
dan mendukung pelayanan pemerintah kepada masyarakat di masa yang akan datang.
Arus kas bersih dari aktivitas investai tahun anggaran 2006 minus Rp.
[Link],00 menunjukan bahwa dalam tahun 2006 pemerintah kabupaten
Langkat melakukan pelepasan asetnya, namun penambahan aset tetap lebih besar dari
pada nilai pelepasan aset tetap sebesar Rp. [Link],00 merupakan Barang
Investasi Kekayaan Daerah Kabupaten Langkat mutasi tambah dalam Neraca
Pemerintah Kabupaten Langkat per 31 Desember 2006.

3) Aktivitas pembiayaan
Menggambarkan penerimaan dan pengeluaran kas bruto sehubungan dengan surplus
atau defisit anggaran pada tahun 2006. ini dapat dilihat dimana tidak ada arus masuk
kas. Sedangkan arus kas keluar dari aktivitas pembiayaan adalah sebesar Rp.
[Link],00. Selanjutnya dapat dijelaskan bahwa telah terjadi kenaikan kas
bersih selama tahun anggaran 2006, denagn perincian sebagai berikut:
- Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi Rp. [Link],34
- Arus Kas Bersih dari Aktivitas Innvestasi Rp. ([Link],00)
- Arus Kas Bersih dari Aktivitas Pembiayaan Rp ([Link],00)
Kenaikan kas Rp. [Link],34
Laporan arus kas pada Pemerintahan Kabupaten Langkat telah disajikan sesuai
dengan Standar Akuntansi Pemerintahan. Aktivitas-aktivitas pada laporan arus kas
telah disajikan secara benar dan telah mengacu pada Standar Akuntansi
Pemerintahan. Kelompok utama penerimaan dan pengeluaran kas bruto dari aktivitas
operasi, investasi asset non keuangan, pembiayaan, dan non anggaran.
Arus kas dari aktifitas perasi telah disajikan dengan metode langsung. Meted
langsung mengungkapkan pengelompokkan utama penerimaan dan pengeluaran kas
bruto. Secara garis besar laporan arus kas pada Pemerintahan Kabupaten Langkat
telah menerapkan Standar Akuntansi Pemerintahan, walupun dalam penyajian
halaman muka dari laporan arus kas atau nama laporan masih menggunakan nama
sesuai dengan Kepmendagri No, 29 tahun 2002 yaitu Laporan Aliran Arus Kas.
Seharusnya nama dari laporan menurut SAP adalah Laporan Arus Kas.

d) Catatan Atas Laporan Keuagan


Sebagaimana seperti teori-teori yang telah disampaikan pada bab-bab
sebelumnya Pemerintahan Kabupeten Langkat pada tahun 2006 juga
menyajikan Catatan Atas Laporan Keuangan. Catatan atas Laporan Keuangan
yang disajikan Pemerintahan Kabupaten Langkat pada tahun anggaran 2006
telah berpedoman pada Standar Akuntansi Pemerintahan. Catatan atas
Laporan Keuangan menyajikan informasi-informasi tentang penjelasan pos-
pos laporan keuangan dalam rangka pengungkapan yang memadai.
Pengungkapan untuk masing-masing pos pada laporan keuangan mengikuti
standar berlaku yang mengatur tentang pengungkapan untuk pos-pos yang
berhubungan. Catatan atas Laporan Keuangan pada Pemerintahan Kabupaten
Langkat telah disajikan secara sistematis. Catatan atas Laporan Keuangan
pada Pemerintahan Kabupaten Langkat meliputi penjelasan atau daftar terinci
atau analisis atas nilai suatu pos yang disajikan dalam Laporan Realisasi
Anggaran, Neraca, dan Laporan Arus Kas. Termasuk pula dalam catatan atas
laporan keuangan adalah penyajian informasi yang diharuskan dan dianjurkan
oleh Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan. Pemerintahan Langkat
telah menyajikan catatan atas laporan keuangan yang berisi dasar penyusunan
laporan keuangan daerah dan kebijakan-kebijakan akuntansi yang dipilih
untuk diterapkan atas transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian penting
lainnya, pengungkapan informasi untuk pos-pos aset dan kewajiban yang
timbul sehubungan dengan penerapan basis akrual atas pendapatan dan
belanja serta basis kas untuk pencatatan aset, kewajiban, dan ekuitas dana
(neraca).

BAB III
PENUTUP

[Link]

 Laporan Keuangan Daerah Pemerintahan Kabupaten Langkat pada tahun anggaran 2006
berupa Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Arus Kas, dan Catatan atas
Laporan Keuangan.

 Pada tahun anggaran 2006, Pemerintahan Kabupaten Langkat di dalam penyajian laporan
keuangan daerah telah berpedoman pada Standar Akuntansi Pemerintahan. Namun dalam
hal nama laporan Realisasi Anggaran dan nama laporan Arus Kas, Pemerintahan
Kabupaten Langkat masih menggunakan nama laporan yang ditentukan dalam
Kepmendagri Nomor 29 Tahun 2002.

[Link]

 Pada tahun anggaran berikutnya hendaknya Pemerintahan Kabupaten Langkat dalam


penyajian Laporan Keuangan Daerah telah berpedoman sepenuhnya pada Standar
Akuntansi Pemerintahan. Pada tahun anggaran berikutnya hendaknya dalam penyajian
nama laporan keuangan tidak lagi mengacu pada Kepmendagri Nomor 29 tahun 2002
agar penyajian laporan keuangan daerah yang benar-benar efektif dapat terwujud dan
Laporan Keuangan Daerah yang disajikan dapat berguna bagi para pengguna laporan
tersebut.

DAFTAR PUSTAKA
Abdul Halim,dkk, 2014. Akuntansi Sektor Publik edisi 2, Salemba Empat, Jakarta

Anda mungkin juga menyukai