0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
499 tayangan19 halaman

Proses dan Fungsi Tapping dalam Produksi

Teks tersebut membahas tentang tapping dan snei, termasuk definisi, jenis, proses, dan kegunaannya. Tapping digunakan untuk membuat ulir dalam dengan tangan menggunakan perkakas tap. Snei digunakan untuk membuat ulir luar. Kedua alat ini memiliki berbagai manfaat seperti meningkatkan akurasi, efisiensi, dan mengurangi biaya produksi.

Diunggah oleh

Aldi Alfarizi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
499 tayangan19 halaman

Proses dan Fungsi Tapping dalam Produksi

Teks tersebut membahas tentang tapping dan snei, termasuk definisi, jenis, proses, dan kegunaannya. Tapping digunakan untuk membuat ulir dalam dengan tangan menggunakan perkakas tap. Snei digunakan untuk membuat ulir luar. Kedua alat ini memiliki berbagai manfaat seperti meningkatkan akurasi, efisiensi, dan mengurangi biaya produksi.

Diunggah oleh

Aldi Alfarizi
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Kegiatan Kuliah 10

2.4.1. Tapping

Pada prinsipnya tapping digunakan untuk memproduksi dengan tangan pada ulir

sebelah dalam. Perkakas tapping itu sendiri adalah benda yang dikeraskan dari baja

karbon atau baja paduan yang mirip baut dengan pemotongan galur sepanjang sisinya

untuk memberikan mata potong.

Beberapa jenis tap adalah :

a. Tap konis, diserong sampai 8 atau 10 ulir. Digunakan untuk mengetap mula
pertama mengetap lubang.
b. Tap antara, mempunyai dua sampai tiga ulir serong. Tap ini dipakai setelah
mengetap dengan konis.
c. Tap rata, mempunyai ulir dengan ukuran penuh. Tap ini dipakai untuk
menyelesaikan akhir.

Prosedur Mengetap :

1. Sebelum mengetap harus dibuat lubang dengan mesin gurdi pada diameter tap.
2. Tap harus berada pada sudut 900 terhadap bidang kerja,kelebihan gaya yang
tidak diingini akan mengakibatkan tap patah.
3. Tempatkan tap konis kedalam lubang tegak lurus pada bidang kerja. Mulailah
memutar pelan-pelan dengan mendesak tap menggunakan telapak tangan.
4. Mengetap dilakukan dengan menekan sambil memutar setengah putaran searah
jarum jam dan diikuti dengan pembalikan putaran seperempat putaran untuk
memutuskan geram-geram hasil pengetapan.
5. Teruskan pengetapan sampai dengan kedalaman yang diinginkan, setelah itu
tukar pahat tap dengan jenis tap berikutnya dan ulangi pekerjaan seperti
prosedur sebelumnya.
Tap digunakan untuk mengulir dalam (ulir kiri atau ulir kanan). Pada bagian tap

diberikan ujung segi empat pemasangan gagang tap. Selalu menempatkan tap tirus

kedalam lubang tegak lurus pada bidang kerja lalu pada bidang kerja lalu memutar

sambil mendesak tap menggunakan telapak tangan . Cara mengetap dengan menekan

ke bawah sambil diputar setengah putaran searah jarum jam, kemudian dibalik
seperempat [Link] putaran ini digunakan untuk memutuskan geram-

geram yang jatuh kebawah melalui alur tap.

Gambar 2.26 Proses Tapping

2.1 Karakteristik Tap


2.1.1 Pengertian Tap
Tap ( Membuat ulir dalam ) adalah alat yang dipakai untuk membuat ulir dalam
dengan tangan. Dalam hal ini disebut saja “tap tangan” untuk membedakan
penggunaannya dengan yang dipakai mesin. Bahannya terbuat dari baja karbon atau
baja suat cepat (HSS) yang dikeraskan.

Tiap satu set, tap terdiri dari 3 buah yaitu tap no.1 (Intermediate tap) mata
potongnya tirus digunakan untuk pengetapan langkah awal, kemudian dilanjutkan
dengan tap no. 2 (Tapper tap) untuk pembentukan ulir, sedangkan tap no. 3
(Botoming tap) dipergunakan untuk penyelesaian ( Gambar 1)

Gambar 2.1. Jenis-jenis Tap


Tap memiliki beberapa macam ukuran dan tipe sesuai dengan jenis ulir
yang dihasilkan apakah itu Ulir Metrik ataupun Ulir Withworth. Berikut arti huruf
dan angka yang tertera pada Tap ( hal ini juga berlaku pada Sney). Alat Bantu yang
dipakai untukmenggunakan tap, supaya dalam pemakainannya lebih mudah.
Dibutuhkan kunci pemegang tap atau tangkai tap. Pemegang tap bentuknya ada 3
macam ( Gambar 2 ), yaitu:

1. tipe batang,

2. tipe penjepit,

3 .tipe amerika.

Gambar 2.2 Pemegang Tap

2.1.2 Langkah Pengetapan.


Sebelum melakukan pengetapan, benda kerja harus dibor terlebih dahulu
dengan ukuran diameter bor tertentu. Penentuan diameter lubang bor untuk tap
ditentukan dengan rumus:

D = D’– K (Lit 2)
Dimana :
D = Diameter bor, satuan dalam mm/inchi
D’ = Diameter nominal ulir, satuan dalam mm/inchi
K = Kisar (gang).
Contoh :
a. Diameter lubang bor untuk mur M10 x 1,5 adalah 10 – 1,5 = 8,5 mm
b. Diameter lubang bor untuk mur W3/8″x 16 adalah 3/8″ – 1/16″ = 5/16 “
Setelah dibor, kemudian kedua bibir lubang dicamfer dengan bor persing di
mana kedalamannya mengikuti standar cemper [Link] standar mur dan baut
untuk bermacam-macan jenis sudah ditentukan secara internasional dan ini dapat
ditemukan dalam buku gambar teknik mesin atau tabel-tabel mur/baut.

Contoh Urutan pengetapan dengan membuat ulir ukuran M10X1,5


1. Buatlah lubang pada benda kerja dengan diameter 8,5 mm
2. Pilih dan ambil mata tap M10 X 1,5 serta pasangkan pada tangkainya
3. Mulailah melakukan pengetapan dengan urutan pertama. yaitu tap no.1 (Intermediate
tap) kemudian dilanjutkan dengan tap no. 2 (Tapper tap) untuk pembentukan ulir,dan
terakhir tap no. 3 (Botoming tap) dipergunakan untuk penyelesaian.
Sebelum mengetap berikan sedikit pelumas pada tap, kemudian pastikan
bahwa tap benar-benar tegak lurus terhadap benda kerja. Putar tap secara perlahan
searah jarum jam. Pemutaran tap hendaknya dilakukan ±270 o maju searah jarum
jam, kemudian diputar mundur ±90o berlawanan arah jarum jamdengan tujuan
untuk memotong tatal, selanjutnya kembalikan pada posisi awal dan putar lagi
±270o maju searah jarum jam dan mundur lagi 90o berlawanan arah jarum jam,
demikian seterusnya sampai selesai.

2.2. Karakteristik Snei


2.2.1 Pengertian Snei
Snei adalah alat bantu perkakas kerja bangku yang diperuntukkan untuk
membuat ulir luar. Snei biasanya terbuat dari bahan HSS (Baja Cepat Tinggi).
Bahan sney tersebut dibuat dari karbon baja sayat cepat

(HSS),dalam pemakaiannya sney tersebut dijepit dengan bantuan rumah sney yang
dilengkapi dengan [Link] bentuk konstruksi sney ada 2 macam sebagai
berikut.

1. Sney belah bulat

Gambar 2.3: Sney belah bulat 2. Sney


segi enam
Gambar 2.4: Sney segi enam

2.2.2 Langkah Penyeneian


Penyeneian yang baik diawali dengan membuat champer pada benda kerja
yang akan di snei. Pada pembahasan ini penulis berusaha menjelaskan langkah-
lngkah penyeneian yang baik dan benar dengan memaparkan sebuah contoh
pengerjaan penyenaian dengan ukuran Ɵ 8 mm x 90 mm bahan ST 37..

Langkah Kerja
1. Periksa ukuran materialnya.
2. Kikirlah salah satu ujung penampang bulatnya.
3. Tandailah ukuran 8 mm dan kikirlah sisa dari ukuran tersebut.
4. Buatlah champer dengan kikir sesuai gambar.
[Link] benda dengan kuat pada ragum serta jagalah posisi snei
selalu tegak lurus dengan benda kerja dan buat ulir dengan snei
M8 x 1,25.
6. Kemudian mulailah lakukan penyenaian.

2.3 Karakteristik Ulir


2.3.1 Pengertian ulir
Jika membahas ulir, biasanya dikenal istilah pitch dan kisar (lead). Pitch
adalah jarak antara puncak dengan puncak, sedangkan kisar adalah jarak yang
ditempuh mur bila ulir diputar satu putaran. Oleh karena itu berdasarkan kisarnya
ulir dibedakan atas:

a. Ulir tunggal (kisar = P)

b. Ulir ganda (kisar = 2P)

c. Ulir triple (kisar = 3P)

2.3.2. Fungsi Ulir


a. Sebagai alat pemersatu atau penyambung.
b. Sebagai penerus daya.
c. Sebagai salah satu alat untuk mencegah terjadinya kebocoran, terutama
pada sistem ulir yang digunakan pada pipa.

2.3.3 Karakteristik Profil ulir

Tabel 2.1 Karakteristik Ulir

No Profile Karakteristik

1. Ulir kotak (square thread)  Paling efisien dalam mentransfer torsi


menjadi gaya linier
2. Ulir lancip (acme thread)  Mudah dalam proses pembuatan
 Efisiensi lebih rendah dibading ulir kotak
 Lebih efisien dibanding dengan ulir lacip
3. Ulir dinding penopang dan hamper mendekati ulir kotak, namun
(buttess thread) pada satu arah gerakan.

2.4. Tujuan dan Kegunaan


2.4.1 Penggunaan Alat Bantu Tap dan Snei

Tujuan penggunaan alat bantu pengetapan ditinjau dari aspek teknis atau
fungsi adalah :

1. Untuk mendapatkan ketepatan ukuran yang akurat


2. Untuk mendapatkan keseragaman ukuran.
3. Mengurangi ongkos produksi dengan memperpendek waktu proses.
4. Putaran tap dapat bergerak secara kontinyu.
5. Mengurangi waktu pemeriksaan pada alat ukur.
6. Meniadakan kesalahan pengerjaan (reject).
Dari aspek sosial/keamanan
1. Beban kerja fisik Operator berkurang
2. Resiko kecelakaan kerja bisa diminimalisir.

2.4.2. Keuntungan Penggunaan Alat Bantu Tap dan Snei

Adapun manfaat dari penggunaan alat ini pada proses produksi :


1. Meningkatkan efisiensi penggunaan mesin perkakas sehingga
berakibat menurunkan biaya produksi.
2. Secara ekonomis dapat mengoptimalkan penggunaan mesin-mesin yang
mahal.
3. Mempersingkat atau meniadakan waktu untuk pencekaman dan, atau
penginstalan.
4. Pertimbangan biaya untuk kegagalan produksi semakin kecil
5. Kemudahan dan kesederhanaan kontruksi menurunkan biaya perakitan.
Melalui sistem pencekaman, benda kerja yang aman akan menghindari
kehausan alat cekam sehingga secara langsung akan menurunkan biaya
produksi.

2.5 Alat Bantu Tap dan Snei


2.5.1 Pengertian Alat Bantu Tap
Alat Bantu Tap dan Snei adalah alat yang dirancang untuk memudahkan proses
pengetapan (pembuatan ulir dalam) dan penyeneian (pembuatan ulir luar) benda
kerja yg sebelumnya sudah di bor dan atau dicamfer terlebih dahulu dengan diameter
tertentu yang diperuntukkan untuk memudahkan proses penginstalan benda kerja
untuk di tap dan atau di snei.

Dalam Kamus Bahasa Indonesia (2002: 576) didefinisikan bahwa “Mesin adalah
perkakas untuk menggerakkan atau membuat sesuatu yang dijalankan dengan roda,
digerakkan oleh tenaga manusia atau penggerak manggunakan bahan bakar minyak
atau tenaga alam”. Hal yang hampir sama dikemukakan oleh Salim (1991: 458)
menyatakan bahwa “Mesin adalah alat yang mempunyai daya gerak atau tenaga baik
dijalankan dengan motor penggerak maupun tenaga manusia”. Dari definisi mesin
yang dikemukakan oleh kedua sumber di atas, tampak bahwa sumber pertama
mendefinisikan mesin sebagai kendaraan, sedangkan sumber kedua mesin sebagai
alat yang dapat membantu untuk meringankan kerja manusia. Jadi, pada dasarnya
definisi dari kedua sumber mempunyai tujuan yang sama. Akan tetapi, penjelasan
definisi dari sumber kedua lebih jelas disbanding sumber pertama jika disesuaikan
dengan alat bantu tap karena alat bantu tap tersebut tidak digunakan sebagai
kendaraan yang dapat mengangkut atau membawa manusia dari suatu tempat ke
tempat yang lain, melainkan hanya digunakan untuk meringankan pekerjaan
manusia dalam pengetapan benda kerja

2.6 Komponen Alat Bantu Tap dan Snei

1. Landasan

Landasan berfungsi sebagai tempat untuk meletakkan ragum pencekam.


2 Ragum

Ragum berfungsi sebagai tempat untuk mencekam benda kerja yang akan di tap
dan atau di snei.

3. Chuck

Chuck berfungsi sebagai tempat untuk mencekam mata tap dan rumah mata
snei.

4. Batang ulir
Batang ulir berfungsi sebagai pengatur tinggi rendahnya pilar penyangga.
5. Pilar penyangga
Pilar penyangga berfungsi sebagai tempat poros dan lengan putar (
handwheel) juga sebagai penahannya.

6. Poros

Poros ini berfungsi sebagai komponen utama pengetap dan penyenei pada sistem
dari alat ini yang menghubungkan Handwheel dan Chuck atau Housing Bearing.

7. Lengan putar ( Handwheel )

Lengan putar (Handwheel ) berfungsi sebagai penyalur gaya tangan dari


operator untuk pemakanan benda kerja . Fungsi utamanya untuk menggerakkan
poros kekanan dan kekiri.

8. Pegas

Pegas berfungsi untuk mempermudah poros untuk kembali ke permukaan (ke


atas ) setelah melakukan pemakanan secara menekan .
9 . Housing Bearing

Housing Bearing berfungsi sebagai rumah dari mata snei.


2.7. Pemilihan Bahan

Dalam membuat dan merencanakan rancang bangun suatu alat bantu atau
mesin perlu sekali pperhitungan dan memilih material yang akan dipergunakan.
Bahan merupakan unsur utama disamping unsur-unsur lainnya. Bahan yang akan
diproses harus diketahui guna meningkatkan nilai produk. Hal ini akan sangat
mempengaruhi peralatan tersebut karena jka material tersebut tidak sesuai dengan
fungsi dan kebutuhan maka akan berpengaruh pada keadaan peralatan dan nilai
produknya.

Pemilhan material yang sesuai akan sangat menunjang keberhasilan


pembuatan rancang bangun dan perencanaan alat tersebut. Material yang akan
diproses harus memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan pada desain produk,
dengan sendirinya sifat-sifat material akan sangat menentukan proses
pembentukan.

2.7.1. Faktor-faktor Pemilihan Material

Adapun hal-hal yang harus kita perhatikan dalam pemilihan material dalam
pembuatan suatu alat bantu : a. Kekuatan Material

Kemampuan dari material yang dipergunakan untuk menahan beban yang


ada baik beban punter maupun beban lentur.

a. Kemudahan Memperoleh Material

Dalam rancang bangun ini diperlukan juga pertimbangan apakah material


yang diperlukan ada dan mudah mendapatkannya. Hal ini dimaksudkan apabila
terjadi kerusakan sewanktu-waktu maka material yang rusak dapat digantii atau
dibuat dengan cepat sehingga waktu untuk penggantian alat lebih cepat sehingga
dapat diproduksi dengan cepat pula.

b. Fungsi Dari Komponen


Dalam pembuatan rancang bangun ini komponen yang direncanakan
mempunyai fungsi yang berbeda-beda sesuai dengan bentuknya. Oleh karena itu
perlu dicari material yang sesuai dengan komponen yang dibuat.

c. Harga Bahan Relatif Murah

Untuk membuat komponen yang direncanakan maka diuusahakan agar


material yang digunakan untuk komponen tersebut harganya semurah mungkin
denggan tidak mengurangi kualitas komponen yang akan dibuat. Dengan
demikian pembuatan komponen tersebut dapat mengurangi atau menekan
ongkos produksi dari pembuatan alat tersebut.

d. Kemudahan Proses Produksi


Kemudahan dalam prose produksi sangat penting dalam pembuatan
suatu komponen karena jika material sukar untuk dibentuk maka akan
memakan waktu lama untuk memproses material tersebut, yang akan
menambah biaya produksi.

2.8. Dasar-Dasar Perhitungan

Dalam perencanaan alat bantu ini dibutuhkan dasar-dasar perhitungan yang


menggunakan rumus-rumus sebagai berikut :

2.8.1 Perhitungan Momen Gaya :

M = Tlengan putar : TChuck

= Ft x R : Fu x r

Dimana : M = Momen Gaya


T = Torsi ( Nmm)
Ft = Gaya lengan putar (N)
R = jari-jari lengan putar (mm)
Fu = Gaya Dorong ulir (N) r = Jari-jari ma
tap atau mata sn
(mm)

2.8.2 Perhitungan Gaya Yang Bekerja Pada Lengan Putar

Gambar 2.5 Tampak Atas Alat Bantu Tap dan Snei

Keterangan :

Fs : Gaya Dorong (N)

r : Jari-jari Mata Tap (mm)

: arc tg (µ) Sudut Gesek ulir

Ft : Gaya Putar Tangan Operator (N)

α : arc tg ( ) Sudut Kemiringan Ulir

µ : Koefisien Gesek Ulir

L : Diameter Lengan Putar (Handwheel) (mm)


2.8.3 Gaya Potong Benda Kerja (Ftb)

Gaya potong benda kerja adalah besarnya gaya yang dibutuhkan untuk
memotong benda kerja yang harganya tergantung pada bahan dan tebal pemotongan
yang [Link] pemotongan bersumber dari usaha dalam bentuk torsi.

Atau dapat menggunakan rumus Empires yaitu :

Torsi , T = K.A.f 0,8 . d0,8


Gaya Dorong ( Thrust ), F = 2 K B f0,8 d0,8 K E + d2
Di mana , d = Diameter Bor
K,A,B,E = Konstanta yang harganya dapat dilihat pada tabel.

2.8.4. Panjang Pengelasan

Gambar 2.6 Tinggi Kampuh Las


Dimana : L : Panjang Pengelasan ( mm )

F : Gaya ( N )

t : Tinggi pengelasan ( mm )

2.9 Pengertian dan Tujuan Perawatan dan Perbaikan

2.9.1. Pengertian Perawatan

Perawatan adalah suatu usaha yang dilakukan secara sengaja dan sistematis
terhadap peralatan hingga mencapai hasil/kondisi yang dapat diterima dan
diinginkan.

Dari pengertian di atas jelas bahwa kegiatan perawatan itu adalah kegiatan
yang terprogram mengikuti cara tertentu untuk mendapatkan hasil/kondisi yang
disepakati. Perawatan hendaknya merupakan usaha/kegiatan yang dilakukan secara
rutin/terus menerus agar peralatan atau sistem selalu dalam keadaan siap pakai.

2.9.2 Klasifikasi Perawatan


Kegiatan perawatan dapat dibedakan menjadi dua bagian besar
yaitu :

1. Perawatan berencana

2. Perawatan darurat

[Link] Macam-macam perawatan


Beberapa istilah tentang perawatan, antara lain :
[Link] pencegahan (preventive)
Perawatan yang dilakukan terhadap peralatan untuk mencegah terjadinya
kerusakan.

2. Perawatan dengan cara perbaikan (corrective)

Perawatan yang dilakukan dengan cara memperbaiki dari peralatan


(mengganti, menyetel) untuk memenuhi kondisi standard peralatan tersebut.

3. Perawatan jalan (running)


Perawatan yang dilakukan selama peralatan dipakai:
a. Perawatan dalam keadaan berhenti (shut-down)
b. Perawatan yang dilakukan pada saat peralatan tidak sedang dipakai.

2.9.3 Tujuan Perawatan


Tujuan perawatan antara lain :

1. Untuk memperpanjang usia pakai peralatan

2. Untuk menjamin daya guna dan hasil guna

3. Untuk menjamin kesiapan operasi atau siap pakainya peralatan

4. Untuk menjamin keselamatan orang yang menggunakan peralatan.

2.9.4 Jenis Perawatan Peralatan


Dalam prakteknya perawatan peralatan dapat dibedakan atas dua jenis, yaitu pra
perawatan dan perawatan pencegahan.

a. Perawatan sebelum dioperasikan (pra-perawatan)


Perawatan peralatan sebelum dioperasikan bertujuan untuk menjamin peralatan agar
dapat beroperasi dengan efektif. Untuk memudahkan pengecekan maka dibuat rencana
perawatannya.

Perawatan dapat berupa jadwal pembersihan, penggantian pelumasan dan uji coba
peralatan tanpa beban. Peralatan yang baru dihidupkan hendaknya tidak langsung dibebani.
Peralatan dibiarkan hidup beberapa menit, sementara itu diadakan itu diadakan pengecekan
pada bagian-bagian tertentu. Apabila tidak ada kelainan, barulah peralatan dapat dibebani
sedikit demi sedikit sampai pada beban yang diharapkan.

b. Perawatan Pencegahan.

Telah disebutkan di depan bahwa perawatan pencegahan bertujuan untuk mencegah


terjadinya kerusakan yang lebih serius. Tentu saja tidak semata-mata mencegah.
Terjadinya kerusakan, tetapi perawatan pencegahan ini justru merupakan kegiatan rutin
dalam pelaksanaan perawatan agar peralatan senantiasa siap pakai.

Perawatan pencegahan ini meliputi :


1). Perawatan harian

Maksudnya ialah kegiatan perawatan yang dilaksanakan setiap/selama peralatan


dioperasikan. Kegiatan ini umumnya dilaksanakan oleh pemakai peralatan.

Macam-macam kegiatan perawatan harian :


a). Selama peralatan bekerja maka pemakai harus selalu memeriksa / mengganti
situasi kerjanya, bahkan sejak peralatan mulai bekerja. Cara
memeriksa/mengamati yaitu dengan cara :

-Lihat, maksudnya cara kerja peralatan diperhatikan, barangkali ada


sesuatu yang kelihatan tidak semestinya.

- Rasa, maksudnya selama mesin bekerja perlu dirasakan barangkali ada


getaran suhu meningkat, bau yang aneh dan sebagainya.
- Dengar, maksudnya cara kerja peralatan didengarkan barangkali ada
suara-suara asing yang menandakan kelainan.
b). Pencegahan Beban Lebih

Setiap peralatan yang dioperasikan harus dijaga agar beban tidak melebihi
kapasitas/kemampuan yang termasuk beban lebih.

Misalnya : Putaran peralatan terlalu tinggi, muatan terlalu berat, suhu terlalu tinggi, dan
sebagainya.

c). Pelumasan

Semua peralatan yang berputar atau bergerak bergesekan perlu diberi pelumasan.
pelumasan ini berfungsi untuk mengurangi gesekan, mencegah keausan dan berfungsi
mendinginkan. Untuk pelumasan perlu dipilih bahan pelumas yang cocok dengan
komponen yang dilumas.

d). Pendinginan.
Umumnya peralatan yang bekerja pada suhu tinggi dan bergerak
memerlukan pendinginan, dengan pendinginan berarti suhu terkendali hingga laju
kerusakan terkendali pula.

e). Pencegahan Korosi.

Pada umumnya peralatan yang bagian-bagiannya terbuat dari logam/baja ada


kecenderungan berkarat (korosi). Proses korosi akan terjadi bila logam bereaksi dengan
oksigen, air atau bermacam-macam asam. Korosi sangat merugikan karena cepat merusak
peralatan. Oleh sebab itu korosi harus dicegah.

Pencegahan korosi dapat dilakukan dengan cara :


a. Kebersihan, yaitu menjaga peralatan tetap bersih selalu
dibersihkan sehabis dipakai.

b. Melindungi logam agar tidak terkena zat-zat penyebab korosi

antara lain dengan mengolesi oli, mengecat, melapisi dengan anti karat.
2). Perawatan Berkala

Maksudnya ialah perawatan yang dilaksanakan secara berkala sesuai


dengan jadwal yang diprogramkan.
Macam-macam kegiatan perawatan berkala antara lain :

a. Pemeriksaan secara periodik


Maksudnya ialah memeriksa peralatan terhadap bagian-bagiannya untuk diadakan
perawatan pencegahan. Pemeriksaan dapat dilakukan 3 bulanan, 6 bulanan atau 1
tahunan.

b. Penyetelan bagian-bagian/komponen.
Selama peralatan beroperasi, dimungkinkan komponen-komponen berubah
posisi karena adanya getaran, perubahan suhu, keausan dan sebagainya, sehingga
baut-baut kendor atau posisi komponen bergeser.

Untuk itu perlu distel kembali agar kembali seperti semula.

c. Penggantian komponen

Dari hasil inspeksi, mungkin ditemukan ada komponen-komponen yang perlu diganti
karena aus, patah atau bengkok hingga tak dapat berfungsi dengan baik. Untuk itu perlu
penggantian komponen. Dalam melaksanakan perawatan berkala ini, harus bekerja
berdasarkan petunjuk perawatan.
2.9.5. Alat / Bahan Keperluan Perawatan dan Perbaikan

Jenis maupun jumlah alat/bahan yang diperlukan untuk kegiatan perawatan dan
perbaikan sangat tergantung pada jenis peralatan yang memerlukan perawatan dan
perbaikan. Misalnya diperlukan sejumlah kunci pas atau ring dari bermacam-macam
ukuran, atau obeng dari bermacam jenis dan ukuran atau pelumas dari jenis tertentu.

Jenis alat-alat untuk keperluan perawatan dan perbaikan peralatan rumah tangga antara
lain :

Alat-alat tangan seperti : palu plastik, tang, obeng, kunci pas, kunci ring, pisau, solder,
kwas dan sebagainya

a. Alat-alat ukur dan tester seperti multimeter, megger, tang


amper, tespen dan lainnya-lainnya.

b. Power supply AC/DC untuk pengetesan.

c. Sedangkan bahan-bahan keperluan perawatan dan perbaikan antara lain:

- Bahan pembersih seperti :detergen, karosen, tinner, alkohol, dan Sebagainya

- Bahan pelumas seperti : oli dan grease (gemuk)

- Bahan pencegah korosi seperti : lak, cat, dll

- Bahan suku cadang, mulai dari peralatan penunjang sampai dengan suku cadang
peralatan utama seperti : mur, baut, self- tapping, selongsong asbes,kabel,sekering dan
sebagainya.

2.9.6. Diagnosa Gangguan

Yang dimaksud dengan diagnosa untuk mencari kerusakan ialah menganalisis peralatan
dalam keadaan rusak ataupun mengalami gangguan untuk diketahui pada bagian mana terjadinya
kerusakan dan apa penyebabnya. Keahlian dan pengalaman mendiagnosa, memungkinkan dapat
menemukan kesalahan / kerusakan dengan cepat dan tepat.
Agar hasil diagnosa dan pencarian kesalahan dapat lebih cepat dan tepat, diperlukan pula
pengetahuan tentang peralatan yang didiagnosa, antara lain : Cara kerja peralatan

a. Petunjuk pengoperasian peralatan (operation manual)

b. Petunjuk perawatan (maintenance manual)

1. Periksa peralatan secara fisik

2. Periksa rangkaian/hubungan kelistrikan mulai dari sumber masukan sampai ke bagian


yang memungkinkan untuk diperiksa.

3. Periksa komponen-komponen mekanik yang bergerak secara teliti.

4. Hidupkan peralatan secara berurutan sesuai dengan langkah kerjanya.

5. Perhatikan dan catat setiap kelainan dari peralatan.

6. Lihat catatan dari data peralatan tentang kerusakan dan langkah perbaikan yang
pernah ada (bila ada) .

7. Analisa dan tentukan langkah perbaikannya agar tepat.

Common questions

Didukung oleh AI

Using tapping and snei tools enhances production efficiency by ensuring precise and uniform threading, reducing rework and scrap. They also decrease setup time and are cost-effective by minimizing the necessity for expensive machines, thus lowering production costs significantly .

The bore diameter, subtracted by the pitch (the space between threads), determines the necessary drill diameter for a tap. For example, an M10 x 1.5 thread requires an 8.5 mm hole. Precision in this calculation ensures threads are accurately formed during tapping, preventing potential issues such as broken taps or weak threads .

A tap is used for internal threading, creating threads inside a drilled hole using a sequence of tapered, intermediate, and bottoming taps. In contrast, a snei is for external threading, typically a nut or bolt. Snei are clamped onto a workpiece and rotated to cut external threads .

Pitch defines the distance between thread peaks, while lead is the distance moved in one complete turn. This distinction influences applications by affecting load distribution and ease of movement. Single lead threads offer precise control, suitable for precision instruments, whereas multi-lead threads provide rapid movement when efficiency is crucial, such as in fast assembly requirements .

To extend tapping tools' lifespan, regular cleaning, careful handling, proper lubrication, and sharpening when dull are imperative. Unlike general machinery, which may require component replacements and system alignment, tapping tools focus more on surface maintenance and cutting edge condition to prevent breakage and wear .

Economic considerations in threading processes necessitate balancing material cost with quality. Using cheaper materials, like high-speed steel, can reduce costs, but it's crucial not to compromise on tool durability and performance. Selecting appropriate tools based on material machinability can optimize productivity while controlling operational costs .

Square threads are highly efficient in converting torque to linear force and are preferred where high strength is needed, like in jackscrews. Acme threads, while less efficient, are easier to manufacture and are used in lead screws for lathes and heavy-duty applications, offering moderate efficiency and strength .

Chamfering involves tapering the edges of a drilled hole, which helps guide the tap and snei, ensuring threads initiate smoothly without wandering. This preparation reduces burrs and ensures strong, precise screw connections, critical especially for high-stress or sealing joints .

The tapping process involves several critical steps: First, a hole is drilled into the workpiece with a diameter slightly smaller than the tap's nominal diameter. Then, a taper tap is inserted perpendicular to the work surface and gently rotated while applying downward pressure. This is followed by a half-turn clockwise and a quarter-turn counterclockwise to break off chips. Once the initial threading is established, the intermediate tap continues the process, finally followed by the bottoming tap to complete the threading. Throughout, the tap must remain perpendicular to prevent breakage .

Preventive maintenance of threading equipment prevents unexpected breakdowns, ensuring consistent operational efficiency and product quality. Regular checks and upkeep of tools reduce wear and damage, facilitating smoother processes and prolonging equipment life, which is cost-saving in both replacements and downtime .

Anda mungkin juga menyukai