0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
58 tayangan43 halaman

Pelatihan CPAP untuk Neonatus

Modul ini membahas Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) untuk neonatus. Modul ini menjelaskan tujuan pelatihan bagi fasilitator untuk memotivasi dokter dalam menguasai pengetahuan dan keterampilan CPAP, serta agenda pelatihan selama 8 minggu. Modul ini juga menjelaskan tugas peserta untuk memahami dan melaksanakan CPAP pada neonatus.

Diunggah oleh

Gustomo Panantro
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
58 tayangan43 halaman

Pelatihan CPAP untuk Neonatus

Modul ini membahas Continuous Positive Airway Pressure (CPAP) untuk neonatus. Modul ini menjelaskan tujuan pelatihan bagi fasilitator untuk memotivasi dokter dalam menguasai pengetahuan dan keterampilan CPAP, serta agenda pelatihan selama 8 minggu. Modul ini juga menjelaskan tugas peserta untuk memahami dan melaksanakan CPAP pada neonatus.

Diunggah oleh

Gustomo Panantro
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Modul 22

Continuous Positive
Airway Pressure (CPAP)
Modul 22
Continuous Positive Airway Pressure

292
Paket Pelatihan PONEK
Asuhan Neonatus Esensial

Gambaran Umum Modul

Tujuan
Tujuan modul ini adalah untuk menginformasikan metodologi pelatihan berbasis kompetensi
bagi fasilitator yang, jika dilaksanakan sesuai rancangannya, akan memotivasi dokter menguasai
pengetahuan, kompetensi dan keterampilan yang diperlukan untuk mempertahankan tekanan
positif pada saluran napas neonatus selama pernapasan spontan

Latar Belakang
Unit perawatan asuhan khusus dan semua tingkat asuhan intensif bagi neonatus harus mempunyai
peralatan yang berfungsi dengan baik dan petugas yang terlatih dalam pemberian oksigen bagi
neonatus. Continuous positive airway pressure (CPAP) yaitu pemberian oksigen bertekanan lebih
besar daripada tekanan atmosfir kepada neonatus dalam mengupayakan pernapasan secara
spontan. Hal tersebut dapat dilakukan baik melalui sebuah kanula yang diletakkan di dalam jalan
pernapasan hidung ataupun dengan menggunakan masker. Dokter harus mengetahui kriteria
diagnosa untuk penggunaan CPAP dan harus berpengalaman dalam penerapan, tatalaksana
dan evaluasi.

Agenda dan Urutan Sesi

Mengembangkan Mengembangkan Praktek Untuk


Kompetensi Kompetensi Penguasaan
Dasar (Kelas) Dasar (Praktis) (Praktis)
1 Hari 4 minggu 8 Minggu

Hari ke-1 Waktu 3 jam 30 menit 4 Minggu 3 Minggu

Sesi 1: CPAP Sesi 2: CPAP Sesi 3: CPAP

Analisis Tugas
Tugas
Melengkapi Penilaian Neonatus dan Mengimplementasikan Kebijakan dan Prosedur
neonatus masuk untuk dirawat/Keluar dan menurut Standar dan Protokol Pelayanan termasuk
pemberian nasal CPAP pada neonatus.

1. Kompetensi: Melakukan Continuous Positive Airway Pressure melalui hidung bila


dibutuhkan

Keterampilan
1.1. Melakukan prosedur stabilisasi awal pada neonatus ketika tiba dari ruang
bersalin.
1.2. Mendefinisikan nasal CPAP.
1.3. Mengetahui berbagai efek fisiologis dari nasal CPAP.
1.4. Mengidentifikasi neonatus yang memerlukan nasal CPAP.

293
Modul 22
Continuous Positive Airway Pressure

1.5. Mendefinisikan kriteria untuk mulai melakukan nasal CPAP.


1.6. Mengetahui tiga komponen dari sistem nasal CPAP.
1.7. Mendefinisikan berbagai ciri sistem CPAP yang baik dan mengetahui materi/alat
yang dibutuhkan dalam unit asuhan neonatus untuk menjaga agar sistem tetap
efektif.
1.8. Menggabungkan unit CPAP dengan menggunakan panduan pengendalian infeksi
yang tepat.
1.9. Mempersiapkan sistem CPAP dan memasangkannya pada neonatus.
1.10. Menjaga nasal CPAP dan memonitor neonatus yang memakai CPAP.
• Memeriksa neonatus setiap 2-4 jam.
• Melakukan penghisapan lendir terlebih dahulu sebelum memberi ASI, bila
kondisi telah stabil secara klinis.
• Memeriksa seluruh sistem CPAP.
1.1. Mengetahui cara menghentikan pemakaian nasal CPAP.
1.2. Mengetahui beberapa indikasi yang membutuhkan ventilasi mekanis bagi neonatus
yang mengunakan nasal CPAP.
1.3. Mengetahui cara mengatasi masalah pada sistem CPAP.

294
Paket Pelatihan PONEK
Asuhan Neonatus Esensial

Sesi 1: Continuous Positive Airway


Pressure (CPAP)

Mengembangkan Kompetensi Dasar (Kelas) Hari: 1

Sesi yang dipandu oleh Fasilitator Waktu: 3 jam dan 30 menit

Tugas
Melengkapi Penilaian Neonatus dan Mengimplementasikan Kebijakan Dan Prosedur
Neonatus Masuk Untuk Dirawat/Keluar Dan Menurut Standar Dan Protokol Pelayanan
Termasuk Pemberian Nasal CPAP Pada Neonatus.

1. Kompetensi: Melakukan Nasal Continuous Positive Airway Pressure Bila


Diperlukan

Keterampilan
1.1. Melakukan prosedur stabilisasi awal pada neonatus ketika tiba dari ruang
persalinan.
1.2. Mendefinisikan nasal CPAP.
1.3. Mengetahui berbagai efek fisiologis dari nasal CPAP.
1.4. Mengidentifikasi neonatus yang memerlukan nasal CPAP.
1.5. Mendefinisikan kriteria untuk mulai melakukan nasal CPAP.
1.6. Mengetahui tiga komponen dari sistem nasal CPAP.
1.7. Mendefinisikan berbagai ciri sistem CPAP yang baik dan mengetahui materi/alat
yang dibutuhkan dalam unit asuhan neonatus untuk menjaga agar sistem tetap
efektif.
1.8. Menggabungkan unit CPAP dengan menggunakan panduan pengendalian infeksi
yang tepat.
1.9. Mempersiapkan sistem CPAP dan memasangkannya pada neonatus.
1.10. Menjaga nasal CPAP dan memonitor neonatus yang memakai CPAP.
• Memeriksa neonatus setiap 2-4 jam.
• Melakukan penghisapan lendir terlebih dahulu sebelum memberi ASI, bila
kondisi telah stabil secara klinis.
• Memeriksa seluruh sistem CPAP
1.11. Mengetahui cara menghentikan pemakaian nasal CPAP.
1.12. Mengetahui beberapa indikasi yang membutuhkan ventilasi mekanis bagi neonatus
yang mengunakan nasal CPAP.
1.13. Mengetahui cara mengatasi masalah pada sistem CPAP.

Gambaran Umum

Tujuan
Tujuan sesi ini adalah sebagai pengantar untuk pengetahuan, kompetensi dan keterampilan

295
Modul 22
Continuous Positive Airway Pressure

yang diperlukan oleh para peserta dalam melakukan continuous positive airway pressure
melalui kanula hidung pada neonatus. Keterampilan tersebut merupakan suatu keharusan.
Dokter bertanggung jawab untuk benar-benar memahami sistem CPAP, komponen,
pelaksanaan, dan perawatannya, serta evaluasi fasilitas dan pelatihan staf serta kemampuan
untuk membantu dalam memasang alat bantu pernapasan.

Latar Belakang
Continuous positive airway pressure (CPAP) adalah suatu metode pendukung pernapasan
yang sederhana, efektif, dan murah bagi neonatus yang mempunyai masalah pernapasan.
Cara tersebut (CPAP) digunakan pada neonatus dengan masalah pernapasan sedang untuk
mencegah agar alveoli tidak kolaps sementara menunggu pulihnya kondisi karena produksi
surfaktan alami meningkat. CPAP dapat dilakukan baik melalui kanula yang diletakkan di
jalan pernapasan atau menggunakan masker tertutup. Dokter diharuskan mengenal semua
komponen sistem CPAP, penerapan dan fungsinya, serta memonitor dan melepaskan
neonatus dari sistem/alat tersebut.

Tujuan Pembelajaran
Pada akhir sesi, setiap peserta harus mampu untuk:
1. Melakukan prosedur stabilisasi awal pada neonatus ketika tiba dari ruang persalinan.
2 Mendefinisikan nasal CPAP.
3 Mengetahui berbagai efek fisiologis dari nasal CPAP.
4 Mengidentifikasi neonatus yang memerlukan nasal CPAP.
5 Mendefinisikan kriteria untuk mulai melakukan nasal CPAP.
6 Mengetahui ketiga komponen dari sistem nasal CPAP.
7 Mendefinisikan berbagai ciri sistem CPAP yang baik dan mengetahui materi/alat yang
dibutuhkan dalam unit asuhan neonatus untuk menjaga agar sistem tetap efektif.
8 Mengetahui cara merakit unit CPAP dengan menggunakan panduan pengendalian
infeksi yang tepat.
9 Mempersiapkan sistem CPAP dan memasangkannya pada neonatus.
10 Menjaga nasal CPAP dan memonitor neonatus yang memakai CPAP.
11 Mengetahui cara menghentikan pemakaian nasal CPAP.
12 Mengetahui beberapa indikasi yang membutuhkan ventilasi mekanis bagi neonatus yang
mengunakan nasal CPAP.
13 Mengetahui cara mengatasi masalah pada sistem CPAP.

Kegiatan Pembelajaran
Memotivasi Pembelajaran Waktu: 10 menit
Fasilitator memperkenalkan tujuan, gambaran umum modul, latar belakang dan analisis
tugas menggunakan tampilan data atau transparansi. Kemudian tujuan sesi, latar belakang
dan tujuan pembelajaran disampaikan menggunakan tampilan data atau transparansi.
Fasilitator menjelaskan kegiatan-kegiatan pembelajaran yang akan digunakan selama sesi
berlangsung. Bagaimana peserta dinilai pada akhir sesi juga dibahas, menggunakan kriteria
yang ada dalam tujuan pembelajaran.

296
Paket Pelatihan PONEK
Asuhan Neonatus Esensial

Tujuan Pembelajaran 1
Curah Pendapat Waktu : 10 menit
Fasilitator mengadakan sesi curah pendapat untuk mengkaji prosedur stabilisasi neonatus.
Komentar dan umpan balik dari peserta dicatat pada lembar balik.

Presentasi Waktu : 5 menit


Fasilitator menggunakan alat tampilan data atau transparansi untuk mempresentasikan
prosedur stabilisasi neonatus.

Tujuan Pembelajaran 2
Presentasi Waktu : 5 menit
Fasilitator mempresentasikan definisi dari nasal CPAP menggunakan alat tampilan data
atau transparansi (OHP).

Tujuan Pembelajaran 3
Curah Pendapat Waktu : 10 menit
Fasilitator mengadakan sesi curah pendapat untuk membahas dan membuat daftar efek-
efek fisiologis dari CPAP.

Presentasi Waktu : 5 menit


Fasilitator menggunakan alat tampilan data atau transparansi (OHP) untuk memperkuat
pengetahuan tentang efek fisiologis CPAP.

Tujuan Pembelajaran 4
Curah Pendapat Waktu : 10 menit
Fasilitator memimpin sesi curah pendapat tentang cara mengidentifikasi neonatus yang
memerlukan CPAP, dan mencatat informasi dari curah pendapat pada lembar balik.

Presentasi Waktu : 5 menit


Fasilitator menggunakan alat penampil data atau transparansi (OHP) untuk memperkuat
pengetahuan peserta tentang cara mengidentifikasi neonatus yang memerlukan nasal
CPAP.

Tujuan Pembelajaran 5
Curah Pendapat Waktu : 10 menit
Fasilitator memimpin sesi curah pendapat untuk mengidentifikasi kriteria untuk memberikan
nasal CPAP, kemudian mencatat saran dari peserta pada lembar balik.

Presentasi Waktu : 5 menit


Fasilitator menggunakan alat tampilan data atau transparansi (OHP) untuk memperkuat
pengetahuan peserta tentang kriteria untuk memberikan nasal CPAP. Fasilitator harus
menekankan bahwa berat badan neonatus sebaiknya di atas 1500 g.

297
Modul 22
Continuous Positive Airway Pressure

Tujuan Pembelajaran 6
Presentasi Waktu : 10 menit
Dengan menggunakan alat tampilan data atau transparansi (OHP), fasilitator
mempresentasikan tiga komponen yang diperlukan dalam suatu sistem CPAP dan
menjelaskan fungsi dari masing-masing komponen.

Demonstrasi Waktu : 5 menit


Bila memungkinkan, fasilitator mendemonstrasikan masing-masing komponen dari sistem
CPAP dan menampilkan berbagai ukuran nasal prongs.

Tujuan Pembelajaran 7
Curah Pendapat Waktu : 10 menit
Fasilitator melakukan curah pendapat dengan peserta untuk melihat pengetahuan peserta
tentang karakteristik/berbagai ciri dari sistem CPAP yang baik dan inventarisasi materi
yang diperlukan dalam unit asuhan neonatus yang mendukung sistem CPAP yang efektif.
Masukan ditulis pada lembar balik.

Presentasi Waktu : 5 menit


Fasilitator menggunakan alat penampil data atau transparansi (OHP) untuk mengilustrasikan
karakteristik dari sistem CPAP yang baik dan inventarisasi materi yang diperlukan.

Tujuan Pembelajaran 8
Presentasi Waktu : 10 menit
Fasilitator menggunakan alat tampilan data atau transparansi (OHP) untuk mempresentasikan
petunjuk pemasangan sistem CPAP dan panduan pengendalian infeksi yang diharuskan
pada saat pemasangan.

Demonstrasi Waktu : 5 menit


Bila peralatan tersedia, fasilitator akan mendemonstrasikan cara memasang unit CPAP
dengan menekankan pentingnya teknik aseptik.

Tujuan Pembelajaran 9
Presentasi Waktu : 15 menit
Fasilitator merujuk pada tampilan data atau transparansi (OHP) untuk menunjukkan berbagai
langkah yang perlu dilakukan dalam mempersiapkan sistem CPAP untuk digunakan dan
dipasangkan pada neonatus.

Pertanyaan dan Jawaban Waktu : 10 menit


Setelah presentasi dilanjutkan dengan sesi tanya - jawab untuk memastikan bahwa peserta
benar-benar memahami berbagai langkah yang diharuskan dan dasar pemikiran perlunya
masing-masing langkah tersebut.

298
Paket Pelatihan PONEK
Asuhan Neonatus Esensial

Tujuan Pembelajaran 10
Presentasi Waktu : 10 menit
Fasilitator menggunakan tampilan data atau transparansi (OHP) untuk mempresentasikan
informasi tentang perawatan sistem CPAP pada saat pemakaian dan memonitor neonatus
yang mendapat nasal CPAP.
• Perika neonatus setiap 2-4 jam.
• Beri minum/ASI kepada neonatus bila keadaannya stabil secara klinis.
• Lakukan penghisapan lendir berulang kali.
• Ganti posisi neonatus setiap 4-6 jam.
• Lepaskan kanula CPAP dari nasal septum setiap saat.
• Periksa seluruh sistem CPAP.

Tujuan Pembelajaran 11
Curah Pendapat Waktu : 10 menit
Fasilitator melakukan sesi curah pendapat tentang cara melepaskan ketergantungan
neonatus dari nasal CPAP dan saat untuk menghentikan ketergantungan. Masukan dari
para peserta bisa dicatat di lembar balik.

Presentasi Waktu : 5 menit


Fasilitator menggunakan tampilan data atau transparansi (OHP) untuk mempresentasikan
cara melepaskan dari nasal CPAP dan saat untuk melepas alat tersebut.

Tujuan Pembelajaran 12
Curah Pendapat Waktu : 10 menit
Fasilitator mengadakan sesi curah pendapat tentang tanda-tanda dan gejala yang
menunjukkan kegagalan nasal CPAP untuk memberikan oksigen yang diperlukan oleh
neonatus serta beberapa indikasi untuk ventilasi mekanis.

Presentasi Waktu : 5 menit


Fasilitator menggunakan tampilan data atau transparansi (OHP) untuk mempresentasikan
berbagai tanda dan gejala kegagalan nasal CPAP dan indikasi selanjutnya untuk memberikan
ventilasi mekanis.

Tujuan Pembelajaran 13
Sesi Tanya - Jawab Waktu : 10 menit
Fasilitator menanyakan kepada peserta tentang berbagai masalah yang mungkin dihadapi
selama penerapan nasal CPAP dan cara mengatasinya, termasuk mengatasi masalah
sistem CPAP.

Presentasi Waktu : 5 menit


Setelah sesi tanya jawab, fasilitator mempresentasikan cara mengatasi masalah pada
sistem CPAP menggunakan tampilan data atau transparansi (OHP).

Ringkasan Waktu: 10 menit


Pada akhir sesi fasilitator meminta salah satu peserta untuk merangkum sesi dengan

299
Modul 22
Continuous Positive Airway Pressure

menggunakan kriteria dalam Tujuan Pembelajaran. Kemudian fasilitator melengkapi


ringkasan sesi dengan mengkaji berbagai poin dan berbagai konsep penting menggunakan
alat penampil data atau transparansi (OHP).

Penilaian Kompetensi
Untuk membangun kompetensi, masing-masing peserta akan dinilai menggunakan kriteria
dalam Tujuan Pembelajaran, selama kegiatan pembelajaran berlangsung.

Strategi/Metode Penilaian
Tujuan Pembelajaran
(Assessment)
Pengetahuan yang ditunjukkan
1. Melakukan prosedur stabilisasi awal pada
berdasarkan hasil dari curah pendapat
neonatus ketika tiba dari ruang persalinan.
dan presentasi.
Pengetahuan yang ditunjukkan
2. Mendefinisikan nasal CPAP.
berdasarkan hasil presentasi.
Pengetahuan yang ditunjukkan
3. Mengetahui efek fisiologis dari nasal CPAP. berdasarkan hasil dari curah pendapat
dan presentasi.
Pengetahuan yang ditunjukkan
4. Mengidentifikasi neonatus yang memerlukan
berdasarkan hasil dari curah pendapat
nasal CPAP.
dan presentasi.
Pengetahuan yang ditunjukkan
5. Mendefinisikan kriteria untuk mulai
berdasarkan hasil dari curah pendapat
melakukan nasal CPAP.
dan presentasi.
Pengetahuan yang ditunjukkan
6. Mengetahui tiga komponen dari sistem nasal
berdasarkan hasil dari presentasi dan
CPAP.
demonstrasi.
7. Mendefinisikan ciri-ciri sistem CPAP yang
Pengetahuan yang ditunjukkan
baik dan mengetahui materi/alat yang
berdasarkan hasil dari curah pendapat
dibutuhkan dalam unit asuhan neonatus
dan presentasi.
untuk menjaga agar sistem tetap efektif.
8. Menggabungkan unit CPAP dengan Pengetahuan yang ditunjukkan
menggunakan panduan pengendalian infeksi berdasarkan hasil dari presentasi dan
yang tepat. demonstrasi.
Pengetahuan yang ditunjukkan
9. Mempersiapkan sistem CPAP dan
berdasarkan hasil dari presentasi dan
memasangkannya pada neonatus.
tanya-jawab.
10. Menjaga nasal CPAP dan memonitor Pengetahuan yang ditunjukkan
neonatus. berdasarkan hasil dari presentasi.
Pengetahuan yang ditunjukkan
11. Mengetahui cara menghentikan pemakaian
berdasarkan hasil dari curah pendapat
nasal CPAP.
dan presentasi.

300
Paket Pelatihan PONEK
Asuhan Neonatus Esensial

Strategi/Metode Penilaian
Tujuan Pembelajaran
(Assessment)
12. Mengetahui beberapa indikasi untuk ventilasi Pengetahuan yang ditunjukkan
mekanis bagi neonatus yang mengunakan berdasarkan hasil dari curah pendapat
nasal CPAP. dan presentasi.
Pengetahuan yang ditunjukkan
13. Mengetahui cara mengatasi masalah pada
berdasarkan hasil dari presentasi dan
sistem CPAP.
tanya-jawab.

Persiapan Sesi
Fasilitator
Fasilitator harus mempersiapkan semua materi yang ada dalam daftar materi.

Materi Rujukan dan Perlengkapan


• Modul: Nasal Continuous Positive Airway Pressure.
• “Continuous Positive Airway Pressure,” dalam Asuhan Neonatus Esensial: Protokol Untuk
Dokter
• Tayang data, transparansi (OHP), lembar balik, dan/atau handout sebagai berikut:
—— Tujuan Gambaran Umum Modul, Latar Belakang, dan Analisa Tugas.
—— Tujuan sesi dan latar belakang.
—— Tujuan Pembelajaran sesi.
—— Penerimaan dan prosedur stabilisasi awal dalam unit asuhan neonatus.
—— Definisi Nasal Continuous Positive Airway Pressure (CPAP).
—— Efek-efek fisiologis dari nasal CPAP.
—— Neonatus yang memerlukan nasal CPAP.
—— Kriteria untuk memberikan nasal CPAP.
—— Tiga komponen sistem CPAP.
—— Karakteristik/ciri-ciri sistem CPAP yang baik.
—— Materi unit yang diperlukan untuk sistem CPAP.
—— Pedoman pengendalian infeksi dalam penerapan CPAP.
—— Perakitan CPAP.
—— Penerapan CPAP – Mempersiapkan sistem.
—— Penerapan CPAP – Memasang sistem pada neonatus.
—— Menjaga nasal CPAP.
—— Memberi minum/ASI pada neonatus yang memakai CPAP.
—— Melepaskan neonatus dari CPAP.
—— Indikasi-indikasi yang membutuhkan ventilasi mekanis.
—— Mengatasi masalah pada sistem CPAP.
—— Daftar tilik keterampilan: Penerapan Continuous Positive Airway Pressure (CPAP).
—— Ringkasan: Tujuan Pembelajaran.
• Komponen dari sistem CPAP, bila tersedia.
• Berbagai ukuran nasal prongs untuk neonatus, bila tersedia.
• Video CPAP.
• Buku catatan peserta.
• Lembar balik dan spidol / alat tulis.
• Peralatan penampil data.

301
Modul 22
Continuous Positive Airway Pressure

302
Paket Pelatihan PONEK
Asuhan Neonatus Esensial

Sesi 2: Continuous Positive Airway


Pressure (CPAP)

Membangun Kompetensi Dasar (Praktek) Hari: Setelah Sesi Kelas

Sesi yang Dipandu oleh penyelia Waktu: 4 minggu

Tugas
Melengkapi Penilaian Neonatus dan Mengimplementasikan Kebijakan dan Prosedur
neonatus masuk untuk dirawat/Keluar dan menurut Standar dan Protokol Pelayanan termasuk
pemberian nasal CPAP pada neonatus.

1. Kompetensi: Menerapkan Nasal Continuous Positive Airway Pressure bila


Dibutuhkan

Keterampilan
1.1. Melakukan prosedur stabilisasi awal pada neonatus ketika tiba dari ruang
bersalin.
1.2. Mendefinisikan nasal CPAP.
1.3. Mengetahui berbagai efek fisiologis dari nasal CPAP.
1.4. Mengidentifikasi neonatus yang memerlukan nasal CPAP.
1.5. Mendefinisikan kriteria untuk mulai melakukan nasal CPAP.
1.6. Mengetahui tiga komponen dari sistem nasal CPAP.
1.7. Mendefinisikan berbagai ciri sistem CPAP yang baik dan mengetahui materi/alat
yang dibutuhkan dalam unit asuhan neonatus untuk menjaga agar sistem tetap
efektif.
1.8. Menggabungkan unit CPAP dengan menggunakan panduan pengendalian infeksi
yang tepat.
1.9. Mempersiapkan sistem CPAP dan memasangkannya pada neonatus.
1.10. Menjaga nasal CPAP dan memonitor neonatus yang memakai CPAP.
• Memeriksa neonatus setiap 2-4 jam.
• Melakukan penghisapan lendir terlebih dahulu sebelum memberi ASI, bila
kondisi secara klinis telah stabil.
• Memeriksa seluruh sistem CPAP.
1.11. Mengetahui cara menghentikan pemakaian nasal CPAP.
1.12. Mengetahui beberapa indikasi yang membutuhkan ventilasi mekanis bagi neonatus
yang mengunakan nasal CPAP.
1.13. Mengetahui cara mengatasi masalah pada sistem CPAP.

303
Modul 22
Continuous Positive Airway Pressure

Gambaran Umum

Tujuan
Tujuan dari sesi praktek selama empat minggu adalah untuk memberikan kesempatan
kepada tiap peserta untuk menerapkan pengetahuan yang telah didapat di kelas tentang
CPAP dalam praktek yang diawasi secara lebih dekat dan mendapat bimbingan.

Latar Belakang
Menurut teori pelatihan, penguasaan keterampilan baru membutuhkan beberapa tahap,
yaitu:
• Memberikan berbagai fakta dan pengetahuan yang penting mengenai keterampilan
tersebut kepada peserta.
• Memberi petunjuk dan membantu peserta dalam melakukan keterampilan tersebut.
• Mengijinkan peserta untuk mempraktekkan keterampilannya di tempat yang aman.
Para peserta kini mendapat kesempatan untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh
di kelas dalam fasilitas kesehatan dan mendapat pengawasan. Mereka akan diminta
untuk mempraktekkan keterampilan sesuai dengan kriteria yang tercantum dalam Tujuan
Pembelajaran, protokol yang sesuai dan daftar tilik keterampilan untuk penggunaan nasal
continuous positive airway pressure dengan tepat.

Tujuan Pembelajaran
Di akhir sesi praktek selama empat minggu, tiap peserta harus mampu melakukan hal-hal
berikut dan menangani dan mengevaluasi 5 (lima) kasus CPAP dengan benar:
1. Melakukan prosedur stabilisasi awal pada neonatus ketika tiba dari ruang persalinan.
2 Mendefinisikan nasal CPAP.
3 Mengetahui berbagai efek fisiologis dari nasal CPAP.
4 Mengidentifikasi neonatus yang memerlukan nasal CPAP.
5 Mendefinisikan kriteria untuk mulai melakukan nasal CPAP.
6 Mengetahui ketiga komponen dari sistem nasal CPAP.
7 Mendefinisikan berbagai ciri sistem CPAP yang baik dan mengetahui materi/alat yang
dibutuhkan dalam unit asuhan neonatus untuk menjaga agar sistem tetap efektif.
8 Mengetahui cara merakit unit CPAP dengan menggunakan panduan pengendalian
infeksi yang tepat.
9 Mempersiapkan sistem CPAP dan memasangkannya pada neonatus.
10 Menjaga nasal CPAP dan memonitor neonatus yang memakai CPAP.
11 Mengetahui cara menghentikan pemakaian nasal CPAP.
12 Mengetahui beberapa indikasi yang membutuhkan ventilasi mekanis bagi neonatus yang
mengunakan nasal CPAP.
13 Mengetahui cara mengatasi masalah pada sistem CPAP.

304
Paket Pelatihan PONEK
Asuhan Neonatus Esensial

Kegiatan Pembelajaran
Memotivasi Pembelajaran Waktu: 10 menit
Penyelia mengkaji tujuan sesi, latar belakang, tujuan pembelajaran dengan menggunakan
transparansi/OHP. Kegiatan pembelajaran yang akan digunakan selama sesi berlangsung
dijelaskan kepada semua peserta. Penyelia menjelaskan bagaimana para peserta akan
dinilai di akhir sesi dengan menggunakan berbagai kriteria yang disebutkan di dalam tujuan
pembelajaran, protokol, dan daftar tilik keterampilan. Logistik untuk masa praktek selama
empat minggu dijelaskan kepada semua peserta.

Tujuan Pembelajaran 1 - 13
Presentasi dan Diskusi Waktu : 20 menit
Penyelia mengkaji informasi yang telah disampaikan sebelumnya tentang nasal continuous
positive airway pressure menggunakan berbagai materi dari sesi tersebut bila perlu. Masing-
masing peserta diharapkan merakit sistem CPAP dalam 5 (lima) kasus dan dengan benar
menangani dan mengevaluasi neonatus yang mendapat nasal CPAP selama pengalaman
praktek. Sasaran khusus dan logistik dari masa pelatihan praktek dikaji ulang bersama
semua peserta.

Pengalaman Praktek dan Bimbingan Waktu : 4 minggu


Peserta akan ditugaskan pada unit maupun klinik perawatan neonatus untuk mempraktekan
keterampilan pada sesi tersebut. Mereka akan diminta untuk mengidentifikasi kasus-kasus
yang memerlukan nasal CPAP sesuai dengan tanda-tanda dan gejala klinis neonatus,
meminta investigasi laboratorium dan radiology yang tepat, merakit sistem CPAP
menggunakan pedoman pengendalian infeksi yang benar, memasang sistem CPAP pada
neonatus, dan mengevaluasi dan menatalaksana setiap kasus. Masing-masing peserta
diharapkan dapat mengidentifikasi dan menatalaksana lima (5) kasus. Penyelia harus ada
di tempat untuk mengawasi dan membimbing peserta bila diperlukan.

Pertemuan Klinis Mingguan Waktu : 3 jam tiap pertemuanPenyelia


Penyelia mengadakan pertemuan klinis mingguan bersama para peserta untuk mengkaji
kemajuan untuk mencapai sasaran dari pengalaman pembelajaran praktek dan untuk
mengkaji berbagai masalah yang mungkin timbul selama pelatihan. Pada saat pertemuan
mingguan tiap peserta mempresentasikan satu kasus yang telah diidentifikasi dan ditangani
pada minggu sebelumnya. Penyelia akan menilai kasus tersebut menggunakan kriteria yang
disebutkan dalam tujuan pembelajaran, protokol, dan daftar tilik keterampilan, kemudian
mengoreksi teknis atau prosedur bila perlu.

Seminar dan Ringkasan Waktu: 2 jam


Semua staf yang terkait pada neonatus akan diundang untuk mengikuti seminar pada akhir
sesi praktek. Masing-masing peserta mempersiapkan dan mempresentasikan satu topic
yang berhubungan dengan CPAP. Kriteria yang relevan dari tujuan pembelajaran, protokol
dan daftar tilik akan digunakan untuk menilai presentasi tersebut. Pengalaman pembelajaran
perorangan maupun kolektif akan dibahas dan saran-saran untuk memperkuat pengalaman
praktek akan dicatat. Salah seorang peserta kemudian akan meringkas sesi praktek dengan
menggunakan kriteria yang disebutkan dalam tujuan pembelajaran.

305
Modul 22
Continuous Positive Airway Pressure

Penilaian Kompetensi
Untuk menunjukkan kompetensinya, masing-masing peserta akan dinilai menggunakan
kriteria yang tercantum dalam tujuan pembelajaran, sejalan dengan kegiatan pembelajaran.

Tujuan Pembelajaran Strategi/Metode Penilaian


Pengetahuan dan kinerja yang
1. Melakukan prosedur stabilisasi awal pada ditunjukkan sesuai dengan protokol dan
neonatus ketika tiba dari ruang persalinan. daftar tilik keterampilan dalam praktek
klinis, pertemuan, dan seminar akhir.
Pengetahuan dan kinerja yang
ditunjukkan sesuai dengan protokol dan
2. Mendefinisikan nasal CPAP.
daftar tilik keterampilan dalam praktek
klinis, pertemuan, dan seminar akhir.
Pengetahuan dan kinerja yang
ditunjukkan sesuai dengan protokol dan
3. Mengetahui efek fisiologis dari nasal CPAP.
daftar tilik keterampilan dalam praktek
klinis, pertemuan, dan seminar akhir.
Pengetahuan dan kinerja yang
4. Mengidentifikasi neonatus yang memerlukan ditunjukkan sesuai dengan protokol dan
nasal CPAP. daftar tilik keterampilan dalam praktek
klinis, pertemuan, dan seminar akhir.
Pengetahuan dan kinerja yang
5. Mendefinisikan kriteria untuk mulai melakukan ditunjukkan sesuai dengan protokol dan
nasal CPAP. daftar tilik keterampilan dalam praktek
klinis, pertemuan, dan seminar akhir.
Pengetahuan dan kinerja yang
6. Mengetahui tiga komponen dari sistem nasal ditunjukkan sesuai dengan protokol dan
CPAP. daftar tilik keterampilan dalam praktek
klinis, pertemuan, dan seminar akhir.
7. Mendefinisikan ciri-ciri sistem CPAP yang baik Pengetahuan dan kinerja yang
dan mengetahui materi/alat yang dibutuhkan ditunjukkan sesuai dengan protokol dan
dalam unit asuhan neonatus untuk menjaga daftar tilik keterampilan dalam praktek
agar sistem tetap efektif. klinis, pertemuan, dan seminar akhir.
Pengetahuan dan kinerja yang
8. Menggabungkan unit CPAP dengan
ditunjukkan sesuai dengan protokol dan
menggunakan panduan pengendalian infeksi
daftar tilik keterampilan dalam praktek
yang tepat.
klinis, pertemuan, dan seminar akhir.
Pengetahuan dan kinerja yang
9. Mempersiapkan sistem CPAP dan ditunjukkan sesuai dengan protokol dan
memasangkannya pada neonatus. daftar tilik keterampilan dalam praktek
klinis, pertemuan, dan seminar akhir.
Pengetahuan dan kinerja yang
10. Menjaga nasal CPAP dan memonitor ditunjukkan sesuai dengan protokol dan
neonatus. daftar tilik keterampilan dalam praktek
klinis, pertemuan, dan seminar akhir.

306
Paket Pelatihan PONEK
Asuhan Neonatus Esensial

Tujuan Pembelajaran Strategi/Metode Penilaian


Pengetahuan dan kinerja yang
11. Mengetahui cara menghentikan pemakaian ditunjukkan sesuai dengan protokol dan
nasal CPAP. daftar tilik keterampilan dalam praktek
klinis, pertemuan, dan seminar akhir.
Pengetahuan dan kinerja yang
12. Mengetahui beberapa indikasi untuk ventilasi
ditunjukkan sesuai dengan protokol dan
mekanis bagi neonatus yang mengunakan
daftar tilik keterampilan dalam praktek
nasal CPAP.
klinis, pertemuan, dan seminar akhir.
Pengetahuan dan kinerja yang
13. Mengetahui cara mengatasi masalah pada ditunjukkan sesuai dengan protokol dan
sistem CPAP. daftar tilik keterampilan dalam praktek
klinis, pertemuan, dan seminar akhir.

Persiapan Sesi
Penyelia
Penyelia harus mempersiapkan semua materi sesuai daftar dan mengatur pengalaman
pembelajaran dalam suatu lingkungan praktek, menjamin bahwa fasilitas dan sistem
penunjang siap tersedia bagi peserta. Peran dari anggota tim kesehatan lain dikaji untuk
memfasilitasi proses pembelajaran. Penyelia harus selalu berada dekat untuk menyelia
setiap peserta pada sesi praktek yang berlangsung selama empat minggu.

Peserta
Setiap peserta harus memenuhi semua kriteria yang ada dalam Tujuan Pembelajaran untuk
Sesi 1 sebagai syarat untuk memulai sesi praktek ini.

Materi Rujukan dan Perlengkapan


• Modul: Nasal Continuous Positive Airway Pressure.
• “Continuous Positive Airway Pressure,” dalam Asuhan Neonatus Esensial: Protokol Untuk
Dokter
• Transparansi / OHP, lembar balik, dan/atau handout berikut:
—— Tujuan sesi dan latar belakang.
—— Tujuan Pembelajaran sesi.
—— Daftar tilik ketrampilan: Pelaksanaan Continuous Positive Airway Pressure (CPAP).
• Materi yang sesuai dari sesi 1 dan 2
• Lembar balik dan spidol.
• Perlengkapan penampil data.

307
Modul 22
Continuous Positive Airway Pressure

308
Paket Pelatihan PONEK
Asuhan Neonatus Esensial

Sesi 3: Continuous Positive Airway


Pressure (CPAP)

Praktek Penguasaan Keterampilan Hari: Pasca kelas

Sesi yang dipandu oleh Penyelia Waktu: 8 minggu

Tugas
Melengkapi Penilaian Neonatus dan Mengimplementasikan Kebijakan dan Prosedur
neonatus masuk untuk dirawat/Keluar dan menurut Standar dan Protokol Pelayanan termasuk
pemberian nasal CPAP pada neonatus.

1. Kompetensi: Penerapan Nasal Continuous Positive Airway Pressure bila Diperlukan

Keterampilan
1.1. Melakukan prosedur stabilisasi awal pada neonatus ketika tiba dari ruang
persalinan.
1.2. Mendefinisikan nasal CPAP.
1.3. Mengetahui berbagai efek fisiologis dari nasal CPAP.
1.4. Mengidentifikasi neonatus yang memerlukan nasal CPAP.
1.5. Mendefinisikan kriteria untuk mulai melakukan nasal CPAP.
1.6. Mengetahui tiga komponen dari sistem nasal CPAP.
1.7. Mendefinisikan berbagai ciri sistem CPAP yang baik dan mengetahui materi/alat
yang dibutuhkan dalam unit asuhan neonatus untuk menjaga agar sistem tetap
efektif.
1.8. Menggabungkan unit CPAP dengan menggunakan panduan pengendalian infeksi
yang tepat.
1.9. Mempersiapkan sistem CPAP dan memasangkannya pada neonatus.
1.10. Menjaga nasal CPAP dan memonitor neonatus yang memakai CPAP.
• Memeriksa neonatus setiap 2-4 jam.
• Melakukan penghisapan lendir terlebih dahulu sebelum memberi ASI, bila
kondisi secara klinis telah stabil.
• Memeriksa seluruh sistem CPAP.
1.11. Mengetahui cara menghentikan pemakaian nasal CPAP.
1.12. Mengetahui beberapa indikasi yang membutuhkan ventilasi mekanis bagi neonatus
yang mengunakan nasal CPAP.
1.13. Mengetahui cara mengatasi masalah pada sistem CPAP.

309
Modul 22
Continuous Positive Airway Pressure

Gambaran Umum

Tujuan
Tujuan dari praktek penguasaan keterampilan yang dilakukan selama delapan minggu adalah
untuk memberikan kesempatan kepada para peserta untuk lebih meningkatkan keahlian
dan penguasaan kemampuan dan keterampilan dalam mengidentifikasi dengan benar dan
menangani berbagai kasus yang memerlukan CPAP.

Latar Belakang
Penting bagi para peserta untuk mendapat cukup kesempatan untuk menguasai keterampilan
yang ada dalam modul tersebut. Pada berbagai sesi sebelumnya para peserta telah
mengembangkan kompetensi dasar di kelas dan di lahan praktek. Saat ini peserta telah siap
untuk mempraktekkan berbagai keterampilan tersebut di fasilitas kesehatan dengan hanya
mendapatkan pengawasan dan masukan secara berkala. Penurunan angka kesakitan dan
kematian neonatus secara statistik akan tercapai bila peserta telah menguasai keterampilan
yang berkaitan dengan jenis pelayanan ini.

Tujuan Pembelajaran
Pada akhir sesi praktek selama delapan minggu ini, setiap peserta diharapkan mampu
melakukan hal-hal berikut pada lima (5) sampai dengan sepuluh (10) kasus:
1. Melakukan prosedur stabilisasi awal pada neonatus ketika tiba dari ruang persalinan.
2 Mendefinisikan nasal CPAP.
3 Mengetahui berbagai efek fisiologis dari nasal CPAP.
4 Mengidentifikasi neonatus yang memerlukan nasal CPAP.
5 Mendefinisikan kriteria untuk mulai melakukan nasal CPAP.
6 Mengetahui ketiga komponen dari sistem nasal CPAP.
7 Mendefinisikan berbagai ciri sistem CPAP yang baik dan mengetahui materi/alat yang
dibutuhkan dalam unit asuhan neonatus untuk menjaga agar sistem tetap efektif.
8 Mengetahui cara merakit unit CPAP dengan menggunakan panduan pengendalian
infeksi yang tepat.
9 Mempersiapkan sistem CPAP dan memasangkannya pada neonatus.
10 Menjaga nasal CPAP dan memonitor neonatus yang memakai CPAP.
11 Mengetahui cara menghentikan pemakaian nasal CPAP.
12 Mengetahui beberapa indikasi yang membutuhkan ventilasi mekanis bagi neonatus yang
mengunakan nasal CPAP.
13 Mengetahui cara mengatasi masalah pada sistem CPAP.

Kegiatan Pembelajaran
Memotivasi Pembelajaran Waktu: 20 menit
Penyelia mengkaji tujuan sesi, latar belakang, dan Tujuan Pembelajaran menggunakan
transparansi/OHP. Setiap kegiatan pembelajaran yang akan digunakan selama sesi
berlangsung dijelaskan kepada para peserta. Penyelia menjelaskan bahwa para peserta akan
dinilai pada akhir sesi dengan menggunakan keriteria yang ada dalam Tujuan Pembelajaran,

310
Paket Pelatihan PONEK
Asuhan Neonatus Esensial

protokol, dan daftar tilik keterampilan. Logistik untuk praktek selama delapan minggu juga
disampaikan.

Tujuan Pembelajaran 1 - 13
Presentasi Waktu : 30 menit
Penyelia mengkaji informasi dan keterampilan yang telah disampaikan dan dipraktekkan
pada sesi-sesi sebelumnya. Dia bias menggunakan materi dari sesi-sesi tersebut bila perlu.
Tiap peserta diharapkan bisa merakit sistem CPAP untuk lima (5) sampai sepuluh (10)
kasus dan dengan benar menangani dan mengevaluasi neonatus yang menggunakan
nasal CPAP selama delapan minggu tersebut.

Pengalaman Praktek Waktu : 8 weeks


Setiap peserta akan ditugaskan pada unit asuhan neonatus untuk mempraktekkan
keterampilan yang berkaitan dengan CPAP dan menangani beberapa kasus yang
diharuskan. Para peserta diharuskan meminta bantuan penyelia kapanpun bila diperlukan.
Penyelia bertanggung jawab memberikan umpan balik dan evaluasi terhadap praktek
peserta untuk praktek penguasaan keterampilan.

Pertemuan Klinis Waktu : 3 jam tiap pertemuan


Penyelia mengatur sebuah pertemuan klinis di unit tersebut setiap dua minggu. Selama
pertemuan tersebut setiap peserta harus mempresentasikan laporan kegiatan klinis mereka
selama dua minggu sebelumnya. Laporan tersebut harus mencakup informasi lengkap
tentang jumlah kasus yang telah ditangani sampai saat itu dan metode yang digunakan
untuk mendiagnosis dan menangani tiap kasus. Penyelia memberi masukan atas kinerja
peserta menggunakan kriteria yang ada dalam Tujuan Pembelajaran, protokol, dan daftar
tilik keterampilan yang sesuai. Pengalaman pembelajaran perorangan maupun kolektif
selama delapan minggu akan dibahas. Saran-saran peningkatan pengalaman pembelajaran
dicatat dan rencana perbaikan dibuat bila perlu.

Seminar dan Ringkasan Waktu: 2 jam


Semua staf yang terkait dengan neonatus diundang untuk mengikuti seminar klinis akhir pada
akhir sesi praktek selama delapan minggu. Setiap peserta akan mempresentasikan pekerjaan
mereka selama sesi tersebut dan akan ditanggapi oleh peserta dan staf menggunakan kriteria
yang terdapat dalam Tujuan Pembelajaran, protokol, dan daftar tilik keterampilan. Berbagai
pengalaman pembelajaran baik perorangan maupun kolektif akan dibahas. Seorang peserta
kemudian akan meringkas pengalaman praktek penguasaan keterampilan menggunakan
kriteria yang terdapat dalam Tujuan Pembelajaran.

Penilaian Kompetensi
Untuk menunjukkan penguasaan keterampilan setiap peserta akan dinilai dengan
menggunakan kriteria yang terdapat dalam Tujuan Pembelajaran, sejalan dengan kegiatan
pembelajaran.

311
Modul 22
Continuous Positive Airway Pressure

Tujuan Pembelajaran Strategi/metode Penilaian

Pengetahuan dan kinerja yang


1. Melakukan prosedur stabilisasi awal pada ditunjukkan sesuai dengan protokol dan
neonatus ketika tiba dari ruang persalinan. daftar tilik keterampilan dalam praktek
klinis, pertemuan, dan seminar akhir.
Pengetahuan dan kinerja yang
ditunjukkan sesuai dengan protokol dan
2. Mendefinisikan nasal CPAP.
daftar tilik keterampilan dalam praktek
klinis, pertemuan, dan seminar akhir.
Pengetahuan dan kinerja yang
ditunjukkan sesuai dengan protokol dan
3. Mengetahui efek fisiologis dari nasal CPAP.
daftar tilik keterampilan dalam praktek
klinis, pertemuan, dan seminar akhir.
Pengetahuan dan kinerja yang
4. Mengidentifikasi neonatus yang memerlukan ditunjukkan sesuai dengan protokol dan
nasal CPAP. daftar tilik keterampilan dalam praktek
klinis, pertemuan, dan seminar akhir.
Pengetahuan dan kinerja yang
5. Mendefinisikan kriteria untuk mulai melakukan ditunjukkan sesuai dengan protokol dan
nasal CPAP. daftar tilik keterampilan dalam praktek
klinis, pertemuan, dan seminar akhir.
Pengetahuan dan kinerja yang
6. Mengetahui tiga komponen dari sistem nasal ditunjukkan sesuai dengan protokol dan
CPAP. daftar tilik keterampilan dalam praktek
klinis, pertemuan, dan seminar akhir.
7. Mendefinisikan ciri-ciri sistem CPAP yang baik Pengetahuan dan kinerja yang
dan mengetahui materi/alat yang dibutuhkan ditunjukkan sesuai dengan protokol dan
dalam unit asuhan neonatus untuk menjaga daftar tilik keterampilan dalam praktek
agar sistem tetap efektif. klinis, pertemuan, dan seminar akhir.
Pengetahuan dan kinerja yang
8. Menggabungkan unit CPAP dengan
ditunjukkan sesuai dengan protokol dan
menggunakan panduan pengendalian infeksi
daftar tilik keterampilan dalam praktek
yang tepat.
klinis, pertemuan, dan seminar akhir.
Pengetahuan dan kinerja yang
9. Mempersiapkan sistem CPAP dan ditunjukkan sesuai dengan protokol dan
memasangkannya pada neonatus. daftar tilik keterampilan dalam praktek
klinis, pertemuan, dan seminar akhir.
Pengetahuan dan kinerja yang
10. Menjaga nasal CPAP dan memonitor ditunjukkan sesuai dengan protokol dan
neonatus. daftar tilik keterampilan dalam praktek
klinis, pertemuan, dan seminar akhir.
Pengetahuan dan kinerja yang
11. Mengetahui cara menghentikan pemakaian ditunjukkan sesuai dengan protokol dan
nasal CPAP. daftar tilik keterampilan dalam praktek
klinis, pertemuan, dan seminar akhir.

312
Paket Pelatihan PONEK
Asuhan Neonatus Esensial

Tujuan Pembelajaran Strategi/metode Penilaian

Pengetahuan dan kinerja yang


12. Mengetahui beberapa indikasi untuk ventilasi
ditunjukkan sesuai dengan protokol dan
mekanis bagi neonatus yang mengunakan
daftar tilik keterampilan dalam praktek
nasal CPAP.
klinis, pertemuan, dan seminar akhir.
Pengetahuan dan kinerja yang
13. Mengetahui cara mengatasi masalah pada ditunjukkan sesuai dengan protokol dan
sistem CPAP. daftar tilik keterampilan dalam praktek
klinis, pertemuan, dan seminar akhir.

Persiapan Sesi
Penyelia
Penyelia harus mempersiapkan semua materi yang ada dalam daftar. Ia juga harus mengatur
pengalaman pembelajaran dalam lingkungan praktek, memastikan bahwa fasilitas dan sistem
pendukung telah tersedia untuk para peserta. Ia harus menyiapkan staf bagian unit neonatus
sesuai dengan peran mereka selama praktek pembelajaran. Ia harus berada di tempat untuk
mensupervisi setiap peserta bila diperlukan dan untuk menulis dalam buku kegiatan bahwa
tiap peserta telah menguasai keterampilan yang berkaitan dengan praktek penguasaan
keterampilan selama delapan minggu tersebut.

Peserta
Setiap peserta harus telah memenuhi semua kriteria yang terdapat dalam Tujuan
Pembelajaran untuk sesi 1 dan 2 sebagai prasyarat untuk mengikuti sesi ini. Setiap peserta
harus mandiri selama praktek penguasaan ketrampilan ini dan mencari sejumlah kasus yang
harus ditangani, serta bantuan penyelia bila perlu. Setiap peserta harus mempersiapkan dan
mengikuti setiap pertemuan klinis dan seminar akhir serta sesi ringkasan.

Materi Rujukan dan Perlengkapan


• Modul: Nasal Continuous Positive Airway Pressure.
• “Continuous Positive Airway Pressure,” dalam Asuhan Neonatus Esensial: Protokol Untuk
Dokter
• Transparansi / OHP, lembar balik, dan/atau handout berikut:
—— Tujuan sesi dan latar belakang.
—— Tujuan Pembelajaran sesi.
—— Daftar tilik ketrampilan: Pelaksanaan Continuous Positive Airway Pressure (CPAP).
• Materi-materi yang sesuai dari sesi 1 dan 2
• Lembar balik dan spidol.
• Perlengkapan penampil data

313
Materi Rujukan dan Presentasi
Asuhan Neonatus Essensial:
Analisa Tugas Terpadu Continuous Positive Airway Pressure

Analisa Tugas Terpadu CPAP : Peran dan Tanggung Jawab Unit Perawatan Neonatus
Modul 22

Peran : Tanggung Jawab:


NN = Dokter Neonatus N = Perawat BDD = Bidan di desa 1 = Penanggung Jawab Utama
PD = Dokter anak PM = Paramedis FM = Keluarga/Ibu 2 = Penanggung Jawab Kedua
PR/GP = Residen dokter anak dan dokter umum MW = Bidan OR = Lain-lain : ______________ 3 = Penyelia

Roles & Responsibilities


RS Pendidikan/ RS Propinsi RS Kabupaten / RS Kecamatan Polindes
Bab : 22 Continuous Positive Airway Universitas Kota /Puskesmas / Rumah
Pressure Tangga
Continuous Positive Airway Pressure

Tugas: Melengkapi Penilaian neonatus Dan


mengimplementasikan Kebijakan serta prosedur NN PD PR N MW PM OR NN PD PR N MW PM OR PD PR N MW PM OR GP N MW PM OR N BD FM
neonatus yang Masuk untuk dirawat/Keluar sesuai GP GP GP D
dengan standard dan protokol pelayanan Untuk
Melakukan Penekanan Jalan Nafas Positif Secara
Teratur Melalui Hidung pada Neonatus.
Kompetensi: Melakukan Kebutuhan
Continuous Positive Airway dukungan penata-
Pressure melalui hidung bila laksanaan CQIS
dibutuhkan.

316
Keterampilan
1.1 Melakukan prosedur 3.3.1 1 1 1 1 1 2 2 1 1 1 1 1 2 2 1 1 1 1 2 2 1 1 1 2 2 1 1 2
stabilisasi awal pada 3.3.2
3 3 3 3 3 3 3 3
neonatus ketika tiba dari Termometer
ruang persalinan
1.2. Mendefinisikan nasal CPAP - 1 1 1 1 1 2 X 1 1 1 1 1 2 X 1 1 1 1 2 X X X X X X X X X
3 3 3 3 3
1.3. Mengetahui efek fisiologis - 1 1 1 1 1 2 X 1 1 1 1 1 2 X 1 1 1 1 2 X X X X X X X X X
dari nasal CPAP 3 3 3 3 3
1.4 Mengidentifikasi neonatus - 1 1 1 1 1 2 X 1 1 1 1 1 2 X 1 1 1 1 2 X X X X X X X X X
yang memerlukan nasal 3 3 3 3 3
CPAP
1.5 Mendefinisikan kriteria - 1 1 1 1 1 2 X 1 1 1 1 1 2 X 1 1 1 1 2 X X X X X X X X X
untuk mulai melakukan 3 3 3 3 3
nasal CPAP
1.6 Mengetahui tiga komponen - 1 1 1 1 1 2 X 1 1 1 1 1 2 X 1 1 1 1 2 X X X X X X X X X
1
Asuhan Neonatus Essensial:
Analisa Tugas Terpadu Continuous Positive Airway Pressure
dari sistem nasal CPAP. 3 3 3 3 3
1.7 Mendefinisikan ciri-ciri - 1 1 1 1 1 2 X 1 1 1 1 1 2 X 1 1 1 1 2 X X X X X X X X X
sistem CPAP yang baik dan 3 3 3 3 3
mengetahui materi/alat
yang dibutuhkan dalam unit
asuhan neonatus untuk
menjaga agar sistem tetap
efektif.
1.8 Menggabungkan unit CPAP Alat CPAP lengkap 1 1 1 1 1 2 X 1 1 1 1 1 2 X 1 1 1 1 2 X X X X X X X X X
dengan menggunakan 3 3 3 3 3
panduan pengendalian
infeksi yang tepat
1.9 Mempersiapkan sistem 3.3.2 1 1 1 1 1 2 X 1 1 1 1 1 2 X 1 1 1 1 2 X X X X X X X X X
CPAP dan memasangkannya 3.3.4 3 3 3 3 3
pada neonatus 3.3.5
3.3.6
3.3.9
3.3.10
3.3.11
3.3.13
3.4.4

317
3.4.5
3.4.6
3.4.7
3.5.1
3.5.2
3.5.3
3.5.4
3.5.8
Alat CPAP lengkap
1.10 Menjaga nasal CPAP dan Alat CPAP lengkap 2 2 1 1 1 2 X 2 2 1 1 1 2 X 2 1 1 1 2 X X X X X X X X X
memonitor neonatus yang 3 3 3 3 3
memakai CPAP.
• Memeriksa neonatus
setiap 2-4 jam.
• Melakukan penghisapan
lendir terlebih dahulu
sebelum memberi ASI,
bila kondisi telah stabil
secara klinis

2
Asuhan Neonatus Esensial
Paket Pelatihan PONEK
Modul 22
Continuous Positive Airway Pressure

Asuhan Neonatus Essensial:


Analisa Tugas Terpadu Continuous Positive Airway Pressure

• Memeriksa seluruh sistem


CPAP

318
1.11 Mengetahui cara - 1 1 1 1 1 2 X 1 1 1 1 1 2 X 1 1 1 1 2 X X X X X X X X X
menghentikan pemakaian 3 3 3 3 3
nasal CPAP
1.12 Mengetahui beberapa - 1 1 1 1 1 2 X 1 1 1 1 1 2 X 1 1 1 1 2 X X X X X X X X X
indikasi yang membutuhkan 3 3 3 3 3
ventilasi mekanis bagi
neonatus yang mengunakan
nasal CPAP
1.13 Mengetahui cara mengatasi - 1 1 1 1 1 2 X 1 1 1 1 1 2 X 1 1 1 1 2 X X X X X X X X X
masalah pada sistem CPAP 3 3 3 3 3
Modul Asuhan Neonatus Essensial:
CQIS Continuous Positive Airway Pressure

CQIS CPAP : Peran dan Tanggung Jawab Unit Perawatan Neonatus

Peran : Tanggung Jawab:


NN = Dokter Neonatus N = Perawat BDD = Bidan di desa 1 = Penanggung Jawab Utama
PD = Dokter Anak PM = Paramedis FM = Keluarga/ibu 2 = Penanggung Jawab Kedua
PR/GP = Residen dokter anak dan dokter umum MW = Bidan OR = Lain-lain: _____________________ 3 = Penyelia

Peran & Tanggung Jawab


RS RS Propinsi RS RS Polindes/
Bab : 22 Continuous Positive Airway Pendidikan/ Kabupaten/ Kecamatan/ Rumah
Pressure Universitas Kota Puskesmas Tangga

Tugas: Melengkapi Penilaian neonatus Dan mengimplementasikan Kebijakan


serta prosedur neonatus yang Masuk untuk dirawat/Keluar sesuai dengan
standard dan protocol pelayanan Untuk Melakukan Penekanan Jalan Nafas
Positif Secara Teratur Melalui Hidung pada Neonatus
Kompetensi : Melakukan Continuous Positive CQIS
Airway Pressure melalui hidung bila dibutuhkan. Persyaratan Pendukung
Tatalaksana
Keterampilan

319
1.1 Melakukan prosedur stabilisasi awal pada 3.3.1 Inkubator, Normal 3.3.1 3.3.1 3.3.1 3.3.1 -
neonatus ketika tiba dari ruang persalinan. 3.3.2 Penghangat radian 3.3.2 3.3.2 3.3.2 3.3.2
Termometer Termometer Thermometer Thermometer Thermometer
1.2. Mendefinisikan nasal CPAP. - - - - - -
1.3. Mengetahui efek fisiologis dari nasal CPAP. - - - - - -
1.4 Mengidentifikasi neonatus yang - - - - - -
memerlukan nasal CPAP.
1.5 Mendefinisikan kriteria untuk mulai - - - - - -
melakukan nasal CPAP.
1.6 Mengetahui tiga komponen dari sistem - - - - - -
nasal CPAP.
1.7 Mendefinisikan ciri-ciri sistem CPAP yang - - - - - -
baik dan mengetahui materi/alat yang
dibutuhkan dalam unit asuhan neonatus
untuk menjaga agar sistem tetap efektif.
1.8 Menggabungkan unit CPAP dengan Alat CPAP lengkap - - - - -
menggunakan panduan pengendalian

1
Asuhan Neonatus Esensial
Paket Pelatihan PONEK
Modul Asuhan Neonatus Essensial:
Modul 22

CQIS Continuous Positive Airway Pressure


infeksi yang tepat.
1.9 Mempersiapkan sistem CPAP dan 3.3.2 Radiant warmer 3.3.2 3.3.2 3.3.2 - -
memasangkannya pada neonatus. 3.3.4 Pompa infus 3.3.4 3.3.4 3.3.4
3.3.5 Pompa spuit 3.3.5 3.3.5 3.3.5
3.3.6 Monitor denyut 3.3.6 3.3.6 3.3.6
jantung/monitor 3.3.9 3.3.9 3.3.9
frekuensi napas 3.3.10 3.3.10 3.3.10
3.3.9 Penghisap lendir 3.3.11 3.3.11 3.3.11
Continuous Positive Airway Pressure

3.3.10 Pasokan oksigen 3.3.13 3.3.13 3.3.13


3.3.11 Self-inflating bag 3.4.4 3.4.4 3.4.4
3.3.13 Stetoskop 3.4.5 3.4.5 3.4.5
3.4.4 Spuit 3.4.6 3.4.6 3.4.6
3.4.5 Pipa minum ukuran 6 3.4.7 3.4.7 3.4.7
dan 8 3.5.1 3.5.1 3.5.1
3.4.6 Pipa penghisap lendir 3.5.2 3.5.2 3.5.2
ukuran 6 dan 8 3.5.3 3.5.3 3.5.3
3.4.7 Kanula ukuran 22 dan 3.5.4 3.5.4 3.5.4
24 3.5.8 3.5.8 3.5.8
3.5.1 Dekstrosa 5% Alat CPAP Alat CPAP Alat CPAP
3.5.2 Dekstrosa 10% lengkap lengkap lengkap

320
3.5.3 Dekstrosa 25%
3.5.4 Salin 0.9%
3.5.8 Xanthine
Alat CPAP lengkap
1.10 Menjaga nasal CPAP dan memantau Alat CPAP lengkap - - - - -
neonatus yang memakai CPAP.
• Memeriksa neonatus setiap 2-4 jam.
• Melakukan penghisapan lendir terlebih
dahulu sebelum memberi ASI, bila
kondisi telah stabil secara klinis.
• Memeriksa seluruh sistem CPAP
1.11 Mengetahui cara menghentikan pemakaian - - - - -
nasal CPAP
1.12 Mengetahui beberapa indikasi yang - - - - - -
membutuhkan ventilasi mekanis bagi
neonatus yang mengunakan nasal CPAP
1.13 Mengetahui cara mengatasi masalah pada - - - - - -
sistem CPAP

2
Paket Pelatihan PONEK
Asuhan Neonatus Esensial

Program Kesehatan
Ibu,
Health Services Program
Bayi Baru Lahir
dan Anak.

Kembali Ke Gentle Ventilation:


Tinjauan Ulang
Dr. Eriyati Indrasanto
Dr. Nani Dharmasetiawani
Dr. Rinawati Rohsiswatmo
Dr. Risma Kerina Kaban

NTSG (NEONATAL TECHNICAL SUPERVISORY GROUP)

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) HSP - USAID

Program Kesehatan
Ibu,
Health Services Program
Bayi Baru Lahir
dan Anak.

Definisi CPAP
• Continuous positive airway pressure
(CPAP) merupakan suatu alat yang
mempertahankan tekanan positif pada
saluran napas neonatus selama
pernapasan spontan.

Program Kesehatan
Ibu,
Health Services Program
Bayi Baru Lahir
dan Anak.

Water-Seal CPAP

321
Modul 22
Continuous Positive Airway Pressure

Program Kesehatan
Ibu,
Health Services Program
Bayi Baru Lahir
dan Anak.

Komponen CPAP- I
• Sebuah sirkuit untuk aliran terus menerus gas
yang kemudian dihisap oleh bayi
– Sumber O2 dan udara bertekanan menghasilkan gas
yang dihisap. Sebuah pencampur O2 memungkinkan
gas FiO2 yang sesuai diberikan. Sebuah flow meter
mengontrol kecepatan aliran terus-menerus dari gas
yang dihisap (biasanya dipertahankan pada kecepatan
5-7 L/menit). Sebuah humidifier menghangatkan dan
melembabkan gas yang dihisap.

Program Kesehatan
Ibu,
Health Services Program
Bayi Baru Lahir
dan Anak.

Komponen CPAP- II
• Sebuah alat untuk menghubungkan sirkuit
ke saluran napas neonatus.
– Untuk tujuan dalam prosedur ini, nasal prong
merupakan metode yang lebih disukai untuk
penerapan CPAP.

Program Kesehatan
Ibu,
Health Services Program
Bayi Baru Lahir
dan Anak.

Komponen CPAP- III


• Sebuah alat untuk menghasilkan tekanan
positif pada sirkuit
– Tekanan positif dalam sirkuit dapat dicapai
dengan perendaman selang ekspirasi distal
dalam larutan asam asetat 0,25% sampai
kedalaman yang diharapkan (5 cm) atau katup
CPAP.

322
Paket Pelatihan PONEK
Asuhan Neonatus Esensial

Program Kesehatan
Ibu,
Health Services Program
Bayi Baru Lahir
dan Anak.

Ukuran prong yang sesuai


• Ukuran 1 untuk berat badan 700-1000 gram
• Ukuran 2 untuk berat badan 1000-2000 gram
• Ukuran 3 untuk berat badan 2000-3000 gram
• Ukuran 4 untuk berat badan 3000-4000 gram
• Ukuran 5 untuk berat badan > 4000 gram

Program Kesehatan
Ibu,
Health Services Program
Bayi Baru Lahir
dan Anak.

Karakteristik CPAP yang baik


• Selang fleksibel dan ringan yang memungkinkan
neonatus mengubah posisinya dengan mudah
• Mudah untuk dipasang dan dilepas
• Resistensi rendah sehingga neonatus dapat bernapas
secara spontan
• Relatif tidak invasif
• Sederhana dan mudah dipahami oleh semua pemakai
• Aman dan efektif dari segi biaya

Program Kesehatan
Ibu,
Health Services Program
Bayi Baru Lahir
dan Anak.

Efek CPAP
• Meningkatkan FRC
• Mencegah kolaps alveolar
• Meningkatkan compliance
• Mempertahankan surfaktan
• Mendukung jalan napas dan diafragma
• Menstimulasi pertumbuhan paru

323
Modul 22
Continuous Positive Airway Pressure

Program Kesehatan
Ibu,
Health Services Program
Bayi Baru Lahir
dan Anak.

CPAP dan Pertumbuhan Paru


• 50 musang jantan muda (berat = 350 g) telah
diteliti
• Setelah dilakukan trakeostomi, musang dibagi
secara acak ke dalam 2 kelompok:
– Kelompok CPAP (6 cm H2O)
– Kelompok kontrol
• Pengukuran dilakukan setelah 2 minggu:
– Volume paru
– Berat paru
– Protein dan kandungan DNA paru

JAP, 1996:81:1471

Program Kesehatan
Ibu,
Health Services Program
Bayi Baru Lahir
dan Anak.

CPAP dan Pertumbuhan Paru


200
P<0.01
*
150
Kontrol
100 CPAP

50

0
Data awal Minggu 1 Minggu 2

Kapasitas Paru Total

Program Kesehatan
Ibu,
Health Services Program
Bayi Baru Lahir
dan Anak.

CPAP dan Pertumbuhan Paru


200
P<0.01
150
Kontrol
100 CPAP

50

0
Volume Berat Protein DNA

324
Paket Pelatihan PONEK
Asuhan Neonatus Esensial

Program Kesehatan
Ibu,
Health Services Program
Bayi Baru Lahir
dan Anak.

CPAP pada BBLSR


100
P<0.05
75
Sebelum
50 Sesudah
*

25 *
*

0
Intubasi BPD IVH>2

Linden et al, Pediatrics; 1999

Program Kesehatan
Ibu,
Health Services Program
Bayi Baru Lahir
dan Anak.

CPAP pada bayi prematur sangat kecil


100

75
ENCPAP Failed

50

25

23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35

Program Kesehatan
Ibu,
Health Services Program
Bayi Baru Lahir
dan Anak.

Pengalaman Sejalan dengan Waktu


BPD ENCPAP

35753
35794
35796
35803
35803
35823
35848
35850
35872
35877
35880
35893
35906
35906
35928
35931
35999
36008
36025
36029
36029
36049
36057
36063
36085
36107
36107
36107
36143
36143
36153
36164
36172
36172
36180
36182
36184
36189
36206
36210
36253
36256
36276
36279
36285
36288
36301
36302
36302
36304
36326
36331
36331
36350
36350
36371
36413
36414
36420
36421
36422
36424
36429
36432
36458
36473
36480
36511
36527
36548
36554
36575
36603
36604
36619
36626
36626
36665
36721
36732
36758
36769
36776
36794
36825
36830
36830
36849
36849
36858
36866
36868
36879
36882
36896
36900
36903
36903
36903
36919
36919
36963
36985
36999
37001
37001
37009
37046
37055
37081
37093
37094
37098
37100
37103
37103
37117
37124
37128
37129
37146
37151
37151
37151
37157
37157
37160
37160
37182
37221
37221
37228
37230
37246
37286
37294
37296
37296
37302
37312
37318
37325
37329
37336
37343
37343
37369
37377
37397
37410
37414
37437
37450
37457
37457
37460
37467
37467
37483
37484
37486
37491
37491
37491
37510
37517
37521
37527
37534
37534
37540
37547
37552
37558
37560
37560
37560
37561
37578
37581
37587
37595
37595
37599
37609
37614
37622
37624
37625
37629
37634
37634
37641
37641
37643
37645
37658
37665
37681
37699
37707
37707
37707
37731
37738
37738
37738
37741
37742
37742
37759
37766
37771
37780
37808
37825
37836
37861
37865
37865
37868
37871
37880
37887
37910
37921
37925
37934
37936
37956
37964
37970
37972
37974

325
Modul 22
Continuous Positive Airway Pressure

Program Kesehatan
Ibu,
Health Services Program
Bayi Baru Lahir
dan Anak.

Siapa yang Diuntungkan dengan


CPAP?
• Neonatus prematur dengan sindrom gawat
pernafasan (RDS)
• Neonatus dengan transient tachypnea of
the newborn (TTN)
• Neonatus dengan meconium aspiration
syndrome (MAS)
• Neonatus dengan apnea yang sering
terjadi dan bardikardia prematuritas

Program Kesehatan
Ibu,
Health Services Program
Bayi Baru Lahir
dan Anak.

Siapa yang diuntungkan… (Lanj.)?


• Neonatus dengan paralisis diafragma
• Neonatus yang telah dilepas dari ventilator
mekanik
• Neonatus dengan penyakit saluran napas
seperti trakeomalacia dan bronkiolitis
• Neonatus setelah pembedahan di bagian
perut atau dada

Program Kesehatan
Ibu,
Health Services Program
Bayi Baru Lahir
dan Anak.

Prosedur Klinis
• Mulailah CPAP segera setelah bayi lahir
• Pada saat datang dari ruang bersalin
– Neonatus harus segera ditimbang,
dikeringkan, dan ditempatkan di tempat tidur
dengan penghangat dan probe servo dipasang
pada kulit di atas hati.
– Pulse-oximeter harus dipasang (lebih disukai
pada lengan kanan).

326
Paket Pelatihan PONEK
Asuhan Neonatus Esensial

Program Kesehatan
Ibu,
Health Services Program
Bayi Baru Lahir
dan Anak.

Mempertahankan CPAP
• Memantau neonatus pada CPAP
– Neonatus dengan CPAP nasal harus
menjalani pemeriksaan sistem setiap 2-4 jam
– Gastrointestinal: amati keberadaan kembung
pada perut, lingkaran usus yang terlihat dan
auskultasi bunyi usus.
• Jaga agar ujung peralatan CPAP tidak
mengenai nasal septum dalam keadaan
apapun.

Program Kesehatan
Ibu,
Health Services Program
Bayi Baru Lahir
dan Anak.

Mempertahankan CPAP
• Isap rongga hidung, mulut, faring dan perut setiap
2-4 jam dan sesuai dengan kebutuhan.
– Meningkatkan upaya respirasi, meningkatkan kebutuhan
akan O2 dan episode-episode apnea/bradikardia mungkin
merupakan indikasi untuk dilakukannya pengisapan.
Perhatikan jumlah, konsistensi dan warna sekresi. Untuk
mengencerkan sekresi kental yang telah mengering,
gunakan beberapa tetes larutan salin steril 0,9%.

Program Kesehatan
Ibu,
Health Services Program
Bayi Baru Lahir
dan Anak.

Mempertahankan CPAP
• Periksa integritas seluruh sistem CPAP.
– Apakah mesin pencampur telah dipasang pada persentase yang
sesuai?
– Apakah flow meter telah diset pada kecepatan 5 dan 7 liter/
menit?
– Apakah humidifier berisi air dalam jumlah yang benar?
– Apakah suhu gas yang dihisap telah sesuai?
– Apakah selang korugasi tidak berisi air?
– Apakah ujung selang pada botol outlet berada pada ketinggian 5
cm dan untuk asam asetat pada ketinggian 0 cm?
– Apakah botol outlet mengeluarkan gelembung?

327
Modul 22
Continuous Positive Airway Pressure

Program Kesehatan
Ibu,
Health Services Program
Bayi Baru Lahir
dan Anak.

Pemberian Asupan dengan CPAP


• CPAP nasal bukan kontraindikasi untuk
pemberian asupan secara enteral. Mungkin perlu
dilakukan tindakan aspirasi kelebihan udara dari
perut sebelum pemberian asupan. Jika stabil
secara klinis, neonatus yang dipasangi CPAP
dapat diberi asupan dengan cara disusui,
dengan metode sonde, atau pemberian asupan
secara berkesinambungan.

Program Kesehatan
Ibu,
Health Services Program
Bayi Baru Lahir
dan Anak.

Melepas CPAP
• Setelah pemasangan CPAP, neonatus harus
dapat bernapas dengan mudah dengan adanya
penurunan kecepatan respirasi dan retraksi yang
terlihat jelas. FiO2 harus diturunkan secara
bertahap dengan penurunan 2-5% secara
bertahap dipandu oleh pembacaan pulse-
oximeter atau hasil pemeriksaan gas darah.
Kebutuhan akan FiO2 akan menurun hingga ke
tingkat udara kamar.

Program Kesehatan
Ibu,
Health Services Program
Bayi Baru Lahir
dan Anak.

Melepas CPAP
• Jika neonatus bernafas dengan nyaman dengan
menggunakan CPAP dengan FiO2 sejumlah 21%, ia harus
diberikan dicoba untuk lepas dari CPAP. Nasal prong harus
dilepas dari selang korugasi dengan selang melekat pada
tempatnya. Neonatus harus dinilai selama percobaan
tersebut untuk keberadaan takipnea, retrasi, desaturasi
oksigen atau apnea. Jika tanda-tanda ini teramati maka
percobaan dianggap gagal. Neonatus harus segera
dipasang CPAP kembali untuk setidaknya satu hari
sebelum percobaan pelepasan CPAP dilakukan kembali.

328
Paket Pelatihan PONEK
Asuhan Neonatus Esensial

Program Kesehatan
Ibu,
Health Services Program
Bayi Baru Lahir
dan Anak.

Melepas CPAP
• Jangan menukar CPAP dengan FiO2
• Jika terdapat keraguan mengenai
gangguan pernafasan selama proses
pelepasan, jangan melepas CPAP
• Merupakan hal yang bijak untuk
mengantisipasi dan mencegah kolaps paru
daripada menangani paru-paru yang sudah
mengalami kolaps.

Program Kesehatan
Ibu,
Health Services Program
Bayi Baru Lahir
dan Anak.

Kegagalan CPAP
• Neonatus dengan CPAP nasal dengan tekanan
yang optimal akan memerlukan ventilasi
mekanik jika salah satu di bawah ini terjadi:
– FiO2 pada CPAP >60%
– PaCO2 >60 mm Hg
– Asidosis metabolik yang terus bertahan dengan defisit
basa > -10
– Retraksi yang jelas teramati ketika sedang diterapi
CPAP
– Sering terjadi episode apnea dan/atau bradikardia

Program Kesehatan
Ibu,
Health Services Program
Bayi Baru Lahir
dan Anak.

Kegagalan CPAP
• Sebelum memulai ventilasi mekanik
periksa:
– Apa sistem CPAP telah diset dengan baik dan
dipasang pada hidung neonatus?
– Bagaimana penampilan neonatus secara
klinis? Jika ia terlihat sehat, ulangi
pemeriksaan gas darah untuk menyisihkan
kemungkinan kesalahan laboratorium.

329
Modul 22
Continuous Positive Airway Pressure

Program Kesehatan
Ibu,
Health Services Program
Bayi Baru Lahir
dan Anak.

Penanganan Masalah
• Botol tidak mengeluarkan gelembung. Keadaan ini
mungkin disebabkan oleh kebocoran udara di suatu tempat
dalam sirkuit. Lepaskan prong dari hidung dan tutup atau
sumbat prong tersebut.
– Jika sistem mengeluarkan gelembung, ini berarti bahwa Anda
menggunakan ukuran prong yang salah (mungkin terlalu
kecil) atau tidak pas pada hidung atau kurang erat. Kadang-
kadang, jika neonatus membuka mulutnya sistem dapat
berhenti mengeluarkan gelembung. Keadaan ini dapat
dikoreksi dengan memasang “chin strip”.
– Jika botol tidak mengeluarkan gelembung maka berarti
masalahnya berada dalam sirkuit. Periksa setiap komponen
dalam sirkuit secara sistematis.

Program Kesehatan
Ibu,
Health Services Program
Bayi Baru Lahir
dan Anak.

Penanganan Masalah
• Prong tidak dapat tetap berada di posisinya.
Periksa hal-hal berikut:
– Apakah Anda menggunakan prong dengan ukuran
yang benar?
– Apakah bagian tudung berada di posisi yang
tepat?
– Apakah selang korugasi terpasang dengan tepat
pada tudung di kedua sisinya pada sudut yang
benar terhadap prong ?
– Apakah Velcro moustache perlu diganti?

Program Kesehatan
Ibu,
Health Services Program
Bayi Baru Lahir
dan Anak.

Penanganan Masalah
• Neonatus tidak pernah tenang:
– Periksa sekresi jalan nafas
– Berikan pacifier (dot) dan tenangkan BBL.
– Aspirasi gas berlebihan dari perut bayi jika
perlu

330
Paket Pelatihan PONEK
Asuhan Neonatus Esensial

Program Kesehatan
Ibu,
Health Services Program
Bayi Baru Lahir
dan Anak.

Penanganan Masalah
• Kerusakan septum nasal. Disebabkan
oleh tekanan dan/atau friksi terus
menerus pada septum nasal.
Pencegahan merupakan strategi kunci:
– Gunakan prong dengan ukuran yang benar
– Eratkan prong dengan tudung yang pas
dan pin serta tali karet yang diposisikan
dengan benar pada selang korugasi
– Gunakan Velcro moustache

Program Kesehatan
Ibu,
Health Services Program
Bayi Baru Lahir
dan Anak.

Penanganan Masalah
• Kerusakan nasal septum. Disebakan oleh
tekanan dan/atau friksi terus menerus pada
septum nasal. Pencegahan merupakan
strategi kunci (lanj.):
– Jangan biarkan bagian bridge dari prong
menyentuh septum nasal dalam keadaan apapun
– Gunakan bantalan hidung (douderm!)
– Jangan biarkan prong memelintir. Ini dapat
menyebabkan tekanan lateral terhadap septum.

Program Kesehatan
Ibu,
Health Services Program
Bayi Baru Lahir
dan Anak.

Ringkasan: Tujuan
1. Melakukan prosedur stabilisasi awal
pada neonatus dalam proses persalinan
2. Mendefinisikan CPAP nasal
3. Mengetahui efek-efek fisiologis dari
CPAP nasal
4. Mengidentifikasi neonatus yang dapat
memperoleh keuntungan dari CPAP nasal

331
Modul 22
Continuous Positive Airway Pressure

Program Kesehatan
Ibu,
Health Services Program
Bayi Baru Lahir
dan Anak.

Ringkasan: Tujuan
1. Mengetahui ketiga komponen sistem CPAP
nasal
2. Mendefinisikan karakteristik sistem CPAP
yang baik dan mengetahui bahan yang
diperlukan di unit asuhan neonatal untuk
mempertahankan sistem yang efektif
7. Mengetahui bagaimana memasang unit
CPAP dengan menggunakan panduan
kontrol infeksi yang sesuai

Program Kesehatan
Ibu,
Health Services Program
Bayi Baru Lahir
dan Anak.

Ringkasan: Tujuan
1. Mempersiapkan sistem CPAP dan
memasangnya pada neonatus
2. Mempertahankan CPAP nasal dan
memantau neonatus dengan baik
3. Mengetahui bagaimana melepas
neonatus dari CPAP nasal

Program Kesehatan
Ibu,
Health Services Program
Bayi Baru Lahir
dan Anak.

Ringkasan: Tujuan
1. Mengetahui indikasi untuk ventilasi
mekanik untuk neonatus yang
dipasangi CPAP nasal
2. Mengetahui cara mengatasi masalah
untuk sistem CPAP

332
Paket Pelatihan PONEK
Asuhan Neonatus Esensial

Program Kesehatan
Ibu,
Health Services Program
Bayi Baru Lahir
dan Anak.

Kesimpulan
• Pemakaian dini CPAP dikaitkan dengan insidensi
BPD yang lebih rendah serta masa rawat inap di
rumah sakit yang lebih pendek
• Ventilasi mekanik, bahkan untuk waktu yang
singkat, memiliki hubungan dengan risiko BPD
yang meningkat
• Sistem CPAP saat ini memerlukan waktu dan
pengalaman untuk dapat mencapai tingkat
keberhasilan yang memuaskan

Program Kesehatan
Ibu,
Health Services Program
Bayi Baru Lahir
dan Anak.

333

Anda mungkin juga menyukai