0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
198 tayangan33 halaman

Pemasangan dan Warna Kabel Listrik

Dokumen tersebut membahas tentang identifikasi kabel listrik dan pemilihan luas penampang penghantar berdasarkan beberapa faktor seperti kemampuan hantar arus, drop tegangan, dan sifat lingkungan. Juga dibahas tentang peralatan pelindung hantaran listrik seperti jenis-jenis pipa instalasi dan tujuan pemasangannya.

Diunggah oleh

efendi nugroho
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
198 tayangan33 halaman

Pemasangan dan Warna Kabel Listrik

Dokumen tersebut membahas tentang identifikasi kabel listrik dan pemilihan luas penampang penghantar berdasarkan beberapa faktor seperti kemampuan hantar arus, drop tegangan, dan sifat lingkungan. Juga dibahas tentang peralatan pelindung hantaran listrik seperti jenis-jenis pipa instalasi dan tujuan pemasangannya.

Diunggah oleh

efendi nugroho
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Contoh :

Kabel NYA 4 re 1000 V

Menyatakan suatu kawat berisolasi untuk tegangan nominal 1000V, berisolasi PVC
dan mempunyai penghantar tembaga padat bulat dengan luas penampang nominal 4 mm
².
Kabel NYM – 0 4 x 2,5 rm 500 V

Menyatakan suatu kabel berinti banyak untuk tegangan nominal 500 V, berisolasi dan
berselubung PVC dan mempunyai penghantar tembaga bulat berkawat banyak dengan
luas penampang nominal 2,5 mm ², dengan sistim pengenal warna urat tanpa hijau-
kuning.

1.3 Identifikasi Kabel Dengan Warna

Peraturan warna selubung penghantar dan warna isolasi inti penghantar harus
diperhatikan pada saat pemasangan. Hal tersebut di atas diperlukan untuk mendapatkan
kesatuan pengertian mengenai penggunaan sesuatu warna atau warna loreng yang
digunakan untuk mengenal penghantare guna keseragaman dan mempertingi keamanan.

Penggunaan warna loreng Hijau – kuning

Warna hijau-kuning hanya boleh digunakan untuk menandai penghantar


pembumian, pengaman dan penghantar yang menghubungkan ikatan penyama tegangan
ke bumi.

Pengunaan warna biru

Warna biru digunakan untuk menandai penghantar netral atau kawat tengah, pada instalasi
listrik dengan penghantar netral. Untuk menghindarkan kesalahan, warna biru tersebut tidak
boleh digunakan untuk menandai penghantar lainnya. Warna biru hanya dapat digunakan
untuk maksud lain, jika pada instalasi tersebut tidak terdapat penghantar netral atau kawat
tengah. Warna biru tidak untuk kabel pentanahan.

Penggunaan warna kabel berinti tunggal


Untuk pengawatan di dalam perlengkapan listrik disarankan hanya mengunakan kabel
dengan satu warna., khususnya warna hitam. Jika diperlukan warna lain untuk penandaan

1
disarankan mengunakan warna cokelat.

Pengenal untuk inti atau rel

Untuk kabel dengan isolasi dari bahan polyethylene disingkat dengan PE, polyvinyl chloride
disingkat dengan PVC, cross linked polyethylene disingkat dengan XLPE.

Warna untuk kabel berselubung berinti tunggal

Kabel berselubung berinti tunggal boleh digunakan untuk fase, netral, kawat tengah atau
penghantar pembumian asalkan isolasi kedua ujung kabel yang terlihat ( bagian
yang dikupas selubungnya ) dibalut isolasi khusus yang berwarna

Untuk instalasi listrik Untuk pelengkapan listrik

- Fasa R merah - U / X merah

- Fasa S kuning - V / Y kuning

- Fasa T hitam - W / Z hitam

- netral biru - Arde loreng hijau – kuning

Warna selubung kabel

Warna selubung kabel ditentukan sebagai berikut :

- Kabel berisolasi tegangan pengenal (500 V) putih

- Kabel udara berisolasi PE, PVC, XPLPE (600 – 1000 V) hitam

- Kabel tanah berselubung PE dan PVC (600 – 1000 V) hitam

- Kabel tanah berselubung PE, PVC > 1000 V merah

2
1.4 Pemilihan Luas Penampang Penghantar

Pemilihan luas penampang penghantar harus mempertimbangkan hal-hal berikut ini:

1. Kemampuan Hantar Arus (KHA)


Menurut PUIL 2000 pasal [Link] bahwa “penghantar sirkit akhir yang
menyuplai motor tunggal tidak boleh mempunyai KHA kurang dari 125% arus pengenal
beban penuh.”
- Untuk Arus Searah : In = P/V (A)
- Untuk Arus Bolak-balik Satu Fasa: In = P/([Link] φ) (A)
- Untuk Arus Bolak-balik tiga Fasa: In = P/( .[Link] φ) (A)
KHA = 125% X In
Dimana: I = Arus Nominal Beban Penuh (A) P =
Daya Aktif (W)
V = Tegangan (V)
Cos φ = Faktor Daya

2. Drop Voltage
Drop voltage atau disebut dengan susut tegangan merupakan perbedaan antara
tegangan sumber dengan tegangan di beban, karena tegangan di beban tidak sama
dengan tegangan sumber yaitu tegangan di beban lebih kecil dari tegangan sumber,
dapat disebabkan oleh faktor arus dan impedansi saluran.

3. Sifat Lingkungan
Sifat lingkungan merupakan kondisi dimana penghantar itu dipasang. Faktor-
faktor berikut harus diperhatikan:
- Penghantar dapat dipasang atau ditanam dalam tanah dengan memperhatikan kondisi
tanah yang basah, kering atau lembab. Ini akan berhubungan dengan pertimbangan
bahan isolasi penghantar yang digunakan.
- Suhu lingkungan seperti suhu kamar dan suhu tinggi, penghantar yang digunakan
akan berbeda.
- Kekuatan mekanis, misalnya: pemasangan penghantar di jalan raya berbeda dengan di
dalam ruangan atau tempat tinggal. Penghantar yang terkena beban mekanis, harus
dipasang di dalam pipa baja atau pipa beton sebagai pelindungnya.

4. Kemungkinan Lainnya
Kemungkinan lainnnya merupakan kemungkinan-kemungkinan yang akan
terjadi di masa yang akan datang. Seperti penambahan beban yang akan mengacu pada
kenaikan arus beban sehingga perhitungan KHA penghantar untuk memilih luas

3
penampang penghantar akan berbeda. Drop tegangan maksimum yang diizinkan adalah
dua persen untuk penerangan dan lima persen untuk instalasi daya.

Tabel 2. Warna selubung luar kabel PVC

Tabel 3. Kemampuan hantar arus kabel instalasi berisolasi dan berselubung PVC

4
1. Peralatan Pelindung dan Hantaran Listrik

Perlu diketahui bahwa pada pekerjaan instalasi listrik banyak sekali dipergunakan pipa
listrik. Fungsi pipa adalah untuk melindungi pemasangan kawat penghantar. Dengan pemasangan
pipa akan diperoleh bentuk instalasi yang baik dan rapi.

2.1 MACAM-MACAM PIPA INSTALASI


Pipa instalasi yang digunakan dalam instalasi listrik antara lain:
1. Pipa besi/baja (union)
2. Pipa PVC (plastik)
3. Pipa spiral (fleksibel)
4. Pipa-galvani

1. Pipa Union
Pipa union adalah pipa yang terbuat dari plat besi dan dibuat oleh pabrik tanpa
menggunakan las dan diberi cat meni berwarna merah. Pipa jenis ini dalam pengerjaannya mudah
karena dapat dengan mudah dibengkokkan dalam keadaan dingin. Selain daripada itu pipa union
mudah pula dipotong dengan gergaji besi. Pipa jenis ini mudah didapat dipasaran dengan harga
relatif murah.
Dalam instalasi listrik, pada pemasangan pipa union, jika masih dalam jarak jangkauan tangan
harus dihubungkan dengan bumi, kecuali bila digunakan untuk menyelubungi kawat pembumian
(arde). Pemasangan pipa union umumnya dipasang pada tempat yang kering dengan maksud
menghindari terjadinya korosi atau karat.

2. Pipa PVC atau Paralon


Dewasa ini selain pipa union yang terbuat dari besi, juga banyak dipakai pipa pelindung
yang terbuat dari pipa bahan PVC atau paralon. Keuntungan penggunaan pipa PVC ini dibanding
dengan pipa union antara lain adalah pipa PVC lebih ringan, mudah pengerjaannya, mudah
dibengkokkan dan yang lebih penting adalah pipa PVC sendiri adalah merupakan bahan isolasi
sehingga dalam pemasangannya tidak akan mengaibatkan terjadinya hubungan pendek antara
penghantar dengan pipa.
Penggunaan pipa PVC sangat cocok untuk daerah lembab sebab tidak akan menimbulkan korosi.
Namun demikian pipa PVC mempunyai kelemahan yaitu tidak tahan digunakan pada suhu kerja di
atas 600C.

5
3. Pipa Fleksibel
Pada instalasi listrik adakalanya dipasang pipa yang disebut pipa fleksibel. Pipa ini dibuat
dari logam yang mudah diatur dan lentur. Sebagai contoh misalnya dipakai sebagai pelindung
kabel yang berasal dari dak standar menuju ke meter pembatas listrik atau juga dipakai sebagai
pelindung pada penghantar instalasi tenaga seperti mesin bubut, pres, dan mesin skraf serta
dikapal laut, dan sebagainya.

4. Pipa Galvanis
Didalam instalasi listrik pipa galvanis banyak digunakan pada dak standar,tiang lampu
[Link] pipa galvanis ini biasanya juga disebut pipa ledeng.
Maksud dan tujuan pemasangan pipa pada instalasi listrik antara lain:
1. Untuk memberikan perlindungan pada penghantar terhadap gangguan mekanis yang
mungkin terjadi pada penghantar.
2. Sebagai tempat untuk meletakkan/menyalurkan kabel penghantar di dalamnya.
3. Untuk mempermudah pembongkaran dan pemasangan kembali penghantar-penghantar
pada waktu perbaikan/penggantian penghantar yang rusak.
Pada instalasi listrik direncanakan sedemikian rupa dengan permukaan bagian dalamnya harus
licin, agar dalam penarikan kawat penghantar di dalam pipa tersebut tidak mengakibatkan isolasi
kawat tersebut tidak rusak. Pipa instalasi harus memenuhi ketentuan pada persyaratan sebagai
berikut:
1. Pipa instalasi harus terbuat dari bahan yang tahan terhadap kelembaban.
Misalnya: pipa baja, pipa PVC (pastik) atau bahan lain yang sederajat. (Pasal 730 D2 PUIL
77).
2. Pipa instalasi harus dibuat sedemikian rupa sehingga dapat melindungi secara mekanis
hantaran yang ada di dalamnya dan harus tahan terhadap tekanan mekanis yang mungkin
timbul selama pemasangan dan pemakaian. (pasal 730 D3 sub. A PUIL 771).
3. Permukaan bagian dalam dan luar dari pipa harus licin dan rata, tidak boleh terdapat
lubang atau tonjolan yang tajam atau cacat lain yang sejenis pada bagian dalam atau luar
pipa tersebut, serta harus dilindungi secara baik terhadap karat. (pasal 730 D3 sub.b PUIL
77).
4. Pada bagian dalam pada ujung dari bahagian penyambung pipa tidak boleh terdapat
bahagian tajam. Permukaan dan pinggiran atau bibir lewat mana hantaran itu ditarik harus
licin dan tidak tajam. Pada ujung bebas dari pipa instalasi yang terbuat dari baja, kawat
dipasang-selubung masuk (tule) yang berbentuk baik dan terbuat dari bahan yang awet.
5. Pemasangan pipa instalasi harus sedemikian rupa sehingga hantaran dapat ditarik dengan
mudah setelah pipa benda bantu dipasang, serta hantaran dapat diganti dengan mudah
tanpa membongkar sistem pipa (pasal 730 F1 PUIL 77).

6
6. Pipa instalasi yang terbuat dari logam dan terbuka yang terdapat dalam jarak yang kanan
tangan harus ditahankan dengan baik, kecuali bila pipa instalasi logam tersebut
dipergunakan untuk menyelubungi kabel yang mempunyai instalasi ganda (mis: NYM) atas
digunakan hanya untuk menyelubungi kawat pertahanan. (pasal 730 F3 PUIL 77)
7. Pipa instalasi harus sedapat mungkin dipasang secara tegak lurus atau mendatar. (pasal
730 F4 PUIL 77)

Pipa instalasi PVC (plastik) memiliki beberapa keuntungan antara lain:


a. Tahan terhadap bahan kimia, jadi tidak perlu dicat.
b. Tidak menyalurkan nyala api.
c. Ringan dan mudah dibawah/digunakan
d. Mudah dibentuk dengan menggunakan alat pemanas.

Pipa instalasi logam/baja memiliki beberapa keuntungan antara lain:


1. Lebih kuat
2. Tahan terhadap panas dan nyala api
3. Bisa dijadikan pentahanan langsung
4. Kerusakan mekanis tidak perlu diragukan

2.2 Macam-Macam Benda Bantu Pada Pemasangan Pipa Instalasi


1. Kotak sambung (T. dos)
2. Lasdop
3. Tule
4. Sengkang / pelana
5. Roset kayu
6. Sambungan Pipa (SOK)
7. Bengkokan (karte bocht)

1. KOTAK SAMBUNG ([Link])


Kotak sambung pada instalasi penerangan berguna untuk:
a. Sebagai tempat penyambung/ pemeriksa kabel instalasi untuk alat hubung pemakai/ bebas
dari penarikan penarikan kabel ke instalasi selanjutnya.
b. Sebagai tempat pemeriksaan kabel instalasi.

7
JENIS -JENIS KOTAK SAMBUNG
Kotak sambungang yang banyak digunakan alam pemasangan instalasi adalah:

kotak sambungan 2 cabang tanpa ulir/sekrup digunakan sebagai tempat penyambungan hantaran
dan pemeriksaan kabel instalasi.
Pada pasaran terdapat bermacam ukuran yaitu: 5/8”, 3/4”, 1” 1 1/4”, 1 1/2” dan 2”.

kotak sambungan 4 cabang tanpa ulir sekrup digunakan untuk tempat penyambungan hantaran
mendatar, turun dan naik. Dan pada pasaran terdapat ukuran 5/8”, 3/4”, 1”, 1 1/4”, dan 1 1/2”.

2. LASDOP

lasdop digunakan pada sambung dan untuk mencegah adanya hubungan dan untuk mencegah
adanya hubungan singkat (korslet).
Oleh karena itu semua sambungan kabel yang terdapat di dalam kotak sambung (T. doa) harus
ditutup dengan lasdop.

8
3. TULE (TUTUP UJUNG PIPA)

Tule digunakan pada ujung pipa, dan berguna untuk mencegah terjadinya kerusakan
isolasi disaat penerikan/pemasangan kabel instalasi sementara dilaksanakan. Tuls memiliki ukuran
antara lain: 3/4”, 1”, 1 1/2”, 5/8”, dan 2”

4. KLEM / SENKANG / PELANA

Klem digunakan pada instalasi di luar tembok. Klem digunakan untuk mempekuat pipa atau kabel.
Pada pasaran terdapat ukuran 15/8”, 3/4”, 1”, 1 1/4” 1 1/2” dan 2”.

Pemakaian roset dalam instalasi pipa, dikarenakan untuk memasang lampu dan saklar tidak
diizinkan langsung ke dinding maupun plafon, tetapi terlebih dahulu harus menggunakan roset
kemudian disusul dengan fitting atau saklar

5. SAMBUNGAN PIPA (SOK)

Sambungan (SOK) digunakan menyimpang/menyambung pipa lurus.

9
Bengkokan (karte bocht) digunakan untuk pemasangan instalasi pipa yang membelok.

6. BENGKOKAN (KARTE BOCHT)


Peraturan yang berkaitan dengan penyambungan dalam kotak sambungan ([Link]) adalah:
Pasal 730 F6 PUIL 7z7 yakni: kotak bantu, seperti kotak periksa, kotak tarik, benda bengkok,
benda siku dan benda T harus dipandang sedemikian rupa sehingga tetap memungkinkan untuk
maksud seperti pemeriksaan kembali dari hantaran yang ada atau pemasangan hantaran
tambahan.
Di antara dua kotak kecil tidak boleh ada lebih dari empat benda bengkok atau 20 meter pipa
lurus. Benda bengkok S ringan dianggap satu benda.
Pasal 730 F7 PUIL: pada lajur pipa di antara dua kotak tarik yang panjangnya tidak lebih dari 10
meter, dapat dipasang satu benda pada kedudukan tidak lebih dari 0,5 meter dari kotak tarik yang
mudah dicapai, atau semua bengkokan yang lain pada lajur pipa tersebut tidak lebih dari 90

10
3. Pemasangan Instalasi Saluran Kabel

Pemasangan kabel instalasi dapat dilaksanakan dalam berbagai cara sesuai dengan
keperluannya diantaranya dengan menggunakan:
1. Konduit
2. cable ladder
3. cable tray/trunking
4. cable duct
5. cable trench

1.1 Pemasangan kabel instalasi dengan menggunakan konduit


Pipa conduit atau sering disebut Electrical Conduit Pipe umumnya berupa pipa PVC jenis high
impact (bisa dibending/tekuk) yang berfungsi sebagai pelindung instalasi kabel di bangunan
gedung. Mengapa menggunakan pipa conduit bahan PVC? Ada beberapa alasannya antara lain
1. Ringan, serta mudah dan cepat pemasangannya.
2. Menggunakan pipa conduit bahan PVC lebih murah jika dibandingkan dari bahan
logam seperti besi galvanis.
3. Tidak berkarat dan bebas perawatan.
4. Mudah dipotong dan dapat dibengkokkan sampai sudut tertentu
5. Merupakan isolator yang baik sehingga tahan api dan tidak mudah terbakar.
6. Permukaan bagian dalam pipa yang halus sehingga tidak merusak kabel jika ditarik
melalui pipa.
Umumnya pipa conduit dijual dalam satuan batang sepanjang 3 meter dengan ukuran diameter
luar 20 mm, 25 mm, dan 32 mm. Conduit dan sparing harus mempunyai ukuran minimal 1,5 kali
total diameter kabel yang dilindunginya.
Apa yang harus diperhatikan dalam pemasangan pipa conduit
a. Untuk pemasangan pipa conduit di dalam dinding, harus diusahakan agar
dilaksanakan sebelum pekerjaan plesteran, agar permukaan dinding tidak
bergelombang.
b. Pemasangan pipa conduit di atas plafond harus dikoordinasikan dengan jalur-jalur
instalasi yang lain agar dapat tersusun rapi dan tidak saling mengganggu.
• Pertemuan pipa sparing dari dalam dinding dengan pipa conduit di plafond
menggunakan doos penyambungan yang diantaranya dipasang flexible conduit yang
dipasang dengan cara klem.
c. Untuk mempermudah penarikan kabel di dalam pipa conduit, dapat menggunakan
kawat pancing.

11
Kelebihan penggunaaan pipa conduit antara lain adalah : melindungi kabel dari bahaya impact
seperti terkena benda jatuh, tergencet, dan gesekan serta gigitan tikus yang dapat meyebabkan
isolasi kabel terkelupas sehingga membuat instalasi lebih tahan lama.
Sedangkan kekurangan penggunaan pipa conduit antara lain adalah : membutuhkan biaya lebih
untuk pipa conduit, dan relatif membutuhkan waktu lebih untuk keseluruhan pekerjaan instalasi
listrik.

Conduit merupakan sistem perpipaan listrik yang digunakan untuk perlindungan dan
routing kabel listrik. Conduit dapat terbuat dari logam, plastik, serat atau tanah liat. Conduit fleksibel
tersedia untuk tujuan khusus. Conduit umumnya dipasang di lokasi pemasangan peralatan listrik.
Penggunaannya, bentuk, dan rincian instalasi sering ditentukan oleh peraturan kelistrikan, seperti
Amerika Serikat NEC atau kode nasional atau lokal lainnya.
Instalasi penerangan listrik awal memanfaatkan pipa gas yang ada untuk peralatan gas cahaya
(dikonversi ke lampu listrik). Karena teknik ini memberikan perlindungan yang sangat baik untuk
jaringan kabel interior, itu diperluas ke semua jenis kabel interior dan oleh kopling awal abad ke-20
tujuan-dibangun dan fitting yang diproduksi untuk penggunaan listrik.
Perbandingan dengan metode kabel lainnya
Conduit memberikan perlindungan yang sangat baik untuk konduktor tertutup dari dampak, air, dan
uap kimia. Nomor Variasi, ukuran, dan jenis konduktor dapat ditarik ke dalam saluran, yang
menyederhanakan rancangan dan konstruksi dibandingkan dengan menjalankan beberapa kabel
atau kabel komposit biaya disesuaikan. Perubahan kabel sering dibuat lebih sederhana dan lebih
aman melalui penggunaan saluran listrik, sebagai konduktor yang ada dapat ditarik dan konduktor

12
baru dipasang, dengan sedikit gangguan di sepanjang jalan saluran tersebut. Sebuah sistem
saluran dapat dibuat tahan air atau di bawah air. Logam saluran dapat digunakan untuk melindungi
sirkuit sensitif dari interferensi elektromagnetik, dan juga dapat mencegah emisi gangguan tersebut
dari kabel listrik tertutup. Bila dipasang dengan kelengkapan penyegel yang tepat, saluran tidak
akan membolehkan aliran gas yang mudah terbakar dan uap, yang memberikan perlindungan dari
bahaya terjadinya percikan api apalagi ledakan di daerah penanganan zat volatil.
Beberapa jenis saluran yang disetujui untuk bungkus langsung pada beton. Hal ini umumnya
digunakan di gedung-gedung komersial untuk memungkinkan outlet listrik dan komunikasi yang
harus dipasang di tengah daerah terbuka besar. Misalnya, kasus menampilkan ritel dan daerah
terbuka-kantor menggunakan lantai-mount kotak saluran dapat terhubung kabel listrik dan
komunikasi.
Kedua saluran logam dan plastik dapat menjadi bengkok di tempat kerja untuk memungkinkan
instalasi rapi tanpa berlebihan jumlah fitting diproduksi. Biaya instalasi saluran pipa lebih tinggi
daripada metode pengkabelan lain karena biaya bahan baku dan tenaga kerja. Dalam aplikasi
seperti pembangunan perumahan, tingkat perlindungan yang tinggi kerusakan fisik tidak diperlukan
sehingga biaya saluran tidak dibenarkan. Konduktor dipasang di dalam saluran tidak dapat
mengusir panas yang mudah seperti yang dipasang dalam jaringan kabel terbuka, sehingga
kapasitas yang ada setiap konduktor harus dikurangi jika banyak dipasang dalam satu saluran. Hal
ini tidak praktis, dan dilarang oleh peraturan kabel, untuk memiliki lebih dari 360 derajat lengkungan
total ada dari saluran, fitting outlet sehingga khusus harus disediakan untuk memungkinkan
konduktor akan dipasang tanpa kerusakan. Sementara saluran logam dapat digunakan sebagai
konduktor grounding, panjang sirkuit terbatas.

1.2 Pemasangan kabel instalasi dengan menggunakan cable ladder


Cable ladder adalah tempat meletakkan kabel yang berbentuk anak tangga

13
1.3 Pemasangan kabel instalasi dengan menggunakan cable tray/trunking

Kabel tray adalah perlengkapan yang digunakan untuk jalur pemasangan kabel listrik agar
aman dan terlihat rapih. Kabel tray merupakan sebuah sistem managemen saluran kabel untuk
mendukung konstruksi instalasi kabel listrik berisolasi yang digunakan untuk distribusi industri listrik
dan industri komunikasi. Kabel tray dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan instalasi kabel baik
di Industri telekomunikasi, kelistrikan maupun rumah tangga. Dengan menggunakan kabel tray
instalasi kabel tidak akan terjadi tumpang tidih dan terlilit satu sama lain. Karena jika kabel
dibiarkan tumpang tindih dan terlilit begitu saja, kemungkinan bisa menyebabkan kabel konsleting
dan akhirnya terjadi kebakaran.
Jaket kabel yang mudah terbuka dan terbakar dapat menyebabkan kabel terbakar dan kebakaran
dapat menyebar sepanjang kabel tray sepanjang struktur tersebut. Hal ini dapat dicegah dengan
mudah dengan menggunakan jaket kabel yang tahan api, atau lapisan fireproofing yang diterpakan
pada kabel yang terpasang. Pelapisan yang tebal atau fire-stops yang panjang membutuhkan

14
penyetelan dari sejak pemasangan dini, agar fireproofing dapat mengurangi panas dan mencegah
terjadinya kebakaran pada instalasi kabel.
Pada rumah tangga kabel tray sering dipasang pada tempat yang sulit dijangkau dan banyak debu
yang mudah kebakar. Hal ini dapat dengan mudah menyebabkan kebakaran jika kabel tray tidak
secara rutin di cek dan tetap dijaga kebersihannya.
Memurut tipe-nya kabel tray tersedia dalam 4 tipe yaitu tipe C (Stc), tipe U (Stu), tipe W (Slw) dan
tipe Heavy Duty (Slhd).
Menurut desainnya kabel tray terdiri dari 4 macam yaitu kabel tray pejal (Solid Bottom), kabel tray
berlubang (Perforated Tray), kabel tray bertangga (Ladder Try), dan kabel tray berpagar (Wiremesh
Tray). Sedangkan menurut bahan pembuatannya kabel tray kebanyakan terbuat dari baja
berkarat, baja galvanis (baja tak berkarat), alumunium, fiberglass yang diperkuat dan PVC (polyvinil
Chlorida). Bahan yang diberikan untuk penerapan dipilih berdasarkan korosi dan hambatan yang
digunakan untuk satu lokasi.
Kabel tray bahan PVC sangat cocok digunakan di outdoor dan indoor, karena mempunyai
beberapa keunggulan diantranya adalah :
– Pemasangannya lebih mudah
– Perawatannya lebih murah
– Lebih tahan lama dari kabel tray bahan besi/baja
– Tidak menghantarkan arus listrik sehingga minim resiko tersengat arus listrik
– Tahan terhadap cuaca ekstrem seperti Panas dan Hujan
– Tersedia dalam ukuran standart dengan penutup sepanjang 3.000 mm

A. Kabel Tray Pejal (Solid Bottom)


Kabel tray jenis ini memberikan perlindungan maksimum pada kabel, tapi membutuhkan
pemotongan tray tersebut atau ketepatan dari mulai kabel dimasukan sampai kabel keluar

Cable tray pejal tipe c dari bahan baja

15
Cable tray pejal tipe c dari bahan PVC

B. Kabel Tray Berlubang (Perforated Tray)


Kabel tray jenis ini biasanya untuk saluran kabel biasa atau kabel channel atau palung kabel.
Sebuah Vetinlasi tray dimiliki pada bagian bawah tray, agar sirkulasi udara baik disepanjang kabel,
pengeringan air, dan juga agar debu berjatuhan lewat tray tersebut. Kabel kecil mungkin keluar dari
tray melalu ventilasi yang terbuka, dimana mungkin slot atau lubang yang menekan kebagian
bawah. Kabel tray berlubang atau biasa disebut “Perforated Tray” adalah bentuk ideal untuk
aplikasi dalam instalasi kabel yang menghasilkan panas yang sedang. Lubang-lubang yang ada
pada kabel tray berlubang memberikan ventilasi yang cukup yang berfungsi untuk melepaskan
panas yang ditimbulkan oleh kabel listrik dan untuk menghindari terjebaknya panas di dalam
rangkaian kabel tray

Cable tray berlubang tipe c

16
Cable tray berlubang tipe u

Cable tray berlubang tipe c dengan penutup

C. Kabel Tray Tangga (Ladder Tray)


kabel tray jenis Ladder memiliki kabel yang mendukung balok yang melintang, seperti pada
anak tangga, pada interval reguler di urutan 4 sampai 12 inci (100 sampai 300 mm). Dan terdapat
ventilasi yang mungkin memliki pelindung yang kokoh untuk melindungi kabel dari kejatuhan objek,
debu, dan air. Pelindung tray digunakan untuk diluar ruangan atau lokasi yang sangat
berdebu. Kabel tray ladder adalah kabel tray yang dibentuk dari 2 batang besi samping yang
dihubungkan oleh palang-palang besi sehingga membentuk kabel tray yang menyerupai tangga.
Kabel tray ladder berbentuk tangga tersedia Tipe U (Slu), Tipe W (Slw) Dan Tipe Heavy Duty
(Slhd).

17
Kabel tray ladder tipe U

Kabel tray ladder tipe W

Kabel tray ladder tipe heavy duty dengan penutup

D. Kabel Tray Pagar (Wiremesh Tray)


Kabel tray mesh bebentuk pagar atau jaring biasanya digunakan untuk saluran instalasi
kabel berukuran kecil, dimana kabel kecil yang digunakan jumlahnya sangat banyak, seperti untuk
telepon atau kable jaringan komputer, kabel tray jenis lighter itu sesuai. Yang dibuat dari kawat
mesh, biasa disebut “keranjang kabel”, atau mungkin diambil dari bentuk tunggal pusat utama (rail)

18
dengan ribs yang menukung kabel pada kedua sisi, sedikit seperti tulang belakang ikan dan iga-
nya.

Kabel Tray Pagar (wire mesh)

E. Aksesoris (Perlengkapan) Kabel Tray


Kabel yang berdaya tinggi diletakan di tray yang membutuhkan dukungan blok untuk
mengatur jarak antara konduktor untuk menjaga dari kawat kabel yang terlalu panas. Kabel yang
lebih kecil mungkin bisa diltekan pada tray horisontal yang kurang aman, atau lebih aman dengan
menggunakan ikatan kabel pada bagian bawah dari puncak vertikal dari tray. Untuk mengatur
dukungan kabel pada perubahan derajat atau perubahan arah dari tray, sebuah jumlah yang besar
dari pengkhususan kabel tray yang sesuai juga dibuat agar kompatibel dengan masing-masing
ragam tray. Siku horisontal dirubah arah dari tray tersebut dari dataran yang sama seperti pada
bawah tray, dan bentuknya dibuat 30, 45 dan 90 derajat; didalam dan diluar siku itu untuk
mengubah ketegak lurusan tray yang dibawah.
Berbagai jenis penjepit, mendukung dan sambungan digunakan pada kabel tray untuk
menyediakan fungsi yang maksimum pada sistem tray tersebut. Contohnya, perbedaan ukuran dari
kabel tray digunakan dalam satu jalur agar dapat terhubung dengan peredam. Aksesoris atau
perlengkapan kabel tray antara lain yaitu : Straight Tray, Ouside Riser, Inside Riser, Elbow Tray,
Tee Tray, Cross Tray, Reducer (Left, Center or Right), Cover Tray, Joiner Tray, Bracket Support,
Hold Down Clamp, Hanger Beam, Hold Down Clip, End Plate Set, Splice Plate Set, Separator,
Horizontal Fishplate dan Vertical Fishplate

19
aksesoris kabel tray pejal

aksesoris kabel tray berlubang

20
aksesoris kabel tray tangga
Sistim Cable tray dapat diaplikasikan di berbagai tempat dan mudah solusinya (seperti
Airport, Rail, Terowongan, gedung bertingkat tinggi, perumahan, Industri, F & B, Power dan energi,
Photovoltaic, Oil & Gas, Sport event, dan lain-lain)

pemasangan kabel tray berlubang secara horizontal

pemasangan kabel tray ladder secara horizontal


Dalam pembuatan kabel listrik /pengkabelan, sistem cable tray digunakan untuk
mendukung pengisolasian kabel listrik yang digunakan untuk distribusi listrik dan komunikasi. Cable
tray digunakan sebagai alternatif untuk membuka sistem kabel atau saluran listrik. Kabel tray
biasanya digunakan untuk memanajemen kabel dalam konstruksi komersial dan industri. Cable tray

21
sangat berguna ketika mengantisipasi perubahan sistem kabel , karena kabel baru dapat diinstal
dengan meletakkan mereka dalam baki, bukan menarik mereka melalui pipa.
cable tray ini umum terbuat dari baja galvanis (galvanis steel), stainless steel, aluminium, atau
kaca-serat yang diperkuat plastik. Bahan untuk sebuah aplikasi tertentu dipilih berdasarkan
ketahanan korosi yang diperlukan untuk lokasi.

1.4 Instalasi listrik dengan cable duct


3.4.1 . Cable duct untuk pemasangan kabel tanah
Sistem duct adalah sistem pemasangan kabel tanah dengan dimasukkan ke dalam pipa yang
dicor beton. Duct yang dicor beton pada umumnya memakai pipa PVC tebal 2 mm, tetapi dapat
juga dipergunakan pipa yang lebih tebal, apabila dikehendaki dan diperlukan. Akan tetapi perlu
adanya perubahan pada ukuran dari penyekat, karena penampang dari pipa yang lebih tebal
dindingnya akan lebih besar Pipa PVC tebal 2 mm sangat cocok untuk duct beton dan cara ini
menguntungkan apabila route duct tersebut lebih dari dua pipa.

gambar cable duct

3.4.2 Cable duct untuk pemasangan dalam panel dan di dalam rumah
Dibuat dengan PVC bermutu dengan ketebalan memadai. Kabel duct dilengkapi dengan lubang-
lubang pada kedua sisinya seperti pada gambar dibawah ini

Fungsinya sebagai tempat dudukan kabel instalasi listrik yang dipasang pada bangunan dan panel
listrik, sehingga tertata rapi dan aman serta mudah dalam pemeliharaan dan perbaikan

22
Gambar penerapan kabel duct dalam panel

3.4.3 Instalasi listrik dengan cable trench


Cable trench adalah banker yang dibuat memanjang yang pada bagian bawah dan sisi kanan dan
kirinya diberi dinding beton

Gambar contoh cable trench

23
C. LATIHAN

1. Mengapa kabel Instalasi dirumah kita perlu di beri pelindung?


2. Jelaskan mengapa didalam melakukan instalasi listrik kabel memerlukan peralatan pelindung ?
3. Apa yang dimaksud dengan pipa conduit?
4. Mengapa menggunakan pipa conduit bahan PVC?
5. Apa yang harus diperhatikan dalam pemasangan pipa conduit
6. Apa kelebihan dan kekurangan menggunakan pipa conduit?
7. Apa kelebihan dan kekurangan menggunakan Tray Cable?
8. Ada berapa jenis Cable Tray yang bisa digunakan dalam pemasangan instalasi listrik? Jelaskan
9. Pada sebuah Penghantar ter dapat tulisan NYM 4 x 2,5 mm 500 V. Jelaskan arti dari tulisan
tersebut!
10. Efisienkah apabila pemasangan instalasi di rumah kita menggunakan kabel Tray?

24
D. RANGKUMAN

1. Kabel listrik adalah media untuk mengantarkan arus listrik ataupun informasi. Bahan dari
kabel ini beraneka ragam, khusus sebagai pengantar arus listrik, umumnya terbuat dari
tembaga dan umumnya dilapisi dengan pelindung. Selain tembaga, ada juga kabel yang
terbuat dari serat optik, yang disebut dengan fiber optic cable.
2. Penghantar atau kabel yang sering digunakan untuk instalasi listrik penerangan umumnya
terbuat dari tembaga. Penghantar tembaga setengah keras (BCC ½ H = Bare Copper
Conductor Half Hard) memiliki nilai tahanan jenis 0,0185 ohm mm²/m dengan
tegangan tarik putus kurang dari 41 kg/mm². sedangkan penghantar tambaga keras
(BCCH =Bare Copper Conductor Hard), kekuatan tegangan tariknya 41 kg/mm².
3. Fungsi pipa adalah untuk melindungi pemasangan kawat penghantar. Dengan
pemasangan pipa akan diperoleh bentuk instalasi yang baik dan rapi.
4. Conduit adalah pelindung kabel berbentuk pipa yang terbuat dari bahan yang tahan
terhadap tekanan mekanis, tahan terhadap panas, tidak menjalarkan nyala api,dan tahan
kelembaban.

25
E. TES FORMATIF

1. Yang merupakan kode selubung atau lapisan perlindungan luar bahan serat (misalnya
goni/jute) adalah :
a. A
b. Z.
c. B
d. AA
2. Contoh dari Selubung isolasi dari PVC adalah :
a. NYM
b. NF2X
c. N2XSY
d. NYA
3. Komponen yang berfungsi untuk melindungi sambungan atau percabangan hantaran dari
gangguan yang membahayakan.
a. APP
b. Kotak sambung
c. Saklar
d. Pipa instalasi
4. Kelangsungan pengaliran arus listrik kepada konsumen harus terjamin secara baik.
Pernyataan diatas termasuk dalam
a. Syarat keamanan instalasi listrik
b. Komponen pokok instalasi listrik
c. Syarat ekonomis
d. Syarat keandalan
26
5. Instalasi penerangan pada rumah penduduk menggunakan jenis kabel NYA yang luas
penampangnya adalah....
a. 2,75 mm2
b. 2,5 mm2
c. 2,9mm2
d. 1,5 mm2

6. Pipa instalasi PVC (plastik) memiliki beberapa keuntungan antara lain:


a. Tahan terhadap bahan kimia, jadi tidak perlu dicat.
b. Tidak menyalurkan nyala api.
c. Ringan dan mudah dibawah/digunakan
d. Mudah dibentuk dengan menggunakan alat pemanas.

7. Penggunaan warna untuk identifikasi kabel berlaku ketentuan yang benar adalah :
a. Warna hijau untuk penghantar netral
b. Warna kuning untuk penghantar pentanahan
c. Warna merah untuk penghantar netral
d. Warna biru untuk penghantar netral
8. Yang merupakan kode selubung atau lapisan perlindungan luar bahan serat (misalnya
goni/jute) adalah
a. A
b. Z
c. B
d. AA
9. Dalam melakukan sambungan dalam instalasi ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan, yang tidak termasuk adalah...
a. Kekokohan sambungan yang bebas dari gaya tarik mekanik dan elektrik
b. Kekokohan sambungan yang bebas dari bahan kimiawi,
c. Jenis kabel instalasi yang digunakan
d. Penempatan peralatannya dalam pemakaian yang sesuai dengan kegunaannya.
10. Komponen yang berfungsi untuk melindungi sambungan atau percabangan hantaran dari
gangguan yang membahayakan.
a. APP
b. Kotak sambung
c. Saklar
27
d. Pipa instalasi

F. UMPAN BALIK

A. UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT


1. Pedoman Penilain Tes Formatif
Pedoman Penskoran
Benar : 10
Salah : 0
KKM : 70

2. Tindak lanjut hasil penilaian


a. Remedial
✓ Remedial dapat diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai KKM
maupun kepada peserta didik yang sudah melampui KKM.
✓ Guru memberi semangat kepada peserta didik yang belum mencapai KKM
(Kriteria Ketuntasan Minimal). Guru akan memberikan tugas bagi peserta
didik yang belum mencapai KKM (Kriterian Ketuntasan Minimal), misalnya
• Jika setelah tes atau ulangan didapati banyak siswa yang nilainya belum
mencapai nilai minimal maka remedial yang digunakan adalah remedial
teaching yakni guru menjelaskan kembali materi pelajaran sesuai
dengan indikator yang kebanyakan siswa belum mampu menjawabnya,
namun jika hanya beberapa orang siswa saja maka cukup dengan
remedial test yakni siswa diberikan kesempatan untuk belajar terlebih
dahulu kemudian kembali mengerjakan soal dengan indikator soal yang
sama, tidak harus semua soal yang sudah terjawab diberikan kembali.
• Remedial dilaksanakan pada waktu dan hari tertentu yang disesuaikan,
seperti pada akhir jam belajar apabila masih ada waktu, atau di luar jam
pelajaran sesuai kesepakatan antara siswa dan guru.
b. Pengayaan
✓ Pengayaan diberikan untuk menambah wawasan peserta didik mengenai
materi pembelajaran yang dapat diberikan kepada peserta didik yang telah
tuntas mencapai KKM atau mencapai Kompetensi Dasar. Pengayaan dapat
ditagihkan atau tidak ditagihkan, sesuai kesepakatan dengan peserta didik.
Direncanakan berdasarkan IPK atau materi pembelajaran yang
membutuhkan pengembangan lebih luas.

28
G. KUNCI JAWABAN.

Kunci Jawaban Soal Latihan


1. Saluran kabel memerlukan peralatan pelindung karena :
Sebagai pelindung hantaran dan Agar Instalasi menjadi lebih rapih

2. Pipa conduit atau sering disebut Electrical Conduit Pipe umumnya berupa pipa PVC jenis
high impact (bisa dibending/tekuk) yang berfungsi sebagai pelindung instalasi kabel di
bangunan gedung

3. Pemilihan pipa konduit adalah karena :

a. Ringan, serta mudah dan cepat pemasangannya.


b. Menggunakan pipa conduit bahan PVC lebih murah jika dibandingkan dari
bahan logam seperti besi galvanis.
c. Tidak berkarat dan bebas perawatan.
d. Mudah dipotong dan dapat dibengkokkan sampai sudut tertentu
e. Merupakan isolator yang baik sehingga tahan api dan tidak mudah terbakar.
f. Permukaan bagian dalam pipa yang halus sehingga tidak merusak kabel jika
ditarik melalui pipa.
4. Apa yang harus diperhatikan dalam pemasangan pipa conduit
a. Untuk pemasangan pipa conduit di dalam dinding, harus diusahakan agar
dilaksanakan sebelum pekerjaan plesteran, agar permukaan dinding tidak
bergelombang.
b. Pemasangan pipa conduit di atas plafond harus dikoordinasikan dengan jalur-
jalur instalasi yang lain agar dapat tersusun rapi dan tidak saling mengganggu.
c. Pertemuan pipa sparing dari dalam dinding dengan pipa conduit di plafond
menggunakan doos penyambungan yang diantaranya dipasang flexible conduit
yang dipasang dengan cara klem.
d. Untuk mempermudah penarikan kabel di dalam pipa conduit, dapat menggunakan
kawat pancing

5. Kelebihan penggunaaan pipa conduit antara lain adalah : melindungi kabel dari bahaya
impact seperti terkena benda jatuh, tergencet, dan gesekan serta gigitan tikus yang dapat
meyebabkan isolasi kabel terkelupas sehingga membuat instalasi lebih tahan lama.
29
Sedangkan kekurangan penggunaan pipa conduit antara lain adalah : membutuhkan biaya
lebih untuk pipa conduit, dan relatif membutuhkan waktu lebih untuk keseluruhan pekerjaan
instalasi listrik

Kunci Jawaban Soal Formatif


1. A.
2. D
3. B
4. D
5. D
6. A
7. D
8. A
9. C
10. B

30
H. DAFTAR PUSTAKA

F. Suryatmo, 1998, Teknik Listrik Instalasi Penerangan , Bineka Cipta, Jakarta.


John, M. Echols dan Hasan Shadili, 1987, An English – Indonesian Dictionary,
Gramedia, Jakarta.
Krebet Hidayat, Sumarlan D.S, dan R. Sumarton, 1980, Lembaran Kerja Instalasi
dan Reparasi Listrik, Dirjen Dikdasmen Depdikbud, Jakarta.
Kusnandar, A., 2000, Pemasangan Dasar Instalasi Listrik, Armico, Bandung
P. Van Harten, dan E. Setiawan, 1991, Instalasi Listrik Arus Kuat I, Binacipta,
Bandung.
R. Surasno Sosrodirjo, 1980, Alat-Alat Ukur Listrik, Technipres, Jakarta
Tia Setiawan dan Harun, 1980, Keselamatan Kerja dan Tata Laksana Bengkel,
Dirjen Dikdasmen Depdikbud, Jakarta.
Panitia Revisi PUIL-Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, 2001, Peraturan Umum
Instalasi Listrik Indonesia 1987 , LIPI, Jakarta.
Badan Standarisasi Nasional (BSN), 2000, Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000
(PUIL 2000), Standar Nasional Indonesia (SNI), Yayasan PUIL, Jakarta.

31
I. GLOSARIUM

instalasi lampu luah tabung gas


instalasi penerangan yang menggunakan lampu tabung gas dan bekerja pada tegangan di atas
1000 V (TM atau TT); misalnya penerangan tanda dan penerangan bentuk.

instalasi listrik bangunan


rakitan perlengkapan listrik pada bangunan yang berkaitan satu sama lain, untuk memenuhi
tujuan atau maksud tertentu dan memiliki karakteristik terkoordinasi.
(electrical installation (of building)) – IEV 826-01-01.

inti kabel
rakitan yang mencakup penghantar beserta isolasinya (dan tabir tapisnya jika ada). (core (of a
cable)) - IEV 461-04-04

isolasi
a) (sebagai bahan) - segala jenis bahan yang dipakai untuk menyekat sesuatu;
b) (pada kabel) - bahan yang dipakai untuk menyekat penghantar dari penghantar lain, dan
dari selubungnya, jika ada;
c) (pada perlengkapan) - sifat dielektrik semua bahan isolasi perlengkapan;
d) (sebagai sifat) - segala sifat yang terdapat pada penghantar karena pengisolasian
penghantar.
(Insulation) – IEV 195-06-06, 195-06-07, 195-06-08, 195-06-09, 195-02-41.

kabel berisolasi atau disingkat kabel – rakitan


kabel yang terdiri atas :
a) satu inti atau lebih
b) selubung individual (jika ada)
c) pelindung rakitan (jika ada)
d) selubung kabel (jika ada).
Penghantar yang tidak berisolasi tambahan dapat digolongkan sebagai kabel.
(insulated cable) IEV 461-06-01

kabel fleksibel
kabel yang disyaratkan untuk mampu melentur pada waktu digunakan, dan yang struktur dan
bahannya memenuhi persyaratan.
(flexible cable) - IEV 461-06-14

kabel tanah
jenis kabel yang dibuat khusus untuk dipasang di permukaan atau dalam tanah, atau dalam
air.
(underground cable) IEV 601-03-05.

kotak sambung
kotak pada sambungan kabel yang melindungi isolasi kabel terhadap udara dan air.

32
33

Anda mungkin juga menyukai