Pemasangan dan Warna Kabel Listrik
Pemasangan dan Warna Kabel Listrik
Menyatakan suatu kawat berisolasi untuk tegangan nominal 1000V, berisolasi PVC
dan mempunyai penghantar tembaga padat bulat dengan luas penampang nominal 4 mm
².
Kabel NYM – 0 4 x 2,5 rm 500 V
Menyatakan suatu kabel berinti banyak untuk tegangan nominal 500 V, berisolasi dan
berselubung PVC dan mempunyai penghantar tembaga bulat berkawat banyak dengan
luas penampang nominal 2,5 mm ², dengan sistim pengenal warna urat tanpa hijau-
kuning.
Peraturan warna selubung penghantar dan warna isolasi inti penghantar harus
diperhatikan pada saat pemasangan. Hal tersebut di atas diperlukan untuk mendapatkan
kesatuan pengertian mengenai penggunaan sesuatu warna atau warna loreng yang
digunakan untuk mengenal penghantare guna keseragaman dan mempertingi keamanan.
Warna biru digunakan untuk menandai penghantar netral atau kawat tengah, pada instalasi
listrik dengan penghantar netral. Untuk menghindarkan kesalahan, warna biru tersebut tidak
boleh digunakan untuk menandai penghantar lainnya. Warna biru hanya dapat digunakan
untuk maksud lain, jika pada instalasi tersebut tidak terdapat penghantar netral atau kawat
tengah. Warna biru tidak untuk kabel pentanahan.
1
disarankan mengunakan warna cokelat.
Untuk kabel dengan isolasi dari bahan polyethylene disingkat dengan PE, polyvinyl chloride
disingkat dengan PVC, cross linked polyethylene disingkat dengan XLPE.
Kabel berselubung berinti tunggal boleh digunakan untuk fase, netral, kawat tengah atau
penghantar pembumian asalkan isolasi kedua ujung kabel yang terlihat ( bagian
yang dikupas selubungnya ) dibalut isolasi khusus yang berwarna
2
1.4 Pemilihan Luas Penampang Penghantar
2. Drop Voltage
Drop voltage atau disebut dengan susut tegangan merupakan perbedaan antara
tegangan sumber dengan tegangan di beban, karena tegangan di beban tidak sama
dengan tegangan sumber yaitu tegangan di beban lebih kecil dari tegangan sumber,
dapat disebabkan oleh faktor arus dan impedansi saluran.
3. Sifat Lingkungan
Sifat lingkungan merupakan kondisi dimana penghantar itu dipasang. Faktor-
faktor berikut harus diperhatikan:
- Penghantar dapat dipasang atau ditanam dalam tanah dengan memperhatikan kondisi
tanah yang basah, kering atau lembab. Ini akan berhubungan dengan pertimbangan
bahan isolasi penghantar yang digunakan.
- Suhu lingkungan seperti suhu kamar dan suhu tinggi, penghantar yang digunakan
akan berbeda.
- Kekuatan mekanis, misalnya: pemasangan penghantar di jalan raya berbeda dengan di
dalam ruangan atau tempat tinggal. Penghantar yang terkena beban mekanis, harus
dipasang di dalam pipa baja atau pipa beton sebagai pelindungnya.
4. Kemungkinan Lainnya
Kemungkinan lainnnya merupakan kemungkinan-kemungkinan yang akan
terjadi di masa yang akan datang. Seperti penambahan beban yang akan mengacu pada
kenaikan arus beban sehingga perhitungan KHA penghantar untuk memilih luas
3
penampang penghantar akan berbeda. Drop tegangan maksimum yang diizinkan adalah
dua persen untuk penerangan dan lima persen untuk instalasi daya.
Tabel 3. Kemampuan hantar arus kabel instalasi berisolasi dan berselubung PVC
4
1. Peralatan Pelindung dan Hantaran Listrik
Perlu diketahui bahwa pada pekerjaan instalasi listrik banyak sekali dipergunakan pipa
listrik. Fungsi pipa adalah untuk melindungi pemasangan kawat penghantar. Dengan pemasangan
pipa akan diperoleh bentuk instalasi yang baik dan rapi.
1. Pipa Union
Pipa union adalah pipa yang terbuat dari plat besi dan dibuat oleh pabrik tanpa
menggunakan las dan diberi cat meni berwarna merah. Pipa jenis ini dalam pengerjaannya mudah
karena dapat dengan mudah dibengkokkan dalam keadaan dingin. Selain daripada itu pipa union
mudah pula dipotong dengan gergaji besi. Pipa jenis ini mudah didapat dipasaran dengan harga
relatif murah.
Dalam instalasi listrik, pada pemasangan pipa union, jika masih dalam jarak jangkauan tangan
harus dihubungkan dengan bumi, kecuali bila digunakan untuk menyelubungi kawat pembumian
(arde). Pemasangan pipa union umumnya dipasang pada tempat yang kering dengan maksud
menghindari terjadinya korosi atau karat.
5
3. Pipa Fleksibel
Pada instalasi listrik adakalanya dipasang pipa yang disebut pipa fleksibel. Pipa ini dibuat
dari logam yang mudah diatur dan lentur. Sebagai contoh misalnya dipakai sebagai pelindung
kabel yang berasal dari dak standar menuju ke meter pembatas listrik atau juga dipakai sebagai
pelindung pada penghantar instalasi tenaga seperti mesin bubut, pres, dan mesin skraf serta
dikapal laut, dan sebagainya.
4. Pipa Galvanis
Didalam instalasi listrik pipa galvanis banyak digunakan pada dak standar,tiang lampu
[Link] pipa galvanis ini biasanya juga disebut pipa ledeng.
Maksud dan tujuan pemasangan pipa pada instalasi listrik antara lain:
1. Untuk memberikan perlindungan pada penghantar terhadap gangguan mekanis yang
mungkin terjadi pada penghantar.
2. Sebagai tempat untuk meletakkan/menyalurkan kabel penghantar di dalamnya.
3. Untuk mempermudah pembongkaran dan pemasangan kembali penghantar-penghantar
pada waktu perbaikan/penggantian penghantar yang rusak.
Pada instalasi listrik direncanakan sedemikian rupa dengan permukaan bagian dalamnya harus
licin, agar dalam penarikan kawat penghantar di dalam pipa tersebut tidak mengakibatkan isolasi
kawat tersebut tidak rusak. Pipa instalasi harus memenuhi ketentuan pada persyaratan sebagai
berikut:
1. Pipa instalasi harus terbuat dari bahan yang tahan terhadap kelembaban.
Misalnya: pipa baja, pipa PVC (pastik) atau bahan lain yang sederajat. (Pasal 730 D2 PUIL
77).
2. Pipa instalasi harus dibuat sedemikian rupa sehingga dapat melindungi secara mekanis
hantaran yang ada di dalamnya dan harus tahan terhadap tekanan mekanis yang mungkin
timbul selama pemasangan dan pemakaian. (pasal 730 D3 sub. A PUIL 771).
3. Permukaan bagian dalam dan luar dari pipa harus licin dan rata, tidak boleh terdapat
lubang atau tonjolan yang tajam atau cacat lain yang sejenis pada bagian dalam atau luar
pipa tersebut, serta harus dilindungi secara baik terhadap karat. (pasal 730 D3 sub.b PUIL
77).
4. Pada bagian dalam pada ujung dari bahagian penyambung pipa tidak boleh terdapat
bahagian tajam. Permukaan dan pinggiran atau bibir lewat mana hantaran itu ditarik harus
licin dan tidak tajam. Pada ujung bebas dari pipa instalasi yang terbuat dari baja, kawat
dipasang-selubung masuk (tule) yang berbentuk baik dan terbuat dari bahan yang awet.
5. Pemasangan pipa instalasi harus sedemikian rupa sehingga hantaran dapat ditarik dengan
mudah setelah pipa benda bantu dipasang, serta hantaran dapat diganti dengan mudah
tanpa membongkar sistem pipa (pasal 730 F1 PUIL 77).
6
6. Pipa instalasi yang terbuat dari logam dan terbuka yang terdapat dalam jarak yang kanan
tangan harus ditahankan dengan baik, kecuali bila pipa instalasi logam tersebut
dipergunakan untuk menyelubungi kabel yang mempunyai instalasi ganda (mis: NYM) atas
digunakan hanya untuk menyelubungi kawat pertahanan. (pasal 730 F3 PUIL 77)
7. Pipa instalasi harus sedapat mungkin dipasang secara tegak lurus atau mendatar. (pasal
730 F4 PUIL 77)
7
JENIS -JENIS KOTAK SAMBUNG
Kotak sambungang yang banyak digunakan alam pemasangan instalasi adalah:
kotak sambungan 2 cabang tanpa ulir/sekrup digunakan sebagai tempat penyambungan hantaran
dan pemeriksaan kabel instalasi.
Pada pasaran terdapat bermacam ukuran yaitu: 5/8”, 3/4”, 1” 1 1/4”, 1 1/2” dan 2”.
kotak sambungan 4 cabang tanpa ulir sekrup digunakan untuk tempat penyambungan hantaran
mendatar, turun dan naik. Dan pada pasaran terdapat ukuran 5/8”, 3/4”, 1”, 1 1/4”, dan 1 1/2”.
2. LASDOP
lasdop digunakan pada sambung dan untuk mencegah adanya hubungan dan untuk mencegah
adanya hubungan singkat (korslet).
Oleh karena itu semua sambungan kabel yang terdapat di dalam kotak sambung (T. doa) harus
ditutup dengan lasdop.
8
3. TULE (TUTUP UJUNG PIPA)
Tule digunakan pada ujung pipa, dan berguna untuk mencegah terjadinya kerusakan
isolasi disaat penerikan/pemasangan kabel instalasi sementara dilaksanakan. Tuls memiliki ukuran
antara lain: 3/4”, 1”, 1 1/2”, 5/8”, dan 2”
Klem digunakan pada instalasi di luar tembok. Klem digunakan untuk mempekuat pipa atau kabel.
Pada pasaran terdapat ukuran 15/8”, 3/4”, 1”, 1 1/4” 1 1/2” dan 2”.
Pemakaian roset dalam instalasi pipa, dikarenakan untuk memasang lampu dan saklar tidak
diizinkan langsung ke dinding maupun plafon, tetapi terlebih dahulu harus menggunakan roset
kemudian disusul dengan fitting atau saklar
9
Bengkokan (karte bocht) digunakan untuk pemasangan instalasi pipa yang membelok.
10
3. Pemasangan Instalasi Saluran Kabel
Pemasangan kabel instalasi dapat dilaksanakan dalam berbagai cara sesuai dengan
keperluannya diantaranya dengan menggunakan:
1. Konduit
2. cable ladder
3. cable tray/trunking
4. cable duct
5. cable trench
11
Kelebihan penggunaaan pipa conduit antara lain adalah : melindungi kabel dari bahaya impact
seperti terkena benda jatuh, tergencet, dan gesekan serta gigitan tikus yang dapat meyebabkan
isolasi kabel terkelupas sehingga membuat instalasi lebih tahan lama.
Sedangkan kekurangan penggunaan pipa conduit antara lain adalah : membutuhkan biaya lebih
untuk pipa conduit, dan relatif membutuhkan waktu lebih untuk keseluruhan pekerjaan instalasi
listrik.
Conduit merupakan sistem perpipaan listrik yang digunakan untuk perlindungan dan
routing kabel listrik. Conduit dapat terbuat dari logam, plastik, serat atau tanah liat. Conduit fleksibel
tersedia untuk tujuan khusus. Conduit umumnya dipasang di lokasi pemasangan peralatan listrik.
Penggunaannya, bentuk, dan rincian instalasi sering ditentukan oleh peraturan kelistrikan, seperti
Amerika Serikat NEC atau kode nasional atau lokal lainnya.
Instalasi penerangan listrik awal memanfaatkan pipa gas yang ada untuk peralatan gas cahaya
(dikonversi ke lampu listrik). Karena teknik ini memberikan perlindungan yang sangat baik untuk
jaringan kabel interior, itu diperluas ke semua jenis kabel interior dan oleh kopling awal abad ke-20
tujuan-dibangun dan fitting yang diproduksi untuk penggunaan listrik.
Perbandingan dengan metode kabel lainnya
Conduit memberikan perlindungan yang sangat baik untuk konduktor tertutup dari dampak, air, dan
uap kimia. Nomor Variasi, ukuran, dan jenis konduktor dapat ditarik ke dalam saluran, yang
menyederhanakan rancangan dan konstruksi dibandingkan dengan menjalankan beberapa kabel
atau kabel komposit biaya disesuaikan. Perubahan kabel sering dibuat lebih sederhana dan lebih
aman melalui penggunaan saluran listrik, sebagai konduktor yang ada dapat ditarik dan konduktor
12
baru dipasang, dengan sedikit gangguan di sepanjang jalan saluran tersebut. Sebuah sistem
saluran dapat dibuat tahan air atau di bawah air. Logam saluran dapat digunakan untuk melindungi
sirkuit sensitif dari interferensi elektromagnetik, dan juga dapat mencegah emisi gangguan tersebut
dari kabel listrik tertutup. Bila dipasang dengan kelengkapan penyegel yang tepat, saluran tidak
akan membolehkan aliran gas yang mudah terbakar dan uap, yang memberikan perlindungan dari
bahaya terjadinya percikan api apalagi ledakan di daerah penanganan zat volatil.
Beberapa jenis saluran yang disetujui untuk bungkus langsung pada beton. Hal ini umumnya
digunakan di gedung-gedung komersial untuk memungkinkan outlet listrik dan komunikasi yang
harus dipasang di tengah daerah terbuka besar. Misalnya, kasus menampilkan ritel dan daerah
terbuka-kantor menggunakan lantai-mount kotak saluran dapat terhubung kabel listrik dan
komunikasi.
Kedua saluran logam dan plastik dapat menjadi bengkok di tempat kerja untuk memungkinkan
instalasi rapi tanpa berlebihan jumlah fitting diproduksi. Biaya instalasi saluran pipa lebih tinggi
daripada metode pengkabelan lain karena biaya bahan baku dan tenaga kerja. Dalam aplikasi
seperti pembangunan perumahan, tingkat perlindungan yang tinggi kerusakan fisik tidak diperlukan
sehingga biaya saluran tidak dibenarkan. Konduktor dipasang di dalam saluran tidak dapat
mengusir panas yang mudah seperti yang dipasang dalam jaringan kabel terbuka, sehingga
kapasitas yang ada setiap konduktor harus dikurangi jika banyak dipasang dalam satu saluran. Hal
ini tidak praktis, dan dilarang oleh peraturan kabel, untuk memiliki lebih dari 360 derajat lengkungan
total ada dari saluran, fitting outlet sehingga khusus harus disediakan untuk memungkinkan
konduktor akan dipasang tanpa kerusakan. Sementara saluran logam dapat digunakan sebagai
konduktor grounding, panjang sirkuit terbatas.
13
1.3 Pemasangan kabel instalasi dengan menggunakan cable tray/trunking
Kabel tray adalah perlengkapan yang digunakan untuk jalur pemasangan kabel listrik agar
aman dan terlihat rapih. Kabel tray merupakan sebuah sistem managemen saluran kabel untuk
mendukung konstruksi instalasi kabel listrik berisolasi yang digunakan untuk distribusi industri listrik
dan industri komunikasi. Kabel tray dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan instalasi kabel baik
di Industri telekomunikasi, kelistrikan maupun rumah tangga. Dengan menggunakan kabel tray
instalasi kabel tidak akan terjadi tumpang tidih dan terlilit satu sama lain. Karena jika kabel
dibiarkan tumpang tindih dan terlilit begitu saja, kemungkinan bisa menyebabkan kabel konsleting
dan akhirnya terjadi kebakaran.
Jaket kabel yang mudah terbuka dan terbakar dapat menyebabkan kabel terbakar dan kebakaran
dapat menyebar sepanjang kabel tray sepanjang struktur tersebut. Hal ini dapat dicegah dengan
mudah dengan menggunakan jaket kabel yang tahan api, atau lapisan fireproofing yang diterpakan
pada kabel yang terpasang. Pelapisan yang tebal atau fire-stops yang panjang membutuhkan
14
penyetelan dari sejak pemasangan dini, agar fireproofing dapat mengurangi panas dan mencegah
terjadinya kebakaran pada instalasi kabel.
Pada rumah tangga kabel tray sering dipasang pada tempat yang sulit dijangkau dan banyak debu
yang mudah kebakar. Hal ini dapat dengan mudah menyebabkan kebakaran jika kabel tray tidak
secara rutin di cek dan tetap dijaga kebersihannya.
Memurut tipe-nya kabel tray tersedia dalam 4 tipe yaitu tipe C (Stc), tipe U (Stu), tipe W (Slw) dan
tipe Heavy Duty (Slhd).
Menurut desainnya kabel tray terdiri dari 4 macam yaitu kabel tray pejal (Solid Bottom), kabel tray
berlubang (Perforated Tray), kabel tray bertangga (Ladder Try), dan kabel tray berpagar (Wiremesh
Tray). Sedangkan menurut bahan pembuatannya kabel tray kebanyakan terbuat dari baja
berkarat, baja galvanis (baja tak berkarat), alumunium, fiberglass yang diperkuat dan PVC (polyvinil
Chlorida). Bahan yang diberikan untuk penerapan dipilih berdasarkan korosi dan hambatan yang
digunakan untuk satu lokasi.
Kabel tray bahan PVC sangat cocok digunakan di outdoor dan indoor, karena mempunyai
beberapa keunggulan diantranya adalah :
– Pemasangannya lebih mudah
– Perawatannya lebih murah
– Lebih tahan lama dari kabel tray bahan besi/baja
– Tidak menghantarkan arus listrik sehingga minim resiko tersengat arus listrik
– Tahan terhadap cuaca ekstrem seperti Panas dan Hujan
– Tersedia dalam ukuran standart dengan penutup sepanjang 3.000 mm
15
Cable tray pejal tipe c dari bahan PVC
16
Cable tray berlubang tipe u
17
Kabel tray ladder tipe U
18
dengan ribs yang menukung kabel pada kedua sisi, sedikit seperti tulang belakang ikan dan iga-
nya.
19
aksesoris kabel tray pejal
20
aksesoris kabel tray tangga
Sistim Cable tray dapat diaplikasikan di berbagai tempat dan mudah solusinya (seperti
Airport, Rail, Terowongan, gedung bertingkat tinggi, perumahan, Industri, F & B, Power dan energi,
Photovoltaic, Oil & Gas, Sport event, dan lain-lain)
21
sangat berguna ketika mengantisipasi perubahan sistem kabel , karena kabel baru dapat diinstal
dengan meletakkan mereka dalam baki, bukan menarik mereka melalui pipa.
cable tray ini umum terbuat dari baja galvanis (galvanis steel), stainless steel, aluminium, atau
kaca-serat yang diperkuat plastik. Bahan untuk sebuah aplikasi tertentu dipilih berdasarkan
ketahanan korosi yang diperlukan untuk lokasi.
3.4.2 Cable duct untuk pemasangan dalam panel dan di dalam rumah
Dibuat dengan PVC bermutu dengan ketebalan memadai. Kabel duct dilengkapi dengan lubang-
lubang pada kedua sisinya seperti pada gambar dibawah ini
Fungsinya sebagai tempat dudukan kabel instalasi listrik yang dipasang pada bangunan dan panel
listrik, sehingga tertata rapi dan aman serta mudah dalam pemeliharaan dan perbaikan
22
Gambar penerapan kabel duct dalam panel
23
C. LATIHAN
24
D. RANGKUMAN
1. Kabel listrik adalah media untuk mengantarkan arus listrik ataupun informasi. Bahan dari
kabel ini beraneka ragam, khusus sebagai pengantar arus listrik, umumnya terbuat dari
tembaga dan umumnya dilapisi dengan pelindung. Selain tembaga, ada juga kabel yang
terbuat dari serat optik, yang disebut dengan fiber optic cable.
2. Penghantar atau kabel yang sering digunakan untuk instalasi listrik penerangan umumnya
terbuat dari tembaga. Penghantar tembaga setengah keras (BCC ½ H = Bare Copper
Conductor Half Hard) memiliki nilai tahanan jenis 0,0185 ohm mm²/m dengan
tegangan tarik putus kurang dari 41 kg/mm². sedangkan penghantar tambaga keras
(BCCH =Bare Copper Conductor Hard), kekuatan tegangan tariknya 41 kg/mm².
3. Fungsi pipa adalah untuk melindungi pemasangan kawat penghantar. Dengan
pemasangan pipa akan diperoleh bentuk instalasi yang baik dan rapi.
4. Conduit adalah pelindung kabel berbentuk pipa yang terbuat dari bahan yang tahan
terhadap tekanan mekanis, tahan terhadap panas, tidak menjalarkan nyala api,dan tahan
kelembaban.
25
E. TES FORMATIF
1. Yang merupakan kode selubung atau lapisan perlindungan luar bahan serat (misalnya
goni/jute) adalah :
a. A
b. Z.
c. B
d. AA
2. Contoh dari Selubung isolasi dari PVC adalah :
a. NYM
b. NF2X
c. N2XSY
d. NYA
3. Komponen yang berfungsi untuk melindungi sambungan atau percabangan hantaran dari
gangguan yang membahayakan.
a. APP
b. Kotak sambung
c. Saklar
d. Pipa instalasi
4. Kelangsungan pengaliran arus listrik kepada konsumen harus terjamin secara baik.
Pernyataan diatas termasuk dalam
a. Syarat keamanan instalasi listrik
b. Komponen pokok instalasi listrik
c. Syarat ekonomis
d. Syarat keandalan
26
5. Instalasi penerangan pada rumah penduduk menggunakan jenis kabel NYA yang luas
penampangnya adalah....
a. 2,75 mm2
b. 2,5 mm2
c. 2,9mm2
d. 1,5 mm2
7. Penggunaan warna untuk identifikasi kabel berlaku ketentuan yang benar adalah :
a. Warna hijau untuk penghantar netral
b. Warna kuning untuk penghantar pentanahan
c. Warna merah untuk penghantar netral
d. Warna biru untuk penghantar netral
8. Yang merupakan kode selubung atau lapisan perlindungan luar bahan serat (misalnya
goni/jute) adalah
a. A
b. Z
c. B
d. AA
9. Dalam melakukan sambungan dalam instalasi ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan, yang tidak termasuk adalah...
a. Kekokohan sambungan yang bebas dari gaya tarik mekanik dan elektrik
b. Kekokohan sambungan yang bebas dari bahan kimiawi,
c. Jenis kabel instalasi yang digunakan
d. Penempatan peralatannya dalam pemakaian yang sesuai dengan kegunaannya.
10. Komponen yang berfungsi untuk melindungi sambungan atau percabangan hantaran dari
gangguan yang membahayakan.
a. APP
b. Kotak sambung
c. Saklar
27
d. Pipa instalasi
F. UMPAN BALIK
28
G. KUNCI JAWABAN.
2. Pipa conduit atau sering disebut Electrical Conduit Pipe umumnya berupa pipa PVC jenis
high impact (bisa dibending/tekuk) yang berfungsi sebagai pelindung instalasi kabel di
bangunan gedung
5. Kelebihan penggunaaan pipa conduit antara lain adalah : melindungi kabel dari bahaya
impact seperti terkena benda jatuh, tergencet, dan gesekan serta gigitan tikus yang dapat
meyebabkan isolasi kabel terkelupas sehingga membuat instalasi lebih tahan lama.
29
Sedangkan kekurangan penggunaan pipa conduit antara lain adalah : membutuhkan biaya
lebih untuk pipa conduit, dan relatif membutuhkan waktu lebih untuk keseluruhan pekerjaan
instalasi listrik
30
H. DAFTAR PUSTAKA
31
I. GLOSARIUM
inti kabel
rakitan yang mencakup penghantar beserta isolasinya (dan tabir tapisnya jika ada). (core (of a
cable)) - IEV 461-04-04
isolasi
a) (sebagai bahan) - segala jenis bahan yang dipakai untuk menyekat sesuatu;
b) (pada kabel) - bahan yang dipakai untuk menyekat penghantar dari penghantar lain, dan
dari selubungnya, jika ada;
c) (pada perlengkapan) - sifat dielektrik semua bahan isolasi perlengkapan;
d) (sebagai sifat) - segala sifat yang terdapat pada penghantar karena pengisolasian
penghantar.
(Insulation) – IEV 195-06-06, 195-06-07, 195-06-08, 195-06-09, 195-02-41.
kabel fleksibel
kabel yang disyaratkan untuk mampu melentur pada waktu digunakan, dan yang struktur dan
bahannya memenuhi persyaratan.
(flexible cable) - IEV 461-06-14
kabel tanah
jenis kabel yang dibuat khusus untuk dipasang di permukaan atau dalam tanah, atau dalam
air.
(underground cable) IEV 601-03-05.
kotak sambung
kotak pada sambungan kabel yang melindungi isolasi kabel terhadap udara dan air.
32
33