GEOMTRI ANALITIKA
PERSAMAAN ELIPS
NAMA KELOMPOK :
KADEK OVY VARERA SERA WILANI (2001842020003)
NI MADE DWINA MEIDAYANTI (2001842020009)
PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR
TAHUN 2020/2021
A. PENGERTIAN ELIPS
Kurva elips kita peroleh dari mengiriskan bidang datar dengan bangun ruang
kerucut. Elips dapat didefinisikan sebagai himpunan semua titik (misalkan titik P(x,y))
dimana jumlah jarak setiap titik terhadap dua titik tertentu yang bukan anggota himpunan
tersebut adalah tetap. Titik tertentu itu disebut titik fokus atau titik api (F1dan F2) dan
himpunan semua titik P membentuk kurva elips dan persamaannya kita sebut sebagai
persamaan elips. Kurva elips memiliki dua bentuk tergantung dari sumbu mayornya
(sumbu terpanjang) yaitu arah X dan arah Y. Persamaan elips dipengaruhi pusat elips,
sumbu mayor elips, dan sumbu minor elips. Persamaan elips dengan pusat O(0, 0) tentu
akan memiliki bentuk persamaan yang berbeda dengan elips pada pusat P(a, b). Perhatikan
irisan kerucut elips beserta keterangannya seperti yang diberikan pada gambar di bawah.
Perhatikan kurva elips dan unsur-unsurnya dibawah ini :
Unsur-unsur dari kurva elips di atas yaitu :
Titik P(x,y) adalah titik sembarang pada elips sehingga berlaku |F1P|+|F2P|=2a
Titik pusat elips : M(0,0)
Titik fokus elips : F1(−c,0) dan F2(c,0)
Sumbu mayor dan sumbu minor :
Sumbu mayor (garis AB) adalah sumbu yang melalui titik fokus F1 dan F2.
Panjang sumbu mayor =2a.
Sumbu minor (garis CD) adalah sumbu yang melalui titik pusat dan tegak lurus
sumbu mayor. Panjang sumbu minor =2b.
Sumbu utama atau transvers axis adalah sumbu simetri kurva elips yang melaui
titik folus F1 dan F2, ditunjukkan oleh sumbu X.
Sumbu sekawan atau cojugate axis adalah sumbu simetri kurva elips yang melaui
titik pusat dan tegak lurus dengan sumbu utama, ditunjukkan oleh sumbu Y.
Titik puncak elips :
Titik A(−a.0) dan B(a,0) adalah titik potong elips dengan sumbu mayor
Titik C(0,−b) dan D(0,b) adalah titik potong elips dengan sumbu minor
Latus rectum adalah garis melalui titik fokus F1 dan F2 yang tegak lurus dengan
sumbu mayor. Pada gambar, garis latus rectumnya adalah garis KL dan MN,
dimana masing-masing memotong elips di titik K, L, M, dan N. Panjang latus
2b 2 b2 −b2
rectum = |KL| = |MN | = dengan koordinat titik K (-c, ), L(-c, ), M (c,
a a a
b2 −b2
), dan N (c, ).
a a
Hubungan a, b dan c adalah phytagoras yaitu a 2=b2 +c 2 pada segitiga DMF2.
Eksentrisitas (e) adalah perbandingan jarak dua titik fokus dan panjang sumbu
c
mayornya, sehingga dapat kita tulis rumusnya : e =
a
Direktris adalah sebuah garis yang tegak lurus dengan sumbu mayor dan berada
diluar elips yang ditunjukkan oleh garis g dan garis h. Persamaan direktris masing-
−a2 a2
masing : garis h = dan garis h adalah .
c c
x2 y 2
Adapun persamaan elips yang sesuai dengan ilustrasi di atas adalah + =1
a2 b 2
Sesuai dengan sumbu mayor dan titik pusat, Persamaan Elips dan Unsur-unsurnya
dibagi menjadi empat bagian yaitu :
1. Persamaan elips dengan sumbu mayor sejajar sumbu X dan titik pusat M(0,0).
2. Persamaan elips dengan sumbu mayor sejajar sumbu Y dan titik pusat M(0,0).
3. Persamaan elips dengan sumbu mayor sejajar sumbu X dan titik pusat M(p,q).
4. Persamaan elips dengan sumbu mayor sejajar sumbu Y dan titik pusat M(p,q).
A. Persamaan elips dengan sumbu mayor sejajar sumbu X dan titik pusat
M(0,0).
Jika P(x, y) adalah sembarang titik yang berada pada ellips, maka
menurut definisi akan berlaku
PF+ PF’ = konstan. (1)
Dan apabila dimisalkan konstanta tertentu itu adalah 2a, maka dengan
menggunakan rumus jarak untuk menyatakan PFdan PF diperoleh :
2 2 2 2
√ ( x−c ) + y + √( x +c ) + y =2 a
2 2 2 2
√ ( x−c ) + y =2 a−¿ √ ( x+ c ) + y
2 2 2 2 2 2 2 2 2
x −2 cx +c + y =4 a −4 a √ ( x+ c ) + y + x +2 cx+ c + y
2
4 a √ ( x + c ) + y 2=4 a2 + 4 cx
√ ( x+ c ) + y =a+ cxa
2 2
2 2 2 2 c 2 x2
x + 2 cx+ c + y =a +2 cx+
a2
a2−c2 2 2 2 2
x + y =a −c
a2
x2 y2
+ =1
a2 a2−c 2
(2)
Segitiga F’ PF pada gambar diatas dengan titik-titik sudut (-c, 0), (c, 0), dan
(x, y) salah satu sisinya mempunyai panjang 2c. Sedangkan jumlah dua sisi
yang lain adalah 2a. Jadi :
2a ¿ 2c
a¿c
a2 ¿c2
a2 −¿c2 ¿ 0
Karena a2 −¿c2 adalah positif, maka bisa diganti dengan bilangan positif
lain katakanlah
b2 ¿ a2 −¿c2 (3)
Ini juga berarti bahwa b< a. Jika persamaan (3) disubstitusikan ke
persamaan (2) maka akan diperoleh persamaan:
x2 y 2
+ =1
a2 b 2
Persamaan (4) di atas disebut persamaan ellips bentuk baku.
B. Persamaan elips dengan sumbu mayor sejajar sumbu Y dan titik pusat
M(0,0).
Perhatikan segitiga DMF2 adalah segitiga siku-siku sehingga berlaku theorem phytagoras
yaitu : a 2=b2 +c 2 atau a 2−c 2=b 2.
Perhitungan cara menemukan elipsnya :
√ x 2+( y +c )2 + √ x 2+( y−c)2=2 a
2 a−¿ √ x 2+( y−c)2 = √ x 2+( y +c )2
2 2 2 2 2 2 2 2 2
4 a −4 a √ x + ( y−c ) + x + y −2cy + c =x + y +2 cy +c
2
4 a2−4 cy =4 a √ x 2 + ( y−c )
2 2 2
a −cy=a √ x + ( y−c )
2
a √ x 2+ ( y −c ) =a 2−cy
2
( a √ x 2 + ( y−c )2 ) =( a 2−cy )2
a 2 ( x 2 + ( y−c )2 ) =a4 −2 ac 2 y +c 2 y 2
a 2 x 2+ a2 y 2+ a2 c2=a4 + c2 y 2
a 2 x 2+ a2 y 2−c 2 y 2=a4 + a2 c2
a 2 x 2+ ( a2−c2 ) y 2=a2 ( a2−c 2 )
a 2 x 2+ b2 y 2=a2 b2
a2 x 2 b 2 y 2 a2 b2
+ =
a2 b2 a 2 b 2 a2 b2
x2 y 2
+ =1
b2 a 2
Sehingga persamaan elipsnya adalah :
x2 y 2
+ =1
b2 a 2
C. Persamaan elips dengan sumbu mayor sejajar sumbu X dan titik pusat
M(p,q).
Cara Menemukan Persamaan Elips dengan Titik Puncak M(p,q)yaitu dengan cara
menggeser persamaan elips yang titik puncaknya M(0,0) ke titik puncak M(p,q). Untuk
memudahkan, kita gunakan konsep translasi (pergeseran). Sesuai dengan konsep translasi,
menggeser sejauh p satuan searah sumbu X dan sejauh q satuan searah sumbu Y, matriks
translasinya dapat ditulis T = ( qp)
Hubungan Titik dan Awal Bayangannya :
x ' =T + x
( ) ()
y' y
x' = p + x
( ) ()()
y' q y
x ' = p+ x
( )( )
y' q+ y
x ' = p+ x menjadi x=x ' −p
y ' =q + y menjadi y= y' −q
Persamaan awal kurva elipsnya :
x2 y 2
+ =1
a2 b 2
Sehingga persamaan setelah digeser yaitu :
2 2
( x ' −p ) ( y ' −q )
+ =1
a2 b2
Atau :
( x−p )2 ( y−q )2
+ =1
a2 b2
D. Persamaan elips dengan sumbu mayor sejajar sumbu Y dan titik pusat
M(p,q).
Persamaan awal kurva elipsnya :
x2 y 2
+ =1
b2 a 2
Sehingga persamaan setelah digeser yaitu :
2 2
( x ' −p ) ( y ' −q )
+ =1
b2 a2
Atau :
( x−p )2 ( y−q )2
+ =1
b2 a2
B. Menggambar Persamaan Elips
Hal-hal yang dibutuhkan untuk melukis sketsa elips adalah sebagai berikut:
( x−p )2 ( y−q )2
1. Mengubah persamaan ke dalam bentuk + =1
a2 b2
( x−p )2 ( y−q )2
untuk horizontal dan + =1
b2 a2
untuk vertikal.
2. Menentukan koordinat pusat elips.
3. Menentukan sumbu panjang (sumbu mayor) dan sumbu terpendek (sumbu minor).
4. Menentukan nilai a, b, dan c untuk:
a) Menentukan koordinat titik fokus.
b) Menentukan koordinat titik puncak.
c) Menentukan koordinat titik potong sumbu x dan sumbu y.
d) Menentukan beberapa titik bantu jika diperlukan
C. CONTOH
1. Tentukan titik pusat, titik focus, titik puncak, panjang sumbu mayor, panjang
sumbu minor, panjang latus rectum, persamaan diketris, dan nilai eksentrisitasnya
dari persamaan elips berikut :
9 x 2+ 4 y 2=36
Jawab :
Mengubah persamaannya :
9 x 2+ 4 y 2=36
9 x2 4 y 2 36
+ =
36 36 36
x2 y 2
+ =1
4 9
Menentukan nilai a, b dan c :
1. a 2=9
a=3
2. b 2=4
b=2
3. a 2=b2 +c 2
9=4 +c 2
c 2=5
c= √5
Karena a ada dibawah Y, maka sumbu mayornya sejajar sumbu Y, sehingga
persamaan yang dipakai :
x2 y 2
+ =1
b2 a 2
Menentukan unsur-unsurnya :
- Panjang sumbu mayor = 2.a = 2.3 = 6
- Panjang sumbu minor = 2.b = 2.2 = 4
2b 2 2 ×22 8
- Panjang latus rectum = = =
a 3 3
- Persamaan direktris :
−a 2
y=
c
−9
y=
√5
atau :
a2
y=
c
9
y=
√5
−9 9
sehingga persamaan direkterisnya x= atau x=
√5 √5
- Titik pusat = M(p,q) = (0,0)
- Titik focus sejajar sumbu Y (sumbu mayor), y nya berubah menjadi c= √5
F1 (0, 0-√ 5) = (0, −√ 5)
F2 (0, 0 + √ 5) = (0, √ 5)
- Titik puncak sejajar sumbu Y (sumbu mayor), y nya berubah a = 3 :
A(0, 0-3) = (0, -3)
B(0, 0 +3) = (0,3)
- Titik puncak sejajar sumbu X (sumbu mayor), x nya berubah b = 2
C(0-2, 0) = (-2, 0)
D(0 +2, 0) = (2, 0)