Laporan Praktikum Fluidisasi 2021
Laporan Praktikum Fluidisasi 2021
FLUIDISASI
Oleh:
Kelompok 25
Fluidisasi merupakan suatu metode untuk mengontakkan butiran padat dengan fluida.
Pada praktikum Fluidisasi ini bertujuan untuk menentukan karakteristik proses
fluidisasi gas dan cair. Pada praktikum kali ini dilakukan proses fluidisasi dengan
fluida air serta menggunakan pasir sebagai butiran padat. Alat yang digunakan yaitu
SOLTEQ. Variabel laju alir yang diberikan yaitu 0,6 LPM, 0,9 LPM, 1,2 LPM, 1,5
LPM, dan 1,8 LPM. Rentang waktu untuk setiap variabel laju alir yang diberikan
adalah 0-5 menit dengan diamati perubahan yang terjadi setiap menitnya. Pada
variabel laju alir 0,6 LPM diperoleh data yaitu pada unggun masih dalam keadaan
diam atau disebut dengan fixed bed dengan tinggi unggun 113 mm, dengan nilai
pressure drop 56 atm. Ketika laju alir dinaikkan ke 0,9 LPM, tinggi unggun masih
sama yaitu 113 mm namun fenomena yang terjadi adalah mulai munculnya
gelembung-gelembung kecil pada kolom atau yang disebut dengan bubbling.
Kemudian laju alir dinaikkan lagi menjadi 1,2 LPM, disini mulai terjadi penambahan
tinggi unggun dalam kolom yaitu menjadi 114-115 mm serta unggun didalam kolom
mulai bergerak karena adanya aliran arus dari bawah kolom atau biasa disebut
minimum or incipient fluidization. Laju alir dinaikkan kembali menjadi 1,5 LPM dan
mengakibatkan tinggi unggun dalam kolom semakin meningkat dari 115 mm hingga
ke 121 mm serta pergerakan unggun mulai sedikit cepat ketimbang saat laju alir 1,2
LPM atau biasa disebut smooth. Ketika laju alir dinaikkan menjadi 1,8 LPM, tinggi
ungun mengalami peningkatan menjadi 129 mm hingga ke 130 mm pada menit ke 5
fluidisasi
i
DAFTAR ISI
ABSTRAK ................................................................................................................ i
BAB I ....................................................................................................................... 1
PENDAHULUAN .................................................................................................... 1
BAB II .................................................................................................................... 10
BAB III................................................................................................................... 11
3.1. Alat........................................................................................................... 11
BAB IV………………………………………………………………………………14
4.1 Hasil…………………………………………………………………………...14
ii
4.2 Pembahasan……………...………………………………………………...…15
BAB V……………………………………………….………………………………16
5.1 Kesimpulan…….…………………………………………………………….17
5.2 Saran……………………………………………………………………........17
LAMPIRAN B .................................................................................................... 28
LAMPIRAN C .................................................................................................... 32
iii
DAFTAR GAMBAR
iv
DAFTAR TABEL
v
BAB I
PENDAHULUAN
1
2
dengan mengalirkan katalis dari reaktor ke unit aktivasi katalis. Contoh produksi
industri yang menggunakan reaktor cracking yaitu pada proses pembuatan alkil
klorida dari gas klorin dengan olefin. Apabila laju aliran gas diperbesar terus menerus
maka penurunan tekanan juga akan bertambah, sehingga pada suatu waktu saat
dimana butiran padatan tersebut terangkat oleh aliran gas maka besarnya penurunan
tekanan menjadi tetap. Keadaan dimana padatan terangkat sehingga tidak lagi berupa
unggun diam disebut [Link] kali ini bertujuan untuk menentukan
karakteristik proses fluidisasi gas dan cair
3
seperti zat cair pada umumnya, sifat fluiditas ini merupakan keuntungan utama dari
penggunaan fluidisasi untuk penanganan terhadap zat solid (Mc Cabe, 2005).
Konsep dasar dari suatu partikel unggun yang terfluidisasi dapat diilustrasikan
dengan fenomena yang terjadi jika adanya perubahan laju alir gas seperti pada
gambar dibawah :
150𝑉𝑠µ(1−ԑ)2 𝛥𝑥
F= (𝐷р) 2ԑ3 𝜌
dan ΔP/ρ + gΔz = -F
1) Fixed Bed Fluidization, Fenomena ini terjadi ketika laju alir fluida kurang dari
laju alir minimum yang diperlukan untuk proses awal fluidisasi sehingga partikel
berada dalam keadaan diam.
2) Smooth Fluidization, Fenomena ini terjadi ketika distribusi aliran dan kecepatan
fluida merata serta densitas (massa jenis) dan distribusi partikel-partikel dalam
unggun homogen. Akibatnya, ekspansi pada setiap partikel solid seragam.
3) Slugging Fluidization, Fenomena ini terjadi ketika gelembung-gelembung besar
yang mencapai lebar dari diameter kolom yang terbentuk pada pertikel solid. Pada
kondisi ini, terjadi penarikan pada partikel solid sehingga partikel solid terlihat
seperti terangkat.
4) Chanelling Fluidization, Fenomena ini terjadi ketika dalam unggun partikel
padatan terbentuk saluran-saluran-saluran seperti tabung vertikal
5) Minimum Fluidization, Fenomena ini terjadi ketika laju alir fluida mencapai laju
alir minimum yang dibutuhkan untuk dilakukannya proses fluidisasi
6
Ket. dp = diameter partikel rata-rata yang secara umum digunakan untuk desain
dsv = diameter dari suatu bidang
b. Sphericity
Sphericity adalah faktor bentuk yang dinyatakan sebagai rasio dari area
permukaan volume partikel bulat yang sama dengan partikel itu dibagi dengan
area permukaan partikel
Material ynag melingkar seperti katalis dan pasir bulat memiliki nilai sphericity
sebesar 0,9 atau lebih.
c. Densitas Padatan
Padatan dapat dibedakan menjadi 3 bagian berdasarkan densitasnya yaitu
bulk,skeletel, dan particle. Densitas bulk merupakan pengukuran berat dari
7
d. Kecepatan Terminal
Kecepatan terminal suatu partikel (Ut) merupakan kecepatan gas yang
dibutuhkan untuk mengatur partikel tunggal yang tersuspensi dalam aliran gas.
Kecepatan terminal suatu partikel dinyatakan dalam persamaan:
Kekosongan f() dari unggun yang terfluidisasi adalah fraksi mol yang terjadi
oleh gas. Fungsi t dapat dinyatakan dengan pendekatan Kozeny-Charman berikut.
Pendekatan lain yang digunakan untuk sistem banyak fasa yaitu korelasi
Richardson-Zaki untuk partikel tunggal dalam suspensi, yaitu:
f. Batas Partikel
Partikel diklasifikasikan berdasarkan bagaimana partikel tersebut terfluidisasi
dalam udara pada kondisi tertentu. Partikel tersebut dapat diklasifikasikaN
menjadi:
Partikel halus
Partikel kasar
Kohesif, partikel yang sangat halus
Unggun yang bergerak
kekosongan pada fluidisasi minimum 0.5. Selain itu, Umf juga dapat dicari
dengan menggunakan persamaan
i. Penurunan Tekanan
Penurunan tekanan yang terjadi pada campuran dua fasa dinyatakan dalam
beragam bentuk, seperti static head, akselerasi dan kehilangan friksi untuk gas
dan padatan. Untuk aplikasi fluidisasi unggun di luar kondisi ketika akselerasi
penurunan tekanan dapat diterima, penurunan tekanan akan dihasilkan dari static
head padatan. Untuk itu, berat suatu partikel unggun jika dibagi dengan tinggi
padatan akan menghasilkan densitas sesungguhnya dari unggun yang terfluidisasi.
BAB II
2.1. Tujuan
Percobaan Fluidisasi ini bertujuan untuk menentukan karakteristik proses
fluidisasi gas dan cair.
2.2. Sasaran
Sasaran yang hendak dicapai melalui percobaan ini adalah sebagai berikut:
10
BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN
3.1. Alat
11
12
3.2. Bahan
Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah sebagai berikut :
a. Aqua DM
b. Aseton
c. Tipol
d. Air Keran
e. Udara Bertekanan
13
Mulai
Kompresor dihubungkan ke
rotameter dan selang ke wet test
meter
Selesai
14
Mulai
Pindahkan penutup
kolom dengan hati-hati
Selesai
15
k. Prosedur Shut-Down
Mulai
Selesai
16
Mulai
Selesai
17
Mulai
Selesai
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil
Tabel 4.1 Data Hasil Pengamatan
mulai bergerak
5 353 215 138 115
0 360 211 149 121 Smooth
1,5 1 359 212 147 122 (Pergerakan mulai
2 359 212 147 122
3 358 213 145 122 sedikit cepat)
4 358 214 144 122
5 358 215 143 122
0 362 216 146 129 Smooth
1 360 216 144 129
1,8 (Pergerakan mulai
2 359 217 142 130
3 359 217 142 130 cepat)
4 358 219 139 130
18
19
4.2 Pembahasan
4.2.1 Kecepatan minimum dan Fenomena yang Terjadi
Praktikum kali ini adalah mengenai fluidisasi dengan tujuan praktikum yaitu
menentukan karakteristik proses fluidisasi gas dan cair. Dalam praktikum kali ini
percobaan yang dilakukan hanya proses fluidisasi cair saja dengan fluidanya yaitu
air dan unggunnya adalah pasir. Dengan variasi laju alir adalah 0,6 LPM, 0,9
LPM, 1,2 LPM, 1,5 LPM dan 1,8 LPM menggunakan alat rotameter. Waktu yang
digunakan untuk melihat fenomena yang terjadi adalah 0-5 menit. Dan parameter
yang diukur adalah pressure drop pada manometer dan Tinggi unggun serta
fenomena yang terjadi setiap menitnya dan setiap pergantian variasi laju alir.
Setelah melakukan percobaan didapatkan hasil fenomena dari setiap variasi
laju alir. Fenomena pertama yaitu pada laju alir 0,6 LPM dengan waktu 0-5 menit
yaitu unggun masih tetap diam, atau bisa disebut fenomenanya adalah fixed bed
dengan tinggi unggun didapatkan 113 mm dan pressure drop nya adalah 56 atm.
Saat laju alir dinaikan sampai 0,9 LPM dengan waktu 0-5 menit fenomena yang
terjadi adalah bubling atau muncul gelembung kecil pada kolom. Laju alir
dinaikan lagi menjadi 1,2 LPM diamati selama 0-5 Menit fenomena yang terjadi
adalah mulai adanya pergerakan halus yang menyebabkan unggun terangkat dari
113 mm ke 114 mm fenomena ini bisa dikatakan Minimum or incipient
fluidization dimana ketika laju alir fluida mencapai laju alir minimum yang
dibutuhkan untuk proses fluidisasi. Pada kondisi ini partikel-partikel padat mulai
terekspansi. Lajualir dinaikan kembali menjadi 1,5 LPM dan pergerakan unggun
mulai sedikit lebih cepat fenomena ini dinamakan smooth fluidization tinggi kolom
langsung naik dari 115 mm ke 121 mm begitupun dengan laju alir 1,8 LPM
fenomena yang terjadi yaitu smooth fluidization tetapi pergerakan unggun sedikit
lebih cepat dari laju alir sebelumnya dengan tinggi kolom mencapai 130mm.
20
Pada grafik diatas menunjukan pengaruh waktu terhadap tinggi unggun pada kolom.
Laju alir 0,6 LPM pada waktu 0-5 menit ditunjukan pada garis biru tua tetapi tertimpa
oleh garis merah yaitu pada laju alir 0,9 LPM dikarenkan tinggi unggun pada kedua
laju alir ini masih sama dan masih diam yaitu dengan ketinggian 113 mm. Sedangkan
untuk laju alir 1,2 LPM bisa dilihat pada grafik yaitu garis berwarna hijau pada
waktu 0 menit ketinggiannya naik menjadi 114 mm dan pada menit ke 1-5 menjadi
115mm. Untuk laju alir 1,5 LPM bisa dilihat pada garis yang berwarna ungu
ketinggiannya mencapai 121 mm pada menit ke 0 dan ketinggiannya bertambah pada
menit ke 1-5 yaitu menjadi 122 mm. Dan laju alir terakhir yaitu 1,8 LPM
ketinggiannya pun bertambah menjadi 129mm pada menit ke 0 dan bertambah tinggi
pada menit ke 2-5 menjadi 130 mm. Setelah dilihat hasil data yang telah diambil dan
dari grafik bisa dikatakan bahwa besarnya tinggi unggun berbanding lurus dengan
waktu nya maka semakin lama waktunya maka tinggi unggun akan semakin tinggi.
Dan dari grafik pula kita bisa lihat hubungan antara laju alir terhadap tinggi
unggunnya dimana hubungan laju alir dan tinggi unggun adalah berbanding lurus
21
yaitu semakin besar laju alir maka tinggi unggun akan semakin besar. Alasannya
adalah jika laju alir semakin besar maka tekanannya pun akan semakin besar dan
menyebabkan partikel-partikel tersebut bergerak dengan perlahan yang
mengakibatkan tinggi unggun bertambah. Itu juga lah alasan mengapa semakin lama waktu
yang diberikan maka tinggi kolom akan semakin bertambah karena tekanan dan pergerakan dari
unggun akan semakin lama yang menyebabkan tinggi unggun bertambah.
Waktu vs ∆P
160
140
Laju alir 0,6 LPM
120
Laju alir 0,9 LPM
100 Laju alir 1,2 LPM
∆P (Atm)
80 Laju alir 1,5 LPM
40
0 1 2 3 4 5 6
Waktu (menit)
Pada grafik diatas memperlihatkan hubungan antara waktu dan pressure drop.
Pada laju alir 0,6 LPM warna yang ditunjukan adalah warna merah pada menit ke 0
∆P yang didapatkan adalah 56 atm dan terus menurun sampai ke menit ke 5 yaitu 50
atm. Sebelumnya pressure drop (∆P) ini sendiri adalah hilang tekanan atau
penurunan tekanan yang terjadi akibat adanya gesekan pada fluida yang mengalir.
Pada laju alir 0,9 LPM pada menit ke 0 ∆P yang didapatkan adalah 128 atm dan terus
menurun sampai ke menit ke 5 yaitu 125 atm garis yang mewakili laju alir 0,9 LPM
adalah garis berwarna merah. Pada laju alir 1,2 LPM yang ditunjukan pada garis
berwarna hijau, pressure drop (∆P) asemakin menurun dengan waktu yang semakin
22
lama, pada menit ke 0 didapatkan pressure drop (∆P) 143atm dan pada menit ke 5
menurun sampai 138 mm. Begitupun dengan laju alir ke 1,5 LPM yang dinyatakan
dengan garis berwarna ungu. pressure drop (∆P) yang didapatkan pada menit ke 0
adalah 149 atm dan semakin menurun dengan bertambahnya waktu smapai ke menit
5 pressure drop (∆P) nya menjadi 143 mm. Yang terakhir adalah laju alir ke 1,8
LPM dengan garis warna biru, sama seperti laju alir sebelumnya dimana semakin
lama waktunya maka pressure drop (∆P) semakin kecil. Pada menit ke 0 didapatkan
146 atm dan terus menurun sampai menit ke 5 yaitu 138 atm.
Dari data-data yang didapatkan dan dilihat pada grafik bisa dikatakan bahwa
semakin lama waktunya maka pressure drop (∆P) nya akan semakin menurun itu
berarti hubungan antara waktu dan pressure drop (∆P) adalah berbanding terbalik
alasannya adalah karena dengan penambahan waktu tekananya akan semakin konstan
dan otomatis hilang tekan atau pressure drop (∆P) akan semakin kecil. Cara mencari
pressure drop (∆P) sendiri adalah dengan mengurangkan tekanan pertama dan kedua
pada manometer, untuk lebih jelasnya lagi bisa dilihat pada lampiran data
perhitungan. Dari grafik juga bisa dilihat hubungan antara laju alir dan juga pressure
drop (∆P) nya yaitu semakin besar laju alir maka pressure drop (∆P) akan semakin
besar itu berarti hubungan antara laju alir dan juga pressure drop (∆P) adalah
berbanding lurus. Alasannya karena dengan semakin besarnya laju alir maka partikel
partikel didalam bergerak semakin cepat sehingga akan mengakibatkan tekanan yang
semakin besar pula itulah sebabnya semakin besar laju alir maka pressure drop (∆P)
semakin besar.
Dari percobaan tentang fluidisasi kali ini juga kita dapat mengetahui faktor-
faktor yang mempengaruhi proses fluidisasi antara lain adalah laju alir dari fluida
dimana dengan laju alir sebesar 0,6 LPM dan 1,8 LPM akan menghasilkan proses
fluidisasi yang berbeda, berat jenis dan ukuran partikel juga berpengaruh dimana
pada praktikum kali ini yang digunakan adalah pasir jika kita menggunakan bahan
yang lain maka prosesnya akan berbeda dan laju alir minimumnya pun akan berbeda
dan masih banyak faktor lainnya.
23
5.1 Kesimpulan
[Link] berbanding lurus dengan tinggi unggun. Semakin lama waktu percobaan
maka tinggi unggun dalam kolom juga semakin besar
2. Waktu berbanding terbalik dengan pressure drop. Semakin lama waktu yang
diberikan maka nilai pressure drop semakin menurun
3. Faktor-faktor yang mempengaruhi fluidisasi yaitu laju alir, berat jenis, dan ukuran
partikel
5.2 Saran
1. Sebaiknya lakukan praktikum dengan teliti agar didapat data hasil percobaan yang
lebih tepat
2. Sebaiknya gunakan variasi laju alir yang lebih banyak agar didapat data yang
lebih akurat
24
25
DAFTAR PUSTAKA
Bird. 1995. Transport Phenomena 2nd Edition. New York: McGraw Hill.
Gel'Perin dan Einstein. 1971. “Heat Transfer in Fluidized Beds” dalam Fluidization,
Davidson and Harrison. New York: Academic Press.
26
LAMPIRAN A
DATA PERHITUNGAN
Menit ke-1
∆𝑷 = 𝑷𝟏 − 𝑷𝟐
∆𝑷 = 305 – 251
∆𝑷 = 54 atm
Menit ke-2
∆𝑷 = 𝑷𝟏 − 𝑷𝟐
∆𝑷 = 305 – 251
∆𝑷 = 54 atm
Menit ke-3
∆𝑷 = 𝑷𝟏 − 𝑷𝟐
∆𝑷 = 305– 253
∆𝑷 = 52 atm
27
Menit ke-4
∆𝑷 = 𝑷𝟏 − 𝑷𝟐
∆𝑷 = 305 – 254
∆𝑷 = 51 atm
Menit ke-5
∆𝑷 = 𝑷𝟏 − 𝑷𝟐
∆𝑷 = 304 – 254
∆𝑷 = 50 atm
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA
Jalan Terusan Ryacudu, Way Hui, Jati Agung, Lampung Selatan 35365
Telpon (0721) 8030188, Fax. (0721) 8030189, Email: Pusat@[Link]
[Link]
LAMPIRAN B
Lembar Kendali Keselamatan Kerja
No Bahan Sifat Bahan Tindakan
Penanggulangan
1. Aqua dm Tidak berbau Titik didih Tidak
Tidak (100°C) dibutuhkan
berwarna Densitas penanggulangan
Tidak 0,99283 g/ml yang khusus
berbahaya Jika merasa
Tidak tidak enak
beracun badan,cari
Berbentuk bantuan medis
cair
4 Ethanol Tidak Titik didih Jangan hirup
(C2H5OH) berwarna (78°C) uapnya,selalu
Mudah Densitas gunakan masker
menguap 0,79 g/cm Hindari kontak
Berbentuk langsung dengan
cair tubuh
Mudah Wadahnya harus
terbakar selalu tertutup
Berb Gunakan
au khas ventilasi yang
cukup
Gunakan sarung
tangan,cuci
tangan setelah
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA
Jalan Terusan Ryacudu, Way Hui, Jati Agung, Lampung Selatan 35365
Telpon (0721) 8030188, Fax. (0721) 8030189, Email: Pusat@[Link]
[Link]
selesai
menangani
bahan
[Link] Tangan
2. Masker
3. Jas Lab
4. Kacamata Google
LAMPIRAN C
WATER
MSDS ETHANOL