0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
191 tayangan42 halaman

Laporan Praktikum Fluidisasi 2021

Praktikum ini bertujuan untuk menentukan karakteristik proses fluidisasi gas dan cair dengan menggunakan pasir sebagai butiran padat dan air sebagai fluida. Variabel yang diamati adalah laju alir dan tinggi unggun pada berbagai kondisi fluidisasi. Hasilnya menunjukkan perubahan tinggi unggun dan fenomena fluidisasi seiring peningkatan laju alir.

Diunggah oleh

Iskar nanda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
191 tayangan42 halaman

Laporan Praktikum Fluidisasi 2021

Praktikum ini bertujuan untuk menentukan karakteristik proses fluidisasi gas dan cair dengan menggunakan pasir sebagai butiran padat dan air sebagai fluida. Variabel yang diamati adalah laju alir dan tinggi unggun pada berbagai kondisi fluidisasi. Hasilnya menunjukkan perubahan tinggi unggun dan fenomena fluidisasi seiring peningkatan laju alir.

Diunggah oleh

Iskar nanda
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PRAKTIKUM

LABORATORIUM INSTRUKSIONAL TEKNIK KIMIA

FLUIDISASI

Oleh:

Kelompok 25

Citra Nabilah 118280039

Lely Nourma Fitria 118280019

[Link] Pamungkas Putera 118280068

PROGRAM STUDI TEKNIK KIMIA


JURUSAN TEKNOLOGI PROSES DAN HAYATI
INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA
2021
ABSTRAK

Fluidisasi merupakan suatu metode untuk mengontakkan butiran padat dengan fluida.
Pada praktikum Fluidisasi ini bertujuan untuk menentukan karakteristik proses
fluidisasi gas dan cair. Pada praktikum kali ini dilakukan proses fluidisasi dengan
fluida air serta menggunakan pasir sebagai butiran padat. Alat yang digunakan yaitu
SOLTEQ. Variabel laju alir yang diberikan yaitu 0,6 LPM, 0,9 LPM, 1,2 LPM, 1,5
LPM, dan 1,8 LPM. Rentang waktu untuk setiap variabel laju alir yang diberikan
adalah 0-5 menit dengan diamati perubahan yang terjadi setiap menitnya. Pada
variabel laju alir 0,6 LPM diperoleh data yaitu pada unggun masih dalam keadaan
diam atau disebut dengan fixed bed dengan tinggi unggun 113 mm, dengan nilai
pressure drop 56 atm. Ketika laju alir dinaikkan ke 0,9 LPM, tinggi unggun masih
sama yaitu 113 mm namun fenomena yang terjadi adalah mulai munculnya
gelembung-gelembung kecil pada kolom atau yang disebut dengan bubbling.
Kemudian laju alir dinaikkan lagi menjadi 1,2 LPM, disini mulai terjadi penambahan
tinggi unggun dalam kolom yaitu menjadi 114-115 mm serta unggun didalam kolom
mulai bergerak karena adanya aliran arus dari bawah kolom atau biasa disebut
minimum or incipient fluidization. Laju alir dinaikkan kembali menjadi 1,5 LPM dan
mengakibatkan tinggi unggun dalam kolom semakin meningkat dari 115 mm hingga
ke 121 mm serta pergerakan unggun mulai sedikit cepat ketimbang saat laju alir 1,2
LPM atau biasa disebut smooth. Ketika laju alir dinaikkan menjadi 1,8 LPM, tinggi
ungun mengalami peningkatan menjadi 129 mm hingga ke 130 mm pada menit ke 5
fluidisasi

Kata kunci : Laju alir, Unggun, Fluida, Tekanan

i
DAFTAR ISI

ABSTRAK ................................................................................................................ i

DAFTAR ISI ............................................................................................................ ii

DAFTAR GAMBAR ............................................................................................... iv

DAFTAR TABEL .................................................................................................... v

BAB I ....................................................................................................................... 1

PENDAHULUAN .................................................................................................... 1

1.1. Latar Belakang............................................................................................ 1

1.2. Tinjauan Pustaka ............................................................................................ 3

1.2.1. Konsep Fluidisasi ..................................................................................... 3

1.2.2. Fenomena Fluidisasi ................................................................................. 5

1.2.3. Sifat dan Karakteristik Partikel Unggun ................................................... 6

BAB II .................................................................................................................... 10

TUJUAN DAN SASARAN .................................................................................... 10

2.1. Tujuan .......................................................................................................... 10

2.2. Sasaran ......................................................................................................... 10

BAB III................................................................................................................... 11

METODOLOGI PERCOBAAN ............................................................................. 11

3.1. Alat........................................................................................................... 11

3.3. Prosedur percobaan ................................................................................... 13

BAB IV………………………………………………………………………………14

4.1 Hasil…………………………………………………………………………...14

ii
4.2 Pembahasan……………...………………………………………………...…15

BAB V……………………………………………….………………………………16

5.1 Kesimpulan…….…………………………………………………………….17

5.2 Saran……………………………………………………………………........17

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................. 18

LAMPIRAN B .................................................................................................... 28

LAMPIRAN C .................................................................................................... 32

MATERIAL SAFETY DATA SHEET ................................................................... 32

iii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Fenomena fluidisasi dengan variasi laju alir gas.......................................8

Gambar 2. Fenomena fluidisasi pada sistem gas-solid................................................8

Gambar 3. Skema Peralatan Fluidisasi SOLTEQ......................................................15

Gambar 4. Diagram Alir Kalibrasi Rotameter............................................................18

Gambar 5. Diagram Alir Penentuan Karakteristik Fluidisasi.....................................21

iv
DAFTAR TABEL

Tabel 1. Kode Peralatan SOLTEQ....................................................................17

v
BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Dalam industri kimia,Fluidisasi merupakan suatu feomena berubahnya sifat dari
suatu padatan didalam suatu reaktor menjadi bersifat seperti fluida yang disebabkan
adanya aliran fluida kedalam reaktor tersebut baik berwujud cair maupun berwujud
gas. Butiran padat akan mengalami total gaya akibat fluida apabila terjadi gerak
relatif antarpermukaan butiran dan fluida. Pada laju alir fluida yang cukup rendah,
aliran fluida hanya menerobos unggun butiran padat melalui celah antar partikel tanpa
menyebabkan perubahansusunan partikel (keadaan fixedbed). Ketika laju alir fluida
ditingkatkan hingga kecepatan tertentu, unggun butiran padat yang semula diam akan
terekspansi. Pada kondisi demikian,sifat unggun akan menyerupai fluida dengan
viskositas tinggi, misalnya adanya kecenderungan untuk mengalir, mempunyai sifat
hidrostatik dan sebagainya. Keadaan ini disebut sebagai fluidisasi minimum. Pada
laju alir fluida tinggi, partikel padat dapat terbawa aliran fluida dan meninggalkan
kolom. Fluidisasi dapat terjadi ketika apabila gaya dorong fluida lebih besar dari gaya
berat unggun. Fluidisasi minimum terjadi apabila gaya dorong atau gaya seret fluida
sama dengan gaya berat unggun.
Alasan unggun terfluidisasi memiliki aplikasi yang luas adalah karakteristik
transfer panasnya yang sangat baik. Hal tersebut didukung kuat oleh berubahnya sifat
dari unggun tersebut menjadi seperti fluida sehingga transfer panas yang terjadi
adalah transfer panas konveksi. Dengan demikian partikel yang memasuki unggun
terfluidisasi segera mencapai temperatur unggun dan partikel dalam unggun bersifat
isothermal pada semua situasi. Gas yang memasuki unggun juga akan segera
mencapai temperatur unggun. Hampir tidak adanya variasi temperatur dalam unggun
yang terfluidisasi dikarenakan pencampuran merata dan area kontak yang luas antara
gas dan partikel.
Peristiwa fluidisasi yang digunakan dalam industri petrokimia yaitu dalam
reaktor cracking, katalis padat dalam butiran padat diregenerasi secara kontinyu

1
2

dengan mengalirkan katalis dari reaktor ke unit aktivasi katalis. Contoh produksi
industri yang menggunakan reaktor cracking yaitu pada proses pembuatan alkil
klorida dari gas klorin dengan olefin. Apabila laju aliran gas diperbesar terus menerus
maka penurunan tekanan juga akan bertambah, sehingga pada suatu waktu saat
dimana butiran padatan tersebut terangkat oleh aliran gas maka besarnya penurunan
tekanan menjadi tetap. Keadaan dimana padatan terangkat sehingga tidak lagi berupa
unggun diam disebut [Link] kali ini bertujuan untuk menentukan
karakteristik proses fluidisasi gas dan cair
3

1.2. Tinjauan Pustaka

1.2.1. Konsep Fluidisasi


Fluidisasi adalah salah satu cara untuk mengontakkan butiran padat dengan
fluida. Jika kecepatan fluida relative rendah, maka unggun tetap diam karena fluida
hanya mengalir melalui ruang antar partikel dan tanpa menyebabkan terjadinya
perubahan susunan partikel [Link] terdapat suatu aliran fluida baik liquid
maupun gas yang melewati partikel unggun yang berada dalam suatu tabung, maka
aliran tersebut akan memberikan suatu gaya dorong atau gaya seret (drag force)
terhadap partikel, sehingga pertikel tersebut akan terangkat dan menyebabkan
hambatan terhadap aliran udara semakin mengecil sehingga menimbulkan hilang
tekan (pressure drop) sepanjang partikel unggun, dimana fenomena itu biasa disebut
Fluidisasi. Ketinggian unggun akan berubah seiring dengan perubahan laju alir udara.
Peningkatan kecepatan selanjutnya akan menyebabkan butiran-butiran terlepas satu
sama lain sehingga bias bergerak dengan lebih mudah (unggun tersuspensi dalam
aliran fluida yang melewatinya) dan mulailah unggun terfluidakan. Semakin besar
laju alir udara, maka akan semakin besar ketinggian unggun. Pada laju alir udara yang
rendah, perubahan ketinggian unggun tidak begitu berarti bahan akan cenderung
konstan walaupun laju alir udara bertambah.

Istilah fluidisasi (fluidization) dan hamparan fluidisasi (fluidized bed) biasa


digunakan untuk keadaan partikel yang seluruhnya dianggap melayang, karena
suspense ini berperilaku seperti fluida rapat. Ketika suatu zat cair dilewatkan melalui
hamparan lapisan partikel padat pada kecepatan rendah, partikel-partikel tersebut
tidak bergerak. Jika kecepatan fluida dinaikkan bertahap maka partikel-partikel
tersebut akhirnya akan mulai bergerak dan melayang didalam [Link] hamparan
fluidisasi itu dimiringkan maka permukaan atasnya akan tetap horizontal, dan benda-
benda besar menjadi mengapung ataupun tenggelam didalam hamparan fluidisasi
akan bergantung pada perbandingan densitas terhadap suspensinya. Zat solid yang
terfluidisasi dapat dikosongkan dari hamparan fluidisasi melalui pipa dan valve
4

seperti zat cair pada umumnya, sifat fluiditas ini merupakan keuntungan utama dari
penggunaan fluidisasi untuk penanganan terhadap zat solid (Mc Cabe, 2005).

Konsep dasar dari suatu partikel unggun yang terfluidisasi dapat diilustrasikan
dengan fenomena yang terjadi jika adanya perubahan laju alir gas seperti pada
gambar dibawah :

Gambar 1. Fenomena fluidisasi dengan variasi laju alir gas

Fenomena fluidisasi yang terjadi pada sistem gas-solid dapat diilustrasikan


pada gambar berikut :
5

Gambar 2. Fenomena fluidisasi pada sistem gas-solid

Fenomena tersebut dapat dijelaskan melalui persamaan Bernoulli dengan


aliran laminer sebagai berikut

150𝑉𝑠µ(1−ԑ)2 𝛥𝑥
F= (𝐷р) 2ԑ3 𝜌
dan ΔP/ρ + gΔz = -F

Pada gambar di atas terlihat bahwa perbedaan tekanan sepanjang unggun


secara linear berbanding lurus dengan laju alir volumetrik selama fluidisasi belum
tercapai. Jika padatan berupa partikel seperti pasir, ketahanan partikel tersebut
terhadap aliran fluida akan menurun dengan meningkatnya porositas partikel tersebut.

1.2.2. Fenomena Fluidisasi


Pada Fluidisasi, ada beberapa fenomena fluidisasi yang terjadi pada apertikel
unggun yaitu antara lain :

1) Fixed Bed Fluidization, Fenomena ini terjadi ketika laju alir fluida kurang dari
laju alir minimum yang diperlukan untuk proses awal fluidisasi sehingga partikel
berada dalam keadaan diam.
2) Smooth Fluidization, Fenomena ini terjadi ketika distribusi aliran dan kecepatan
fluida merata serta densitas (massa jenis) dan distribusi partikel-partikel dalam
unggun homogen. Akibatnya, ekspansi pada setiap partikel solid seragam.
3) Slugging Fluidization, Fenomena ini terjadi ketika gelembung-gelembung besar
yang mencapai lebar dari diameter kolom yang terbentuk pada pertikel solid. Pada
kondisi ini, terjadi penarikan pada partikel solid sehingga partikel solid terlihat
seperti terangkat.
4) Chanelling Fluidization, Fenomena ini terjadi ketika dalam unggun partikel
padatan terbentuk saluran-saluran-saluran seperti tabung vertikal
5) Minimum Fluidization, Fenomena ini terjadi ketika laju alir fluida mencapai laju
alir minimum yang dibutuhkan untuk dilakukannya proses fluidisasi
6

6) Bubbling Fluidization, Fenomena Ini terjadi jika gelembung-gelembung besar


yang terdapat di dalam unggun terbentuk akibat densitas dan distribusi partike
yang tidak homogen
7) Disperse Fluidization, Fenomena ini terjadi jika kecepatan alir fluida telah
melebihi kecepatan maksimum aliran fluida. Pada fenomena ini sebagian partikel
terbawa aliran fluida dan ekspansi mencapai nilai maksimum.

1.2.3. Sifat dan Karakteristik Partikel Unggun


a. Ukuran Partikel
Padatan dalam unggun yang terfluidisasi tidak pernah sama dalam ukuran dan
mengacu pada distribusi ukuran partikel tersebut. Untuk menghitung ukuran
partikel rata-rata dengan menggunakan diameter rata-rata permukaan (dsv).
1
dsv = Xi
Σ( )
dpt

Ket. dp = diameter partikel rata-rata yang secara umum digunakan untuk desain
dsv = diameter dari suatu bidang

b. Sphericity
Sphericity adalah faktor bentuk yang dinyatakan sebagai rasio dari area
permukaan volume partikel bulat yang sama dengan partikel itu dibagi dengan
area permukaan partikel

Material ynag melingkar seperti katalis dan pasir bulat memiliki nilai sphericity
sebesar 0,9 atau lebih.

c. Densitas Padatan
Padatan dapat dibedakan menjadi 3 bagian berdasarkan densitasnya yaitu
bulk,skeletel, dan particle. Densitas bulk merupakan pengukuran berat dari
7

keseluruhan partikel dibagi dengan volume partikel. Pengukuran ini menyertakan


faktor kekosongan dalam pori-pori partikel. Skeletel adalah densitas suatu
padatan jika porositasnya nol. Adapun densitas partikel adalah berat dari suatu
partikel dibagi dengan volumenya dengan menyertakan pori-pori. Jika tidak ada
nilai untuk densitas partikel, maka pendekatan untuk densitas partikel dapat
diperoleh dengan membagi dua densitas bulk.

d. Kecepatan Terminal
Kecepatan terminal suatu partikel (Ut) merupakan kecepatan gas yang
dibutuhkan untuk mengatur partikel tunggal yang tersuspensi dalam aliran gas.
Kecepatan terminal suatu partikel dinyatakan dalam persamaan:

Dalam aliran laminer dan mengikuti Hukum Stokes:

Jadi, kecepatan terminal untuk partikel tunggal berbentuk bulat adalah

Dan untuk partikel besar dengan Cd = 0.43

Persamaan ini mengindikasikan bahwa untuk partikel yang berukuran kecil


viskositas merupakan faktor dominan setiap gas dan untuk partikel berukuran besar
densitas merupakan faktor yang terpenting. Kedua persamaan di atas mengabaikan
gaya antar partikel. Secara umum kecepatan selip (Uselip) atau kecepatan efektif
terminal untuk partikel dalam suspensi (U*t) adalah:
8

Kekosongan f() dari unggun yang terfluidisasi adalah fraksi mol yang terjadi
oleh gas. Fungsi t dapat dinyatakan dengan pendekatan Kozeny-Charman berikut.

Pendekatan lain yang digunakan untuk sistem banyak fasa yaitu korelasi
Richardson-Zaki untuk partikel tunggal dalam suspensi, yaitu:

n merupakan fungsi dari dp/D dan bilangan Re yang divariasikan.

e. Gaya antar Partikel


Gaya antar partikel sering kali diabaikan dalam fluidisasi meskipun dalam
banyak kasus gaya ini lebih kuat dibandingkan hydrodinamic yang digunakan
dalam banyak korelasi. Gaya antar partikel yang berhubungan atau berkaitan
dengan unggun yang terfluidisasi, misalnya van der waals, elektrostatik, dan
kapilaritas.

f. Batas Partikel
Partikel diklasifikasikan berdasarkan bagaimana partikel tersebut terfluidisasi
dalam udara pada kondisi tertentu. Partikel tersebut dapat diklasifikasikaN
menjadi:
Partikel halus
Partikel kasar
Kohesif, partikel yang sangat halus
Unggun yang bergerak

g. Kecepatan Fluidisasi Minimum (Umf)


Adalah kecepatan superficial terendah yang dibutuhkan untuk terjadinya
fluidisasi. Umf dapat ditentukan melalui plot Zenz dengan mengasumsikan faktor
9

kekosongan pada fluidisasi minimum 0.5. Selain itu, Umf juga dapat dicari
dengan menggunakan persamaan

Untuk memprediksi Umf, Ergun menurunkan suatu korelasi dengan cara


menyamakan pressure drop pada saat Umf dengan berat unggun persatuan luas
dan diperoleh persamaan sebagai berikut.

Suku pertama persamaan Ergun dominan untuk aliran laminer sedangkan


suku kedua dominan pada aliran turbulen.

h. Daerah batas fluidisasi


Pada kecepatan gas rendah, suatu padatan dalam tabung unggun akan berada
pada kondisi konstan seiring dengan bertambahnya kecepatan gas, gaya seret, dan
gaya buoyant mengalahkan berat partikel serta gaya antar partikel tersebut. Pada
fluidisasi minimum partikel memperlihatkan pergerakan yang minimal dan secara
langsung unggun akan sedikit terangkat.

i. Penurunan Tekanan
Penurunan tekanan yang terjadi pada campuran dua fasa dinyatakan dalam
beragam bentuk, seperti static head, akselerasi dan kehilangan friksi untuk gas
dan padatan. Untuk aplikasi fluidisasi unggun di luar kondisi ketika akselerasi
penurunan tekanan dapat diterima, penurunan tekanan akan dihasilkan dari static
head padatan. Untuk itu, berat suatu partikel unggun jika dibagi dengan tinggi
padatan akan menghasilkan densitas sesungguhnya dari unggun yang terfluidisasi.
BAB II

TUJUAN DAN SASARAN

2.1. Tujuan
Percobaan Fluidisasi ini bertujuan untuk menentukan karakteristik proses
fluidisasi gas dan cair.

2.2. Sasaran
Sasaran yang hendak dicapai melalui percobaan ini adalah sebagai berikut:

1. Menentukan kecepatan minimum fluidisasi gas


2. Menentukan fenomena yang terjadi pada proses fluidisasi gas
3. Menentukan besarnya hilang tekan unggun serta hubungannya laju alir fluida
4. Menentukan variabel-variabel yang berpengaruh terhadap hidrodinamika
unggun terfluidakan
5. Menentukan kecepatan partikel serta laju alir superfisial cairan pada keadaan
terminal fluidisasi cair
6. Menentukan laju alir superfisial fluidisasi minimum untuk fluidisasi cair
7. Menentukan efisiensi pemisahan pada fluidisasi cair

10
BAB III

METODOLOGI PERCOBAAN

3.1. Alat

3.1.1. Alat Utama


Alat utama yang digunakan dalam percobaan disajikan pada gambar 3.1.

Gambar 3. Skema Peralatan Fluidisasi SOLTEQ


Deskripsi alat :
B1 : Tangki Penampung Air
P1 : Pompa Sirkulasi
P2 : Kompresor
K1 & K2 : Kolom Fluidisasi
DPT 101 : Water differential pressure transmitter
DPT 102 : Air differential pressure transmitter

11
12

FT 201 & FT 202 : Pengukur laju alir digital

Tabel 1. Kode Peralatan SOLTEQ


Kode alat Deskripsi Satuan Rentang data
FT 201 Water flow meter L/min 0,2 – 2,5
FT 202 Air flow meter L/min 2 – 50
DPT 101 Water differential pressure transmitter bar 0 – 0,1
DPT 102 Air differential pressure transmitter kPa 0 -5

3.1.2. Alat Pendukung


1. Wet test meter
2. Timbangan
3. Stopwatch
4. Ayakan
5. Gelas Kimia
6. Gelas Ukur
7. Termometer
8. Penggaris
9. Sendok
10. Mortal dan alu
11. Piknometer
12. Jangka Sorong

3.2. Bahan
Bahan-bahan yang digunakan dalam praktikum kali ini adalah sebagai berikut :
a. Aqua DM
b. Aseton
c. Tipol
d. Air Keran
e. Udara Bertekanan
13

f. Butiran padat sebagai unggun

3.3. Prosedur percobaan


3.3.1. Persiapan kalibrasi rotameter dengan test meter

Mulai

Kolom fluidisasi kosong


dan selang terhubung

Kompresor dihubungkan ke
rotameter dan selang ke wet test
meter

Skala rotameter diubah-


ubah dari 0 sampai 6

Waktu untuk wet test meter


menunjukkan skala 1 liter
diukur dengan stopwatch

Selesai
14

Gambar 4. Diagram Alir Kalibrasi Rotameter

3.3.2. Prosedur Peralatan Fluidisasi (SOLTEQ)


 Prosedur Operasi Umum
j. Prosedur Start-Up

Mulai

Isi tangki B1 dengan air

Pindahkan penutup
kolom dengan hati-hati

Isi kolom dengan sampel

Tutup secara hati-hati. Pastikan


o-rings terpasang dengan baik

Tempatkan kolom pada penahan


dan kencangkan baut. Pastikan
kolomnya kokoh

Selesai
15

k. Prosedur Shut-Down

Mulai

Matikan kedua pompa


(P1 dan P2)

Kosongkan kolom (K1) dan


tangki penampung air (K2)

Bersihkan sampel dari peralatan

Putus sambungan listrik ke


alat

Selesai
16

3.3.3. Penentuan Karakteristik Fluidisasi

Mulai

Isi kolom dengan partikel padat


hingga ketinggian tertentu

Sambungkan rangkaian selang

Buka valve dan nyalakan


kompresor

Atur skala rotameter

Catat skala rotameter dan


beda tinggi pada manometer

Amati fenomena yang terjadi.


Ulangi untuk variasi lain

Selesai
17

Gambar 5. Diagram Alir Penentuan Karakteristik Fluidisasi

3.4.4. Penentuan Kecepatan Minimum Fluidisasi

Mulai

Masukkan partikel ke dalam kolom


berisi fluida mengalir

Atur laju alir sedemikian sehingga


partikel melayang dalam aliran air

Selesai
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil
Tabel 4.1 Data Hasil Pengamatan

Laju Alir Waktu P1 P2 ∆P Tinggi Fenomena


(LPM) (menit) (atm) (atm) (atm) Unggun
(mm)
0 306 250 56 113 Fixed Bed
0,6 1 305 251 54 113 (partikel diam)
2 305 251 54 113
3 305 253 52 113
4 305 254 51 113
5 304 254 50 113
0 346 218 128 113 Bubling
1 345 219 126 113
0,9 (ada gelembung)
2 345 219 126 113
3 345 220 125 113
4 345 220 125 113
5 345 220 125 113
0 355 212 143 114 (Minimum or
1 355 215 140 115
1,2 incipient
2 354 215 139 115
3 353 215 138 115 fluidization)
4 353 215 138 115 Pasir didalam kolom

mulai bergerak
5 353 215 138 115
0 360 211 149 121 Smooth
1,5 1 359 212 147 122 (Pergerakan mulai
2 359 212 147 122
3 358 213 145 122 sedikit cepat)
4 358 214 144 122
5 358 215 143 122
0 362 216 146 129 Smooth
1 360 216 144 129
1,8 (Pergerakan mulai
2 359 217 142 130
3 359 217 142 130 cepat)
4 358 219 139 130

18
19

5 358 220 138 130

4.2 Pembahasan
4.2.1 Kecepatan minimum dan Fenomena yang Terjadi
Praktikum kali ini adalah mengenai fluidisasi dengan tujuan praktikum yaitu
menentukan karakteristik proses fluidisasi gas dan cair. Dalam praktikum kali ini
percobaan yang dilakukan hanya proses fluidisasi cair saja dengan fluidanya yaitu
air dan unggunnya adalah pasir. Dengan variasi laju alir adalah 0,6 LPM, 0,9
LPM, 1,2 LPM, 1,5 LPM dan 1,8 LPM menggunakan alat rotameter. Waktu yang
digunakan untuk melihat fenomena yang terjadi adalah 0-5 menit. Dan parameter
yang diukur adalah pressure drop pada manometer dan Tinggi unggun serta
fenomena yang terjadi setiap menitnya dan setiap pergantian variasi laju alir.
Setelah melakukan percobaan didapatkan hasil fenomena dari setiap variasi
laju alir. Fenomena pertama yaitu pada laju alir 0,6 LPM dengan waktu 0-5 menit
yaitu unggun masih tetap diam, atau bisa disebut fenomenanya adalah fixed bed
dengan tinggi unggun didapatkan 113 mm dan pressure drop nya adalah 56 atm.
Saat laju alir dinaikan sampai 0,9 LPM dengan waktu 0-5 menit fenomena yang
terjadi adalah bubling atau muncul gelembung kecil pada kolom. Laju alir
dinaikan lagi menjadi 1,2 LPM diamati selama 0-5 Menit fenomena yang terjadi
adalah mulai adanya pergerakan halus yang menyebabkan unggun terangkat dari
113 mm ke 114 mm fenomena ini bisa dikatakan Minimum or incipient
fluidization dimana ketika laju alir fluida mencapai laju alir minimum yang
dibutuhkan untuk proses fluidisasi. Pada kondisi ini partikel-partikel padat mulai
terekspansi. Lajualir dinaikan kembali menjadi 1,5 LPM dan pergerakan unggun
mulai sedikit lebih cepat fenomena ini dinamakan smooth fluidization tinggi kolom
langsung naik dari 115 mm ke 121 mm begitupun dengan laju alir 1,8 LPM
fenomena yang terjadi yaitu smooth fluidization tetapi pergerakan unggun sedikit
lebih cepat dari laju alir sebelumnya dengan tinggi kolom mencapai 130mm.
20

4.2.2 Pengaruh waktu terhadap tinggi unggun

WAKTU VS TINGGI UNGGUN


132
130
128
tinggi unggun (mm)

126 Laju alir 0,6 LPM


124 Laju alir 0,9 LPM
122 Laju alir 1,2 LPM
120
Laju alir 1,5 LPM
118
116 Laju alir 1,8 LPM
114
112
0 2 4 6
Waktu (menit)

Gambar 4.1 Grafik Hubungan waktu vs tinggi unggun

Pada grafik diatas menunjukan pengaruh waktu terhadap tinggi unggun pada kolom.
Laju alir 0,6 LPM pada waktu 0-5 menit ditunjukan pada garis biru tua tetapi tertimpa
oleh garis merah yaitu pada laju alir 0,9 LPM dikarenkan tinggi unggun pada kedua
laju alir ini masih sama dan masih diam yaitu dengan ketinggian 113 mm. Sedangkan
untuk laju alir 1,2 LPM bisa dilihat pada grafik yaitu garis berwarna hijau pada
waktu 0 menit ketinggiannya naik menjadi 114 mm dan pada menit ke 1-5 menjadi
115mm. Untuk laju alir 1,5 LPM bisa dilihat pada garis yang berwarna ungu
ketinggiannya mencapai 121 mm pada menit ke 0 dan ketinggiannya bertambah pada
menit ke 1-5 yaitu menjadi 122 mm. Dan laju alir terakhir yaitu 1,8 LPM
ketinggiannya pun bertambah menjadi 129mm pada menit ke 0 dan bertambah tinggi
pada menit ke 2-5 menjadi 130 mm. Setelah dilihat hasil data yang telah diambil dan
dari grafik bisa dikatakan bahwa besarnya tinggi unggun berbanding lurus dengan
waktu nya maka semakin lama waktunya maka tinggi unggun akan semakin tinggi.
Dan dari grafik pula kita bisa lihat hubungan antara laju alir terhadap tinggi
unggunnya dimana hubungan laju alir dan tinggi unggun adalah berbanding lurus
21

yaitu semakin besar laju alir maka tinggi unggun akan semakin besar. Alasannya
adalah jika laju alir semakin besar maka tekanannya pun akan semakin besar dan
menyebabkan partikel-partikel tersebut bergerak dengan perlahan yang
mengakibatkan tinggi unggun bertambah. Itu juga lah alasan mengapa semakin lama waktu
yang diberikan maka tinggi kolom akan semakin bertambah karena tekanan dan pergerakan dari
unggun akan semakin lama yang menyebabkan tinggi unggun bertambah.

4.2.3 Pengaruh waktu terhadap pressure drop

Waktu vs ∆P
160

140
Laju alir 0,6 LPM
120
Laju alir 0,9 LPM
100 Laju alir 1,2 LPM
∆P (Atm)
80 Laju alir 1,5 LPM

60 Laju alir 1,8 LPM

40
0 1 2 3 4 5 6
Waktu (menit)

Gambar 4.2 Grafik Hubungan waktu dan pressure drop

Pada grafik diatas memperlihatkan hubungan antara waktu dan pressure drop.
Pada laju alir 0,6 LPM warna yang ditunjukan adalah warna merah pada menit ke 0
∆P yang didapatkan adalah 56 atm dan terus menurun sampai ke menit ke 5 yaitu 50
atm. Sebelumnya pressure drop (∆P) ini sendiri adalah hilang tekanan atau
penurunan tekanan yang terjadi akibat adanya gesekan pada fluida yang mengalir.
Pada laju alir 0,9 LPM pada menit ke 0 ∆P yang didapatkan adalah 128 atm dan terus
menurun sampai ke menit ke 5 yaitu 125 atm garis yang mewakili laju alir 0,9 LPM
adalah garis berwarna merah. Pada laju alir 1,2 LPM yang ditunjukan pada garis
berwarna hijau, pressure drop (∆P) asemakin menurun dengan waktu yang semakin
22

lama, pada menit ke 0 didapatkan pressure drop (∆P) 143atm dan pada menit ke 5
menurun sampai 138 mm. Begitupun dengan laju alir ke 1,5 LPM yang dinyatakan
dengan garis berwarna ungu. pressure drop (∆P) yang didapatkan pada menit ke 0
adalah 149 atm dan semakin menurun dengan bertambahnya waktu smapai ke menit
5 pressure drop (∆P) nya menjadi 143 mm. Yang terakhir adalah laju alir ke 1,8
LPM dengan garis warna biru, sama seperti laju alir sebelumnya dimana semakin
lama waktunya maka pressure drop (∆P) semakin kecil. Pada menit ke 0 didapatkan
146 atm dan terus menurun sampai menit ke 5 yaitu 138 atm.

Dari data-data yang didapatkan dan dilihat pada grafik bisa dikatakan bahwa
semakin lama waktunya maka pressure drop (∆P) nya akan semakin menurun itu
berarti hubungan antara waktu dan pressure drop (∆P) adalah berbanding terbalik
alasannya adalah karena dengan penambahan waktu tekananya akan semakin konstan
dan otomatis hilang tekan atau pressure drop (∆P) akan semakin kecil. Cara mencari
pressure drop (∆P) sendiri adalah dengan mengurangkan tekanan pertama dan kedua
pada manometer, untuk lebih jelasnya lagi bisa dilihat pada lampiran data
perhitungan. Dari grafik juga bisa dilihat hubungan antara laju alir dan juga pressure
drop (∆P) nya yaitu semakin besar laju alir maka pressure drop (∆P) akan semakin
besar itu berarti hubungan antara laju alir dan juga pressure drop (∆P) adalah
berbanding lurus. Alasannya karena dengan semakin besarnya laju alir maka partikel
partikel didalam bergerak semakin cepat sehingga akan mengakibatkan tekanan yang
semakin besar pula itulah sebabnya semakin besar laju alir maka pressure drop (∆P)
semakin besar.

Dari percobaan tentang fluidisasi kali ini juga kita dapat mengetahui faktor-
faktor yang mempengaruhi proses fluidisasi antara lain adalah laju alir dari fluida
dimana dengan laju alir sebesar 0,6 LPM dan 1,8 LPM akan menghasilkan proses
fluidisasi yang berbeda, berat jenis dan ukuran partikel juga berpengaruh dimana
pada praktikum kali ini yang digunakan adalah pasir jika kita menggunakan bahan
yang lain maka prosesnya akan berbeda dan laju alir minimumnya pun akan berbeda
dan masih banyak faktor lainnya.
23

Untuk pengaplikasian fluidisasi di industri adalah proses gasifikasi pada


pabrik batubara, proses transportasi Fluidisasi dapat terfluidisasikan sama seperti
cairan, sifat inidigunakan untuk transportasi padat berupa serbuk. Pencampuran
bubuk halus (dengan ukuran partikel berlainan) dan yang terakhir adalah proses heat
exchanger pelapisan bahan peledak pada permukaan logam dan Drying dan sizeing
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan pembahasan diatas, maka dapat diambil beberapa kesimpulan yaitu


sebagai berikut :

[Link] berbanding lurus dengan tinggi unggun. Semakin lama waktu percobaan
maka tinggi unggun dalam kolom juga semakin besar

2. Waktu berbanding terbalik dengan pressure drop. Semakin lama waktu yang
diberikan maka nilai pressure drop semakin menurun

3. Faktor-faktor yang mempengaruhi fluidisasi yaitu laju alir, berat jenis, dan ukuran
partikel

5.2 Saran

1. Sebaiknya lakukan praktikum dengan teliti agar didapat data hasil percobaan yang
lebih tepat
2. Sebaiknya gunakan variasi laju alir yang lebih banyak agar didapat data yang
lebih akurat

24
25

DAFTAR PUSTAKA

Bird. 1995. Transport Phenomena 2nd Edition. New York: McGraw Hill.

J. D. Gabor dan J. S. M. Botterill, 1985. "Heat Transfer in Fluidized and Packed


Beds," dalam Handbook of Heat Transfer Applications, Rohsenow, Hartnett, and
Ganic eds..New York: McGraw Hill

G. Flamant. 1992. Wall-to-Bed Heat Transfer in Gas Soalid Fluidized Beds:


Prediction of Heat Transfer Regimes. USA: Powder Tech.

Gel'Perin dan Einstein. 1971. “Heat Transfer in Fluidized Beds” dalam Fluidization,
Davidson and Harrison. New York: Academic Press.
26

LAMPIRAN A

DATA PERHITUNGAN

A..1 Perhitungan Pressure Drop (∆P)

 Pada laju alir 0,6 LPM


Menit ke-0
∆𝑷 = 𝑷𝟏 − 𝑷𝟐
∆𝑷 = 306 – 250
∆𝑷 = 56 atm

Menit ke-1
∆𝑷 = 𝑷𝟏 − 𝑷𝟐
∆𝑷 = 305 – 251
∆𝑷 = 54 atm

Menit ke-2
∆𝑷 = 𝑷𝟏 − 𝑷𝟐
∆𝑷 = 305 – 251
∆𝑷 = 54 atm

Menit ke-3
∆𝑷 = 𝑷𝟏 − 𝑷𝟐
∆𝑷 = 305– 253
∆𝑷 = 52 atm
27

Menit ke-4
∆𝑷 = 𝑷𝟏 − 𝑷𝟐
∆𝑷 = 305 – 254
∆𝑷 = 51 atm

Menit ke-5
∆𝑷 = 𝑷𝟏 − 𝑷𝟐
∆𝑷 = 304 – 254
∆𝑷 = 50 atm
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA
Jalan Terusan Ryacudu, Way Hui, Jati Agung, Lampung Selatan 35365
Telpon (0721) 8030188, Fax. (0721) 8030189, Email: Pusat@[Link]
[Link]

LAMPIRAN B
Lembar Kendali Keselamatan Kerja
No Bahan Sifat Bahan Tindakan
Penanggulangan
1. Aqua dm  Tidak berbau  Titik didih  Tidak
 Tidak (100°C) dibutuhkan
berwarna  Densitas penanggulangan
 Tidak 0,99283 g/ml yang khusus
berbahaya  Jika merasa
 Tidak tidak enak
beracun badan,cari
 Berbentuk bantuan medis
cair
4 Ethanol  Tidak  Titik didih  Jangan hirup
(C2H5OH) berwarna (78°C) uapnya,selalu
 Mudah  Densitas gunakan masker
menguap 0,79 g/cm  Hindari kontak
 Berbentuk langsung dengan
cair tubuh
 Mudah  Wadahnya harus
terbakar selalu tertutup
 Berb  Gunakan
 au khas ventilasi yang
cukup
 Gunakan sarung
tangan,cuci
tangan setelah
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA
Jalan Terusan Ryacudu, Way Hui, Jati Agung, Lampung Selatan 35365
Telpon (0721) 8030188, Fax. (0721) 8030189, Email: Pusat@[Link]
[Link]

selesai
menangani
bahan

Kecelakaan yang mungkin terjadi Penanggulangan


Hubungan arus pendek listrik akibat Usahakan untuk memutus hubungan arus
listrik yang kontak dengan air listrik dengan alat,apabila tindakan ini
tidak dapat digunakan hubungi pihak
berwenang
Terpeleset karena genangan air,akibat air Pastikan saat menuangkan air hati-hati
tumpah saat dituangkan, atau akibat agar tidak tumpah,pastikan wadah
kebocoran wadah tempat menyimpan air penyimpanan air tidak bocor,jika ada
yang tumpah dan air tergenang,segera
bersihkan
Bahan Ethanol jika terkena pada mata Gunakan kacamata google
dapat menyebabkan iritasi mata
Bahan Ethanoljika terhirup dapat Segera keluar dari laboratorium,pindah ke
menyebabkan iritasi saluran pernapasan tempat yang berudara segar dan cari
pertolongan medis
Bahan Ethanol jika tekena kulit dapat Selalu gunakan jas lab,sarung tangan.
menyebabkan iritasi,akan berbahaya jika Hati-hati ketika menuangkan kedua bahan
KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA
Jalan Terusan Ryacudu, Way Hui, Jati Agung, Lampung Selatan 35365
Telpon (0721) 8030188, Fax. (0721) 8030189, Email: Pusat@[Link]
[Link]

terserap kulit dalam jumlah banyak tersebut,hindari kontak langsung antara


bahan dengan kulit, jika terkena langsung
cuci dengan air bersih yang mengalir
Bahan Ethanol jika dikonsumsi dapat Jangan memasukkan sesuatu kedalam
menyebabkan keracunan dan iritasi korban yang pingsan,jika bahan tertelan
saluran pencernaan dalam jumlah banyak segera cari
pertolongan medis

Perlengkapan Keselamatan Kerja


KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
INSTITUT TEKNOLOGI SUMATERA
Jalan Terusan Ryacudu, Way Hui, Jati Agung, Lampung Selatan 35365
Telpon (0721) 8030188, Fax. (0721) 8030189, Email: Pusat@[Link]
[Link]

[Link] Tangan

2. Masker

3. Jas Lab

4. Kacamata Google
LAMPIRAN C

MATERIAL SAFETY DATA SHEET

WATER
MSDS ETHANOL

Anda mungkin juga menyukai