ANASLISA PROSES INTERAKSI
GANGGUAN PROSES PIKIR : HALUSINASI PENDENGARAN
NAMA : Sutiningsih
NIM : 18200100026
PROGRAM STUDI PROFESI NERS
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN INDONESIA MAJU
2021
ANALISA PROSES INTERAKSI
Inisial Klien : Tn. W Nama Mahasiswa : Sutiningsij
Status interaksi perawat-klien : Pertemuan ke-1 Tanggal : 9 April 2021
Lingkungan : Poli Jiwa Jam : 10.00-10.30 (30 menit)
Deskripsi klien : Penampilan klien cukup rapi, rambut bersih disisir dan sudah mandi
Tujuan (berorientasi pada klien) : Klien mampu :
- Membina hubungan saling percaya
- Mengenali halusinasi yang dialaminya: isi, frekuensi, waktu terjadi, situasi pencetus, perasaan, respon.
- Mengontrol halusinasi dengan cara menghardik.
Komunikasi Verbal Komunikasi Non Verbal Analisis Berpusat Pada Analisis Berpusat Rasional
Perawat Pada Klien
P : Assalamualaikum, P : Duduk berhadapan, Perawat memulai Klien tampak bersedia Ucapan salam perawat
bapak! mengulurkan tangan, tersenyum, percakapan dengan sikap berinteraksi kepada klien
sikap terbuka terbuka menunjukkan
penghargaan perawat
K : Melihat ke arah perawat dan kepada klien.
mengulurkan tangan Penghargaan kepada
orang lain merupakan
modal awal seseorang
dapat membuka diri
dengan orang lain.
K : Waalaikum salam K : Klien memandang perawat Perawat tetap menjaga Klien berespon positif Perawat
dan menjawab salam dari perawat posisi tubuh dengan dengan menjawab mempertahankan sikap
terapeutik salam yang terbuka, memandang
P : Mempertahankan sikap disampaikan oleh dan mendengarkan
terbuka, memandang, dan perawat dengan penuh perhatian
mendengarkan dengan penuh ketika berinteraksi
perhatian dengan klien.
P : Perkenalkan nama saya P : Suara jelas, memandang klien Perawat mencoba untuk Klien mendengarkan Membuka diri bagi
perawat Andik pambudi, dengan bersahabat, sikap terbuka membuka diri dan pertanyaan perawat perawat untuk
saya senang dipanggil andik. dan tersenyum mencoba menggali memudahkan dan
Saya mahasiswa dari identitas klien membina hubungan
univerrsitas Brawijaya. K : Memandang perawat dan saling percaya dengan
Nama bapak siapa? Dan tersenyum klien
senang dipanggil apa pak?
d
d
K : Bapak W, panggil saja K : Suara klien terdengar jelas dan Perawat menunjukkan Klien terlihat mulai Memperkenalkan diri
Bapak W yaa lantang juga memandang perawat sikap terbuka dengan klien menampakkan rasa dan mengatakan nama
dengan serius percaya panggilan yang disukai
dengan perawat dapat meningkatkan
P : Mendengarkan dengan penuh rasa percaya kepada
perhatian dan sikap terbuka orang lain
P : Oooh baik Bapak P : Suara jelas, tetap tersenyum, Perawat mencoba Klien tampak Perawat mencoba
W. Bagaimana perasaan mempertahankan sikap terbuka, membuka diri dan menerima dan terbuka menggali kondisi klien
hari ini? memandang klien dengan mencoba menggali data dengan diskusi yang dengan pertanyaan
bersahabat baru yang mungkin sangat akan dilakukan dengan terbuka, memberi
diperlukan dari klien perawat kesempatan klien
K : Memandang perawat, wajah mengeksplorasikan apa
tampak rileks yang dirasakan klien
K : Alhamdulillah baik pak K : Suara terdengar jelas, klien Perawat menunjukkan Klien sudah mulai Klien sudah mulai
andik, Bapak selalu sehat. tenang, klien memandang perawat sikap terbuka dengan klien menanamkan sikap membuka diri dengan
P : Memandang klien dengan terbuka dengan perawat. Ini merupakan
sikap bersahabat dan perawat awal yang baik untuk
mempertahankan sikap terbuka mengetahui lebih dalam
lagi tentang masalah
yang dihadapinya
P : Tadi kan bapak bilang P : Mempertahankan kontak mata, Perawat melakukan Klien mendengarkan Teknik validasi untuk
pernah dengar bisikan- sambil mengangguk perlahan, klarifikasi terhadap penjelasan dan terlihat memastikan ucapan
bisikan, gimana kalau kita dengan suara penuh perhatian Masalah yang dihadapi ingin mengungkapkan klien. Kontrak waktu,
bercakap-cakap tentang K : Memandang perawat, klien serta membuat permasalahan yang topik dan tempat
bisikan yg bapak pernah mendengarkan dan menjawab kontrak pertemuan dan dihadapi merupakan cara untuk
alami itu? Jika bapak pertanyaan, muka tampak mulai menentukan topik menjalin hubungan yang
bersedia mau dimana kita rileks, tangan diletakkan di atas pembicaraan terapeutik.
berbincang-bincang? Dan meja.
mau berapa lama pak?
K : Boleh, kita ngobrol di K : Wajah sudah tampak rileks, Perawat mempertahankan Klien sudah tampak Klien sudah dapat
sini aja ya, mau berapa lama memandang lawan bicara, dan sikap terbuka dengan klien percaya dengan membuat suatu
aja boleh. sesekali tersenyum sendiri. kehadiran perawat dan keputusan yang
dapat membuat kontrak sederhana.
P : Tersenyum dan yang jelas
menganggukkan kepala.
P : Baiklah, bagaimana P : Tersenyum, mempertahankan Perawat mencoba untuk Klien mendengarkan Untuk mengidentifikasi
kalau kita ngobrol 30 menit, sikap terbuka, suara jelas menggali lebih jauh pertanyaan perawat isi, waktu, frekuensi,
Baiklah sekarang coba tentang halusinasi situasi, dan respon
bapak ceritakan apakah K : Mendengarkan dan menjawab pendengaran yang dialami pasien jika terjadi
bapak mendengar suara pertanyaan perawat, memandang oleh klien. halusinasi
tetapi tidak ada wujudnya? perawat.
Lalu apa yang dikatakan
suara itu pa?
K: Iya dulu saya mendengar K : Menjawab dengan suara yang Perawat mencoba untuk Klien menjelaskan Sikap mendengarkan
suara bisikan tetapi yang jelas. menggali lebih jauh tentang hal yang perawat secara
bapak dengarkan bisikan tentang halusinasi ditanyakan oleh nonverbal
yang positif tapi kadang juga P : Mendengarkan penjelasan dari pendengaran yang dialami perawat mengomunikasikan
ada yang negatif misalkan klien dengan serius oleh klien. kepada klien tentang
selalu bilang kamu bodoh, minat dan penerimaan
kamu tidak bisa bekerja. Perawat mendengarkan perawat.
keterangan yang Klarifikasi dari klien
disampaikan klien menandakan klien sudah
mencoba berpikir
rasional. Hal ini
dilakukan perawat untuk
meningkatkan
kemampuan analisa
klien terhadap suatu
masalah.
P : Apakah terus menerus P : Mempertahankan sikap Perawat mencoba untuk Klien mendengarkan Perawat berusaha
terdengar atau sewaktu- terbuka, suara jelas menggali lebih jauh pertanyaan perawat mengeksplorasi dengan
waktu saja (kadang- tentang halusinasi memberikan pertanyaan
kadang)? Kapan yang paling K : Mendengarkan dan menjawab pendengaran yang dialami terbuka yang bertujuan
sering bapak dengar suara pertanyaan perawat, memandang oleh klien. untuk menggali pikiran
itu? Berapa kali dalam sehari perawat. dan perasaan klien
suara itu muncul?
K: Suara tersebut muncul K : Menjawab dengan suara yang Perawat mencoba untuk Klien menjelaskan Klarifikasi dari klien
setiap saat, biasanya muncul jelas. menggali lebih jauh tentang hal yang menandakan klien sudah
pada siang dan malam hari. tentang halusinasi ditanyakan oleh mencoba berpikir
pendengaran yang dialami perawat rasional. Hal ini
oleh klien. dilakukan perawat untuk
P : Mendengarkan penjelasan dari meningkatkan
klien dengan serius Perawat mendengarkan kemampuan analisa
keterangan yang klien terhadap suatu
disampaikan klien masalah.
P: Pada keadaan apa suara P : Mempertahankan sikap Perawat mencoba untuk Klien mendengarkan Perawat berusaha
itu terdengar pak? Apakah terbuka, suara jelas, menggali lebih jauh pertanyaan perawat mengeksplorasi dengan
pada waktu sendiri? Apa tentang halusinasi memberikan pertanyaan
saja yang bapak rasakan K : Mendengarkan dan menjawab pendengaran yang dialami terbuka yang bertujuan
pada saat mendengar suara pertanyaan perawat, memandang oleh klien. untuk menggali pikiran
tersebut? Apa yang bapak perawat. dan perasaan klien
lakukan jika mendengar
suara itu? Apakah dengan
cara itu suaranya hilang?
K: Iya suara itu muncul saat K : Klien menjawab pertanyaan Perawat mencoba untuk Klien menjelaskan
Klarifikasi dari klien
saya sedang sendirian dan perawat dengan serius. Terlihat menggali lebih jauh tentang hal yang
menandakan klien sudah
pada saat sedang emosi. sedih. tentang halusinasi ditanyakan oleh
mencoba berpikir
Kalau bisikan yang positif pendengaran yang dialami perawat rasional. Hal ini
sih bapak merasa nyaman P : Perawat mendengarkan oleh klien. dilakukan perawat untuk
tapi kalau ada bisikan yang keterangan yang disampaikan meningkatkan
membuat marah-marah suka klien kemampuan analisa
tidak bisa mengontrol. klien terhadap suatu
masalah.
P: Bagaimana kalau kita P : Tersenyum, mempertahankan Perawat mencoba untuk Klien mendengarkan Untuk mencegah dan
belajar cara-cara untuk sikap terbuka, suara jelas mengajarkan cara pertanyaan perawat mengontrol halusinasi
mengontrol dan mencegah mencegah/mengontrol yang dialami oleh klien
suara-suara itu muncul? K : Mendengarkan dan menjawab halusinasi pendengaran
pertanyaan perawat, memandang yang dialami oleh klien
perawat.
K: Iya boleh. Gimana K : Tampak bersemangat Perawat mencoba untuk Klien menjawab Klarifikasi dari klien
caranya? mengajarkan cara pertanyaan perawat menandakan klien sudah
P : Perawat mendengarkan mencegah/mengontrol mencoba berpikir
keterangan yang disampaikan halusinasi pendengaran rasional. Hal ini
klien yang dialami oleh klien dilakukan perawat untuk
meningkatkan
kemampuan analisa
klien terhadap suatu
masalah.
P: Bapak, ada empat cara P : Mempertahankan sikap Perawat mencoba untuk Klien mendengarkan Untuk mencegah dan
untuk mencegah suara-suara terbuka, suara jelas mengajarkan cara penjelasan perawat mengontrol halusinasi
itu muncul. Pertama dengan mencegah/mengontrol yang dialami oleh klien
cara menghardik suara K : Mendengarkan penjelasan halusinasi pendengaran
tersebut. Kedua dengan cara perawat, memandang perawat. yang dialami oleh klien
minum obat dengan teratur.
Ketiga dengan cara
bercakap-cakap dengan
orang lain. Keempat dengan
cara melakukan kegiatan
yang sudah terjadwal.
Bagaimana kalau sekarang
kita belajar cara yang
pertama dulu, yaitu dengan
menghadik
K: Iya, boleh. K : Tersenyum, senang, sambil Perawat mencoba untuk Klien menjawab Untuk mencegah dan
menganggukan kepala mengajarkan cara pertanyaan perawat mengontrol halusinasi
mencegah/mengontrol yang dialami oleh klien
P : Perawat mendengarkan halusinasi pendengaran
keterangan yang disampaikan yang dialami oleh klien
klien
P: Cara menghardik suara P : Mempertahankan sikap Perawat mencoba untuk Klien mendengarkan Untuk mencegah dan
tersebut yaitu sebagai terbuka, suara jelas mengajarkan cara penjelasan perawat mengontrol halusinasi
berikut: saat suara- mencegah/mengontrol yang dialami oleh klien
suara/bisikan itu muncul K : Mendengarkan penjelasan halusinasi pendengaran
langsung tutup telinga dan perawat, memandang perawat, yang dialami oleh klien
bilang “pergi, pergi saya menganggukan kepala
tidak mau dengar, kamu
suara palsu”. Kata-kata itu
diulang sampai suara itu
tidak terdengar lagi. Coba
sekarang bapak peragakan!
K: Baik. Kalau suara itu K: Memeragakan cara menghardik Perawat mencoba untuk Klien memeragakan Untuk mencegah dan
muncul bapak langsung suara mengajarkan cara cara menghardik suara mengontrol halusinasi
tutup telinga “pergi, pergi mencegah/mengontrol yang dialami oleh klien
saya tidak mau dengar, kamu P : Memperhatikan cara halusinasi pendengaran
suara palsu” menghardik suara yang yang dialami oleh klien
diperagakan oleh klien.
P: Yah bagus bapak sudah P : Tersenyum, mempertahankan Perawat mencoba untuk Klien mendengarkan Untuk mencegah dan
bisa melakukannya dengan sikap terbuka, suara jelas mengajarkan cara penjelasan perawat mengontrol halusinasi
baik. mencegah/mengontrol yang dialami oleh klien
K : Mendengarkan penjelasan halusinasi pendengaran
perawat, memandang perawat. yang dialami oleh klien
P: Bagaimana perasaan P : Tersenyum, mempertahankan Perawat melakukan Klien mendengarkan Untuk mengevaluasi dan
bapak setelah latihan cara sikap terbuka, suara jelas evaluasi/validasi perasaan penjelasan perawat validasi perasaan klien
yang pertama untuk klien setelah melakukan setelah melakukan cara
mengontrol halusinasi K : Mendengarkan pertanyaan cara menghardik menghardik suara
dengan cara menghardik? perawat, memandang perawat.
K: saya senang bisa K: Mengungkapkan perasaannya Perawat melakukan Klien menjawab Untuk mengevaluasi dan
melakukannya. setelah melakukan cara evaluasi/validasi perasaan pertanyaan perawat validasi perasaan klien
menghardik klien setelah melakukan setelah melakukan cara
cara menghardik menghardik suara
P : Mendengarkan,
mempertahankan sikap terbuka
P: Coba bapak sebutkan lagi P : Mempertahankan sikap Perawat melakukan Klien mendengarkan Untuk mengevaluasi
cara mencegah dan terbuka, suara jelas evaluasi subjektif penjelasan perawat subjektif (kognitif) dan
mengontrol suara- (kognitif) dan evaluasi evaluasi objektif
suara/bisikan itu? Setelah itu K : Mendengarkan pertanyaan objektif (psikomotor) klien (psikomotor) klien
bapak peragakan kembali perawat, memandang perawat. tentang cara menghardik tentang cara menghardik
caranya! suara suara
K: Caranya dengan K: Menyebutkan dan Perawat melakukan Klien menjawab Untuk mengevaluasi
menghardik. Caranya yaitu memperagakan cara mencegah evaluasi subjektif pertanyaan perawat subjektif (kognitif) dan
saat suara-suara itu muncul suara dengan cara menghardik (kognitif) dan evaluasi evaluasi objektif
langsung bilang “pergi, pergi objektif (psikomotor) klien (psikomotor) klien
saya tidak mau dengar, saya P : Memperhatikan klien, tentang cara menghardik tentang cara menghardik
tidak mau dengar, kamu mempertahankan sikap terbuka, suara suara
suara palsu”. suara jelas
P: Iya sudah benar yang P : Senang, Tersenyum, Perawat melakukan Klien mendengarkan Untuk mengevaluasi
bapak sebutkan, tapi ada tiga mempertahankan sikap terbuka, evaluasi subjektif penjelasan perawat subjektif (kognitif) dan
cara lagi yaitu dengan cara suara jelas (kognitif) dan evaluasi evaluasi objektif
minum obat,bercakap-cakap objektif (psikomotor) klien (psikomotor) klien
dan melakukan kegiatan K : Mendengarkan penjelasan tentang cara menghardik tentang cara menghardik
yang terjadwal. Lalu, tadi perawat, tersenyum. suara suara
sudah benar cara
melakukannya.
P: Kita masukkan cara P : Tersenyum, mempertahankan Perawat memasukkan cara Klien mendengarkan Memasukkan cara
menghardik suara ke dalam sikap terbuka, suara jelas menghardik suara ke dalam penjelasan perawat menghardik ke dala
jadwal kegiatan harian ya. jadwal kegiatan harian jadwal kegiatan harian
Jadi, bila suara-suara itu K : Mendengarkan penjelasan klien dan perawat klien agar klien dapat
muncul bisa lakukan cara perawat, memandang perawat. melakukan rencana tindak melakukan cara
menghardik (sesuai jadwal lanjut kepada klien menghardik secara
3x/hari) teratu/jika suara itu
muncul.
P: Baiklah pak, bagaimana P : Tersenyum, mempertahankan Perawat melakukan Klien mendengarkan Kontrak untuk kegiatan
kalau besok kita bertemu sikap terbuka, suara jelas kontrak yang akan datang penjelasan perawat selanjutnya
lagi untuk latihan cara yang yaitu cara kedua
kedua cara teratur minum K : Mendengarkan pertanyaan mencegah/mengontrol
obat untuk mencegah suara perawat, memandang perawat. suara-suara
itu muncul? Bagaimana
kalau bapak kontrol kembali.
K: Iya boleh. K: Menyetujui kontrak yang akan Perawat melakukan Klien menjawab Kontrak untuk kegiatan
datang, mengangguk dan kontrak yang akan datang pertanyaan perawat selanjutnya
tersenyum yaitu cara kedua
mencegah/mengontrol
P : Tersenyum, mempertahankan suara-suara
sikap terbuka, suara jelas
P: Sampai jumpa bapak, P: Mengucapkan Salam Perawat berpamitan Klien mendengarkan Salam untuk menjalin
assalamualaikum. (Mengulurkan Tangan), tersenyum salam rasa saling percaya.
K: Mendengarkan (mengulurkan
tangan untuk berjabatan tangan),
tersenyum
K: wa alaikum salam K: Mengucapkan Salam Perawat berpamitan Klien menjawab salam Salam untuk menjalin
(Mengulurkan Tangan), tersenyum rasa saling percaya.
P: Mendengarkan (mengulurkan
tangan untuk berjabatan tangan),
tersenyum
Kesan perawat:
Perawat menganalisa bahwa dalam pertemuan pertama perawat sudah berhasil mencapai hubungan saling percaya dengan klien. Hal ini ditandai
dengan klien sudah mau bercerita tentang isi, waktu, frekuensi, situasi, dan respon pasien jika terjadi halusinasi serta melatih cara pertama untuk
mencegah/mengontrol halusinasi, yaitu menghardik suara-suara. Hasil interaksi menunjukkan kemampuan klien menerima dan mempraktekkan cara
yang diajarkan, Interaksi perlu ditingkatkan untuk membantu klien mengoptimalkan kemampuan dalam mencegah/mengontrol halusinasi yang
dialaminya.