0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
69 tayangan17 halaman

Desain Penelitian dalam Akuntansi

Modul ini membahas desain penelitian yang merupakan rencana kerja penelitian secara sistematis dan strategi yang akan digunakan peneliti mulai dari perumusan masalah hingga analisis data. Desain penelitian berisi cetak biru prosedur dan metode penelitian serta manfaatnya untuk memberikan panduan yang jelas dalam pelaksanaan penelitian."
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
69 tayangan17 halaman

Desain Penelitian dalam Akuntansi

Modul ini membahas desain penelitian yang merupakan rencana kerja penelitian secara sistematis dan strategi yang akan digunakan peneliti mulai dari perumusan masalah hingga analisis data. Desain penelitian berisi cetak biru prosedur dan metode penelitian serta manfaatnya untuk memberikan panduan yang jelas dalam pelaksanaan penelitian."
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

MODUL PERKULIAHAN

Metodologi
Penelitian
Akuntansi
DESAIN PENELITIAN

Fakultas Program Studi Tatap Muka Kode MK Disusun Oleh

5
Sekolah Pasca Sarjana Magister Akuntansi Dr. Nuryaman, SE., MSi., Ak.,CA.

Abstract Kompetensi
Pertemuan ini menjelaskan Mahasiswa mampu menjelaskan
bagaimana Desain Penelitian Desain Penelitian
DESAIN PENELITIAN
Setelah peneliti menyelesaikan tahap perumusan masalah penelitian dan penyusunan
kerangka pemikiran, maka langkah berikutnya adalah menyiapkan rancangan penelitian atau
desain penelitian secara komprehensive. Desain penelitian merupakan garis besar rencana,
struktur, dan strategi penelitian secara komprehensive dari mulai tahap awal perumusan
masalah penelitian sampai dengan tahap akhir analisis data, dengan tujuan agar masalah
penelitian dapat terjawab.

Desain penelitian merupakan cetak biru/blue print bagi peneliti tentang prosedur-metode
yang akan digunakan pada setiap tahapan kegiatan penelitian yaitu prosedur: pengumpulan
data; pengukuran variabel penelitian; dan analisis data. Desain penelitian merupakan rencana
dan struktur penelitian yang dibuat sedemikian rupa agar masalah penelitian dapat
terpecahkan. (Emory. 1996)

Desain penelitian merupakan (Praktikya.2007) :


Rencana kerja penelitian mengandung arti bahwa desain penelitian menggambarkan rencana
keseluruhan kegiatan secara sistematis yang akan dilakukan oleh seorang peneliti.

Struktur penelitian. Merumuskan desain Penelitian artinya melakukan strukturisasi


Penelitian, sehingga dalam desain akan tergambar model atau paradigma variabel penelitian
dengan mengidentifikasi jenis dan sifat variabel serta hubungan antar variabel tersebut.

Strategi penelitian menggambarkan bagaimana metode dan prosedur penelitian yang akan
digunakan dalam hal : seting penelitian, sumber data, pengumpulan data, sampling, dan
analisis data. Strategi penelitian perlu didesain agar supaya tujuan penlitian dapat dicapai
dengan efektip dan efisien.

Cetak biru yang menjelaskan garis besar prosedur dan metode yang akan ditempuh peneliti
dari mulai tahap awal masalah penelitian dirumuskan sampai dengan tahap akhir penelitian,
analisis data dan rekomendasi hasil penelitian.
Sebagai contoh, ketika seorang Arsitektur sedang merancang bangunan, maka akan
ditentukan tujuan desainnya, yaitu jenis bangunan apa yang akan dibuat, fungsi bangunan
tersebut untuk apa. Desain bangunan rumah tinggal akan berbeda dengan desain bangunan
hotel, atau perkantoran, karena tujuan dan fungsinya berbeda. Gambar maket bangunan

‘20 Metodologi Penelitian Akuntansi Biro Akademik dan Pembelajaran


2 Dr. Nuryaman., SE., MSi., Ak., CA. [Link]
tersebut merupakan desain atau rancangan bangunan, cetak biru/ blue print bangunan yang
akan dibuat. Desain menggambarkan rencana kerja secara sistematis dari mulai pembuatan
pondasi sampai dengan selesai, berguna untuk menentukan bahan yang akan dipakai, jadwal
pengerjaan, alokasi sumber daya dsb. Desain menggambarkan struktur bangunan secara utuh
meliputi: berapa jumlah ruangan, jenis ruangan, jumlah pintu dan jendela, keterkaitan antar
komponen bangunan satu dengan lainnya. Desain akan menggambarkan berbagai prosedur -
metode yang akan ditempuh dalam membuat pondasi, prosedur merangkai besi beton,
prosedur meramu campuran bahan, prosedur pemasangan material bangunan. Rancangan
bangunan ini akan dijadikan patokan dalam melaksanakan pekerjaan pembangunan.

Manfaat Rancangan / Desain Penelitian (Adytia. 2013) adalah :


1) Memberi pegangan yang lebih jelas kepada peneliti dalam melakukan penelitiannya.
Dalam Rancangan / Desain Penelitian, antara lain harus dipikirkan tentang : populasi,
metode sampling yang dipilih, besar sample, prosedur pengumpulan data, cara – cara
analisis data, penggunaan statistik yang tepat, cara mengambil kesimpulan dsb.
2) Menentukan batas – batas penelitian yang berkaitan dengan tujuan Penelitian. Apabila
tujuan penelitian tidak dirumuskan dengan jelas, maka penelitian itu seperti tidak ada
ujung – pangkalnya. Dengan perumusan tujuan penelitian yang jelas, maka dapat disusun
suatu desain penelitian yang menentukan batas-batas penelitian yang tegas, dengan
demikian Peneliti dapat memusatkan perhatian dan usahanya ke arah Tujuan yang nyata
secara lebih efektif, dan peneliti menjadi tahu bilamana pekerjaannya/penelitiannya
selesai.
3) Memberikan gambaran yang jelas tentang apa yang harus dilakukan dan juga
memberikan gambaran tentang kesulitan – kesulitan yang akan dihadapi. Dengan
demikian, dapat dipikirkan cara – cara mengatasi kesulitan – kesulitan tersebut terlebih
dahulu.

Ketika kegiatan penelitian akan dijalankan, maka terlebih dahulu Peneliti harus membuat
rancangan penelitian, agar tujuan penelitian tersebut dapat tercapai. Sekurang-kurangnya ada
9 (sembilan) hal yang harus dirumuskan ketika menentukan desain penelitian sebagai berikut
:
1. Sifat rumusan masalah penelitian : eksploratif, studi formal
2. Sumber data dan metode pengumpulan data :

‘20 Metodologi Penelitian Akuntansi Biro Akademik dan Pembelajaran


3 Dr. Nuryaman., SE., MSi., Ak., CA. [Link]
Sumber data : Primer dan Sekunder
Metode pengumpulan data : survey, observasi dan analisis data sekunder

3. Pengendalian variabel penelitian oleh peneliti : eksperimen, ex post facto


4. Tujuan dan tipe masalah penelitian : deskriptif, komparatif, uji hubungan
5. Tipe data menurut dimensi waktu : data cross sectional atau data berseri (time series)
6. Ruang lingkup topik penelitian menyangkut apakah penelitian ini menitik berat pada
keluasan atau kedalaman : studi kasus atau statistical study
7. Seting lingkungan penelitian : studi lapangan, laboratorium
8. Unit analisis penelitian.
9. Metode analisis data : Statistik deskriftip; statistik uji beda; uji hubungan.

Bagan 1. Komponen Desain penelitian

Sumber dan Metode


Sifat masalah penelitian
pengumpulan data

Pengendalian terhadap
Tujuan dan tipe masalah
variabel penelitian

Data menurut dimensi Ruang lingkup


waktu penelitian

Setting lingkungan Unit analisis


penelitian

Sifat Rumusan Masalah Penelitian


Penelitian eksploratif dilakukan ketika peneliti memiliki keterbatasan informasi mengenai
masalah penelitian tertentu, karena belum banyak peneliti sebelumnya yang membahas
masalah tersebut. Tujuan penelitian eksploratif untuk lebih dapat memahami masalah
penelitian.

‘20 Metodologi Penelitian Akuntansi Biro Akademik dan Pembelajaran


4 Dr. Nuryaman., SE., MSi., Ak., CA. [Link]
Studi ini diperlukan untuk menjajaki sifat dan pola penomena yang menarik perhatian
peneliti dan merupakan usaha untuk memperoleh pengetahuan yang bermanfaat untuk
penyusunan konstruksi teori. Penelitian eksploratif dapat membantu peneliti dalam
mengmbangkan konsep atau construct yang jelas dan mendefinisikan variabel-variabel
penelitian yang penting (Indriantoro. 1999 :87)

Berikut contoh-contoh penelitian eksploratif ;


Penelitian pernah dilakukan untuk mengidentifikasi konsep dari kualitas kehidupan kerja
(quality work of life), ketika itu penelitian yang berkaitan dengan konsep tersebut belum
banyak sehingga definisi dan batasan dari konsep ini belum begitu jelas, maka dilakukan
studi eksploratif dengan wawancara secara intensif terhadap para pekerja. Setelah wawancara
dilakukan, teridentifikasi dimensi dari kehidupan kerja yang berkualitas adalah : lingkungan
kerja yang sehat; hubungan kerja bebas stress; kepuasan kerja; mendapatkan peran dalam
kerja; dsb (Sekaran.2003; 120)

Henry Mintzberg pernah melakukan wawancara dengan para manajer ekskutif untuk
mengidentifikasi sifat pekerjaan manajemen. Berdasarkan hasil wawancara, dan analisis
terhadap data yang dipeoleh maka dia berhasil merumuskan teori mengenai fungsi-fungsi
manajemen yang terdiri atas: perencanaan, kordinasi, pelaksanaan, pengendalian.
(Sekaran.2003.120). Hasil penelitian eksploratif terhadap konsep fungsi manajemen saat ini
telah digunakan untuk berbagai kepentingan pengelolaan organisasi, dan penelitian dalam
mengembangkan bidang ilmu manajemen.

Studi formal dilakukan ketika masalah penelitian dan berbagai variabel penelitian yang
terkait dapat teridentifikasi secara jelas. Tujuan studi formal adalah untuk menguji hipotesis
penelitian atau menjawab pertanyaan penelitian yang diajukan. Studi formal terkait dengan
komponen desain penelitian ke empat, dimana variabel penelitian dapat teridentifikasi secara
jelas, sehingga masalah penelitian dapat dirumuskan dalam bentuk: deskriptif, komparatif,
dan uji hubungan. Buku ini dan buku metode penelitian bisnis pada umumnya, membahas
berbagai metode penelitian untuk melaksanakan studi formal. Jika peneliti menghadapi
ketidakjelasan atas suatu fenomena atau konsep, maka peneliti dapat terlebih dahulu
melakukan penelitian eksploratif, yang kemudian hasil dari penelitian eksploratif ini akan
digunakan untuk penelitian lanjutan yaitu studi formal.

‘20 Metodologi Penelitian Akuntansi Biro Akademik dan Pembelajaran


5 Dr. Nuryaman., SE., MSi., Ak., CA. [Link]
Gambar 2. Salah satu contoh paradigma penelitian formal hubungan X dengan Y

X Y

Apa itu X ? Apa itu Y ?


Dimensi dan indikator X ? Dimensi dan indikator Y ?

Penelitian hubungan X dengan Y dapat dilakukan uji empiris, jika peneliti memperoleh
informasi yang jelas tentang konsep dari variabel X dan Y: dimensi dan indikator,
referensinya sudah cukup memadai baik berasal dari buku literatur atau hasil penelitian
terdahulu. Jika variabel X dan Y dapat diidentifikasi secara jelas, maka pengujian hipotesis
hubungan X dengan Y dapat dilaksanakan.

Jika pada saat penelitian berlangsung ternyata peneliti menghadapi kesulitan dalam
merumuskan konsep, konstruk, dan definisi operasional variabel X dan atau Y, dikarenakan
masih sedikitnya referensi dan hasil penelitian sebelumnya mengenai variabel X dan atau Y
atau mengenai bentuk hubungannya, maka perlu terlebih dahulu dilakukan penelitian
eksploratif. Tujuan penelitian eksploratif adalah untuk memperoleh gambaran secara jelas
mengenai konsep dari variabel X dan atau Y: dimensi, dan indikator-indikator variabel
tersebut. Setelah penelitian berhasil mengidentifikasi variabel X dan atau Y melalui
penelitian eksploratif, maka penelitian formal pengujian hipotesis hubungan X dengan Y
dapat dilanjutkan.

Sumber Data Dan Metode Pengumpulan Data


Sumber data menyangkut letak keberadaan data penelitian yang diperlukan, data penelitian
berada pada siapa atau pada apa. Data bisa terdapat/terletak pada: subjek (orang), maka orang
(respondense) sebagai sumber data. Data bisa berada pada benda, misalnya: bangunan, lokasi,
kendaraan, dsb, maka benda sebagai sumber data. Data yang diperlukan bisa berada pada
dokumen yang telah tersedia dan dibuat oleh fihak lain, maka dokumen sebagai sumber data,
misalnya: laporan keuangan perusahaan, dokumen, catatan, risalah rapat, dsb.

Data yang diperoleh langsung dari sumber data yaitu subjek atau benda, maka data tersebut
dinamakan data primer, dan sumber datanya dinamakan sumber data primer. Sedangkan
data yang tersedia dan dibuat oleh fihak tertentu dalam bentuk dokumen dinamakan data
sekunder, dan sumber datanya dinamakan sumber data sekunder. Peneliti harus

‘20 Metodologi Penelitian Akuntansi Biro Akademik dan Pembelajaran


6 Dr. Nuryaman., SE., MSi., Ak., CA. [Link]
menentukan sumber data mana yang akan digunakan, bisa salah satu atau kedua-duanya.
Mungkin saja salah satu data variabel penelitian terdapat pada subjek tertentu (sumber
primer), sementara data mengenai variabel lainnya terdapat pada laporan yang tersedia di
perusahaan (sumber data sekunder).

Kegiatan pengumpulan data dapat ditempuh dengan berbagai cara (metode) : observasi
(pengamatan), survey, dan analisis data sekunder. Cara mana yang akan dipakai tentu harus
mempertimbangkan efisiensi dan efektivitas penelitian. Masing-masing kegiatan penelitian
memiliki tujuan dan tingkat kesulitan berbeda, sehingga cara pengumpulan data antara
penelitian satu dengan lainnya bisa berbeda, tidak harus sama. Observasi merupakan cara
pengumpulan data melalui pengamatan dengan menggunakan indera observer: melihat,
memperhatikan, mendengarkan, mencium, terhadap karakteristik subjek atau objek yang
menjadi variabel penelitian, tanpa berusaha untuk memperoleh tanggapan dari siapapun.

Contoh 1. Metode observasi. Perilaku organisasi


Seorang Penelitian ingin mengetahui bagaimana perilaku kedisiplinan pekerja saat berada di
lingkungan pekerjaannya. Peneliti mengamatinya tanpa sepengetahuan para pekerja mengenai
: kehadiran mereka saat datang maupun saat pulang, perilaku mereka di ruang kerja berapa
lama jam efektif mengerjakan tugas pekerjaan dibandingkan kegiatan lainnya, dsb.

Contoh 2. Bidang Phsykologi


Seorang peneliti (Phsykologi) sedang mengamati perkembangan kemampuan motorik anak
balita usia 3 (tiga) tahun. Peneliti melakukan pengamatan terhadap sejumlah sample anak-
anak usia 3 tahun, dengan mencatat rata-rata kemampuan motorik anak tersebut, sudah
mampu melakukan apa saja: berjalan, merangkak, mengucapkan beberapa kosa kata, dsb.

Survey. Pengertian survey secara umum adalah kegiatan mengunjungi lokasi, tempat yang
menjadi objek penelitian. Pengertian secara khusus survey adalah kegiatan melakukan
komunikasi dengan responden. Survey adalah cara pengumpulan data dengan melakukan
komunikasi dengan responden sebagai sumber informasi, dalam rangka memperoleh
informasi dan data tentang variabel penelitian yang sedang menjadi perhatian peneliti. Survey
dapat berupa: (1) komunikasi lisan yaitu wawancara; (2) komunikasi tertulis melalui
penyebaran kuisioner (pertanyaan tertulis) terhadap responden.

‘20 Metodologi Penelitian Akuntansi Biro Akademik dan Pembelajaran


7 Dr. Nuryaman., SE., MSi., Ak., CA. [Link]
Analisis data sekunder adalah pengumpulan data dengan cara membaca, mencatat dan
menganalisa data, informasi yang terdapat pada laporan atau dokumen yang tersedia, baik
yang dipublikasikan maupun yang tidak dipublikasikan. Dokumen dan laporan tersebut
dibuat oleh fihak lain, bukan dibuat oleh peneliti, misalnya : laporan keuangan yang telah
disusun oleh Departemen Akuntansi dan keuangan perusahaan, dokumen dan risalah rapat
perusahaan, laporan dari Badan Pusat Statistik (BPS), laporan tentang pergerakan harga
saham sejumlah perusahaan (LQ 45) yang dirilis oleh Bursa Efek Indonesia (BEI), dsb.
Kesemua laporan dan dokumen tersebut merupakan sumber informasi yang bermanfaat untuk
kegiatan penelitian.
Gambar 3. Sumber Data dan Metode Pengumpulan Data

Sumber data Primer : Meode pengumpulan data :


Subjek : Orang – Respondence Observasi : pengamatan
Objek : Benda, peristiwa Survey : komunikasi

Sumber data Sekunder : Metode pengumpulan data :


Laporan, catatan, dokumen Analisis data sekunder
yang telah dibuat oleh pihak
lain

Pengendalian terhadap variabel penelitian


Dilihat dari segi sejauh mana variabel penelitian variance-nya (perubahannya) dikendalikan
oleh peneliti, maka penelitian dapat dibedakan berupa penelitian eksperimen dengan ex post
facto. Desain eksperimen dilaksanakan dengan cara peneliti mengendalikan, memanipulasi
variabel independen (biasanya [Link]), dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh
atau dampak perubahan nilai variabel independen tersebut terhadap perubahan nilai variabel
dependen. Penelitian eksperimen dilakukan melalui percobaan (trial and error), dengan
sengaja mengendalikan variabel independen dan mengamati dampaknya terhadap variabel
dependen.

Gambar 4. Penelitian eksperimen

Var. Independen Var. Dependen

‘20 Metodologi Penelitian Akuntansi X


Biro Akademik dan Pembelajaran
Y
8 Dr. Nuryaman., SE., MSi., Ak., CA. [Link]
Variabel X Dikendalikan

Contoh 3. Metode Eksperimen

(1) Variabel X = Dosis obat bius; variabel Y= tingkat kesadaran pasien. Eksperimen
dilakukan terhadap binatang (tikus misalnya) sebagai percobaan, untuk mengetahui
dampak pemberian dosis obat bius terhadap lamanya binatang tersebut pingsan (tingkat
kesadaran). Pada percobaan ini dosis obat bius sengaja dikendalikan diubah besarnya
oleh peneliti, dalam upaya mengetahui dampaknya terhadap tingkat kesadaran. Hasil
penelitiannya akan digunakan untuk kepentingan tindakan operasi terhadap pasien
Rumah Sakit.
(2) Variabel X = intensitas pemberian latihan soal kasus; Y= nilai mata kuliah Akuntansi
Manajemen. Eksperimen dilakukan untuk mengetahui pengaruh pemberian latihan kasus
terhadap nilai mata kuliah yang akan diperoleh Mahasiswa. Peneliti membagi Mahasiswa
dalam dua kelompok, kelompok pertama Mahasiswa yang diberi perlakukan dengan cara
memberikan latihan soal kasus dengan frekuensi sering sekali. Kelompok kedua
Mahasiswa yang tidak pernah diberi latihan soal kasus, kemudian pada akhir semester
diuji perbedaan rata-rata nilai kedua kelompok tersebut.

Desain Ex post facto, peneliti tidak mengendalikan, mengintervensi, atau memanipulasi


variabel penelitian. Peneliti hanya mencatat dan melaporkan perubahan yang telah terjadi
pada seluruh variabel penelitian apa adanya, tanpa adanya perlakuan khusus terhadap variabel
penelitian. Setelah data terkumpul, kemudian dilakukan analisis terhadap data yang berhasil
dicatat dan dilaporkan tersebut.

Contoh 4. Desain Ex post facto


Tujuan penelitian untuk mengetahui apakah ada hubungan komitmen organisasi dengan
produktivas kerja. Peneliti menyebarkan kuisioner terhadap 100 orang sampel karyawan
perusahaan. Isi kuisioner tersebut menyangkut pertanyaan-pertanyaan untuk mengukur
tingkat komitmen organisasi dan produktivitas setiap karyawan. Penelitian tidak melakukan
intervensi terhadap situasi dan aktivitas normal karyawan saat pengambilan data berlangsung.

‘20 Metodologi Penelitian Akuntansi Biro Akademik dan Pembelajaran


9 Dr. Nuryaman., SE., MSi., Ak., CA. [Link]
Peneliti hanya mencatat dan melaporkan data apa adanya, kemudian menganalisis hubungan
variabel tersebut dengan menggunakan analisis korelasional, untuk menentukan ada atau
tidak adanya hubungan variabel tersebut.

Tipe Masalah penelitian. Dilihat dari tipe masalah penelitian, penelitian terdiri atas 3 (tiga)
tipe yaitu penelitian : deskriptif, komparatif, dan uji hubungan. Penelitian deskriptif adalah
penelitian dengan tujuan untuk mengetahui eksistensi berbagai karakteristik atau variabel dari
suatu subjek yang dapat berupa: orang, organisasi, peristiwa, atau apapun yang menjadi unit
analisis penelitian. Tipe yang kedua adalah penelitian komparatif yaitu penelitian yang
bertujuan untuk mengetahui perbedaan variabel antara kelompok satu dengan kelompok
lainnya. Penelitian uji hubungan yaitu tipe penelitian yang bertujuan untuk menguji hubungan
antar variabel penelitian. Seperti telah dijelaskan sebelumnya, terdapat tiga tipe hubungan
antar variabel penelitian yaitu : (1) hubungan simetris; (2) hubungan asimetris; dan (3)
hubungan interaktif. Pemahaman terhadap tipe masalah penelitian sangat penting, karena
untuk menentukan tipe model statistik yang akan digunakan dalam pengujian hipotesis
penelitiannya.

Untuk mengetahui perbedaan ketiga tipe penelitian di atas, sekali lagi berikut adalah contoh-
contoh penelitian :

Rumusan masalah penelitian deskriptif :

(1) Bagaimana struktur modal perusahaan di BEI ?


(2) Bagaimana profitabilitas perusahaan di BEI ?

Contoh Studi Deskriptif

Contoh 5.

Sebuah Bank ingin mendapatkan profil tentang Nasabah Bank yang menunggak pinjamannya
selama 6 bulan atau lebih. Pertanyaan penelitiannya meliputi : (a) berapa rata-rata usia
nasabah ? ; (b) berapa rata-rata penghasilan Nasabah ? ; (c) Status pekerjaan Nasabah :
apakah pegawai tetap atau pegawai paruh waktu ? Hasil penelitin ini berguna untuk
mendapatkan profil nasabah yang menghadapi masalah dalam pembayaran, dan untuk
membuat suatu kebijakan tentang kebijakan kredit pada masa yang akan datang.

‘20 Metodologi Penelitian Akuntansi Biro Akademik dan Pembelajaran


10 Dr. Nuryaman., SE., MSi., Ak., CA. [Link]
Rumusan masalah penelitin komparatif :

(1) Bagaimana perbedaan struktur modal perusahaan manufaktur dengan dagang di BEI ?
(2) Bagaimana perbedaan profitabilitas perusahaan manufaktur dengan dagang di BEI ?

Contoh penelitian uji beda

Seorang Mahasiswa sedang meneliti apakah terdapat perbedaan struktur modal perusahaan
industri sektor manufaktur dengan sektor perdagangan. Untuk mencapai tujuan penelitiannya.
Mahasiswa tersebut menghitung rata-rata struktur modal perusahaan industri manufaktur dan
industri perdagangan. Setelah data terkumpul, kemudian dilakukan uji beda rata-rata.

Rumusan masalah penelitian uji hubungan (hubungan asimetris) :

(1) Bagaimana pengaruh struktur modal terhadap profitabilitas perusahaan di BEI ?

Contoh penelitian uji hubungan

Contoh 6.

Seorang peneliti industri manufaktur, akhir-akhir mendapatkan informasi bahwa profitabilitas


perusahaan pada tiga tahun terakhir ini mengalami masalah. Ia menduga salah satu
penyebabnya adalah kebijakan struktur modal perusahaan yang terlalu mengandalkan pada
kebijakan modal eksternal (hutang jangka panjang dari luar negeri). Maka tujuan
penelitiannya ingin menguji “Pengaruh struktur modal terhadap profitabilitas perusahaan”.
Studi pada perusahaan industri manufaktur yang listing di Bursa Efek.

Tipe data menurut dimensi waktu

Dilihat dari dimensi waktu tipe data terdiri atas data : cross sectional dan time series. Data
Cross sectional adalah data satu saat dari sejumlah subjek yang diamati. Data time series
merupakan data runtut waktu (trend) dari suatu subjek yang diamati.

Contoh 7 : Tipe data menurut dimensi waktu

Berikut adalah Net profit margin (NPM) 5 (lima) perusahaan selama 4 (empat) tahun terakhir
dalam persentase (%) :
Tahun

‘20 Metodologi Penelitian Akuntansi Biro Akademik dan Pembelajaran


11 Dr. Nuryaman., SE., MSi., Ak., CA. [Link]
Nama Perusahaan 2010 2011 2012 2013
A 20 24 26 24
B 15 20 25 23
C 22 15 20 22
D 23 24 15 25
E 18 33 20 33

Seandainya penelitian hanya menggunakan data tahun 2013 untuk seluruh perusahaan (A,
B, C, D, dan E) maka data yang digunakan tersebut adalah data cross sectional. Tetapi, jika
penelitian difokuskan pada perkembangan NPM perusahaan A selama 4 (empat) tahun
terakhir 2010 s/d 2013, maka data tersebut dinamakan data time series. Suatu saat peneliti
menggunakan seluruh perusahaan (cross) selama 4 (empat) tahun terakhir, maka data tersebut
dinamakan full data.

Ruang lingkup penelitian. Studi statistik merupakan studi yang lebih menitikberatkan pada
keluasan (generalisasi). Penelitian ini berusaha untuk memberikan kesimpulan gambaran
karakteristik suatu populasi dengan cara menarik kesimpulan secara inferensial berdasarkan
karakteristik sample. Data sample dikumpulkan, dianalisis dan diuji, lalu hasil analisis data
sample ini digunakan untuk menaksir parameter populasi. Agar nilai statistik dapat digunakan
untuk menaksir parameter populasi, maka sample yang digunakan haruslah sample yang
representatif, sample yang dapat merepresentasikan populasinya.

Gambar 5. Hubungan sample-populasi (Indriantoro; 1999:117)

Sampel Populasi

Statistika : X, S, S2 Parameter : µ, σ, σ 2

Studi Kasus adalah studi yang lebih menitikberatkan pada kedalaman daripada keluasan.
Studi ini lebih menekankan pada analisis konteks secara mendalam, berdasarkan peristiwa
atau situasi yang sedang berlangsung, serta mencari hubungannya antar peristiwa satu dengan
lainnya. Hasil penelitian studi kasus dapat digunakan untuk pemecahan masalah serupa pada
organisasi berbeda, atau pada waktu yang berbeda.

‘20 Metodologi Penelitian Akuntansi Biro Akademik dan Pembelajaran


12 Dr. Nuryaman., SE., MSi., Ak., CA. [Link]
Penggunaan Case Study (studi kasus) (Juwono2013 : 143) untuk memperoleh data dari
berbagai sumber investigasi (dokumen, arsip, wawancara, observasi, artifak, sumber-sumber
majemuk) secara sistematik terhadap individu, kelompok, organisasi atau kegiatan
(event).Case Study (studi kasus) dapat digunakan untuk memperoleh pengertian
(pemahaman/uraian/gambaran) atau untuk memperoleh penjelasan dari suatu fenomena
secara menyeluruh (holistik) bukan sebagai kumpulan bagian-bagian yang berdiri sendiri.
Suatu kasus dapat terdiri atas hubungan antar bagian-bagian yang harus dipahami dalam
kontek holistik/totalitas/keseluruhan, sedangkan apabila hubungan antar bagian diangap
hubungan sebab-akibat, maka yang lebih esensial adalah mengapa “hal itu” terjadi.

Studi kasus merupakan strategi untuk menyelidiki secara mendalam terhadap fenomena
kontemporer (saat ini). Studi kasus dapat dibedakan menjadi tiga tipe studi kasus yaitu:
eksplanatori, deskriptif, dan eksploratif (Yin, 2002).

Contoh rumusan masalah studi kasus dalam beberapa tipe :


Studi kasus desain eksplananatori
Contoh rumusan masalah :
- Faktor-faktor apakah yang mempengaruhi kebangkrutan Bank A ?
- Faktor-faktor apakah yang mempengaruhi kepuasan pelanggan PT. X ?

Studi kasus desain deskriptif


Contoh rumusan masalah :
- Bagaimanakah efektivitas sistem pengendalian manajemen PT. Ultra Jaya ?
- Bagaimanakah efektivitas pengendalian internal Perusahaan PT. Adiguna Jaya ?
- Bagaimana implementasi model Balance score card di PT. Adi Luhung ?

Studi kasus desain ekploratif

- Strategi promosi apakah yang digunakan PT. Alam Jaya dalam menghadapi persaingan ?
- Sistem penilaian persediaan apakah yang cocok digunakan untuk PT. Adi Luhung ?

Contoh 8. Studi kasus Kabangkrutan Bank.


Terdapat suatu fenomena kebangkrutan suatu Bank. Bank “A” dinyatakan bangkrut oleh
Otoritas keuangan, kemudian seorang Peneliti bidang Finance ditugasi untuk melakukan
penyelidikan atas fenomena kebangkrutan Bank “A”. Peneliti mengembangkan berbagai
pertanyaan penelitian untuk mengungkap faktor-faktor utama yang menyebabkan Bank

‘20 Metodologi Penelitian Akuntansi Biro Akademik dan Pembelajaran


13 Dr. Nuryaman., SE., MSi., Ak., CA. [Link]
tersebut bangkrut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebangkrutan terjadi dikarenakan :
(a) Banyak kredit macet, yang disebabkan terlalu banyak pelanggaran Bank terhadap
persyaratan kredit saat pengucuran dana pinjaman. Hal ini berdampak pada likuiditas Bank
menurun drastis; (b) Likuiditas Bank A sangat buruk, menyebabkan banyak nasabah tidak
dapat menarik dana simpanan di Bank tersebut. Situasi ini telah menurunkan reputasi dan
kepercayaan masyarakat terhadap Bank A; (c) Puncaknya terjadi penarikan dana oleh
Nasabah secara masive, namun Bank tidak siap memenuhi tuntutan para Nasabah, kemudian
terjadilah Financial distress.

Setting lingkungan Penelitian


Penelitian dapat dilaksanakan pada lingkungan penelitian alamiah-natural yang disebut studi
lapangan (field study), atau pada lingkungan artifisial (buatan) yang dikenal dengan Studi
Laboratorium. Penelitian dengan setting studi lapangan, dilakukan pada situasi alamiah
secara normal. Penelitian setting laboratorium dilakukan dengan sengaja peneliti menciptakan
lingkungan buatan, sebagai miniaturnya situasi alamiah.

Studi Lapangan – ex post facto. Seperti dijelaskan di atas, penelitian ini menggunakan
setting lingkungan yang sesungguhnya, semua variabel penelitian tidak ada yang diintervensi
(ex post facto). Sebagai contoh, seorang Mahasiswa sedang mengerjakan tugas akhirnya,
judul penelitiannya “Hubungan Struktur Modal dengan Profitabilitas Perusahaan”. Sample
yang digunakan 100 perusahaan industri manufaktur di BEI. Data penelitian diperoleh
dari laporan keuangan yang dipublikasikan pada Tahun 2013. Mahasiswa tersebut
mengumpulkan data kedua variabel penelitian tersebut dari seluruh perusahaan sample,
kemudian melakukan analisis korelasi untuk mengetahui hubungan struktur modal dengan
profitabilitas.

Eksperimen lapangan dilakukan dengan cara peneliti melakukan intervensi terhadap


variabel independen, untuk mengetahui dampaknya terhadap variabel dependen. Sebagai
contoh, Manajer sebuah Bank ingin mengetahui sejauh mana pengaruh tingkat suku bunga
simpanan terhadap jumlah simpanan dana masyarakat. Dia melakukan eksperimen lapangan
dengan menerapkan tingkat suku bunga simpanan yang berbeda di tiga kantor cabangnya.
Semua kegiatan di kantor cabang bank tersebut berjalan normal, alamiah. Kantor cabang
pertama ditetapkan tingkat suku bunga simpanan sebesar 18% per tahun, suku bunga ini
diatas tingkat suku bunga normal. Kantor Cabang kedua suku bunga ditetapkan sebesar 12 %,

‘20 Metodologi Penelitian Akuntansi Biro Akademik dan Pembelajaran


14 Dr. Nuryaman., SE., MSi., Ak., CA. [Link]
dan suku bunga ini dibawah tingkat suku bunga normal. Tingkat suku bunga kantor cabang
ke tiga tidak diintervensi, dibiarkan berlaku normal sebesar 15%.

Eksperimen Laboratorium dilakukan dengan cara membuat lingkungan buatan artifisial.


Peneliti melakukan intervensi variabel independen didalam laboratorium tersebut untuk
mengetahui dampaknya terhadap variabel dependen. Sebagai contoh lanjutan di atas. Manajer
Bank melakukan eksperimen laboratorium. Manajer Bank merekrut 40 orang mahasiswa
semester akhir Fakultas Ekonomi yang memiliki umur hampir sama. Karakteristik mahasiswa
ini diusahakan mendekati karakteristik nasabah bank, sehingga dapat menjadi artifisial
penabung yang sebenarnya. Mereka dibagi dalam empat kelompok, dan setiap kelompok
dibagi jumlah uang yang sama. Masing-masing kelompok diberi kebebasan untuk
menyimpan uang tersebut atau membelanjakannya, sesuai dengan preferensi. Kemudian
manajer Bank tersebut menawarkan suku bunga simpanan deposito yang berlainan sebagai
berikut: 0%, 10%, 15%, dan 20%. Tingkat suku bunga oleh manajer bank tersebut sengaja
diintervensi, dinaikan dan diturunkan, dengan tujuan untuk mengetahui berapa jumlah dana
yang akan mereka tabungkan pada simpanan deposito, pada setiap situasi tingkat bunga yang
berbeda tersebut.
Gambar 6. Setting lingkungan Penelitian

Setting Alamiah :
Studi Lapangan
Eksperimen Lapangan
Setting Lingkungan
Penelitian

Setting Artifisial :
Eksperimen Laboratorium

Unit Analisis. Unit analisis merujuk pada tingkat satuan data yang akan dikumpulkan selama
penelitian berlangsung. Pada dasarnya unit analisis ada dua tingkatan yaitu tingkat individual
dan tingkat kelompok. Unit analisis tingkat kelompok merupakan satuan data per kelompok
yang pada masing-masing kelompok akan terdiri dari beberapa individu (minimal 2 individu :
pasangan). Unit analisis individu dimaksud dapat berupa individu : orang, departemen di
dalam organisasi, perusahaan, negara, dll. Setiap unit analisis akan memiliki karakteristik
yang bisa sama, atau bisa berbeda dengan unit analisis lain. Peneliti harus menentukan unit
analsis penelitian, sesuai dengan tujuan penelitiannya.

‘20 Metodologi Penelitian Akuntansi Biro Akademik dan Pembelajaran


15 Dr. Nuryaman., SE., MSi., Ak., CA. [Link]
Unit Analisis Tingkat Individu. Misalnya peneliti, ingin meneliti hubungan komitmen
organisasi karyawan perusahaan dengan produktivitas karyawan, maka dalam hal ini unit
analisisnya tingkat individu karyawan. Data kedua variabel tersebut akan dikumpulkan, dan
dianalisis berdasarkan masing-masing karyawan. Contoh lain dalam penelitian bidang sistem
informasi akuntansi, seorang peneliti akan menguji sistem pengendalian internal perusahaan
dengan kinerja perusahaan, maka pada penelitian ini unit analisisnya adalah perusahaan pada
tingkat individual. Negara dapat menjadi unit analisis tingkat individu negara, apabila
penelitian berkaitan dengan variabel-variabel yang ada relevansinya dengan Negara, misalnya
penelitian untuk menguji hubungan tingkat inflasi dengan produk domestik bruto negara.

Unit analisis tingkat kelompok dapat berupa : kelompok orang, kelompok organisasi,
kelompok perusahaan (industri), kelompok industri (multi industri), kelompok negara
(regional misalnya), atau kelompok lainnya yang menjadi fokus perhatian peneliti. Unit data
yang dianalisisnya adalah penjumlahan dari seluruh data individu yang terdapat pada
kelompok tersebut. Unit analisis kelompok dipilih sebagai unit analisis penelitian, karena
tujuan penelitiannya ingin mengetahui perilaku kelompok, atau menguji hubungan antar
variabel/karakteristik yang terdapat pada kelompok.

Contoh pada penelitian pada bidang pendidikan akuntansi. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui adakah perbedaan motivasi belajar mahasiswa jurusan akuntansi tahun ke satu
dengan kelompok mahasiswa tahun ke dua. Pengujian akan dilakukan dengan mengambil dua
kelompok sample dari dua sub populasi yaitu : kelompok mahasiswa jurusan akuntansi tahun
ke satu dengan kelompok mahasiswa jurusan akuntansi tahun ke dua.

Contoh lain untuk penelitian akuntansi keuangan atau manajemen keuangan. Tujuan
penelitian ingin mengetahui adakah perbedaan profitabilitas perusahaan kelompok industri
manufaktur dengan kelompok industri perdagangan. Agar dapat dilakukan pengujian maka
rata-rata profitabilitas kelompok industri manufaktur dengan industri perdagangan dihitung,
kemudian diuji dengan menggunakan uji beda.

Tabel 1. Unit analisis


Unit Analisis Tingkat Individual Tingkat Kelompok
Pekerja Setiap pekerja Kelompok pekerja

‘20 Metodologi Penelitian Akuntansi Biro Akademik dan Pembelajaran


16 Dr. Nuryaman., SE., MSi., Ak., CA. [Link]
Departemen Setiap departemen Kelompok departemen
Perusahaan Setiap perusahaan Industri
Negara Setiap Negara Kelompok negara
Benda Setiap benda Kelompok benda

9. Metode Analisis Data : Statsitik deskriftip, uji beda, uji hubungan.

Reference

Adytia, IG. Dodiet. 2008. Handout Metodologi Research: Rancangan Penelitian. Politeknik
Kesehatan Surakarta.

Emory, [Link], Donald Cooper. Business Research Methods. 1996. 5th Edition. Ricard D.
Irwin, Inc. Washington-The United Stated of America.

Indriantoro, Nur dan Bambang Supomo. 1999. Metodologi Penelitian Bisnis Untuk Akuntansi
dan Manajemen. Edisi pertama. BPFE. Yogyakarta.

Juwono, Tri A. Metode Penelitian Komunikasi. PR - Fikom-Universitas Mercubuana Jakarta


Modul 13 Metode Penelitian Kualitatif 3 : Studi Kasus (Case Study)
[Link]

Pratiknya, Dr. Ahmad Watik. 2007. Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Kedokteran dan
Kesehatan. Jakarta, Raja Grafindo Persada.

Sekaran, Uma. 2003. Research Methode for Business. A Skill Building Approach. Fouth
Edition. John Wiley and Sons, Inc. United Stated of America.

Yin, Robert K. 2002. Studi Kasus Desain dan Metode. Divisi Buku Perguruan Tinggi. PT.
Raja Grafindo Persada. Jakarta.

‘20 Metodologi Penelitian Akuntansi Biro Akademik dan Pembelajaran


17 Dr. Nuryaman., SE., MSi., Ak., CA. [Link]

Anda mungkin juga menyukai