Riyan Sufiyanto
F19010003
Akuntansi
TUGAS 10
STRATEGI PEMASOK
KERIPIK SINGKONG “SMILE”
Aliran produk pada rantai pasokan ubi kayu dengan produk olahan keripik
singkong terdiri dari dua macam aliran, yaitu:
(1) petani - tengkulak - agroindustri keripik singkong - pedagang pengecer - konsumen
akhir;
(2) petani - tengkulak - agroindustri keripik singkong - konsumen akhir.
Perpindahan produk pada saluran 1 berawal dari petani ubi kayu hingga berakhir
pada konsumen akhir keripik singkong dengan melalui tiga lembaga, yaitu tengkulak,
agroindustri keripik singkong, dan pedagang pengecer keripik singkong. Sedangkan
pada saluran 2 dapat dilihat bahwa proses perpindahan produk tanpa melalui pedagang
pengecer, pihak agroindustri langsung menjual produknya kepada konsumen akhir. Ubi
kayu yang sudah sampai di agroindustri keripik singkong langsung dilakukan proses
pengolahan hingga menjadi keripik singkong.
Pihak agroindustri keripik singkong tidak melakukan penyimpanan bahan baku
ubi kayu lebih dari 2 hari karena proses pengiriman ubi kayu dari tengkulak dilakukan
setiap hari. Pada lembaga ini ubi kayu mengalami perubahan bentuk, yaitu dari ubi
kayu berubah menjadi keripik singkong. Terdapat beberapa proses pengolahan yang
dilakukan untuk merubah ubi kayu menjadi keripik singkong, diantaranya adalah
pengupasan ubi kayu, pencucian ubi kayu, pengukusan, pendinginan dan peragian,
serta yang terakhir adalah tahap pengemasan keripik singkong. Setelah itu agroindustri
memasarkan produknya kepada dua lembaga yang berbeda, yaitu ke pedagang
pengecer pada saluran 1, dan langsung ke konsumen akhir pada saluran 2. Konsumen
akhir keripik singkong pada saluran 1 mendapatkan keripik singkong dengan cara
membeli langsung kepada pedagang pengecer yang ada di pinggir jalan raya maupun
di pasar .
Konsumen akhir dalam proses mendapatkan keripik singkong dari pedagang
pengecer tidak melakukan komunikasi sebelumnya. Mereka langsung datang ke tempat
para pedagang pengecer dan melakukan transaksi di tempat tersebut. Proses
pengangkutan keripik singkong ke tempat konsumen dilakukan dengan menggunakan
alat transportasi yang dibawa oleh konsumen tersebut, dapat berupa mobil ataupun
sepeda motor. Aliran keuangan dalam rantai pasokan ubi kayu dengan produk olahan
keripik singkong dari:
1) konsumen akhir - pedagang pengecer - agroindustri keripik singkong -
tengkulak - petani; dan
2) konsumen akhir - agroindustri keripik singkong - tengkulak - petani. Arah aliran
keuangan berbanding terbalik dengan arah aliran produk, hal tersebut karena uang
yang diberikan merupakan alat pembayaran untuk mendapatkan ubi kayu dan produk
olahannya. Uang yang diberikan oleh lembaga yang ingin membeli produk ubi kayu dan
produk olahannya adalah uang dalam bentuk cash. Uang tersebut diberikan setelah
produk yang diinginkan sudah sampai kepada lembaga yang ingin membeli produk ubi
kayu dan produk olahannya seperti keripik singkong. Aliran informasi pada rantai
pasokan ubi kayu mengalir dua arah, yaitu informasi dari hulu ke hilir dan sebaliknya.
Pertukaran informasi yang terjadi antara petani dan tengkulak ubi kayu adalah informasi
tentang ketersediaan ubi kayu, harga ubi kayu, cara pembayaran ubi kayu, dan proses
pengangkutan ubi kayu. Informasi terkait ketersediaan ubi kayu diberikan oleh petani
kepada tengkulak, informasi tersebut bisa disampaikan secara langsung maupun tidak
langsung dengan menggunakan media komunikasi seperti telepon atau HP.
Pertukaran informasi yang terjadi antara tengkulak dengan agroindustri keripik
singkong meliputi informasi tentang harga ubi kayu, kuantitas atau jumlah ubi kayu yang
akan dibeli, proses pengangkutan, serta informasi tentang waktu pemesanan ubi kayu.
Pertukaran informasi antara ketiga lembaga yaitu agroindustri, pedagang pengecer, dan
konsumen akhir adalah informasi terkait dengan harga keripik singkong yang dihasilkan
dari pengolahan ubi kayu, jumlah keripik singkong yang dibutuhkan, serta cara
pembayaran produk yang dibeli. . Sebaliknya agroindustri memberikan informasi terkait
harga keripik singkong.
Tengkulak bisa langsung membeli ubi kayu ke rumah para petani atau bisa
melakukan transaksi langsung di lahan tempat pemanenan ubi kayu. Petani ubi kayu
menjual ubi kayunya dengan satuan kwintal. Produk yang sudah dibeli tersebut
kemudian diangkut dengan menggunakan mobil pick up atau truk jika jumlahnya
banyak. Selanjutnya proses pengiriman ubi kayu dari tengkulak kepada agroindutri
keripik singkong dilakukan dengan menggunakan alat transportasi serupa dengan yang
digunakan untuk mengangkut ubi kayu dari petani.
Produk yang sudah didapatkan dari tengkulak biasanya langsung dilakukan
pengolahan oleh agroindustri. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas ubi kayu
agar tetap bagus dan menghasilkan keripik singkong yang berkualitas. Singkong pada
agroindustri sampel terdiri dari beberapa tahapan, antara lain: pengupasan ubi kayu,
pengirisan atau pemotongan ubi kayu, pencucian dan pemilahan ubi kayu,
penggorengan ubi kayu, pembumbuan keripik singkong, dan yang terakhir adalah
pengemasan produk. Keripik singkong yang sudah dilakukan pengemasan kemudian
disalurkan kepada lembaga lain.
Terdapat tiga lembaga yang berbeda yang dijadikan sasaran penjualan produk
dari agroindustri, yaitu melalui sales, pedagang pengecer, dan juga ada yang langsung
ke konsumen akhir. Alat transportasi yang digunakan sales dalam menyalurkan keripik
singkong kepada pedagang pengecer yang ada di luar daerah menggunakan sepeda
motor. Sales tersebut mengambil produk ke agroindustri pada saat pagi hari dan
langsung menyalurkan kepada pedagang pengecer yang sudah menjadi lagganannya.
Pedagang pengecer yang dijadikan sasaran pemasaran adalah toko-toko kecil atau
yang sering disebut peracangan.
Aliran keuangan dalam rantai pasokan ubi kayu dengan produk olahan keripik
singkong terdiri dari:
(1) konsumen akhir keripik singkong - pedagang pengecer keripik singkong -
sales keripik singkong - agroindustri keripik singkong - tengkulak ubi kayu - petani;
(2) konsumen akhir keripik singkong - pedagang pengecer keripik singkong -
agroindustri keripik singkong - tengkulak ubi kayu - petani;
(3) konsumen akhir - agroindustri keripik singkong - tengkulak - petani.
Aliran keuangan pada rantai pasokan ubi kayu mengalir dari hilir ke hulu atau
berawal dari konsumen akhir hingga pada petani ubi kayu. Arah aliran pada aliran
keuangan berbanding terbalik dengan aliran produk, hal tersebut dikarenakan uang
tersebut digunakan alat pembayaran yang sah untuk mendapatkan ubi kayu dan produk
olahannya seperti keripik singkong. Aliran informasi pada rantai pasokan ubi kayu
dengan produk olahan keripik singkong dibagi menjadi 3 saluran. Pertukaran informasi
berlangsung 2 arah, yaitu dari arah hulu ke hilir dan hilir ke hulu.
Informasi dari hulu ke hilir pada aliran informasi rantai pasokan ubi kayu dengan
produk olahan keripik sinkong berupa informasi mengenai ketersediaan dan harga
bahan baku ubi kayu, harga keripik singkong, dan pengiriman bahan baku maupun
pengiriman produk olahan ubi kayu berupa keripik singkong. Aliran informasi ubi kayu
dari hilir ke hulu. Pada aliran informasi ini jenis informasi yang disampaikan kebanyakan
adalah informasi mengenai keuangan dan proses pembayaran. Hal tersebut
dikarenakan uang pada rantai pasokan ubi kayu mengalir dari hilir ke hulu, sehingga
informasi yang disampaikan adalah informasi mengenai hal-hal yang menyangkut
keuangan dan proses pembayaran
Produksi ubi kayu yang tinggi akan menarik minat masyarakat dalam melakukan
usaha-usaha terkait penjualan ubi kayu dan produk olahannya. Dua faktor pendorong
yang memiliki nilai dukungan tertinggi tersebut minimal telah mewakili dua lembaga
dalam rantai pasokan ubi kayu. Kedua lembaga yang dimaksud adalah agroindustri
selaku lembaga yang melakukan pengolahan ubi kayu dan penjual ubi kayu maupun
produk olahannya sebagai lembaga peratara produk sebelum akhirnya bisa sampai di
tangan konsumen akhir.